PENGGUNAAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 6 BUNTOK THE USE OF TEACHING TOOLS TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES IN SCIENCE SUBJECT IN CLASS IV SD NEGERI 6 BUNTOK Cicilia Retnaningsih1* SD Negeri 6 Buntok Email: c. retnaningsih@gmail. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . December 2. Accepted . January 2. KEYWORDS Hasil Belajar. Alat Peraga. Mata Pelajaran IPA ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa di SD Negeri 6 Buntok Kec. Dusun Selatan. Kab. Barito Selatan. Kalimantan Tengah disebabkan kurangnya keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan pelaksanaan proses pembelajaran mengunakan media alat peraga di SD Negeri 6 Buntok Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Penggunaan Media Alat Peraga pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Negeri 6 Buntok diketahui bahwa pembelajaran IPA di SD Negeri 6 Buntok sebagian besar gurunya menggunakan media alat peraga sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru menggunakan media alat peraga yang sangat bervariatif. Dengan berbagai alat peraga yang menekankan pada keatikfan serta kreativitas guru dan siswa dalam pembelajaran, guru harus dapat membangun suasana kelas yang baik sehingga pemeblajaran berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dapat disimpulkan penggunaan alat peraga dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam hasil belajar siswa SD Negeri 6 Buntok ABSTRACT This is an open access article under the CCAeBY-SA license The low learning outcomes of students at SD Negeri 6 Buntok Kec. South Hamlet. Kab. South Barito. Central Kalimantan due to the lack of direct student involvement in the learning process. This study aims to improve learning outcomes and the implementation of the learning process using teaching aids at SD Negeri 6 Buntok This research is a qualitative research. Data collection techniques using interviews, observation and Based on the results of research on the Use of Teaching Aids in Natural Science Subjects in an Effort to Improve Students' Learning Outcomes at SD Negeri 6 Buntok it is known that learning science at SD Negeri 6 Buntok most of the teachers use teaching aids as a tool in the learning process. In the implementation of learning Natural Sciences, the teacher uses media props that are very varied. With various teaching aids that emphasize the activeness and creativity of teachers and students in learning, teachers must be able to build a good classroom atmosphere so that learning goes well and learning objectives can be achieved. It can be concluded that the use of visual aids can increase student activity in student learning outcomes at SD Negeri 6 Buntok PENDAHULUAN Pendidikan kita saat ini banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak. Hal ini terjadi karena nilai prestasi siswa belum memuaskan. Nilai yang didapat siswa belum menunjukkan peningkatan. Nilai siswa dikatakan meningkat apabila hasil evaluasi siswa meningkat. Berhasil tidaknya prestasi siswa ditentukan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah guru, karena tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, dan melatih para siswa. Agar dapat menjalnkan tugasnya dengan baik, maka guru harus mampu menguasai berbagai kemampuan, termasuk kemampuan dalam mengelola kelas ketika berlangsung proses belajar mengajar. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 21 No. 1 January 2023 page: 17 Ae . 17 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat sehingga menuntut kreativitas dan dorongan untuk selalu melakukan pembaharuan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut mampu mengoperasikan alat yang tersedia di sekolah dan mendorong upaya-upaya kreatif dalam pemanfaatan teknologi pada proses Disamping mampu berbasis alat-alat yang tersedia, guru dituntut harus dapat membuat dan menggunakan media pembelajaran yang akan digunakannya untuk mengajar. Untuk itu, dalam mengajar guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran. Hamalik (Arsyad 2017: . IPA adalah pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen (Depdiknas, 2003:. Upaya guru untuk meningkatkan prestasi siswa dalam kegiatan pembelajaran harus ditempuh guru. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus mampu menarik perhatian siswa. Proses pembelajaran yang tidak menarik dapat mengakibatkan kejenuhan terhadap diri siswa. Jika ini terjadi, sudah pasti prestasi siswa prestasi siswa tidak akan ada peningkatan. Dengan ini maka guru harus merubah proses belajar, dari proses yang menjenuhkan menjadi proses belajar yang menarik bagi siswa. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . menyatakan bahwa fungsi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah mengembangkan wawasan, sikap, dan nilai yang berguna bagi siswa untuk meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari. Samatowa . menyatakan bahwa IPA memiliki faedah bagi suatu bangsa, sebab IPA merupakan dasar teknologi dan disebut-sebut sebagai tulang punggung pembangunan. Sehingga, pembelajaran IPA dapat dijadikan sebagai wahana dalam meningkatkan kualitas SDM. Pembelajaran IPA yang baik harus mengaitkan IPA dengan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, membangkitkan ide-ide, membangun rasa ingin tahu tentang segala sesuatu yang ada di lingkungannya, membangun keterampilan yang diperlukan, dan menimbulkan kesadaran bahwa belajar IPA menjadi sangat diperlukan untuk Penggunaan media pembelajaran akan memperbanyak pengalaman belajar siswa, membuat siswa menjadi tidak bosan, dan memberikan pembelajaran yang menarik kepada siswa (De Vito dalam Samatowa, 2. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar (SD), agar bahan pengajaran yang di sampaikan menjadi lebih mudah di pahami oleh murid, di perlukan alat bantu pembelajaran juga pemilihan strategi, pendekatan, metode, dan teknik pembelajran yang menarik dan tepat dapat membantu penulis dan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran (Karim, 2. Upaya dalam meningkatkan prestasi sudah banyak diupayakan oleh guru namun hasilnya belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dari hasil penelitian peneliti mengenai masalah diatas ternyata yang menjadi kenadala adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang tepat. Secara umum pengertian alat peraga adalah benda atau alat-alat seperangkat benda konkrit yang dirancang, dibuat atau disusun secara sengaja untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam pembelajaran. Secara umum pengertian alat peraga adalah benda atau alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Alat peraga adalah seperangkat benda konkrit yang dirancang, dibuat atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam pembelajaran. Alat peraga merupakan media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari (Sudjana, 2008:. Alat peraga dalam proses pembelajaran memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk proses pembelajaran yang efektif. Alat bantu pembelajaran adalah perlengkapan yang menyajikan satuan-satuan pengetahuan melalui stimulasi pendengaran, penglihatan, atau keduanya untuk membantu pembelajaran (Kochhar, 2008:. Penggunaan alat peraga IPA adalah bentuk pembelajaran yang mengintegrasikan pemahaman dan penggunaan sains ke dalam rangkaian proses belajar mengajar guna mengarahkan siswa pada proses pengetahuan secara mandiri. Pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas IV pada sekolah dasar dengan menggunakan alat peraga IPA lebih menekan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui percobaan, pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Namun fenomena yang terjadi dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 6 Buntok belum memuaskan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Siswa yang mencapai KKM hanya 10 siswa dari 22 siswa artinya ketuntasan belajar siswa baru mencapai 36%, sedangkan ketuntasan yang diharapkan adalah 63%. Berarti proses pembelajaran yang dilaksanakan belum berhasil. Hal tersebut salah satunya disebabkan proses pembelajaran IPA yang dilakukan belum menggunakan alat peraga yang dapat memperjelas materi pelajaran. Alat peraga memegang peranan penting dalam proses pembelajaran yaitu sebagai alat bantu untuk proses Mengingat pentingnya media pembelajaran salah satunya adalah alat peraga dalam meningkatkan mutu pendidikan maka guru harus dapat menggunakan alat peraga yang sesuai dengan konsep yang dibahas atau Adapun penelitian ini akan meneliti mengenai Aupenggunaan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 6 BuntokAy. LANDASAN TEORI Alat Peraga Alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyatakan pesan merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar (Ali dalam Sundayana, 2014. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 21 No. 1 January 2023 page: 17 Ae . 18 Ruseffendi . alam Sundayana, 2014. AuAlat peraga adalah alat yang menerangkan atau mewujudkan konsep matematikaAy, sedangkan menurut Pramudjono . alam Sundayana, 2014. AuAlat peraga adalah benda konkret yang dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja digunakan untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep matematika. Alat peraga merupakan media pengajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari (Estiningsih, 1994. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah media pengajaran yang diartikan sebagai semua benda yang menjadi perantara untuk membantu menanamkan dan memperjelas konsep dalam proses pembelajaran seuai dengan tujuan yang diharapkan. Hasil Belajar Untuk memberikan pengertian tentang hasil belajar maka akan diuraikan terlebih dahulu dari segi bahasa. Pengertian ini terdiri dari dua kata AhasilA dan AbelajarA. Dalam KBBI hasil memiliki beberapa arti: . Sesuatu yang diadakan oleh usaha, . Sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Secara umum Abdurrahman menjelaskan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar. menurutnya juga anak-anak yang berhasil dalam belajar ialah berhasil mencapai tujuan-tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional (Abdurrahman, 1. Adapun yang dimaksud dengan belajar Menurut Usman adalah AuPerubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara satu individu dengan individu lainnya dan antara individu dengan lingkunganAy (Usman, 2. Lebih luas lagi Subrata mendefenisikan belajar adalah Au. membawa kepada perubahan, . Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkanya kecakapan baru, . Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha dengan sengajaAy (Subrata, 1. Dari beberapa defenisi di atas terlihat para ahli menggunakan istilah AuperubahanAy yang berarti setelah seseorang belajar akan mengalami perubahan. Untuk lebih memperjelas Mardianto memberikan kesimpulan tentang pengertian belajar: Belajar adalah suatu usaha, yang berarti perbuatan yang dilakukan secara sungguh-sungguh, sistematis, dengan mendayagunakan semua potensi yang dimiliki, baik fisik maupun mental Belajar bertujuan untuk mengadakan perubahan di dalam driri antara lain perubahan tingkah laku diharapkan kearah positif dan kedepan. Belajar juga bertujuan untuk mengadakan perubahan sikap, dari sikap negatif menjadi positif, dari sikap tidak hormat menjadi hormat dan lain sebagainya. Belajar juga bertujuan mengadakan perubahan kebiasaan dari kebiasaan buruk, menjadi kebiasaan baik. Kebiasaan buruk yang dirubah tersebut untuk menjadi bekal hidup seseorang agar ia dapat membedakan mana yang dianggap baik di tengah-tengah masyarakat untuk dihindari dan mana pula yang harus dipelihara. Belajar bertujuan mengadakan perubahan pengetahuan tentang berbagai bidang ilmu, misalnya tidak tahu membaca menjadi tahu membaca, tidak dapat menulis jadi dapat menulis. Tidak dapat berhitung menjadi tahu berhitung dan lain sebagainya. Belajar dapat mengadakan perubahan dalam hal keterampilan, misalnya keterampilan bidang olah raga, bidang kesenian, bidang tekhnik dan sebagainya (Mardianto, 2. Hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya (Purwanto, 2. Hasil belajar merupakan salah satu indikator dari proses belajar. Hasil belajar adalah perubahan perilaku uyang diperoleh siswa setelah mengalami aktivitas belajar (Anni, 2. Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu proses pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Mata Pelajaran IPA Ilmu Pengetahuan Alam merupakan makna alam dan berbagai fenomenanya/perilaku/karakteristik yang dikemas menjadi sekumpulan teori maupun konsep melalui serangkaian proses ilmiah yang dilakukan manusia. Teori maupun konsep yang terorganisir ini menjadi sebuah inspirasi tercapainya teknologi yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia (I Made Alit M dan Wandy, 2009: . IPA merupakan kumpulan pengetahuan melalui proses penemuan yang secara sistematis tentang alam seperti yang dinyatakan oleh Joseph . 5: . AuScience is the knowledge gathered through a group of processes that people use systematically to make discoveries about the natural world. This knowledge is characterized by the values and attitudes of the people who use these processesAy Abdullah Aly . 8: . menjelaskan bahwa IPA adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas/khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait-mengkait antara cara yang satu dengan yang lain. Lebih lanjut Joseph . 5: 2-. mengkategorikan 13 IPA sebagai berikut : Science as processes that lead to discovery, science as knowledge, and science as a set of values. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 21 No. 1 January 2023 page: 17 Ae . METODE PENELITIAN Metode yang akan digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif. Penelitian dilakukan dalam situasi yang wajar, data yang dikumpulkan umumnya bersifat kualitatif yaitu satu penelitian mengarah pada dua langkah penelitian pengumpulan data, dan analisis data. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada pemahaman mengenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realistis yang holistis, kompleks, dan terperinci (Anggito, 2. Metode penelitian kualitatif. Creswell . dalam (Semiawan, 2. mendefinisikannya sebagai suatu pendekatan atau penelusuran untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala Pada penelitian ini proses pelaksanaannya dilakukan dengan cara wawancara. Dalam pengumpulan data penelitian kualitatif, wawancara lebih dipilih sebagai alat penelitian, karena di kondisi yang sedang pandemi ini sehingga tidak memungkinkan untuk observasi ke sekolah secara langsung. Prosedur penelitian dimulai dengan penulis melakukan wawancara untuk mengetahui penulisan penggunaan alat peraga untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 6 Buntok Subjek dan objek penelitian yang akan diteliti adalah Guru dan siswa SD Negeri 6 Buntok. Teknik Dan Instrumen Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan Data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif yakni memakai sistem Wawancara. Wawancara adalah sebuah percakapan antar dua orang atau lebih, yang pertanyaannya diajukan oleh peneliti kepada subyek penelitian untuk dijawab pada penelitian kualitatif disebut juga wawancara. Wawancara mendalam boleh dilakukan dengan dua cara yaitu, wawancara sebagai strategi utama dalam mengumpulkan data dan wawancara sebagai strategi penunjang teknik lain dalam pengumpulan data. Wawancara merupakan metode yang pertama digunakan dibanging dengan alat dalam penelitian (Edi, 2. Dengan sistem pendekatan terlebih dahulu dan sedikit demi sedikit melakukan wawancara. Kondisi ini dilakukan supaya objek peneliti lebih bebas menjawab pertanyaan secara fakta. Selama wawancara peneliti mengadakan komunikasi langsung secara lisan atau tatap muka dengan sumber data. Pada saat wawancara dilakukan dengan satu orang guru SD Negeri 6 Buntok. Dengan demikian tujuan pemilihan pendekatan kualitatif. Keabsahan Data Keabsahan data dalam suatu penelitian dapat juga didapat dengan proses pengumpulan data yang tepat yaitu dengan proses Triangulasi. Pengumpulan dengan teknik Triangulasi adalah pengumpulan data dengan menggunakan berbagai macam teknik pengumpulan data. Data yang terkumpul dari berbagai macam teknik itu, dibandingkan mencari persamaan dan perbedaannya, ditarik kesimpulannya, dirumuskan makna yang terkandung dari peristiwa yang terjadi. Data Reduction (Reduksi Dat. Data yang terdapat dari penelitian yang bermacam-macam, dengan menyinkronkan beberapa teknik. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang serius, dicari tema serta polanya dan keluarkan yang tidak wajib. Data Display (Penyajian Dat. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam rangkaian uraian singkat, bagan, hubungan antar teori, dan sebagainya. Conclusion (Penarikan Kesimpula. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih abstrak sehinggan setelah diteliti menjadi jelas. Berdasarkan pengertian di atas, dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Terdapat tiga jalur analisis data yaitu data reduction . eduksi dat. , data display . enyajian dat. , dan conclusion . enarikan Data reduction, pada tahap ini dilakukan pemilihan tentang relevan tidaknya antara data dengan tujuan Data yang diperoleh dari penelitian yang beragam dengan memadukan beberapa teknik. Informasi dari lapangan sebagai bahan mentah yang kemudian diringkas, disusun lebih sistematis, serta ditonjolkan pokok-pokok yang penting sehingga lebih mudah dikendalikan. Setelah tahap mereduksi data selesai dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan display data untuk dapat melihat gambaran keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari gambar Pada tahap ini peneliti berupaya mengklasifikasikan dan menyajikan data sesuai dengan pokok permasalahan yang diawali dengan pengkodean pada setiap sub pokok permasalahan. Untuk memudahkan memperoleh kesimpulan dari lapangan, maka penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, serta hubungan antar teori. Tahap ketiga dalam teknik analisis data menurut Miles and Huberman adalah Conclusion drawing/verification . enarikan kesimpula. Kegiatan yang dimaksudkan untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan atau perbedaan. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan jalan JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 21 No. 1 January 2023 page: 17 Ae . 20 membandingkan kesesuaian pernyataan dari subyek penelitian dengan makna yang terkandung dengan konsepAe konsep dasar dalam penelitian tersebut. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sehingga setelah diteliti menjadi jelas. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Penggunaan Media Alat Peraga pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Negeri 6 Buntok diketahui bahwa pembelajaran IPA di SD Negeri 6 Buntok sebagian besar gurunya menggunakan media alat peraga sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Penggunaan alat peraga ini diterapkan kepada semua siswa Sekolah Dasar karena siswanya masih berperilaku dan berpikir konkrit sehingga pembelajaran harus dapat menarik perhatian siswa, harus dapat mempermudah penguasaan materi pelajaran, meningkatkan daya imajinasi dan kreatifitas siswa serta harus dapat merangsang daya fikir dan nalar siswa sehingga dengan demikian pembelajaran menjadi lebih bermakna, utuh, dan konstektual dengan anak-anak. Hal ini sesuai fungsi utama alat peraga yaitu menurunkan tingkat keabstrakan suatu konsep sehingga mudah dipahami oleh siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, guru menggunakan media alat peraga yang sangat Dengan berbagai alat peraga penggunaan media ini harus diperhatikan oleh guru dalam menyajikannya, supaya dapat memaksimalkan hasil motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dijadikan acuan oleh pihak guru dan sekolah dalam penggunan dan pemilihan media alat peraga yang tepat untuk disajikan kepada siswa sesuai dengan usia dan karakternya. Interaksi siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan alat peraga ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan Budiman Tambubolon . dalam penelitiannya pada pembelajaran matematika menggunakan alat peraga realita di kelas satu sekolah dasar. Dalam penelitiannya menjelaskan, penerapan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga realita dapat menciptakan interaksi antar peserta didik dan antara peserta dididk dengan guru selain dapat juga meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran. Interaksi dalam pembelajaran berlangsung antar siswa dan guru dibantu dengan adanya alat peraga. Perbedaan penelitian ini hanya terletak pada jenis mata pelajaran dan media yang digunakan, namun esensinya tetap sama dan mendukung bahwa akan ada interaksi pembelajaran dengan adanya penggunaan alat peraga. Adapun karakteristik peserta didik tentunya berbeda-beda. Hal tersebut dapat menimbulkan beberapa kendala manakala dalam pembelajaran ada siswa yang memiliki kemampuan kurang atau bahkan dibawah rata-rata sehingga lambat dalam memahami materi pelajaran. Hal ini disebabkan karena sebagian siswa belum termotivasi dalam dan memahami konsep yang diajarkan dengan menggunakan alat peraga. Untuk mengatasi hal tersebut, tentunya Guru harus berusaha untuk memotivasi siswa supaya lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran dan memberikan bimbingan agar siswa lebih berani dalam mengemukakan pendapatnya dan memberikan waktu yang cukup untuk siswa dalam memberikan tanggapannya agar siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Aktivitas pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDNA. dilaksanakan dengan baik. Aktivitas siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam melahirkan konsep-konsep yang diterima siswa dari kondusifitas Siswa sangat antusias dalam proses pembelajaran hal tersebut ditunjukan dengan cara siswa terlibat langsung dan aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Siswa sangat antusias untuk melakukan percobaan dengan menggunakan alat peraga. Intinya penelitian ini bahwa penggunaan alat peraga pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam memberikan hasil yang positif bagi siswa, antusiasme dan penerimaan pembelajaran menjadi lebih aktif dan efektif. Berdasarkan data yang diperoleh peningkatan keaktifan siswa dalam membuat alat peraga IPA dan mempresentasikannya akan meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi yang sedang dipelajari. Selain itu, dengan membuat alat peraga keterampilan siswa juga dilatih dengan meningkatnya kegiatan atau aktivitas motorik siswa. Siswa juga diberi kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri dalam menghasilkan produk nyata. Hal ini tercermin dari refleksi kegiatan diskusi dan presentasi siswa menggunakan alat peraga yang mereka buat sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek memberikan kemampuan kognitif, motivasi, dan lebih mempertahankan pengetahuan. Selain itu juga akan meningkatkan kolaborasi. pentingnya kerja kelompok dalam proyek sehingga siswa dapat mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. Kelompok kerja kooperatif, evaluasi, siswa, pertukaran informasi adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Maka hasil yang diperoleh dari penelitian ini mengungkapkan kebernaran pendapat yang diungkapkan oleh para ahli yang menyatakan bahwa media pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan artinya guru boleh memilih media media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan efisien untuk mencapi tujuan pendidikannya dalam (Saputra & Zinnurrain, 2. Berdasarkan aktivitas belajar siswa dan guru menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga efektif dilakukan untuk menunjukkan hasil belajar siswa yang lebih meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih aktif. Guru membantu dan membimbing siswa dalam penggunaan alat peraga karena guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Perlakuan ini memberikan dampak yang baik, sehingga meningkatkan proses belajar dan ketuntasan belajar. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 21 No. 1 January 2023 page: 17 Ae . 21 Penggunaan media yang bervariasi dalam pembelajaran dapat berpengaruh positif terhadap prestasi siswa karna siswa memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar sehingga mampu memahami konsep yang diajarkan (Onansanya, 2004 dalam Gupitasari, 2. Dengan penggunaan alat peraga, maka hal-hal yang abstrak dapat disajikan dalam bentuk konkrit yang dapat dilihat, dipegang, dicoba sehingga materi pembelajaran yang disampaikan guru dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Selanjutnya. Teori Piaget . alam Slameto 2013:. mengemukakan bahwa: AuDalam perkembangan intelektual terjadi proses yang sederhana seperti melihat, menyentuh, menyebut nama benda dan sebagainya, dan adaptasi yaitu suatu rangkaian perubahan yang terjadi pada tiap individu sebagai hasil interaksi dengan dunia sekitarnyaAy. Menurut Djamarah . bahwa: AyAlat peraga adalah wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesanAy. Penggunaan alat peraga sangat bermanfaat bagi kelangsungan pembelajaran. Alat peraga digunakan untuk menerangkan konsep pembelajaran IPA yang berupa benda nyata. Dengan alat peraga, guru dapat mengajarkan konsep IPA dengan benda nyata sehingga memudahkan siswa memahami materi yang akan diajarakan. Pemahaman konsep merupakan hal yang sangat diperlukan dalam mencapai hasil belajar yang baik. Siswa dikatakan mempunyai kemampuan pemahaman konsep yang baik apabila mereka dapat menunjukan indikatorindikator pemahaman konsep dalam pembelajaran. Antara lain: menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, membandingkan dan menjelaskan. Hal ini ditunjang oleh adanya penggunaan alat peraga yang memiliki hubungan dengan materi yang diperlajari. Dalam penelitian ini pemahaman konsep ditunjang dengan alat peraga sehingga adanya peningkatan pemahaman konsep dari siswa. Menurut Wilcox . yang mengungkapkan bahwa pembelajaran dengan penemuan siswa didorong untuk belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri. Media alat peraga dapat menumbuhkan cara berpikir kritis. Media alat peraga memiliki kelebihan, namun media alat peraga ini juga memiliki kekurangan, yaitu: membutuhkan alat dan bahan yang kadang sulit didapatkan, hasil capaian belajar siswa tidak semua mendapatkan hasil dengan kategori AuTuntasAy ada juga yang mendapatkan hasil kategori AuTidak TuntasAy karena mungkin ada faktor lain yang berpengaruh. Seperti yang mendapatkan nilai AuTuntasAy ada faktor internal . maupun faktor eksternal . Faktor dari dalam diri siswa yang berpengaruh pada Hasil capaian belajar, minat belajar karena penasaran dengan media alat peraga yang telah dibawa oleh guru. Faktor internal yang mempengaruhi hasil capaian belajar yaitu media alat peraga dapat meningkatkan daya tarik perhatian siswa, media alat peraga pembelajaran menjadi lebih jelas serta siswanya ikut dilibatkan dalam mendemonstrasikan media alat peraga tersebut sedangkan siswa yang mendapatkan nilai AuTidak TuntasAy faktor lain yang dapat mempengaruhi siswa yaitu faktor internal yaitu kondisi badan yang kurang sehat, belum sarapan pagi, ruangan kelas yang panas, dan kurang tidur karena semalam begadang. Adapun faktor eksternal yang dapat mempengaruhi hasil capaian belajar. Faktor itu seperti permasalahan di rumah yang berdampak pada hasil capaian belajar siswa, sekolah merupakan salah satu pendukung keberhasilan siswa karena semakin berkualitas pengajaran di sekolah, maka semakin meningkat hasil capaian belajar siswa. Alat peraga memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa, diantaranya yaitu: dapat memperjelas bahan pengajaran yang disampaikan guru, dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa, dan dapat meransang cara berpikir siswa yang lebih kreatif dalam belajar. Pelaksanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru adalah mengubah sikap dan pola pembelajaran yang dilakukan karena selama ini guru cenderung menggunakan metode ceramah dan belum mampu menghasilkan serta menggunakan alat peraga yang dapat menunjang proses pembelajaran yang berkualitas dan menghasilkan siswa berprestasi. Dengan menggunakan alat peraga maka: . kegiatan proses belajar mengajar akan lebih menyenangkan dan menarik perhatian siswa sehingga minat belajarnya akan timbul dan siswa dapat bersikap positif terhadap pengajaran IPA. Konsep IPA tersajikan dalam bentuk konkrit dan karena itu lebih dapat dipahami dan dimengerti, dan dapat ditanamkan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah, serta konsep-konsep abstrak yang disajikan dalam bentuk konkrit yaitu dalam bentuk model IPAyang dapat dipakai sebagai objek penelitian maupun sebagai alat untuk meneliti ide-ide baru dan relasi baru Penggunaan alat peraga pada proses pembelajaran menempatkan siswa menjadi subjek pembelajaran (Student Centered Learnin. bukan sebagai objek pembelajaran sehingga pembelajaran tidak hanya di dominasi oleh guru tetapi memberikan kesempatan kepada siswa agar untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Serta dapat menimbulkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar siswa sehingga siswa dapat bersosialisasi dengan temannya pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil keseluruhan kegiatan pembelajaran menggunakan alat peraga dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat dikatakan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dengan cara menerangkan materi pembelajaran dengan menggunakan benda nyata hal ini dilakukan karena siswa SD masih berpikir secara konkrit. JURNAL SAINTIFIK (Multi Science Journa. Vol. 21 No. 1 January 2023 page: 17 Ae . KESIMPULAN KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga mata pelajaran IPA di SDNA sangat efektif dilakukan dalam proses belajar mengajar dapat membuat siswa aktif dalam pelajaran. Alat peraga digunakan untuk menerangkan konsep pembelajaran IPA yang berupa benda nyata. Dengan alat peraga, guru dapat mengajarkan konsep IPA dengan benda nyata sehingga memudahkan siswa memahami materi yang akan diajarakan. Dengan menggunakan alat peraga maka: . kegiatan proses belajar mengajar akan lebih menyenangkan dan menarik perhatian siswa sehingga minat belajarnya akan timbul dan siswa dapat bersikap positif terhadap pengajaran IPA. Konsep IPA tersajikan dalam bentuk konkrit dan karena itu lebih dapat dipahami dan dimengerti, dan dapat ditanamkan pada tingkat-tingkat yang lebih rendah. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT. atas kuasa dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Penulis ucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungannya kepada pihak-pihak yang telah membantu selama penelitian dilakukan. DAFTAR PUSTAKA