Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 5 No. Desember 2023, 23 - 29 PENCEGAHAN STUNTING MELALUI SOSIALISASI DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DI DESA SUKAMANAH PREVENTION OF STUNTING THROUGH SOCIALIZATION AND EDUCATION ABOUT NUTRITION BALANCED IN SUKAMANAH VILLAGE Hana Rizmadewi Agustina1*. Ema Arum Rukmasari2. Sri Hendrawati3. Gusgus Graha Ramdhanie4 1,2,3,4 Universitas Padjadjaran *Korespondensi Penulis : hana. rizmadewi@unpad. Abstrak Stunting merupakan kondisi dimana tinggi atau panjang badan anak lebih rendah dibandingkan usia berdasarkan kurva pertumbuhan World Health Organization, yang diakibatkan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Dampak stunting bagi anak dapat bertahan sampai dengan anak berusia dewasa dan dikaitkan dengan kemunduran di berbagai aspek kehidupan. Stunting perlu diatasi melalui pendekatan multidisipliner, termasuk salah satunya melalui program pengabdian kepada Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan ibu mengenai pemberian gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Metode yang digunakan pada kegiatan ini, yaitu penyuluhan kesehatan dengan media powerpoint. Populasi pada kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita dari 17 rukun warga Desa Sukamanah, dengan sampel sebesar 57 orang yang ditentukan dengan teknik total sampling. Perubahan tingkat pengetahuan dinilai dengan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Data yang didapatkan kemudian diuji secara statistik dengan aplikasi pengolah data SPSS Berdasarkan hasil analisis diketahui hasil pre-test . 6, median . dibandingkan post-test . 2, median . menunjukkan pengaruh terhadap tingkat pengetahuan peserta kegiatan sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan kesehatan yang ditunjukkan dengan p-value 0. (<0. Penyuluhan kesehatan terbukti bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita mengenai gizi seimbang yang mendukung upaya pencegahan stunting. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi ibu untuk memberikan asupan gizi yang tepat pada balita. Kata kunci : Balita. Gizi. Penyuluhan Kesehatan. Stunting Abstract Stunting is a condition where a child's height or body length is lower than age based on the World Health Organization growth curve, causing chronic malnutrition and recurrent infections. The impact of stunting on children can last into adulthood. This is related to backwardness in various aspects of life. Stunting must be managed through a multidisciplinary approach that includes community service programs. This community service activity aims to increase the knowledge of mothers with toddlers regarding providing nutrition and balanced nutrition as an effort to prevent stunting in toddlers. The method used in this activity is health education using PowerPoint media. The target of this activity is mothers who have children aged 0-5 years . and come from 17 community units in Sukamanah Village. Changes in knowledge level were assessed through questionnaires administered before and after health education. The data obtained was then tested statistically using the SPSS data processing application. Based on the results of the pre-test and posttest analysis, a p-value of 0. 012 (<0. was obtained, indicating that there was an influence on the level of knowledge of activity participants before and after health education was carried out. This activity program has proven to be useful in increasing the knowledge of mothers with toddlers regarding nutrition and balanced nutrition which supports efforts to prevent stunting. It is hoped that these results can become a basis for mothers in providing proper nutrition and nutritional intake to toddlers. Keywords : Health Education. Nutrition. Stunting. Toddlers Submitted Accepted Website : 18 September 2023 : 2 November 2023 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Dan Edukasi Gizi . (Hana Rizmadewi Agustina, dk. Pendahuluan Stunting telah menjadi isu kesehatan secara internasional dan nasional di Indonesia . e Onis and Branca, 2. Semenjak 25 tahun lalu, kejadian stunting telah mengalami penurunan dari angka 255 juta menjadi 156 juta di seluruh dunia (UNICEF, 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan pada tahun 2022 angka kejadian stunting telah menurun sebesar 2. 8% sejak tahun 2021, menjadi 21. Namun, presentase tersebut belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu kurang dari 20%. Pemerintah Indonesia telah menetapkan target penurunan kejadian stunting mencapai presentase sebesar 14% pada tahun 2024 (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Stunting merupakan kondisi tinggi atau panjang badan yang rendah dibandingkan usia berdasarkan kurva pertumbuhan WHO (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Stunting memiliki dampak yang sangat perkembangan anak. Bahkan, dampak stunting ini tidak hanya dapat dirasakan ketika usia anak, namun ketika dewasa dapat terjadi beberapa permasalahan, seperti gangguan kognitif, motorik, dan sistem metabolik (Susanti, 2. Tingginya kejadian stunting dalam jangka waktu yang panjang pun dapat perekonomian suatu negara (UNICEF, 2023. Oleh karena itu, stunting tetap perlu menjadi perhatian dan segera diatasi secara multidisipliner walaupun angka kejadian penurunan setiap tahunnya. Stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya asupan makanan bergizi, infeksi berulang, seperti diare dan cacingan, praktik perawatan yang buruk, serta kurangnya akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan terutama pada 1. 000 hari pertama kehidupan seorang anak. Selain itu, faktor kesehatan dan status gizi ibu pun berdampak pada gizi bayinya (UNICEF, 2023. Berdasarkan faktor penyebabnya, diketahui bahwa stunting sangat berkaitan dengan peran seorang ibu. Oleh karena itu, pengetahuan dan kebiasaan ibu semenjak kehamilan dan saat menyusui terutama di 1. 000 hari pertama kehidupan anak mengenai perawatan dan pemberian asupan gizi yang baik berperan besar dalam pencegahan stunting pada anak. Penelitian yang dilakukan oleh Hossain et al . menjelaskan bahwa salah satu program yang dapat dilakukan dan terbukti penurunan angka stunting di negara berpendapatan rendah dan menengah adalah edukasi dan konseling gizi (Hossain et al. Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang merupakan wadah edukasi bagi ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun . dalam upaya pencegahan stunting di Desa Sukamanah. Desa Sukamanah merupakan desa yang berada di Kecamatan Rancaekek. Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap ibu yang memiliki balita di 17 rukun warga Desa Sukamanah diketahui bahwa banyak ibu yang masih berusia muda dan memiliki keterbatasan untuk mendapatkan pendidikan sehingga memiliki kesadaran yang kurang dalam mencari tahu, mengetahui, serta memahami informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya balita. Masalah ini jika diabaikan untuk waktu yang panjang dapat menimbulkan risiko balita yang mengalami stunting karena kekurangan gizi Oleh karena itu, program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki balita mengenai pemberian asupan gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting pada balita. Metode Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang dilaksanakan di Desa Sukamanah. Kecamatan Rancaekek. Kabupaten Bandung. Jawa Barat. Waktu kegiatan pelaksanaan ini sejak tahap persiapan sampai dengan evaluasi, yaitu mulai 11 Juli Ae 11 Agustus 2023. Sasaran kegiatan ini adalah 57 ibu yang memiliki balita atau anak usia 0-5 tahun dari 17 rukun warga. Tahap persiapan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini termasuk membangun kerjasama dengan stakeholder setempat, seperti kantor desa dan komunitas Rumah Desa Sehat (RDS), mengumpulkan data dengan wawancara kepada subjek untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan sasaran, serta penyusunan teknis detail kegiatan. Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Dan Edukasi Gizi . (Hana Rizmadewi Agustina, dk. Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2023 dengan metode penyuluhan Penyuluhan kesehatan dimulai dengan pemberian kuesioner pada saat sebelum penyuluhan kesehatan . re-tes. , pemberian informasi dari narasumber mengenai gizi seimbang pada balita sebagai upaya pencegahan stunting, dan sesudah kegiatan penyuluhan kesehatan . ost-tes. Pemberian kuesioner dilakukan sebagai dasar evaluasi hasil . Nilai hasil pre-test dan post-test diuji secara statistik dengan aplikasi pengolah data SPSS, yaitu dengan Uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan sasaran. Rincian tahapan kegiatan pengabdian masyarakat ini, ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Rincian Tahapan Pengabdian Kepada Masyarakat Waktu Tempat Kegiatan 11 Juli Kantor Desa Sukamanah . Berkunjung ke kantor desa dan rumah kepala desa Melakukan Desa Sukamanah . Membangun Pihak Desa Sukamanah . Membangun Rumah Desa Sehat (RDS) . Menentukan n data . Menentukan Melakukan kepada sasaran di 14 Juli Kantor Desa Sukamanah Zoom Meeting 17 Ae 26 Juli Desa Sukamanah Kegiatan Pelaksana Subjek Tim Peneliti Tim Peneliti Tim Peneliti Pelaksana Tim Subjek: Juli 2023 ibu Juli Desa Sukamanah Zoom Meeting 31 Juli Ae Agustu Agustu Desa Sukamanah 6 Ae 11 Agustu Fakultas Keperawatan . Universitas Padjadjaran GOR Kantor Desa Sukamanah Menentukan dasar pelaksanaan Menyusun program kegiatan yang disesuaikan dengan masalah Persiapan teknis rundown kegiatan Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Edukasi Gizi Seimbang Melakukan Tim dan kader Tim Peneliti Pelaksana Tim Subjek: Juli 2023 ibu Tim Peneliti Hasil Berdasarkan hasil wawancara kepada sasaran, yaitu ibu yang memiliki balita diketahui terdapat permasalahan berupa kurangnya pengetahuan ibu yang memiliki balita terkait pemberian asupan gizi yang seimbang untuk balita sebagai upaya pencegahan stunting. Oleh karena itu, diperlukan program untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang pada Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang dilaksanakan secara luring di Gor Kantor Desa Sukamanah yang diikuti oleh 57 ibu yang memiliki balita atau anak usia 0-5 Tabel 2 menunjukkan distribusi 57 peserta yang berasal dari 17 rukun warga di Desa Sukamanah. Berdasarkan tabel distribusi peserta, diketahui bahwa peserta terbanyak berasal dari RW 2 Desa Sukamanah, yaitu sebanyak 12 . %) peserta. Kemudian, peserta lain berasal dari RW 1 sebanyak 4 . %) peserta. RW 3 sebanyak 3 . 2%) peserta. RW 4 sebanyak 9 . 8%) peserta. RW 5 sebanyak 7 . 3%) peserta. RW 6 sebanyak 1 . RW 7 sebanyak 1 . 8%) peserta. RW 9 sebanyak 4 . %) peserta. RW 10 sebanyak 2 . 5%) peserta. RW 11 sebanyak 4 . %) peserta. RW 12 sebanyak 1 . 8%) peserta. RW 13 sebanyak 1 . 8%) peserta. RW 14 sebanyak 4 . %) peserta. RW 15 sebanyak 2 . 5%) peserta, dan RW 17 sebanyak 2 . Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Dan Edukasi Gizi . (Hana Rizmadewi Agustina, dk. Tabel 2. Distribusi Peserta Kegiatan Program Pencegahan Stunting Rukun Warga Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang dimulai dengan memeriksa pengetahuan yang dimiliki sasaran sebelum penyuluhan kesehatan melalui pretest. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai gizi seimbang pada balita oleh narasumber dan diakhiri dengan pembagian post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan sasaran setelah menerima informasi dari penyuluhan kesehatan. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada antusiasme yang tinggi dan sikap kooperatif. Beberapa peserta pun turut mengajukan pertanyaan mengenai topik terkait. Distribusi nilai hasil pengisian pre-test dan post-test dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan hasil analisis data diketahui terdapat penurunan peserta pada nilai minimum saat sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan, yaitu dari 4 peserta . %) menjadi 1 peserta . 8%) serta terdapat peningkatan peserta yang mendapatkan nilai maksimum, yaitu 100 dari 7 peserta . menjadi 13 peserta . 8%). Tabel 3. Rekapitulasi Nilai Hasil Pengisian Pre-test dan Post-test. Jawaban Benar Nilai Pre-test Post-test Tabel 4 menunjukkan hasil uji statistik nilai pre-test dan post-test peserta kegiatan dengan aplikasi pengolah data SPSS, yaitu uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis diketahui terdapat peningkatan mean pre-test, yaitu 65. 2 saat post-test. Kemudian, didapatkan juga p-value 0. 012 (<0. Hasil ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan informasi mengenai gizi seimbang dalam upaya pencegahan stunting pada balita melalui penyuluhan kesehatan. Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Nilai Pre-test dan Post-test Peserta Kegiatan Variab Mea Minimu Maximu Pre-test Posttest Pembahasan Stunting merupakan status kondisi gizi anak berusia 0-59 bulan yang memiliki panjang atau tinggi badan yang dikategorikan kurang dari kriteria usia, yaitu di bawah -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2018. UNICEF, 2023. Secara internasional, diperkirakan terdapat 22. balita yang mengalami hambatan pertumbuhan . e Onis. Blyssner and Borghi, 2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan pada tahun 2022 angka kejadian stunting telah menurun sebesar 2. 8% sejak tahun 2021, menjadi 21. Namun, presentase tersebut belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu kurang dari 20% (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Stunting memiliki dampak yang sangat perkembangan anak. Bahkan, dampak stunting ini tidak hanya dapat dirasakan ketika usia anak, namun hingga dewasa (Susanti, 2. Stunting dikaitkan dengan otak yang tidak mental dan kapasitas belajar, kinerja sekolah kanak-kanak, berkurangnya pendapatan dan peningkatan risiko penyakit kronis terkait gizi, seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas pada anakanak di masa depan (UNICEF, 2023. Stunting dapat disebabkan oleh cacingan, praktik perawatan yang buruk, serta kurangnya akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan terutama pada 1. 000 hari pertama kehidupan Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Dan Edukasi Gizi . (Hana Rizmadewi Agustina, dk. seorang anak. Selain itu, faktor kesehatan dan status gizi ibu pun berdampak pada gizi bayinya (UNICEF, 2023. Berdasarkan faktor penyebabnya, diketahui bahwa stunting sangat berkaitan dengan status gizi pada bayi dan ibu. Stunting merupakan salah satu indikator kekurangan gizi kronis (UNICEF, 2023. Ramachandran . menyatakan bahwa status gizi pada anak yang mengalami stunting dapat disebabkan mulai sejak kehamilan. Kehamilan yang disertai kekurangan gizi mempengaruhi perkembangan janin sampai dengan dilahirkan (Ramachandran, 1989 dalam World Health Organization, 2. Kemudian, kehamilan di bawah usia 18 tahun memberikan dampak putusnya kesempatan dalam mendapatkan pendidikan dan mungkin mempengaruhi kesehatan keluarganya di masa Ibu yang hamil di bawah usia 18 tahun juga memiliki resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan selanjutnya beresiko mengalami stunting (Bhutta et al. 2013 dalam World Health Organization, 2. Oleh karena itu, pengetahuan dan kebiasaan ibu mengenai perawatan dan pemberian asupan gizi yang baik berperan besar dalam pencegahan stunting pada anak. Penelitian yang dilakukan oleh Hossain et al pendidikan kesehatan gizi terbukti mendukung penurunan angka stunting di negara berpendapatan rendah dan menengah (Hossain et al. , 2. Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang merupakan salah satu wadah edukasi kesehatan gizi yang ditujukan untuk memberikan informasi terkait gizi seimbang yang dibutuhkan anak usia balita agar pertumbuhan dan perkembangan pada 1. 000 hari pertama kehidupan dapat dicapai dengan maksimal. Program ini telah dilaksanakan di Desa Sukamanah. Kecamatan Rancaekek kepada 57 ibu yang memiliki balita. Pemilihan Desa Sukamanah sebagai lokasi kegiatan dilakukan pertimbangan hasil wawancara kepada sasaran, yang menunjukkan bahwa banyak ibu yang masih berusia muda dan memiliki keterbatasan untuk mendapatkan pendidikan sehingga memiliki kesadaran yang kurang dalam mencari tahu, mengetahui, serta memahami informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya balita. Gambar 1. Peta Lokasi Desa Sukamanah Sumber: https://w. Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang dimulai tahap persiapan pada tanggal 11 Juli Ae 4 Agustus 2023 dan tahap pelaksanaan pada tanggal 5 Agustus 2023. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan dengan media Penyuluhan kesehatan merupakan aktivitas pendidikan yang dilakukan kepada masyarakat yang bertujuan untuk mencapai masyarakat yang berperilaku sehat dengan cara menstimulasi perubahan perilaku baik secara individu atau kelompok dengan memberikan informasi, sehingga masyarakat menjadi lebih sadar akan urgensi pola kehidupan yang sehat (Zulaikhah and Yusuf, 2. Pemilihan metode penyuluhan kesehatan ini didukung oleh teori perilaku yang dikemukakan oleh Lawrence Green . dalam Notoatmodjo . bahwa pengetahuan merupakan salah satu faktor predisposisi dalam pembentukan perilaku (Notoatmodjo, 2. Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang diawali dengan memeriksa pengetahuan yang dimiliki sasaran sebelum penyuluhan kesehatan melalui pretest. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai gizi seimbang pada balita oleh narasumber dan diakhiri dengan pembagian post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan sasaran setelah menerima informasi dari penyuluhan kesehatan. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada antusiasme yang tinggi dan sikap kooperatif. Berdasarkan hasil analisis data Tabel 2 diketahui terdapat penurunan peserta yang mendapatkan nilai minimum saat sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan, yaitu dari 4 peserta . %) menjadi 1 peserta . 8%) dan peningkatan peserta yang mendapatkan nilai maksimum, yaitu 100 dari 7 peserta . menjadi 13 peserta . 8%). Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi Dan Edukasi Gizi . (Hana Rizmadewi Agustina, dk. Hasil analisis Tabel 4 mengenai Uji Wilcoxon nilai pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan mean pretest, yaitu 65. 6 menjadi 71. 2 saat post-test. Kemudian, didapatkan juga p-value 0. (<0. Hasil ini menunjukkan terdapat peningkatan pada tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan informasi mengenai gizi seimbang dalam upaya pencegahan stunting pada balita melalui penyuluhan kesehatan. Hasil ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Farida Utaminingtyas . yang menunjukkan penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh positif terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang balita (Utaminingtyas. Penelitian lain yang dilakukan oleh Ita Ussyifa . juga menunjukkan penyuluhan kesehatan memiliki pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tentang stunting dan status gizi pada ibu anak usia prasekolah (Ussyifa, 2. Penyuluhan kesehatan mengenai gizi seimbang dalam upaya pencegahan stunting dapat menjadi pilihan yang bisa diterapkan untuk mendukung penurunan angka kejadian stunting di Indonesia karena terbukti dapat meningkatkan pengetahuan ibu dan diharapkan dapat menjadi dasar perilaku ibu untuk mengkonsumsi dan memberikan asupan gizi bagi anak. Kegiatan selanjutnya disarankan untuk menambahkan program konseling gizi serta pemantauan peserta setelah kegiatan berlangsung untuk memaksimalkan edukasi serta keberlanjutan hasil implementasi Kesimpulan Program Pencegahan Stunting Melalui Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang yang dilakukan di Desa Sukamanah. Kecamatan Rancaekek. Kabupaten Bandung terbukti memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu yang memiliki balita mengenai gizi seimbang yang diperlukan balita Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat mengkonsumsi dan memberikan asupan gizi yang tepat bagi anak. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Terima kasih diucapkan kepada Kepala Desa Sukamanah. Ketua Rukun Warga Desa Sukamanah, seluruh kader kesehatan Desa Sukamanah, dan seluruh pihak terkait yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan program. Daftar Pustaka