Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah Zainal Muttaqin1. Mugy Nugraha2 Abstract Arabic is one of the language subjects that must be learned by all students at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Even the Rector has established Decree No. Un. 01/R/HK. 005/233/2012 which sets the standard of value in Arabic and English to be achieved by each student as an essential condition of But the competence of Arabic students are generally still far from the level of mastery to be achieved. over the last few years 90% of the students obtained a score TOAFL below specified It can be caused by a number of new students who do not have basic knowledge of Arabic. So that students who do not have basic knowledge of Arabic can take the classes in Arabic well, it should be given special materials such as morphological and syntactic structures taken from the book Al-Arabiyyah li ullab al-JamiAoah they will use later in the lecture. Thus an urgent need is the preparation of a special material that is given to students prior to taking courses in Arabic. As the first step of the preparation, research needs to be done. Data based on the structure of the sentence in this study were taken from the reading text material in the book Al-AoArabiyyah li ullab al-JamiAoah, consider that the book became a handbook for students at Islamic university. Based on the analysis we concluded that not all morphological and syntactic function commonly studied in classical texts used in the reading text material book Al-AoArabiyyah li ullab alJamiAoah. So there needs syllabus that takes into account the existence of the form and function of words in this book. Further necessary to develop books for students in order to introduce the form and function of words as introductory material before studying Arabic in regular lectures. Keyword: kalimah, jumlah, gah, iAorAb Abstrak Bahasa Arab merupakan bahasa yang wajib dipelajari oleh seluruh mahasiswa di semua Fakultas di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bahkan Rektor telah menerbitkan SK No. Un. 01/R/HK. 005/233/2012 yang menetapkan standar nilai bahasa Arab dan bahasa Inggris yang harus dicapai mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Namun kemampuan bahasa Arab mahasiswa pada umumnya masih jauh dari taraf penguasaan yang diharapkan. Buktinya selama beberapa tahun terakhir ini mereka 90% mahasiswa mencapai skor TOAFL di bawah standar yang ditentukan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh banyaknya mahasiswa baru yang tidak memiliki pengetahuan dasar bahasa Arab. Agar mahasiswa yang tidak memiliki pengetahuan dasar bahasa Arab dapat mengikuti perkuliahan bahasa Arab, maka perlu diberikan materi khusus berupa bentuk arf dan struktur nahwu yang diambil dari buku Al-Arabiyyah li ullab al-JAmiAoah yang akan mereka gunakan nanti dalam perkuliahan. Dengan demikian kebutuhan yang sangat mendesak adalah penyiapan materi khusus yang diberikan kepada mahasiswa sebelum mengambil mata kuliah bahasa Arab. Sebagai langkah awal penyusunan materi khusus yang dimaksud maka penelitian ini perlu dilaksanakan. Data tentang struktur kalimat dalam penelitian ini diambil dari teks bahan qirAAoah dalam buku Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah, mengingat buku tersebut merupakan buku yang menjadi pegangan bagi mahasiswa di perguruan tinggi Islam. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa tidak semua bentuk kata dan fungsi sintaksis yang biasa dipelajari dalam kitab-kitab klasik digunakan dalam materi qiraAoah buku Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah. Sehingga perlu ada penyusunan silabus yang memperhatikan keberadaan bentuk dan fungsi kata dalam buku ini. Selanjutnya perlu disusun buku bagi mahasiswa dalam rangka mengenalkan bentuk dan fungsi kata sebagai bahan pengantar sebelum mempelajari bahasa Arab dalam perkuliahan regular. Kata Kunci: kalimah, jumlah, gah, iAorAb Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, zainal@uinjkt. Fakultas Adab dan Humaniora. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mugy. nugraha@uinjkt. Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah Pendahuluan Sebagai perguruan tinggi yang berbasis Islam. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memandang penting penguasaan bahasa Arab bagi mahasiswanya. Bahasa Arab merupakan bahasa yang wajib dipelajari oleh seluruh mahasiswa di semua Fakultas. Bahkan Rektor telah menerbitkan SK No. Un. 01/R/ HK. 005/233/2012 yang menetapkan standar nilai bahasa Arab dan bahasa Inggris yang harus dicapai mahasiswa sebagai syarat kelulusan. Seharusnya memasuki perguruan-perguruan tinggi Islam, baik negeri (PTAIN) maupun swasta (PTAIS), termasuk yang masuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sudah memiliki pengetahuan serta keterampilan berbahasa Arab yang diperlukan untuk mempelajari serta memahami ajaran agama Islam dari sumber aslinya yaitu Al-QurAoan dan Hadis. Bahkan bagi program studi keagamaan, penguasaan bahasa Arab sangat diperlukan untuk mendalami ilmu agama yang memang banyak ditulis dalam bahasa Arab. 3Akan tetapi realita yang ada tidaklah seperti yang diinginkan. Di UIN Jakarta, kemampuan bahasa Arab mahasiswa pada umumnya masih jauh dari taraf penguasaan yang diharapkan. Buktinya selama beberapa tahun terakhir ini mereka yang mencapai skor TOAFL Tujuan yang menjadi kebutuhan riil kebanyakan peserta didik warga masyarakat Indonesia Aeyang mayoritas kaum Muslimin- termasuk peserta didik di madrasah dan pesantren adalah dapat membaca serta memahami dengan baik dan benar teks-teks keagamaan, teristimewa teks-teks Arab Al-QurAoan dan selanjutnya agar dapat mengamalkan ajaran-ajaran Allah yang terkandung di dalamnya yang ditentukan hanya mencapai ratarata 10%. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh banyaknya mahasiswa baru Ae terutama alumni SLTA- yang tidak memiliki pengetahuan dasar bahasa Arab. Mereka pada umumnya memasuki program studi umum yang jumlahnya lebih banyak daripada program studi keagamaan. Di pihak lain, dalam rangka memenuhi kebutuhan pengajaran bahasa Arab di Perguruan Tinggi Agama Islam, telah terbit buku Al-Arabiyyah li ullAb alJAmiAoah yang disusun oleh beberapa Buku ini diperuntukkan bagi pengajaran bahasa Arab sebagai mata kuliah umum (MKU) di Perguruan Tinggi Agama Islam. 4Namun buku ini bukanlah buku yang sesuai bagi mahasiswa yang tidak memiliki pengetahuan dasar bahasa Arab. Buku ini lebih tepat digunakan oleh mahasiswa yang pernah belajar bahasa Arab di Madrasah. Agar mahasiswa yang tidak memiliki pengetahuan dasar bahasa Arab dapat mengikuti perkuliahan bahasa Arab, maka perlu diberikan materi khusus berupa bentuk arfdan struktur nahwuyang diambil dari buku AlArabiyyah li ullab al-JamiAoah yang akan mereka gunakan nanti dalam Menurut Mackey, hakikat penyusunan perencanaan pembelajaran bahasa, seperti dalam bentuk silabus atau kurikulum, adalah memilih atau membatasi tujuan, waktu belajar untuk mencapai tujuan itu, juga materi atau unsur kebahasan yang cocok dengan tujuan dan waktu yang dialokasikan. Materi kebahasaan yang paling Tim Penyusun. Al-Arabiyyah li Tullybil JAmiAoah, (Jakarta: Darul Ulum Press, 2. , v Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 diutamakan untuk dipilih, adalah . pemilihan mufradat . khtiyar almufrada. , dan . pemilihan struktur kalimat serta gradasinya. khtiyar altarkib al-nahwiyyah wa tadrijih. Pemilihan kedua sistem bahasa ini sudah barang tentu harus sesuai dengan tujuan atau kebutuhan peserta didik terhadap bahasa yang dipelajari. Kurikulum baru merupakan hasil kutipan dari kurikulum lama atau dibarengi dengan studi kurikulum pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris. 6Walaupun ada penyesuaian, tidak menyentuh pada penyesuaian atau pengembangan substansi kebahasaan. Dan juga tidak dilakukan identifikasi daftar frekuensi mufradat, daftar bentuk kata dan struktur kalimat nahwu, yang bersumber dari hasil penelitian yang dilakukan secara ilmiah untuk keperluan pembelajaran bahasa Arab yang diarahkan kepada keterampilan membaca materi keagamaan. Menghadapi kesenjangan seperti ini, maka penulis tergerak untuk mengadakan penelitian dengan objek struktur internal bahasa Arab, khususnya struktur kalimat. Dalam rangka penyusunan materi khusus tersebut, maka perlu diadakan penelitian tentang Jack C Richard dan Theodore S. Rodgers. Approaches and Methods In Language Teaching, (New York: Cambridge University Press, 2. Penyusunan kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa Arab yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama dilakukan dengan mereview kurikulum lama dan kurikulum yang berlaku di Kementerian Pedidikan Nasional. Tidak ada upaya untuk meneliti ke lapangan . untuk mengetahui kebutuhan riil peserta didik terhadap bahasa Arab. Bentuk arfidan Struktur Nahwidalam Kitab Al-Arabiyyah li ullab al-JamiAoah. Dari uraian di atas, yang menjadi permasalahan ialah adanya kesenjangan antara kemampuan yang sangat lemah dengan tingkat kesulitan materi yang harus dipelajari serta adanya tuntutan pencapaian skor TOAFL sebagai syarat Untuk itu, kebutuhan yang sangat mendesak adalah penyiapan materi khusus yang diberikan kepada mahasiswa sebelum mengambil mata kuliah bahasa Arab. Sebagai langkah awal penyusunan materi khusus yang dimaksud maka penelitian ini perlu dilaksanakan. Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian dengan objeknya tentang Aostruktur internal bahasa ArabAo. Penelitian tentang struktur internal bahasa Arab yang bersifat menyeluruh . meliputi berbagai objek penelitian, yaitu:fonologi . , morfologi . , sintaksis . arkib nahw. , makna leksikal . , dan wacana . Pada kenyataannya, kelima struktur ini berkaitan satu dengan yang lain dalam membentuk bahasa sebagai alat komunikasi, karena bahasa pada hakikatnya adalah sistem lambang bunyi . ieAmaut. Bunyibunyi itu dibentuk oleh sistem morfologi . ieAmarf. yang kemudian menjadi kata . , lalu mufradat disusun dengan sistem sintaksis . ieAm nahw. menjadi kalimat . , dan berbagai jumlah tersusun menjadi paragraf . sampai menjadi wacana . Mengingat luasnya penelitian internal kebahasaan, maka penelitian ini akan dibatasi pada bentuk kata dan struktur Penelitian ini difokuskan kepada struktur kalimat, tidak pada Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah tataran fonologi . juga tidak pada tataran leksikal . dan wacana . Betapa besar urgensinya penguasaan struktur kalimat bagi Penguasaan kaidah nahwu dan arf merupakan suatu hal yang mutlak dan tak bisa ditawar lagi untuk memahami teks-teks berbahasa Arab. Dengan demikian penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana bentuk arfidan struktur nahwidalam Kitab AlArabiyyah li ullab al-JamiAoah? Bagaimana penggunaan bentuk arfi dan struktur nahwi dalam Kitab AlArabiyyah li ullab al-JAmiAoah? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik yang lebih akurat tentang bentuk arfi dan struktur nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah li ullab al-JAmiAoah yang meliputi frekuensi bentuk arfidan fungsi kata dalam Kitab Al-Arabiyyah li ullab al-JAmiAoah. Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa kontribusi ilmiah dalam konsep-konsep Arab, khususnya tentang bentuk arfi dan struktur nahwi dalam bahasa Arab. Sedangkan dilihat dari aspek praktis, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan bahan untuk menyusun desain kurikulum atau silabus pengajaran bahasa Arab. Bentuk dan struktur jumlah yang tinggi frekuensinya diperuntukkan bagi tingkat ibtidaAoi, yang sedang dan yang rendah frekuensinya untuk tingkat lanjutan. Selain sebagai bahan penyusunan silabus, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berupa bahan untuk menyusun materi ajar, terutama materi qiraAoah. Bahan bacaan yang mengandung struktur kalimat sederhana . l-jumlah al-basia. serta tinggi frekuensinya diperuntukkan buat peserta didik tingkat ibtidaAoi, dan bahan bacaan yang banyak mengandung struktur kalimat luas . l-jumlah al-mumtadda. diperuntukkan bagi tingkat lanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk . dalam kitab Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah. Tujuan tersebut difokuskan melalui penelitian tentang bentuk kata . dan struktur kalimat . yang terdapat dalam bahan qiraAoah yang bertema keagamaan. Untuk mencapai tujuan itu, maka perlu dikemukakan terlebih dahulu informasi berupa uraian ilmiah yang relevan tentang jumlah, bentuk kata dalam fungsi kata dalam struktur jumlah. Jumlah dalam Bahasa Arab Dalam MuAojam MaqAys al-Lugah, kata jumlah berasal dari tiga huruf, yaitu jim, mim, dan lam. Menurut Ibnu Faris . 395 H) kata tersebut memiliki beberapa arti dasar, yaitu: terkumpul, ciptaan yang besar, dan bagus. Ungkapan ajmaltu al-syaiAo berarti mengumpulkan Jumlat al-syai kumpulan sesuatu. Ungkapan akhaa al-syai jumlatan bermakna mengambil semua secara sekaligus, tanpa dicicil satu persatu. Dalam LisAnul Arab. Ibnu Maneur . 711 H) mengemukakan bahwa al-jumlah merupakan bentuk tunggal dari kata al-jumal. Kata jumlah berarti kumpulan sesuatu. Ungkapan ajmala al-syaiAo artinya mengumpulkan Ibnu Faris. MuAojam MaqAys al-Lugah, (Beirut: Dar al-Jail. , juz 1, 481 Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 agar tidak terpisah. Ajmala lahu al-hisAb juga berarti mengumpulkan. Kata jumlah juga berarti kumpulan secara utuh, baik kumpulan bilangan atau kalam. 8 Dengan maksud yang sama. Fairuzabadi . 817 H) mengungkapkan bahwa ajmala al-syai berarti mengumpulkan sesuatu agar tidak terpisah, sedangkan ajmala al-hisAb artinya mengumpulkan atau menjumlahkan sesuatu. A ANO IIE COEE ECI OAUA CI OA:ACEA Dari kutipan di atas dapat dipahami bahwa al-Mubarrad sudah menggunakan istilah jumlah untuk struktur yang terdiri atas fiAoil dan fAAoil, seperti A CI NEEAdan AE OA. Baginya jumlah adalah ungkapan yang ditandai oleh adanya kesenyapan12 . s-suk. dan memberikan faedah atau bermakna bagi mukhatab. Dengan demikian di antara syarat jumlah menurut alMubarrad ialah adanya kesenyapan dan Selain itu, al-Mubarrad juga mengisyaratkan adanya struktur lain yang terdiri atas mubtada dan khabar, seperti AECI OA, yang kedudukannya sama dengan kedudukan fAAoil dan fiAoil. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kata jumlah menurut bahasa berarti kumpulan yang tidak terpisah. Kumpulan tersebut dapat berupa benda, angka-angka, maupun ujaran atau kata-kata yang dilisankan. Dari makna itulah para ahli mengambil istilah jumlah sebagai susunan atau Pengertian jumlah struktur yang saling bersandar satu sama Kata jumlah dalam bahasa Arab ini dikemukakan pula oleh Ibnu Jinni . sudah diserap oleh bahasa Indonesia 392 H). Dalam al-Khaai disebutkan: dengan makna yang sama, yaitu bilangan UAI eI AEE EA ICE IANA atau sesuatu yang dikumpulkan menjadi AIOA Ua ONO EO OION EIoI EIEA. AIAO IEINa UA OOA E OEAUA O OAUA OCI IIAUAO OEA UAOA Pengertian jumlahmenurut c UA O OA EAOAUA OAUA oAUA OINAUAOANA AIINA AAEE EA CE IAN OIOA. A O cONAUa c A OAUAEA istilah dikemukakan oleh al-Mubarrad c AOA a. AI IIN ANO EEIa . 286 H). Dari kalangan ahli nahwu generasi awal, al-Mubarrad dianggap Dari kutipan di atas, tampak sebagai yang pertama menggunakan bahwa Ibnu Jinni tidak membedakan kata jumlah secara istilah, yaitu ketika antarakalAmdan jumlah. Ibnu Jinni membahas tentang fAAoil dalam karyanya, menjelaskan bahwa kalam atau jumlah al-Muqtasab, sebagai berikut: adalah ujaran yang berdiri sendiri dan :A OEE OA COEEAUAN EAE ONO AA A OuII EI EAE A EIN NOAUACI NEE OE OA AOEAE IE OI EON EEO O N EAA A AEAE OEAE IIE uE OE uA. AEEIA Ibnu Manzhur. Lisan Al-Arab, (Beirut: Dar Shadi. , juz 11, 128 Fairuzabadi, al-Qamus al-Muhith, (Beirut: Muassasah Al-Risalah, 2. , 979 Pusat Bahasa Depdiknas. Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2. , edisi ketiga, 480 memiliki makna. KalAmdan jumlah adalah sama. Dalam pengertian ini. Ibnu Abu al-AoAbbas Muhammad bin Yazid al-Mubarrad. Al-Muqtadhab, tahqiq Muhammad Abdul Khaliq AoUdhaimah (Kairo. , juz 1, 146 Kesenyapan adalah keadaan tiadanya bunyi sebagai batas ujaran. Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik, 106. Kesenyapan merupakan penanda atau batas dalam ragam bahasa Sedangkan dalam ragam bahasa tulisan, batas-batas tersebut berupa tanda baca. Ibnu Jinni. Al-KhashaAoish, (Mesir: Al-Maktabah Al-AoIlmiyya. , juz 1, 17 Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah Jinni tidak mensyaratkan terbentuknya sebuah struktur dalam kalAmatau Dengan demikian, satu kata bisa dianggap kalam asalkan memenuhi syarat mustaqil dan mufd. Setiap kata yang berdiri sendiri dan memiliki makna, sudah dianggap kalAmatau jumlah. Ibrahim Anis mendefinisikan jumlah sebagai satuan bahasa terkecil yang berdiri sendiri dan mengandung arti bagi pendengarnya, baik terdiri dari satu kata maupun tersusun dari beberapa 14 Pengertian ini menunjukkan bahwa jumlah dapat terdiri dari satu kata, sehingga konsep isnAd berupa musnad atau musnad ilaih tidak mesti terlihat dalam pembentukan suatu jumlah yang Kata A OAyang merupakan jawaban dari pertanyaan: AII EI IEA, sudah dianggap sebagai jumlah, walaupun hanya satu kata. Yang penting kata tersebut memiliki arti atau bermakna bagi pendengarnya. Abbas Hasan memiliki pandangan yang berbeda dengan Ibrahim Anis. Menurutnya kalAm atau jumlah adalah sesuatu yang terdiri dari dua kata atau lebih dan mengandung makna yang berdiri sendiri. Berdasarkan definisi ini tampaknya Abbas Hasan menyamakan pengertian kalAm dan jumlah. Selain itu, dia juga mensyaratkan kehadiran dua komponen dalam jumlah, yaitu tarkb dan ifAdah mustaqillah. Karena harus ada ifAdahmustaqillah, maka tarkb isnAdi yang menjadi ilah maul, naAoat, hAl, atau syarat, pada hakekatnya tidak dapat disebut sebagai kalAm maupun Walaupun musnad dan musnad ilaih merupakan komponen penting yang harus ada dalam jumlah, namun keduanya tidak harus muncul bersamaan Ibrahim Anis. Min Asrar Al-Lugah, (Kairo: Maktabah Angelo. , 276 dalam ujaran. Dalam berbahasa, sangat dimungkinkan yang teramati hanya satu komponen, sedangkan yang lain tidak ditampakkan atau mustatir. Bentuk Kata dalam Struktur Jumlah 1 Pengertian Kata Pengertian atau definisi kata yang dikemukakan oleh para ahli bahasa Arab antara lain definisi kata yang dikemukakan Ibnu Hisyym . 9-1360 ) dalam buku Syarh Syur al-ahab sebagai berikut: A IE ECOE EEA EE EOA. AAeI COE IAA AA OIE IEA I E OE N EO IINA. AIOIA AuKata adalah qaul yang bersifat Yang dimaksud qaul adalah lafal yang menunjukkan suatu makna. Sedangkan yang dimaksud mufrad adalah bahwa unsur-unsur yang membentuk kata tidak memiliki makna tersendiriAy. Sebagai contoh adalah kata AA a aA aEAyang artinya menulis, dan terdiri dari huruf A EA. A A, dan A A. Masing-masing huruf secara terpisah tidak memiliki arti atau makna menulis. Makna atau arti menulis didapat dari gabungan ketiga huruf tersebut AA a aA aEA. 2 Jenis-jenis Kata Isim Isim didefinisikan sebagai kata yang menunjukkan benda atau pengganti benda dan tidak mengandung zaman. Abbas Hasan. Al-Nahw Al-Wafi, (Kairo: Darul MaAoari. , juz 1, 15-16 Ibnu Hisyym. Syarh Syudzyr al-Dzahab fi MaAorifah Kalym al-AoArab, (Beirut: Dyr al-Fikr, tt. , h. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 zamAn, isim alat, dan madar yang beAIOE EO IOI ICE EANI OEO EII IINA A IE uII OIE ONArasal dari fiAoiil mazd. Isim gair mutaarrif adalah isim yang tidak dapat berubah-ubah bentuknya. Yang termasuk isim gair mutaarrif ialahsamir, isimisyArah, isimistifhAm. Isim mutaarrif ialah isim yang isimsyar, isimmaul, earf, isimfiAoil, dapat berubah-ubah dari satu bentuk ke dan isimAoadad. bentuk lain dengan maksud dan tujuan Berdasarkan perubahan bentuk Dengan kata lain, isim mukata bahasa Arab terkenal dengan taarrif ini dapat bertransformasi menjadi beberapa bentuk. Isim mutaarrif salah satu karakteristiknya, yaitu adanterbagi menjadi dua macam, yaitu isim ya istiqAq. Dengan istiqAq ini diperoleh jAmid dan isim musytaq. berbagai macam bentuk kata. Dari satu kata dasar dapat melahirkan puluhan Isim jAmid meliputi meliputi isim bahkan ratusan kata turunan. Hal inilah at . , seperti kata A uIIAdan kata yang menyebabkan bahasa Arab diA Aserta meliputi juga perbuatan yang anggap sebagai salah satu bahasa yang disebut dengan isim maAona atau dise- memiliki sangat banyak kosakata. Hal but madar. Dengan kata lain, madar ini pula yang mengakibatkan bentuk ialah kata yang menunjukkan perbuatan, kata dan struktur kalimat bahasa Arab tetapi tidak dibarengi zaman tertentu, sulit diterjemahkan ke dalam bahasa seperti kata a e aA = IAmembela dan A = ua eEaIAlain secara pasti, termasuk ke dalam bamemuliakan. Madar merupakan sum- hasa Indonesia. ber atau asal bentuk-bentuk derivatif (A)IECA. FiAoil Sedangkan isim musytaq adalah bentuk isim hasil derivasi . FiAoil secara bahasa berarti perbuatan. dari madar atau dari fiAoil. Yang terma- Menurut istilah, fiAoil ialah suatu kata suk isim musytaq adalah isim faiAoil, isim yang menunjukkan makna perbuatan mafAol, ifah musyabbahah, isim tafsl, dan terikat pada waktu. Dalam bahasa gah mubAlagah, isim makAn, isim Indonesia, fiAoil didentikkan dengan kata Hal ini bisa dianggap benar bila Selain dari segi jenis, isim juga dapat dilihat melihat arti fiAoil menurut bahasa. Namun dari segi kondisi . yang terbagi menjadi beberapa macam. Dari segi sharf isim terbagi dalam fiAoil bahasa Arab terkandung menjadi muAorab dan mabni. Yang muAorab terba- unsur waktu dan juga pelaku . aAoi. dari gi lagi menjadi munsharif dan ghair munsharif. perbuatan itu. Berdasarkan unsur waktu Dari segi shighah terbagi menjadi mujarrad dan tersebut, maka fiAoil dapat dibagi menjadi mazid, yang masing terdiri atas maqshur, mamdud, manqush, shahih, dan syibh as-shahih. Dari tiga, fiAoil mAsi, fiAoil musAriAo, dan fiAoil amr. Dari segi jenisnya17isim dibagi kepada dua macam, yaitu isim mutaarrif dan isim gair mutaarrif. segi dalalah terbagi menjadi maushuf-shifah, maAorifah-nakirah, mudzakkar-muAoannats, mufrad-mutsanna-jamaAo, dan mushagghar-mansub. Namun dalam penelitian ini hanya dibatasi pada pembagian isim dari segi jenis yang meliputi isim mutasharrif dan ghair mutasharrif. FiAoilmAsi yaitu Ausuatu kata yang menunjukkan makna perbuatan Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah pada masa lampauAy. 18 Bentuk fiAoilmAsi memiliki tiga puluh lima wazan. Ketiga puluh lima wazan tersebut terbagi menjadi. tiga wazan untuk ulAimujarrad, dua belas wazan untuk ulAimazyd, satu wazan untuk rubAAoimujarrad, tujuh wazan untuk mulhaq rubAAoimujarrad, tiga wazan untuk rubyAoi mazyd, dan sembilan wazan untuk mulhaq rubAAoi mazyd. FiAoilmusAriAo yaitu Ausuatu kata yang menunjukkan makna perbuatan yang sedang atau akan terjadiAy. 19FiAoilmusAriAo dibentuk dari fiAoilmAsi dengan cara menambahkan huruf musAraAoah pada awal kata. Huruf musAraAoah tersebut diberi harakat fathah, bila fiAoilmAsinya terdiri dari tiga, lima, atau enam huruf. Sedangkan bila fiAoilmAsinya terdiri dari empat huruf, maka huruf musAraAoah tersebut diberi harakat sammah. FiAoilamr yaitu Ausuatu kata yang menunjukkan makna perintah melakukan suatu perbuatanAy. 20Untuk mengungkapkan suatu perintah untuk melakukan perbuatan, dalam bahasa Arab digunakan bentuk fiAoilamr. FiAoilamr fiAoilmusAriAo yang dibuang huruf musAraAoahnya. Bila sesudah huruf musAraAoah itu terdapat huruf yang berharakat, maka setelah huruf musAraAoah dibuang, huruf tersebut tetap pada keadaan semula. Dan bila sesudah huruf musAraAoah itu terdapat huruf yang disukunkan, maka setelah Musthafa al-Ghulyyayni. JAmi ad-Durs. Musthafa al-Ghulyyayni. JAmi ad-Durs. Musthafa al-Ghulyyayni. JAmi ad-Durs. huruf musAraAoah dibuang, harus diawali dengan hamzah waal atau hamzah qao sebagai perantara bagi huruf yang Harf Yang dimaksud harf di sini adalah hurf maAoani . uruf-huruf yang memiliki makn. Huruf sebagai bagian ketiga dari kalAm dimaksudkan sebagai : AEEI E EO IOI OA ON EEI II COEE IEA AO AuI IE IIN EIAO OIE ON uE OA EAE NA Berbeda dengan isim dan fiAoil, kata harf tidak berdiri sendiri, baru jelas pengertiannya bila dihubungkan dengan fiAoil atau isim. Anton ad-Dahdah22 telah mengumpulkan sejumlah huruf yang sebagian besar dikutipnya dari buku Mugni al-Labb Aoan Kutub al-AoAAoArib karya Ibnu Hisyam al-Anshari,sehingga berjumlah 80 harf. Lalu dibaginya dari segi strukturnya atau jumlah hurufnya kepada lima bagian. Pertama, huruf yang terdiri atas satu huruf . hAdiyya. , berjumlah 13 huruf, yaitu:A Ae Ae Ae Ae AA A O Ae Ae OA- AAe E Ae E Ae I Ae I Ae NAA. Kedua, huruf yang terdiri atas dua huruf . nAAoiyya. berjumlah 26 huruf, yaitu:Ae A Ae u Ae E Ae IA AaO Ae ua eO Ae E Ae I Ae OA Ae C Ae EO Ae IEA e AI AeuI Ae O Ae A AAe EI Ae EO Ae E Ae aI e Ae aII Ae I Ae cI Ae NE Ae N Ae OA AAe OA. Ketiga, huruf yang terdiri atas tiga huruf . lAiyya. , berjumlah 25 huruf yaitu:Ae AO Ae E Ae u eI Ae u a Ae u Ae E Ae uOE Ae IA A Ae OAA ca Au cI Ae O Ae EO Ae Ic Ae aEa eE Ae a eaO Ae E Ae aA AE Ae EO Ae E Ae EO Ae II Ae II Ae NOA c Ae AAe A. Keempat, huruf yang terdiri atas empat huruf . ubAAoiyya. , berjumlah 15 huruf, yaitu:A Ae Ae E cIA c Ae Au I Ae Ec Ae uEc Ae cI Ae cuIA Ae cAEEI Ae Ea cAI Ae EO E Ae EO I Ae NEA e Ae AEEA c Ae cA EEA. Kelima, huruf yang terdiri atas lima huruf. Hasan Kafrawi. Syarh al-Kafrawi Aoala Matn al-Ajrumiyyah, 10 Antoine Dahdah. MuAojam QawaAoid al-Lugah al-AoArabiyyah, 21 Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 berjumlah satu huruf, yaitu : AEEIA. Fungsi Kata dalam Struktur Jumlah Perubahan atau iAorAb pada kata-kata muAorab dalam suatau jumlah terjadi antara tiga keadaan, yaitu rafaAo, naab dan jar. Ketiga macam iAorAb ini merupakan iAorAb yang terjadi pada isim, sedang iAorAb yang terjadi pada fiAoil terdiri atas rafaAo, naab dan jazm. MasalahiAorAbisim yang terdiri atas rafaAo, naab dan jar sangat berkaitan erat dengan fungsi sintaksis suatu kata. Mengenai istilah fungsi, secara umum Harimurti Kridalaksana memberikan beberapa definisi fungsi, yaitu . beban makna suatu satuan bahasa. hubungan antara satu satuan dengan unsur-unsur gramatikal, leksikal, atau fonologis dalam suatu deret satuan-satuan. penggunaan bahasa untuk tujuan tertentu. peran unsur dalam suatu ujaran dan hubungannya secara structural dengan unsur lain. peran sebuah unsur dalam satuan sintaksis yang lebih luas. 23Adapun fungsi sintaksis merupakan hubungan antara unsur-unsur bahasa dilihat dari sudut pandang penyajiannya dalam MarfAoAtialah isim yang dirafakan yaitu isim-isim yang menempati fungsi subjek dan predikat. Fungsi-fungsi tersebut dalam tata bahasa Arab meliputi fungsimubtada, khabarmubtada, fAAoil, nAAoib fAAoil, isim kAnawa akhawAtuhA, dan khabarinna wa akhawAtuhA. ManbAtialah isim yang di nasabkan yang menempati fungsi objek atau keterangan. Fungsi-fungsi tersebut meliputi fungsi mafAolbih, mafAolmulaq, mafAolli ajlih atau mafAolmin ajlih, mafAol fih, mafAolmaAoah, munAda, hAl,tamyz, mustana, khabarkAnawa akhawAtuhA, dan isim inna wa akhawatuha. MajrrAt ialah isim yang dijarkan yang meliputi majrr bi harf al-jar dan majrr bi al-isAfah. Selain ketiga kelompok fungsi tersebut, ada satu kelompok fungsi yang dinamakan dengan istilah tawabiAo yang artinya yang mengikuti. Disebut tawAbiAo karena iAorAbnya mengikuti iAorAbisim TawAbiAo ini terdiri atas empat fungsi, yaitu naAoat. Aoaaf, badal, dan taukd. Hasil Penelitian dan Pembahasan Bentuk Kata 1 Isim IsimMutaarrif Isimmutaarrif isimjAmid dan isimmakna . adar Fungsi sintaksis bila dihubungkan ulai mujarra. Dalam materi qirAAoah dengan tiga keadaan iAorAb telah melahir- yang menjadi objek analisis terdapat kan tiga istilah, yaitu marfAoAtal-asmA 759 kata berkategori isimmutaarrif . sim-isim yang dirafaka. , manbAtal- atau 91 % dari keseluruhan kata yang asmA . sim-isim yang dinasabka. , dan berjenis isim. Kategori isimmutaarrif majrrAtal-asmA . sim-isim yang dijar- ini diulang 2466 kali atau 68% dari frekuensi pengulangan isim. Harimurti Kridalaksana. Kamus Linguistik. IsimjAmid ini dibagi lagi menjadi isimat dan Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah Isimat meliputi isim Aoalam dan isim jenis. Sedangkan madar fiAoilulaimujarrad. Jumlah isimjAmid yang terdapat dalam materi qirAAoah adalah 433 kata atau 52 % dari keseluruhan isim. Frekuensi pengulangan isimjAmid berjumlah 1561 atau 43% dari keseluruhan frekuensi pengulangan isim. Isim musytaq adalah isim yang diambil dari kata lain, jadi merupakan kata turunan. Dalam materi qirAAoah, ditemukan 326 kata yang termasuk dalam kelompok isim musytaq atau 39 % dari keseluruhan jumlah kata yang berbentuk Dari segi frekuensi pengulangan, isim musytaq diulang sebanyak 905 kali atau 25% dari keseluruhan pengulangan Isim musytaq tersebut dibagi lagi menjadi isim fAAoil, isim mafAol, ifah musyabbahah bi ism al-fAAoil, isim tafsl, gah mubAlagah, isim makAn dan zamAn, isimalat, madargairulai, madarmarrah, madarhaiAoah, dan madarmmi. dak termasuk samrmustatir dan samrmuttail yang sudah menyatu dengan fiAoilmAsi maupun fiAoilmusAri. Dengan pertimbangan bahwa jenis samr tersebut termasuk dalam perhitungan bentuk fiAoil, sebab setiap fiAoiltam dalam bahasa Arab pasti mengandung samr. Dalam materi qirAAoah hanya ada 5 samrmunfail dan 9 samrmuttail. IsimIsyArah Dalam materi qirAAoah ada 6 isimisyArah dengan jumlah kemunculan atau frekuensi pengulangan sebanyak 57 IsimisyArah tersebut ialah AAe NN Ae NA A OEE Ae EE Ae EEAdan AA. IsimIstifhAm Dalam materi qirAAoah ada 4 isimistifhAm dengan jumlah kemunculan atau frekuensi pengulangan sebanyak 8 IsimistifhAm tersebut ialah AAe I Ae IIA AEOA Ae IA. IsimSyar Dalam materi qirAAoah ada 3 IsimGairMutaarrif isimsyar dengan jumlah kemunculan atau frekuensi pengulangan sebanyak 5 Isimgairmutaarrif terdiri atas Isimsyar tersebut ialah Au Ae I Ae IIA. samr, isimisyArah, isimistifhAm, isimsyar, isimmaul, earfmakan dan . IsimMaul zaman, serta isimAoadad. Dalam materi Dalam materi qirAAoah ada 6 qirAAoah yang menjadi objek analisis terdapat 78 kata isimgairmutaarrif atau isimmaul dengan jumlah kemunculan 9,3 % dari keseluruhan kata yang berjenis atau frekuensi pengulangan sebanyak 57 Sedangkan berdasarkan frekuensi kali. Isimmaul tersebut ialah AAe EO Ae EOA pengulangannya, isimgairmutaarrif ini A II Ae I Ae EOIAdan AOA. diulang sebanyak 1155 kali atau 32% . earf dari seluruh pengulangan isim. Adapun rincian jumlah masing-masing adalah earf yang terdapat dalam materi sebagai berikut: qirAAoah berjumlah 28 kata atau 3,3% . Uamr Perhitungan jumlah samr ini ti130 dari keseluruhan isim. earf tersebut meliputi earfmakan dan earfzaman. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 . IsimAoAdad Kata yang berkategori isim Aoadad yang terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 18 kata atau 2,2% dari keseluruhan isim. 2 FiAoil FiAoilMAsi Kata yang berkategori fiAoilmAsi yang terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 186 kata atau 47,3% dari keseluruhan fiAoil. FiAoilmAsi tersebut meliputi fiAoilmAsiulai 94 kata, fiAoilmAsirubAAoi 63 kata, fiAoilmAsikhumAsi 25 kata, dan fiAoilmAsisudAsi 4 kata. Bentuk fiAoilmAsiulaimujarrad merupakan bentuk simAAoi, sedangkan bentuk fiAoilmAsiulaimazd merupakan bentuk yang bersifat qiyasi. FiAoilMusAri Kata dengan kategori fiAoilmusAri yang terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 199 kata atau 50,6% dari keseluruhan fiAoil. FiAoilmusAri tersebut meliputi fiAoilmusAriulai 103 kata, fiAoilmusArirubAAoi 54 kata, fiAoilmusArikhumAsi 36 kata, dan fiAoilmusArisudAsi 6 kata. FiAoilAmr FiAoilamr yang terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 8 kata atau 2% dari keseluruhan fiAoil. FiAoilamr tersebut meliputi fiAoilamrulai 2 kata, fiAoilamrrubAAoi 4 kata, dan fiAoilamrkhumAsi 2 kata. Adapun fiAoilamrsudAsi tidak terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 8 kata atau 21% dari keseluruhan huruf. Al-Hurf a-unAAoiyyah yang terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 14 kata atau 37% dari keseluruhan harf. Huruf tersebut meliputi harf Ae AOA Ae II Ae E Ae IA Ae A AN Ae O Ae E Ae EOA- AC Ae I Ae I Ae O Ae IEA AuA. Al-Hurf a-ulaiyyah yang terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 11 kata atau 29% dari keseluruhan harf. Huruf tersebut antara lain harf AEO Ae uOEA AAe cI Ae u cI Ae I Ae uI Ae I Ae EEIA. Al-Hurf arrubAAoiyyah yang terdapat dalam materi qirAAoah berjumlah 4 kata. Huruf tersebut meliputi harf AuEc Ae cI Ae EEI Ae OA. Terakhir Al-Hurf al-khumAsiyyah yang terdapat dalam materi qirAAoah hanya ada 1 kata, yaitu AEEIA. Distribusi Kata Frekuensi Bentuk Setelah dihasilkan jumlah pengulangan bentuk kata, maka untuk menentukan kriteria tinggi dan rendahnya pengulangan masing-masing bentuk kata tersebut, perlu dibuat distribusi frekuensi. Setelah dihasilkan frekuensi pengulangan bentuk kata, langkah selanjutnya adalah penentuan kriteria frekuensi pengulangan yang terdiri dari lima kriteria, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Berdasarkan lima kriteria tersebut, maka tingkat frekuensi pengulangan bantuk kata dalam materi qirAAoah buku Al-AoArabiyyah li ullab alJAmiAoah adalah sebagai berikut: Harf Al-Hurf al-uhAdiyyah yang Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah No. Bentuk Kata hurf uhAdiyyah madar mujarrad samr muttail hurf unaAoiyyah isim jenis hurf ulaiyyah fiAoil mAsi mujarrad isim Aoalam madar mazd 1 fiAoil musAri mujarrad isim fAAoil ulai ifah musyabbahah isim maul fiAoil mAsi mazd 1 fiAoil musAri mazd 1 isim isyArah earf zaman madar mazd 2 earf makan fiAoil mAsi mazd 2 gah mubAlagah fiAoil musAri mazd 2 isim fAAoil rubAAoi isim Aoadad isim makan isim tafsl hurf rubAAoiyyah isim mafAol rubAAoi samr munfail madar mmi isim mafAol ulai isim mafAol khumAsi isim alat fiAoil musAri mazd 3 madar mazd 3 isim istifhAm Kelompok Pengulangan Isim Isim Harf Isim Harf fiAoil Isim Isim fiAoil Isim Isim Isim fiAoil fiAoil Isim Isim Isim Isim fiAoil Isim fiAoil Isim Isim Isim Isim Harf Isim Isim Isim Isim Isim Isim fiAoil Isim Isim Tingkat Frekuaensi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Rendah Sangat Rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 No. Bentuk Kata isim fAAoil khumAsi isim fAAoil sudAsi fiAoil amr mujarrad fiAoil amr mazd 1 isim syar hurf khumAsiyyah fiAoil mAsi mazd 3 fiAoil amr mazd 2 isim mafAol sudAsi madar marrah madar haiah Kelompok Pengulangan Isim Isim fiAoil fiAoil Isim Harf fiAoil fiAoil Isim Isim Isim Tingkat Frekuaensi Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Fungsi Kata 1 Al-MarfAoAt Mubtada Mubtada diulang sebanyak 183 kali atau 15% dari keseluruhan fungsi yang termasuk dalam kelompok almarfAoAt. Jenis mubtada yang terdapat dalam materi qirAAoah tersebut adalah mubtadaarih, diulang sebanyak 154 kali, mubtadasamrmunfail, diulang sebanyak 19 kali, dan mubtadamahf, diulang sebanyak 10 kali. FAAoil FAAoil diulang sebanyak 583 kali atau 47% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-marfAoAt. Jenis fAAoil yang terdapat dalam materi qirAAoah ada tiga macam, yaitu arih, samr, dan NAAoib fAAoil NAAoib fAAoil dalam materi qirAAoah buku Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah diulang sebanyak 72 kali atau 6% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam Khabar kelompok al-marfAoAt. Jenis nAAoib fAAoil Khabar diulang sebanyak 173 kali yang terdapat dalam materi qirAAoah buku atau 14% dari seluruh fungsi yang Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah ada al- tiga macam, yaitu arih dan samr. marfAoAt. Jenis khabar yang terdapat dalam materi qirAAoah buku Al- e. IsimKAna wa akhawAtuhA AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah ada IsimkAna wa akhawAtuhA diulang tiga macam, yaitu khabarmufrad, diulang sebanyak 92 kali atau 7% dari khabarsyibh seluruh fungsi yang termasuk dalam Khabarmufraddiulang 80 kali, kelompok al-marfAoAt. Akhawat kyna khabarjumlah fiAoliyyah diulang sebanyak yang terdapat dalam materi qirAAoah 41 kali,khabarjumlah ismiyyah diulang buku Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah sebanyak 5 kali, dan khabarsyibh adalah A E Ae EO Ae A Ae EIAdan a. jumlah, diulang sebanyak 47 kali. Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah KhabarInna wa akhawAtuhA Khabarinna wa akhawAtuhA diulang sebanyak 126 kali atau 10% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-marfAoAt. Akhawat inna yang terdapat dalam materi qirAAoah adalah AE cI Ae cI Ae u cIA Ae AEEIA c Ae AEEA c dan AEA. 2 Al-ManshbAt MafAolBih MafAolbih diulang sebanyak 379 kali atau 52,6% dari keseluruhan fungsi kata yang termasuk dalam kelompok almanbat. MafAolMulaq MafAolmulaq diulang sebanyak 16 kali atau 2,4% dari keseluruhan fungsi kata yang termasuk dalam kelompok al-manbat. MafAolmulaq digunakan untuk memperkuat makna, menjelaskan kuantitas dan kualitas perbuatan, atau menggantikan lafadz fiAoilnya. MafAolLah 10% dari keseluruhan fungsi kata yang termasuk dalam kelompok al-manbat. Tamyz Tamyz diulang sebanyak 7 kali atau 1% dari keseluruhan fungsi kata yang termasuk dalam kelompok al-manbat. Mutana Mutana diulang sebanyak 6 kali atau 1% dari keseluruhan fungsi kata yang termasuk dalam kelompok al-manbat. Isiminna wa akhawAtuhA Isiminna wa akhawAtuhA diulang sebanyak 126 kali atau 17,3% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-manbat. Akhawat inna yang terdapat dalam materi qirAAoah adalah AEEI Ae E cI Ae cI Ae u cIA c Ae AEEA c dan AEA. KhabarkAna wa akhawAtuhA KhabarkAna wa akhawAtuhA diulang sebanyak 92 kali atau 10% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-manbat. Akhawat kyna yang terdapat dalam materi qirAAoah adalah AEIA Ae A E Ae EO Ae AAdan a. MafAollah diulang sebanyak 13 kali atau 1,5% dari keseluruhan fungsi kata yang termasuk dalam kelompok al-manbat. 3 Al-MajrrAt MafAolFih Majrr bi Harf al-Jar MafAolfih diulang sebanyak 18 kali atau Majrr bi harf al-jar diulang sebanyak 3,3% dari keseluruhan fungsi kata yang 968 kali atau 21% dari keseluruhan termasuk dalam kelompok al-manbat. pengulangan fungsi. Tidak semua huruf jar ada dalam materi qirAAoah buku Ale. Munyda AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah. Yang Munyda diulang sebanyak 9 kali atau ada hanya 10 huruf jar yaitu AEA. AIIA. AuOEA, 1,3% dari keseluruhan fungsi kata yang AIA. AEOA. AOAA. AEEAA. AEEIA. AOO ECIA, dan AOA. termasuk dalam kelompok al-manbat. Mudlyf Ilaih HAl Mudlyf Ilaih diulang sebanyak 836 kali HAl diulang sebanyak 74 kali atau atau 18% dari keseluruhan pengulangan Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 4 Al-TawAbiAo NaAoat NaAoat diulang sebanyak 298 kali atau 43% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-tawAbiAo. Badal Badal diulang sebanyak 28 kali atau 5% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-tawAbiAo. Taukd Taukd diulang sebanyak 20 kali atau 4% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-tawAbiAo. MaAof MaAof diulang sebanyak 356 kali atau 48% dari seluruh fungsi yang termasuk dalam kelompok al-tawAbiAo. Distribusi Frekuensi Fungsi Sintaksis Setelah dihasilkan jumlah pengulangan fungsi sintaksis, maka untuk menentukan kriteria tinggi dan rendahnya pengulangan masing-masing fungsi sintaksis tersebut, perlu dibuat distribusi frekuensi. Setelah dihasilkan frekuensi pengulangan fungsi sintaksis, langkah selanjutnya adalah penentuan kriteria frekuensi pengulangan yang terdiri dari lima kriteria, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Berdasarkan lima kriteria tersebut, maka tingkat frekuensi pengulangan fungsi sintaksis pada tiap bentuk kata dalam materi qirAAoah buku Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah adalah sebagai berikut: No. Fungsi Sintaksis Kelompok Pengulangan Majrur Bi Harf al-Jar Majrur Bi al-IsAfah FAAoil MafAol Bih MaAouf NaAoat Mubtada MajrrAt MajrrAt MarfAoAt ManbAt TawAbiAo TawAbiAo MarfAoAt Tingkat Frekuaensi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Zainal Muttaqin dan Mugy Nugraha Bentuk arfi dan Struktur Nahwi dalam Kitab Al-Arabiyyah Li ullab Al-JAmiAoah No. Fungsi Sintaksis Kelompok Pengulangan MarfAoAt MarfAoAt ManbAt MarfAoAt ManbAt ManbAt MarfAoAt TawAbiAo TawAbiAo ManbAt ManbAt ManbAt ManbAt ManbAt ManbAt Khabar KhabarInnawa AkhwAtuhA IsimInnawa AkhwAtuhA IsimKAnawa AkhwAtuhA KhabarKAnawa AkhwAtuhA Hal NAAoib FAAoil Badal Taukd MafAol Fih MafAol Mulaq MafAol Lah MunAda Tamyz Mutana Jumlah Kesimpulan dan Rekomendasi Kesimpulan Berdasarkanhasil analisis sebagaimanatelahdiuraikandalambabempat, makadiperolehbeberapakesimpulansebagaiberikut: Bentuk katayang terdapatdalam buku Al-AoArabiyyah li Thullab al-JamiAoah ada 47fungsi yang dikelompokkandalamtigakelompok, yaituisim, fiAoil, dan harf. Sedangkan Fungsisintaksis ada 22 fungsi yang dikelompokkandalamempatkelompok, yaitual-marfAoAt, al-manbAt, al-majrrAt, danal-tawAbiAo. Frekuensipenggunaanbentuk kata dan fungsisintaksisdibagimenjadilimakategori, yaitusangattinggi, tinggi, sedang, rendah, dansanga- Tingkat Frekuaensi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sedang Rendah Rendah Rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Sangat rendah Dari kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka implikasi yang muncul antara lain sebagai berikut: Tidak semua bentuk kata dan fungsi sintaksis yang biasa dipelajari dalam kitab-kitab klasik digunakan dalam materi qiraAoah buku Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah. Dari struktur kalimat yang diteliti, tidak ditemukan penggunaan AokAda, ma, dan asA. Padahal ketiganya termasuk dalam pembahasan kaidah nahwu dalam kitab-kitab klasik maupun kontemporer. Begitupula penggunaan huruf Tidak semua huruf jarr yang dibahas dalam kaidah tata bahasa Arab ditemukan dalam struktur kalimat di materi qiraAoah buku Al-AoArabiyyah li ullab al-JAmiAoah. Bentuk kata dan fungsi sintaksis yang perlu diajarkan bagi peserta didik ialah bentuk dan fungsi kata Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXi No. Januari 2017 yang digunakan dalam buku Al-AoAra- disampaikan kepada peserta didik. biyyah li ullab al-JAmiAoah dengan Perlu diadakannya berbagai pememperhatikan kategori frekuensi d. nelitian yang mengakomodasi kebumasing-masing fungsi. tuhan pembelajar bahasa Arab tingkat Rekomendasi