Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Analisis Penerapan Prinsip-prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG) pada Pengelolaan Keuangan Syariah di Baznas: Studi Kasus Baznas Kabupaten Morowali Lalu Khaeril Anwar. Iwan Setiadi. Pitri Yandri. Mukhaer Pakkanna. Amie Amelia Program Studi Keuangan Syaria. Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan lalukhaerilanwar91100@gmail. com, setiadi_0700@yahoo. yandri@gmail. com, mukhaer1969@gmail. Ameliaamie67@gmail. ABSTRACT Analysis of the Implementation of Islamic Good Corporate Governance (GCG) Principles in Sharia Financial Management at BAZNAS (A Case Study of BAZNAS Morowali Regenc. This research aims to analyze the application of Islamic Good Corporate Governance (GCG) principles in the management of sharia finance at the National Zakat Agency (BAZNAS) in Morowali Regency. Islamic GCG is a governance principle founded on Islamic values, including syura . , amanah . , justice, and transparency. The study used a qualitative approach with a case study method, where data was collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The informants were BAZNAS leaders. The results show that the implementation of Islamic GCG principles at BAZNAS Morowali Regency is progressing quite well, particularly in the areas of financial reporting transparency, accountability in the use of zakat funds, and strict sharia supervision. However, some challenges still exist, such as a limited number of human resources who fully understand Islamic governance principles and difficulties in the digitalization of financial reporting. This research contributes to the literature on sharia financial governance and provides recommendations for strengthening a governance system that aligns with Islamic values within zakat management institutions. By optimally implementing Islamic GCG. BAZNAS is expected to increase public trust and more effectively and equitably distribute zakat funds to recipients . Keywords: Islamic GCG. BAZNAS. Sharia Finance. Governance. Morowali Regency ABSTRAK Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG) Pada Pengelolaan Keuangan Syariah Di Baznas (Studi Kasus Baznas Kabupaten Morowal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan keuangan syariah di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Morowali. Islamic GCG merupakan prinsip tata kelola yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, meliputi prinsip syura . , amanah . anggung jawa. , keadilan, dan transparansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan Informan terdiri dari pimpinan BAZNAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip Islamic GCG di BAZNAS Kabupaten Morowali sudah berjalan dengan cukup baik, terutama dalam aspek transparansi pelaporan keuangan, akuntabilitas penggunaan dana zakat, dan adanya pengawasan syariah yang ketat. Namun demikian, masih 4141 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia yang memahami prinsip-prinsip tata kelola Islam secara menyeluruh serta tantangan dalam digitalisasi pelaporan keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur tata kelola keuangan syariah dan memberikan rekomendasi bagi penguatan sistem tata kelola yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dalam lembaga pengelola zakat. Dengan penerapan Islamic GCG yang optimal, diharapkan BAZNAS mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan efektivitas distribusi dana zakat kepada mustahik secara lebih merata dan berkeadilan. Kata Kunci: Islamic GCG. BAZNAS. Keuangan Syariah. Tata Kelola. Kabupaten Morowali PENDAHULUAN Dalam perekonomian Muslim, lembaga keuangan Islam sangat penting, terutama dalam hal mengelola dana Muslim sesuai hukum syariah. Badan Amil Zakat Nasional (Bazna. , yang bertugas menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) secara profesional dan terbuka, merupakan salah satu lembaga yang bertugas mengawasi keuangan sosial Islam. (Mahera & Jamal, 2. Dalam menjalankan tugasnya, baznas harus menerapkan prinsip islamic good coorforate governance (GCG) agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Islamic GCG mengacu pada tata kelola yang baik sesuai prinsip Islam, seperti transparan . l-shafaE Xiyya. , akuntabilitas . l-mas'uE liyya. , tanggung jawab . , independensi . l-istiqlaa. , dan keadilan . l-'adala. (Bena, 2. Mengingat kesulitan dalam mengelola dana ZIS, yang sering kali dikaitkan dengan kekhawatiran tentang akuntabilitas dan transparansi, penerapan GCG Islam di Baznas (Badan Amil Zakat Nasiona. menjadi penting. Rendahnya partisipasi dalam penyaluran zakat dan sedekah pada akhirnya dapat berdampak pada berkurangnya kepercayaan publik terhadap organisasi ini akibat tata kelola yang buruk. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian tentang bagaimana prinsip-prinsip GCG Islam diterapkan di Baznas untuk menjamin pengelolaan dana dengan baik dan memberikan dampak sebesar-besarnya terhadap kesejahteraan masyarakat. (Puspita, 2. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Basnas Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengelola zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) secara strategis. Sebagai lembaga yang bertugas mengalokasikan dan menggunakan dana ZIS, akuntabilitas dan keterbukaan merupakan komponen penting dalam membangun kepercayaan Namun, dalam praktiknya. Baznas menghadapi berbagai tantangan dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana. Beberapa permasalahan yang sering muncul antara lain kurangnya keterbukaan dalam pelaporan keuangan, keterlambatan distribusi dana, dalam pengelolaan dan Hal ini dapat menghambat optimalisasi penghimpunan dana ZIS serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Baznas. (Irmawati, 2. Bersamaan dengan kemajuan lainnya. Baznas memiliki peluang besar untuk menjadikan Kabupaten Morowali lebih mandiri, akuntabel, bertanggung jawab, transparan, dan berkeadilan. Dengan menggunakan teknik ini untuk membayar, mencatat, dan melaporkan pembayaran zakat, masyarakat dapat memperoleh 4142 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. manfaat dari peningkatan eXisiensi, akurasi, dan transparansi informasi. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) oleh Baznas Kabupaten Morowali (Badan Amil Zakat Nasiona. telah meningkatkan akuntabilitas dan transparansi, serta bagaimana hal ini memengaruhi kepercayaan publik dan partisipasi zakat. (Wulansari, 2. Pengelolaan keuangan syariah sangat penting untuk menjaga keterbukaan, tanggung jawab, dan kepercayaan dalam pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah di lembaga zakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (Bandung Zakat Nasiona. Sebagai lembaga yang bertugas menghimpun dan menyalurkan dana publik. Baznas harus menerapkan standar Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Islam untuk menjamin pengelolaan keuangan syariah dilakukan secara profesional, bertanggung jawab, dan sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan keuangan di Baznas Kabupaten Morowali masih menghadapi berbagai tantangan, seperti transparansi dalam pelaporan keuangan, efektivitas dalam distribusi dana zakat kepada mustahik, serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaannya. Tantangan ini semakin relevan di era digitalisasi, di mana tuntutan terhadap akuntabilitas dan eXisiensi pengelolaan dana semakin meningkat. Oleh karena itu, penerapan Islamic GCG menjadi faktor kunci dalam memastikan bahwa setiap aspek pengelolaan keuangan di Baznas Kabupaten Morowali berjalan sesuai dengan yang di terapkan dalam Islam. (Siswanti, 2. Setiap kebijakan dan pilihan yang diambil Baznas harus didasarkan pada prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Islam, yang mencakup akuntabilitas, tanggung jawab, keterbukaan, independensi, dan keadilan. Selain menjunjung tinggi kepercayaan publik, penerapan prinsip-prinsip ini bertujuan untuk menjamin alokasi dana seeXisien dan seeXisien mungkin sesuai dengan hukum syariah. (Anggita, 2. Dalam pengelolaan keuangan Islam, akuntabilitas dan keterbukaan sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Untuk memastikan pengelolaan zakat yang terkumpul dilakukan secara andal, kompeten, dan sesuai syariah. Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZN), yang bertugas mengawasi keuangan publik, harus menerapkan prinsip-prinsip GCG Islam. (Amalia, 2. Untuk menerapkan GCG Islam. Baznas telah menetapkan lima prinsip panduan: transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan. Kelima rekomendasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan syariah sekaligus menurunkan risiko penyalahgunaan keuangan dan meningkatkan kepercayaan terhadap lembaga zakat. (Abdul et al. , 2. Badan Amil Zakat (Bazna. Kabupaten Morowali, salah satu lembaga pengelola ZIS daerah, berperan penting dalam memastikan penyaluran dana kepada penerima yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji penerapan prinsipprinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Islam dalam pengelolaan keuangan syariah Baznas Kabupaten Morowali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 4143 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. mengkaji penerapan GCG Islam dalam pengelolaan keuangan Baznas dan mengidentiXikasi kendala yang ada. (Iqbal et al. , 2. Kajian yang secara eksplisit menyoroti penerapan prinsip-prinsip GCG Islam di lembaga zakat, khususnya di tingkat daerah seperti BAZNAS Kabupaten Morowali, masih langka, meskipun faktanya banyak kajian telah dilakukan mengenai penerapan prinsip-prinsip ini dalam pengelolaan keuangan syariah. Saat ini terdapat sedikit kajian mengenai eXisiensi, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan dana zakat di tingkat daerah. mayoritas penelitian sebelumnya terkonsentrasi pada penerapan GCG di perbankan Islam dan lembaga keuangan lainnya. Selain itu, pengelolaan dana zakat sering menghadirkan kesulitan terkait dengan pengawasan dan kepatuhan terhadap norma-norma Islam yang belum banyak mendapat perhatian dalam kajian-kajian Dengan mengkaji bagaimana BAZNAS Kabupaten Morowali menerapkan prinsip-prinsip GCG Islam dalam pengelolaan keuangan syariah dan sejauh mana penerapan ini membantu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi lembaga dalam mengalokasikan dana zakat seeXisien mungkin, kajian ini berupaya untuk menutup kesenjangan ini. Penelitian oleh Anggita el al mengkaji penerapan prinsip Islamic GCG dalam pengelolaan ZIS di BAZNAS Gresik. Hasil menunjukkan prinsip-prinsip tersebut secara konsisten diterapkan melalui penggunaan teknologi, pelatihan pegawai, laporan rutin, dan program zakat produktif. Pengelolaan ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memberi dampak positif kepada mustahik (Anggita et , 2. Syauqi. Fitriyah, dan Jumaati menganalisis implementasi Islamic corporate governance pada lembaga amil zakat menemukan bahwa aspek akuntabilitas, keadilan, dan kepatuhan syariah signiXikan meningkatkan kepercayaan muzakki, sementara aspek transparansi, tanggung jawab, dan independensi tidak signiXikan (Syauqi et al. , 2. Dina, meneliti Islam Corporate Governance di BAZNAS Rejang Lebong dan menemukan bahwa prinsip tauhid, taqwa, ridho, dan ekuilibrium . ilai-nilai GCG Islam. berpengaruh signiXikan terhadap kepercayaan muzakki khususnya aspek taqwa yang menjadi variabel dominan (Dina, 2. Kajian ini semakin penting karena semakin tingginya tuntutan masyarakat akan otonomi, akuntabilitas, tanggung jawab, keterbukaan, dan kesetaraan dalam pengelolaan zakat. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan masukan strategis bagi Baznas Kabupaten Morowali untuk meningkatkan standar tata kelola keuangan syariah sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Tujuan kajian ini adalah mengkaji bagaimana Baznas Kabupaten Morowali mengintegrasikan konsep Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Islam ke dalam pengelolaan keuangan syariahnya. Temuan ini diharapkan dapat memberikan gambaran umum tentang penerapan prinsip-prinsip GCG Islam dan menyoroti kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pengelolaan keuangan syariah lembaga 4144 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada Baznas Kabupaten Morowali. Jenis Penelitian: Kualitatif Penelitian kualitatif dipilih karena bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena yang kompleks secara mendalam dalam konteks alami Metode ini memungkinkan peneliti untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG) diterapkan dalam pengelolaan keuangan syariah di Baznas Kabupaten Morowali. (Lim, 2. Pendekatan kualitatif juga memberikan Xleksibilitas dalam menggali data, baik melalui wawancara mendalam, observasi, maupun analisis Dengan metode ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih kaya mengenai perspektif dan pengalaman para pengelola, amil, serta pemangku kepentingan terkait transparansi dan akuntabilitas keuangan di Baznas (Nartin et al. , 2. Pendekatan Penelitian: Studi Kasus Pendekatan studi kasus dipilih karena memungkinkan penelitian mendalam terhadap praktik Good Corporate Governance dalam konteks spesiXik lembaga zakat. Studi kasus bersifat deskriptif dan analitis, yang bertujuan untuk memahami proses pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) serta bagaimana Good Corporate Governance dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi serta keadilan pada lembaga Baznas Kabupaten Morowali (Undari & Muspawi. Pendekatan ini juga membantu dalam menggali faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kendala yang dihadapi dalam implementasi Islamic GCG. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menggambarkan praktik yang sudah berjalan, tetapi juga mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat. Metode Pengumpulan Data Untuk mendukung studi kasus ini (Romdona et al. , 2. , penelitian menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, antara lain: Wawancara Mendalam: Dilakukan dengan pengelola Baznas untuk memperoleh wawasan langsung mengenai penerapan Islamic GCG. Observasi Partisipatif: Mengamati secara langsung bagaimana sistem dan mekanisme pengelolaan keuangan diterapkan dalam operasional Baznas. Analisis Dokumen: Menganalisis laporan keuangan, kebijakan internal, serta regulasi terkait untuk memahami sejauh mana transparansi dan akuntabilitas, responsibility, independensi dan keadilan diterapkan. 4145 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Dengan kombinasi metode ini, penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang holistik mengenai efektivitas penerapan Islamic GCG dalam meningkatkan prinsip GCG di Baznas Kabupaten Morowali. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan prinsip-prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG) di Baznas Kabupaten Morowali Dalam upaya menjaga dan meningkatkan transparansi. BAZNAS Kabupaten Morowali memiliki beberapa mekanisme untuk menyampaikan informasi keuangan dan program kerja kepada publik. Website Resmi dan Media Sosial. Laporan Triwulan dan Tahunan. Baliho dan Spanduk Informasi. Pertemuan Sosialisasi dan Forum Publik. Audit Eksternal dan Publikasi Hasil Audit Akuntabilitas. Struktur pertanggungjawaban di Baznas Kabupaten Morowali telah dirancang berdasarkan prinsip good governance dan selaras dengan regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta peraturan pelaksanaannya dari BAZNAS RI. Secara internal, struktur pertanggungjawaban kami terdiri dari: Ketua Bertanggung jawab secara umum terhadap perencanaan strategis. Wakil Ketua I (Bidang Pengumpula. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan pengumpulan dana ZIS dan laporan kinerjanya secara Wakil Ketua II (Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaa. Bertanggung jawab atas penyaluran zakat dan pemberdayaan mustahik secara tepat sasaran. Wakil Ketua i (Bidang Perencanaan. Keuangan, dan Pelapora. Unit Audit Internal dan Dewan Pengawas Syariah Memastikan bahwa setiap kegiatan operasional telah sesuai dengan prinsip syariah dan akuntabilitas publik. Responsibilitas (Tanggung Jawa. Sebagai lembaga amil zakat resmi negara. BAZNAS Kabupaten Morowali memiliki tanggung jawab sosial dan moral yang melekat dalam setiap program dan kegiatannya. Bentuk tanggung jawab tersebut antara lain: Memberikan layanan distribusi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara adil dan tepat sasaran kepada para mustahik yang termasuk dalam delapan golongan . yang telah ditetapkan oleh syariat. Menyusun dan melaksanakan program pemberdayaan ekonomi mustahik, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan usaha, guna meningkatkan taraf hidup dan kemandirian mereka. Menyediakan laporan pertanggungjawaban secara berkala dan transparan kepada masyarakat, terutama kepada para muzakki, dalam bentuk laporan tahunan dan publikasi penggunaan dana. Menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, lembaga sosial, dan komunitas lokal guna memperluas dampak sosial dari program-program yang dijalankan. Mengutamakan nilai-nilai empati, keadilan, dan kemanusiaan dalam setiap pengambilan kebijakan, sehingga BAZNAS tidak hanya menjadi penyalur dana umat, tetapi juga agen perubahan sosial. Prinsip Independensi. Sebagai lembaga resmi yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. BAZNAS Kabupaten Morowali menjunjung tinggi prinsip independensi dalam seluruh proses pengambilan keputusan. Kami bebas dari intervensi politik, tekanan pihak swasta, maupun kepentingan kelompok tertentu dalam menentukan arah kebijakan dan 4146 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. distribusi dana zakat, infaq, dan sedekah. Dalam praktiknya, seluruh program dan keputusan strategis BAZNAS dilakukan berdasarkan data kebutuhan riil masyarakat, hasil musyawarah pimpinan, serta merujuk pada regulasi nasional dan pedoman dari BAZNAS Pusat. Kami menjaga komitmen untuk mengelola dana umat secara amanah, profesional, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Setiap bentuk intervensi yang berpotensi mengganggu netralitas lembaga akan kami tolak dengan tegas, demi menjaga kepercayaan publik terhadap integritas BAZNAS. Prinsip keadilan, distribusi zakat dilakukan secara adil dan merata. BAZNAS Kabupaten Morowali menerapkan beberapa langkah strategis: Pendataan Mustahik Secara Komprehensif, melakukan pendataan langsung ke lapangan melalui survey dan veriXikasi yang melibatkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dan Kriteria Pendistribusian yang Transparan berpedoman pada delapan asnaf . olongan penerima zaka. sebagaimana diatur dalam Al-QurAoan (QS. At-Taubah: . Keadilan GeograXis memastikan distribusi tidak terpusat di satu wilayah saja. Kabupaten Morowali terdiri dari beberapa kecamatan dengan tingkat kesejahteraan yang bervariasi. Maka. BAZNAS menyesuaikan alokasi dana berdasarkan peta kemiskinan, hasil musyawarah daerah, dan aspirasi masyarakat lokal. Monitoring dan Evaluasi Setiap program distribusi zakat kami pantau dan evaluasi secara berkala. Kami melibatkan tokoh masyarakat dan pihak ketiga dalam audit sosial untuk memastikan keadilan terjaga dan potensi penyimpangan dapat dicegah. Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi Islamic GCG di Baznas Kabupaten Morowali Faktor pendukung, dalam penerapan prinsip-prinsip Islamic GCG di BAZNAS Kabupaten Morowali, terdapat beberapa sumber daya penting yang sangat mendukung keberlangsungan dan efektivitasnya, yaitu: Sumber Daya Manusia (SDM). Regulasi dan Standar Operasional. Teknologi Informasi. Dukungan Stakeholder. Komitmen Pimpinan. Faktor Penghambat, mengenai faktor penghambat dalam penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG). Dalam pelaksanaan prinsip-prinsip GCG seperti transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, kami di BAZNAS Kabupaten Morowali menghadapi beberapa tantangan: Pertama adalah keterbatasan sumber daya manusia yang benar-benar memahami dan menguasai prinsip-prinsip GCG secara utuh. Kedua, dari segi sistem informasi dan pelaporan, kami masih dalam tahap pengembangan dan adaptasi teknologi digital yang mendukung keterbukaan dan akuntabilitas data secara real time. Ketiga, kami juga menghadapi tantangan dalam membangun budaya organisasi yang sejalan dengan nilai-nilai GCG, terutama dalam hal komunikasi terbuka dan pengambilan keputusan yang melibatkan banyak pihak. Budaya kerja yang sebelumnya terbiasa dengan pendekatan informal kini perlahan-lahan diarahkan ke sistem yang lebih tertata dan profesional. Dampak Penerapan Islamic GCG terhadap Pengelolaan Keuangan Syariah Dampak terhadap kepercayaan masyarakat penerapan prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG), kami melihat adanya perubahan positif dalam respons 4147 | Volume 7 Nomor 11 2025 Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi. Keuangan & Bisnis Syariah Volume 7 Nomor 11 . 4141 Ae 4150 P-ISSN 2656-2871 E-ISSN 2656-4351 DOI: 10. 47467/alkharaj. Prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan tanggung jawab menjadi landasan utama dalam pengelolaan zakat, infaq, dan Secara langsung, hal ini meningkatkan kepercayaan masyarakat. Masyarakat kini lebih percaya bahwa dana yang mereka titipkan dikelola secara syarAoi, profesional, dan tepat sasaran. Ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pertanyaan dan komunikasi terbuka dari masyarakat kepada kami, baik melalui media sosial, forum konsultasi, maupun kunjungan langsung ke kantor BAZNAS. Mereka merasa dilibatkan dan diberi akses terhadap informasi, termasuk laporan penyaluran dana dan program pemberdayaan yang telah kami jalankan. Penerapan prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG) di BAZNAS Kabupaten Morowali memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat. Hal ini tercermin dari respons masyarakat yang semakin terbuka dan aktif dalam berkomunikasi serta mengakses informasi terkait pengelolaan dana zakat, infaq, dan sedekah. KESIMPULAN Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Morowali telah mencapai kemajuan signiXikan dalam pengelolaan Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) dengan menerapkan prinsip-prinsip Islamic Good Corporate Governance (GCG), yaitu penerapan prinsip-prinsip Islamic GCG yang mencakup akuntabilitas, tanggung jawab, keterbukaan, independensi, dan kewajaran. Penerapan tersebut terlihat dari transparansi informasi keuangan dan program, adanya struktur pertanggungjawaban yang jelas, serta pelaksanaan audit internal dan eksternal secara berkala. Dengan dukungan teknologi seperti SIMBA, aplikasi mobile ZIS, dan sistem pembayaran online, pengelolaan ZIS menjadi lebih terstruktur dan eXisien, mencakup proses pengumpulan, pengelolaan keuangan, penyaluran, serta pemantauan dan evaluasi. Perkembangan BAZNAS dari BAZDA Kabupaten Poso hingga saat ini menunjukkan bagaimana mereka telah beradaptasi dengan peraturan perundangundangan nasional dan berupaya untuk menjadi lebih profesional. Beberapa aspek pengelolaan ZIS telah diuntungkan dari penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Islam, yang meliputi akuntabilitas, tanggung jawab, keterbukaan, independensi, kewajaran. Kemajuan dan Capaian. Pengelolaan ZIS yang Terstruktur: BAZNAS Kabupaten Morowali memiliki sistem pengelolaan ZIS yang terintegrasi, mencakup pengumpulan, pengelolaan keuangan, penyaluran, dan pemantauan & evaluasi. Penggunaan teknologi seperti SIMBA, aplikasi mobile ZIS, dan sistem pembayaran online meningkatkan eXisiensi dan transparansi. Penerapan Islamic GCG: Prinsip-prinsip Islamic GCG telah diimplementasikan secara nyata, dibuktikan dengan transparansi informasi keuangan dan program, struktur pertanggungjawaban yang jelas, proses audit internal dan eksternal yang berkala, serta upaya untuk memastikan distribusi ZIS yang adil dan merata. DAFTAR PUSTAKA