Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL Perencanaan Ulang Pondasi Tiang Pancang Pada Bangunan Gedung Control Room Di Kalimantan Timur Santi Yatnikasari1. Adde Currie Siregar2. Maulana Rizki Azis3. Chandra Kusuma4 Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur1,2,3,4 email: sy998@umkt. id1, acs150@umkt. id2, maulanarizkiazis@gmail. chandrakusuma80@gmail. DOI: http://dx. org/10. 31869/rtj. Abstract: Pondasi merupakan suatu konstruksi pada bagian dasar bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur bangunan bagian atas ke lapisan tanah. Pembangunan Gedung Control Room di Proyek Pipa Gas Tanjung Batu Kalimantan Timur direncanakan menggunakan pondasi tiang bor ukuran 30 cm dan kedalaman 18 m dibawah muka tanah. Peneliti ingin melakukan perencanaan ulang pondasi tiang bor menggunakan 3 alternatif variasi diameter tiang pancang. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kapasitas daya dukung dan penurunan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder berupa gambar teknis gedung, data hasil penyelidikan tanah dengan metode sondir dan standar penetration test. Hasil penelitian nilai kapasitas daya dukung ultimit tiang bor eksisting yaitu 434,559 Ton. Nilai kapasitas daya dukung ultimit perencanaan pondasi dengan metode Meyerhoff pada diameter 0,3 yaitu 295,16 Ton, diameter 0,4 yaitu 393,547 Ton dan diameter 0,5 m yaitu 491,933 Ton. Sedangkan dengan metode Aoki & De Alencer pada diameter 0,3 yaitu 285,109 Ton, diameter 0,4 yaitu 406,914 Ton dan diameter 0,5 m yaitu 543,047 Ton. Direkomendasi alternatif desain perencanaan pondasi tiang pancang diameter 0,5 m metode Aoki & De Alencer dengan jumlah 3 tiang dalam 1 kelompok tiang. Hal ini berdasarkan hasil kapasitas dukung kelompok (Q. lebih besar dari metode Meyerhoff, dari nilai penurunan, nilai penuruan 0,062 m lebih kecil dari nilai penurunan tiang bor pondasi eksisting 0,084 m dan nilai penurunan tiang dengan metode Meyerhoff 0,089 m. Keywords: Pondasi Tiang Pancang. Kapasitas Daya Dukung. Penurunan PENDAHULUAN Pondasi merupakan unsur penting untuk semua bangunan teknik sipil. Setiap bangunan: gedung, jembatan, jalan raya, terowongan, kanal atau bendungan dibangun di atas permukaan tanah. Pondasi merupakan bagian struktur yang berfungsi menyalurkan beban diatasnya. Penggunaan pondasi dalam sebagai pondasi bangunan apabila tanah yang berada di bawah dasar bangunan tidak mempunyai daya dukung . earing capacit. yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban yang bekerja padanya (Sardjono, 1. Perlunya mengetahui daya dukung tanah, pola distribusi tegangan dalam tanah di bawah penurunan fondasi, pengaruh/dampak air tanah dan getaran dan lain-lain (Soedarno. Dalam merencanakan pondasi pada suatu struktur dapat menggunakan beberapa tipe pondasi yang pemilihannya berdasarkan fungsi bangunan atas yang dipikul oleh ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 pondasi, serta kondisi tanah dimana bangunan akan didirikan. Ada dua jenis tipe pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi Pondasi dangkal terbagi dari beberapa jenis, yaitu pondasi batu kali, pondasi plat beton lajur, pondasi sumuran dan lain-lain (Bowles, 1. Pondasi dalam terdiri dari pondasi tiang pancang, pondasi bore pile, pondasi telapak dan lain-lain. Dari beberapa jenis pondasi dalam tersebut yang paling mudah digunakan adalah pondasi tiang pancang, karena jenis pondasi ini dapat dilakukan secara pracetak serta mempunyai kualitas yang lebih terkontrol dibandingkan jenis pondasi lainnya. Menurut Dr. Ir. Suyono Sosrodarsono dan Kazuto Nakazawa . , pondasi tiang pancang adalah jenis pondasi yang sesuai dengan tanah pendukung yang terletak pada kedalaman 10 meter di bawah permukaan Pondasi tiang pancang berfungsi sebagai penyalur beban pondasi hingga kelapisan tanah keras yang memiliki Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL kapasitas daya dukung tinggi. Daya dukung semula direncanakan menggunakan pondasi tiang pancang diperoleh dari daya dukung tiang bor. ujung (End Bearing Capacit. daya dukung geser atau selimut (Friction Bearing METODE PENELITIAN Capacit. Tanah didefinisikan secara Langkah-langkah umum adalah kumpulan dari bagian-bagian yang padat dan tidak terikat antara satu berjalan sistematis dan tepat sasaran dengan yang lain rongga-rongga diantara tercapainya tujuan penelitian. Langkah awal material tersebut berisi udara dan air yang perlu dilakukan adalah studi (Verhoef,1. Ikatan antara butiran yang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, relatif lemah dapat disebabkan oleh rumusan masalah, dan tujuan perencanaan. karbonat, zat organik, atau oksida-oksida Selanjutnya dilakukan pengumpulan data yang mengendap-ngendap diantara partikeldan perhitungan perencanaan dari data yang Ruang diantara partikel-partikel Jenis penelitian yang digunakan dapat berisi air, udara, ataupun yang lainnya adalah pendekatan kuantitatif untuk (Hardiyatmo, 1. Untuk memperoleh hasil klasifikasi yang objektif, biasanya (Sugiyono, tanah itu dibagi dalam tanah berbutir kasar dam berbutir halus berdasarkan suatu Pengumpulan Data analisis mekanis. Selanjutnya tahap Data yang digunakan sebagai sarana klasifikasi tanah berbutir halus diadakan mencapai maksud dan tujuan adalah sebagai berikut : (Sosrodarsono dan Nakazawa, 1. Gambar teknis gedung Control Room Penentuan Tanjung Batu. berdasarkan data investigasi lapangan dan Data hasil penyelidikan tanah dengan dilanjutkan dengan penentuan besar metode sondir. parameter tanah pada tiap lapisan. Besar Data hasil penyelidikan tanah dengan metode standard penetration test. berdasarkan investigasi lapangan seperti Pada proyek pembangunan Control Room Standard Penetration Test (SPT) dan Tanjung Batu, penyelidikan tanah yang Sondir. dilakukan adalah penyelidikan lapangan Dalam pembangunan gedung Control yaitu CPT dan SPT. Room di Proyek Pipa Gas Tanjung yang berfungsi untuk mengontrol aliran dan Teknik Analisa Data tekanan gas dari Nilam Muara Badak ke Hasil dari analisis struktur bangunan Tanjung Batu Tenggarong Sebrang STAAD. Pro diperuntukan untuk menopang bahan bakar selanjutnya digunakan untuk analisis mesin pembangkit listrik tenaga gas sebagai pondasi tiang pancang. Analisis dilakukan sumber listrik untuk warga sekitar dengan metode Meyerhoff dan Aoki & De Samarinda dan Tenggarong. Gedung Alencar (Tomlinson, 1. , yang meliputi : tersebut dibangun diatas tanah timbunan Analisis kapasitas dukung tiang tunggal yang dulunya adalah rawa, berdasarkan hasil Analisis pengujian tanah karakteristik tanah adalah tanah lempung, maka perlu perencanaan Penurunan pondasi tiang pancang pondasi yang dapat mendukung beban sampai batas keamanan yang direncanakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan karakteristik tanah. Analisis Kapasitas Dukung Tiang Pancang pembangunan gedung Control Room di Pada pembangunan Control Room Proyek Pipa Gas Tanjung Batu Kalimantan Tanjung Batu dilakukan penyelidikan tanah Timur ini dapat menggunakan pondasi tiang untuk menentukan sifat fisik tanah, sehingga pancang, sehingga penulis ingin mencoba hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk melakukan perencanaan ulang pondasi yang ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL merencanakan atau pemeliharaan pondasi dan menghasilkan kapasitas daya dukung pondasi yang lebih tepat dan akurat. Perhitungan dengan metode mayerhoff yaitu analisis daya dukung pondasi tunggal maupun kelompok (Sintyawati, 2. enurut Rizaludin . Perhitungan dengan metode Mayerhoff adalah yang paling efisien. Sedangkan menurut Rizky . daya dukung pondasi yang paling baik digunakan adalah daya dukung tiang pancang dengan menggunakan metode Aoki De Alencar. Dalam melakukan analisis pondasi tiang pancang digunakan beban aksial, geser, momen x, dan momen y hasil dari Staad. Pro masing-masing sebesar 312,529 Ton, 6,249 Ton, 21,849 Ton, dan 2,017 Ton. Desain pondasi tiang pancang dapat dilihat pada gambar 1. = 1424,07 KN Kapasitas Dukung Ultimit Tiang = Qp Qs = 1102,68 1424,07 = 2526,75 KN Kapasitas Dukung Ijin Tiang Qijin = Qu/SF-Wp = . 6,75/. -1/4. ,32. = 838,886 KN = 83,886 Ton Jumlah Tiang = P/Qijin = 312,529/83,886 = 3,725 = 4 buah Efisiensi Kelompok Tiang Jarak antar tiang berdasarkan Dirjen Bian Marga Departemen P. adalah S Ou 2,5D dan S O 3D (Gultom, 2. Eg = 1 Ae (. '-. n')/90mn' = 1 Ae arc tg. 3/1. /90. = 0,850 Kapasitas Dukung Kelompok Tiang = n. Qijin. = 4. 83,886. 0,847 = 285,231 Ton Kapasitas Dukung Tiang Pancang Tunggal Metode Meyerhoff Metode Mayerhoff dengan Data SPT BH 1 Gambar 1. Sket Pondasi Tiang Pancang (Tiang Pancang Diameter 0,3 . C Kapasitas Dukung Ujung Tiang Kapasitas Dukung Tiang Pancang = A. Tunggal Metode Meyerhoff dengan Data = A. Sondir (Tiang Pancang Diameter 0,3 M) = 0,071 M2 C Kapasitas Dukung Ujung Tiang = 8. = 159,1 kg/cm2 = 2,4 M = 15607,7 kn/m2 = 4. = A. = 1,2 M = A. Nb = ((. ,4. ,2. )/3,. = 0. = 41,11 = qc. = 40. Nb. = 15607,7. 0,071 = 40. 4,11. = 1102,68 KN = 116,18 Ton C Kapasitas Dukung Selimut Tiang C Kapasitas Dukung Selimut Tiang JHL = 1511,75 kg/cm2 = 0,2. N-SPT. = 148303 kN/m2 = 0. 47,5. ( A. 0,3. = A. = 178,98 Ton = A. C Kapasitas Dukung Ultimit Tiang = 0. = Qp Qs = JHL. = 116,18 178,98 = 139701. 0,942 = 295,16 Ton ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL C Kapasitas Dukung Ijin Tiang Qijin = Qu/SF-Wp = . ,16/. -1/4. 0,3A. = 94,996 Jumlah Tiang = P/Qijin = 312,529/94,996 = 3,289 = 5 Buah Efisiensi Kelompok Tiang Eg = 1 Ae (. '-. n')/90mn' = 1 Ae arc tg. /90. 3 = 0,753 Kapasitas Dukung Tiang Kelompok = n. Qijin. = 5. 94,996. 0,753 = 357,471 Ton Kapasitas Dukung Tiang Pancang Tunggal Metode Aoki dan De Alencer dengan Data Sondir (Tiang Pancang Diameter 0,3 . C Kapasitas Dukung Ujung Tiang Fb = 1,75 . aktor empirik tahanan ujung tiang pancang. Titi & Farsakh, 1. P1 = 1,5 D = 0,45 =19-0,45 = 18,55 m = 1,5 D = 0,45 = 19 0,45 = 19,45 m qc a = . 150 140 170 . /5 = 152 kg/cm2 = qca/fb =152/1,75 = 86,857 kg/cm2 = 8520,69 kN/cm2 Ap = 1AE4 . A . = 1AE4 . = 0,071 m2 Qp = qb . = 8520,69 . 0,071 = 602,291 kN = 60,2291 Ton/m2 160 170 150 140 150 140 150 130 2 00 160 150 140 170 140 150 . /60 = 149,35 kg/cm2 = qc . s/fs = 149,35. 0,03/3,5 = 1,28 kg/ cm2 = 125,582 kN/ m2 As = A. OIL = A. 0,3. = 17,9071 m m2 Qs = F . = 125,582 . 17,9071 = 2248,81 kN = 224,881 Ton/m2 Kapasitas dukung ultimit tiang Qu = Qp Qs = 60,2291 224,881 = 285,11 Ton/m2 Kapasitas dukung ijin tiang Qijin = (Qu )/SF -Wp = . ,11 )/3-1/4. 0,32. 2,4. = 91,6453 Ton/m^2 Jumlah tiang = P/Qijin = 312,529/91,6453 = 3,4102 = 5 buah Efisiensi kelompok tiang Eg = 1- (. Ao-. /90mnAo = 1-arc tg (. /90. = 0,80007 Kapasitas dukung kelompok tiang Qg = Eg. Qijin = 0,80007. 91,6453 = 366,615 Ton/m2 C Kapasitas Dukung Tiang Bor Eksisting (Diameter 0,3 . C Kapasitas Dukung Ujung Tiang Ap = A. = A. 0,32 = 0,071 Qp = A. Fs = 3,5 = 686,1457 KN = 68,615 Ton s = 3% C Kapasitas Dukung Selimut Tiang Qs = P. OcaCAAiH 100 110 100 100 110 130 100 110 = . OcaCAAiH 200 220 150 150 160 171 150 140 2 = 3,14. 0,3. 0,2. 1079,1. 00 150 120 150 140 190 180 140 130 = 3659,444 KN = 365,944 Ton 200 180 170 190 180 170 160 170 1 C Kapasitas Dukung Ultimit Tiang 50 150 140 150 160 180 170 140 150 Qu = Qp Qs = 68,615 365,944 ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL = 434,559 Ton Kapasitas Dukung Ijin Tiang Qijin = Qu/SF-Wp = . ,559/. -1/4. 0,5A. = 141,801 Ton C Jumlah Tiang n = P/Qijin = 312,529/141,801 = 2,204 = 3 Buah C Efisiensi Kelompok Tiang Eg = 1 Ae (. '-. n')/90mn' = 1 Ae arc tg. 3/1,. /90. = 0,847 C Kapasitas Dukung Tiang Kelompok Qg = n. Qijin. = 3. 141,801. 0,847 = 360,398 Ton Perhitungan tiang pancang lebih baik menggunakan kontrol kelompok tiang serta kontrol gaya lateral agar konstruksi pondasi yang direncanakan mampu mundukung beban yang yang di rencanakan (Ridwan. Hal ini juga disimpulkan oleh Ilyas . Menurut Nadella . , daya dukung statis harus lebih kecil dari daya dukung dinamis. Kapasitas dukung pondasi diperoleh dari daya dukung ujung dan tahanan gesek selimut tiang, untuk rekapitulasi hasil lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1 dan tabel 2. Tabel 1. Rekapitulasi Analisis Kapasitas Dukung Ultimit Tiang Pondasi Tiang Pancang Eksisting 68, 615 365,944 434,559 Metode Meyerhoff Metode Aoki De Alencer Cek 357,472 AMAN 401,911 AMAN 361,66 AMAN 366,615 AMAN 416,2214 AMAN 401,526 AMAN (Sumber: pengolahan dat. Analisis Distribusi Beban ke Tiap Tiang Pancang Dari Analisis kelompok tiang digunakan diameter 0,5 m dengan jumlah 3 tiang, beban yang diterima tiap tiang (P. pada kelompok tiang bor dapat ditentukan dengan rumus berikut : Pi = (OcP)/nA(My. /(OcxA)A(Mx. /(OcyA) Beban-beban diatas kelompok tiang adalah sebagai berikut : Beban aksial (P) = 312,529 Ton Berat Pile Cap = . = 2,4. 2,25. 2,25 = 12,15 Ton Berat Tiang = Ap. = 1/4. 0,52. 2,4. = 28,26 Ton Berat Total = 312,529 12,15 28,26 = 352,939 Ton N tiang = 3 Buah Absis tiang terhadap pusat pile cap OcIA = . ,6. ,6. = 0,781 = 2,017 = 21,849 Pi = (OcP)/nA(My. /(OcxA)A(Mx. /(OcyA) P1 = 352,939/3-21,849. 0,625/0,781A = 95,273 Ton P2 = 352,939/3 21,849. 0,625/0,781A = 140,019 Ton Analisis Kekuatan Tiang Pancang Dengan beton rencana fAyc = 30 Mpa, diameter tiang 0,5 m, dan Panjang tiang 20 116,18 60,2291 168,2466 m, kekuatan tiang dihitung dengan rumus 178,98 224,8407 374,8008 295,16 285,109 543,047 = P/A < ijin (Sumber: pengolahan dat. = 140,019 Tabel 2. Rekapitulasi Analisis Kapasitas = 1/4 . A . Dukung Kelompok Tiang Pondasi = 1/4 . A . 0,5A = 0,196 m2 Metode Meyerhoff Metode Aoki & De Alancer = P/A 0,3 m 0,4 m 0,5 m 0,3 m 0,4 m 0,5 m =140,019/0,196 295,160 393,546 491,933 285,109 406,914 543,047 = 713,476 Ton/m2 ijin = fAoc 30 Mpa = K 361,45 Ton 94,995 393,546 154,558 91,645 129,609 171,595 = 361,45 . 0,83 0,753 0,803 0,799 0,800 0,802 0,779 = 300,003 Kg/cm2 ISSN 2599-2081 Fakultas Teknik UMSB EISSN 2599-2090 (Diamete. 154,907 193,633 238,64 393,547 491,933 (Diamate. 107,074 299,8407 406,914 Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL ijin = 3000,03 Ton/m2 =713,476Ton/m2 < 3000,03 Ton/m2 Dengan berbagai alternatif yakni diameter 0,3 m, 0,4 m, 0,5 m, diambil alternatif ke-3 diameter 0,5 m dengan metode Meyerhoff maupun metode Aoki & De Alancer dengan jumlah 3 tiang dalam 1 kelompok tiang. Hal ini dapat menghemat waktu pengerjaan dan biaya konstruksi yang Kapasitas dukung pondasi tiang ditentukan oleh kemampuan material tiang Berdasarkan hasil analisis diperoleh tegangan yang terjadi pada tiang sebesar 713,476 Ton/m2 lebih kecil dari tegangan ijin dengan mutu fAoc 30 Mpa sebesar 3000,03 Ton/m2, sehingga pondasi aman Selain itu hasil kapasitas dukung kelompok tiang (Q. lebih besar daripada beban aksial (P) dan beban aksial . yang diterima, yakni sebesar 361,66 > 312,529 361,66 Ton > 343,519 Ton, dan 401,526 > 312,529 ton. 401,526 Ton > 343,519 Ton sehingga beban struktur gedung di atas pondasi mampu ditahan oleh kelompok pondasi tiang. Analisis Penurunan Tiang Pancang Pada waktu tiang dibebani, tiang akan disekitarnya akan mengalami penurunan (Hardiyatmo, 2. Penurun pondasi tiang harus diperhitungkan dengan penurunan pondasi tunggal dan penurunan pondasi tiang kelompok tiang yang diperoleh dari perhitungan berikut. Penurunan Tiang Tunggal dan Kelompok Metode Meyerhoff Penurunan pondasi tiang pancang diameter 0,3 m dengan jumlah tiang sebanyak 5 tiang dan menahan beban (Qtota. sebagai berikut. Berat aksial (P) = 312,529 Ton Berat Tiang = Ap. = 1/4 . A . 2,4. = 16,956 Ton Berat Total (Q) = P Berat Tiang = 312,529 16,956 = 329,485 Ton ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 C Penurunan Tiang Tunggal = 0,3 m = 329,485 Ton = 20 = 1/4 . A . 0,3A = 0,071 m2 = 4700. Oo. = 4700. Oo30 = 2574296 Ton = D/100 (Q . L)/(Ap. = 0,039 m C Penurunan Kelompok Tiang Beban Aksial (P) = 312,529 Lebar pile cap (B. = 1,5 m Panjang pile cap (L. = 2,25 m Panjang tiang (L) = 20 m Luas penampang1(A. ,5 . ,5 . = 8,13 m2 Luas penampang 2(A. = . ,5 3,. ,5 3,. = 28,75 m2 Tegangan efektif (PoAo. = . ,35. ,77. ,95. = 18,876 Ton Tegangan efektif (PoAo. = . ,35. ,77. ,95-. ,240,. = 20,262 Ton Distribusi beban . = P/A1 = 312,529/8,13 = 38,465 Ton/m2 Distribusi beban . = P/A2 = 312,529/28. 75 = 10,871 Ton/m2 Penurunan kelompok : Pada kedalaman 15,00 Ae 17,00 m q = P/A =312,529/1,5. 2,25 = 92,601 Ton/m2 = 1,5 = 100 kg/cm = 9810 kN/m2 AAo = 0,58 AAi = 1,33 = AAi. AAo. B)/Es = 1,33. 0,58. 9,44. 1,5/9810 = 0. Pada kedalaman 17,00 -26. Sc = Cc/. AC. log (Po'2 iP. /Po'2 =0,06/. ,262 10,. /20,2 = 0,078 m Penurunan Total = Ss Sc = 0,011 0,078 Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL = 0,089 m Penurunan Tiang Tunggal dan Kelompok Metode Aoki & De Alancer Penurunan pondasi tiang pancang diameter 0,3 m dengan jumlah tiang sebanyak 5 tiang dan menahan beban (Qtota. sebagai berikut. Berat aksial (P) = 312,529 Ton Berat Tiang = Ap. = 1/4 . A . 2,4. = 16,956 Ton Berat Total (Q) = P Berat Tiang = 312,529 16,956 = 329,485 Ton Penurunan Tiang Tunggal = 0,3 = 329,485 Ton = 20 = 1/4 . A . 0,3A = 0,071 m2 Ep = 4700. Oo. = 4700. Oo30 = 2574296 Ton = D/100 (Q . L)/(Ap. = 0,03734 m Penurunan Kelompok Tiang Beban Aksial (P) = 312,529 Ton Lebar pile cap (B. = 2,25 m Panjang pile cap (L. = 2,25 m Panjang tiang (L) = 20 M Luas penampang 1 (A. = . ,25 . ,75 . = 15,4 m2 Luas penampang 2 (A. = . ,25 3,. ,75 3,. = 41,68 m2 Tegangan efektif (PoAo. = . ,35. ,77-0,. ,95-0,. ,63-0,. 12 = = 12,474 Ton Tegangan efektif (PoAo. = . ,35. ,77-0,. ,95. ,63-0. ,63-0. = 21,474 Ton Distribusi beban . = P/A1 = 312,529/15,4375 = 20,2293 Ton Distribusi beban . = P/A2 = 312,529/41,6875 = 7,49121 Ton Penurunan kelompok : Pada kedalaman 9,00 Ae 17,00 m = P/A= 312,529/3,75. 2,25=37,0121 = 2,25 = 100 kg/cm ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 AAo AAi = 9810 kN/m2 = 0,58 = 1,28 = AAi. AAo. B)/Es = 1,28. 0,58. 37,0121. 2,25/9810 = 0. Pada kedalaman 17,00 -26. Sc = Cc/. AC. log(Po' 2 iP. /Po'2 = 0,05504 m Penurunan Total = Ss Sc = 0,00652 0,05504 = 0,06156 m Penurunan Tiang Eksisting = 0,3 = 315,581 Ton = 18 Ap = 1/4 . A . 0,3A = 0,070 m2 Ep =4700. Oo. =4700. Oo30 = 2574296 Ton = D/100 (Q . L)/(Ap. = 0,006 m Penurunan Kelompok Tiang Beban Aksial (P) = 312,529 Ton Lebar pile cap (B. = 1,5 m Panjang pile cap (L. = 2,25 m Panjang tiang (L) = 20 m Luas penampang 1 (A. = . ,5 . ,5 . = 8,13 m2 Luas penampang 2 (A. = . ,5 3,. ,5 3,. = 28,75 m2 Tegangan efektif (PoAo. ,35. ,77. ,95. = 18,876 Ton Tegangan efektif (PoAo. = . ,35. 1,77. ,95-. ,24-0,. = 20,262 Ton Distribusi beban . = P/A1 = 312,529/8,13 = 38,465 Ton/m2 Distribusi beban . = P/A2 = 312,529/28. = 10,871 Ton/m2 Penurunan kelompok : Pada kedalaman 09,00 Ae 17,00 m = P/A = 312,529/1,5. 2,25 = 92,601 Ton/m2 = 1,5 m = 100 kg/cm Fakultas Teknik UMSB Vol. 5 No. 2 Juni 2022 Rang Teknik Journal http://jurnal. id/index. php/RANGTEKNIKJOURNAL = 9810 kN/m2 AAo = 0,58 AAi = 1,33 = AAi. AAo. B)/Es = 1,33. 0,58. 9,44. 1,5/9810 = 0. Pada kedalaman 17,00 - 27 m =Cc/. AC. log(Po' 2 iP. /Po'2 = 0,078 m Penurunan Total = Ss Sc = 0,006 0,078 = 0,084 m Besarnya penurunan pondasi tiang tergantung pada nilai beban-beban yang bekerja selain itu dipengaruhi juga oleh diameter tiang, jumlah tiang, formasi kelompok tiang, jenis material tiang, dan jenis material tanah. Penurunan pondasi kelompok tiang pada umunya lebih besar dari penurunan pada tiang tunggal. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh tegangan pada daerah cakupan yang lebih luas serta lebih Berikut hasil rekapitulasi analisis penurunan tiang pancang pada Tabel 3. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Penurunan Tiang Tunggal dan Kelompok Tiang Diameter . Penurunan Kelompok Tiang . Meyerhoff Aoki & De Eksisting Alancer 0,089 0,062 0,084 0,082 0,053 0,070 0,047 (Sumber: pengolahan dat. PENUTUP Berdasarkan analisis kapasitas dukung pondasi tiang dapat disimpulkan sebagai Nilai kapasitas daya dukung ultimit tiang bor eksisting yaitu 434,559 Ton. Nilai perencanaan pondasi dengan metode Meyerhoff pada diameter 0,3 yaitu 295,16 Ton, diameter 0,4 yaitu 393,547 Ton dan diameter 0,5 m yaitu 491,933 Ton. Sedangkan perencanaan dengan metode Aoki & De Alencer pada diameter 0,3 yaitu 285,109 Ton, diameter 0,4 yaitu 406,914 Ton dan diameter 0,5 ISSN 2599-2081 EISSN 2599-2090 m yaitu 543,047 Ton. Pondasi dinyatakan aman karena hasil dari kapasitas dukung kelompok tiang (Q. lebih besar dari beban yang diterima Direkomendasi perencanaan pondasi tiang pancang diameter 0,5 m metode Aoki & De Alencer dengan jumlah 3 tiang dalam 1 kelompok tiang. Hal ini berdasarkan hasil kapasitas dukung kelompok (Q. lebih besar dari metode Meyerhoff. Begitupula apabila ditinjau dari nilai penurunan, nilai penuruan 0,062 m lebih kecil dari nilai penurunan tiang bor pondasi eksisting 0,084 m dan nilai penurunan tiang dengan Meyerhoff 0,089 m. DAFTAR PUSTAKA