Volume 8 Nomor 1 . Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research e-ISSN: 2774-227X Hubungan Tingkat Pengetahuan Suami Terhadap Dukungan Kepada Ibu Hamil Dalam Upaya Pencegahan Stunting Marlynda Happy Nurmalita Sari1. Murti Ani 2. Ayu Justica Dwi Andhikawati 3 1,2,3 Department of Midwifery. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Corresponding author: Marlynda Happy Nurmalita Sari Email: marlyndasari89@gmail. ABSTRACT Knowledge is paramount in implementing an action because actions based on knowledge are, in principle, better. Husbands who have good knowledge about stunting prevention can provide support to mothers by meeting the nutritional needs of pregnant and breastfeeding mothers. Husband's support is the most important element in helping individuals solve problems. With support, self-confidence will increase and motivation to face problems will increase. Family support, especially husbands, is very dominant in providing moral and physical assistance during pregnancy. The purpose of this study was to determine the relationship between husbands' knowledge levels and support for pregnant women in stunting prevention This type of research is quantitative with an analytical design and a cross-sectional approach. This study was conducted at the Blora Community Health Center UPTD with a population of 92 husbands of pregnant women who underwent examinations in August 2024. The sampling technique used consecutive sampling and obtained a sample of 75 people. The research instrument used a knowledge and support Data analysis was performed using the Fisher's Exact test with a 5% error rate. The results showed a relationship between husbands' knowledge and support for pregnant women in stunting prevention efforts with a p-value of 0. 002 <0. There is a need to increase counseling for pregnant women about preventing stunting by involving the family, especially the husband. Keyword : Husband's Support. Knowledge. Stunting PENDAHULUAN Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 stunting adalah gangguan pertumbuhan serta perkembangan yang terjadi pada anak dikarenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Prevalensi balita stunting . inggi badan menurut umu. di Jawa Tengah adalah sebesar 20,8%. Sedangkan di Kabupaten Blora sendiri sebesar 7,0%. Stunting pada balita disebabkan oleh banyak faktor yaitu faktor langsung dan faktor tidak Faktor langsung terkait dengan asupan gizi dan adanya penyakit yang disebabkan oleh Sedangkan faktor penyebab tidak langsung, kejadian stunting pada balita dapat disebabkan oleh faktor ketahanan pangan keluarga, pola asuh dan pola makan keluarga, kesehatan lingkungan dan pelayanan kesehatan. Semua faktor penyebab tidak langsung tersebut didasari oleh pendidikan ibu maupun keluarga yang menjadi dasar pengetahuan dalam mencegah stunting sejak dini . Pengetahuan adalah hal yang terpenting dalam terwujudnya suatu tindakan sebab tindakan yang didasari dengan pengetahuan pada prinsipnya lebih baik daripada tidak didasari dengan pengetahuan. Suami yang mempunyai pengetahuan yang baik pencegahan stunting dapat memberikan dukungan kepada ibu dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan menyusui, membantu menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, memberikan dukungan emosional kepada ibu hamil . Hasil penelitian Salsabila . menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang stunting dan dukungan Copyright@2026. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR keluarga dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil yang ibu hamil dengan pengetahuan rendah mengenai stunting beresiko 6 kali lebih besar untuk melakukan perilaku yang berdampak buruk terhadap kehamilannya maupun ibu hamil dengan dukungan keluarga yang kurang berisiko 3 kali lebih besar untuk melakukan perilaku berdampak buruk terhadap kehamilannya . Faktor penyebab lainnya adalah dukungan Dukungan yang diberikan oleh keluarga khususnya dukungan suami menjadi pondasi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan tindakan oleh ibu, karena semua tindakan yang akan dilakukan oleh ibu harus mendapatkan persetujuan dari keluarga. Dukungan suami sangat berpengaruh terhadap ibu balita. Jika suami mempunyai pengetahuan yang baik, maka suami akan memberikan dukungan dan memotivasi terhadap ibu balita agar dapat memberikan asupan gizi yang cukup kepada ibu hamil. Semakin kuat dukungan yang diberikan oleh suami, semakin besar kemungkinan ibu untuk memberikan asupan gizi yang tinggi . Dukungan suami pada masa kehamilan sangat mempengaruhi dalam upaya menjaga kesehatan istri atau ibu hamil dan janin pada kandungan. Dukungan suami tersebut dapat berupa perhatian yang lebih lagi dibandingkan sebelum hamil, dan memberikan pengertian yang lebih besar agar ibu hamil dapat merasakan kasih sayang, dihargai dan merasa sangat nyaman dengan keadaannya tersebut. Adanya dukungan suami dari pihak keluarga . hususnya suam. dapat mendorong ibu hamil untuk lebih bersemangat dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi selama kehamilannya termasuk menjaga kesehatan kehamilannya melalui peningkatan kunjungan kehamilan dan konsumsi tablet besi (F. Dukungan suami merupakan unsur terpenting dalam membantu individu dalam menyelesaikan masalah, apabila ada dukungan, rasa percaya diri akan bertambah dan motivasi untuk menghadapi masalah yang terjadi akan meningkat. Dukungan keluarga terutama suami sangat dominan dalam mengurangi kecemasan selama kehamilan, tempat inilah ibu menyampaikan keluh kesah yang dirasakan selama hamil. Kehadiran suami bagi seseorang ibu yang mengalami kesulitan dapat memberikan bantuan moril, fisik sehingga dapat mengurangi beban yang dirasakan, khususnya pada masa kehamilan . Berdasarkan data yang diperoleh peneliti di UPTD Puskesmas Blora, prevalensi angka stunting pada bulan Mei tahun 2024 sebanyak 118 kasus. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan suami terhadap dukungan kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik yaitu suatu penelitian untuk mengetahui bagaimana dan mengapa suatu fenomena terjadi melalui sebuah analisis statistik seperti korelasi antara sebab dan akibat atau faktor risiko dengan efek serta kemudian dapat dilanjutkan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dari sebab atau faktor risiko tersebut terhadap akibat atau efek. Pendekatan yang digunakan adalah cross sectional yaitu penelitian dilakukan dalam satu waktu. Variabel dalam penelitian ini ada 2 yaitu variabel terikat yaitu dukungan suami kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting variabel bebas adalah pengetahuan suami. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2024 sampai Oktober 2024 dan dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blora. Populasi dalam penelitian ini adalah suami ibu hamil di wilayah UPTD Puskesmas Blora sebanyak 92 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini Consecutive sampling, adapun kriteria inklusi penelitian yaitu suami yang menemani ibu hamil saat melakukan pemeriksaan kehamilan di UPTD Puskesmas Blora dan diperoleh sampel sebanyak 75 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan tentang stunting dan dukungan suami. Kuesioner telah dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai r hitung > r tabel . dan alpha cronbach > 0,70. Analisa univariat penelitian ini umur, pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan suami dan dukungan suami kepada ibu hamil meliputi distribusi frekuensi dan prosentase. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher's Exact dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil olah data deskriptif terhadap 75 responden dari UPTD Puskesmas Blora tahun 2024, berikut adalah distribusi frekuensi Copyright@2026. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR Tabel 1. Distribusi Frekuensi Hasil Penelitian (Univaria. Berdasarkan tabel 2. hasil uji Fisher's Exact diperoleh p value sebesar 0,002 dimana nilai 0,002 Karakteristik responden < 0. 05 yang artinya ada hubungan tingkat Umur pengetahuan suami terhadap dukungan kepada ibu Dewasa awal . hamil dalam upaya pencegahan stunting. Dewasa akhir . Menurut Mubarak Lansia awal . pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh tingkat Pendidikan Pendidikan adalah bimbingan yang Menengah diberikan seseorang pada orang lain terhadap Tinggi sesuatu hal agar mereka dapat memahaminya. Pekerjaan Makin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah Karyawan swasta pula mereka menerima informasi, dan pada Wiraswasta Pedagang akhirnya makin banyak pula pengetahuan yang Petani Sebaliknya jika seseorang tingkat Variabel Penelitian Pengetahuan suami Baik penerimaan, informasi dan nilai - nilai yang baru Cukup diperkenalkan . Hal ini sejalan dengan hasil Kurang penelitian Imansari . dimana diketahui bahwa Dukungan suami pendidikan responden mayoritas adalah pendidikan Mendukung menengah sebanyak 53 orang atau 70,7%. Tidak mendukung Dari tabel 1. diketahui karakteristik responden sedangkan dilihat dari umur responden sebagian berdasarkan umur, sebagian besar adalah dewasa besar adalah dewasa awal. Pendidikan dan umur awal sebanyak 51 orang atau 68%, dan usia lansia sangat mempengaruhi pengetahuan seseorang awal sebanyak 1 orang atau 1,3%. Karakteristik dimana semakin tinggi pendidikan seseorang maka responden berdasarkan pendidikan sebagian besar semakin baik pula pengetahuan yang dimiliki, dan adalah pendidikan menengah sebanyak 53 orang semakin matang umur seseorang maka pola pikir atau 70,7% adalah dan pendidikan tinggi sebanyak pun akan semakin meningkat . Berdasarkan hasil uji fisher's exact diperoleh p 22 orang atau 29,3%. Sedangkan karakteristik sebesar 0,002 dimana nilai 0,002 < 0,05 yang responden berdasarkan pekerjaan, sebagian besar ada hubungan tingkat pengetahuan suami bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 57 orang atau 76%, dan paling sedikit bekerja sebagai petani terhadap dukungan kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Hasil penelitian ini sejalan sebanyak 4 orang atau 5,3%. Hasil univariat pada variabel penelitian dapat dengan penelitian yang dilakukan oleh Meilinawati diketahui bahwa pengetahuan responden dalam . dengan hasil terdapat hubungan antara kategori cukup sebanyak 47 orang atau 62,7%, dukungan suami dengan upaya ibu hamil dalam responden dengan pengetahuan baik sebanyak 17 pencegahan stunting pada masa kehamilan A-value . orang atau 22,7% dan responden dengan = 0,000 (A-value <0,. Penelitian serupa juga pengetahuan kurang sebanyak 11 orang atau 14,6%. dilakukan oleh Rinaldi . dengan hasil adanya Sedangkan untuk variabel dukungan suami, hubungan pengetahuan suami terhadap dukungan sebagian besar suami mendukung ibu hamil dalam kepada ibu hamil tentang gizi dalam pencegahan upaya pencegahan stunting yaitu sebanyak 41 orang stunting di Wilayah Kerja Kecamatan Selakau ,7%) dan yang tidak mendukung sebanyak 34 dengan p value sebesar 0,017 < 0,05 . Dilihat dari hasil penelitian, suami yang orang . ,3%). mempunyai pengetahuan baik sebanyak 64 orang Tabel 2. Hubungan Pengetahuan Dengan Dukungan yaitu 40 orang atau 62,5% mendukung pencegahan Kepada Ibu Hamil Dalam Upaya stunting sedangkan 24 orang atau 37,5% tidak mendukung pencegahan stunting. Sedangkan suami Pencegahan Stunting Dukungan Fisher's dengan pengetahuan kurang sebanyak 11 orang Total (%) Exact yaitu 1 orang atau 1,1% mendukung pencegahan Tidak Pengetahuan Mendukung stunting sedangkan 10 orang atau 90,9% tidak Mendukung mendukung pencegahan stunting. Dari jawaban Baik 40 62,5 24 37,5 kuesioner, responden tidak mengetahui apa itu Kurang 10 90,9 11 100 0,002 stunting, serta asupan nutrisi ibu hamil terkait Jumlah 41 54,7 34 45,3 dengan pencegahan stunting salah satunya adalah Copyright@2026. JOMISBAR, http://ejournal. poltekkes_smg. id/ojs/index. php/JOMISBAR tidak boleh mengkonsumsi tablet besi dengan susu. Responden juga tidak mengetahui jika anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan stunting pada Peneliti berasumsi bahwa tingkat pengetahuan memiliki pengaruh yang besar dalam memberikan dukungan kepada ibu dalam upaya pencegahan stunting. Dengan pengetahuan yang baik maka akan mendorong perilaku yang baik pula yang artinya suami dengan pengetahuan yang baik akan memberikan dukungan kepada ibu hamil dan begitu juga sebaliknya suami dengan pengetahuan kurang tidak akan mendukung ibu hamil dalam hal ini adalah upaya pencegahan stunting. Notoatmodjo . menyatakan bahwa pengetahuan diperlukan kepercayaan diri, sikap dan perilaku seseorang yang dapat diartikan pengetahuan adalah fakta yang mendukung tindakan seseorang . Bentuk dukungan yang diberikan dapat berupa dukungan emosional, dukungan informasional, dukungan instrumental dan dukungan penghargaan atau penilaian. Peran suami sangatlah penting untuk mendukung istri selama kehamilan terutama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga dapat mencegah stunting pada bayi. Dukungan suami tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan nutrisi saja, tetapi dapat juga berupa dukungan informasi dengan cara membantu istri untuk mencari informasi tentang kesehatan selama kehamilan. Selain itu dengan mengantar dan menemani ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan sangat membantu ibu dalam segi psikologis. Ibu akan merasa diperhatikan sehingga dapat mengurangi stres selama kehamilan. Dukungan penilaian yang dilakukan oleh suami yaitu dengan memuji/ memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil karena pada saat hamil, ibu memerlukan kasih sayang dan perhatian penuh dari keluarga agar dapat merasa lebih nyaman dan aman dalam menjalani masa kehamilan. Dukungan informasi mengenai pencegahan stunting seperti dengan menjelaskan tentang pentingnya meminum tablet penambah darah, suplemen kalsium, dan asam folat dapat mendorong ibu hamil untuk melakukan pencegahan stunting karena konsumsi obat tersebut merupakan salah satu cara untuk mencegah stunting sejak masa kehamilan . , . Menurut Widyastuti E. yang mampu meningkatkan motivasi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya adalah dukungan yang diberikan suaminya. SIMPULAN Berdasarkan hasil uji fisher's exact diperoleh p value sebesar 0,002 < 0,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan suami terhadap dukungan kepada ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting di UPTD Puskesmas Blora. Simpulan lain yang dapat peneliti tuliskan yaitu sebagian besar pengetahuan responden dalam kategori cukup yaitu sebanyak 47 orang . ,7%) dan sebagian besar suami mendukung ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting yaitu sebanyak 41 orang . ,7%). Sedangkan dari karakteristik responden dapat disimpulkan bahwa sebagian besar umur responden adalah dewasa awal yaitu sebanyak 51 orang . %), pendidikan SMA/SMK sebanyak 53 orang . ,7%) dan pekerjaan adalah wiraswasta sebanyak 57 orang . %). Disarankan kepada bidan untuk dapat meningkatkan perannya dalam memberikan motivasi, konseling, dukungan sosial dan dukungan psikososial dalam upaya pencegahan stunting pada masa kehamilan dengan melibatkan keluarga terutama suami melalui berbagai media edukasi yang memudahkan ibu hamil dan keluarga untuk menerima pesan maupun saran misalkan melalui leaflet digital yang dikirimkan melalui pesan serta berbagai literatur yang mudah dibaca. UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Poltekes Kemenkes Semarang dan Kepala UPTD Puskesmas Blora yang telah memberikan ijin penelitian dan supportnya. DAFTAR PUSTAKA