Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Desti Emil Dahlia1. Arie Wahyudi2. Dianita Ekawati3. Dewi Suryanti4 Prodi Magister Kesehatan Masyarakat. STIK Bina Husada Palembang1,2,3,4 Immelagattha221288@gmail. ariew@binahusada. dianita_ekawati@yahoo. dewiaksalnad@yahoo. ABSTRAK Latar belakang: ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai dengan 6 bulan tanpa menambahkan atau mangganti dengan makanan atau minuman lain. Data dari Susenas menunjukkan persentase bayi di Indonesia yang menerima ASI eksklusif sebesar 73,97% pada tahun 2023, dan 74,73% pada tahun 2024, angka tersebut masih tidak memenuhi target capaian ASI eksklusif selama 6 bulan yaitu 80%. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun Metode: penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu menyusui di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat yang berjumlah 286 orang. Sampel berjumlah 75 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan . value 0,. , pekerjaan . value 0,. , efikasi diri . value 0,. , promosi susu formula . value 0,. , dukungan suami . value 0,. , budaya . value 0,. dengan pemberian ASI eksklusif. Namun tidak ada hubungan antara umur . value 0,. , pendidikan . value 0,. , paritas . value 0,. , dukungan petugas kesehatan . value 0,. dan IMD . value 0,. dengan pemberian ASI eksklusif. Faktor yang dominan berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah budaya (OR 41,. Saran: dapat menyusun rencana program dalam meningkatkan pemberian ASI eksklusif yang meliputi peningkatan edukasi berbasis budaya. Kata Kunci: ASI Ekslusif. Faktor. Puskesmas ABSTRACT Background: Exclusive breastfeeding is breast milk given to babies from birth to 6 months without adding or replacing it with other foods or drinks. Data from Susenas shows that the percentage of babies in Indonesia who receive exclusive breastfeeding is 73. 97% in 2023, and 74. 73% in 2024, this figure still does not meet the target of achieving exclusive breastfeeding for 6 months, which is 80%. Objective: to analyze factors related to the provision of exclusive breastfeeding in the work area of UPT Puskesmas Simpang i Pumu. Lahat Regency in 2025. Method: : the study is quantitative with a crosectional approach. The population is all breastfeeding mothers in the work area of UPT Puskesmas Simpang i Pumu. Lahat Regency in 2025, totaling 286 people. The sample number is 75 people with a stratified random sampling technique. Data collection using questionnaires. Bivariate data analysis using Chi-Square test and multivariate with multiple logistic regression. Results: The results showed a relationship between knowledge . , work . , self-efficacy . promotion of formula milk . , husband's support . , culture . with exclusive breastfeeding. However, there was no relationship between age . , parity . , support from health workers . and IMD . with exclusive breastfeeding. The dominant factor related to exclusive breastfeeding was culture (OR 41. Suggestion: can prepare a program plan to increase exclusive breastfeeding which includes increasing culture-based education. Keywords: Exclusive Breastfeeding. Factors. Puskesmas | 67 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN ASI eksklusif ialah bayi cuma diberi ASI saja sampai umur enam bulan pertama neonatal (Herlika et al. , 2. Sekitar 10 juta bayi mati di negara dengan tidak menambahkan minuman atau makanan lain, misalnya madu dan susu mencegah kurang lebih 60% dari kematian Makanan padat misalnya bubur. Ini karena menyusui telah terbukti biskuit, pisang, dan nasi tim juga tidak meningkatkan kesehatan anak dan bisa diberikan selain untuk tujuan pengobatan, mengurangi angka kematian dan kesakitan mineral, dan vitamin (Astriana & Afriani, bayi (Nisa, 2. ASI eksklusif dapat Namun, ini tidak berarti bahwa ASI ASI ASI terus dilanjutkan sampai kekebalan tubuh bayi. ASI eksklusif juga anak umur 2 tahun (Olya et al. , 2. dapat membantu perkembangan fisik dan UNICEF dan WHO menyarankan bayi hanya menerima ASI setidaknya 6 Diperkirakan bahwa mengkonsumsi ASI secara eksklusif dapat mengurangi kemungkinan stunting. Ini karena ASI dimulai setelah anak mencapai umur enam hanya mengandung komponen imun dan bulan, dan ASI tetap diberikan hingga anak Bayi dapat menyerap kalsium umur dua tahun (WHO, 2. Pengenalan otak bayi (Kemenkes RI, 2. Angka kematian bayi yang tercatat bioavailabilitasnya yang tinggi dalam ASI. Ini sangat membantu proses pembentukan berkelanjutan (SDG. pada tahun 2015 Studi Sampe 2020, menemukan mencapai 40 per 1000 kelahiran hidup, bahwa balita yang tidak diberikan ASI menjadikannya sebagai yang tertinggi eksklusif berisiko 61 kali lebih besar keempat di kawasan ASEAN. Kematian mengalami stunting daripada balita yang neonatal menjadi faktor utama penyebab mendapat ASI eksklusif (Putra Pratama et kematian bayi di Indonesia, dengan dua , 2. pertiga kasus terjadi pada minggu pertama Persentase bayi di Indonesia yang kehidupan saat sistem kekebalan bayi masih menerima ASI eksklusif sebesar 72,04% ASI Eksklusif yang diberikan pada tahun 2022, naik menjadi 73,97% pada kepada bayi baru lahir dapat berkontribusi tahun 2023, dan 74,73% pada tahun 2024. Meskipun ada peningkatan dari tahun 2022 | 68 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 hingga 2024, angka tersebut masih tidak percaya bahwa ASI tidak berguna, dan memenuhi target capaian ASI eksklusif selama 6 bulan yaitu 80% (Susenas. BPS. Akibatnya, bayi tidak harus diberikan ASI Persentase bayi di Provinsi Sumatera eksklusif (Yusuff et al. , 2. Ibu tidak Selatan yang mendapat ASI eksklusif memberikan ASI secara eksklusif dan adalah 70,46% tahun 2022, naik menjadi 75,59% tahun 2023, dan sedikit naik waktunya karena percaya mereka tidak menjadi 75,73% tahun 2024, menduduki dapat memproduksi ASI cukup untuk peringkat ke 13 dari 38 Provinsi di Indonesia (Susenas. BPS, 2. (SHELEMO, Kabupaten Lahat Semakin informasi dan penyuluhan tentang ASI capaian ASI eksklusif pada tahun 2022 diberikan oleh petugas kesehatan, semakin adalah 63,67% meningkat menjadi 75,1% banyak motivasi dan percaya diri ibu untuk pada tahun 2023, dan turun menjadi 53,6% memberikan ASI eksklusif kepada anaknya pada tahun 2024, berada pada urutan ke 15 (Sayangi et al. , 2024. dari 17 Kabupaten / Kota di Sumatera Penelitian Rumakur dan Sukmawati Selatan (Dinkes Kab. Laha. Data UPT . , menunjukkan terdapat hubungan Puskesmas antara kepercayaan diri, status pekerjaan. Simpang i Pumu menunjukkan bahwa capaian ASI eksklusif pada tahun 2022 adalah 32,8%, pada tahun kesehatan dalam pemberian ASI eksklusif. 2023 adalah 44,90%, dan pada tahun 2024 Demikian juga, studi Anggun Lastrini adalah 45,20% menduduki peringkat ke 29 terendah dari 35 puskesmas di Kabupaten hubungan antara pendapatan, pendidikan. Lahat (UPT Puskesmas Simpang i Pum. umur, pekerjaan. IMD, dukungan petugas Salah satu faktor yang berpengaruh keluarga, dan paritas dengan pemberian ASI eksklusif pada balita. ASI Berdasarkan informasi dan teori yang makanan tambahan kepada bayinya. Ibu- ada, penulis akan melakukan analisis faktor- faktor yang berhubungan dengan pemberian memberikan ASI eksklusif kepada anaknya ASI eksklusif di wilayah kerja UPT walaupun mereka telah diberitahu oleh Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten tenaga kesehatan. Selain itu, banyak ibu Lahat tahun 2025. | 69 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 METODE PENELITIAN Penelitian data lain yang menunjang pada penelitian Etika penelitian adalah otonomi, inform consent, anonimitas, confidentialy, justice, pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja benefit dan harm. Analisis data bivariat chi UPT Puskesmas Simpang i Pumu serta data Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat. Pelaksanaan penelitian menggunakan uji regresi logistik berganda. dilakukan dari bulan Maret sampai Mei Metode penelitian adalah Cross Analisis Univariat Sectional. Populasi kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Lahat Jumlah sampel ditetapkan Slovin Teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Data primer menggunakan kuesioner dan data sekunder Analisis univariat dilakukan untuk ialah ibu yang memiliki balita berusia antara 6 Ae 23 bulan di wilayah Kabupaten HASIL PENELITIAN mengetahui distribusi frekuensi semua variabel dependen dan independen. Hasil penelitian terhadap 75 responden dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun 2025 Simpang i Pumu Kabupaten Lahat diperoleh hasil analisis univariat berupa distribusi frekuensi sebagai berikut: UPT Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 Variabel Frekuensi . Persentase (%) 1 Pemberian ASI Ekslusif Tidak memberikan Memberikan 2 Pengetahuan Kurang (35 tahu. Produktif . sia 20 Ae 35 tahu. Pendidikan Rendah (OSMA) Tinggi (>SMA) Paritas Primipara Multipara Efikasi diri Tidak yakin Yakin Promosi susu formula Terpapar Tidak terpapar Dukungan petugas kesehatan Tidak mendukung Mendukung Dukungan suami Tidak mendukung Mendukung IMD Tidak Budaya Tidak mendukung Mendukung Sumber: Hasil Penelitian, 2025 Tabel 1. di atas menunjukkan hasil responden . ,7%). Selain itu, sebagian penelitian terhadap 75 responden diketahui bahwa mayoritas tidak memberikan ASI memberikan ASI eksklusif 44 responden eksklusif 56 responden . ,7%) dan . ,7%), terpapar promosi susu formula 43 memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang ASI 48 responden . %). Sebagian besar responden bekerja 51 responden responden . %). Walaupun mayoritas . %), berada dalam kelompok usia menerima dukungan dari petugas kesehatan produktif 20Ae35 tahun 57 responden . %), 44 responden . ,7%), sebagian besar tidak serta memiliki tingkat pendidikan rendah 45 melakukan inisiasi menyusu dini (IMD) 44 responden . %). Dari segi paritas, lebih banyak responden merupakan multipara 38 lingkungan budaya yang tidak mendukung . ,3%), . ,7%) | 71 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pemberian ASI eksklusif 48 responden independen dan variabel dependen. Apabila . %). terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen. Analisis Bivariat Analisis maka untuk mengetahui derajat atau kekuatan hubungannya menggunakan nilai odds ratio (OR). Dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hubungan Antara Variabel Independen Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilaya Kerja UPT Puskesmas Simpan i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 Pemberian ASI Eksklusif Tidak Variabel Memberikan Total Memberikan Value 1 Pengetahuan Kurang (35 tahu. 0,370 Produktif . sia 20 Ae 35 4 Pendidikan Rendah (OSMA) 0,303 Tinggi (>SMA) 5 Paritas Primipara 0,320 Multipara 6 Efikasi diri Tidak yakin 0,012 Yakin 7 Promosi susu formula Terpapar 0,018 Tidak terpapar Dukungan petugas Tidak mendukung 0,466 | 72 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Mendukung Dukungan suami Tidak mendukung Mendukung IMD Tidak Budaya Tidak mendukung Mendukung 0,010 0,375 0,002 Dari tabel 2 di atas hasil analisis kepada bayinya dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. menunjukkan hasil uji chi square diperoleh Hasil analisis bivariat pada variabel p value 0,043 < 0,05, artinya ada umur diperoleh p value 0,370 > 0,05, hubungan antara pengetahuan ibu dengan artinya tidak ada hubungan antara umur ibu pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah UPT kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Puskesmas Simpang i Pumu kabupaten Lahat tahun 2025. Dari hasil kabupaten Lahat tahun 2025. analisis diperoleh pula nilai OR 3,438. Hasil analisis bivariat pada variabel artinya ibu yang berpengetahuan kurang tingkat pendidikan diperoleh p value 0,303 beresiko 3,438 kali untuk tidak memberikan > 0,05, artinya tidak ada hubungan antara ASI tingkat pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas berpengetahuan baik. Hasil analisis bivariat pada variabel Simpang i Pumu kabupaten Lahat tahun pekerjaan diperoleh p value 0,002 < 0,05. Hasil analisis bivariat pada variabel artinya ada hubungan antara pekerjaan paritas diperoleh p value 0,320 > 0,05, dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah artinya tidak ada hubungan antara paritas kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kabupaten Lahat tahun 2025. Dari hasil kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu analisis diperoleh pula nilai OR 6,286, kabupaten Lahat tahun 2025. artinya ibu yang bekerja beresiko 6,286 kali Hasil analisis bivariat pada variabel untuk tidak memberikan ASI eksklusif efikasi diri diperoleh p value 0,012 < 0,05, artinya ada hubungan antara efikasi | 73 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 diri dengan pemberian ASI eksklusif di OR 4,686, artinya ibu yang tidak mendapat wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang i dukungan suami beresiko 4,686 kali untuk Pumu kabupaten Lahat tahun 2025. Dari tidak memberikan ASI eksklusif kepada hasil analisis diperoleh pula nilai OR 4,574, bayinya dibandingkan dengan ibu yang artinya ibu yang tidak yakin beresiko 4,574 mendapat dukungan suami. kali untuk tidak memberikan ASI eksklusif Hasil analisis bivariat pada variabel kepada bayinya dibandingkan dengan ibu IMD diperoleh p value 0,375 > 0,05, yang yakin. artinya tidak ada hubungan antara IMD Hasil analisis bivariat pada variabel dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah promosi susu formula diperoleh p value kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu 0,018 < 0,05, artinya ada hubungan antara kabupaten Lahat tahun 2025. promosi susu formula dengan pemberian Hasil analisis bivariat pada variabel ASI eksklusif di wilayah kerja UPT budaya diperoleh p value 0,002 < 0,05. Puskesmas Simpang i Pumu kabupaten artinya ada hubungan antara budaya dengan Lahat tahun 2025. Dari hasil analisis pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja diperoleh pula nilai OR 4,219, artinya ibu UPT yang terpapar promosi susu formula kabupaten Lahat tahun 2025. Dari hasil beresiko 4,219 kali untuk tidak memberikan analisis diperoleh pula nilai OR 6,500. ASI Puskesmas Simpang Pumu terpapar promosi susu formula. beresiko 6,500 kali untuk tidak memberikan ASI dibandingkan dengan ibu yang tidak Hasil analisis bivariat pada variabel i dukungan petugas kesehatan diperoleh p dibandingkan dengan ibu yang berasal dari value 0,466 > 0,05, artinya tidak ada lingkungan budaya yang mendukung. kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif. PEMBAHASAN Hasil Hubungan Antara Pengetahuan Ibu dukunggan suami diperoleh p value 0,010 Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di < 0,05, artinya ada hubungan antara Wilayah Kerja UPT Puskesmas Simpang dukungan suami dengan pemberian ASI i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Hasil analisis univariat menunjukkan Simpang i Pumu kabupaten Lahat tahun Dari hasil analisis diperoleh pula nilai berpengetahuan yaitu 48 orang . %). | 74 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Analisis Beberapa ibu tidak memberikannya kepada bayinya karena mereka tidak tahu bermakna antara pengetahuan ibu dengan dan tidak mau belajar dan berlatih karena pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja mereka tidak memiliki kesadaran untuk UPT Pumu menyusui bayinya, beberapa ibu mengira Kabupaten Lahat tahun 2025. Hasil analisis menyusui bayinya hanya beberapa bulan juga menunjukkan bahwa responden yang Dengan berbagai alasan yaitu ASI memiliki pengetahuan kurang beresiko sudah tidak keluar lagi dan ibu khawatir 3,438 kali untuk tidak memberikan ASI bayinya menangis terus, sehingga ibu eksklusif kepada bayinya dibandingkan mengenalkan makanan padat pada bayinya dengan ibu yang berpengetahuan baik. sebelum usia 6 bulan. Beberapa ibu juga Puskesmas Simpang Penelitian ini sejalan i dengan hasil memberikan makanan seperti susu formula, penelitian (Lastrini et al. , 2. , dengan p madu, kopi pada saat bayi baru lahir. value 0,026 yang menunjukkan bahwa ada Hubungan Antara Status Pekerjaan Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di ASI Wilayah Kerja UPT Puskesmas Simpang Penelitian lain juga menunjukkan i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 hasil terdapat hubungan antara pengetahuan Hasil analisis univariat menunjukkan ibu dengan pemberian ASI eksklusif bahwa sebagian besar responden bekerja dengan p value 0,037 (Novita et al. , 2. sebanyak 51 orang . %). Analisis bivariat Kurangnya pemahaman tentang tujuan dan manfaan ASI eksklusif dapat menjadi hubungan antara pekerjaan ibu dengan faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja praktik menyusui (Lastrini et al. , 2. UPT Menurut asumsi peneliti pengetahuan Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun 2025. Hasil analisis terbentuknya tindakan yang merupakan beresiko 6,286 kali untuk tidak tidak salah satu bentuk operasional dari perilaku memberikan ASI eksklusif kepada bayinya manusia, sehingga faktor pengetahuan dibandingkan dengan ibu yang tidak mempengaruhi sikap ibu. Berdasarkan penelitian ini didapatkan bahwa ibu yang Penelitian ini sejalan dengan hasil memiliki pengetahuan kurang baik tidak penelitian (Lastrini et al. , 2. dengan p mengetahui apa itu ASI eksklusif . value 0,002 yang menunjukkan bahwa ada | 75 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 mereka harus menitipkan bayinya kepada pemberian ASI eksklusif. Penelitian lain nenek bayi. juga menunjukkan hasil ada hubungan Hubungan Antara Umur Ibu Dengan antara pekerjaan dengan pemberian ASI Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah eksklusif dengan p value 0,040 (Sayangi et Kerja UPT Puskesmas Simpang i , 2. Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 Pekerjaan dapat diartikan sebagai Hasil analisis univariat menunjukkan segala aktivitas yang dilakukan oleh bahwa sebagian besar responden yakni 57 manusia dengan menggunakan kemampuan orang . %) adalah kelompok umur fisik maupun mental untuk mencapai suatu Analisis bivariat menunjukkan tujuan tertentu. hasil tidak ada hubungan antara umur ibu Menurut asumsi peneliti ibu yang dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah memiliki pekerjaan menghadapi tantangan kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu dalam pemberian ASI eksklusif karena Kabupaten Lahat tahun 2025. harus membagi waktu antara tanggung Penelitian ini sejalan dengan hasil jawab profesional dan perawatan anak. penelitian (Novita et al. , 2. yang Kesulitan dalam menyusui secara langsung menunjukkan tidak ada hubungan antara sering kali disebabkan oleh keterbatasan usia ibu dengan pemberian ASI ekslusif waktu dan kesempatan akibat tuntutan dengan p value 0,985. Penelitian lain juga Jika seorang ibu tidak bekerja, menunjukkan hasil tidak ada hubungan antara umur ibu dengan pemberian ASI eksklusif cenderung lebih besar. Ibu yang eksklusif dengan p value 0,413 (Hana mempunyai pekerjaan, di sisi lain, mungkin Rosiana Ulfah & Farid Setyo Nugroho, tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada anaknya karena mereka seringkali Secara umum, perempuan yang lebih tidak memiliki cukup waktu untuk merawat muda cenderung mampu menyusui lebih Disisi lain mayoritas pekerjaan ibu optimal dibandingkan dengan wanita yang di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang lebih tua (Sari, 2. i Pumu adalah petani yang mepunyai jarak Menurut asumsi peneliti rentang usia antara kebun/ladang yang cukup jauh dari 20-35 tahun merupakan periode emas dalam bekerja apalagi mayoritas pekerjaan responden di wilayah kerja UPT Puskesmas kebun/ladang Simpang i Pumu Kabupaten Lahat adalah | 76 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Menurut asumsi peneliti pendidikan cenderung tidak memberikan ASI eksklusif yang tinggi akan membuat seorang ibu lebih kepada bayinya. dapat berfikir rasional tentang manfaat ASI Hubungan Antara Tingkat Pendidikan eksklusif serta pendidikan tinggi lebih Ibu Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di mudah untuk terpapar dengan informasi Wilayah Kerja UPT Puskesmas Simpang dibandingkan dengan yang berpendidikan i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 Alasan ibu tidak memberikan Asi Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah pendidikan tinggi sibuk bekerja sehingga berpendidikan rendah yaitu sebanyak 45 tidak dapat maksimal memberikan ASI kepada bayinya. Tingkat pendidikan ibu menunjukkan hasil tidak ada hubungan yang semakin rendah berpengaruh pada antara pendidikan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT untuk mengambil keputusan, khususnya Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten pemberian ASI eksklusif. Lahat tahun 2025. Hubungan . %). Analisis Penelitian ini sejalan Antara Paritas Dengan dengan hasil Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah penelitian (Sayangi et al. , 2. yang Kerja UPT Puskesmas Simpang i menunjukkan tidak ada hubunggan antara Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 ASI Hasil analisis univariat menunjukkan eksklusif dengan p value 0,172. Penelitian bahwa sebagian besar responden adalah lain juga menunjukkan hasil tidak ada multipara yaitu sebanyak 38 orang . ,7%). hubungan signifikan antara pendidikan Analisis bivariat menunjukkan hasil tidak dengan pemberian ASI eksklusif dengan p value 0,382 (Ulfah, 2. pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin luas pula wawasan dan Sebaliknya UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun 2025 Penelitian ini sejalan dengan hasil tingkat pendidikan dapat menjadi hambatan penelitian (Novita et al. , 2. yang dalam memahami dan menerima informasi menunjukkan tidak ada hubungan antara baru, termasuk mengenai ASI eksklusif paritas dengan pemberian ASI ekslusif (Lastrini et al. , 2. dengan p value 0,559. Penelitian lain juga menunjukkan hasil tidak ada hubungan | 77 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 antara paritas dengan pemberian ASI antara efikasi diri dengan pemberian ASI eksklusif dengan p value 0,914 (Kamilah et eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas , 2. Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun Dalam kaitannya dengan menyusui. Hasil analisis juga menunjukkan ibu paritas mencerminkan kebiasaan menyusui yang tidak yakin dapat memberikan ASI pada anak sebelumnya, pengalaman ibu eksklusif beresiko 4,574 kali untuk tidak dalam pemberian ASI eksklusif, tradisi memberikan ASI eksklusif kepada bayinya menyusui pada keluarga, serta tingkat dibandingkan dengan ibu yang yakin dapat memberikan ASI eksklusif. ASI (SHELEMO, 2. Penelitian ini sejalan dengan hasil Menurut asumsi peneliti ibu dengan penelitian (Jamaludin et al. , 2. yang jumlah anak diatas satu umumnya memiliki menunjukkan ada hubungan antara efikasi pengalaman yang lebih banyak, sehingga diri dengan pemberian ASI eksklusif dapat mempengaruhi durasi menyusui dengan p value 0,001. Penelitian lain juga menunjukkan hasil ada hubungan antara Seorang ibu yang baru pertama kali efikasi diri dengan pemberian ASI eksklusif melahirkan mungkin akan menghadapi dengan p value 0,000 (Ayuningtyas & tantangan saat menyusui, terutama karena Oktanasari, 2. kurangnya pengetahuan tentang teknik Efikasi diri ialah keyakinan yang menyusui yang benar. Jika ibu mendengar dimiliki seseorang terhadap kemampuan pengalaman negatif tentang menyusui dari mereka dalam melakukan tindakan yang orang lain, hal ini dapat menimbulkan belum pernah kerjakan sebelumnya. Hal ini keraguan dalam memberikan ASI kepada dapat berfungsi sebagai indikator bagi seseorang dalam membuat keputusan dan Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan memotivasi diri untuk mencapai tujuan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah yang diinginkan (SHELEMO, 2. Kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 Hasil analisis univariat menunjukkan Menurut asumsi peneliti ibu yang memiliki keyakinan kuat dan merasa berhasil dalam proses menyusui cenderung bahwa sebagian besar responden tidak yakin dapat memberikan ASI eksklusif Sebaliknya, rendahnya kepercayaan diri yaitu sebanyak 44 orang . ,7%). Analisis bivariat menunjukkan hasil ada hubungan | 78 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 mengurangi peluang keberhasilan dalam memberikan ASI. Hubungan Paparan Antara Promosi Susu Formula Dengan Pemberian ASI memberikan ASI eksklusif. Individu yang Eksklusif Puskesmas Wilayah Kerja UPT Simpang i Pumu memiliki minat untuk mencoba atau Kabupaten Lahat Tahun 2025 bahwa sebagian besar responden terpapar & Aziz, 2. Menurut asumsi peneliti promosi susu formula oleh tenaga kesehatan berpengaruh kesehatan yaitu sebanyak 43 orang . ,3%). terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif Analisis bivariat menunjukkan hasil ada pada ibu menyusui hal tersebut karena suatu hubungan antara promosi susu formula kegiatan promosi mampu mempengaruhi dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah perilaku masyarakat untuk mengenal dan kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun 2025. Hasil analisis seseorang yang mendapatkan promosi juga menunjukkan bahwa responden ibu tersebut memiliki keinginan atau minat yang terpapar promosi susu formula untuk mencoba dan membeli produk beresiko 4,219 kali untuk tidak memberikan ASI Hubungan Antara Dukunggan Petuas membeli produk yang ditawarkan (Hayati Hasil analisis univariat menunjukkan dibandingkan dengan ibu yang tidak Kesehatan Dengan terpapar promosi susu formula. Eksklusif Penelitian ini sejalan Puskesmas dengan hasil penelitian (Elfa, 2. dengan hasil ada Pemberian ASI Wilayah Kerja UPT Simpang i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 hubungan signifikan antara promosi susu Hasil analisis univariat menunjukkan formula dengan pemberian ASI eksklusif bahwa sebagian besar responden mendapat dengan p value 0,020. Penelitian lain juga menunjukkan hasil terdapat hubungan sebanyak 44 orang . ,7%). Analisis promosi susu formula dengan kegagalan bivariat menunjukkan hasil tidak ada pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan dengan p value 0,000 (Azis et al. kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun 2025. | 79 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Penelitian ini sejalan dengan hasil mendapat dukungan suami beresiko 4,686 penelitian (Larasati, 2. dengan hasil kali untuk tidak memberikan ASI eksklusif tidak ada hubungan antara dukungan kepada bayinya dibandingkan dengan ibu petugas kesehatan dengan pemberian ASI yang mendapat dukungan suami. eksklusif dengan p value 0,152. Penelitian ini sejalan Dokter, perawat, bidan dan ahli gizi dengan hasil penelitian (Novita et al. , 2. yang adalah para petugas kesehatan yang banyak berhubungan dengan ibu hamil dan ibu dukungan suami dengan pemberian ASI Dokter merupakan promotor eksklusif dengan p value 0,018. Penelitian ASI yang memiliki pengetahuan yang lain juga menunjukkan hasil ada hubungan memadai (Lastrini et al. , 2. antara dukungan suami dengan pemberian Menurut asumsi peneliti peran tenaga kesehatan adalah mempromosikan ASI ASI eksklusif dengan p value 0,025 (Nisa. Dukungan suami merupakan salah satu pemberian semangat yang mendorong ibu bentuk tindakan dari suami, dimana suami untuk rutin menyusui bayinya. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu tentang ASI mempromosikan praktik pemberian ASI membuat ibu tidak memberikan ASI atau eksklusif kepada ibu selama masa menyusui (Wulandari & Winarsih, 2. Asi sebelum bayi berumur 6 bulan. Menurut asumsi peneliti di antara Hubungan Antara Dukunggan Suami berbagai bentuk dukungan yang diterima. Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Simpang menyusui merupakan yang paling berharga. i Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 Suami dapat membantu ASI, terutama ASI Hasil analisis univariat menunjukkan eksklusif, dengan memberikan bantuan bahwa sebagian besar responden mendapat praktis dan dukungan emosional seperti dukungan suami yaitu sebanyak 48 orang . %). Analisis bivariat menunjukkan hasil ada hubungan antara dukungan suami dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah memberikan ASI perah, memijat bayi serta kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu membawa bayi jalan-jalan. Oleh karena itu. Kabupaten Lahat tahun 2025. Hasil analisis keterlibatan suami memiliki peran penting juga menunjukkan bahwa ibu yang tidak dalam kesuksesan menyusui, terutama | 80 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 ASI Hubungan Menurut IMD memberikan kesempatan pada bayi untuk Antara IMD Dengan menyusu sendiri pada ibunya dalam 1 jam Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah pertama kelahirannya. Jika bayi baru lahir Kerja UPT Puskesmas Simpang i melakukan inisiasi menyusu dini dapat Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 memungkinkan keberhasilan ASI eksklusif Hasil analisis univariat menunjukkan enam bulan dan lama menyusui. Alasan ibu bahwa sebagian besar responden tidak tidak memberikan ASI eksklusif adalah memberikan IMD yaitu sebanyak 44 orang karena ASI tidak keluar atau ASI hanya . ,7%). Analisis bivariat menunjukkan sedikit sehingga membuat ibu tidak yakin hasil tidak ada hubungan antara IMD bisa memenuhi kebutuhan ASI pada bayi. dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah Hubungan kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kabupaten Lahat tahun 2025. Kerja UPT Puskesmas Simpang i Penelitian ini sejalan dengan hasil Antara Budaya Dengan Pumu Kabupaten Lahat Tahun 2025 penelitian (Rosfiantini et al. , 2. tidak Hasil analisis univariat menunjukkan ada hubungan antara IMD dan pemberian bahwa sebagian besar responden berasal ASI eksklusif dengan p value 0,094. dari lingkungan budaya tidak mendukung Penelitian lain juga menunjukkan hasil yaitu sebanyak 48 orang . %). Analisis tidak ada hubungan antara IMD dengan bivariat menunjukkan hasil ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan p value antara budaya dengan pemberian ASI 0,474 (Periselo,2. eksklusif di wilayah kerja UPT Puskesmas IMD memungkinkan ibu untuk mulai Simpang i Pumu Kabupaten Lahat tahun menyusui bayinya lebih awal, sehingga Hasil analisis juga menunjukkan terjadi rangsangan pada puting susu yang bahwa ibu yang berasal dari lingkungan memicu produksi hormon prolaktin oleh budaya tidak mendukung beresiko 6,500 kelenjar hipofisis. Hal ini membantu kali untuk tidak memberikan ASI eksklusif melancarkan sekresi ASI. Hormon ini kepada bayinya dibandingkan dengan ibu berperan dalam merangsang payudara yang berasal dari lingkungan budaya untuk memproduksi ASI dan meningkatkan Penelitian ini sejalan dengan hasil keberhasilan memberikan ASI eksklusif penelitian (Pohan et al. , 2. yang (Jannah, 2. menunjukkan ada hubungan antara sosial | 81 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 budaya dengan pemberian ASI eksklusif besar ibu percaya akan hal ini sehingga ibu dengan p value 0,013. Penelitian lain juga tidak menyusui secara eksklusif menunjukkan hasil ada hubungan antara sosial budaya dengan pemberian ASI KESIMPULAN eksklusif dengan p value 0,001 (Haliza. Sebagian memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Faktor sosial dan budaya memiliki UPT Puskesmas Simpang i Pumu pengaruh yang signifikan terhadap perilaku Kabupaten Lahat tahun 2025 adalah seseorang, termasuk dalam keputusan ibu responden berpengetahuan baik . %), untuk menyusui. Banyak ibu cenderung tidak bekerja . %), berusia produktif mengikuti adat dan kebiasaan yang telah . %), lama dianut, meskipun informasi yang multipara . ,7%), memiliki efikasi diri beredar di lingkungan sosial mereka sering . ,3%), tidak terpapar promosi susu kesehatan yang benar (Pohan et al. , 2. ,7%), Menurut asumsi peneliti faktor budaya merupakan suatu faktor pendorong yang . %), dukungan suami . %), memberikan IMD . ,3%), dan budaya mendukung . %). cukup kuat terhadap seseorang untuk Ada hubungan antara pengetahuan. Ibu bayi sangat terpaku dan pekerjaan, efikasi diri, promosi susu patuh dengan adat kebiasaan. Sosial formula, dukungan suami dan budaya budaya, adat istiadat, dan tata krama sangat dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kuat di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu kerja UPT Puskesmas Simpang i Pumu Sebagian Kabupaten Lahat tahun 2025. pemberian ASI eksklusif. Mitos yang dipercaya antara lain ASI saja tidak cukup SARAN Berdasarkan untuk pertumbuhan bayi, bayi menangis didapatkan variabel budaya adalah faktor berarti bayi lapar, pemberian madu pada yang paling dominan, untuk meningkatkan saat bayi baru lahir dapat membersihkan cakupan ASI eksklusif diharapkan dapat lambung bayi, pemberian kopi pada bayi dilakukan peningkatan edukasi berbasis baru lahir dapat mencegah bayi mengalami budaya, melibatkan ibu, suami, komunitas, kejang pada saat demam tinggi. Sebagian petugas kesehatan, tokoh adat dan tokoh agama, membentuk kelompok pendukung | 82 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menyusui yang berbasis pendekatan budaya menyimpan dan memberikan ASI perah dan lokal, integrasi layanan kesehatan dengan tetap konsisten untuk memberikan ASI kegiatan sosial budaya dan sosialisasi melalui media tradisional dan moderen. persalinan, baik bidan maupun dokter agar Meningkatkan peran petugas kesehatan melakukan promosi asi eksklusif dan tidak terhadap pemberian edukasi dan wawasan melakukan promosi susu formula dengan merk tertentu kepada ibu yang mempunyai khusus bagi ibu bekerja tentang cara Kepada bayi usia 0-6 bulan. DAFTAR PUSTAKA