FORMULASI DAN UJI ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL SERUM EKSTRAK ETANOL DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica L) TERHADAP Propionibacterium Acne Watini Nuraeni, 2Farhamzah Fakultas Farmasi. Universitas Buana Perjuangan Karawang. Karawang. Indonesia Coresponding author : Watininuraeni12@gmail. ABSTRAK Daun Beluntas (Pluchea Indica L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri, salah satunya bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acne. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dan konsentrasi efektif sediaan gel serum ekstrak etanol Daun Beluntas (Pluchea Indica L) terhadap bakteri Propionibacterium acne. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimental. Ekstrak Daun Beluntas diformulasikan menjadi sediaan gel serum, formulasi dibuat dengan konsentrasi zat aktif yang berbeda yaitu 0,5%, 0,75%, dan 1%, sediaan diuji terhadap bakteri Propionibacterium acne dengan menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan gel serum ekstrak etanol Daun Beluntas dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Hasil penelitian pada uji antibakteri menunjukan bahwa konsentrasi efektif gel serum ekstrak etanol Daun Beluntas terdapat pada F3 konsentrasi ekstrak daun beluntas 1% yang memiliki nilai daya hambat 20. 73 mm. Kata Kunci : Daun beluntas. Pluchea Indica L, uji antibakteri. Propionibacterium acne ABSTRACT Beluntas leaf (Pluchea Indica L) is one of the plants that has antibacterial compounds that can inhibit the growth of bacteria, one of which is the bacteria that causes acne, namely Propionibacterium Acne. The purpose of this study was to determine the activity and effective concentration of the serum gel preparation of Beluntas Leaf (Pluchea Indica L) ethanol extract against propionibacterium acne. The research method used in this research is experimental. Beluntas Leaf Extract was formulated into serum gel preparations, the formulations were made with different concentrations of active substances, namely 0. 5%, 0. 75%, and 1%, the preparations were tested against Propionibacterium Acne bacteria using the well diffusion method. The results showed that the serum gel preparation of Beluntas Leaf ethanol extract could be used as an anti-acne by inhibiting the growth of Propionibacterium acne bacteria. The results of the antibacterial test showed that the effective concentration of the serum gel of the Beluntas Leaf ethanol extract was found in F3, the 1% concentration of the Beluntas leaf extract, which had an inhibitory value of 20. 73 mm. Keywords: Beluntas leaves. Pluchea Indica L, antibacterial test. Propionibacterium acne. PENDAHULUAN Saat ini tingkat polusi udara sangat tinggi sehingga memberikan efek pada tubuh terutama pada kulit, sehingga di masa sekarang kesehatan kulit menjadi hal penting bagi setiap orang, salah satu masalah kesehatan kulit yang menganggu penampilan adalah jerawat (Aqsha et al. , 2. Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang sering terjadi pada usia remaja sampai dewasa dengan ciri-ciri timbulnya komedo, papul, pustule, nodus, dan kista pada daerah wajah, leher, lengan atas, dada dan punggung. Jerawat dapat memberikan efek psikologis yang buruk seperti penilaian dan cara pandang seseorang terhadap kondisi dan situasi seseorang yang mempunyai jerawat (Aqsha et al. , 2. Pada hasil studi menunjukan bahwa 79% sampai 95% semua remaja menganggap jerawat merupakan suatu masalah . afisah, 2. Menurut (Aqsha et al. Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. penggunaan produk anti jerawat berbahan aktif kimia justru memperparah jerawat seperti terjadinya iritasi kulit, dikarenakan adanya kandungan dalam produk yang berbahaya. Menurut (Hafsari et al, 2. bakteri penyebab jerawat adalah Propionibacterium acnes yang ikut berperan dalam pembentukan jerawat. Beluntas (Pluchea Indica L) adalah salah satu tanaman obat yang dapat ditemukan dimanapun, selain itu masih jarang seseorang memanfaatkan Daun Beluntas. Daun Beluntas mempunyai aktivitas antibakteri karena memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, flavonoid, polifenol, tannin, monoterpen, sterol dan kuinon sehingga daun (Sri Widyawati et al. , 2. Pada hasil penelitian (Hafsari et al, 2. Ekstrak etanol daun beluntas konsentrasi 5% dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada jerawat yaitu Propionibacterium Kemudian selanjutnya yang membuktikan aktivitas antibakteri ekstrak etanol Daun Beluntas terbukti pada penelitian (Komala et al. , 2. yaitu sabun wajah ekstrak etanol Daun Beluntas memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 15% dan LDH sebesar 13,5 mm. Selain memiliki aktivitas antibakteri, menurut hasil penelitian (Sri Widyawati et al. , 2. ekstrak Daun Beluntas juga mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi yaitu pada konsentrasi 3. 71 mg/L. Belum adanya penelitian mengenai formulasi dan uji stabilitas fisik sediaan gel serum ekstrak etanol Daun Beluntas, sehingga peneliti ingin melakukan formula gel serum antijerawat karena sediaan gel serum mudah diaplikasikan ke kulit wajah. Selain itu sediaan gel serum mempunyai kelebihan penyebaran dan pelepasan zat aktif yang baik. Penelitian ini dilakukan dengan membuat Formulasi dan menguji aktivitas fisik sediaan gel serum ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea Indica L) terhadap bakteri Propionibacterium acne karena bahan aktif dari ekstrak Daun Beluntas selain memiliki aktivitas antibakteri terhadap jerawat juga memiliki antioksidan bagi wajah. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Mei 2021, bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang. Alat dan Bahan tambahkan gliserin aduk hingga homogen, tambahkan Natrium benzoat aduk hingga homogen, tambahkan Trietanolamin aduk hingga homogen, kemudian tambahan ekstrak daun beluntas sedikit demi sedikit aduk hingga homogen. Uji Aktivitas Antibakteri Brain Heart Infusion (BHI) ditimbang sebanyak yang dibutuhkan dilarutkan dalam aquadestilata kemudian dipanaskan di atas kompor listrik sampai mendidih dan diperoleh larutan jernih. Disterilkan dalam autoklaf pada suhu 121 0C selama 15 menit. Setelah media disterilkan dan didiamkan sampai hangat masukan suspensi bakteri yang telah distandarkan dengan mac farland 0,5. Kemudian masukan 25 ml media ke dalam cawan petri. Setelah media memadat lubangi media agar dengan batang sumuran, masukan masing-masing konsentrasi sesuai formula yang telah ditentukan. Simpan media pada wadah tertutup rapat dan simpan anaerogen pada wadah tersebut. Inkubasi pada suhu 37 o C selama 2 x 24 jam. (Prayoga E, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari uji aktivitas antibakteri sediaan gel serum ekstrak etanol Daun Beluntas (Pluchea Indica L) adalah terbentuknya diameter zona bening disekitar lubang yang merupakan zona hambat pertumbuhan bakteri (Pratiwi. Alat yang digunakan antara lain Rotary evaporator (CECIL), water bath (CECIL), neraca analitik (ADAM SCIENTIFIC), gelas ukur (PYREX), corong, beaker glass (BOMEX), tabung reaksi, cawan porselin, batang pengaduk, mortir dan stemper, viscometer (LAMMYRHEOLOGY), pH meter (ISTEK), obyek glass, aluminium foil, alat maserator, pipet tetes, kompor listrik, cawan petri, lampu spiritus, jarum ose, batang sumuran, autoklaf, inkubator, colony counter. LAF (Laminar Air Flo. Bahan Penelitian yang akan digunakan antara lain daun beluntas (Pluchea Indica L), etanol 96%. Dinatrium EDTA. Metil Paraben. Gliserin. Trietanolamin. Carbomer, parfume. BHI (Brain Heart Infusio. NaCl, macfarland 0,5, dan aquadest. Pembuatan Gel Serum Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica L) Pembuatan gel serum diawali dengan melarutkan ekstrak etanol daun beluntas menggunakan air aquadest secukupnya, melarutkan dinatrium EDTA, melarutkan natrium benzoat, kemudian panaskan air untuk melarutkan carbomer. Setelah air mendidih masukan carbomer ke dalam mortir kemudian ditambahkan 15 ml air panas aduk hingga homogen, tambahkan EDTA yang sudah dilarutkan dengan air aduk hingga homogen. Jurnal Buana Farma Vol. 1 No. Gambar 4. 1 Hasil Uji Antibakteri Dari hasil tersebut dapat diukur diameter yang dibentuk. Hasil pengukuran dapat dilihat pada table 4. Tabel 4. 1 Hasil Uji Antibakteri Formula Rata-rata Diameter Zona Hambat . Keterangan Daya Hambat 0A0. Lemah 53 A 2. Kuat 83 A 6. Kuat 73 A 5. Sangat Kuat 47 A 5. Kuat 34. , 361Ae403. Berdasarkan tabel 4. 1 Hasil zona hambat F0 lemah dengan zona hambat 0 mm atau tidak memiliki aktivitas antibakteri karena tidak terdapat ekstrak pada sediaan. F1 dengan konsentrasi ekstrak daun beluntas 0,5% memiliki nilai zona hambat 11. 53 mm dengan kategori kuat. F2 dengan konsentrasi ekstrak daun beluntas 0,75% memiliki nilai zona hambat 11. 83 mm dengan kategori kuat. F3 dengan konsentrasi ekstrak Daun Beluntas 1% memiliki nilai zona hambat 20. 73 mm dengan kategori sangat kuat dan kontrol memiliki nilai zona hambat 74 mm dengan kategori kuat, namun nilai zona hambat yang dihasilkan F3 lebih besar dibandingkan dengan K . Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak Daun Beluntas yang diberikan maka semakin besar zona hambat yang dihasilkan dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne. Hal ini sesuai dengan penelitian Komala et al. , 2020 bahwa semakin besar konsentrasi interaksi ekstrak yang diberikan maka semakin besar zona hambat yang Menurut Dalimartha, 2008 ekstrak Daun Beluntas memiliki sifat antibakteri karena memiliki kandungan senyawa flavonoid, fenolik, tannin dan Pratiwi S. Mikrobiologi Farmasi. Penerbit Erlangga. Jakarta:188-191. Sri Widyawati. Budianta. Kusuma. , & Wijaya. Difference of solvent polarity to phytochemical content and antioxidant activity of Pluchea indicia less leaves extracts. International Journal of Pharmacognosy and Phytochemical Research, 6. , 850Ae855. Komala. Andini. , & Zahra. uji aktivitas antibakteri sabun wajah ekstrak daun beluntas . luchea indica l. ) terhadap Propionibacterium Fitofarmaka: Jurnal Ilmiah Farmasi, 10. , 12Ae21. https://doi. org/10. 33751/jf. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa sediaan gel serum ekstrak etanol Daun Beluntas dapat digunakan sebagai antijerawat dengan menghambatnya pertumbuhan Propionibacterium acne. Formula sediaan gel serum formula 1 dengan konsentrasi 0,5% dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne sebesar 11,53 mm, formula 2 dengan konsentrasi 0,75% sebesar 11,83 mm, dan formula 3 dengan konsentrasi 1% sebesar 20,73 Saran Perlu dilakukan uji stabilitas pada sediaan dan uji antibakteri dengan penambahan konsentrasi ekstrak etanol Daun Beluntas (Pluchea Indica L). DAFTAR PUSTAKA