Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera Volume. Nomor. Tahun 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 114-120 DOI: https://doi. org/10. 59059/jpmis. Available online at: https://journal. id/index. php/jpmis Edukasi Pola Asuh Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan Balita di Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur Education on Parenting Pattern of Complementary Feeding (MP-ASI) for Infants and Toddlers in Alue Sentang Village. Birem Bayeun District. East Aceh Regency Maya Sari 1*. Elvina Sari 2. Hanafi Nasution 2 STIkes Bustanul Ulum Langsa. Indonesia Alamat: Tualang Teungoh. Langsa Kota. Langsa City. Aceh 24354 Korespodensi email: mayasari16498@gmail. Article History: Received: November 01, 2024 Revised: November 16, 2024 Accepted: Desember 09, 2024 Published : Desember 14, 2024 Keywords: Nutrition. Babies. Toddlers. MP-ASI Abstract: Nutrition is an indicator of the successful growth and development of babies and toddlers. Thus, nutritional needs must be met to achieve this success. Fulfillment of nutrition begins when the baby is in the womb, then exclusive breastfeeding for the first 6 months of life and continued with complementary breastfeeding (MP-ASI). The aim of providing MP-ASI is to maintain the nutritional status of infants and toddlers. By providing proper MP-ASI, the growth and development of babies and toddlers will be optimal. Mothers have an important role in preparing and serving the right MP-ASI for their In particular, the mother's knowledge has a big influence on the mindset and caring attitude towards the success of providing appropriate MP-ASI. (Cindy, 2. The aim of this community service activity is to increase mothers' knowledge about providing complementary breast milk (MP-ASI) in Alue Sentang Village. Kec. Birem Bayeun District. East Aceh. The method used in this activity is the Participatory Action Research (PAR) approach, which is an approach to learning in solving problems and meeting the practical needs of society, as well as the production of knowledge. The results obtained from this activity are an increase in mothers' knowledge about giving complementary foods to breast milk. so that it is hoped that the knowledge gained can be realized in everyday life. Abstrak Gizi merupakan salah satu indikator keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Dengan demikian kebutuhan gizi harus terpenuhi untuk mencapai keberhasilan tersebut. Pemenuhan gizi dimulai sejak bayi di dalam kandungan, kemudian pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Tujuan pemberian MP-ASI adalah mempertahankan status gizi bayi dan balita. Dengan pemberian MP-ASI yang tepat maka pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita menjadi optimal. Ibu mempunyai peranan penting dalam mempersiapkan dan menyajikan MP-ASI yang tepat untuk bayinya. Khususnya pengetahuan ibu memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan sikap kepedulian terhadap keberhasilan pemberian MP-ASI yang tepat. (Cindy, 2. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) di Desa Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan Pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang merupakan pendekatan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan. Hasil yang di peroleh dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian makanan pendamping ASI. sehingga diharapkan dapat direalisasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci : Gizi. Bayi. Balita. MP-ASI PENDAHULUAN Gizi merupakan permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini. Fenomena tantangan masalah gizi diungkapkan oleh Kemenkes RI Edukasi Pola Asuh Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan Balita di Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur 000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang menigindikasikan kekurangan gizi pada ibu saat hamil, 1 dari 5 balita dengan stunting atau anak terlalu pendek untuk usianya, 1 dari 12 anak dengan kondisi wasting atau kurus untuk usianya, 1 juta anak mengalami kegemukan dan 68,6% mendapatkan ASI-Aksklusif. Berikut merupakan grafik tren Malnutrisi anak indonesia Gambar 1. Tren Malnutrisi Anak di Indonesia Sampai saat ini gizi masih menjadi salah satu indikator keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Dengan demikian kebutuhan gizi harus terpenuhi untuk mencapai keberhasilan tersebut. Pemenuhan gizi dimulai sejak bayi di dalam kandungan, kemudian pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian MP-ASI merupakan fase pemberian makanan terpanjang sampai mencapai usia 2 tahun. Yang bertujuan mempertahankan status gizi bayi dan balita setelah selesai tahap ASI Eksklusif. Dengan pemberian MP-ASI yang tepat maka pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita menjadi optimal. Ibu mempunyai peranan penting dalam mempersiapkan dan menyajikan MP-ASI yang tepat untuk bayinya. Khususnya pengetahuan ibu memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan sikap kepedulian terhadap keberhasilan pemberian MP-ASI yang tepat. (Cindy, 2. Salah satu penyebab dari permasalahan tersebut adalah pemberian MP-ASI yang tidak tepat pada bayi seperti ketidaktahuan ibu dalam menyiapkan MP-ASI, pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dengan tahapan usia bayi, kandungan MP-ASI yang tidak diperhatikan serta cara dan waktu yang tepat dalam pemberian MP-ASI. (Cindy, 2. Ibu mempunyai peranan penting dalam mempersiapkan dan menyajikan MP-ASI yang tepat untuk bayinya. Khususnya pengetahuan ibu memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir dan sikap kepedulian terhadap keberhasilan pemberian MP-ASI yang tepat. Pemberian MP-ASI yang tidak tepat akan berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Bayi akan kekurangan gizi, seperti defisiensi besi, angka Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera AeVOLUME. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 114-120 kecukupan gizi tidak sesuai yang diterima dengan tahapan usianya bahkan yang terburuk adalah bayi akan mengalami gizi buruk. Beberapa faktor yang mempengaruhi masalah gizi adalah, faktor ekonomi, sosial budaya, pengetahuan, pendidikan orang tua terutama ibu. (Rismayani, 2023 METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan Pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang merupakan pendekatan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema edukasi pola asuh pemberian MP-ASI pada bayi dan balita diawali dengan melakukan . persiapan berupa menggali informasi tentang ibu hamil, penyiapan materi dan paparan materi . pelaksanaan kegiatan yaitu melaksanakan test awal (Pre tes. yang dilanjutkan dengan pemberian penyuluhan dan tahap akhir melakukan test akhir (Post tes. Evaluasi dan pelaporan kegiatan . Berikut skema metode pengabdian kepada masyarakat. Persiapan Pelaksanaan n Menggali Informasi n Menyiapkan materi n Menyiapkan paparan materi n Test Awal (PreTes ) n Penyuluhan n Test Akhir (Post Tes. Evaluasi dan n Evaluasi n Pelaporan Gambar 2. Skema Metode Pengabdian Kepada Masyarakat HASIL Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang edukasi pola asuh pemberian MP-ASI pada bayi dan balita di Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur yang dilaksanakan secara langsung oleh dosen dan mahasiswa. Sasaran kegiatan ini adalah ibu yang memiliki bayi dan balita di wilayah kerja Desa Alue Sentang. Kegiatan dilaksanakan secara berkelompok sesuai dengan sasaran bayi dan balita. Pelaksanaan kegiatan di mulai pada tanggal 16 s/d 20 Oktober 2024. Kegiatan pengabdian Edukasi Pola Asuh Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada bayi dan Balita di Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain. Persiapan Sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim lakukan persiapan berupa persiapan daftar pertanyaan pre test dan post test, materi penyuluhan, media yang akan digunakan untuk menyampaikan materi penyuluhan, serta persiapan alat bantu dalam penyampaian penyuluhan. Selain itu tim pengabdian kepada masyarakat juga menyampaikan surat izin melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada kepala desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur. Pelaksanaan Sebelum dilakukan penyuluhan tim pengabdian kepada masyarakat memberikan lembar pertanyaan kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita tentang pola asuh pemberian MP-ASI pada bayi dan balita. Selanjutnya adalah memberikan penyuluhan tentang Edukasi pola asuh pemberian MP-ASI kepada bayi dan balita di Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur. Pada kesempatan ini tim pengabdian masyarakat memaparkan materi tentang pola asuh pemberian MP-ASI kepada bayi dan balita, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Gambar 3. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Tabel 1. Distribusi frekuensi (Pre tes. Pengetahuan Ibu tentang Pola Asuh Pemberian MPASI Pada Bayi dan Balita Di Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur Pengetahuan Frekuensi Persentase Baik Cukup Kurang Jumlah Data primer diolah 2024 Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Sejahtera AeVOLUME. NOMOR. TAHUN 2024 e-ISSN : 2963-3877, p-ISSN : 2962-0929. Hal 114-120 Berdasarkan tabel 1. diatas dapat dilihat bahwa dari 12 responden mayoritas berpengetahuan cukup tentang pemberian MP-ASI pada bayi dan balita sebanyak 6 responden . %). Tabel 2. Distribusi frekuensi (Post tes. Pengetahuan Ibu tentang Pola Asuh Pemberian MPASI Pada Bayi dan Balita Di Desa Alue Sentang Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur Pengetahuan Frekuensi Persentase Baik Cukup Kurang Jumlah Data primer diolah 2024 Berdasarkan tabel 2. diatas dapat dilihat bahwa dari 12 responden mayoritas berpengetahuan Baik tentang pemberian MP-ASI pada bayi dan balita sebanyak 8 responden . ,7%). Evaluasi Setelah pemaparan materi dan diskusi selesai kegiatan berikutnya berupa evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan memberikan lembar pertanyaan kembali kepada masyarakat kelompok sasaran tentang pola asuh pemberian MP-ASI pada bayi dan balita. Hal ini dilakukan untuk menilai perubahan pengetahuan ibu tentang pola asuh pemberian MP-ASI pada bayi dan balita. Pada tahap ini evaluasi yang di dapat adalah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan harapan, jadwal yang telah ditetapkan dapat di gunakan dengan maksimal. Hasil yang ingin diperoleh juga sesuai harapan yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang pola asuh pemberian MP-ASI pada bayi dan balita. DISKUSI