Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 EFEKTIVITAS DAUN RAMANIA ASAL KALIMANTAN SELATAN UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH Saftia Aryzki1*. Yugo Susanto2 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin *Email1: saftiaaryzki. h@gmail. Email2: yugo. susanto@gmail. Artikel diterima: 7 Agustus 2019. Disetujui: 19 Oktober 2019 ABSTRAK Ramania atau Gandaria merupakan tanaman rawa yang ada di daerah Kalimantan Selatan dari salah satu keluarga mangga yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat, jenisnya beragam, termasuk ukuran buah, rasa, dan warna. Daun ramania memiliki khasiat untuk menurunkan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi adalah manifestasi dari penyakit diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun ramania sebagai penurun kadar gula darah dengan metode tes toleransi glukosa oral (TTGO). Penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan pre-post test with randomized control group design Tahapan metode penelitian ini dilakukan dengan tahap pendahuluan dan tahap uji aktivitas antidiabetes dengan metode tes toleransi glukosa oral (TTGO) dengan hewan uji tikus jantan galur Sprague Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun ramania (Bouea macrophylla Griffit. dapat menurunkan kadar gula darah mencit putih (Mus muscullu. yang diinduksi aloksan. Dosis yang digunakan pada penelitian ini dosis terendah 0,455 mg/200 kg BB, kelompok perlakuan 2 (P. dengan dosis sedang . osis lazim penggunaa. 0,91 mg/200 g BB, dan kelompok perlakuan 3 (P. dengan dosis tinggi 1,82 mg/200 g BB. Dari ketiga kelompok ini yang mendekati dengan kontrol positif adalah P3 dengan kadar gula darah setelah 14 hari perlakukan secara berturut-turut adalah 77,08 mg/dL dan 77,79 mg/dL. Kata kunci: Ekstrak. Daun Ramania. Antidiabetes ABSTRACT Ramania or Gandaria is a swamp plant in the area of South Kalimantan from one of the mango families that is not cultivated by the community, the types are diverse, including fruit size, flavor, and color. Ramania leaves have properties to reduce blood sugar levels. High blood sugar levels are a manifestation of diabetes mellitus. The purpose of this study was to determine the effectiveness of ramania leaf extract as a decrease in blood sugar levels with the oral glucose tolerance test (TTGO) method. This study was a true experimental with a pre-post test design with randomized control group design. The stages of the research method were carried Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 341 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 out with a preliminary stage and an antidiabetic activity test stage with an oral glucose tolerance test (TTGO) method with Sprague Dawley strain male rats. The results of the research that have been done can be concluded that the extract of ramania leaf (Bouea macrophylla Griffit. can reduce the blood sugar levels of white mice (Mus muscullu. which are induced by alloxan. The dose used in this study was the lowest dose 0. 455 mg / 200 kg body weight, treatment group 2 (P. with moderate dose . sual use dos. 91 mg / 200 g body weight, and treatment group 3 (P. with high dose 1, 82 mg / 200 g BW. Of the three groups approaching positive control. P3 with blood sugar levels after 14 days of treatment was 77. 08 mg / dL and 77. 79 mg / dL, respectively. Keywords: Extract. Ramania Leaves. Antidiabetic PENDAHULUAN Menurut Diabetes Indonesia (Kemenkes, 2. Riskesdas Melitus Penyakit DM dapat diatasi (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena kadar glukosa darah dan mencegah adanya peningkatan kadar glukosa resiko komplikasi. Pengobatan untuk darah di atas nilai normal. Penyebab penderita DM tipe 2 diberikan dengan obat hipoglikemik oral untuk akibat kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif. Menurut International Diabetes Federation Ketidakpuasan . , kasus diabetes melitus di penggunaan obat antidiabetes oral Indonesia menduduki urutan ke-7 menyebabkan masyarakat memilih dengan jumlah penderita diabetes pengobatan tradisional. Pemanfaatan melitus 8,5 juta jiwa. Penderita diabetes melitus di Indonesia tahun pengobatan alternatif bagi penderita 2013 dengan prevalensi tertinggi pada provinsi Yogyakarta . ,6%) Kalimantan digunakan oleh masyarakat untuk Selatan menempati urutan tertinggi mengatasi penyakit diabetes melitus ke-13 . ,4%) dari 33 provinsi di Salah (Bouea Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 342 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 macrophylla Griffit. (Lim, 2012. terkendali sehingga kadar glukosa Mycek et al, 2001. Rachmawati, darah menurun. Aktivitas antioksidan Syah, dkk. , 2. senyawa flavonoid dapat mencegah Ramania dimanfaatkan buah, dan mengurangi penumpukan lemak daun, dan batangnya. Buah ramania di dalam tubuh sehingga mampu berwarna hijau saat masih muda, dan mengobati masalah obesitas yang sering dikonsumsi sebagai rujak atau merupakan faktor penyebab penyakit campuran sambal ramania. Buah DM (Anwar dkk. , 2017. Anjani dkk. kuning, memiliki rasa kecut-manis Berdasarkan dan dapat dimakan langsung. Batang tersebut perlu dikaji lebih dalam lagi ramania dapat digunakan sebagai papan (Harsono, 2. Selama ini, menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan melalui ramania berupa daun ramania masih pengujian efektivitas antidiabetes terbatas yaitu hanya dikonsumsi terhadap pemberian ekstrak daun untuk lalap makanan. Diperlukan ramania sebagai penurun kadar gula darah dengan metode tes toleransi senyawa metabolik sekunder daun glukosa oral (TTGO). ramania untuk mengetahui manfaat lain dari daun ramania (Arwita. METODE PENELITIAN Tahapan Pendahuluan Kandungan metabolit sekunder Pengolahan pada daun tumbuhan ramania yang dengan pengolahan simplisia dari terbesar adalah flavonoid, saponin, (Arwita, ramania yang telah jadi dilakukan Flavonoid skrining fitokimia untuk mengetahui glikolitik dan glikogenik dengan kandungan metabolit sekunder yang menekan jalur glikogenolisis dan ada pada daun ramania. Selanjutnya dilanjutkan proses ekstraksi dengan menyebabkan glukosa darah dapat Simplisia Ekstraksi Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 343 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dilakukan dengan pelarut etanolik ekstrak etanolik daun ramania untuk 97% sehingga didapatkan ekstrak etanolik daun ramania. Kemudian enyawa yang ada pada ekstrak dilakukan skrining fitokimia pada Uji Efektivitas Antidiabetes Adaptasi hewan uji tikus jantan galur Sprague dawley selama 1 minggu Hewan yang tidak sehat dan aktivitas tidak normal di eksklusi Hewan uji dikelompokkan menjadi 5 kelompok Kelompok Kontrol Negatif (K-), Kelompok Kontrol Positif (K ) Kelompok Perlakuan 1 (P. dengan dosis terendah 0,455 mg/200 kg BB Kelompok Perlakuan 2 (P. dengan dosis lazim penggunaan 0,91 mg/200 g Kelompok Perlakuan 3 (P. dengan dosis tinggi 1,82 mg/200 g BB Analisis kadar glukosa darah pre induksi aloksan Analisis kadar glukosa darah post induksi Analisis kadar glukosa darah post perlakukan 14 Data diolah dengan SPSS dan diuji normalitasnya dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk karena n<50 Gambar 1. Diagram Penelitian Penelitian ini termasuk dalam dengan usia 12 minggu dengan berat penelitian true experimental dengan 160-200 gram, sehat, tingkah laku dan aktivitas normal. Hewan uji yang pre-post randomized control group design. Hewan uji yang digunakan adalah Tikus dieksklusi apabila tikus jantan galur Sprague dawley mati selama masa adaptasi dan Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 344 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 contour dari sampel darah vena ekor berat badan sebesar 10% dari awal, tikus tiap 3 hari. Tikus dengan darah dan mengalami perubahan perilaku . enolak makan dan lema. (Devi, glukosa dianggap diabetes dan tikus dengan kadar glukosa lebih rendah lebih dari 200 mg. Selama masa adaptasi, tikus dikeluarkan dari penelitian. Induksi diberikan pakan standar sebanyak 20 aloksan dilakukan selama 1 minggu g/hari (Devi, 2. Sebanyak 30 dan kadar glukosa darah dicek setelah 1 minggu perlakuan (A 2-5 minggu/3 hari pengecekan kadar gula (K-), Setelah A 5 minggu, tikus- (K ), tikus dibunuh dengan memenggal kelompok perlakuan 1 (P. dengan kepala dan segera dibekukan di dosis terendah 0,455 mg/200 kg BB, lemari es sampai sampel dibakar atau kelompok perlakuan 2 (P. dengan dikubur sesuai prosedur (Patterson, . osis penggunaa. 0,91 mg/200 g BB, dan Kelompok kontrol negatif akan kelompok perlakuan 3 (P. dengan diberikan pakan standar dan air dosis tinggi 1,82 mg/200 g BB. Kelima Setelah dilakukan pengambilan darah untuk diadaptasi selama 7 hari. Setelah analisis kadar glukosa darah sebelum melalui masa adaptasi, tikus-tikus pada kelompok perlakuan dengan darahnya guna pemeriksaan kadar cara pemberian ekstrak etanolik daun glukosa darah awal. Setelah malalui ramania pada tikus yang diberikan masa adaptasi akan diberikan pakan melalui sonde 1 kali/hari selama 14 standar, air minum Pada kelompok kontrol negatif ad libitum, dan kontrol positif hanya diberikan pakan standar dan air minum. Setelah Kadar glukosa yang 14 hari, tikus akan diambil darahnya Eksperimen Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 345 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 glukosa darah setelah perlakuan. Universitas Pengambilan darah dilakukan pada Banjarmasin. Kemudian dilakukan determinasi tanaman ramania yang Lambung berpuasa 8 jam. Kadar glukosa darah penelitian ini di Laboratorium Dasar (GOD PAP) (Devi, 2. normalitasnya dengan menggunakan Shapiro-Wilk FMIPA Unlam Banjarbaru yang menunjukkan bahwa tanaman yang Data yang diperoleh akan diuji Mangkurat n<50. digunakan adalah ramania (Bouea macrophylla Griffit. Sampel Apabila didapatkan data terdistribusi Pelaihari Kalimantan Selatan dan diperoleh sampel sebanyak 5 kg. dengan uji paired T test sedangkan Ekstraksi etanol 96% karena etanol adalah normal maka akan diuji dengan uji pelarut universal yang dapat menyari Wilcoxon. Untuk melihat efektifitas senyawa polar, nonpolar dan semi Pada ekstraksi ini dilakukan One Way ANOVA berdistribusi normal, sedangkan bila jumlah senyawa yang tersari didalam data terdistribusi tidak normal maka Dari hasil ekstraksi daun digunakan statistik non parametrik ramania 600 gram diperoleh ekstrak yaitu uji Kruskal Wallis. kental berwarna hijau pekat, sebesar 34,6398 gram . endemen 5,77%) HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Pendahuluan (Aryzki, 2. Pengamatan Tahap awal dari penelitian ekstrak didapatkan hasil adalah membuat surat Keterangan Kelayakan Etik (Ethical Clearanc. coklat tua, berbau khas dan berasa hewan di Komisi Etik Penelitian Penentuan organoleptik ini Kesehatan Fakultas Kedokteran Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 346 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 spesifik yang ditentukan dengan (Kumalasari dkk. , 2. bertujuan untuk pengenalan awal Berdasarkan Kelompok adalah Na-CMC sebanyak 500 mg ditaburkan tipis di atas air panas 100 ekstrak ekstrak etanol daun ramania ml diaduk sampai homogen dan diketahui bahwa didalam ekstrak Sedangkan kelompok positif etanol terdapat senyawa metabolit Glibenklamid 3 mg/kgBB. Semua kelompok hewan uji dinduksi dengan (Aryzki, 2. aloksan 160 mg/kgBB . secara Uji Aktivitas Antidiabetes dengan Metode Tes Toleransi Glukosa dilanjutkan dengan perlakuan hewan Oral (TTGO) uji dari hari ke-1 sampai hari ke-14. Hewan yang digunakan dalam Aloksan ke-0, penelitian ini adalah mencit jantan penginduksi agar keadaan diabetes galur Swiss Webster dengan bobot hewan uji bertahan cukup lama badan 20-30 gram, berumur 2-3 bulan, sehat dan memiliki aktivitas kembali normal dalam waktu cepat Laboratorium Hewan. Sekolah Farmasi. Institut Teknologi Bandung. Pada Penginduksian hewan uji dibagi dalam 5 kelompok secara acak dan dilakukan 5 kali mencapai pangkreas dan merusak sel Sebelum Aloksan pengukuran kadar glukosa darah diinduksikan secara intraperitoneal dikarenakan bersifat diabetonik jika diberikan secara parenteral, baik Tujuannya secara intravena dan intraperitoneal peningkatan kadar glukosa darah (Andriyani dkk. , 2. Parameter Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 347 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 pada tabel dan grafik kontrol negatif kenaikan kadar glukosa darah puasa yang melebihi 150 mg/dL. Pemberian sel-sel kadar terendah artinya Pada memiliki kadar GSH yang paling tinggi yang artinya Glibenklamid mampu memperbaiki keadaan stress oksidatif akibat hiperglikemi. Untuk Keadaan dosis tunggal dan kombinasi juga oksidatif ini dapat ditandai dengan dapat dilihat pada data kadar bahwa rendahnya kadar GSH (Glutatio. baik tunggal maupun kombinasi LPO. mampu memperbaiki keadaan stress Dibuktikan dengan hasil kadar GSH oksidatif (Soemardji dkk. , 2. Kadar Gula Darah . g/dL) Kontrol Positif Kontrol Negatif Pre Induksi Post Induksi Perlakuan 14 hari Gambar 2. Rata-rata kadar glukosa darah tikus Dapat dilihat pada Gambar 2, glibenklamid 3 mg/kgBB pada pre induksi menunjukkan kadar gula Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 348 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 darah 76,44 mg/dL. Kadar gula darah kadar glukosa darah tikus (Tokan, ini masih dalam kadar gula darah Sofia, 2. normal mencit jantan yaitu 71-124 Kelompok mg/dL. Setelah diberikan induksi tidak mengalami menurunan kadar terjadi peningkatan kadar gula darah gula darah karena tidak diberikan menjadi 227,95 mg/dL, kemudian Kelompok Perlakuan 1 menurun pada hari ke-14 menjadi (P. dengan dosis terendah 77,08 mg/dL. Artinya pemberian mg/200 kg BB. Kelompok Perlakuan (P. 0,455 kadar gula darah (Sellamuthu dkk. penggunaan 0,91 mg/200 g BB. Kelompok Perlakuan 3 (P. dengan Glibenklamid merupakan obat . rug Ketiga kelompok ini menurunkan penderita diabetes dan digunakan kadar gula darah pada mencit dengan rata-rata dosis tinggi 1,82 mg/200 g BB. Tabel 1. Dari ketiga kelompok ini model diabetes terinduksi aloksan. positif adalah P3 dengan kadar gula Mekanisme darah setelah 14 hari perlakukan kelenjar pankreas yang masih bisa secara berturut-turut adalah 77,08 mg/dL dan 77,79 mg/dL. Glibenklamid Persentase daya hipoglikemik Adenosine menunjukkan adanya kemampuan Phosphate-sensitive K (Kai. pada untuk menurunkan kadar glukosa membran plasma sehingga terjadi depolarisasi membran. Hal tersebut Semakin menyebabkan kanal Ca terbuka, hipoglikemik maka semakin besar meningkatkan Ca dan terlepasnya pula kemampuan untuk menurunkan (Prasetyo 2. Dapat Pelarut glibenklamid yaitu CMC Na kelompok positif pada Gambar 2 0,5% tidak mempengaruhi perubahan rata-rata Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 349 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 penurunan kadar gula darah yang paling tinggi yaitu sebesar 195,62 %. penurunan kadar gula darah kontrol Dari positif, disusul dengan kelompok P2 %rata-rata penurunan kadar gula sebesar 182,88% dan yang terakhir darah paling tinggi yaitu sebesar kelompok P1 sebesar 60,89%. 187,95% rata-rata Tabel 1. Persen Penurunan Kadar Gula Darah Tikus Kadar Glukosa Darah Tikus ke- . g/dL) Kelompok Rata-rata (%) i Kontrol Positif Kontrol Negatif 178,78 -1,32 201,64 -0,90 195,66 4,48 222,40 -1,00 179,64 7,13 195,62 1,68 16,08 3,48 P1 0,455 mg/kgBB P2 0,910 mg/kgBB P3 1,820 mg/kgBB 78,76 158,89 174,63 41,67 185,08 234,93 46,39 195,77 184,55 51,98 165,25 185,01 85,65 209,42 160,63 60,89 182,88 187,95 17,84 18,77 25,10 Berdasarkan hasil uji SPSS menunjukkan kelompok P1 0,455 gula darah dengan nilai significancy >0,05. mg/kgBB. P2 0,910 mg/kgBB dan 1,820 mg/kgBB significancy>0,. ilai (Bouea bahwa ekstrak etanol daun ramania Griffit. dapat menurunkan kadar dosis tersebut memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah yang muscullu. yang diinduksi aloksan. Glibenklamid 3 mg/kgBB dan dosis Berdasarkan hasil penelitian Tidak KESIMPULAN (Mus UCAPAN TERIMA KASIH Diberikan ISFI Akademi efektif yang digunakan yaitu 500 Farmasi Banjarmasin mg/kgBB . karena pada dosis mendukung penelitian ini, terutama tersebut dapat menurunkan kadar kepada Kementrian Riset. Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dikti yang Saftia Aryzki & Yugo Susanto | 350 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 341-352 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 telah membiayanya penelitian ini . DAFTAR PUSTAKA