Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PERAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE PADA MASA NEW NORMAL SISWA KELAS IV SD PANYABUNGAN TAHUN AJARAN 2020/2021 Oleh: Ilham Sahdi Lubis1*. Kholijah Rahmi2. Sabri3 2, 3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: ilhamsahdilubis@gmail. Received: 31 Agustus 2022 Article history: Revised: 09 September 2022 Accepted: 04 November 2022 Published: 30 November 2022 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui . peran orang tua dalam pembelajaran online , . dampak dari pembelajaran online, dan . hasil belajar siswa selama pembelajaran online di masa new normal siswa kelas IV SD Negeri Panyabungan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . peran orang tua dalam proses pembelajaran online dimasa new normal adalah sebagai guru dan fasilitator, . dampak yang dihadapi oleh orang tua selama pembelajaran online yaitu pembagian waktu untuk membimbing anak-anak kurang efektif dan kurangnya pemahaman orang tua terhadap materi pelajaran, dan . hasil belajar siswa selama pembelajaran online masih banyak memperoleh nilai dibawah KKM. Katakunci: peran orang tua, pembelajaran online, masa new normal Abstract The purpose of this study was to know . the role of parents in online learning, . the impact of online learning, and . student learning outcomes during online learning in the new normal period at fourth grade students at SD Negeri Panyabungan. This research used descriptive qualitative research. Data collection techniques used interviews and documentation. Data analysis consists of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed . the role of parents in the online learning process in the new normal is as a teacher and facilitator, . the impact faced by parents during online learning is the time division to guide children is less effective and parents' lack of understanding of the material lessons, and . student learning outcomes still got scores below the KKM. Keywords: the role of parents, online learning, the new normal PENDAHULUAN Dunia sedang dilanda virus yang berasal dari kota Wuhan (Cin. , virus mematikan menyebar hampir ke seluruh negara di dunia, tercatat yang paling banyak korban meninggal dan juga terinfeksi virus yang dikenal dengan nama corona ini adalah negara Italia. Spanyol. Iran. Amerika dan termasuk juga Indonesia. Pada saat pandemic covid-19 yang melanda dunia menjadikan pola pengajaran yang berubah pula. Pasien covid-19 di Indonesia semakin bertambah dengan diikuti kematian akibat covid- Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. 19 yang meningkat pula, hal ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya pemerintah. Virus corona sulit untuk ditangani sehingga pemerintah harus membentuk sebuah kebijakan yang dapat berpengaruh besar bagi kehidupan bangsa dan Negara. Peran orang tua sangat dibutuhkan guna mendorong dan memotivasi anak-anaknya untuk belajar secara mandiri, sehingga akan mendorong siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya secara online. Bagi orang tua yang terbiasa menggunakan teknologi mungkin tidak menjadi kendala, tetapi bagi orang tua yang awam akan teknologi, online menjadi tantangan tersendiri dalam membimbing anaknya. Pada saat pandemi ini orang tua akan menjadi garda terdepan yang mengawal anak- anaknya tetap belajar di rumah masing- masing. Orang tua harus peduli dalam membimbing tugas-tugas online yang diterima anaknya dan meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya, namun juga ada keluarga yang kurang begitu memperhatikan tugas anaknya dengan alasan kurang mengerti tentang materi pembelajaran anak-anaknya. Ada keluarga yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas-tugas secara online, tetapi tidak sedikit juga ada keluarga yang tidak mampu mendampingi anaknya dalam belajar disebabkan kemampuannya yang gaptek tidak dapat mengikuti teknologi sekarang. Hasil wawancara dengan salah satu orang tua yaitu ibu Diana bahwa beliau tidak dapat menemani anaknya untuk belajar secara online disebabkan AugaptekAy tentang internet, namun beliau selalu memberikan uang untuk keperluan membeli pulsa internet bagi anaknya. Selain itu wawancara dengan ibu sinta, bahwa beliau beralasan tidak dapat mendampingi anaknya belajar disebabkan karena kesibukan bekerja di ladang sehingga tidak dapat mendampingi anaknya setiap saat dalam belajar. Dan wawancara dengan Ibu Sardima beliau dapat menemani anaknya belajar tetapi beliau kurang paham dan mengerti materi pembelajaran anak. (Wawancara, 06 Februari 2. Dari hasil pengamatan dari lingkungan keluarga diatas, menunjukkan banyak faktor yang mempengaruhi peran orang tua dalam proses mendampingi belajar anak-anaknya. Hasil observasi menunjukkan keluarga dengan kondisi kemampuan pendidikan yang memadai cenderung mendukung dan mendampingi belajar siswa di rumah, namun beberapa keluarga yang tidak dapat mendampingi anak-anaknya pada saat belajar. Berdasarkan latar belakang masalah di atas memunculkan ketertarikan peneliti untuk mengkaji penelitian dengan judul peran orang tua dalam pembelajaran online pada masa new normal siswa kelas IV SD Panyabungan Tahun Ajaran 2020/2021. Menurut Michael . pembelajaran online adalah pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan system elektronik atau computer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. Pembelajaran ini merupakan inovasi pendidikan untuk menjawab tantangan adanya wabah pandemi Literatur dalam e-learning mengindikasikan bahwa tidak semua peserta didik akan sukses dalam pembelajaran online. Hal ini dikarenakan faktor lingkungan belajar dan karakteristik peserta (Dewi 2020 :. Lebih lanjut lagi Dabbagh dan Ritland dalam Novita Arnesi dkk . 5: . Kelebihan pembelajaran online yaitu . Waktu belajar lebih singkat . Siswa dapat menambah wawasan tentang belajar online. Sedangkan Kekurangan pembelajaran online: . Menghabiskan banyak internet . Siswa kurang memahami materi . Tugas menumpuk. Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat penulis ambil kesimpulan terkait banyaknya manfaat praktis yang didapatkan dari pembelajaran online. Yaitu : . media dapat membuat materi pembelajaran yang abstrak menjadi lebih konkrit. media juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu. media dapat membantu mengatasi keterbatasan indera manusia. media juga dapat menyajikan objek pelajaran berupa benda atau peristiwa langka dan berbahaya ke dalam kelas. Jadi, dalam penelitian ini adalah penggunakan program pembelajaran berbasis online yang berisikan materi-materi pelajaran di SD yang dilaksanakan oleh guru. Setiap siswa akan diberikan kesempatan untuk aktif dalam pembelajaran, baik untuk bertanya maupun untuk mengakses dan mengunduh materimateri dari berbagai sumber melalui internet. Siswa juga dapat mengerjakan soal-soal yang ada serta dapat melihat hasil dari soal-soal yang telah dikerjakan, untuk setiap siswa mendapatkan soal secara Orangtua merupakan pengertian umum dari ayah ibu kandung. Namun orangtua juga tidak selalu dalam pengertian yang melahirkan. Orangtua juga bisa terdefinisikan terhadap orangtua yang telah memberikan arti kehidupan bagi kita. Namun, ingatlah bahwa orangtua selain yang melahirkan kita. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. juga termasuk orangtua yang telah memelihara kita sedari kecil, menyayangi kita tanpa ada perbedaan, yaitu orangtua asuh atau orangtua angkat. Orang tua adalah penuntun utama untuk anak-anaknya (Helmawati, 2016: . Menurut (Wibowo. orang tua adalah keluarga yang terdiri atas ayah dan ibu yang melahirkan anaknya serta mempunyai kewajiban mengasuh, merawat, dan mendidik anak. Sedang menurut Patmonodewo dalam Dina Novita . 6: . orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Apabila anak telah masuk sekolah, orang tua adalah mitra kerja guru bagi anaknya dan orang tua merupakan guru utama yang menggunakan segala kemampuan mereka, guna keuntungan mereka sendiri, anak-anaknya, serta program yang dijalankan anak itu sendiri. Orang tua, anak dan program sekolah merupakan bagian dari suatu proses membentuk perkembangan anak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa orang tua adalah ayah, ibu atau wali yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik, memperhatikan serta memenuhi kebutuhan anak. Orangtua memiliki pengaruh luas terhadap anak, sikap yang ditampilkan orangtua, corak hubungan yang terjadi antara orang tua-anak, dan minat serta perhatian orangtua terhadap sekolah berpengaruh terhadap prestasi yang ditampilkan oleh anak di sekolah. Peran orang tua bagi anak akan mendorong untuk mengembangkan rasa memiliki, menghargai diri sendiri, dan aman. Menurut pendapat Dwi Sunar dalam Muthmainnah . 2: . Orang tua memiliki peran paling besar untuk mempengaruhi anak pada saat anak peka terhadap pengaruh luar, serta mengajarnya selaras dengan temponya sendiri. Orang tua adalah sosok yang seharusnya paling mengenal kapan dan bagaimana anak belajar sebaikbaiknya. Dalam proses perkembangan anak menurut M Sochib dalam Muthmainnah . 2: . dalam peran orang tua antara lain: . Mendampingi Setiap anak memerlukan perhatian dari orang tuanya . Menjalin komunikasi . Memberikan kesempatan pada anak . Pengawasan mutlak diberikan pada anak agar anak tetap dapat dikontrol dan diarahkan. E) Mendorong atau memberikan motivasi keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan . Mengarahkan Orang tua memiliki posisi strategis dalam membantu agar anak memiliki dan mengembangkan dasar-dasar disiplin diri. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa peran orangtua adalah perilaku yang yang berkenaan dengan orangtua dalam memegang posisi tertentu dalam lembaga keluarga yang didalamnya berfungsi sebagai pengasuh, pembimbing dan pendidik bagi anak. Orang tua yang memiliki sikap kurang/tidak perhatian dengan pendidikan anaknya, misalnya tidak peduli terhadap belajar anak, mengabaikan kepentingan dan kebutuhan anak dalam belajar, waktu belajar yang tidak teratur, minimnya perlengkapan belajar, tidak memantau perkembangan belajar anak sehingga tidak mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar (Slameto, 2010: . Orang tua sebagai guru pertama bagi anak sangat berperan penting. Guru pun juga berperan penting, namun sebagai orang yang selalu dekat dan sering bertemu dengan anak, orang tua harus menyadari peranan pentingnya bagi anak. Orang tua diharapkan memiliki pengetahuan dan mau memahami berbagai hal yang terjadi. Orang tua juga diharapkan selalu ada di samping anak saat diperlukan. Uraian tersebut yang dimaksud dengan perhatian orang tua dalam penelitian ini adalah pemusatan atau konsentrasi perbuatan yanng dilakukan orang tua terhadap anak guna memenuhi kebutuhannya dalam kegiatan belajar agar anak mampu meraih hasil belajar yang optimal. Peran orangtua dalam prestasi belajar anaknya akan membawa dampak yang positif terhadap cara belajar anaknya. Hal ini akan membantu anak untuk belajar menjalani proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dan di rumah. Orangtua yang telah memiliki wawasan serta pengalaman yang cukup akan memberikan tanggung jawab yang tinggi terhadap pendidikan anaknya. Setiap yang dilakukan anak, orang tua perlu memberikan timbak balik. Helmawati . mengemukakan jika anak melakukan kesalahan ia akan mendapatkan hukuman dan jika anak melakukan kebaikan ia akan mendapatkan hadiah . Anak yang berperilaku baik tentu saja berhak mendapatkan ganjaran atas apa yang sudah diusahakannya. Dalam pernyataan oleh Slameto . 0: . penghargaan adalah suatu kebutuhan yang berguna dan dihormati. Penghargaan merupakan kebutuhan dari perhatian, ketenaran, status, dan martabat. Jadi perlu orang tua ketahui yakni penghargaan bukan hanya berupa materi/barang, namun juga bisa berupa pujian. Begitu pula juga hukuman, hukuman tidak harus berupa Sedangkan pada saat anak melakukan suatu kesalahan, kurang bijak jika langsung menghukum Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. tanpa menanyakan alasan anak dibalik melakukan kesalahan tersebut. Helmawati . 4: . membimbing berarti mengatur atau menuntun. Bimbingan dalam pendidikan lebih banyak diarahkan pada pelaksanaan amalan baik anak didik sehari-hari. Menasehati anak berarti memberikan saran dan masukan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan pikiran sehat. Nasehat dapat diberikan saat anak belajar di rumah. Dengan demikian orang tua dapat mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi anak-anak dalam belajarnya. Lalu selanjutnya anak dibantu untuk mengawasi kesulitan yang dia dapat dalam belajar, sehingga anak dapat meningkatkan hasil belajarnya. Slameto . yang mengemukakan pendapatnya yakni untuk bisa mewujudkan agar anak bisa belajar di rumah secara optimal, perlu adanya penciptaan suasana rumah tenang, nyaman, dan tenteram. Indikator perhatian orang tua dalam penelitian ini mengacu pendapat dari Helmawati . 4:66-. adalah: . Pemberian motivasi belajar . Pemberian penghargaan dan hukuman . Pemberian bimbingan dan nasehat dalam belajar . Penciptaan suasana rumah yang tenang, nyaman, dan tenteram. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian Deskriptif. Sedangkan metode yang digunakan penelitian adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah semua orang tua siswa kelas IV SD yang ada di Desa Panyabungan dengan jumlah 10 responden. Objek dalam penelitian ini yaitu untuk melihat sejauh mana peran orang tua dan proses pembelajaran online dimasa pandemi covid 19 pada masa new normal. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar wawancara (Indepth Intervie. terkait dengan peran orang tua dalam pembelajaran online pada masa new normal. Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh kedua pihak, yaitu pewawancara . yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara . yang memberikan jawaban atas pertanyaan. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut: Data Kuisioner dan Dokumentasi. Analisis data kualitatif adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain sehingga mudah dipahami dan tentunya dapat diinformasikan kepada orang lain. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran orangtua dalam proses pembelajaran online pada masa new normal A DATA I Mendampingi anak pada saat pembelajaran online berlangsung Memberikan motivasi kepada anak Dampak nya si anak jadi malas untuk belajar , sehingga hasil belajar si anak jadi menurun Dari data diatas Adapun yang dilakukan orangtua selama pembelajaran online pada masa new normal adalah dengan mendampingi anak saat pembelajaran online berlangsung, tidak hanya itu orangtua juga harus memberi motivasi dan semanagat kepada anak-anaknya agar si anak mmau Sedangkan dampak yang didapat dari pembelajaran online ini ada 2 yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positifnya yaitu sering terjadinya komunikasi dengan guru sehingga menimbulkan wawasan mengenai materi yang akan dipelajari,dan dampak negatifnya yaitu anak menjadi malas dan nakal karna seringnya menggunakan Handphone. Akibatnya hasil belajar si anak A DATA II Mendampingi anak , mengajari anak dan mengawasi anak Dampak yang terjadi pada saat pembelajaran online ini , si anak jadi kecanduan memainkan gadget ( hp ) bukannya buka pelajaran , malah keasyikan main game Akibatnya hasil belajar si anak jadi menurun drastis Dari data diatas adapun yang dilakukan orangtua selama pembelajaran onine pada masa new normal mendampingi,mengajari,serta mengawasi karna si anak sendiri belum paham betul menggunakan gadget (HP) ini. Sedangkan dampak yang didapat dari pembelajaran online ini ada 2 yaitu dampak Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. positif dan dampak negatif. Dampak positifnya si anak bisa membatu pekerjaan rumah sambil belajar, orangtua juga bisa mendampingi dan melihat si anak mampu atau tidak dalam belajar. Sedangkan dampak negatifnya si anak makin kecanduan bermain HP tapi bukan dalam hal belajar, malah main game. Akibatnya hasil belajar si anak jadi menurun drastis. A DATA i Mendampingi anak serta berusaha memahami materi pembelajaran anak Dampak yang terjadi setelah pembelajaran online ini , si anak makin malas untuk belajar , suka main di luar sampai lupa waktu Akibatnya nilai si anak jadi menurun Dari data diatas adapun yang dilakukan orangtua selama pembelajaran online pada masa new normal adalah dengan mendampingi,dan berusaha memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh gurunya melalui WA grup. Dampak yang terjadi pada membelajaran online ini yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positifnya si anak bisa belajar menggunakan HP secara online, sedangkan negatifnya si anak makin malas belajar, suka main diluar sampe lupa waktu, apabila pembelajaran online sedang berlangsung, saya lihat si anak kurang memahami cara pembelajarannya yang biasanya tatap muka sekarang harus daring. Sehingga menyebabkan hasil belajar si anak menurun. A DATA IV Mengawasi dan memberikan motivasi kepada anak Dampak yang terjadi si anak makin suka belajar , karena pembelajaranya melalui online , si anak makin bisa menggunakan gadget setelah adanya pembelajaran online ini , sehingga hasil belajarnya pun meningkat Dari data diatas adapun yang dilakukan orangtua selama pembelajaran online pada masa new normal adalah hanya bisa mengawasi dan meberikan motivasi pada si anak, karena orangtua sendiri masih gaptek,sedangkan yang mampu si anak dalam proses pembelajaran daring ini yaitu kakaknya Dampak yang terjadi selama pembelajaran online ini ada 2 yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positifnya orangtua bisa banyak berkomunikasi dengan guru, anak juga memiliki lebih banyak waktu dirumah bersama keluarga. Dampak negatifnya si anak lebih suka bermain tetapi dengan adanya pembelajaran online ini nilai si anaknya naik karena selalu diawasi pada saat pembelajaran berlangsung. A DATA V Membantu anak memahami materi yang diberikan oleh gurunya Dampak yang terjadi setelah pembelajaran online ini , si anak makin nakal dan makin sering main Akibatnya nilai ataupun hasil belajar si anak jadi menurun Dari data diatas adapun yang dilakukan orangtua selama pembelajaran online pada masa new normal adalah dengan mengawasi serta membantu si anak memahami materi yang diberikan oleh gurunya yang biasanya disekolah diawasi oleh gurunya. Sekarang orangtua sendiri yang harus mengawasi anaknya, jadi orangtua dapat melihat bagaimana perkembangan si anak ketika proes pembelajaran berlangsung. Adapaun damak yang terjadi selama pembelaran online ini ada 2 yaitu dampak positif dan negatif. Dampak positifnya bisa diawasi ketika belajar dan membantu anak memahami materi yang diberikan gurunya. Dampak negatifnya yaitu si anak jadi nakal, susah disuruh belajar, makin sering main game. Intinya lebih mementingkan game daripada belajar sehingga pengetahuan dan hasil belajar si anak jadi menurun. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa peran orangtua sangatlah penting pada saat proses pembelajaran daringsedang berlangsung. Anak-anak juga merasa bosan dengan adanyapembelajaran online atau belajar dari rumah sehingga kebanyakan hasil belajar tiap anak jadi menurun. Dapat disimpulkan juga bahwa respon setiap orangtua ketika anak tidak mau belajar dan merasa bosan berbeda-beda, dan orangtua mempunyai cara yang berbeda-beda untuk membuat anak-anak tetap belajar dan tidak merasa bosan pada saat belajar dari rumah. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Dampak yang terjadi pada pembelajaran online pada masa new normal Faktor-faktor penghambat pelaksaan pembelajaran Online pada masa New Normal menurut . Pemahaman materi oleh orangtua Hasil penelitian di lapangan menunjukkan bahwa pemahaman materi oleh orangtua dalam mendampingi anak belajar dirumah dimasa pandemi ini menjadi kendala dalam pelaksanaannya, ditunjukkan dengan hasil wawancara kepada orangtua yang menyatakan bahwa menyampaikan ilmu kepada anak-anak tidaklah mudah dan membutuhkan latihan khusus. Selama pembelajaran dirumah atau online ini banyak orangtua yang kurang dalam memahami materi yang diberikan oleh pihak sekolah atau guru, orangtua menganggap tugas yang diberikan terlihat sulit sehingga mereka sulit untuk menyampaikan kepada anak dan anak-anak sering bermain, jadi bandel. Jadi saya sendiri selaku orang tua sulit gitu menumbuhkan kembali minat belajarnya . awancara dengan ibu Riza Andriant. Sebagian juga orang tua merasa kesulitan untuk mengajari anak dalam pengiriman tugas-tugas melalui WA, seperti yang dijelaskan oleh ibu Halimahtussakdiah Ausaya rasakan kesulitan itu ketika sedang daring melalui WA, saya jujur masih susah memainkan HP tidak terlalu memahami ataupun tidak bisa menggunakan gadget itu sendiri. Dan ada juga orang tua yang mengatakan bahwa si anak malas dalam mengikuti pelajaran dikarenakan anak keseringan buka gamse di HP. Jadi setelah belajar langusng buka game ( wawancara ibu Hepni Arian. Dan sebagian juga mengatakan bahwasanya media untuk menggunakan pembelajaran online tidak ada, harus minjam sama kakaknya baru bisa mengikuti pembelajaran online, dan uang buat beli kuota juga jadi hambatan . awancara orang tua Nur Ainu. Pemahaman materi yang luas yang dimiliki oleh orangtua sangat bermanfaat dalam membantu anak belajar dirumah. Orangtua membantu anak belajar dirumah berdasarkan kegiatan yang ada disekolah, seperti membacakan buku cerita yang mendidik dan membantu anak mengerjakan tugastugas sekolah. Pembelajaran tidak bisa maksimal jika orangtua belum sepenuhnya memahami materi yang diberikan oleh guru untuk diajarkan kepada anak. Orangtua memiliki kendala kurangnya pemahaman materi juga kendala pedagogi, bentuk kendalanya meliputi belum pernah mendapatkan pelatihan, belum berpengalaman dan belum mendapatkan pendampingan. Kendala yang telah disebutkan terkait kurangnya pemahaman materi oleh orangtua bisa diatasi atau diminimalisir dengan adanya musyawarah antara orangtua dan guru supaya guru bisa memberikan alternatif lain kepada orangtua. Masukan-masukan dari guru sangat bermanfaat untuk mengatasi rasa sulit yang dialami oleh orangtua. Kesulitan dalam menumbuhkan minat belajar anak Orangtua mengalami kendala juga ketika menumbuhkan minat belajar anak selama mendampingi anak belajar dirumah dimasa new normal ini. Hal ini tentu menjadi hambatan yang berarti, mengingat bahwa membangun motivasi anak adalah cara yang ampuh dalam membentuk hasil belajar anak yang Anak ketika mengungkapkan minat secara keselurahan memberikan kekuatan untuk belajar, oleh sebab itu hal pertama yang penting dalam sebuah pembelajaran adalah menumbuhkan minat untuk Minat juga bisa diartikan sebagai suatu kecendurangan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap seseorang, ativitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut disertai dengan perasaan senang. Memperhatikan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan minat anak untuk belajar sangat berperan penting dalam melaksanakan aktivitas belajar di rumah dimasa pandemi covid-19 berbeda dari yang diharapkan. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Anak saya waktunya belajar selalu malas dan banyak alasan seperti mengantuk, pusing, lelah dan masih macam-macam lagi alasannya, namun giliran mainan handphone berhenti tetap nyaman buat mainan yang tidak pentingA. (Menurut wawancara dengan Ibu Hepn. Anak dalam proses pembelajaran di rumah, pastilah mengalami kecemasan, stress, sedih, bosan, jenuh dan perasaan lainnya sehingga menurunkan minat belajar anak. Bagi anak seperti ini disinilah peran orangtua ssangat dibutuhkan agar anak memiliki self-regulating sehingga mampu mengajarkan dirinya dalam upaya memberikan penguatan secara internal. Bila anak telah memulai membangun penguatan didalam dirinya sesuai dengan tugas-tugas pembelajaran yang dijalaninya hal ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi diri anak . Kesulitan dalam mengoperasikan Gadget Orang tua mengalami kendala kesulitan dalam mengoperasikan gadget dalam mendampingi anak belajar dirumah dimasa New Normal. Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa dalam pembelajaran daring, tidak semua orangtua mampu mengoperasikan gadget karena ada beberapa orangtua yang keadaannya masih belum melek teknologi. Mereka berpendapat bahwa hal ini merupakan kendala yang paling sering ditemui. Saya belum punya HP untuk kebutuhan anak belajar secara daring, ketika saat belajar terpaksa HP kakanya dipinjam terlebih dahulu sebelum digunakannya juga untuk belajar daring, sehingga saya juga belum mengerti cara pemakainnyaA. (Kutipan wawancara Ibu Halimatussakdia. Orangtua tidak semuanya didalam pembelajaran daring mampu mengoperasikan gadget, penting untuk diperhatikan bahwa komunikasi antara orangtua dan guru sangat dibutuhkan dalam hal ini guru bisa meminimalkan tingkat kesulitan penggunaan gadget terhadap orangtua yang memiliki keluhan terhadap pengoperasian gadget. Guru bisa memberikan pekerjaan siswa melalui pesan singkat kepada orangtua dan membantu anak untuk menyelesaikannya. Kesabaran orang tua dalam mendampingi anak belajar Orangtua didalam menemani anak belajar dirumah terkadang kurang sabar sangat menemani dan mengajarinya, sehingga muncul kekesalan orangtunya. Memang seharusnya orangtua harus menjadi contoh dalam memberi kesabaran pada anak, hal lain menunjukkan bahwa ternyata orangtua juga sudah merasa jenuh dengan pembelajaran yang dilakukan dirumah. hal itu memicu ketidaksabaran orangtua dalam menemani anak belajar dan bermain. Saya belajar, maka saya langsung memarahinyaA(Menurut ibu Nurm. Kendala terkait jangkauan layanan internet Kepulauan Indonesia yang beragam menyebabkan tidak semua wilayah terjangkau oleh layanan internet dan sebaran jaringan internet yang lambat sewaktu-waktu. Jangkauan layanan internet yang lambat memungkinkan berpengaruh pada kesehatan peserta didik. Orangtua dalam kemampuan memberikan fasilitas pendidikan online juga menjadi kendala lain yang ditemukan, seperti penggunaan jaringan internet yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. ADi tempat saya tinggal hanya beberapa kartu saja yang ada sinyal, itupun kalau hujan anak sedang belajar daringA(Menurut ibu Riz. Dampak yang terjadi pada pembelajaran online pada masa new normal Dampak positif adanya pembelajaran daring bagi anak Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Menurut orang tua dari anak mengatakan bahwa pembelajaran daring dapat: Materi dapat diakses oleh pelajar setiap waktu ketika mereka membutuhkan dengan mempelajari materi maka pelajaran akan mudah dikerjakan. Dengan situasi pandemic covid-19 pembelajaran hanya bisa dilakukan diruangan yang tertutup atau di rumah saja. Materi dapat dipelajari dan dibaca sambil melakukan kegiatan santai. Seperti mendengarkan musik, memakan cemilan bahkan tiduran. Karena dengan bersantai membauat nyaman belajar serta mengurangi kejenuhan ketika belajar di rumah. Karena pembelajaran dengan cara tersebut tidak dapat dilakukan disekolah karena aturan yang terdapat di sekolah. Aman dari bahaya virus corona. Sebab dari semua ini adalah virus corona sehingga kita tidak dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara tatap muka atau di sekolah, karena virus ini sangat cepat penyebarannya melalui manusia ke manusia. Tentu saja dengan pembelajaran online sangat membantu memutuskan rantai penyebaran virus corona. Hal ini dapat berguna untuk kesehatan pelajar dan pengajar, membantu pemerintah dalam mengatasi pandemic dan menjaga agar tidak menularkan kepada keluarga. Dampak Negatif adanya pembelajaran daring bagi anak Dalam pembelajaran daring juga terdapat dampak negatif yaitu: Kejahatan cyber yang dapat menyerang aplikasi-aplikasi pembelajaran daring. Biasanya di internet tiba-tiba muncul video atau gambar tidak senonoh atau ujaran kebencian disertai ancaman. Kegiatan belajar mengajar yang tidak sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka. Pelajar keberatan karena pembelajaran tidak mudah diakses bahkan sulit didapatkan, banyak materi yang kurang dimengerti karena kurangnya penjelasan dari pengajar. Tugas yang menumpuk. Sistem pembelajaran online pada masa new normal tidak bisa memastikan pelajar yang hadir di dalam kelas seperti kelas tatap muka. Jadi, beberapa pengajar memberikan tugas setiap onlinenya. Hasil belajar siswa dengan adanya pembelajaran online pada masa new normal Belajar anak selama satu semester akan di nilai guru melalui sikap anak, keaktifan anak saat pembelajaran, nilai harian, nilai ulangan harian dan nilai ulang akhir semester akan guru kumpulkan lalu diperhitungkan guru untuk mendapatkan hasil akhir. Setelah mendapatkan hasil maka nilai itu guru tulis di dalam raport masing-masing siswa sebagai bentuk hasil belajar anak selama satu semester. Namun dengan adanya pandemic ini, anak hanya akan mendapatkan nilai atau hasil belajar berdasarkan hasil tugas yang telah dikerjakan oleh anak dengan bimbingan dari orang tua dalam mendampingi anakanaknya. Dari hal ini saya akan mencantumkan nilai siswa pada subtema 6 suhu dan kalor dari siswa kelas IV sebagai berikut: Tabel 1. Nilai Harian Siswa Kelas IV SD Nama Siswa KKM Hasil Akhir ABR ABS ASM AAN FFP MATH MCKN SPN Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. RDS Jumlah Rata-rata Sumber: Wawancara Setelah terlihat hasil belajar 17 siswa di atas terdapat 11 anak memenuhi KKM dengan presentase 64,70% , sedangkan anak yang tidak memenuhi KKM terdapat 6 anak dengan presentase 35. Dengan hal ini maka bisa disimpulkan bahwa banyak anak yang masih dibawah KKM dengan menggunakan pembelajaran secara online. Hasil belajar siswa saat pembelajaran online pada masa new normal Dari hasil wawancara terhadap orang tua siswa diperoleh hasil belajar siswa pada subtema 6 suhu dan kalor pada saat pembelajaran online di masa new normal diperoleh presentase nilai di atas KKM sebesar 64,70%, sedangkan anak yang tidak memenuhi KKM terdapat dengan presentase 35. dapat diambil sebangai kesimpulan dalam penelitian ini masih banyak anak yang masih dibawah KKM dengan menggunakan pembelajaran online. Dalam sistem pembelajaran online ini tidak cukup dengan hanya menyiapkan infrastruktur berupa jaringan dan platform aplikasi. Ada tuntutan yang justru lebih sulit dari itu, yaitu kesiapan sumber daya manusdia (SDM) dan para pelajar. Kesiapan SDM dan pelajar ini mutlak diperlukan. Sebab tidak ada gunanya insfrastruktur dan fasilitas baik jika para pengguna seperti SDM seperti guru dan pelajar tidak siap untuk menjalankannya. Oleh karena itu, pihak sekolah di sini perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran online. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simple untuk memudahkan orangtua dalam mengontrol belajar anak di Selain itu, pihak orangtua dan sekolah harus melakukan komunikasi yang efektif dalam bekerja sama membangun kedisiplinan anak belajar di rumah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai peran orang tua dalam proses pembelajaran online pada masa new normal pada siswa kelas IV SD Negeri Panyabungan dapat diambil sebagai kesimpulan sebagai berikut: Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan anak, baik dalam proses pembelajaran anak yakni untuk mendampingi saat belajar, memberikan bimbingan yang ekstra, kemudian memberikan motivasi dan semangat dalam mengikuti pembelajaran online dimasa new normal seperti sekarang ini yang mengharuskan anak belajar di rumah. Jadi, orang tua disini berperan sebagai guru maupun fasilitator untuk anaknya selama kegiatan pembelajaran online. Dampak yang terjadi selama pembelajaran online yaitu kesulitan yang dialami oleh orang tua dalam mengoperasikan media pembelajaran online, dan kurangnya pemahaman pada materi oleh orang tua, kemudian sulitnya orang tua untuk menumbuhkkan minat belajar anak, serta jangkauan layanan Hasil belajar siswa masih banyak yang memperoleh nilai dibawah KKM, dari 17 sampel yang peneliti tentukan, ada 6 siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM. DAFTAR PUSTAKA