Kawul Journal for Community Development Vol. 1 No. DOI: 10. PEMBERDAYAAN KAMPUNG QURAoANI MELALUI PROGRAM PEWARISAN SANAD QIRAAoATI DI DESA BODAS KECAMATAN KANDANGSERANG KABUPATEN PEKALONGAN Fatwa Hakim1. Khamidul Lafafi2. Irfan Bagus Permana3. Istikharoh4. Deliya5. Dewi Loista Vitara6. Silva Nur Fitriani7. Eka Risqiyani8. Eni Zida Lestari9. Amaniya Daniyah10. Noverina Afra Nurdini11. Ulya Musyarafah12 Affiliasi: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid Corresponding Author Email : kkndesabodas77@gmail. Abstract Empowering the Qurani Village through the Sanad Qiraati Inheritance program is a strategic effort to maintain and develop the quality of Al-Qur'an reading at the local community level. This program aims to ensure the preservation of authentic qira'at traditions by transmitting the knowledge of reading the Qur'an from generation to generation through a trusted chain of sanad. In the context of rapid globalization and modernization, the challenge of maintaining the purity of Al-Qur'an reading is increasing, while the need to strengthen people's understanding of religion and religious identity remains crucial. The Sanad Qiraati Inheritance Program in Kampung Qurani is designed to overcome these challenges by providing intensive training for teachers and the local community, as well as developing a structured curriculum to deepen the science of qira'at. Through this approach, this program aims to improve AlQur'an reading skills, strengthen community ties, and encourage the formation of a society that is more aware of Qur'anic values in everyday life. Initial results from program implementation show significant improvements in the understanding and quality of Al-Qur'an reading in the Qurani Village, as well as strengthening the community's commitment to religious education. Thus, the Sanad Qiraati Inheritance program not only functions as a means of preserving traditions, but also as a driver of sustainable social and spiritual empowerment at the local level. Keywords : Qiraati Sanad Transmission. Qur'anic Village Empowerment. Quality of Qur'an Recitation Abstrak Pemberdayaan Kampung Qurani melalui program Pewarisan Sanad Qiraati merupakan upaya strategis untuk menjaga dan mengembangkan kualitas bacaan Al-Qur'an di tingkat komunitas lokal. Program ini bertujuan untuk memastikan kelestarian tradisi qira'at yang sahih dengan mentransmisikan ilmu membaca Al-Qur'an dari generasi ke generasi melalui rantai sanad yang Dalam konteks globalisasi dan modernisasi yang pesat, tantangan untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an semakin besar, sementara kebutuhan untuk memperkuat pemahaman agama dan identitas keagamaan masyarakat tetap krusial. Kawulo: Journal for Community Development Vol. 1 No. Program Pewarisan Sanad Qiraati di Kampung Qurani dirancang untuk mengatasi tantangan tersebut dengan menyediakan pelatihan intensif bagi pengajar dan masyarakat setempat, serta menyusun kurikulum yang terstruktur untuk mendalami ilmu qira'at. Melalui pendekatan ini, program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur'an, memperkuat ikatan komunitas, dan mendorong pembentukan masyarakat yang lebih sadar akan nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan sehari-hari. Hasil awal dari implementasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kualitas bacaan Al-Qur'an di Kampung Qurani, serta penguatan komitmen komunitas terhadap pendidikan agama. Dengan demikian, program Pewarisan Sanad Qiraati tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai pendorong pemberdayaan sosial dan spiritual yang berkelanjutan di tingkat lokal. Kata Kunci : Pewarisan Sanad Qiraati. Pemberdayaan Kampung Qurani. Kualitas Bacaan Al-Qur'an Pendahuluan Dalam era globalisasi dan modernisasi yang pesat, pelestarian dan pengembangan warisan budaya serta keagamaan menjadi semakin penting, terutama dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai spiritual di tingkat komunitas lokal. Salah satu aspek yang memerlukan perhatian khusus adalah penguatan pemahaman dan pengamalan ajaran AlQurAoan. Kampung Qurani sebagai komunitas berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi pembelajaran Al-QurAoan, namun di sisi lain juga menghadapi tantangan berupa perubahan sosial, menurunnya kualitas bacaan, serta lemahnya sistem transmisi keilmuan yang berkelanjutan. Program Pewarisan Sanad Qiraati hadir sebagai salah satu upaya dalam menjawab tantangan Sanad qiraati merupakan rantai transmisi keilmuan membaca Al-QurAoan yang sahih dan terjaga dari generasi ke generasi. Melalui program ini, tidak hanya kualitas bacaan AlQurAoan yang dipertahankan, tetapi juga terjadi penguatan kapasitas individu, peningkatan pemahaman keagamaan, serta penguatan ikatan sosial dalam komunitas. Dengan demikian, program ini memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai QurAoani. Secara konseptual, pewarisan sanad qiraati berperan penting dalam melestarikan tradisi qiraAoat sebagai bagian dari warisan keagamaan. Selain menjamin keakuratan bacaan, program ini juga relevan dalam menghadapi tantangan era digital yang cenderung mendorong pembelajaran instan tanpa validasi keilmuan yang kuat. Oleh karena itu, penguatan sistem sanad menjadi penting dalam menjaga otoritas dan kualitas pembelajaran Al-QurAoan di masyarakat. Kawulo: Journal for Community Development Vol. 1 No. Namun demikian, kajian mengenai implementasi program pewarisan sanad qiraati dalam konteks pemberdayaan komunitas, khususnya di tingkat Kampung Qurani, masih relatif Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada aspek pembelajaran AlQurAoan secara umum atau metode baca tulis Al-QurAoan, tanpa secara spesifik mengkaji peran sanad sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan penguatan komunitas. Hal ini menunjukkan adanya gap penelitian, yaitu kurangnya kajian yang mengintegrasikan aspek transmisi keilmuan . dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas Berdasarkan gap tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan manfaat Program Pewarisan Sanad Qiraati dalam pemberdayaan Kampung Qurani. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian tentang pendidikan AlQurAoan berbasis komunitas, sekaligus menawarkan model pemberdayaan yang berorientasi pada pelestarian tradisi keilmuan Islam secara berkelanjutan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam proses pemberdayaan Kampung QurAoani melalui Program Pewarisan Sanad Qiraati, termasuk dinamika, pengalaman, serta makna yang dirasakan oleh para pelaku program dalam konteks nyata. Desain studi kasus memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi fenomena secara komprehensif dalam satu setting tertentu, yaitu Kampung QurAoani, sehingga diperoleh gambaran utuh mengenai implementasi program pewarisan sanad, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap penguatan kapasitas individu dan komunitas. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui beberapa teknik utama, yaitu: Wawancara mendalam, dilakukan dengan pengurus Kampung QurAoani, pengajar . stadz/ustadza. , serta peserta program untuk menggali pengalaman, persepsi, dan kendala dalam pelaksanaan pewarisan sanad. Kawulo: Journal for Community Development Vol. 1 No. Focus Group Discussion (FGD), melibatkan peserta dan pemangku kepentingan guna memperoleh pandangan kolektif terkait efektivitas program serta peluang pengembangannya. Observasi partisipatif, dilakukan untuk mengamati secara langsung proses pembelajaran, interaksi sosial, serta praktik pewarisan sanad di lapangan. Dokumentasi, berupa catatan kegiatan, arsip program, serta data visual yang mendukung analisis penelitian. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan teknik analisis tematik, melalui tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Proses ini bertujuan untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan implementasi program, bentuk pemberdayaan yang terjadi, serta dampaknya terhadap komunitas. Hasil dan Pembahasan Peningkatan Kualitas Pendidikan Al-Qur'an Penerapan sistem pewarisan sanad di kampung Qur'ani telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pendidikan Al-Qur'an. Data dari survei menunjukkan bahwa 85% peserta melaporkan peningkatan dalam hafalan dan pemahaman Al-Qur'an setelah mengikuti program pewarisan sanad. Hal ini konsisten dengan temuan dari penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pendekatan tradisional dalam pendidikan Al-Qur'an dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (Al-Jabri, 2. Metode pewarisan sanad, yang melibatkan pembelajaran langsung dari para ahli qiraat, memberikan pengalaman pendidikan yang lebih mendalam dan otentik. Penggunaan teknologi dalam mendukung proses pembelajaran juga berkontribusi pada peningkatan efektivitas program, seperti yang ditunjukkan oleh studi oleh Rahman et al. yang menilai manfaat teknologi dalam pendidikan agama. Tantangan dalam Implementasi Tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan sistem pewarisan sanad termasuk keterbatasan jumlah menyelenggarakan kelas dengan frekuensi yang diinginkan. Beberapa peserta mengalami Kawulo: Journal for Community Development Vol. 1 No. kesulitan dalam mengikuti standar yang diharapkan, yang mencerminkan temuan dari studi oleh Yusuf . mengenai kesulitan dalam penerapan metode tradisional dalam konteks Selain itu, masalah teknis dan aksesibilitas teknologi juga menjadi kendala, seperti yang diungkapkan oleh studi oleh Sari & Indrawan . Meski teknologi dapat mendukung proses pembelajaran, ketidakmerataan akses internet dan keterbatasan keterampilan teknis di antara peserta masih menjadi tantangan yang signifikan. Persepsi Masyarakat Persepsi masyarakat kampung Qur'ani terhadap program pewarisan sanad umumnya Program ini dianggap sebagai usaha penting dalam melestarikan tradisi dan memperkuat identitas komunitas. Data menunjukkan bahwa 78% responden merasa bahwa program ini mempererat hubungan sosial di komunitas mereka. Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh Abdullah . yang menilai dampak sosial dari program pendidikan berbasis Namun, ada beberapa skeptisisme terkait relevansi metode tradisional. Beberapa anggota masyarakat merasa bahwa program perlu disesuaikan dengan pendekatan pendidikan kontemporer agar lebih relevan untuk generasi muda. Hal ini didukung oleh temuan dari Hadad . yang menekankan perlunya adaptasi metode tradisional dalam konteks perubahan sosial dan teknologi. Peran Teknologi Teknologi telah memperkuat efektivitas pewarisan sanad dengan memungkinkan akses yang lebih luas ke materi pembelajaran dan bimbingan. Penggunaan aplikasi mobile dan platform online untuk diskusi dan tanya jawab telah membantu peserta dalam proses belajar Temuan ini sejalan dengan studi oleh Farid & Zainal . yang menunjukkan bahwa teknologi digital dapat meningkatkan akses dan efektivitas pendidikan agama. Namun, masalah seperti akses internet yang tidak merata dan kurangnya keterampilan teknis di kalangan peserta masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, penting untuk memastikan Kawulo: Journal for Community Development Vol. 1 No. bahwa semua peserta memiliki akses yang memadai dan dapat memanfaatkan teknologi secara efektif, seperti yang diungkapkan oleh penelitian oleh Kurniawan . Strategi untuk Meningkatkan Partisipasi Untuk meningkatkan partisipasi, penting untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Program sosialisasi dan promosi yang efektif dapat meningkatkan kesadaran dan minat terhadap pewarisan sanad. Hal ini didukung oleh studi oleh Syafii & Widiastuti . , yang menunjukkan bahwa keterlibatan komunitas dan promosi yang efektif dapat meningkatkan keberhasilan program berbasis komunitas. Selain itu, pelatihan bagi pengajar dan peserta tentang manfaat dan teknik pewarisan sanad juga penting untuk mengatasi kekurangan pemahaman dan keterampilan. Ini dapat membantu dalam meningkatkan keterlibatan dan partisipasi di masa depan. REFERENCE