SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Januari-Juni 2023 KELOMPOK USAHA BERSAMA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DITINJAU DENGAN FILSAFAT KRITISISME IMMANUEL KANT Nursari Sugiastuti, . Ahmad Fauzi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sarisugiastuti@gmail. Abstrak Kemiskinan merupakan isu permasalahan negara berkembang termasuk Indonesia. Jumlah peduduk miskin pasca pandemi covid 19 mengalami peningkatan, demikian juga di Kabupaten Temanggung. Dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Kabupaten Temanggung melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui KUBE dari KPM PKH. Diharapkan dengan program KUBE ini mereka dapat mengembangkan potensinya dan dapat mandiri sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya, yang pada akhirnya dapat keluar dari kemiskinan. Metode penelitian yang dilakukan untuk meneliti KUBE adalah kualitatif, tekhnik pencarian data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jenis data primer dan sekunder, adapun proses analisis data adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tulisan ini mencoba meninjau Program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE dengan Filsafat Kritisisme Immanuel Kant yang mensintesakan antara Filsafat Rasionalisme yang pengetahuan . yaitu teori-teori dari para ahli tentang Kemiskinan, pemberdayaan masyarakat dan KUBE dengan Filsafat Empirisme yang mengutamakan pengalaman . yaitu pengalaman-pengalaman para pelaku KUBE di lapangan baik dari anggota, pengurus, pendamping sosial, dan lainnya. Berdasarkan penggabungan atau sintesa kedua hal ini akan muncul hal-hal baru yang bisa menjadi saran masukan dalam pemberdayaan masyarakat sehingga dapat lebih mengoptimalkan pelaksanaan program KUBE. Kata kunci: Kemiskinan. Pemberdayaan Masyarakat. KUBE. Filsafat Kritisisme. Abstract Poverty is an issue in developing countries including Indonesia. The number of poor people after the covid-19 pandemic has increased, as well as in Temanggung Regency. Central Java Province. In an effort to reduce poverty. Temanggung regency conduct community empowerment activirties through KUBE from KPM PKH. It is hoped that with this KUBE program they will be able to develop their potential and become independent so that they can improve their welfare, which in the end can get out of poverty. The research method used to examine KUBE is qualitative, data search techniques are by interviewes, observation, and documentation, with primary and secondary data types, while the data analysis process is by data reduction, data presentation and drawing conclusions. This paper tries to review the community empowerment program through KUBE with Immanuel KantAos Critical Philosophy which synthesizes between rationalism philosophy which prioritizes knowledge . , namely theories from experts on Poverrty. Community empowerment and KUBE with empirical philosophy which prioritises experience . Namely the experiences of KUBE actors in the field from members, admintrators, social assistants, and others. Based on the merging or synthesis of these two things, new things will emerge which can become input suggestions in community empowerment so that the KUBE program can be optimezed further. Keywords: Poverty. Community Empowerment. KUBE. Critical Philosophy. PENDAHULUAN Sustainable Development Goals adalah Millenium Development Goals. Keduanya Diterbitkan oleh FISIP UMC merupakan dokumen hasil kesepakatan dunia, dan sama-sama mengusung no poverty . anpa kemiskina. pada salah satu goals nya. Indonesia selaku Negara SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 anggota PBB juga turut serta dalam deklarasi ini, dan menindaklanjutinya Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Isu kemiskinan masih menjadi negara-negara berkembang, demikian pula dengan Indonesia. Bagi Indonesia sendiri, kemiskinan masih merupakan persoalan yang menjadi beban berat, terutama dikaitkan dengan isu kesenjangan yang semakin melebar antara si kaya dan si Angka kemiskinan Nasional tahun 2021 adalah 9,78%. Provinsi Jawa Tengah mempunyai angka yang lebih 11,79% Kabupaten Temanggung 10,17%. Angka ini naik dibanding tahun 2020 yang hanya 9,96%, yang artinya penduduk miskin di Kabupaten Temanggung disebabkan efek pandemi covid 19. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Temanggung cenderung mengalami kenaikan selama rentang waktu tahun 2018-2020, sebagaimana terlihat pada tabel : Tabel 1 Perkembangan Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Temanggung 2016-2021 Tahun Jumlah Prosentase 11,46 9,87 9,42 9,96 10,17 Sumber: LP2KD Kabupaten Temanggung 2021 Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa Kabupaten Temanggung selama 2 tahun yaitu dari tahun 2019 sampai 2021 jumlahnya 530 orang. Hal ini salah Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 satunya adalah dampak dari Pandemi Banyak Program/kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, salah satunya melalui Bantuan Sosial (Banso. Akhir-akhir ini banyak sekali Program Bansos yang dilaksanakan oleh Pemerintah. Baik itu Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi. Pemerintah Kabupaten, maupun Pemerintah Desa. Misalnya Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan Langsung Tunai Bahan Bakar Minyak (BLT BBM). Bantuan Kartu Jawa Tengah Sejahtera (KJS). Bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS). Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT). Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD), dan lainnya. Program ini merupakan program jangka pendek, maksudnya bantuan yang diberikan akan habis dalam waktu singkat karena sifatnya konsumtif, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan dan kebutuhan konsumtif lainnya. Hal ini tidak akan mengubah masyarakat yang menerima bantuan menjadi lebih AuberdayaAy dan mampu mengembangkan potensi dirinya. Kondisi mereka akan relatif sama, bahkan ada kecenderungan merasa aman karena ada di zona nyaman sebagai penerima bantuan rutin per Sehingga apabila tidak menerima bantuan di suatu waktu akan menimbulkan gelombang pengaduan yang banyak di Dinas Sosial. Agar mereka dapat meningkatkan potensinya, bisa berkembang menjadi lebih sejahtera maka harus bisa berdiri sendiri atau mandiri mengembangkan Diperlukan program selain Bansos atau BLT, yaitu program yang bisa membuat mereka mejadi berdaya potensinya yang pada akhirnya dapat Diharapkan pada jangka panjang mereka . SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 akan dapat hidup sejahtera dan terlepas dari kemiskinannya. Program masyarakat dirasa tepat untuk dapat dan mengembangkan potensi, dengan pemberdayaan maka akan bisa berdiri sendiri mampu megembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga sehingga tidak menggantungkan pada bantuan. Salah satu upaya pemberdayaan yaitu melalui kelompok Usaha Bersama (KUBE), dengan adanya kelompok maka akan saling dukung dan bekerjasama guna mencapai tujuan, yaitu tujuan untuk mandiri dan meningkatkan Maksud dan Tujuan Maksud dari tulisan ini adalah untuk mendapatkan analisis tentang Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat Percepatan Program Penanggulangan Kemiskinan kabupaten Temanggung di tinjau dari filsafat kritisisme. Tujuan dari tulisan ini adalah: Membuat analisis dengan tinjauan secara rasio tentang pemberdayaan masyarakat miskin melalui KUBE. Membuat analisis dengan tinjauan secara empiris tentang pemberdayaan masyarakat miskin melalui KUBE Memadukan tinjauan secara rasio dan empiris tentang pemberdayaan masyarakat miskin melalui KUBE. Rumusan Masalah Rumusan masalahnya adalah: Bagaimana tentang Kelompok Usaha Bersama sebagai upaya pemberdayaan apabila ditinjau dengan Filsafat Kritisisme Immanuel Kant ? METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan Penelitian Kualitatif, yang mendeskripsikan dan menganalisa KUBE sebagai wadah masyarakat miskin dalam Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 pemberdayaan bagi diri dan kelompoknya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan analisa mendalam tentang KUBE tersebut apabila ditinjau dengan Filsafat kritisisme Immanuel Kant. Teknik dengan melakukan hal-hal sebagai Wawancara yang dilakukan dengan para pelaku KUBE di lapangan, yaitu Perangkat Daerah Dinas Sosial, anggota KUBE, pengurus KUBE. Sekretariat PKH tingkat Kabupaten, (PPKH TKSK), desa/kelurahan. Pengamatan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi KUBE. Lokasi pengamatan adalah Dinas Sosial Kabupaten Temanggung. Desa wilayah KUBE berada, dan di lokasi usaha KUBE. Dokumentasi berupa pencarian data terkait penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan KUBE. Data ini diperoleh dari BPS. Dinas Sosial. Bappeda, dan Sekretariat PKH Kabupaten Temanggung. Adapun jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, yaitu data dari hasil observasi dan wawancara, serta data yang diperoleh dari data hasil olahan BPS. Bappeda, sekretariat PKH, dan dari Dinas Sosial Kabupaten Temanggung. Proses analisis data yang dilakukan penelitian ini menggunakan tiga langkah yaitu : Reduksi Data (Data Reductio. Data yang diperoleh dilapangan mengenai KUBE sebagai kelompok usaha dari KPM PKH dengan wawancara, observasi dan dokumentasi akan dipilih dan difokuskan pada hal- hal yang berkaitan dengan pemberdayaan . SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 masyarakat untuk penanggulangan Peyajian Data (Display Dat. Setelah data direduksi kemudian tahap selanjutnya adalah display data atau penyajian data yaitu data KUBE masyarakat untuk penanggulangan Kabupaten Temanggung. Penarikan kesimpulan (Conclusing Drawing Verificatio. ,dari KUBE sebagai upaya pemberdayaan masyarakat untuk penanggulangan kemiskinan yang disajikan, dianalisis dan ditarik suatu kesimpulan. PEMBAHASAN Kemiskinan Kemiskinan disebabkan satu hal saja. Mengutip Edi Suharto dalam Buku Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat, kemiskinan bersifat multidimensional yang disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan . 4:131. Faktor penyebab kemiskinan antara lain: SDM rendah Motivasi rendah Pandangan dalam hubungan Lapangan kerja terbatas Tidak kreatif Sebagaimana telah diulas di depan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Temanggung pandemi covid 19. Penduduk miskin berada pada tingkat kesejahteraan rendah, mereka mendapat program mendapatkan PKH dan BPNT. Jumlah penerima KUBE Perlu diupayakan agar mereka bisa sehingga bisa berkembang dan menjadi lebih sejahtera, sehingga tidak memerlukan jaminan sosial secara berkelanjutan. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan memiliki makna menentukan masa depan mereka (Saparjan. Suyanto Sedangkan Eddy Papilaya yang Zubaedi . mengatakan bahwa pemberdayaan kemampuan masyarakat dengan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki serta berupaya untuk mengembangkan potensi itu Pemberdayaan merupakan kegiatan yang berproses karena dalam pelaksanaannya harus hingga mencapi kemandirian. Ambar Teguh Sylistyani . pemberdayaan adalah meliputi tiga hal, yaitu pengembangan . , memperkuat potensi atau daya . Dari beberapa pedapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk mengubah kondisi suatu masyarakat menjadi berdaya, melalui dimilikinya sehingga mereka bisa menjadi mandiri. Kelompok Usaha Bersama yang selanjutnya disebut KUBE adalah Aukelompok keluarga miskin yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan usaha ekonomi produktif untuk meningkatkan pendapatan keluargaAy (Permensos No. 2 Tahun 2. KUBE dalam tulisan ini dibatasi pada KUBE KPM PKH. KUBE dibentuk dengan membuat kelompok dari mereka yang punya latar belakang sama, yaitu sesama anggota . SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 KPM PKH. KUBE selaku lembaga mikro yang bergerak di bidang potensi-potensi dagang, membuat makanan ringan, beternak, dan lainnya. Pada tahun 2022 Dinas Sosial Kabupaten Temanggung memberikan Bimbingan Tekhnis pada KUBE sejumlah 257 dengan rincian, 240 dari APBD II, 12 dari Queensland, dan 5 dari APBD I. KUBE ini mendapatkan mengembangkan usahanya. Bantuan stimulant tersebut berkisar antara Rp. 000,- sampai dengan Rp. 000,-. Diharapkan dengan bantuan stimulant tersebut usaha mereka dapat lebih berkembang dan dapat meningkatkan kesejahteraan Guna kelancaran kegiatan Kelompok PKH termasuk didalamnya KUBE, pendamping sosial yaitu dari unsur Pendamping Program Keluarga Harapan (PPKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKSK). Jumlah PPKH di Kabupaten Temanggung adalah 101 orang, dan jumlah TKSK adalah 20 orang. Hubungan Kemiskinan. Pemberdayaan Masyarakat. Kelompok Usaha Bersama Kemiskinan disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM, motivasi berusaha rendah, lapangan kerja terbatas kurangnya kreatifitas. Berbagai penanggulangan kemiskinan yang telah di laksanakan dan di pasca pandemi covid 19 sampai sekarang banyak sekali digelontorkan Bansos / BLT dengan tujuan meringankan beban masyarakat yang tingkat Perlu adanya upaya lain selain pemberian Bantuan Sosial Bantuan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 Langsung Tunai, karena sifatnya hanya konsumtif, berjangka pendek dan cenderung membuat mental menunggu pembagian Bansos/BLT. Perlu pemberdayaan masyarakat karena dengan pemberdayaan masyarakat maka seseorang diupayakan untuk dapat menggali potensi dirinya kemudian mengembangkan potensi yang dimilikinya . Pemberdayaan ini akan lebih efektif ketika dilaksanakan secara bersama dalam kelompok, sehingga ada perasaan senasib sepenanggungan, saling menguatkan, saling transfer pengetahuan dan lainnya yang pada akhirnya akan Kebersamaan ini dapat menjadi salah satu modal dalam menjalankan usaha KUBE merupakan kelompok yang menjadi sarana pemberdayaan masyarakat miskin. Anggotanya memiliki potensi yang sama, dan melalui kelompok tersebut mereka mengembangkan potensi yag mereka miliki secara bersama-sama dalam suatu jenis usaha ekonomi produktif. Kabupaten Temanggung melaksanakan Program kegiatan Pemberdayaan dengan KUBE pada KPM PKH. KPM PKH ini adalah masyarakat miskin yang mempunyai Diharapkan pemberdayaan melalui KUBE mereka akan dapat meningkatkan potensinya dan pada akhirnya dapat mandiri dan meningkat kesejahterannya sehinga bisa AugraduasiAy. Tujuan pemberdayaan pada KPM PKH melalui KUBE ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, mereka Analisis KUBE sebagai upaya pemberdayaan masyarakat SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 Percepatan Program Penanggulangan Kemiskinan perspektif Filsafat Kritisisme Immanuel Kant. Aliran Filsafat pada periode filsafat modern diantaranya adalah Filasafat Rasionalisme memiliki epistemologi pemahaman yang bertolak belakang. Rasionalisme diperoleh dari a priori yang ada pada rasio, dengan kata lain rasionalisme membenarkan pengetahuan yang berasal dari akal pikiran. Sedangkan Empirisme mengakui pengetahuan diperoleh dari a posteriori atau Kemudian muncul Filsafat Kritisisme yang dicetuskan Immanuel Kant mensintesakan antara unsur a priori dan a posteriori tersebut. Menurut Kant sama-sama mempunyai unsur kebenaran, karena saling melengkapi satu sama lain. Filsafat Kritisisme Immanuel Kant spesifikasi yakni objek yang yang diketahui, subjek yang mengetahui, dan proses bagaimana subjek berhubungan dengan subjek. Apabila KUBE sebagai upaya pemberdayaan untuk membantu Percepatan Program Penanggulangan Kemiskinan di tinjau dari filsafat Immanuel Kant, maka hasilnya adalah sebagai berikut: Objek pengenalan adalah Subjek bukan Objek. Subjek disini adalah Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bukan Penanggulangan Kemiskinan. Penanggulangan adalah hal yang ingin dicapai pemberdayaan masyarakat dengan melalui KUBE. Pada tulisan ini masyarakat dengan kesejahteraan membentuk KUBE adalah KPM Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 PKH. Pemberdayaan masyarakat KUBE merupakan salah satu bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat UBE merupakan wadah bagi KPM PKH yang mengikat mereka dalam kesatuan kelompok Masing-masing KUBE di Kabupaten Temanggung terdiri dari 10 sampai dengan 20 orang sekretaris, dan bendahara. KUBE produktif sesuai potensi anggota kelompoknya, mereka menentukan jenis usaha berdasar musyawarah diantara mereka. Pemerintah KUBE melalui para pendamping sosial, yaitu PPKH dan TKSK untuk tingkat desa dan kecamatan. Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial di tingkat Kabupaten. Keterbatasan kemampuan rasio untuk mengetahui realitas atau hakikat sesuatu. Teori pemberdayaan masyarakat memang konsepnya bagus dan masuk akal, secara rasio atau a priori KUBE sebagai upaya pemberdayaan masyarakat apabila di laksanakan maka hasilnya akan baik, dalam arti para anggota akan jangka panjang diharapkan dapat keluar dari kemiskinan. Akan KUBE tidak hanya berpedoman pada teori yang ada saja, akan tetapi juga perlu berkaca pada pengalaman yang ada, karena KUBE yang merupakan program turunan dari Departemen Sosial ini sudah ada sejak sekitar tahun 2003 tidak semuanya berjalan dengan lancar dan bisa berkembang sebagaimana . SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 apa yang ada dalam teori. Ada berbagai macam kendala dan permasalahan yang perlu dijadikan pembelajaran dan menjadi bahan masukan dalam melaksanakan KUBE mengantisipasi apabila mengalami Permasalahan tersebut diantaranya Kurangnya pengetahuan dan KUBE kurang berjalan dengan Perlu adanya upaya memberikan penguatan pada SDM yang menjadi anggota KUBE dengan pengetahuan dan ketrampilan, utamanya yang mendukung jenis usaha KUBE Kurangnya kerjasama diantara anggota kelompok karena faktor masing-masing Perlu penguatan dengan dinamika kelompok dan memberikan pengetahuan tentang pentingnya soliditas dan kerjasama yang baik dalam kelompok. Kurang transparansi dalam pengelolaan usaha KUBE, khususnya masalah keuangan. Perlu manajemen dan pengelolaan KUBE pentingnya trasnparansi. Kurangnya pendampingan baik pada anggota KUBE maupun pada kelompok /KUBE itu Perlunya pendampingan pendamping sosial agar bisa perkembangannya dan bisa diketahui dari awal masalah yang terjadi sehingga bisa dapat segera diselesaikan dengan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 Kurangnya permodalan KUBE. Usaha seperti roda yang berputar, tidak selamanya akan untung, maka perlu pemberian saran masukan dari para pendamping sosial tentang cara yang kreatif guna meningkatkan hasil, misalnya diversifikasi KUBE, pemasaran yang lebih luas. Dapat pula dibantu dengan menghubungkan dengan sistem sumber yang bisa membantu, misalnya perbank-an yang memberikan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), atau pada Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Kurang kepengurusan KUBE. Hal ini biasanya disebabkan karena rendahnya SDM dan kurangnya Diperlukan adanya reorganisasi atau pemilihan pengurusan kembali yang di fasilitasi oleh pendamping sosial. Kurangnya lingkungan masyarakat sekitar. Perlu adanya penyadaran pada mendukung kegiatan usaha KUBE dengan cara menjadi konsumen bagi produk yang dibuat oleh KUBE. Permasalahan-permasalahan ini menjadi faktor penghambat bagi keberlangsungan KUBE, sehingga perlu dijadikan sebagai pengalaman karena merupakan unsur empiris atau aposteriori. Pengenalan manusia atas sesuatu diperoleh dari perpaduan unsur a priori dan aposteriori AuDengan Filsafat Kritisisme maka pengetahuan kita tegak dengan dasar dua kaki yakni unsur SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 a priori yang ada di akal-budi dan data-data indrawi yang kita peroleh . nsur Akal-budi pengalaman tanpa akal-budi adalah hampaAy (Wibowo 2009:. Apabila dikaitkan dengan kegiatan KUBE, memahami tentang apa dan bagaimana KUBE mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan maupun Cara memahaminya tentu saja dilakukan secara terpadu baik unsur a priori atau rasio maupun aposteriori atau empiris. Secara a priori maka pengetahuan tentang KUBE di ketahui dari teori-teori yang ada, teori-teori pemberdayaan masyarakat, teori empowerment, teori comunity organization, dan lainnya. Selain teori juga dapat mempelajari regulasi tentang KUBE yang misalnya juga dari regulasi atau peraturan yang dibuat oleh pemerintah, misalnya Peraturan tentang Kelompok Usaha Bersama Untuk Penanganan Fakir Miskin. Peraturan tentang Usaha Ekonomis Produktif, dan lainnya. Secara a posteriori maka KUBE pengalamanpengalaman dari para pelaku KUBE, misalnya dari Pekerja Sosial. Penyuluh Sosial. Pendamping Sosial. Pengurus KUBE, anggota KUBE, dan Pengalaman selama ini menyatakan bahwa tidak semua KUBE bisa berjalan lancar, akan tetapi banyak permasalahan yang menjadi penghambat sehingga KUBE berkembang atau bahkan mati. Pengalaman adalah guru yang berguna, perlu jadi bahan masukan Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2023 untuk pengetahuan KUBE supaya bisa mengantisipasi agar tidak timbul permasalahan yang sama. Filsafat Kritisisme dari Immanuel Kant ini selaras dengan KUBE karena mensintesakan antara rasio atau a priori dengan empiris atau a posteriori, sehingga ada keseimbangan antara teori tentang pemberdayaan melalui KUBE dengan pengalaman para pelaku KUBE di lapangan. Diharapkan dengan adanya saling melengkapi ini maka akan didapat hasil yang optimal dari KUBE penanggulangan kemiskinan. KESIMPULAN Program pemberdayaan masyarakat melalui KUBE menjadi salah satu alternatif dalam upaya percepatan Pemberdayaan Masyarakat melalui KUBE ini apabila ditinjau dengan Filsafat Kritisisme Immanuel Kant Rasionalisme dengan empirisme, dapat di simpulkan bahwa: - a priori diperoleh dari teori-teori yang dikemukan para ahli tentang masyarakat dan KUBE - a pengalaman para pelaku KUBE yaitu tentang realisasi pelaksanaan program tersebut di lapangan dan permasalahan serta hambatan yang dialami baik oleh individu selaku anggota KUBE terkait pelaksanaan kegiatan KUBE maupun oleh kelompok KUBE itu sendiri. Berdasarkan atau sintesa kedua hal ini munculah Aupengetahuan baruAy pemberdayaan masyarakat melalui KUBE, baik itu berupa tata cara persiapan, pelaksanaan, maupun pendampingannya yang memuat hal . SOSFILKOM Volume XVII Nomor 01 secara teori para ahli, regulasi pemerintah dan hasil pengalaman pelaku KUBE di lapangan. Berdasarkan hal diatas, maka disarankan agar dalam melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui KUBE agar selain berpegang pada teori dan aturan yang ada, juga perlu mewaspadai hal negatif yang pernah terjadi pada masa sebelumnya. KUBE dan meminimalisir kegagalan. Hal tersebut diantaranya adalah: Perlunya kegiatan yang tidak sesuai potensi yang dimiliki. Perlunya peningkatan kapasitas anggota sesuai potensi yang Perlunya menanamkan soliditas antar anggota, dan rasa memiliki pada kegiatan yang menjadi Perlunya pendampingan yang berkelanjutan, karena program KUBE panjang, tidak bisa secara instan terwujud hasilnya. Perlunya menghubungkan ke sistem sumber yang dapat membantu pengembangan usaha KUBE. DAFTAR PUSTAKA