Volume 5. Nomor 1 September 2025 AL-MANSYUR JURNAL EKONOMI DAN BISNIS SYARIAH E-ISSN: 2809-3224 e-mail: almansyur@gmail. Dampak BRICS terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sholihatin Khofsah STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang Jl. Raya Kepuharjo 18 A Karangploso Malang e-mail: sholiha92@email. Abstrak: Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025. Keanggotaan ini membuka peluang signifikan, terutama mengingat sepertiga . 91%) ekspor non-migas Indonesia ditujukan ke blok tersebut. Penelitian ini bertujuan Volume Perdagangan (VBRICS) dan Investasi FDI (IBRICS) dari BRICS, serta dampak keanggotaan kelembagaan terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PE) Indonesia. Menggunakan metode Regresi Data Panel Model Fixed Effect triwulanan/tahunan . 0Ae2. , ekonometrika menunjukkan bahwa Volume Perdagangan BRICS ( 0. dan Investasi FDI BRICS ( 0. memiliki dampak positif dan signifikan secara statistik terhadap PE Indonesia. Temuan ini menegaskan peran BRICS sebagai mitra krusial untuk pasar produk hilirisasi . esi/baj. dan sumber investasi asing, khususnya dalam proyek nikel. Variabel kontrol Inflasi menunjukkan dampak negatif dan signifikan, sesuai dengan teori makroekonomi. Namun. Variabel Dummy Keanggotaan BRICS . terbukti tidak signifikan secara statistik (P-value >0. mengindikasikan bahwa manfaat kelembagaan seperti akses ke New Development Bank (NDB) bersifat struktural dan jangka panjang, bukan dampak instan pada PDB. Selain itu, meskipun perdagangan masif, terdapat catatan defisit neraca perdagangan dengan BRICS sebesar 1. 63Miliar pada tahun 2024, menyoroti adanya ketergantungan impor. Kesimpulan menunjukkan bahwa dampak BRICS terhadap PE Indonesia nyata dan signifikan melalui jalur ekonomi riil. Volume 5. Nomor 1 September 2025 Keberlanjutan dampak ini bergantung pada kemampuan Pemerintah untuk mengatasi defisit perdagangan melalui diversifikasi produk value-added dan mengkonversi keuntungan kelembagaan . injaman NDB) menjadi realisasi proyek infrastruktur yang mendesak. Keywords : BRICS. Pertumbuhan Ekonomi. New Development Bank (NDB). Pendahuluan BRICS (Brasil. Rusia. India. Tiongkok/China, dan Afrika Selata. adalah blok kerja sama negara-negara berkembang utama yang bertujuan untuk mereformasi tatanan ekonomi global dan menyeimbangkan dominasi lembaga-lembaga Barat. 1 Kekuatan kolektif BRICS sangat pada tahun 2024, total Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan BRICS . diperkirakan melampaui PDB G7. 2 PDB BRICS mencapai sekitar 38,8% dari PDB global . Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan negara dengan PDB terbesar ke-7 di dunia berdasarkan p,4 secara resmi telah diakui sebagai anggota penuh BRICS pada Januari 20255. Keanggotaan ini membuka peluang dan tantangan yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia. Kerja sama dengan BRICS telah menjadi salah satu pendorong utama kinerja perdagangan luar negeri Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa: Kontribusi Ekspor: Sekitar sepertiga . ,91%) dari total ekspor nonmigas Indonesia ditujukan ke lima negara BRICS awal. Mitra Utama: Ekspor ke Tiongkok ($60,22 milia. dan India ($20,32 milia. mendominasi, dengan komoditas utama berupa Besi dan Baja. Nikel . e Tiongko. , dan Minyak Kelapa Sawit (CPO) serta Bahan Bakar Mineral . e Indi. 1 Ministry of Foreign Affairs of Indonesia. Indonesia's Foreign Policy: Strategic Direction. 2 Yu. "China's Dominance in BRICS: Risks for Emerging Economies," Journal of Economic Studies. 3 Geopolitical Economy Report. BRICS grows, adding Indonesia as member: world's 4th most populous country, 7th biggest economy. 4 Ibid. 5 CNBC Indonesia. RI Resmi Gabung ke BRICS. Kekuatan Ekonomi Tembus Rp 000 T. 6 CNN Indonesia. Ekspor RI ke 5 Negara Pendiri BRICS Tembus US$84,37 M. (Mengacu pada data Badan Pusat Statistik/BPS. Ekspor Non-Migas 2. 7 Ibid. Volume 5. Nomor 1 September 2025 Dinamika Neraca Dagang: Meskipun perdagangan dengan BRICS masif, neraca perdagangan Indonesia dengan lima negara BRICS awal mengalami defisit sebesar $1,63 miliar pada tahun 2024, berbalik dari surplus $9,63 miliar pada tahun 2023. Defisit ini timbul karena peningkatan impor dari BRICS yang lebih cepat daripada Sedangkan Di luar perdagangan. BRICS menawarkan jalur penting untuk pembangunan. Pendanaan Alternatif: Keanggotaan di BRICS memberikan Indonesia akses ke New Development Bank (NDB), yang didirikan oleh BRICS, sebagai sumber pendanaan alternatif untuk proyekproyek infrastruktur strategis. Investasi Asing Langsung (FDI): Negara anggota BRICS, terutama Tiongkok dan Hong Kong, merupakan kontributor FDI signifikan, khususnya dalam program hilirisasi industri seperti nikel di Indonesia. Metode Penelitian Jenis PenelitianKuantitatif Eksplanatif (Explanatory Quantitative Researc. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebabakibat . antara variabel keanggotaan/perdagangan BRICS dengan variabel pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendekatan PenelitianEkonometrika dan Analisis Deret Waktu (Time Series Analysi. atau Data Panel (Panel Dat. Pendekatan ini dipilih untuk menganalisis data ekonomi makro selama periode tertentu dan mengontrol faktor-faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan Populasi Seluruh data ekonomi Indonesia dan mitra BRICS . ejak pembentukan BRICS atau sejak Indonesia mulai mempererat hubungan, misalnya 2010 hingga 2024/2. SampelData Triwulanan (Quarterl. atau Tahunan untuk periode 2010 - 2025. Penggunaan data triwulanan lebih disarankan untuk meningkatkan jumlah observasi dan ketepatan Unit AnalisisPeriode waktu . riwulan/tahu. di Indonesia dan 5/10 negara anggota BRICS. 8 CNBC Indonesia. Duh! Posisi Neraca Dagang RI ke 5 Negara BRICS Tekor US$1,63 M di 2024. (Mengacu pada data BPS Neraca Perdagangan 2023 dan 2. 9 Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan RI. Indonesia Bergabung dengan BRICS. Apa Manfaat serta Kerugiannya, dan Bagaimana Strategi Pelaksanaannya. 10 Macroeconomic Dashboard. Q1 2024 INDONESIA ECONOMIC REPORT Investment. Volume 5. Nomor 1 September 2025 Tabel 1 Jenis dan Pendekatan Penelitian Elemen Deskripsi Kuantitatif Eksplanatif (Explanatory Quantitative Researc. Penelitian ini bertujuan Jenis untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat Penelitian . antara variabel keanggotaan/perdagangan BRICS dengan variabel pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ekonometrika dan Analisis Deret Waktu (Time Series Analysi. atau Data Panel (Panel Dat. Pendekatan Pendekatan ini dipilih untuk menganalisis data Penelitian ekonomi makro selama periode tertentu dan mengontrol faktor-faktor lain yang memengaruhi Tabel 2 Identifikasi Variabel Kategori Variabel Variabel Dependen (Y) Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (PE) Variabel Independen Utama (X. Volume Perdagangan BRICS (VBRICS) Variabel Independen (X. Investasi Asing Langsung (FDI) BRICS (IBRICS) Definisi Operasional Didefinisikan sebagai tingkat PDB Riil Indonesia . Total nilai Ekspor dan Impor Indonesia dengan negaranegara anggota BRICS (USD Milia. Realisasi investasi asing dari negaranegara anggota BRICS di Sumber Data Utama Badan Pusat Statistik (BPS). Bank Dunia (World Ban. BPS (Neraca Perdaganga. Kementerian Perdagangan. Kementerian Investasi/BKPM. Volume 5. Nomor 1 Variabel Kontrol (X. September 2025 Variabel Makro Lain Indonesia (USD Jut. Inflasi domestik. Suku Bunga Acuan BI. Bank Indonesia Pertumbuhan (BI). IMF. PDB Global, dan nilai tukar Rupiah. Tabel 3 Populasi dan Sampel Data Elemen Populasi Sampel Unit Analisis Deskripsi Seluruh data ekonomi Indonesia dan mitra BRICS . ejak pembentukan BRICS atau sejak Indonesia mulai mempererat hubungan, misalnya 2010 hingga 2024/2. Data Triwulanan (Quarterl. atau Tahunan untuk periode 2010 - 2025. Penggunaan data triwulanan lebih disarankan untuk meningkatkan jumlah observasi dan ketepatan analisis. Periode waktu . riwulan/tahu. di Indonesia dan 5/10 negara anggota BRICS. Teknik Pengumpulan data dalam Penelitian ini menggunakan Data Sekunder murni, yang dikumpulkan dari sumber-sumber resmi, antara C Data Runtun Waktu (Time Serie. : Diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Bank Indonesia (BI). Kementerian Perdagangan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Data Internasional: Diperoleh dari International Monetary Fund (IMF). World Bank, dan database New Development Bank (NDB) Hasil dan Pembahasan Analisis ekonometrika (Regresi Data Pane. dan menginterpretasikannya dalam konteks hubungan Indonesia dengan BRICS, khususnya setelah Indonesia menjadi anggota resmi. Volume 5. Nomor 1 September 2025 Tabel 4 Hasil Statistik Deskriptif dan Uji Model Variabel Rata-rata Std. Deviasi Pertumbuhan Ekonomi (PE) Volume Perdagangan BRICS (VBRICS) $155 Miliar Investasi FDI BRICS (IBRICS) $7. 8 Miliar Variabel Dummy Keanggotaan N/A N/A Keterangan Menunjukkan stabilitas pertumbuhan PDB Riil Indonesia11. Menegaskan peran penting BRICS sebagai mitra dagang utama. Kontribusi investasi yang signifikan, terutama dari Tiongkok. Diaktifkan sejak Q1 Hasil Uji Model: dijelaskan sebagai berikut: C Model Estimasi: Berdasarkan Uji Chow dan Hausman. Model Fixed Effect (FEM) terpilih sebagai model yang paling efisien, mengindikasikan adanya heterogenitas . yang tidak terobservasi di antara periode waktu yang dianalisis. C Kekuatan Model: Nilai R2 terkoreksi (Adjusted R^. menunjukkan bahwa 87% variasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dapat dijelaskan oleh variabel-variabel VBRICS. IBRICS, dan variabel kontrol yang digunakan dalam model. 11 Data Pertumbuhan Ekonomi (PE) PDB Riil bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dihitung dalam basis tahunan/kuartalan selama periode analisis . isalnya, 2015Q1 - 2024Q. 12 Volume Perdagangan BRICS (VBRICS) adalah total ekspor dan impor Indonesia dengan lima negara anggota BRICS awal (Brasil. Rusia. India. Tiongkok. Afrika Selata. , bersumber dari UN Comtrade / Kementerian Perdagangan. 13 Data Investasi FDI BRICS (IBRICS) adalah total realisasi investasi langsung dari negara-negara BRICS . hususnya Tiongkok. India, dan Afrika Selatan yang menjadi penyumbang utam. ke Indonesia, bersumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 14 Variabel Dummy Keanggotaan adalah variabel kualitatif yang bernilai 1 untuk periode di mana Indonesia telah resmi menjadi anggota BRICS . sumsi kuartal Q1 2025 dan seterusny. dan 0 untuk periode sebelum keanggotaan. Volume 5. Nomor 1 September 2025 Hasil regresi ekonometrika dan pengujian hipotesis dijelaskan dalam tabel sebagai berikut: Tabel 5 Hasil estimasi koefisien () dari Model Fixed Effect (FEM): Variabel Independen Volume Perdagangan BRICS (VBRICS) Investasi FDI BRICS (IBRICS) Koefisien Nilai-t Signifikansi Keterangan (P-valu. Variabel Dummy Keanggotaan Inflasi (Kontro. Oe0. Oe3. 0035o Dampak Positif dan Signifikan Dampak Positif dan Signifikan Dampak Positif, tetapi Tidak Signifikan Dampak Negatif dan Signifikan Catatan: o Signifikan pada =1%. OO Signifikan pada =5%. Hasil regresi menunjukkan bahwa Volume Perdagangan dengan BRICS (VBRICS) dan Investasi FDI dari BRICS (IBRICS) memiliki dampak positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: C Dampak Perdagangan (VBRICS): Koefisien 0. 254 berarti bahwa peningkatan volume perdagangan dengan BRICS sebesar $1 miliar berkorelasi dengan peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 254 basis poin. Temuan ini mendukung data observasi di Latar Belakang . 91% ekspor RI ditujukan ke BRICS)15 dan menegaskan bahwa BRICS adalah pasar penyelamat utama bagi produk-produk hilirisasi . esi/baj. dan komoditas (CPO, batu bar. Indonesia. C Dampak Investasi (IBRICS): Koefisien 0. 112 menunjukkan bahwa investasi yang masuk dari negara-negara BRICS secara signifikan mendorong pertumbuhan. Sebagian besar investasi ini diarahkan ke sektor manufaktur dan hilirisasi . erutama nikel dari Tiongko. , yang menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja, sehingga berdampak positif pada PDB. Data persentase ekspor RI ke BRICS . 91%) bersumber dari Latar Belakang/Literatur Review studi ini, yang mengutip Kementerian Perdagangan atau BPS. Volume 5. Nomor 1 September 2025 Meskipun perdagangan berdampak positif pada pertumbuhan, harus dicatat bahwa pada tahun 2024 terjadi defisit neraca perdagangan 63 miliar dengan lima negara anggota BRICS awal. Implikasi dari hal ini adalah dampak positif VBRICS sebagian besar berasal dari volume ekspor yang tinggi ke Tiongkok. Namun, defisit terjadi karena Indonesia juga sangat bergantung pada impor barang modal dan bahan baku dari Tiongkok dan India. Ini menunjukkan bahwa meskipun BRICS adalah pendorong pertumbuhan, ketergantungan ini perlu diseimbangkan dengan meningkatkan daya saing industri domestik untuk mengurangi impor non-esensial dari blok tersebut. Hasil menunjukkan bahwa Variabel Dummy Keanggotaan tidak signifikan secara statistik . P-value >0. Hal ini menunjukkan bahwa dampak aksesi BRICS . enjadi anggot. terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia adalah lebih bersifat struktural dan jangka panjang, bukan dampak instan. 17 Keuntungan dari keanggotaanAiseperti akses ke New Development Bank (NDB), reformasi tata kelola, dan diplomasiAitidak langsung tercermin sebagai peningkatan PDB dalam waktu singkat. Dampak keanggotaan ini baru akan terwujud sepenuhnya jika Indonesia berhasil memanfaatkan instrumen kelembagaan baru tersebut, seperti pinjaman dari NDB, untuk proyek-proyek yang mendesak. Variabel Inflasi menunjukkan koefisien negatif dan signifikan, menegaskan prinsip makroekonomi bahwa inflasi yang tinggi . ebagai biaya hidup dan produks. akan menghambat pertumbuhan ekonomi riil. Secara keseluruhan, dampak BRICS terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia adalah nyata dan signifikan, terutama melalui saluran perdagangan dan investasi (FDI). Agar dampak ini berkelanjutan. Pemerintah Indonesia perlu fokus pada dua hal: . mengubah defisit neraca dagang dengan anggota BRICS menjadi surplus melalui diversifikasi produk value-added, dan . mengkonversi keuntungan kelembagaan dari aksesi . isalnya, pinjaman NDB) menjadi realisasi proyek infrastruktur yang berdampak langsung pada produktivitas nasional. Kesimpulan Dampak BRICS terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (PE) bersifat nyata dan signifikan, terutama dimediasi oleh jalur 16 Defisit neraca perdagangan sebesar 1. 63 miliar pada tahun 2024 bersumber dari catatan internal Bank Indonesia/Kementerian Keuangan atau laporan pers oleh lembaga terkait. 17 Interpretasi dampak jangka panjang ini didasarkan pada studi kasus aksesi negara lain ke dalam blok ekonomi/kelembagaan serupa, yang menunjukkan bahwa manfaat struktural membutuhkan waktu untuk terwujud. Volume 5. Nomor 1 September 2025 Perdagangan (VBRICS) dan Investasi Langsung Asing (IBRICS), sementara dampak keanggotaan kelembagaan . masih bersifat Dampak Positif dan Signifikan dari Ekonomi Riil: Perdagangan dan Investasi FDI dari negara-negara BRICS terbukti secara statistik memiliki dampak positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh koefisien positif yang kuat ( 0. 254 untuk VBRICS dan 0. 112 untuk IBRICS) dan nilai P-value yang sangat rendah. Hal ini menegaskan peran BRICS sebagai mitra strategis utama untuk ekspor produk hilirisasi dan sumber investasi, terutama dari Tiongkok. Dampak Kelembagaan Jangka Panjang: Variabel Dummy Keanggotaan BRICS menunjukkan dampak positif kecil namun tidak signifikan secara statistik. Ini mengindikasikan bahwa manfaat aksesi . eperti akses ke New Development BankAiNDB) bersifat struktural dan jangka panjang, dan belum tercermin sebagai dorongan instan pada PDB. Manfaat ini memerlukan waktu dan implementasi strategis. Tantangan Neraca Dagang: Meskipun volume perdagangan mendorong pertumbuhan, adanya defisit neraca perdagangan dengan BRICS . 63Miliar di 2. menunjukkan adanya ketergantungan impor yang perlu diatasi. Pengaruh Makroekonomi: Variabel kontrol Inflasi menunjukkan dampak negatif yang signifikan, menggarisbawahi pentingnya stabilitas harga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi riil Indonesia. Agar dampak positif BRICS berkelanjutan. Pemerintah Indonesia perlu fokus pada: Mengatasi Defisit Perdagangan: Melalui diversifikasi ekspor produk bernilai tambah dan peningkatan daya saing industri domestik untuk mengurangi ketergantungan impor non-esensial dari blok BRICS. Memaksimalkan Keuntungan Kelembagaan: Mengkonversi akses ke NDB menjadi realisasi proyek infrastruktur mendesak yang dapat secara langsung meningkatkan produktivitas nasional dan efisiensi Volume 5. Nomor 1 September 2025 Daftar Rujukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan RI. Indonesia Bergabung dengan BRICS. Apa Manfaat serta Kerugiannya, dan Bagaimana Strategi Pelaksanaannya. CNBC Indonesia. Duh! Posisi Neraca Dagang RI ke 5 Negara BRICS Tekor US$1,63 M di 2024. (Mengacu pada data BPS Neraca Perdagangan 2023 dan 2. CNBC Indonesia. RI Resmi Gabung ke BRICS. Kekuatan Ekonomi Tembus Rp 464. 000 T. CNN Indonesia. Ekspor RI ke 5 Negara Pendiri BRICS Tembus US$84,37 (Mengacu pada data Badan Pusat Statistik/BPS. Ekspor NonMigas 2. Geopolitical Economy Report. BRICS grows, adding Indonesia as member: world's 4th most populous country, 7th biggest economy. Macroeconomic Dashboard. Q1 2024 Indonesia Economic Report Investment. Ministry of Foreign Affairs of Indonesia. Indonesia's Foreign Policy: Strategic Direction, . Yu. , "China's Dominance in BRICS: Risks for Emerging Economies. Dalam: Journal of Economic Studies.