Murai : Jurnal Papua Teologi Kontekstual ISSN : 2746-4814 Vol 5. No 1. Januari 2024 IRI HATI MEMBAWA KEPADA MAUT (TAFSIR NARATIF TERHADAP KISAH PARA RASUL 5:1-. Kristensia Notanubun STFT GKI I. S Kijne Jayapura kristensianotanubun84@gmail. Maria Elisabeth Patty STFT GKI I. S Kijne Jayapura merryaunalal@gmail. ABSTRAK Iri hati berasal dari bahasa inggris envy, iri hati bisa disebut juga dengan dengki. Iri hati atau dengki adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu keunggulan baik prestasi, kekuasaan atau lainnya mengingini apa yang di miliki oleh orang lain agar menjadi miliknya. Kisah tentang seseorang yang merasakan iri hati kepada sesamanya terdapar juga adalam kisah di dalam Alkitab Perjanjian Baru, yakni: Kisah Para Rasul 5:1-11. Diceritakan tentang Ananias dan Safira yang melakukan penipuan terhadap Petrus dan rasul-rasul yang lain pada Jemaat mula-mula. Ananias dan Safira merupakan salah satu anggota dari Jemaat mula-mula yang saat itu berada di Yerusalem. Mereka merupakan anggota Jemaat yang taat beribadah tetapi juga taat untuk memberikan apa yang dipunyai mereka kepada sesama mereka. Tindakan yang mereka lakukan selalu mendapatkan pujian dari orang-orang pada saat itu sehingga menyebabkan mereka mulai merasa tinggi hati. Perasaan tinggi hati yang dirasakan oleh mereka mengakibatkan mereka merasa tersaingi ketika Barnabas yang juga merupakan keturunan dari suku Lewi turut memberikan persembahan persepuluhan berupa uang kepada para rasul guna untuk menunjang proses pelayanan dalam Jemaat pada saat itu. Dari sinilah muncul iri hati Ananias dan Safira terhadap Barnabas. Oleh karena itulah penelitian ini berpusat pada: Apa yang dimaksud dengan Iri Hati dalam Kisah Para Rasul 5 : 1-11? Apakah Akibat dari Iri Hati? Sedangkan tujuan penelitian adalah: Untuk mendeskripsikan apa arti iri hati menurut Kisah Para Rasul 5:1-11, untuk mengetahui dampak dari iri hati. Adapun jenis penelitian yang dipergunakan pada penelitian ini ialah library research dengan pendekatan eksegese. Kata kunci: Iri hati. Eksegese. Ananias. Safira. Barnabas. Tafsir Naratif ABSTRACT Iri Hati comes from English envy, envy can also be called spite. Envy or envy is an emotion that arises when someone who does not have an advantage either in achievement, power or others covets what is owned by someone else to be his own. The story of someone who feels jealous of his neighbor is also found in the story in the New Testament Bible, namely: Acts 5:1-11. It tells of Ananias and Sapphira who committed fraud against Peter and the other apostles of the early church. Ananias and Sapphira were members of the early church in Jerusalem. They were devout in their worship but also devout in giving what they had to their The actions they took were always praised by the people at the time, which caused them to start feeling proud. The feeling of pride that they felt caused them to feel rivaled when Barnabas, who was also a descendant of the tribe of Levi, also gave tithes in the form of money to the apostles in order to support the process of service in the Church at that time, from this emerged Ananias and Sapphira's envy of Barnabas. That's why this study centers on: What is Envy in Acts 5: 1-11? What are the consequences of envy? While the objectives of the study are: To describe what envy means according to Acts 5: 1-11, to know the impact of envy. The type of research used in this study is library research with an exegetical approach. Keywords: Envy. Exegesis. Ananias. Sapphira. Barnabas. Narrative Interpretation PENDAHULUAN Ananias dan Safira merupakan salah satu anggota dari Jemaat mula-mula yang saat itu berada di Yerusalem. Mereka merupakan anggota jemaat yang taat beribadah tetapi juga taat untuk memberikan apa yang dipunyai mereka kepada sesama mereka. Tindakan yang mereka lakukan selalu mendapatkan pujian dari orang-orang pada saat itu sehingga menyebabkan mereka mulai merasa tinggi hati (Yayasan Bina Kasih, 2013: Halaman. Perasaan tinggi hati yang dirasakan oleh mereka mengakibatkan mereka merasa tersaingi ketika Barnabas yang juga merupakan keturunan dari suku Lewi juga turut memberikan persembahan persepuluhan berupa uang kepada para rasul guna untuk menunjang proses pelayanan dalam Jemaat pada saat itu. Suku Lewi sendiri adalah salah satu dari kedua-belas suku Israel keturunan Lewi putera Yakub salah seorang bapa bangsa Israel. Berbeda dari suku-suku lainnya, suku Lewi tidak mendapatkan pembagian tanah di Kanaan ketika keturunan Yakub itu kembali dari perbudakan di Mesir. Hal ini disebabkan karena suku Lewi menempati posisi khusus dalam agama Israel Kuno, yakni sebagai keluarga Imam . , termasuk Imam Besar (Kohen Gado. dan Penjaga serta pemelihara Bait Suci di Yerusalem. https://id. org/wiki/Suku_Lewi Hal inilah yang mengakibatkan Ananias dan Safira memiliki perasaan Iri Hati kepada Barnabas sehingga mereka melakukan tindakan penipuan kepada para Rasul. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: Apa yang dimaksud dengan Iri Hati dalam Kisah Para Rasul 5 : 1-11 ? . Apakah Akibat dari Iri Hati? Tujuan Penelitian: Untuk mendiskripsikan apa arti iri hati menurut Kisah Para Rasul 5:1-11 . Untuk mengetahui dampak dari iri hati. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan Hermeneutik dengan menggunakan metode Tafsir Naratif. Hermeneutik berasal dari kata Yunani,AAuauaErhomeneu. yang berarti menginterpretasi, menjelaskan atau menterjemahkan (Sutanto, 1998:1-. Relasi Intratekstual Relasi Intratekstual merupakan suatu kajian terhadap teks sastra yang mempunyai bentuk-bentuk hubungan tertentu, misalnya untuk menemukan adanya unsur-unsur intrinsic yang dikaji. Relasi Intratekstual berusaha untuk menemukan aspek-aspek tertentu yang telah ada pada karya-karya sebelum dan sesudahnya. Desain Literer Desain Literer atau riset kepustakaan . ibrary researc. merupakan penelitian yang dilakukan di perpustakaan dimana obyek penelitian akan digali lewat beragam informasi kepustakaan . Ensiklopedi. Jurnal Ilmiah. Koran. Majalah dan Dokume. Latar Setting Menurut Chapman ada tiga tektik naratif, yaitu menyangkut :tempat atau geografis, waktu . , kemasyarakatan . atau berkaitan dengan sejarah . Letak Tempat atau Geografi Mencari lokasi/tempat dalam penelitian sangat perlu. Singgih mengusulkan suasana . lebih luas wawasannya daripada setting. Letak Waktu (Tempora. Waktu juga turut berperan penting di dalamnya. Karena rangkaian sejarah keselamatan dari seluruh Injil adalah setting waktu, contohnya : Waktu Israel. Waktu Yesus dan juga Waktu Gereja. Letak Kemasyarakatan . ocial setting. Dalam menentukan letak . ada juga letak kemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan antar tokoh. Letak . sejarah menyajikan alat bantu yang berisi penafsiran. Yang Pertama : Letak sejarah dibelakang teks menceritakan kepada kita apakah periode sejarah yang kita terapkan kepada mereka. Yang Kedua : Letak sejarah di belakang tulisan buku-buku Alkitab membuat isi/arti cerita berbedabeda. Narator Dan Titik Pandang Sudut pandang adalah suatu perspektif yang dilakukan oleh berbagai karakter atau aspek-aspek dalam Hal itu selalu dikaitkan kepada narrator, yang berinteraksi dengan cerita dalam berbagai cara yang menghasilkan pengaruh bahwa cerita itu dapat diketahui pembaca. Sudut pandang menunjuk gaya atau makna cerita. Setiap penggubah memiliki pesan tertentu, yang ia ingin untuk melintasinya kepada pembaca. Sudut pandang ini mengarahkan pembaca memperoleh suatu makna cerita dan menentukan bentuk yang aktual yang diberikan penggubahnya . kepada naratif. Plot Alur meliputi satuan urutan tentang peristiwa-peristiwa yang mengikuti tatanan sebab-akibat. Unsur utama alur cerita ialah ketegangan atau suasana pertentangan. Ketegangan yang diciptakan narator membuat cerita supaya menarik bagi pembacanya. Alur cerita makin baik apabila ketegangan selalu ditimbulkan oleh narator. Alur itu dapat berfungsi pada tingkat makro . eluruh buk. atau mikro . uatu bagia. Dalam menganalisis alur, cerita harus dibedakan analisis alur dan analisis insiden atau Dalam analisis insiden tugas peneliti menyangkut peristiwa satu dengan peristiwa yang Sedangkan analisis alur diteliti tujuan tokoh utama, tokoh pelengkap, proses perjalanannya mencapai akhir tujuan utama. Karakter Dan Karakterisasi Menurut Culpepper yang mengutip pemahaman Aristoteles tentang karakter-karakter, manusia memiliki empat mutu/kualitas mereka harus mempunyai : Moralnya baik . orally goo. Sesuai . Bentuk Kehidupan . Tetap . Sifat atau watak yang baik akan menggambarkan kesan seseorang terhadap orang lain. Tafsir Implisit Yang dimaksud dengan Tafsir yang Implisit ialah menyangkut tektik retorik dimana penggubah . mengatakan ceritanya atau gaya bahasanya. Dengan menggunakan Ironi. Komedi. Simbolik. Penulis membimbing pembaca melalui drama ceritanya. Permasalahan untuk pembaca ialah mengenali dan menafsirkan dengan layak pesan yang dipentingkan diluar teknik-teknik ini. Tema Tema adalah gagasan dasar atau inti, ide pokok, pokok pikiran atau masalah, dasar cerita, makna yang terkandung dalam cerita, sudut pandang, atau persepsi yang secara berulang-ulang dimunculkan, diwujudkan, dan diperluas, baik secara ekspilit maupun implisit dalam sebuah karya naratif. Jonch, 2020: Halaman 214. Makna Bagi Pembaca Dengan menggunakan analisis naratif kita dapat memberikan jawaban atas berbagai permasalahan hidup umat Tuhan dan manusia, melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka, melaksanakan kehendak dan rencana Tuhan, mejalankan misi dan melayani Tuan, dan melakukan pelayanan pastoral terhadap jemaat Kristen serta menanggapi situasi yang terjadi dalam dunia modern saat ini. Jonch, 2019: Halaman 224. HASIL DAN PEMBAHASAN Relasi Intratekstual Disini penulis memilih Kisah Para Rasul 5:1-11 sebagai salah satu perikop yang akan dianalisis, maka penulis mengemukakan bahwa dalam relasi intratekstual antara kitab Kisah Para Rasul 5:1-11 mempunyai keterkaitan dengan 3 pasal sebelumnya dan 3 perikop sesudahnya. Hal ini dikarenakan waktu kejadian yang dialami oleh Jemaat mula-mula merupakan waktu pada saat Pentakosta yaitu pada hari Yesus terangkat ke Sorga. Pokok pembahasan yang sering dibicarakan dan menyatukan Narasi adalah hal memberi (O). Narasi ini dimulai dari Ananias dan Safira . kepada rasul-rasul . yang merupakan protagonis atau tokoh utama yang membuat keputusan kunci dalam suatu cerita. Hal lain yang menjalin kesatuan narasi adalah frasa atau kata penghubung antar satu perikop dengan perikop yang lain. Misalnya frasa AuAda seorang lainAy. Dari frasa atau kata penghubung di atas penulis dapat melihat bahwa disini ingin diperlihatkan bagaimana tindakan tidak terpuji sepasang suami isteri dari anggota jemaat mula-mula dalam memberikan persembahan persepuluhan. Beranjak dari frasa AuDanAy yang mengawali suatu narasi tampak tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh para rasul yaitu mereka mulai membuat tanda-tanda mujizat kepada orang-orang yang mengikut mereka. Hal ini mereka lakukan setelah kematian Ananias dan Safira yang menjadi bukti akan kuasa dari Yesus Kristus. Dalam kaitan dengan unit narasi sebelumnya frasa Auada seorang lainAy . menandakan suatu unit narasi telah dimulai dengan kelanjutan dari unit narasi sebelumnya. Hal itu dapat dilihat dari latar belakang narasi dari pasal 2-4 dan narasi dari 3 perikop sesudah pasal 5 yang juga berlatar belakang di Yerusalem. Frasa AuAda ada seorang lainAy menghubungkan unit narasi ini dengan sebelumnya. Dan unit frasa ini saling berkaitan, hal itu dikarenakan unit frasa ini merupakan unit Frasa yang bersifat Kronologis. Narasi ini menjelaskan secara detail tentang tindakan tidak terpuji Ananias yang dilandasi oleh perasaan iri hati terhadap Barnabas tetapi juga (Ayat . kepada para rasul . yat 3 & . Sedangkan dalam narasi pasal 2-4 menceritakan tentang ciri-ciri kehidupan jemaat mula-mula yaitu hidup untuk saling mengasihi satu dengan yang lain dengan cara saling memberikan bantuan seorang kepada yang lain. Namun demikian narasi ini mempunyai hubungan yang erat dengan narasi sebelumnya dan Narasi pasal 2-4 dan narasi pasal 5 mempunyai kesamaan yaitu dalam hal karakter, dengan cara memberikan persembahan persepuluhan kepada para rasul saat itu dan kemudian para rasul akan membagi-bagikannya secara merata kepada semua anggota jemaat mula-mula. Dari semua uraian diatas penulis melihat bahwa hal selain memuat tentang hal saling memberi tetapi juga memuat tentang hal iri hati yang menjadi topik pokok dari Kisah Para Rasul 5. Pasal 2-4: 1-47 & 1-37 : Awal dari pembaharuan hidup manusia. Pasal 5: 1-11 : Dampak dari hidup kurang bersyukur kepada Tuhan. Pasal 5: 12-47: Bukti bahwa kuasa Tuhan luar biasa. Desain Literer Narasi disusun sedemikian rupa agar pembaca dapat memahami apa yang dimaksud oleh penulis bayangan (Implied Autho. Desain yang dapat kita temukan dalam narasi ini yaitu: 5:1-5: Ananias mendapatkan upah dari tindakan tidak terpujinya kepada Roh Kudus 5:6-11: Dampak dari tindakan Safira ketika ia tidak menegur suaminya ketika berbuat dosa kepada Roh Kudus. Pada bagian pertama dikisahkan bahwa Ananias melakukan tindakan tidak terpuji yaitu Ananias menipu rasul-rasul dengan memberikan setengah dari hasil penjualan tanah miliknya kepada para rasul. Disini pengarang bayangan menggunakan uang sebagai simbol dari rasa keserakahan manusia terhadap popularitas orang lain yang melebihi dirinya. Disini pengarang bayangan tidak menuliskan apa jawaban yang diberikan oleh Ananias setelah ia ketahuan menipu para rasul terlebih lagi menipu roh kudus. Untuk mengakhiri bagian pertama tentang kisah Ananias pengarang bayangan langsung menghadirkan kisah akhir hidup Ananias yang harus dikuburkan setelah ia meninggal. Bagian kedua dicatat mengenai dampak dari penipuan yang Safira lakukan dalam mendukung suaminya melakukan penipuan terhadap rasul-rasul tetapi juga kepada Roh Kudus . yat 6-. Kita dapat menyimpulkan bahwa bagian kedua ini merupakan klimaks dari narasi ini. Dalam bagian inilah pengarang bayangan ingin menyampaikan pesan kepada pembaca bayangan . mplied reade. tentang mengapa Ananias dan Safira menipu rasul-rasul dan Roh Kudus. Dalam bagian ini pengarang bayangan mempunyai tujuan agar pembaca mempunyai sikap yang tegas seperti protagonis ketika menghadapi anggota jemaat yang ketahuan menipu, sekalipun orang tersebut adalah pemberi persembahan persepuluhan yang paling besar. latar (Settin. Latar dari narasi dalam Kisah Para Rasul 5 yaitu Yerusalem. Yerusalem adalah salah satu kota termasyur di dunia. Kota itu sudah berdiri paling sedikit sejak millenium 3 sM. Yerusalem di pandang kota suci oleh penganut tiga agama monoteis, yaitu Yahudi. Kristen, dan Islam. Yerusalem menjulang tinggi di punggung bukit pegunungan Yehuda, kira-kira 50 km dari Laut Tengah dan 30 km sebelah barat ujung utara Laut Mati. Pertapakan kota itu tidak begitu datar, dan agak tajam menurun ke arah tenggara. Di sebelah timur terdapat bukit Zaitun. Kecuali dari utara jalan masuk ke kota Yerusalem terhalang dari semua arah oleh tiga jurang yang dalam, yang bertemu di lembah Siloam, dekat mata air Bir Eyub, di tenggara kota itu. Di sebelah timur adalah lembah Kidron. di sebelah barat yang disebut sekarang Wadi al-Rababi (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II, 1997: hal . Di Yerusalem sendiri terdapat persekutuan Kristen Yunani-Romawi abad pertama masehi yang sangat banyak. Pada masa itu Gereja pertama kali lahir yakni pada hari pencurahan Roh Kudus. Muridmurid dipenuhi dengan Roh Kristus, sehingga mereka bersaksi tentang kelepasan yang dikaruniakan Tuhan kepada dunia. Dimana orang menyambut Injil dengan percaya kepada Yesus Kristus, dan terbentuklah jemaat-jemaat kecil disana (Berkhof & Enklaar, 1993: hal. Umat Kristen kemudian memakai kata AuekklesiaAy untuk menunjukan persekutuan umat Israel. Ekklesia bukan istilah Yahudi, kata ini merupakan kata biasa dalam bahasa Yunani klasik untuk suatu Dengan demikian, ini merupakan kata benda yang tepat untuk dikenakan pada suatu masyarakat yang di dalamnya termasuk orang bukan Yahudi. Namun AuGerejaAy tidak pernah digunakan untuk suatu denominasi. Karena di dalam Kisah Para Rasul kata ini digunakan dalam bentuk tunggal untuk persekutuan Kristen lokal. Dalam Kisah Para Rasul 9:31 kata ini menunjuk kepada seluruh jemaat dan begitu jauh meluas. Hal ini menunjuk kepada Gereja am seperti dalam 1 Korintus 16:19, dimana jemaat lokal yang berkumpul di sebuah rumah rupanya dianggap sebagai satu unit dari keseluruhan yang lebih besar (Browning, 2015: hal . Selain memiliki letak geografis yang ekstrim dan juga memiliki banyak persekutuan Kristen. Yerusalem juga menjadi tempat bagi misi Yesus yang kemudian dilanjutkan oleh para murid Yesus untuk memberitakan Injil sampai ke ujung bumi dan hal itu dimulai di Yerusalem. Karena Yerusalem merupakan tempat perkembangan misi Yesus pertama kali setelah Yesus terangkat ke sorga (Beyer & Sitompul, 2016: hal . Narator Dan Titik Pandang Berdasarkan Kisah Para Rasul 5 narator merupakan pribadi yang mahatahu. Narator mengetahui pikiran manusia. Ia tahu ketika Ananias menjual tanahnya dan tidak memberikan hasil penjualan tanah kepada rasul-rasul secara utuh melainkan Ananias memberikan setengah dari hasil penjualan tanah Kemahatahu-an ini terlihat juga dalam kalimat narator yang mengetahui bahwa Ananias akan mati setelah ia menyangkal kebenaran yang ditanyakan oleh rasul-rasul . yat 3-. Narator juga mengerti pikiran manusia karena ia juga tahu bahwa orang-orang yang ada bersama-sama dengan rasul-rasul dan juga Ananias, saat itu ketakutan ketika mereka menyaksikan akhir dari kebohongan seseorang yang iri hati kepada orang lain yaitu kematian. Secara spesial narator berperan sebagai narator yang mahahadir, ia hadir pada saat protagonis mengetahui penipuan yang dilakukan oleh Ananias dan Safira. Ia tahu bahwa konsekuensi dari menipu Rasul-rasul dan juga Roh Kudus adalah kematian . yat 5 &. Narator juga hadir pada saat Ananias berbicara dengan rasul Petrus. Di bagian akhir narator hadir dalam sudut pandang perspektif waktu. Karena ia telah mengetahui bahwa setelah menyaksikan apa yang terjadi dengan Ananias dan Safira, orang-orang mulai ketakutan dengan rasul-rasul . Plot Kisah Para Rasul 5:1-11 mengisahkan tentang kisah Ananias dan Safira yang menjual tanah kepemilikan mereka untuk kepentingan bersama sebagaimana ciri-ciri jemaat mula-mula yaitu hidup saling memberi. Tetapi Ananias memiliki niat tersembunyi di balik Persembahan persepuluhan yang ia berikan kepada rasul-rasul. Ananias menyimpan sebagian dari hasil penjualan tanah tersebut unutk Tanpa Ananias sadari Safira mengetahui tentang tindakan yang ia lakukan tetapi Safira tidak menegur Ananias bahwa apa yang Ananias lakukan adalah perbuatan yang tidak terpuji. Hal ini mengakibatkan Safira juga harus ikut menanggung konsekuensi atas kesalahan yang dilakukan oleh Ananias karena ketika Petrus bertanya kepada Ananias. Ananias tidak memberikan jawaban yang jujur sehingga ia harus menerima konsekuensi atas tindakan penipuan yang ia lakukan yaitu kematian. Setelah kematian Ananias datanglah Safira menghampiri rasul Petrus dan rasul-rasul yang lainnya. Petruspun melihat kedatangan Safira sehingga ia menanyakan tentang hasil penjualan tanah Ananias kepada Safira dengan harapan Petrus akan mendapatkan pengakuan yang jujur dari Safira. Tetapi Petrus tidak menyangka bahwa Safira pun memberikan jawaban yang sama seperti apa yang Ananias katakan Hal ini sontak memicu kemarahan Petrus karena ia merasa ditipu oleh sepasang suami dan istri ini sehingga kata-kata yang ia keluarkan dari mulutnya langsung menjadi nyata. Melihat tindakan yang Petrus lakukan semua orang yang hadir saat itu merasa ketakutan karena mereka melihat bahwa rasul-rasul yang saat ini bersama-sama dengan mereka diliputi kuasa Roh Kudus sehingga merekapun menjadi segan terhadap rasul-rasul Karakter Dan Karakterisasi Pada narasi terdapat beberapa tokoh dalam pengisahan narator, karakter mereka dapat pembaca ketahui dengan tindakan-tindakan yang mereka lakukan di dalam Narasi. Beberapa tokoh-tokoh tersebut adalah: Ananias. Safira. Rasul Petrus, dan Roh Kudus. Simon Petrus: Simon Petrus atau yang biasa di panggil dengan Petrus merupakan salah satu dari kedua belas murid Yesus. Simon Petrus dilahirkan di Betsaida (Yoh 1:. Ayahnya bernama Yona atau Yunus/Yohanes (Mat. 16:17. Yoh. 1:42. Simon Petrus adalah seseorang yang penuh dengan kekontrasan (Packer. Tenney. White Jr, 2014: hal 1. Kekontrasan sendiri merupakan akar kata dari AuKontrasAy dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia AuKontrasAy yaitu memperlihatkan perbedaan yang nyata apabila dibandingkan dengan perbuatannya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, hal: . Simon Petrus memiliki banyak hal untuk tidak diikuti. Hal itu dikarenakan Simon Petrus merupakan pribadi yang sombong. Impulsif, nyaris kasar dalam hubungannya dengan murid-murid yang lain selama melakukan pelayanan bersama dengan Tuhan Yesus. Dia mengklaim akan mati demi Yesus daripada mengecewakan-Nya. Tetapi ketika tiba saat penangkapan, dia yang pertamatama menghunus pedangnya dan memotong telinga seorang laki-laki, lalu menundukkan kepalanya, mengikuti para prajurit kembali ke rumah imam besar dari kejauhan, dan tiga kali menyangkal bahwa dia mengenal Yesus ketika dituduh sebagai pengikut-Nya (Green, 2017: hal Sifat gampang berubah pendirian dan sulit di duga ini, sering menyusahkan Simon Petrus. Namun Roh Kudus membentuknya menjadi seorang yang mantap, pemimpin yang dinamis dari gereja mula-mula, seorang yang Ausetegar batu karangAy dalam segala hal (Packer. Tenney. White Jr, 2014: hal 1. Salah satu sifat seorang pemimpin adalah berani bertindak apa pun resikonya. Sifat inilah yang tampak dalam diri Petrus ketika ia melihat Gurunya berjalan di atas air di Danau Galilea. Kemudian ia meminta kepada Yesus supaya ia diperbolehkan berjalan di atas air. Sang Guru menyetujuinya. Namun Petrus tidak berhasil mempertahankan keseimbangan tubuhnya agar ia tetap dapat berjalan. Ia hampir saja tenggelam. Namun dari peristiwa ini kita dapat menyimpulkan bahwa Petrus adalah seorang yang berani mencoba sesuatu, walaupun mungkin ia akan mengalami kegagalan (Nggebu, 2002: hal. Setelah mengalami banyak rintangan dalam pelayanannya bersama Yesus. Petrus seakan-akan mendapat hidup baru dengan adanya Pentakosta Petrus mengalami perubahan yang sangat besar dalam hidupnya kita bisa melihat hal itu setelah kebangkitan Yesus dan Pentakosta. Dia menyatakan diri-Nya secara khusus kepada Petrus. Di samping itu. Tuhan Yesus membutuhkan waktu tersendiri memulihkan Simon Petrus. Pemulihan ini perlu karena Simon Petrus pernah menyangkal Ttuhan Yesus (Yoh. 21:15-. Pemulihan tersebut nyata dalam Surat 1 dan 2 Petrus. Perubahan besar yang dialami Simon Petrus inilah yang membuat Ia berdiri mewakili para murid dan berkhotbah kepada orang-orang di Yerusalem (Kis. 2:14-. Pada perkembangan kemudian. Simon Petrus menjadi salah satu pemimpin Gereja Mula-mula. dalam kurun waktu yang cukup lama, ia berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan jemaat atau Gereja Mula-mula. Sejarah menunjukkan bahwa Simon Petrus melakukan pelayanan sampai masa tuanya di Roma. kota Roma ia menjadi Martir dengan cara disalibkan kepala ke bawah oleh Kaisar Nero antara tahun 64-67 AD (Brotosudarmo, 2017: hal 107-. Dari sini kita bisa melihat bahwa selain teguh memegang pendiriannya setelah diberikan kepercayaan untuk menggembalakan domba-domba-Nya Petrus menjadi pribadi yang sangat tegas ketika menangani permasalahan yang ia hadapi dalam pelayanannya, sehingga membuat ia disegani oleh banyak orang. Ananias: Nama lain dari Ananias dalam bahasa Ibrani adalah AuHanayaAy yang berarti AuTuhan telah mengampuniAy. Ananias merupakan seorang anggota jemaat purba Yerusalem yang sumbangannya untuk dana umum bagi jemaat mula-mula di kota Roma saat itu. Selain merupakan salah seorang yang memberi sumbangan pada jemaat mula-mula saat itu. Ananias juga merupakan anak dari seorang kepala Mahkamah Agama di Roma (Ensiklopedi, 2000: hal . Kepala Mahkamah Agama atau yang dikenal juga sebagai Kaum Saduki merupakan kelompok kecil, tetapi juga sangat berpengaruh. Mereka terdiri dari para Imam yang terkemuka di Bait Allah di Yerusalem dan meliputi hanya golongan-golongan yang paling berada dari masyarakat Yahudi. Mereka konservatif dalam segala hal dan membenci perubahan dalam bentuk apapun, terutama perubahan yang dapat mengganggu posisi dominan mereka dalam masyarakat. Walaupun mereka sangat secara teoretis percaya akan kedatangan Mesias, mereka pada umumnya tidak terlibat dalam protes-protes politik karena akan menimbulkan persoalan dengan pihak Roma (Drane, 2013: Halaman . Hal ini dikarenakan Pemerintah Roma tidak mau campur tangan dengan adat istiadat orang Yahudi. Karena itu pemerintahan di Palestina di serahkan kepada orang Yahudi sendiri kecuali Pemerintahan ini dilakukan oleh orang Saduki. Jadi kuasa orang Saduki tidak hanya mengenai hal-hal beragama saja. Mereka mendapatkan tugas mengumpulkan pajak bagi pemerintahan Roma. Ini mereka laksanakan dengan perantaraan pemungut cukai. Karena untuk melaksanakan hukuman mati, orang Saduki harus memperoleh persetujuan pemerintahan Romawi. Soedarmo, 2013: 29. Disini kita bisa melihat bahwa Ananias merupakan salah satu orang yang memiliki kekayaan serta Kekayaan serta kedudukan yang dimiliki Ananias inilah yang menjadikan Ananias menjadi pribadi yang tamak, iri hati, sombong, dan juga angkuh. Selain memiliki banyak kekayaan Ananias juga berambisi agar namanya dapat dikenal banyak orang melalui tindakan yang ia lakukan dalam menyokong pelayaan para murid Yesus serta warga jemaat saat itu. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari pengaruh situasi dunia politik yang saat itu sedang terjadi dimana para orang kaya berlomba-lomba untuk menarik simpati warga jemaat agar melihat kebaikan yang mereka lakukan dengan maksud agar memperoleh kedudukan untuk suatu jabatan tertentu dengan dukungan dari warga jemaat saat itu. Safira Dalam bahasa Yunani AuSapfeiraAy transliterasi dari bahasa Aram AuSyappiraAy berarti AucantikAy. Safira sendiri merupakan isteri dari Ananias (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini II Jilid II M-Z, 1997: hal Safira memiliki arti nama yang cantik namun arti nama yang dimiliki oleh Safira tentu saja tidak turut menggambarkan pribadi Safira. Hal itu bisa kita lihat ketika Safira tanpa sengaja turut membantu suaminya dalam upaya penipuan yang dilakukan oleh Suaminya. Hal ini menunjukkan Safira tidak mencerminkan diri sebagai pribadi wanita Kristen yang cantik pada pandangan Tuhan. Cantik pada pandangan Tuhan bukan dilihat dari kecantikan dari fisik Safira tetapi cantik di hadapan Tuhan yaitu kualitas dari dalam diri Safira karena diantara kecantikan fisik seseorang dan juga kualitas dalam diri seseorang kualitas dalam diri seseoranglah yang paling penting (Getz, 1993: Hlm. Selain tidak memiliki kecantikan dalam hal kualitas di hadapan Tuhan. Safira juga tidak memiliki Roh atau sifat yang lemah lembut. Roh lemah lembut yang dimaksudkan disini yaitu Roh yang taat kepada Firman Allah. Dan hal itu tidak kita temukan dalam diri Safira. Dimana ia melakukan apa yang tidak diinginkan Tuhan yaitu dalam hal menipu Roh Kudus. Ia bukannya melarang suaminya untuk tidak menipu Roh Kudus melainkan ia turut mendukung suaminya ketika menipu Roh Kudus. Hal inilah yang menyebabkan Safira harus kehilangan nyawanya bersama-sama dengan suaminya Ananias. Roh Kudus Alkitab menyebut Roh Kudus juga Roh Allah. Roh Kebenaran. Roh Tuhan. Roh Yesus, dan Roh Penghibur. Roh Kudus juga dilambangkan dengan nafas, angin, merpati, jari Allah, dan api. Kepelbagaian itu membantu untuk menerangkan identitas dan kerja Roh (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jillid II M-Z, 1997: hal . Pekerjaan Roh yang paling menonjol dalam Perjanjian Lama, yakni menolong orang-orang tertentu karena mereka menduduki jabatan-jabatan khusus dalam Negara dan orang dalam jabatan itu membutuhkan kuasa Roh Kudus untuk menjalankan jabatan itu. Lambang keikutsertaan Roh dalam jabatan ini ialah pengurapan dengan minyak. Karena Roh menolong orang-orang untuk menjalankan beberapa fungsi jabatan tertentu, maka bila seseorang tidak dipakai lagi maka Roh itu akan meninggalkan dia. Sedangkan pekerjaan yang baru dari Roh dalam Perjanjian Baru ialah untuk melibatkan satu kediaman yang tetap dalam diri umat Allah. AuAku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran. Akan ada satu kuasa yang tinggal di dalam yang akan menjadi hak istimewa dari semua umat Allah, dan bukan hanya beberapa pimpinan resmi saja. Ia adalah Roh Kebenaran. Yesus telah berjanji bahwa Roh itu akan menuntun murid-murid-Nya kepada seluruh kebenaran (Kis 16:. yaitu dimana Roh Kudus akan bekerja melalui pelayanan murid-murid-Nya (Ladd, 2002: hal 396-. Kedatangan Roh Kudus, yang sudah dijanjikan oleh Tuhan Yesus diriwayatkan dalam Kisah Para Rasul 2. Terjadilah tanda-tanda yang mengagumkan (Ayat 2-. Lalu Petrus mengucapkan khotbahnya yang berisi pekabaran Injil tentang Yesus Kristus. Pada hari Pentakosta itulah berdirilah Gereja Kristen. Demikianlah pekerjaan Roh Kudus: Ia membuka hati para pendengar, sehingga mereka percaya kesaksian itu. Sejak waktu itu Roh Kudus bekerja terus, juga di dunia sekarang ini, di antatra kita dan di dalam Dengan perantaraan Alkitab dan pemberitaan Gereja. Roh itu meresapkan ke dalam hati kita Auapa yang dikaruniakan Allah kepada kitaAy . Kor. Artinya : Berkat pekerjaan Roh Kudus, kita dihubungkan dengan Yesus Kristus dan mengaminkan pekerjaan-Nya, sehingga kita beroleh bagian dalam keselamatan yang sudah dikerjakan-Nya bagi kita (Boland, 1986: hal. Sekalipun Roh Kudus tidak mempunyai tubuh. Ia adalah Oknum . yang berpengetahuan . Kor 2:1-,. dan berkehendak sendiri . Kor. Ia menolong kita berdoa (Rm. 8:26,. dan mempunyai pikiran. Ia berbicara kepada kita (Kis. 13:2. 21:11. Why 2:. memimpin kita (Kis. 16:6,7: Rm. dan dapat merasakan dukacita (Ef 4:. (Ellis, 1999: hal . Roh Kudus selalu memuliakan Yesus Kristus: Ia datang dari padaNya dan memimpin orang kepada-Nya (Yoh. 16:13-. Oleh pekerjaan Roh Kudus, kita Audilahirkan kembaliAy menjadi Auanak-anak Allah, yaitu Aumanusia baruAy yang sudah bangkit bersama-sama dengan Kristus (Yoh 3:. Tafsir Implisit Tema utama narasi ini adalah hal memberi ditekankan juga oleh Narator dalam Tafsir Implisit yaitu: Salah Pengertian. Ironi. Simbolisme dsn Makna Ganda. Pada narasi Kisah Para Rasul 5:1-11, bagian yang diperoleh yaitu Ironi. Ironi Dalam Ayat 1-11 Petrus bertanya kepada Ananias dan Safira mengenai hasil penjualan tanah mereka tetapi dalam waktu yang berbeda. Pada awal narasi kita diperlihatkan bagaimana Ananias ditanyai oleh Petrus mengenai hasil penjualan tanah miliknya tetapi Ananias tetap pada pendiriannya karena ia memiliki niat lain dengan memberikan persembahan persepuluhan kepada para rasul. Ananias ingin mendapatkan popularitas seperti yang di dapatkan oleh Barnabas. Ananias merasa iri hati terhadap popularita yang dimiliki oleh Barnabas, dikarenakan Barnabas merupakan seorang keturunuan lewi yang saleh. Karena kesalehannya Barnabas menjual seluruh harta benda miliknya dan memberikannya kepada para rasul untuk dibagikan kepada anggota jemaat mula-mula saat itu guna untuk menunjang proses pelayanan di tengah-tengah Jemaat yang saat itu sedang bertumbuh. Sifat kerendahan hati dan simpati Barnabas membuat Anannias merasa iri hati kepada dia sehingga Ananias juga turut menjual tanah miliknya dan memberikan sebagian dari hasil penjualan tersebut kepada para rasul karena ia juga ingin mendapatkan pujian serta popularitas yang membuat namanya dikenal banyak orang melalui perbuatannya. Ananias merasa bahwa dengan adanya kehadiran Barnabas di tengah-tengah jemaat mula-mula akan menggeserkan posisinya yang dimana pada saat itu Ananias juga merupakan salah seorang keturunan lewi. Hal itu ia peroleh melalui ayahnya yang merupakan kepala Mahkamah Agama. Kepala Mahkamah Agama sendiri merupakan kelompok kecil tetapi memiliki pengaruh yang kuat karena mereka merupakan orang-orang kaya yang berada di tengah-tengah Masyarakat Yahudi. Karena Ananias telah terbiasa dengan kehidupan yang selalu mendapat sorotan serta pujian dari orang lain sehingga ketika orang baru muncul dengan status dan kedudukan yang sama seperti dirinya sehingga ia merasa terancam dan melakukan tindakan yang tidak terpuji dihadapan para rasul tetapi juga di hadapan Roh Kudus . Situmorang, 2019: halaman 22. Rasa Iri Hati yang tinggi serta menginginkan kepopularitas orang lain agar namanya juga dapat dikenal orang banyak menghantarkan Ananias dan Safira kepada kematian. Hal itu bukan tanpa alasan melainkan karena mereka telah menipu rasul Petrus tetapi juga mereka telah menipu Roh Kudus yan g mana pada saat itu Yesus telah mencurahkan Roh Kudus kepada para rasul sehingga mereka diliputi oleh kuasa Roh Kudus. Sehingga setiap kata yang mereka keluarkan memiliki kuasa dan hal itu terbukti dengan kematian Ananias dan Safira. Tema Tema yang dapat kita kembangkan dari narasi ini adalah AuIri Hati Membawa Kepada MautAy. Dalam percakapan pertama (Petrus bertanya kepada Ananias dan Jawaban dari Anania. tidak didapati alasan Ananias melakukan tindakan penipuan kepada rasul dan juga Roh Kudus. Dari sini terlihat jelas bahwa ada sesuatu coba Ananias tutupi dari rasul Petrus. Sesuatu yang ia tutupi itu merupakan alasan sebenarnya dibalik tindakan penipuan yang ia lakukan kepada rasul Petrus sehingga ia harus menerima konsekuensi berupa kematian akibat iri hati yang ia rasakan kepada Barnabas. Hal ini pun berlaku bagi Safira karena ia turut mendukung suaminya melakukan tindakan penipuan Ia tidak menegur Ananias ketika Ananias melakukan kesalahan dan ketika ditanya oleh Petrus ia juga berbohong sehingga hari dimana orang-orang yang hadir saat itu menyaksikan kematian Ananias mereka juga menmyaksikan kematian Safira dan menguburnya setelah mereka mengubur suaminya tiga jam sebelum kedatangannya bertemu dengan rasul Petrus. Makna Bagi Pembaca Makna narasi akan dikaji dalam tiga lapisan yaitu : pendengar pertama, pembaca pertama dan yang terakhir pembaca kontemporer. Pendengar pertama: Pendengar pertama adalah orang-orang yang mengalami secara langsung apa yang dilakukan oleh rasul Petrus atau orang-orang yang mendengar secara langsung perkataan rasul Petrus. Bagi pendengar pertama yaitu Ananias dan orang-orang yang saat itu bersama-sama dengan rasul Petrus, narasi ini bertujuan untuk menegur mereka secara langsung bahwa iri hati dapat membuat kita kehilangan nyawa Inilah yang dikehendaki oleh Allah supaya mereka diarahkan kepada pemahaman dari bahaya penyakit iri hati terhadap sesamanya sendiri. Pembaca pertama: Pembaca pertama adalah pembaca bayangan yaitu orang-orang yang ada dipikiran pengarang bayangan tatkala ia menyusun kitab ini. seperti halnya kepada pendengar pertama narasi ini juga bertujuan agar pembaca pertama mengetahui bahwa memiliki atau menyimpan rasa iri hati kepada orang lain dapat membawa kematian bagi dirinya sendiri. Bagi pembaca pertama narasi ini juga berfungsi untuk menguatkan mereka dalam pergumulan mereka. Narasi ini jelas menegaskan kepada orang-orang saat itu untuk tidak hidup dengan memendam rasa iri hati. secara keseluruhan narasi ini diberikan oleh pengarang bayangan kepada pembaca pertama untuk hidup saling mengasihi satu sama yang lain sekalipun mereka memilki kelebihan dan kekurangan mereka harus saling mengasihi agar mereka tidak memiliki rasa iri hati seorang kepada yang lain. Pembaca Kontemporer: Pada pembaca Kontemporer khususnya dalam konteks gereja-gereja di Tanah Papua, narasi ini memberikan pengajaran agar kita tidak hidup di dalam rasa iri hati terhadap sesama kita. Kita tidak boleh merasa iri hati dengan apapun yang dimiliki oleh orang lain, baik itu dalam bentuk uang, pekerjaan, atau popularitas. Dengan demikian gereja diingatkan untuk kembali hidup dengan mengutamakan rasa saling mengasihi satu dengan yang lain. Karena sekarang banyak umat yang telah kehilangan rasa saling mengasihi terhadap sesamanya dan tidak jarang juga menampakan rasa ketidaksukaan terhadap yang lain karena memiliki rasa iri hati terhadap apa yang dimiliki oleh orang KESIMPULAN Iri hati adalah perasaan emosional yang tumbuh dari dalam diri seseorang kepada orang lain yang dilandasi oleh faktor-faktor tertentu sehingga menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk memiliki apa yang dimiliki orang lain. Dampak dari rasa iri hati yang timbul di dalam diri seseorang akan membawa ia kepada maut karena ia akan berurusan secara langsung dengan Tuhan yang mempunyai hidup ini. Belajar dari Ananias dan Safira: iri hati yang membawa kepada maut. DAFTAR PUSTAKA