1 Vol. No. 2, 2021, pp. ISSN 2721-1703 E-ISSN 2809-4727 Jurnal Cakrawala Bahari Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb FAKTOR PENYEBAB PERWIRA KAPAL TIDAK DAPAT MEMBIMBING TARUNA PRALA UNTUK MENGISI CADET RECORD BOOK ACHMAD ALI MASHARTANTO Program Studi Nautika Article Info Article history: Received Jun 12th, 2021 Revised Aug 20th, 2021 Accepted Aug 26th, 2021 Keyword: Kapal. Cadet Record Book ABSTRACT . PT) Angkutan laut sebagai transportasi yang sangat efisien. Melalui ekspor dan impor sebagai penunjang pertunbuhan ekonomi di samping pergerakan penduduknya antar pulau dan antar propinsi. taruna prala cenderung menyelesaikan pengisian cadet record book setelah turun dari kapal,bahkan memalsukan stempel kapal dan tanda tangan perwira di atas Hal itu membuktikan bahwa kesadaran dan kedisiplinan taruna masih kurang dan masih perlu ditingkatkan. Metodologi penelitian yang dipakai dalam penyusunan skripsi ini didasarkan pada fakta-fakta dan data. Dalam penelitian mengenai factor penyebab perwira kapal tidak dapat membimbing taruna Prala untuk mengisi cadet record book mengalami beberapa kendala atau masalah yang mengakibatkan pengisian cadet record book tidak dapat terselesaikan tepat waktu, buktinya cadet record book penulis pada hanya terisi 10 . tanda tangan dari chief officer, dari mualim II mendapatkan 8 . tanda tangan, sedangkan perwira lainya tidak memberikan tanda tangan karena dianggap penulis bisa menyelesaikan A 2021 The Authors. Published by Politeknik Pelayaran Sumatera Barat. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Achmad Ali Mashartanto Politeknik Pelayaran Sumatera Barat Email. mashartanto745@gmail. Pendahuluan Peranan angkutan laut dalam perkembangan perekonomian bagi suatu negara seperti Indonesia sangatlah besar, angkuatan laut sebagai transportasi yang sangat efisien. Melalui ekspor dan impor sebagai penunjang pertunbuhan ekonomi di samping pergerakan penduduknya antar pulau dan antar propinsi. Perkembangan pelayaran harus selalu ditingkatkan sesuai dengan kemajuan zaman yang semakin modern. Untuk melayani kebutuhan yang semakin meningkat pada bidang transportasi laut, untuk pengangkutan barang dan pelayanan jasa angkutan, tidak cukup haya menyediakan kapal saja akan tetapi harus dilengkapi dengan perwira dan anak buah Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb kapal yang handal. Lancar dan tidaknya pelayaran dan pengoperasian suatu kapal sangat tergantung pada kinerja perwira dan anak buah kapal,terutama perwira sebagai pimpinan di atas kapal. Perwira dan anak buah kapal dalam bekerja di tuntut memiliki kedisiplinanyang Untuk memenuhi tuntutan tersebut Politeknik Pelayaran Sumatera Barat memberi kesempatan-kesempatan pada lulusan-lulusan sekolah menengah untuk menjadi taruna yang selanjutnya akan dididik menjadi pelaut-pelaut yang handal dan memiliki kebiasaan pelaut yang baik. Ada dua macam pendidikan yang harus ditempuh pada saat menjadi taruna yaitu teori dan praktek. Pendidikan secara teori akan disampaikan di kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dan praktek yang selanjutnya disebut Praktek Luat (PRALA) harus di tempuh oleh masing-masing taruna di atas kapal minimal 12 bulan atau 1 tahun. Prala atau praktek laut adalah merupakan salah satu syarat taruna untuk mendapatkan ijazah ANT/ATT i. Dengan praktek laut maka taruna dapat mempraktekkan ilmu-ilmu yang di dapat dari kampus dan skaligus dapat memperoleh ilmu yang tidak atau belum diberikan di kampus. Diatas kapal taruna diwajibkan untuk menyelesaikan kertas kerja praktek laut dan pengisian cadet record book, karena hal itu sangat penting untuk menyelesaikan study. Kertas kerja prola dan cadet record book sangat penting bagi taruna sebagai calon Hal ini dapat dilihat dari STCW Ao78 yang mewajibkan bagi seluruh taruna yang praktek di kapal untuk menyelesaikan pengisian cadet record book. Keberhasilan taruna dapat dilihat dari cadet record book serta dapat dinilai seberapa jauh kemampuan taruna dalam melaksanakan praktek laut di atas kapal. Terlepas dari itu semua yang telah penulis ungkapkan di atas, penulis masih melihat kenyataan bahwa masih banyak bahkan mungkin semua taruna prala cenderung menyelesaikan pengisian cadet record book setelah turun dari kapal,bahkan memalsukan stempel kapal dan tanda tangan perwira di atas kapal. Hal itu membuktikan bahwa kesadaran dan kedisiplinan taruna masih kurang dan masih perlu ditingkatkan. Metode Pengertian Kapal Menurut W. S Poerwadarmainta . 3: . AukapalAy adalah perahu besar yang bergeladak yang dapat membawa barang. Kapal adalah semua perahu, dengan nama apapun, dan dari macam apapun juga. AyPasal 1 angka 36 UU No. 17 Tahun 2008 pun memberikan definisi kapal, yakni : AuKapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb energi lainnya, ditarik atau ditunda, termaksud keadaan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak berpindah-pindah. Taruna Prala Menurut Arso Martopo . 6: . AutarunaAy adalah setiap orang yang berhak mengikuti pendidikan dan latihan serta telah ditetapkan sebagai taruna dan berdasarkan SK Kepala BPLP. Menurut Departemen Perhubungan . 4: . praktek laut . adalah pelaksanaan praktek kerja nyata di kapal-kapal niaga oleh taruna prala untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan, kecakapan dan keahlian serta untuk menghayati kehidupan diatas kapal niaga secara langsung. Belajar Menurut Prof. Drs. Burhanudin Salam M. M AuCara Belajar Yang Sukses di Perguruan TinggiAy . Para psikolog berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses perubahan perilaku. Perilaku mengundang arti yang sangat luas, meliputi pengetahuan kemampuan berpikir, keahlian atau ketrampilan, penghargaan terhadap suatu sikap, minat dan semacamnya. Pengertian Pemimpin Pemimpin Drs. Poerwanto,AyDasar-dasar Manajemen Kepemimpinan KapalAy . Pemimpin adalah seorang pribadi yang mempunyai kecakapan dan kelebihan kilebihan khususnya kecakapan dan kelebihan di suatu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu demi tercapaiya suatu tujuan. Pada aspek politik pemimpin adalah kepala aktual dari organisasi di kota, dusun atau sub devisi-sub devisi . agian-bagia. CRB dan buku panduan prala Dalam peraturan Tata Tertib Taruna Prala pasal 1 ayat 5 . disebutkan bahwa Cadet Record Book ialah buku kerja yang dirancang sesui dengan konvensi STCW amandemen tahun 1995, table A. II dan A. i yang harus diisi/ dikerjakan oleh taruna Diklat Pelayaran selama melaksanakan praktek laut. Metodologi penelitian yang dipakai dalam penyusunan skripsi ini didasarkan pada fakta-fakta dan data dari apa yang penulis alami selama diatas kapal. Penelitian ini memfokuskan pada obyek penelitian yang berkaitan tentang peran perwira diatas kapal dalam membimbing taruna praktek laut untuk mengisi cadet record book. Lokasi atau tempat penelitian yang diambil oleh penulis untuk Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb mengadakan penelitian adalah diatas kapal MV. Sinar Ambon, yang mana penulis mengadakan proyek laut selama 12 bulan dari September 2005 sampai dengan September 2006. Variabel dalam sekripsi ini adalah peran perwira di atas kapal dalam membimbing taruna pratek laut untuk mengisi cadet record book. Teknik analisa data yang penulis lakukan di sekripsi ini adalah dengan menggunakan analisa data secara induktif yang mana dapat menemukan kenyataankenyataan ganda yang terdapat dalam data, dapat menemukan pengaruh bersama yang mempertajam hubungan-hubungan dengan subjek penelitian. Analisa dan Pembahasan Gambaran umum objek yang diteliti Masalah yang penulis hadapi pada saat itu antara lain, perwira kapal tidak memperhatikan cadet record book karena ada kegiatan yang lebih penting dari pada memperhatikan pengisian cadet record book dan menganggap cadet record book adalah tugas taruna terhadap institusi. Masalah kedua yang penulis hadapi pada saat melaksanakan praktek berlayar diatas kapal adalah kurangnya waktu yang tersedia disebabkan pekerjaan diatas kapal terlalu banyak sehingga waktu untuk mengerjakan cadet record book sangat terbatas. Masalah selanjutnya yang penulis temukan dalam penelitian ini adalah pengetahuan perwira kapal tentang materi yang terdapat dalam cadet record book masih kurang karena dari 5 . pertanyaan yang penulis ajukan hanya 1 . yang dapat dijawab, itupun tidak lengkap. Alasan lain yang penulis temukan adalah kurang lengkapnya sarana yang tersedia di atas kapal, seperti alat-alat navigasi yang sudah tidak dapat Kendala ini dikarenakan bukan dari pihak perwira diatas kapal tetapi oleh perusahaan pelayaran yang mengelola kapal tersebut tidak mau mengeluarkan biaya perbaikan kapal selain pada saat naik dock. Permasalahan ini penulis alami sendiri dari sign on sampai sign off echo sounder diatas kapal tidak dapat berfungsi atau rusak. Ini disebabkan karena perbaikan echo sounder cukup mahal dan juga waktu yang dibutuhkan untuk memperbaikinya tidaklah singkat sehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Masalah selanjutnya yang sampai saat ini dapat kita temukan di lapangan adalah masalah pemalsuan stampel dan tanda tangan perwira kapal. Masalah ini terjadi karena perwira diatas kapal tidak mau ambil pusing memikirkan tanda tangan dan stempel kapal yang dipalsukan oleh taruna praktek laut dan perwira di atas kapal beranggapan bahwa taruna pratek laut dapat menyesaikan sendiri. Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/jcb Pada dasarnya cadet record book merupakan suatu panduan bagi taruna pratek laut yang dalam pengisiannya harus melalui bimbingan dari perwira di atas kapal. Agar cadet record book berfungsi sebagai mana mestinya maka dari taruna sendiri hendaknya aktif menanyakan hal-hal yang terdapat dalam cadet record book kepada pewira di atas Selanjutnya Pada waktu angkatan taruna mencari kapal untuk praktek banyak yang kurang tersalurkan, sehingga banyak yang melaksanakan praktek di kapal-kapal tua dan Seharusnya dari pihak kampus, khususnya unit kapal latih lebih giat dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan pelayaran yang bonafit dan memenuhi standart IMO. Jangan asal bekerja sama dengan perusahaan pelayaran yang kurang memenuhi standart yang nantinya berdampak kurang baik terhadap keberhasilan taruna prala. Simpulan Penulis menguraikan beberapa permasalahan yang muncul dan berkaitan dengan pengisian cadet record book oleh taruna pada saat melaksanakan praktek laut di kapal. Kemudian dari uraian permasalahan tersebut maka penulis dapat mengambil beberapa Banyaknya pekerjaan di atas kapal yang membebani taruna sehingga waktu yang digunakan untuk belajar kurang. Perwira diatas kapal tidak semuanya bisa menjawab atau menjelaskan pertanyaan yang ada di dalam cadet record book, disebabkan karena pengetahuan perwira di atas kapal mengenai materi cadet record book juga kurang. Banyaknya taruna yang memalsukan tanda tangan dan stempel di dalam cadet record book disebabkan karena perwira di atas kapal terlalu apatis dan acuh terhadap taruna. Pada umumnya perusahaan pelayaran kurang memperhatikan alat-alat navigasi diatas kapal karena masih ada yang rusak. Referensi