Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Penerapan Metode Ceramah dan Tanya Jawab pada Pembelajaran Al-Qur'an Hadis dalam Memahami Tujuan dan Fungsi Al-Qur'an Dina Latifah 1. Dilla Sulistia2 . Bagus Sajiwo 3. Ayu lestari br Ginting4 Abstrak Dalam dunia pendidikan, metode pembelajaran merupakan suatu faktor yang penting untuk menunjang keaktifan dalam proses pembelajaran, dan penggunaan metode akan mempengaruhi tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Dalam memilih metode pembelajaran harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi metode pembelajaran, artinya dalam menentukan metode pembelajaran itu tepat, maka tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik. Metode yang digunakan pada pembelajaran Alquran Hadis yang akan dibahas kali ini adalah metode ceramah dan tanya jawab. Metode ceramah dan tanya jawab memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan dari apa yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan dan teknik metode ceramah dan tanya jawab pada mata pelajaran Alquran Hadis dalam memahami tujuan dan fungsi Alquran. Adapun permasalahan yang sering terjadi terkait penggunaan metode ceramah dan tanya jawab. Pada metode ceramah yaitu mudah terjadi verbalisme, yang visual menjadi rugi, yang auditif lebih besar menerima. Membosankan untuk penggunaan yang relatif lama, sulit menyimpulkan bahwa siswa paham dan tertarik dengan apa yang disampaikan, dan siswa menjadi pasif. Kemudian permasalahan yang sering terjadi pada penggunaan metode tanya jawab yaitu siswa merasa takut dan tegang bila guru kurang dapat menghadirkan suasana akrap dan menimbulkan keberanian siswa. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai tingkat berfikir siswa dan mudah dipahami siswa, banyak waktu terbuang terutama bila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan, dan tidak mungkin memberi pertanyaan pada setiap siswa untuk kelas yang besar. Metode ceramah ialah cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan cara penuturan lisan kepada siswa atau khalayak ramai. Metode tanya jawab adalah metode pembelajaran dengan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode tanya jawab ini dapat 1,2,3,4 STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai. Dinaalatifah2410@gmail. Sulistiadilla615@gmail. bagusshildani@gmail. Layu44681@gmail. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt melatih siswa untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi sehingga dapat menciptakan kondisi belajar menjadi menyenangkan. Kata kunci: Pembelajaran Al-Qur'an Hadis. Metode Ceramah. Metode Tanya Jawab Pendahuluan Allah SWT menurunkan wahyu berupa kitab suci Alquran untuk diimani, dipelajari, dibaca, direnungkan dan dijadikan sebagai hukum, juga dapat dijadikan obat dari berbagai penyakit dan kotoran hati. Alquran adalah kitab suci yang paling sempurna, serta berfungsi sebagai pelajaran bagi manusia, pedoman hidup bagi setiap muslim. Alquran diturunkan untuk menjadi pegangan hidup bagi mereka yang ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, dan tidak hanya untuk satu umat saja atau untuk suatu abad saja, tetapi untuk seluruh umat manusia dan untuk sepanjang masa. Karena itu luas ajaran-ajarannya adalah sama dengan luasnya umat manusia. Salah satu cara terpenting untuk mendidik dan membina anak agar dapat mempelajari serta mengimani Alquran adalah dengan cara memberikan pendidikan Alquran sejak kecil, karena masa ini adalah masa pembentukan watak ideal. Anak-anak muda menerima apa saja yang dilukiskan, sebelum menerima lukisan-lukisan yang negatif. Anak perlu didahului pendidikan Alquran sejak dini agar nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran tertanam dan bersemi di dalam jiwa kelak. Mata pelajaran Alquran Hadis adalah salah satu rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) yang menjadi dasar mata pelajaran lainnya yang diajarkan di madrasah. Mata pelajaran Alquran Hadis merupakan dasar bagi mata pelajaran PAI yang lain, seperti akidah akhlak, ski, dan fiqih. Hal demikian, karena dalil-dalil yang dijadikan sebagai penguat argumentasi dalam setiap materi dari unsur-unsur mata pelajaran agama tersebut tidak lepas dari Alquran Hadis sebagai sumber ajaran agama Islam. Namun, mata pelajaran Alquran Hadis juga tidak akan mampu sepenuhnya dalam memotivasi peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan dan akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari, tanpa berkolerasi dengan pelajaran agama Islam lainnya. (Abd. Wadud, 2009: . Sebagai mata pelajaran. Alquran Hadis bertujuan agar siswa memahami, meyakini dan mengamalkan isi kandungan ajaran Alquran dan hadis serta bergairah untuk membacanya dengan pasif dan benar. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam mewujudkan fungsi pendidikan. Guru sebagai pendidik tugasnya tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran pada waktu kegiatan pembelajaran berlangsung. Namun lebih dari itu, seorang guru harus mampu memotivasi dan menyadarkan siswa agar giat belajar dan yang lebih utama lagi adalah seorang guru harus bisa membimbing agar peserta didik mau mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya dalam Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt kehidupan sehari-hari. (Adi W. Gunawan, 2004: . Dalam mengajar, terjadi hubungan antara dua unsur pokok yaitu guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. Kemudian menghubungkan pula dua unsur pelengkap, yaitu materi pelajaran dan sarana pengajaran, yang dihubungkan dengan penggunaan metode yang tepat. Dalam memilih metode pembelajaran, ada beberapa faktor yang harus dpertimbangkan oleh guru yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berhubungan dengan keadaan siswa, baik bersifat fisik seperti kesehatan dan kebutuhan jasmani maupun yang bersifat mental seperti motivasi, intelegensi, daya pikir, perhatian dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal adalah yang berhubungan dengan keadaan di luar siswa seperti kurikulum, sarana prasarana, sistem administrasi, guru serta faktor mengajar (Arikunto, 1998: . Metode merupakan hal penting demi tercapainya pendidikan. Dengan demikian, guru dituntut untuk dapat profesional dalam memilih metode serta pengorganisasian proses belajar mengajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Metode yang akan kita bahas kali ini adalah metode ceramah dan tanya jawab pada pembelajaran Al-Qur'an hadis. Adapun permasalahan yang sering terjadi terkait penggunaan metode ceramah dan tanya jawab. Pada metode ceramah yaitu mudah terjadi verbalisme, yang visual menjadi rugi, yang auditif lebih besar menerima. Membosankan untuk penggunaan yang relatif lama, sulit menyimpulkan bahwa siswa paham dan tertarik dengan apa yang disampaikan, dan siswa menjadi pasif. Kemudian permasalahan yang sering terjadi pada penggunaan metode tanya jawab yaitu siswa merasa takut dan tegang bila guru kurang dapat menghadirkan suasana akrap dan menimbulkan keberanian siswa. Tidak mudah membuat pertanyaan yang sesuai tingkat berfikir siswa dan mudah dipahami siswa, banyak waktu terbuang terutama bila siswa tidak dapat menjawab pertanyaan, dan tidak mungkin memberi pertanyaan pada setiap siswa untuk kelas yang besar. Pembahasan Memahami Tujuan Dan Fungsi Al-Qur'an Secara terminologi, al-Qur'an memiliki beberapa definisi. Banyaknya definisi Alquran tidak lepas dari sudut pandang ulama yang menyusunnya atau kepentingan kajiannya. Meski demikian, definisi-definisi itu memiliki esensi yang sama. Beberapa diantaranya: Alquran ialah firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW untuk melemahkan orang yang menentangnya sekalipun hanya dengan surat terpendek, dan membacanya dianggap sebagai ibadah. (Jalaluddin al-Suyuthy, 2008: . Alquran ialah firman Allah yang berfungsi sebagai muAojizat, diturunkan kepada penutup nabi dan rasul melalui perantara malaikat Jibril As, ditulis dalam mushaf, dinukilkan kepada kita secara mutawatir, membacanya dianggap ibadah, dimulai dengan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt surat al-fatihah dan ditutup dengan surat an-nas. (Muhammad Ali al-Shabuni, 2003: . Alquran ialah Wahyu Allah yang diturunkan dari sisi Allah kepada rasulnya Muhammad bin Abdillah sang penutup para nabi, yang dinukilkan secara mutawatir baik lafal maupun maknanya, dan merupakan kitab samawi terakhir yang diturunkan. (Afif AoAbd alFattah Thabbarah : . Alquran adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, yang tertulis dalam mushaf, diriwayatkan secara mutawatir, membacanya bernilai ibadah, dan berfungsi sebagai muAojizat meski hanya dengan satu surat darinya. (Nuruddin AoAtar, 1993: . Jika ditelaah, maka definisi-definisi di atas mengandung beberapa elemen dasar yang membentuk pengertian Alquran. Elemen dasar itu adalah: (Muhammad Amin Suma: 26-. C Pertama. Alquran adalah wahyu atau kalam Allah. Dengan demikian, sabda Rasulullah tidak termasuk Alquran, begitu juga hadits Qudsi. C Kedua. Alquran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Ini berarti Wahyu yang diturunkan kepada nabi dan rasul selain Muhammad SAW tidak bisa disebut Alquran. Karena itu, kitab taurat. Zabur dan Injil tidak bisa dikatakan sebagai Alquran meskipun sama-sama Wahyu dari Allah SWT. C Ketiga. Alquran diturunkan dalam bahasa Arab. Ulama sepakat bahwa yang disebut Alquran adalah yang tertera atau terucap dalam bahasa Arab. Karena itu, terjemah Alquran atau tafsir Alquran meski dengan bahasa Arab tidak bisa disebut Alquran. Berdasarkan penjelasan di atas, maka definisi yang sederhana namun memuat elemen pokok pengertian Alquran adalah: firman Allah SWT yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, yang tertulis dalam bahasa Arab, dan membacanya bernilai ibadah. Sedangkan keterangan bahwa ia diriwayatkan secara mutawatir, ditulis dalam mushaf, diawali surat al-fatihah dan diakhiri surat an-nas, berfungsi sebagai mukjizat, dapat dianggap sebagai penjelasan tambahan yang melengkapi definisi Alquran. (Sahid HM, 2016: . Fungsi Al-Qur'an dilihat dari kedudukannya: Petunjuk bagi manusia Fungsi pertama Alquran adalah sebagai petunjuk bagi manusia. Seperti diketahui, fungsi utama sebuah kitab suci dalam agama dan keyakinan apapun adalah menjadi pedoman bagi penganutnya. Begitu pula Alquran, menjadi pedoman bagi umat Islam. Meskipun begitu. Alquran menyatakan bahwa ia bukan hanya sebagai petunjuk bagi kaum muslimin, tetapi juga bagi umat manusia seluruhnya. Ke menyeluruhan misi Alquran ini tidak lepas dari menyeluruhan misi Nabi Muhammad SAW yang diutus untuk seluruh manusia. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam beberapa firman yang diantaranya adalah sbb: Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Dan kami Allah tidak mengutus kamu Muhammad, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Q. Saba: . Penyempurnaan kitab-kitab suci sebelumnya Alquran juga berfungsi sebagai penyempurnaan kitab-kitab suci Fungsi ini hadir karena Alquran adalah kitab suci terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasul dan nabinya. Sebagai kitab suci terakhir. Alquran membawa tugas menyempurnakan kitab-kitab Suci Rasionalitas di balik fungsi ini tidak bisa diterangkan melalui dua alasan. Pertama, kitab-kitab suci terdahulu memang diturunkan untuk kaum tertentu dan zaman terbatas. Kedua, dalam perkembangan sejarah, kitab-kitab Suci terdahulu tidak bebas dari perubahan dan penyimpangan. Terkait fungsi Alquran sebagai penyempurna kitab-kitab suci sebelumnya, ada tiga rincian tugas. Pertama, membenarkan adanya kitabkitab Suci terdahulu. kedua, meluruskan hal-hal yang telah diselewengkan dari kitab-kitab suci tersebut. ketiga, menjadi kitab alternatif untuk kitabkitab suci yang pernah ada. Sumber pokok agama Islam Sebagaimana diketahui, sumber agama Islam itu ada tiga, yakni: alQur'an. Sunnah, dan ijtihad. Al- QurAoan sebagai sumber ajaran Islam dapat dirinci sebagai berikut. pertama, sumber pokok aqidah. Kedua, sumber pokok syariah. Ketiga, sumber pokok akhlak. AuBarangsiapa engkau dapat memutuskan, jika kepadamu diserahkan urusan peradilan ? Ia (Mua. AuSaya akan memutuskannya dengan kitabullahAy. Bertanya lagi Nabi saw. Au Jika tidak engkau jumpai dalam kitabullah ? ". Ia menjawab, " Dengan Sunnah Rasulullah Saw". Lalu. Nabi bertanya, " Apabila engkau tidak dapati dalam Sunnah Rasulullah?" Muaz menjawab, " Saya lakukan ijtihad bir-ra'yi. " Berkatalah Muaz, maka Nabi menepuk dadaku dan bersabda, " Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufik kepada utusan Rasulullah, sebagaimana Rasulullah telah " (HR. At- Tirmidz. Di dalam hadist tersebut, ditunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah sebagai sumber paling awal dan paling pokok. Setelah Al-Qur'an maka Sunnah Rasul sebagai rujukan atau dasar kedua. Maka jika tidak ada juga di dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Rasul memerintahkan untuk berijtihad. Tentu saja ijtihad ini tidak bertentangan dengan prinsip Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. Karena itulah sumber utama dalam ajaran Islam. Penerapan Metode Ceramah Dan Tanya Jawab Pada Pembelajaran Memahami Tujuan dan Fungsi Al-Qur'an Nah, selanjutnya adalah menentukan metode apa yang digunakan dalam pembelajaran materi diatas, metode yang kita pakai adalah metode ceramah dan tanya jawab. Metode Ceramah Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Metode ceramah ialah cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan cara penuturan lisan kepada siswa atau khalayak ramai (Armai Arif, 2002, . Berikut beberapa pendapat terkait pengertian dari metode ceramah: C Berdasarkan pendapat Wina Sanjaya . 6: . , menjelaskan bahwa metode ceramah merupakan cara penyampaian pembelajaran dengan penuturan secara lisan ataupun penjelasan secara langsung kepada peserta didik. Metode ini adalah cara mengimplementasikan strategi pembelajaran ekspositori. C Berdasarkan pendapat Hamdani . 1: . , metode ceramah merupakan cara pembelajaran yang suudah sangat lama diterapkan oleh guru, dengan penyampaian secara lisan kepada peserta didik. Metode ini digunakan untuk materi pelajaran yang memerlukan banyak penjelasan. C Berdasarkan pendapat Djamarah . 0: . , metode ceramah menyampaikan informasi materi pembelajaran secara lisan kepada siswa. Dan merupakan metode tradisional yang sejak dahulu telah digunakan dalam proses pembelajaran. Namun demikian metode ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena apalagi pada sekolah-sekolah yang ada di pedesaan dengan fasilitas yang minim. Metode ini dilakukan oleh guru secara lisan dengan maksud memberitahu, menjelaskan, menerangkan, dan memberikan petunjuk dari sebuah ruangan dan waktu. Teknik ini digunakan hampir dalam segala kegiatan, baik di sekolah, kursus kursus atau Penataran karena dianggap sebagai cara yang paling baik bagi seorang guru, penatar serta penyaji untuk menyajikan secara lisan tentang informasi suatu materi atau bahan Dalam menggunakan metode ceramah, siswa perlu dilatih mengembangkan keterampilan memahami, memberikan tanggung jawab dan mencatat penalarannya secara sistematis. Firman Allah yang berkaitan dengan metode ceramah adalah dalam QS. An-Nahl . : 125 sebagai berikut: a Aa eO aE aaEa a eE a eE aI a aO eE aI eO aA A acE a eIA a A a eA a A aIa acaI aacEa N aaO a eEa aI a aI eIA a eAaO aA a A a eE aA a A aEOA a AIa a aO a eaE aN eI aEaca eO NA a eO aE nN aON aaO a eEa aI aE aI eN a aOeIA Terjemahnya: AuSerulah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya tuhanmu, dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalannya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjukAy. Ayat di atas mengandung ajaran kepada rasul tentang cara melancarkan dakwah atau seruan kepada manusia agar berjalan di atas jalan Allah. Yaitu dalam menyampaikan dakwah hendaknya dengan hikmah kebijaksanaan ialah dengan cara bijaksana, akal budi yang mulia. Adapun mau izhatu Hasanah yaitu dengan pengajaran yang baik atau pesan-pesan yang baik, yang disampaikan dengan nasihat. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam menyeru manusia kepada Tuhannya termasuk dalam hal ini adalah guru atau pendidik dilakukan dengan bijaksana dan nasihat yang baik. Pada dasarnya metode ceramah mempunyai kelebihan dan Adapun kelebihan yang dimaksud adalah sebagai berikut: Suasana kelas berjalan dengan tenang karena murid melakukan aktivitas yang sama, sehingga guru dapat mengawasi murid sekaligus secara komprehensif. Tidak membutuhkan tenaga yang banyak dan waktu yang lama, dengan waktu yang singkat murid dapat menerima pelajaran sekaligus secara bersamaan. Pelajaran bisa dilakukan dilaksanakan dengan cepat, karena dalam waktu yang sedikit dapat diuraikan bahan yang banyak. Melatih para pelajar untuk menggunakan pendengarannya dengan baik sehingga mereka dapat menangkap dan menyimpulkan isi ceramah dengan cepat dan tepat. (Armai Arif, 2002: . Adapun kekurangan metode ceramah antara lain: Guru sering kali mengalami kesulitan dalam mengukur pemahaman siswa sampai sejauh mana pemahaman mereka tentang materi yang diceramahkan. Siswa cenderung bersifat pasif dan sering keliru dalam menyimpulkan penjelasan guru. Bilamana Guru menyampaikan bahan sebanyak-banyaknya dala hum tempo yang terbatas menimbulkan kesan pemaksaan terhadap kemampuan siswa. Cenderung membosankan dan perhatian siswa berkurang, karena guru kurang memperhatikan faktor-faktor psikologis siswa, sehingga bahan yang dijelaskan menjadi kabur. (Basyiruddin Usman, 2002: . Kekurangan-kekurangan dari metode ceramah, menurut teori dapat diatasi/ dikurangi dengan menggunakan metode lain yaitu tanya jawab, atau memakai alat-alat peraga dan lain-lain. Metode tanya jawab Metode tanya jawab adalah metode pembelajaran dengan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. (Djamarah dan Zain, 2. Metode tanya jawab ini dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi sehingga dapat menciptakan kondisi belajar menjadi menyenangkan. Hal ini juga akan berdampak kepada peningkatan motivasi belajar siswa juga peningkatan hasil belajar siswa. Tujuan dari teknik ini bukanlah untuk menunjukkan kesarjanaan guru ataupun untuk memperlihatkan betapa kepandaian guru mampu menunjukkan di mana ketidakpedulian siswa. Jika suatu pertanyaan tidak dapat dimengerti oleh murid secara jelas, pertanyaan itu harus diulang secara verbal dalam bentuk berbeda sehingga siswa dapat mengetahui inti dari pertanyaan itu (Surakhmad, 2. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar dibagi menjadi tiga macam hasil belajar yaitu: . keterampilan dan kebiasaan. pengetahuan dan pengertian. sikap dan cita-cita, yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah (Sudjana, 2. Hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti (Hamalik, 2. Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan (Suprijono, 2. Dalam sejarah perkembangan Islam dikenal metode tanya jawab, karena metode ini sering dipakai oleh para nabi dan rasul Allah dalam mengajarkan ajaran yang dibawanya kepada umatnya. Dalam ajaran Islam, orang yang berilmu apabila ditanya tentang ilmu pengetahuan ia wajib menjawab sebatas kemampuannya, bila tidak, maka Allah mengancamnya dengan siksa yang amat pedih. Metode tanya jawab juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihannya antara lain: Kelas akan menjadi hidup karena siswa dibawa ke arah berpikir secara aktif Siswa terlatih berani mengemukakan pertanyaan atau jawaban atas pertanyaan yang diajukan guru. Dapat mengaktifkan retensi siswa terhadap pelajaran yang telah Sedangkan kekurangan metode ini adalah: Waktu yang digunakan dalam pelajaran tersita dan kurang dapat dikontrol secara baik oleh guru karena banyaknya pertanyaan yang timbul dari siswa. Kemungkinan terjadi penyimpangan perhatian siswa bilamana terdapat pertanyaan atau jawaban yang tidak berkenan dengan sasaran yang dibicarakan. Jalannya pelajaran kurang dapat terkoordinir secara baik karena timbulnya pertanyaan-pertanyaan dari siswa yang mungkin tidak dapat dijawab secara tepat, baik oleh guru maupun oleh siswa. (Basyiruddin Usman, 2002: 43-. Teknik yang Dilakukan Dalam Penerapan Metode Ceramah dan Tanya Jawab Teknik Penerapan Metode ceramah: Menjelaskan tujuan lebih dahulu kepada siswa dengan maksud agar siswa mengetahui arah kegiatannya dalam belajar. Mengemukakan pokok materi yang disampaikan kepada siswa. Memancing pengalaman siswa dengan materi yang akan di pelajarinya yaitu dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menarik perhatian mereka. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Memperhatikan siswa dari awal sampai akhir pelajaran, agar siswa tetap berkonsentrasi terhadap pelajaran. Menyajikan pelajaran secara sistematis. Kegiatan belajar mengajar diciptakan secara variatif. Memberi pelajaran ulangan kepada siswa. Membangkitkan motivasi belajar secara terus menerus selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Menggunakan media pelajaran yang variatif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Mengambil kesimpulan dari semua materi pelajaran yang telah Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi materi pelajaran yang telah diberikan. Melaksanakan penilaian secara komprehensif untuk mengukur perubahan tingkah laku. (Syaiful Syagala, 2007: 202-. Teknik Penerapan Metode Tanya Jawab: Guru menyiapkan suatu masalah yang sesuai dengan materi yang telah dipelajari siswa. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir siswa. Guru membimbing siswa melakukan tanya jawab. Guru menuntun siswa untuk memberikan jawaban yang benar. Guru menggali kemampuan siswa dalam tanya jawab. Guru membuat kesimpulan materi pelajaran bersama-sama dengan (Ibrahim, 2. Kesimpulan Metode ceramah ialah cara menyampaikan sebuah materi pelajaran dengan cara penuturan lisan kepada siswa atau khalayak ramai. Metode tanya jawab adalah metode pembelajaran dengan cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Metode tanya jawab ini dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat dalam diskusi sehingga dapat menciptakan kondisi belajar menjadi menyenangkan. Teknik Penerapan Metode ceramah: Menjelaskan tujuan lebih dahulu kepada siswa dengan maksud agar siswa mengetahui arah kegiatannya dalam belajar. Mengemukakan pokok materi yang disampaikan kepada siswa. Memancing pengalaman siswa dengan materi yang akan di pelajarinya yaitu dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menarik perhatian mereka. Memperhatikan siswa dari awal sampai akhir pelajaran, agar siswa tetap berkonsentrasi terhadap pelajaran. Menyajikan pelajaran secara sistematis. Kegiatan belajar mengajar diciptakan secara variatif. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 1. April 2023, 30 Ae 39 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Memberi pelajaran ulangan kepada siswa. Membangkitkan motivasi belajar secara terus menerus selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Menggunakan media pelajaran yang variatif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Mengambil kesimpulan dari semua materi pelajaran yang telah Memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi materi pelajaran yang telah diberikan. Melaksanakan penilaian secara komprehensif untuk mengukur perubahan tingkah laku. Teknik Penerapan Metode Tanya Jawab: Guru menyiapkan suatu masalah yang sesuai dengan materi yang telah dipelajari siswa. Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir siswa. Guru membimbing siswa melakukan tanya jawab. Guru menuntun siswa untuk memberikan jawaban yang benar. Guru menggali kemampuan siswa dalam tanya jawab. Guru membuat kesimpulan materi pelajaran bersama-sama dengan Daftar Pustaka