JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN HARIAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN DI TK NEGERI PEMBINA 2 KOTA JAMBI SITI AISYAH TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi Email: siti13276@gmail. ABSTRAK Salah satu tugas guru adalah mengajar dan mendidik serta menjadi contoh tauladan bagi anak didiknya. Jadi dengan demikian guru harus terus meningkatkan cara mengajar dan mendidik anak didiknya sehingga menjadi lebih Rumusan maslaah dari penelitian ini Apakah dengan bimbingan berkelanjutan akan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RKM dan RKH di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi ? Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui bimbingan berkelanjutan di sekolah tempat peneliti bekerja. Dimana perkembangan anak harus di kembangkan, karena perkembangannya akan menentukan untuk perkembangan selanjutnya, dengan demikia guru harus meningkatkan cara mengajarnya dengan menyusun renacana program pembelajaran agar menjadi guru yang fropesional. Penelitian ini menggunakan metode siklus, di mana siklus ini di bagi menjadi dua tahapan. Siklus pertama dengan memberi panjelasan dan guru diberi kesempatan untuk membuat RKH dan RKM sendiri, kemudian di lanjutkan dengna siklus yang ke dua, dimana guru sudah muli bida dan mampu membuat RKH dan RKM dengna baik sesuai dengan yang di minta. Hasil penelitian yang di lakukan melalui siklus ternyata guru-guru di TK Pembina 2 kota Jambi telah mampu membuat RKH dan RKM sendiri, dengan hasil > 90 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan memberikan bimbingan berkelanjutan kepada guru-guru di TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RKH dan RKM. Kata Kunci: Meningkatkan Kopetensi Guru Dalam Menyusun Rencana Program Pembelajaran PENDAHULUAN Latar Belakang Pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang ingin Komponen-komponen sistem pendidikan yang mencakup sumber daya VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH manusia dapat digolongkan menjadi dua yaitu: tenaga kependidikan guru dan Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan. Aykomponen-komponen sistem pendidikan yang bersifat sumber daya manusia dapat digolongkan menjadi tenaga pendidik dan pengelola satuan pendidikan . enilik, pengawas, peneliti dan pengembang Ay Tenaga gurulah yang mendapatkan perhatian lebih banyak di antara komponen-komponen sistem pendidikan. Besarnya perhatian terhadap guru antara lain dapat dilihat dari banyaknya kebijakan khusus seperti kenaikan tunjangan fungsional guru dan sertifikasi guru. Usaha-usaha untuk mempersiapkan guru menjadi profesional telah banyak Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua guru memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya. Hal itu ditunjukkan dengan kenyataan . guru sering mengeluh kurikulum yang berubah-ubah, . guru sering mengeluhkan kurikulum yang syarat dengan beban, . seringnya siswa mengeluh dengan cara mengajar guru yang kurang menarik, . masih belum dapat dijaminnya kualitas pendidikan sebagai mana mestinya. Berdasarkan kenyataan begitu berat dan kompleksnya tugas serta peran guru tersebut, perlu diadakan supervisi atau pembinaan terhadap guru secara terus menerus untuk meningkatkan kinerjanya. Kinerja guru perlu ditingkatkan agar usaha membimbing siswa untuk belajar dapat berkembang. Proses pengembangan kinerja guru terbentuk dan terjadi dalam kegiatan belajar mengajar di tempat mereka bekerja. Selain itu kinerja guru dipengaruhi oleh hasil pembinaan dan supervisi kepala sekolah. Pada pelaksanaan KTSP dan Kurikulum 2013 menuntut kemampuan baru pada guru untuk dapat mengelola proses pembelajaran secara efektif dan efisien. Tingkat produktivitas sekolah dalam memberikan pelayanan-pelayanan secara efisien kepada pengguna ( peserta didik, masyarakat ) akan sangat tergantung pada kualitas gurunya yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan keefektifan mereka dalam melaksanakan tanggung jawab individual dan kelompok. Menurut pendapat peneliti kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengelola proses pembelajaran, dan lebih khusus lagi VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH adalah proses pembelajaran yang terjadi di kelas, mempunyai andil dalam mempersiapkan . erencanakan ) segala sesuatu agar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektifAy. Hal ini berarti bahwa guru sebagai fasilitator yang mengelola proses pembelajaran di kelas mempunyai andil dalam menentukan kualitas pendidikan. Konsekuensinya adalah guru harus mempersiapkan . segala sesuatu agar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektif. Perencanaan pembelajaran merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan pembelajaran. Perencanaan yang matang diperlukan supaya pelaksanaan pembelajaran berjalan secara efektif. Perencanaan pembelajaran dituangkan ke dalam Rencana Kegiatan Mingguan(RKM) dan Rencana Kegiatan Harian (RKH) atau beberapa istilah lain seperti desain pembelajaran, skenario pembelajaran dan lain sebagainya. RKM dan RKH memuat tingkat pencapaian perkembangan, indikator yang akan dicapai, materi yang akan dipelajari, metode pembelajaran, langkah pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar serta penilaian. Guru harus mampu berperan sebagai desainer . , implementor . , dan evaluator . kegiatan pembelajaran. Guru merupakan faktor yang paling dominan karena di tangan gurulah keberhasilan pembelajaran dapat dicapai. Kualitas mengajar guru secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran pada umumnya. Seorang guru dikatakan profesional apabila . serius melaksanakan tugas profesinya, . profesinya, ( . selalu menjaga dan berupaya meningkatkan kompetensinya, . bekerja dengan sungguh tanpa harus diawasi, . menjaga nama baik profesinya, . bersyukur atas imbalan yang diperoleh dari profesinya. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang 8 Standar Nasional Pendidikan menyatakan standar proses merupakan salah satu SNP untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang mencakup: . Perencanaan proses VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI pembelajaran, . Pelaksanaan proses SITI AISYAH . Penilaian pembelajaran, . dan pengawasan proses pembelajaran. Silabus dan RKH dikembangkan oleh guru pada satuan pendidikan . Guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun silabus. RKM dan RKH secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Masalah yang terjadi di lapangan masih ditemukan adanya guru . aik di sekolah negeri maupun swast. yang tidak bisa memperlihatkan RKM dan RKH yang dibuat dengan alasan ketinggalan di rumah dan bagi guru yang sudah membuat RKM dan RKH masih ditemukan adanya guru yang belum melengkapi komponen tujuan pembelajaran dan penilaian, serta langkah-langkah kegiatan pembelajarannya masih dangkal. Pada komponen penilaian( penskor. sebagian besar guru tidak lengkap membuatnya dengan alasan sudah tahu dan ada di Sedangkan pada komponen tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, dan sumber belajar sebagian besar guru sudah Masalah yang lain yaitu sebagian besar guru khususnya di sekolah swasta belum mendapatkan pelatihan pengembangan RKH. Selama ini guru-guru yang mengajar di sekolah swasta sedikit/jarang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai Diklat Peningkatan Profesionalisme Guru dibandingkan sekolah negeri. Hal ini menyebabkan banyak guru yang belum tahu dan memahami penyusunan/pembuatan RKH secara baik/lengkap. Beberapa guru mengadopsi RKH orang lain. Hal ini peneliti ketahui pada saat mengadakan supervisi akademik . upervisi kunjungan kela. ke sekolah binaan. Permasalahan tersebut berpengaruh besar terhadap pelaksanaan proses pembelajaran. Dengan keadaan demikian, peneliti sebagai kepala sekolah berusaha untuk memberi bimbingan berkelanjutan pada guru di sekolah kami dalam menyusun RKM dan RKH secara lengkap sesuai dengan tuntutan pada standar proses dan standar penilaian yang merupakan bagian dari standar nasional pendidikan. Hal itu juga sesuai. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI Rencana Pelaksanaan SITI AISYAH Pembelajaran pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran. Tanpa Rencana Program Pembelajaran, biasanya pembelajaran menjadi tidak terarah. Oleh karena itu, guru harus mampu menyusun RKM dan RKH dengan lengkap berdasarkan silabus yang disusunnya. Rencana Program Pembelajaran sangat penting bagi seorang guru karena merupakan acuan dalam melaksanakan proses Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut. Guru banyak yang belum paham dan termotivasi dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan lengkap. Sebagian besar guru belum mendapatkan pelatihan pengembangan KTSP dan Kurikulum 2013. Ada guru yang tidak bisa memperlihatkan RKM dan RKH yang dibuatnya dengan berbagai alasan. RKM dan RKH yang dibuat guru komponennya belum lengkap/ tajam khususnya pada komponen langkah-langkah pembelajaran dan penilaian. Guru banyak yang mengadopsi RKM dan RKH orang lain. Tujuan Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui bimbingan berkelanjutan di sekolah tempat peneliti bekerja. Manfaat Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini diharapkan dapat memberikan manfaat: - Manfaat bagi peneliti Meningkatkan kemampuan profesionalisme peneliti untuk melakukan penelitian tindakan sekolah sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di sekolah binaan peneliti. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH Meningkatkan kemampuan peneliti dalam menyusun serta menulis laporan dan artikel ilmiah. Sebagai motivasi bagi peneliti dalam membuat karya tulis ilmiah. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh peneliti sebagai syarat untuk kenaikan golongan ke- IV b. Dengan adanya pengalaman menulis, dapat memberikan bimbingan kepada teman-teman pengawas dan guru yang akan menulis. Hasil penelitian ini digunakan peneliti sebagai evaluasi terhadap guru dalam menyusun RKH yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pembinaan kepada guru. - Manfaat bagi sekolah : Akan berdampak adanya peningkatan administrasi guru pada KBM yang lebih lengkap. Dapat meningkatkan kualitas pendidikan karena Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sudah tersampaikan. - Manfaat bagi guru Dapat meningkatkan kompetensi dalam membuat RKH dengan lengkap serta menciptakan kesadaran guru tentang tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan tugasnya. Sebagai panduan dan arahan dalam mengajar sehingga apa yang diinginkan dalam standar isi dapat tersampaikan. - Manfaat bagi siswa Adanya kesiapan belajar, keseriusan , keingintahuan, belajar tinggi terhadap pelajaran. Siswa lebih percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga tercapai target kompetensinya. KAJIAN PUSTAKA Standar Kompetensi Guru Depdiknas . Aysebagai keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH dan bertindakAy . AuSecara sederhana kompetensi diartikan seperangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan yang harus dikuasai dan dimiliki seseorang dalam rangka melaksanakan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab pekerjaan dan/atau jabatan yang disandangnyaAy (Nana Sudjana 2009:. Nurhadi . Aukompetensi pengetahuan,keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindakAy. Selanjutnya menurut para ahli pendidikan McAshan . alam Nurhadi 2004:. Aykompetensi diartikan Sebagai pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai seseorang sebagai pengetahuan,keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga dapat melakukan perilaku-perilaku koqnitif, afektif, dan psikomotor dengan sebaik-baiknya. Ay Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Dalam Suparla. Arti lain dari kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam pekerjaan, sesuai dengan standar kinerja yang dibutuhkan oleh lapangan. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan kompetensi adalah sebagai suatu kecakapan untuk melakukan sesuatu pekerjaan berkat pengetahuan, keterampilan ataupun keahlian yang dimiliki untuk melaksanakan suatu Undang-Undang Guru dan Dosan No. 14 Tahun 2005 Pasal 8 menyatakan. Ayguru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Ay Dari rumusan di atas jelas disebutkan pemilikan kompetensi oleh setiap guru merupakan syarat yang mutlak harus dipenuhi oleh guru. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan standar Kompetensi guru adalah suatu pernyataan tentang kriteria yang dipersyaratkan, ditetapkan dalam bentuk penguasaan perangkat kemampuan yang meliputi pengetahuan. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH sikap, nilai dan keterampilan bagi seorang tenaga kependidikan sehingga layak disebut kompeten. Abdurrahman MasAoud . alam Suparlan 2005:. menyebutkan tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru, yakni: . menguasai materi atau bahan ajar, . antusiasme, dan ( . penuh kasih sayang . dalam mengajar dan mendidik Depdiknas . 4: . tujuan adanya Standar Kompetensi Guru adalah sebagai jaminan dikuasainya tingkat kompetensi minimal oleh guru sehingga yang bersangkutan dapat melakukan tugasnya secara profesional, dapat dibina secara efektif dan efisien serta dapat melayani pihak yang berkepentingan terhadap proses pembelajaran, dengan sebaik-baiknya sesuai bidang tugasnya. Adapun manfaat disusunnya standar kompetensi guru adalah sebagai acuan pelaksanaan uji kompetensi, penyelenggaraan diklat, dan pembinaan, maupun acuan bagi pihak yang berkepentingan terhadap kompetensi guru untuk melakukan evaluasi, pengembangan bahan ajar dan sebagainya bagi tenaga kependidikan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus RKM dan RKH. Silabus merupakan sebagian sub-sistem pembelajaran yang terdiri dari atau yang satu sama yang lain saling berhubungan dalam rangka mencapai tujuan. Hal penting yang berkaitan dengan pembelajaran adalah penjabaran tujuan yang disusun berdasarkan indikator yang ditetapkan. Philip Combs . alam Kurniawati, 2009:66 ) menyatakan bahwa perencanaan program pembelajaran merupakan suatu penetapan yang memuat komponenkomponen pembelajaran secara sistematis. Analisis sistematis merupakan proses perkembangan pendidikan yang akan mencapai tujuan pendidikan agar lebih efektif dan efisien disusun secara logis, rasional, sesuai dengan kebutuhan siswa, sekolah, dan daerah . Perencanaan program pembelajaran adalah hasil pemikiran, berupa keputusan yang akan dilaksanakan . Selanjutnya Oemar Hakim . alam Kurniawati 2009:. Aybahwa perencanaan program pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan program jangka pendek VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH untuk memperkirakan suatu proyeksi tentang sesuatu yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaranAy. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 menyatakan. AuRencana kegiatan harian (RKH) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Ay Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran adalah suatu upaya menyusun perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa, sekolah, dan daerah. Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Menurut Permendiknas No. 41 Tahun 2007, komponen RKH terdiri dari . identitas mata pelajaran, . standar kompetensi, . kompetensi dasar, . indikator pencapaian kompetensi, . tujuan pembelajaran, . materi ajar, . alokasi waktu , . metode pembelajaran, . kegiatan pembelajaran meliputi: pendahuluan, inti, penutup. sumber belajar, . penilaian hasil belajar. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. menyatakan bahwa. AyRKH . 5 pasal . minimal memuat sekurang-kurangnya lima komponen yang meliputi: . tujuan pembelajaran, . materi ajar, . metode pengajaran, . sumber belajar, dan . penilaian hasil belajar. Ay Bimbingan Berkelanjutan Frank Parson. alam RM Fatihah http://eko13. Aubimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya. Ay Chiskon 1959 . alam RM Fatihah http://eko13. Aubimbingan membantu individu untuk lebih mengenal berbagai informasi tentang dirinya sendiri. Ay Berikutnya Bernard Fullmer . alam Fatihah http://eko13. Aybahwa bimbingan dilakukan untuk VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH meningkatkan perwujudan diri individu. Ay Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya. Menurut Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Aybimbingan petunjuk penjelasan cara mengerjakan sesuatu, tuntutan. Ay Dari beberapa pengertian bimbingan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bimbingan adalah pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu,dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat. Menurut Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Kedua,berkelanjutan adalah berlangsung terus menerus, berkesinambungan. METODE PENELITIAN Setting Penelitian Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan di TK Pembina 2berstatus Negeri, yang beralamat di Jalan P. Hidayat Lorong Siswa RT. 06 Kel. Suka Karya Kec. Kota Baru Kota Jambi. Pemilihan bertujuan untuk meningkatkan dalam menyusun rencana perlaksanaan pembelajaran (RKH) Waktu Penelitian PTS ini dilaksanakan pada semester satu / ganjil tahun pelajaran 20162017 selama kurang lebih dua bulan mulai September sampai dengan Noprmber Subjek Penelitian Yang menjadi subyek dalam PTS ini adalah guru TK Negeri Pembina 2 Jalan Pangeran Hidayat Lorong Siswa RT. 06 Kel. Suka Karya Kec. Kota Baru Kota Jambi. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH Sumber Data Sumber data dalam PTS ini adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dibuat guru. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan diskusi. - Wawancara dipergunakan untuk mendapatkan data atau informasi tentang pemahaman guru terhadap RKH. - Observasi kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan - Diskusi dilakukan antara peneliti dengan guru. Alat pengumpulan data dalam PTS ini sebagai berikut. - Wawancara menggunakan panduan wawancara untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki guru tentang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. - Observasi menggunakan lembar observasi untuk mengetahui komponen RKH yang telah dibuat dan yang belum dibuat oleh guru - Diskusi dilakukan dengan maksud untuk sharing pendapat antara dengan guru. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian dari awal sampai akhir. Penelitian ini merupakan proses pengkajian sistem berdaur sebagaimana kerangka berpikir yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto dkk. Prosedur ini mencakup tahap-tahap: . perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, dan . HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Deskripsi Hasil Penelitian Dari hasil wawancara peneliti memperoleh informasi bahwa semua guru belum tahu kerangka penyusunan RKH, hanya sekolah yang memiliki dokumen standar proses . atu bua. , dua orang guru yang pernah mengikuti pelatihan VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH pengembangan RKH tetap belum bisa maksimal, umumnya guru mengadopsi dan mengadaptasi RKH, kebanyakan guru tidak tahu dan tidak paham menyusun RKH secara lengkap, mereka setuju bahwa guru harus menggunakan RKH dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dapat dijadikan acuan/pedoman dalam proses pembelajaran. Selain itu, kebanyakan guru belum tahu dengan komponenkomponen RKH secara lengkap. Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap RKH yang dibuat guru . husus pada siklus I), diperoleh informasi/data bahwa masih ada guru yang tidak melengkapi RKH-nya dengan komponen dan sub-subkomponen RKH tertentu, misalnya komponen indikator dan penilaian hasil belajar . edoman penskora. Rumusan kegiatan siswa pada komponen langkah-langkah kegiatan pembelajaran masih kurang tajam, interaktif, inspiratif, menantang, dan sistematis. Dilihat dari segi kompetensi guru, terjadi peningkatan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari siklus ke siklus . Hal itu dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RKH dari Siklus ke Siklus. Siklus I (Pertam. Siklus pertama terdiri dari empat tahap yakni: . perencanaan, . pelaksanaan, . observasi, dan . refleksi seperti berikut ini. Perencanaan ( Planning ) Membuat lembar wawancara Membuat format/instrumen penilaian RKH Membuat format/instrumen penilaian RKH Membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RKH dari siklus ke siklus Pelaksanaan (Actin. Pada saat awal siklus pertama indikator pencapaian hasil dari setiap komponen RKH belum sesuai/tercapai seperti rencana/keinginan peneliti. Hal itu dibuktikan dengan masih adanya komponen RKH yang belum dibuat oleh guru. Sebelas komponen RKH yakni: identitas mata pelajaran, . standar kompetensi, . kompetensi dasar, . indikator pencapaian kompetensi, . tujuan pembelajaran, . materi ajar, . alokasi waktu, . metode pembelajaran, . langkah-langkah kegiatan pembelajaran, . sumber belajar, . penilaiaan hasil VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH belajar ( soal, pedoman penskoran, dan kunci jawaba. Hasil observasi pada siklus kesatu dapat dideskripsikan berikut ini: Observasi Observasi dilaksanakan Selasa, 15 September 2017, terhadap semua guru. Semuanya menyusun RKH, tapi masih ada guru yang belum melengkapi RKHnya baik dengan komponen maupun sub-sub komponen RKH tertentu. Satu orang tidak melengkapi RKH-nya dengan komponen indikator pencapaian kompetensi. Refleksi Siklus II (Kedu. Siklus keduajuga terdiri dari empat tahap yakni: . perencanaan, . pelaksanaan, . observasi, dan . Hasil observasi pada siklus kedua dapat dideskripsikan berikut ini: Observasi dilaksanakan Selasa, 23 September 2017, terhadap semua guru. Semuanya menyusun RKH, tapi masih ada guru yang keliru dalam menentukan kegiatan siswa dalam langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran, serta tidak memilah/ menguraikan materi pembelajaran dalam subsub materi. Pembahasan Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan di TK Negeri Pembina 2 Kota jambi yang merupakan sekolah tempat peneliti bertugas sebagai kepala sekolah berstatus Negeri, terdiri atas tujuh orang guru, dan dilaksanakan dalam dua siklus. Ketujuh orang guru tersebut menunjukkan sikap yang baik dan termotivasi dalam menyusun RKH dengan lengkap. Hal ini peneliti ketahui dari hasil pengamatan pada saat melakukan wawancara dan bimbingan penyusunan RKH. Selanjutnya dilihat dari kompetensi guru dalam menyusun RKH, terjadi peningkatan dari siklus ke siklus. Komponen Identitas Mata Pelajaran Pada siklus pertama semua guru mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RKH-nya . elengkapi RKH-nya dengan identitas mata pelajara. Jika dipersentasekan, 100% . angat bai. Pada siklus kedua kedua guru tersebut VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RKH-nya. Semuanya mendapat skor 4 . angat bai. Jika dipersentasekan, 100%. Komponen Standar Kompetensi Pada siklus pertama semua guru mencantumkan standar kompetensi dalam RKH-nya . elengkapi RKH-nya dengan standar kompetens. Jika dipersentasekan, 100%. Masing-masing guru mendapat skor yang baik. Komponen Kompetensi Dasar Pada siklus pertama semua guru . ua oran. mencantumkan kompetensi dasar dalam RKH-nya . elengkapi RKH-nya dengan kompetensi dasa. Jika dipersentasekan, 75%. Satu orang guru masing-masing mendapat skor 1, 2, dan 3 . urang baik, cukup baik, dan bai. Satu orang guru yang lain mendapat skor 4 . angat bai. Pada siklus kedua kedelapan guru tersebut mencantumkan kompetensi dasar dalam RKH-nya. dua orang mendapat skor 4 . angat bai. Jika dipersentasekan, 100%, terjadi peningkatan 25% dari siklus I. Komponen Indikator Pencapaian Kompetensi Pada siklus pertama tiga orang guru mencantumkan indikator pencapaian kompetensi dalam RKH-nya . elengkapi RKH-nya dengan indikator pencapaian Sedangkan empat orang tidak mencantumkan/melengkapinya dari siklus I. Komponen Tujuan Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru . elapan oran. mencantumkan tujuan RKH-nya . elengkapi RKH-nya Jika dipersentasekan, 75%. dua orang guru mendapat skor 3 . Pada siklus kedua semua guru tersebut mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RKH-nya. Jika dipersentasekan, 100%, terjadi peningkatan 25% dari siklus I. Komponen Materi Ajar Pada siklus pertama semua guru mencantumkan materi ajar dalam RKHnya . elengkapi RKH-nya dengan materi aja. Jika dipersentasekan, 75%. semuaguru mendapat skor 3 . Pada siklus kedua semua guru tersebutmencantumkan materi ajar dalam RKH-nya. Semua guru mendapat skor 4 . angat bai. Jika dipersentasekan, 100%, terjadi peningkatan 25% dari siklus I. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH Komponen Alokasi Waktu Pada siklus pertama semua guru mencantumkan alokasi waktu dalam RKH-nya . elengkapi RKH-nya dengan alokasi wakt. Semuanya mendapat skor 3 . Jika dipersentasekan, 75%. Pada siklus kedua semua guru tersebut mencantumkan alokasi waktu dalam RKH-nya. Semua guru mendapat skor 4 . angat bai. Jika dipersentasekan, 100%, terjadi peningkatan 25% dari siklus I. Komponen Metode Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru . ua oran. mencantumkan metode RKH-nya . elengkapi RKH-nya Jika dipersentasekan, 75%. dua orang mendapat skor 3 . Pada siklus kedua guru tersebut mencantumkan metode pembelajaran dalam RKH-nya. Semua orang mendapat skor 4 . angat bai. Jika dipersentasekan, 100%, terjadi peningkatan 25% dari siklus I. Komponen Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Pada siklus pertama semua guru mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RKH-nya . elengkapi RKH-nya dengan langkah-langkah kegiatan pembelajara. Jika dipersentasekan, 75%. Semua guru tersebut orang mendapat skor 3 . Pada siklus kedua, semua guru tersebut mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RKH-nya. Sehingga kedua guru tersebut mendapat skor 3 . Jika dipersentasekan, 100%, terjadi peningkatan 25% dari siklus I. Berdasarkan pembahasan di atas terjadi peningkatan yang signifigan pada kompetensi guru dalam menyusun RKH. Oleh karen itu dari penelitian diatas dapat disimpulkan perlunya adanya pembinaan kepada guru dalam penyusunan RKH. RKM dan perangkat administrasi pembelajaran lainnya. Sehingga dengan adanya pembinaan tersebut guru-guru semakin lebih kompeten dalam menyusun administrasi pembelajarannya. VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian Tinadakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RKH dengan lengkap. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan RKH pengembangan/penyusunan RKH dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RKH kepada para guru. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RKH. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RKH dari siklus ke siklus . Saran Telah terbukti bahwa dengan bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan motivasi dan kompetensi guru dalam menyusun RKH. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut. Motivasi yang sudah tertanam khususnya dalam penyusunan RKH hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan/ dikembangkan. RKH yang disusun/dibuat hendaknya mengandung komponen-komponen RKH secara lengkap dan baik karena RKH merupakan acuan/pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Dokumen RKH hendaknya dibuat minimal dua rangkap, satu untuk arsip sekolah dan satunya lagi untuk pegangan guru dalam melaksanakan proses VOLUME 2. NO. 2 Juli - Desember 2019 JURNAL LITERASIOLOGI SITI AISYAH DAFTAR PUSTAKA