Global Abdimas E-ISSN: 2776-3331 Vol. No. Mei 2026. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat EDUKASI PERAWATAN PAYUDARA WANITA USIA SUBUR UNTUK MENCEGAH KANKER PAYUDARA DI DESA TENDA ONDO KECAMATAN NANGAPANDA KABUPATEN ENDE Marieta KS Bai1*. Sisilia Leny Cahyani2. Maria S Sekunda3 Prodi Keperawatan Ende. Poltekkes Kemenkes Kupang: selvibaigudi@gmail. Prodi Keperawatan Ende. Poltekkes Kemenkes Kupang: lechy74@gmail. Prodi Keperawatan Ende. Poltekkes Kemenkes Kupang. mariasecunda272@gmail. Abstrak Kesehatan wanita, khususnya dalam hal perawatan payudara dan pemberian Air Susu Ibu (ASI), merupakan isu yang sangat penting namun seringkali belum mendapatkan perhatian yang memadai, terutama di wilayah pedesaan. Pemberian ASI (Air Susu Ib. dan perawatan payudara merupakan aspek penting dalam kesehatan ibu dan anak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi memberikan nutrisi optimal dan perlindungan dari berbagai penyakit. Perawatan Payudara Dengan Metode Pemeriksaan Sendiri (SADARI) untuk mencegah kanker payudara pada wanita usia subur. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Desa Tenda Ondo, terutama bagi wanita usia subur (WUS), dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, dan pendampingan berbasis partisipatif. Fokus utama adalah meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang pentingnya perawatan payudara untuk mencegah kanker serta pentingnya ASI bagi ibu dan bayi balita. Pendekatan komunikasi persuasif diterapkan untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku, sedangkan metode perubahan perilaku dilakukan melalui pemberian contoh dan motivasi berkelanjutan. Dukungan keluarga, terutama dalam bentuk pendampingan ke posyandu, juga terbukti menjadi faktor penting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman wanita usia subur tentang manfaat perawatan payudara. Kesimpulan edukasi dan aksi dalam melakukan perawatan payudara pada wanita usia subur serta ibu menyusui tetap memberikan ASI, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu, bayi dan balita di wilayah Desa Tenda Ondo. Kecamatan Nangapanda. Kata Kunci: Edukasi. Perawatan Payudara Wanita Usia Subur. Pencegahan Kanker Payudara. Abstract Women's health, particularly in breast care and breastfeeding, is a crucial issue that often goes unnoticed, particularly in rural areas. Breastfeeding and breast care are crucial aspects of maternal and child health. Exclusive breastfeeding during the first six months of a baby's life provides optimal nutrition and protection from various diseases. Breast care through self-examination (SADARI) is essential for preventing breast cancer in women of childbearing age. The purpose of this activity is to significantly benefit the community of Tenda Ondo Village, especially women of childbearing age (WUS), in improving their health and quality of life. The methods used in this activity are socialization and participatory-based mentoring. The main focus is to increase knowledge of women of childbearing age about the importance of breast care to prevent cancer and the importance of breastfeeding for mothers of toddlers. A persuasive communication approach is applied to encourage changes in attitudes and behavior, while behavioral change methods are implemented through role models and ongoing motivation. Family support, especially in the form of mentoring at the integrated health post (Posyand. , has also proven to be an important factor. The results of the activity indicate an increase in understanding of the benefits of breast care for women of childbearing age. Conclusion: Education and action in carrying out breast care in women of childbearing age and breastfeeding mothers continue to provide breast milk, which ultimately contributes to improving the quality of health of mothers, babies, and toddlers in the Tenda Ondo Village area. Nangapanda District. Keywords: Education. Breast Care for Women of Childbearing Age. Breast Cancer Prevention. This is an open access article under the CC BY 4. 0 license. Global Abdimas E-ISSN: 2776-3331 Vol. No. Mei 2026. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat PENDAHULUAN Kesehatan wanita, khususnya dalam hal perawatan payudara dan pemberian Air Susu Ibu (ASI), merupakan isu yang sangat penting namun seringkali belum mendapatkan perhatian yang memadai, terutama di wilayah pedesaan. Pemberian ASI dan perawatan payudara merupakan aspek fundamental dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, di mana asupan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi terbukti memberikan nutrisi optimal serta perlindungan kuat dari berbagai serangan penyakit. Di samping itu, perawatan payudara yang baik dan tepat memiliki fungsi ganda, yaitu memperlancar produksi ASI sekaligus mengurangi risiko infeksi dan munculnya kanker pada payudara. Saat ini, kanker payudara menempati posisi pertama sebagai jenis kanker terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) tahun 2020 di Indonesia, terdapat lebih dari 68. 858 diagnosis baru dan lebih dari 22. 000 kematian. Selaras dengan data WHO, kanker payudara menjadi penyebab kematian kedua terbanyak pada wanita setelah kanker serviks, sehingga upaya pencegahan dan deteksi dini menjadi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan. Tingginya beban kasus kanker payudara diperparah oleh keterlambatan diagnosis di negara berkembang, di mana mayoritas pasien baru mencari pertolongan medis pada stadium lanjut akibat minimnya skrining berkala (Sung et al. , 2. Salah satu langkah konkret pencegahan tersebut adalah melalui pemberian edukasi serta aksi nyata mengenai pentingnya ASI dan perawatan payudara pada wanita usia subur. Langkah ini diambil karena minimnya pengetahuan tentang manfaat ASI, perawatan payudara, dan rendahnya dukungan dari lingkungan keluarga sering kali menyebabkan banyak ibu gagal memberikan ASI eksklusif, melakukan cara menyusui yang keliru, atau memilih berhenti menyusui lebih awal. Melalui telaah terhadap berbagai literatur, artikel penelitian, dan pengabdian terdahulu yang relevan, program sejenis umumnya baru menyentuh pemahaman teoritis secara umum dan berfokus pada area perkotaan yang memiliki akses kesehatan yang memadai. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menghadirkan dasar ilmiah baru yang lebih menyentuh akar permasalahan di tingkat komunitas terkecil. Kenyataan di lapangan berdasarkan studi awal menunjukkan bahwa banyak ibu di masyarakat masih kurang memahami pentingnya ASI, teknik menyusui yang benar, serta cara merawat payudara untuk mencegah kanker. Ketiadaan edukasi, minimnya dukungan, dan kuatnya mitos yang salah di tengah masyarakat mengenai menyusui serta perawatan payudara menjadi hambatan utama, yang diperparah oleh kondisi tenaga kesehatan di puskesmas yang sering kali belum mendapatkan pelatihan memadai untuk mendampingi ibu menyusui secara Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan nyata ini adalah Desa Tenda Ondo, yang terletak di Kecamatan Nangapanda. Kabupaten Ende. Nusa Tenggara Timur. Di Desa Tenda Ondo sendiri, kegagalan pemberian ASI eksklusif lebih banyak dipicu oleh rendahnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, dukungan keluarga yang minim, serta asupan gizi yang kurang diperhatikan. Kondisi pengetahuan mengenai pentingnya ASI dan perawatan payudara di lokasi ini masih sangat rendah, sehingga wanita usia subur yang seharusnya menjadi kelompok paling sadar akan kesehatan payudara justru kehilangan hak untuk mendapatkan edukasi yang layak. Padahal, pengetahuan tentang pentingnya ASI dan Perawatan Payudara Global Abdimas E-ISSN: 2776-3331 Vol. No. Mei 2026. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Dengan Metode Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) bernilai sangat krusial bagi mereka, baik sebagai tindakan preventif kanker payudara maupun demi mendongkrak kualitas kesehatan ibu dan bayi. Mengingat kesehatan ibu dan anak adalah aspek vital dalam pembangunan kesejahteraan suatu bangsa yang menjadi prioritas utama agenda global maupun lokal, maka pentingnya pemberian ASI dan perawatan payudara yang optimal harus diposisikan sebagai sorotan utama karena berdampak langsung pada penurunan angka kematian ibu dan bayi. Menjawab keterbatasan program terdahulu, pengabdian di Desa Tenda Ondo ini menawarkan kebaruan . tate of the ar. berupa pendekatan ekosistem pendukung yang Kebaruan ini diwujudkan dengan melekatkan edukasi SADARI dan manajemen laktasi secara simultan, yang menyasar wanita usia subur sekaligus merangkul keluarga sebagai pengambil keputusan di rumah serta memperkuat kapasitas kader kesehatan setempat secara nyata demi menciptakan perubahan perilaku yang mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan partisipatif berbasis komunitas terbukti jauh lebih efektif dalam mereduksi kesenjangan informasi kesehatan di daerah terpencil dibandingkan dengan intervensi satu arah (Sulaeman et al. , 2. METODE Pendekatan yang diterapkan dalam program pemberdayaan masyarakat ini menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA). Pendekatan ini menekankan pada proses pendampingan keluarga atau kelompok melalui prinsip belajar sambil bekerja atau learning by doing (Rahma & Rudyarti, 2. Melalui metode ini, masyarakat tidak menempatkan diri sebagai objek pasif, melainkan terlibat aktif dalam keseluruhan proses belajar bersama. Hubungan yang dibangun antara tim pengabmas dan warga bersifat dialogis, di mana transfer pengetahuan berjalan dua arah melalui kombinasi proses belajar yang meliputi ceramah interaktif, curah pendapat . , wawancara mendalam untuk menggali hambatan lokal, serta simulasi gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai fondasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga. Tahapan program pendampingan ini dirancang melalui beberapa fase terstruktur, yang diawali dengan melakukan koordinasi awal bersama jajaran pemerintah desa dan pihak bidan koordinator puskesmas setempat guna mengidentifikasi hambatan nyata seputar perilaku menyusui dan pemahaman deteksi dini kanker payudara di masyarakat. Langkah selanjutnya adalah pengurusan perizinan formal dan penyerahan surat pemberitahuan resmi kepada Kepala Puskesmas Nangapanda untuk melegalisasi pelaksanaan program secara lintas sektor. Setelah seluruh administrasi terpenuhi, tim melaksanakan intervensi lapangan yang dipusatkan di Aula Puskesmas Pembantu Desa Tenda Ondo. Kecamatan Nangapanda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa metode antara lain ceramah, edukasi dan penyuluhan tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara untuk meningkatkan produksi ASI dan perawatan payudara untuk mencegah kanker payudara. Sasaran kegiatan Pengabmas ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi balita, wanita usia subur (WUS), para kader kesehatan, kader KB, dan tenaga kesehatan desa yang berada di wilayah kerja Desa Tenda Ondo. Kecamatan Nangapanda. Kabupaten Ende. Undangan resmi ditargetkan kepada sebanyak 30 orang peserta untuk mewakili ekosistem kesehatan keluarga Global Abdimas E-ISSN: 2776-3331 Vol. No. Mei 2026. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat di desa, meskipun pada realisasinya di lapangan dapat menampung antusiasme kehadiran warga sekitar yang lebih luas, termasuk pelibatan mahasiswa keperawatan sebagai fasilitator Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa metode antara lain: Penyuluhan tentang pentingnya ASI dan memeriksa sendiri (SADARI) payudara dalam mencegah kanker payudara dapat dilakukan melalui ceramah, diskusi, atau presentasi untuk memberikan pemahaman teoritis dasar yang akurat. Demonstrasi tentang cara perawatan payudara yang baik dan benar untuk memperlancar produksi ASI dan dapat dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung serta stimulasi taktil-motorik kepada peserta menggunakan media peraga. Diskusi kelompok dapat dilakukan untuk membahas tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara, serta untuk memecahkan masalah atau mengurai mitos-mitos keliru yang dihadapi oleh peserta di lingkungan tempat tinggalnya. Pemberian leaflet atau brosur tentang pentingnya ASI dan perawatan payudara dapat membantu peserta memahami materi yang disampaikan secara mandiri sekaligus menjadi panduan portabel saat mereka kembali ke rumah. Evaluasi kegiatan dilakukan setelah kegiatan penyuluhan tentang pentingnya ASI, perawatan payudara untuk memperlancar produksi ASI dan demonstrasi cara memeriksa payudara (SADARI) untuk mencegah kanker payudara serta diskusi kelompok dan tanya jawab antara team pengabdian dengan ibu-ibu yang memiliki bayi balita. Wanita usia subur, kader kesehatan juga kader KB. Instrumen penilaian ditekankan pada umpan balik kualitatif dan kuantitatif di mana para kader dan ibu-ibu peserta aktif merespons, menjawab semua pertanyaan, serta menyampaikan usul saran yang telah disampaikan. Selain itu, aspek psikomotorik dievaluasi untuk memastikan masing-masing kader, wanita usia subur, dan ibu bayi balita mampu melakukan peragaan SADARI secara mandiri dengan benar sebagai wujud keberhasilan transfer pengetahuan dari Tim Pengabmas dosen Prodi Keperawatan Ende. Kegiatan ini dirancang untuk dibuka secara resmi oleh pimpinan pemerintahan desa setempat atau yang mewakili, guna menegaskan dukungan penuh dari otoritas wilayah bagi keberlanjutan program kesehatan ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 08 Oktober 2025 di Aula Puskesmas Pembantu Desa Tenda Ondo Kecamatan Nangapanda dihadiri oleh Kaur Pembangunan Desa Tenda Ondo, 1 orang Bidan Koordinator Puskesmas Nangapanda mewakili Kepala Puskesmas Nangapanda, tenaga kesehatan desa, kader kesehatan dan kader KB berjumlah 10 orang, ibu Ae ibu bayi balita 10 orang, tenaga kesehatan desa Tenda Ondo 2 orang. Wanita usia subur berjumlah 5 orang, mahasiswa perawat 2 orang serta team dosen Prodi D i Keperawatan Ende 2 orang dan dosen Prodi Keperawatan Ende berjumlah 2 orang. Berdasarkan data absensi lapangan, total peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 35 orang. Global Abdimas E-ISSN: 2776-3331 Vol. No. Mei 2026. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Realisasi program di lapangan disusun secara kronologis berdasarkan tahapan pengabdian sebagai berikut: Tahap Persiapan Pada tahap persiapan, hasil koordinasi berjalan dengan baik karena adanya responsif dari Kepala Desa Tenda Ondo/pemerintah desa setempat dan juga Kepala Puskesmas Nangapanda. Tim telah melaksanakan pendekatan dan koordinasi sehingga rencana kegiatan telah disusun sesuai jadwal, kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Peran semua tim sangat kompak dalam menyiapkan materi Edukasi dan Aksi Pentingnya Asi dan Perawatan Payudara pada Wanita Usia Subur untuk Mencegah Kanker Payudara di Desa Tenda Ondo Kecamatan Nangapanda. Tahap Pelaksanaan Tanggal 04 September 2025, tahap pelaksanaan diawali dengan kegiatan koordinasi dengan Kepala Desa Tenda Ondo dan bidan koordinator Puskesmas Nangapanda mewakili Kepala Puskesmas Nangapanda. Dari hasil wawancara ditemukan bahwa di desa Tenda Ondo masih ada atau masih ditemukan ibu yang memiliki bayi balita tapi tidak menyusui bayinya dengan alasan sibuk bekerja dan ada juga yang mengatakan belum tahu cara merawat payudara untuk memperlancar produksi ASI. Ada juga beberapa wanita usia subur (WUS) yang mengatakan belum tahu melaksanakan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mendeteksi/mencegah kanker Beberapa warga juga diketahui jarang mengikuti kegiatan posyandu sehingga tidak bisa memantau proses perkembangan kesehatan bayi balita, dengan alasan lokasi yang terlalu jauh dari tempat tinggal serta kurang paham tentang pentingnya Posyandu. Tanggal 20 September 2025, tim pengabmas melaksanakan koordinasi lanjutan dengan Kepala Puskesmas Nangapanda tentang teknis pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat tema Dosen Prodi D i Keperawatan Ende, baik secara lisan maupun dengan menyerahkan surat pemberitahuan kegiatan pengabdian Masyarakat tersebut. Tanggal 08 Oktober 2025, kegiatan inti telah dilaksanakan selama 1 hari penuh dan bertempat di Aula Puskesmas pembantu desa Tenda Ondo. Kegiatan ini dibuka oleh Kaur Pembangunan Desa Tenda Ondo mewakili Kepala Desa Tenda Ondo, karena Kepala Desa sedang tugas keluar. Proses transfer pengetahuan berjalan optimal melalui penyampaian empat materi pokok, yaitu penyuluhan tentang pentingnya ASI dan SADARI melalui ceramah dan presentasi, demonstrasi langsung cara perawatan payudara untuk memperlancar laktasi, diskusi kelompok terarah untuk memecahkan masalah penolakan menyusui, serta pembagian leaflet edukatif kepada seluruh peserta. Pembahasan Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur di Desa Tenda Ondo mengenai pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) serta praktik perawatan payudara sebagai langkah preventif terhadap kanker Pemilihan topik ini didasari oleh masih rendahnya informasi yang benar terkait manfaat ASI dan deteksi dini kanker payudara di masyarakat pedesaan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada tingginya risiko masalah kesehatan ibu dan anak. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Global Abdimas E-ISSN: 2776-3331 Vol. No. Mei 2026. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi mengenai ASI mencakup manfaat ASI eksklusif bagi bayi dan ibu, teknik menyusui yang benar, serta faktor yang dapat menghambat produksi ASI. Banyak peserta mengaku sebelumnya belum memahami bahwa menyusui secara langsung dapat menurunkan risiko kanker payudara melalui pengaturan hormon dan pengurangan paparan estrogen dalam jangka panjang. Materi mengenai perawatan payudara dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menjadi bagian yang paling menarik perhatian. Peserta diberikan contoh langkah-langkah SADARI secara visual dan praktik bersama, sehingga mereka dapat memahami teknik yang tepat dan dapat diterapkan secara rutin di rumah. Diskusi interaktif menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum pernah melakukan SADARI atau merasa ragu dalam Melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan pemahaman bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam keberhasilan penanganan kanker payudara. Aksi pemeriksaan payudara secara sederhana yang dilakukan oleh tim pengabdian juga membantu peserta mengenali kondisi payudara normal dan tanda-tanda yang perlu Edukasi kesehatan yang mengombinasikan demonstrasi visual dengan simulasi mandiri terbukti secara signifikan meningkatkan self-efficacy . epercayaan dir. wanita dalam melakukan SADARI secara akurat dibandingkan dengan edukasi yang hanya bersifat teoritis. (Khadiga et al. , 2. Selain itu, sesi tanya jawab memperlihatkan bahwa masih terdapat beberapa mitos mengenai kanker payudara yang beredar di masyarakat, seperti anggapan bahwa kanker payudara hanya terjadi pada wanita lanjut usia atau disebabkan oleh faktor Melalui edukasi yang disampaikan, miskonsepsi tersebut berhasil diluruskan dengan informasi yang akurat dan berbasis kesehatan. Hambatan sosiokultural dan kepercayaan mistis di wilayah pedesaan sering kali menjadi bumerang bagi program preventif, sehingga pendekatan dialogis interaktif sangat krusial untuk mendekonstruksi mitos tersebut tanpa menyinggung tatanan budaya lokal (Anwar et al. , 2. Secara keseluruhan, kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai kesehatan payudara dan pentingnya ASI. Peserta merasa lebih percaya diri dalam melakukan perawatan payudara, memahami manfaat jangka panjang menyusui, dan berkomitmen menerapkan praktik SADARI secara rutin. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dikemas secara sederhana dan komunikatif dapat diterima dengan baik oleh masyarakat pedesaan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tenda Ondo memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap deteksi dini kanker payudara serta semakin mendorong praktik pemberian ASI eksklusif sebagai bagian dari kesehatan reproduksi yang menyeluruh. KESIMPULAN Rangkaian kegiatan edukasi mengenai pentingnya ASI dan perawatan payudara di Desa Tenda Ondo telah berhasil mencapai target yang direncanakan secara optimal. Tingkat pencapaian program ini ditunjukkan oleh antusiasme warga yang melampaui target sasaran awal dari 30 orang menjadi 35 orang peserta, yang mencakup ibu menyusui, wanita usia subur, kader kesehatan, kader KB, hingga tenaga kesehatan desa. Keberhasilan ini juga tecermin dari evaluasi akhir, di mana seluruh peserta mampu menyerap materi dengan baik, aktif memberikan umpan balik dalam sesi tanya jawab, serta terampil memperagakan kembali Global Abdimas E-ISSN: 2776-3331 Vol. No. Mei 2026. GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat teknik perawatan payudara dan gerakan SADARI secara mandiri dengan benar. Dampak langsung dari pengabdian ini adalah runtuhnya berbagai miskonsepsi dan mitos lokal yang selama ini keliru, seperti anggapan bahwa kanker payudara timbul karena pengaruh supranatural atau hanya menyerang wanita lanjut usia. Melalui pendekatan pemecahan masalah dalam diskusi kelompok, kesadaran kritis warga berhasil ditumbuhkan sehingga mereka menyadari pentingnya deteksi dini klinis dan kaitan biologis antara menyusui dengan penurunan risiko kanker. Manfaat jangka panjang dari kegiatan ini memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem kesehatan keluarga di pedesaan. Para ibu kini memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk merawat payudara demi kelancaran laktasi, sementara para kader kesehatan dan kader KB di Desa Tenda Ondo telah siap menjadi agen penggerak yang akan melanjutkan pendampingan serta mendorong pemenuhan hak ASI eksklusif bagi bayi secara berkelanjutan. Keberlanjutan program ini perlu dijaga melalui pelaksanaan kegiatan penyuluhan secara berkala agar seluruh informasi kesehatan yang telah dibagikan dapat lebih meresap dan diterapkan secara luas dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat. samping itu, dukungan lebih lanjut dari pihak pemerintah desa maupun lembaga kesehatan sangat diharapkan guna menyediakan fasilitas penunjang serta membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat pedesaan dalam melakukan pemeriksaan kesehatan payudara secara Melalui penguatan kerja sama tersebut, kegiatan serupa dapat direplikasi dan diadakan secara meluas di desa-desa lainnya, dengan memberikan penekanan khusus pada pentingnya deteksi dini kanker payudara serta peningkatan capaian pemberian ASI eksklusif demi mewujudkan kesejahteraan ibu dan anak yang menyeluruh. UCAPAN TERIMA KASIH