Hal: GAMBARAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN LUKA BAKAR OVERVIEW OF HOUSEWIVES KNOWLEDGE REGARDING FIRST AID FOR BURNS VICTIMS Gusti Ayu Agung Mutiara Santhika Dewi1*. A Istri Dalem Hana Yundari1. Ni Komang Sukra Andini1 STIKES Wira Medika Bali *E-mail: mutiarasanthika2001@gmail. ABSTRAK Api, sentuhan, panas, dingin, radiasi, zat kimia, listrik, dan siapa pun, di mana pun, kapan pun dapat menyebabkan luka bakar. Penyakit ini dapat memburuk dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Penanganan luka bakar yang tidak tepat masih umum terjadi di kalangan ibu rumah tangga. Penelitian ini mengkaji pengetahuan perempuan Desa Timpag tentang pertolongan pertama luka bakar. Dengan menggunakan teknik stratified random selection, 275 responden dipilih dari populasi 1033 ibu rumah tangga untuk penelitian deskriptif kuantitatif ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 89 responden, atau 32,4% dari sampel, berusia antara 26 dan 35 tahun, berpendidikan SMA sebanyak 122 responden . ,4%), menerima sumber informasi melalui internet sebanyak 96 responden . ,9%), dan pernah mengalami luka bakar sebanyak 213 responden . ,5%). Mayoritas pengetahuan responden dikategorikan cukup, yaitu sebanyak 160 responden . ,2%), 93 responden . ,8%) berpengetahuan baik, dan 22 responden . %) memiliki pengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan ibu rumah tangga yang tidak merata bisa di pengaruhi oleh berbagai hal seperti usia, namun pengaruh usia juga bergantung pada konteks pendidikan, sumber informasi yang di dapat, dan pengalaman pribadi. Kata Kunci: Pengetahuan. Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Bakar. Ibu Rumah Tangga. ABSTRACT Anybody, anywhere, at any moment, can sustain a burn. Burns can be brought on by fire, friction, heat, cold, radiation, chemicals, or electricity. This illness demands a lengthy recuperation period and may result in complications. Housewives still frequently administer improper burn first aid. This study investigated Timpag Village housewives' burn victim first aid knowledge. This descriptive quantitative study employed stratified random sampling to choose 1,033 housewives and 275 respondents. Most respondents were between 26 and 35 . , 32. 4%), had graduated high school . , 44. 4%), acquired their information online . , 34. 9%), and had been burned . , 77. 5%). Most respondents' knowledge was categorized as moderate . respondents or 58. 2%), followed by good knowledge . respondents or 33. 8%) and poor knowledge . respondents or 8%). The uneven levels of knowledge among housewives were influenced by various factors, such as age, which depended on educational background, access to information, and personal Keywords: Knowledge. First Aid for Burn Victims. Housewives Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 Pendahuluan Luka bakar dapat terjadi pada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun, dengan berbagai penyebab seperti gesekan, suhu rendah, panas, radiasi, bahan kimia, maupun sumber listrik. Namun, penyebab utama luka bakar umumnya berasal dari paparan panas, seperti api, air panas, atau benda panas (Jeschke et al. , 2. Luka bakar merupakan cedera serius yang perlu ditangani dengan tepat karena memang pernah terjadi. Luka bakar membunuh 180. orang setiap tahunnya, masalah kesehatan Hampir dua pertiganya berada di Afrika dan Asia Tenggara, dan sebagian besar berpenghasilan rendah. Oleh (Herlianita et al. , 2. Menurut Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia, . , 0,7% kasus adalah luka bakar pada tahun 2018. Luka bakar merupakan penyebab keenam cedera yang dapat dihindari, setelah jatuh . ,9%), kecelakaan sepeda motor . ,6%), cedera benda tumpul atau tajam . ,3%), transportasi darat lainnya . ,1%), dan jatuh . ,5%) (Waladani et al. , 2. Laporan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia, . menemukan 1,5% dari 1. 436 pasien luka bakar di Bali mengalami luka bakar. RISKESDAS Provinsi Bali, . melaporkan kasus luka bakar di banyak Negara memiliki 11 kejadian. Karangasem 15. Gianyar 17. Bangli 19. Buleleng 20. Badung 22. Klungkung 25. Denpasar 38, dan Tabanan 48. Kebakaran terbanyak di Bali pada tahun 2018 terjadi di Kabupaten Tabanan. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, kasus luka bakar terbanyak terjadi pada bulan April 2018 dan terjadi di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Di Kecamatan Penebel terdapat tiga kejadian, empat kejadian di Baturiti, enam kejadian di Selemadeg Timur, satu kejadian di Selemadeg, dua kejadian di Selemadeg Barat, enam kejadian di Pupuan, tujuh kejadian di Tabanan, delapan kejadian di Kerambitan, satu kejadian di Marga, dan sebelas kejadian di Kediri. Di Kabupaten Tabanan. Kecamatan Kerambitan memiliki ISSN. angka kejadian luka bakar tertinggi. Berdasarkan data dari RSUD Tabanan, pada tahun 2021Ae2024 terdapat tiga orang yang mengalami luka bakar. Di Kecamatan Kerambitan terdapat lima belas desa Desa Timpag merupakan salah satu desa di Kecamatan Kerambitan yang terdampak oleh kejadian luka bakar di RSUD Tabanan. Menurut data terbaru WHO . , perempuan memiliki kemungkinan lebih besar untuk meninggal akibat luka bakar dibandingkan laki-laki. Karena terkait dengan kegiatan memasak dengan api terbuka atau kompor yang sifatnya berbahaya dan dapat membakar pakaian longgar, luka bakar lebih sering terjadi pada Perempuan di Asia Tenggara secara tidak proporsional terkena luka bakar, terhitung 27% dari semua kematian terkait luka bakar di seluruh dunia, dengan perempuan merupakan bagian terbesar dari korban (Hakim et al. , 2. Menurut sebuah studi oleh Spiwak. dalam Jeschke et al. , . , jumlah perempuan yang meninggal karena luka bakar di Ghana dan India tiga kali lebih tinggi daripada lakilaki. Luka bakar di tempat kerja menimbulkan risiko sosial dan finansial yang serius bagi orang, keluarga, dan Luka bakar terus menjadi penyebab paling umum luka bakar di tempat kerja, meskipun banyak tindakan pencegahan dan peraturan keselamatan. (Pratama, 2. menyatakan luka bakar berbahaya bagi wanita. Korban luka bakar dapat mengalami cedera jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, pertolongan pertama pada luka bakar harus dipelajari. Infeksi, hipovolemik yang mematikan dapat terjadi akibat penanganan yang tidak tepat (Haikal & Susilo, 2. (G. Wijaya et al. , 2. menganjurkan untuk membasahi luka bakar kecil dengan air dingin bersuhu 2Ae15AC selama 15 menit. Edukasi dan terapi luka bakar saling terkait, menurut Astuti . Nur & Nurhayati . menemukan penanganan pertolongan pertama pada luka Banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara menyembuhkan luka Hal: 1-10 Gambaran Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Mengenai Pertolongan Pertama pada Korban Luka Bakar bakar dengan pasta gigi, mentega, kecap, atau minyak. Ari Arga et al. , . melaporkan bahwa 109 . ,5%) responden mengetahui banyak tentang pertolongan pertama pada luka bakar, 169 . ,7%) mengetahui cukup, dan 118 . ,8%) mengetahui sedikit. Bahasa Indonesia: 70% ibu rumah tangga pernah mengalami luka bakar, menurut sebuah studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Timpag pada hari Selasa, 3 September 2024, dengan menggunakan wawancara langsung dengan sepuluh ibu rumah tangga. Mayoritas ibu rumah tangga Desa Timpag masih menangani luka bakar secara tidak benar. misalnya, 40% dari mereka masih menggunakan es batu untuk menurunkan panas, 20% mengoleskan pasta gigi, 20% mengoleskan mentega, 50% mengoleskan putih telur, 40% mengoleskan kopi, dan 30% terus memecahkan gelembung yang berisi cairan pada luka Berdasarkan hal tersebut dan data yang dikumpulkan dari akademisi lain, pendekatan masyarakat untuk menangani korban luka bakar terus menghadapi berbagai tantangan. Untuk mengumpulkan informasi tentang pengetahuan pertolongan pertama ibu rumah tangga untuk korban luka bakar di Desa Timpag. Kecamatan Kerambitan. Tabanan, penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Metodologi Penelitian Penelitian ini bersifat kuantitatif dan dirancang sebagai penelitian deskriptif. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September hingga November 2024 di Desa Timpag. Kecamatan Kerambitan. Kabupaten Tabanan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Timpag dengan jumlah total 1. 033 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent. Teknik proportional stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 275 orang. Peneliti telah memperoleh persetujuan uji 355/E1. STIKESWIKA/EC/X/2024 komisi etik STIKES Wira Medika Bali. Data yang dikumpulkan merupakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dengan nilai r minimum 0,463 dan reliabilitas dengan nilai CronbachAos alpha sebesar 0,60. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, yang bertujuan untuk menggambarkan distribusi frekuensi dari masing-masing variabel Analisis ini digunakan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu rumah tangga mengenai pertolongan pertama pada korban luka bakar. Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 ISSN. Hasil Penelitian Hasil Karakteristik Responden Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Umur. Pendidikan. Sumber Informasi, dan Pengalaman Umur 26-35 Tahun 36-45 Tahun 46-55 Tahun 56-65 Tahun Total Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Tidak Sekolah Lain-lain Total Sumber Informasi Televisi Internet Tenaga Kesehatan Orang Terdekat Lain-lain Total Pengalaman Terkena Luka Bakar Pernah Tidak Pernah Total Frekuensi . Frekuensi . Frekuensi . Frekuensi . Persentase (%) 32,4% 31,6% 23,6% 12,4% Persentase (%) 17,1% 44,4% 32,7% Persentase (%) 9,1% 34,9% 25,5% 25,8% 4,7% Persentase (%) 77,5% 22,5% Berdasarkan tabel 1 diatas, temuan penelitian menunjukkan bahwa 89 responden, atau 32,4% dari sampel berusia antara 26 dan 35 tahun, berpendidikan SMA ,4%), menerima sumber informasi melalui internet sebanyak 96 responden . ,9%), dan pernah mengalami luka bakar sebanyak 213 responden . ,5%). Hasil Pengetahuan Responden Tabel 2. Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Mengenai Pertolongan Pertama Pada Korban Luka Bakar Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Berdasarkan tabel 2 diatas, temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan responden dikategorikan cukup, yaitu sebanyak 160 responden ,2%), ,8%) Frekuensi . Persentase (%) 33,8% 58,2% berpengetahuan baik, dan 22 responden . %) memiliki pengetahuan kurang. Hal: 1-10 Gambaran Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Mengenai Pertolongan Pertama pada Korban Luka Bakar Hasil Crosstabs Karakteriskktik dengan Pengetahuan Tabel 3. Distribusi Frekuensi Crosstabs Antara Umur dan Pengetahuan 26-35 Tahun Umur 36-45 Tahun 46-55 Tahun 56-65 Tahun Total Pengetahuan Baik Count 49,4% Count 40,2% Count 13,8% Count 14,7% Count 33,8% Tabel persilangan usia dan pengetahuan, yang menunjukkan bahwa 51 responden . ,5%) berusia 46-55 tahun memiliki pengetahuan Penelitian ini mendukung temuan Nur Syarifah et al. , . yang menunjukkan bahwa 17 responden . %) Cukup 44,9% 55,2% 78,5% 61,8% Kurang 5,5% 4,6% 7,7% 23,5% Total berusia 46-55 tahun memiliki pengetahuan Usia memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kapasitas pemahaman dan pemikiran seseorang karena menurut Notoadmojo . , seseorang cenderung menjadi lebih matang dan mampu berpikir seiring bertambahnya usia. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Crosstabs Antara Pendidikan dan Pengetahuan Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Total Pengetahuan Baik Count Count 12,8% Count 27,9% Count 58,9% Count 33,8% Tabel 4 menunjukkan bahwa 80 responden atau 65,6% dari sampel telah menyelesaikan sekolah menengah atas dan memiliki pengetahuan yang memadai. Temuan penelitian ini sejalan dengan temuan Damayanti & Sofyan, . yang menemukan bahwa 13 responden . %) pendidikan sekolah menengah atas atau yang sederajat memiliki pemahaman yang Gagasan Wardani et al. , . yang menyatakan bahwa penguasaan konten oleh seseorang sesuai dengan tujuan dan sasaran meningkat seiring dengan kredibilitas pada penelitian ini. Cukup 68,8% 68,1% 65,6% 41,1% Kurang 31,3% 19,1% Total Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 ISSN. Tabel 5. Distribusi Frekuensi Crosstabs Antara Sumber Informasi dan Pengetahuan Televisi Sumber Informasi Internet Tenaga Kesehatan Orang Terdekat Lain-Lain Total Count Count Count 27,9% Count Count Count Sebanyak 52 responden . ,2%) mencari informasi daring dan memiliki pengetahuan yang cukup, menurut tabel 8 di atas, yang menunjukkan temuan dari berbagai sumber informasi. Temuan penelitian ini konsisten dengan temuan Haryati, . , yang menunjukkan bahwa . ,1%) Pengetahuan Baik 40,6% 38,6% 22,5% 61,5% 33,8% Cukup 54,2% 59,2% 30,8% Kurang 5,2% 1,4% 18,3% 7,7% Total pengetahuan yang memadai dari sumber informasi daring. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu rumah tangga tentang perawatan luka bakar yang aman dan ilmiah, tenaga kesehatan dan platform internet harus berinteraksi bersama (Mutmainah et al. , 2. Tabel 6. Distribusi Frekuensi Crosstabs Antara Pengalaman dan Pengetahuan Pengalaman Pernah Tidak Pernah Total Pengetahuan Baik Count 35,7% Count 27,4% Count 33,8% Hasil silang antara pengalaman dan pengetahuan pada tabel 6 di atas menunjukkan bahwa 125 responden atau 58,7% dari sampel memiliki pemahaman yang cukup tentang luka bakar. Menurut J. Wijaya, . , 11 responden . ,4%) dalam kategori pengalaman pra-rumah sakit memiliki pengetahuan yang cukup, yang konsisten dengan penelitian ini. Menurut Kartika et al. , . , pengalaman sebelumnya dapat membuat seseorang lebih siap karena mengajarkan keterampilan penting yang dapat mereka terapkan untuk menghadapi situasi tertentu di masa Pembahasan Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan Tabel 1 diatas, 32,4% responden berusia 26Ae35 tahun. Penelitian Cukup 58,7% 56,5% Kurang 5,6% 16,1% Total ini sejalan dengan Akbar & Agustina, . yang melaporkan bahwa 59,29% dari 113 responden berusia 26Ae35 tahun mengetahui cara merawat luka bakar. Depkes RI, . menyebutkan bahwa perempuan menjadi dewasa muda pada usia 26Ae35 tahun. Kemudian responden dengan pendidikan SMA sebanyak 122 orang . ,4%). Karena memengaruhi seberapa baik seseorang pengetahuan yang diberikan, tingkat pendidikan seseorang dapat memengaruhi kemampuannya dalam mengumpulkan informasi (Notoadmojo, 2. Menurut penelitian Dewi Lestari . , mayoritas responden, yaitu 88 orang, atau 40,6%, memiliki ijazah SMA. Seperti yang dapat dilihat pada Tabel 1 di atas, mayoritas Hal: 1-10 Gambaran Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Mengenai Pertolongan Pertama pada Korban Luka Bakar responden . atau 34,9% memperoleh informasi secara daring. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang luka bakar dan pilihan pengobatannya, sumber informasi yang tepat dan aksesibilitas sangat penting (Basri et al. , 2. Studi ini mendukung studi (Mendrofa et al. , 2. yang menemukan bahwa sekitar 60% orang menggunakan internet untuk mencari informasi tentang luka bakar. Selain itu Tabel 1 juga menunjukkan bahwa 213 responden atau 77,5% dari sampel memiliki pengalaman luka bakar, yang mendominasi distribusi pengalaman luka bakar. Menurut Mendrofa et al. , . , 34 responden . ,6%) melaporkan pernah mengalami luka bakar, yang konsisten dengan penelitian ini. Riwayat pengalaman luka bakar seseorang sebelumnya merupakan salah satu elemen yang memengaruhi kapasitasnya, menurut Mawardi & Indayani, . Pengetahuan Responden Tabel 2 menunjukkan bahwa 160 responden . ,2%) berpengetahuan cukup. Penelitian ini sependapat dengan Nur & Nurhayati . yang menunjukkan 30% responden memiliki pengetahuan cukup. Notoatmodjo, . menyatakan bahwa pendidikan, pekerjaan, pengalaman, minat, lingkungan tempat tinggal, serta norma sosial dan budaya dapat memengaruhi pengetahuan seseorang. Pengaruh internal meliputi jenis kelamin dan usia. Penelitian mengetahui AuKetika terjadi luka bakar, segera hindari sumber panas atau api dan matikan sumber panas atau apiAy untuk pertolongan pertama pada luka bakar. Seluruh responden sebanyak 274 . ,3%) menjawab AuBenarAy dengan benar. Orang yang menjawab dengan benar mengakui bahwa mencegah dan memadamkan api saat terbakar sangat penting untuk mencegah masalah kulit bertambah parah. Hal ini bertentangan dengan AuLarilah secepat mungkin jika Anda berada di ruangan yang terbakar dan terdapat banyak Ay Mayoritas . , atau 94,2%) menjawab AuBenarAy. Responden menjawab dengan benar karena mereka percaya bahwa mereka harus segera meninggalkan sumber api untuk menghindari risiko. Namun, berlari bukanlah jawaban yang benar. Menurut BPBD Kota Tanggerang . , protokol evakuasi yang tepat adalah tetap tenang, merangkak untuk menghindari asap, mengidentifikasi jalur evakuasi, dan menggunakan pintu keluar terdekat. Pemanfaatan material penanganan luka bakar juga berkorelasi dengan tingkat pemahaman ibu rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, ibu rumah tangga masih menggunakan es batu . responden atau 85,1%), pasta gigi . responden atau 60,9%), kopi . responden atau 55,1%), dan putih telur . responden atau 57,2%) (Kattan et al. , 2. Syaiful et al. , . , melakukan penelitian pada tahun 2023 yang semakin mendukung hal ini. Mereka menemukan bahwa luka pada pasien perlu dirawat di rumah sakit setelah tiga minggu dirawat dengan pasta Menambahkan sesuatu pada luka dapat memperlambat penyembuhannya dan meningkatkan kemungkinan terjadinya Berdasarkan hasil penelitian ini, pemahaman ibu rumah tangga tentang cara menolong korban luka bakar sudah cukup. Hal ini karena hal ini bergantung pada sejumlah faktor, seperti usia. Usia memang berpengaruh, tetapi juga bergantung pada seberapa banyak pengetahuan yang telah dipelajari wanita dan dari mana mereka memperoleh informasi. Pengalaman pribadi juga dapat mengubah apa yang mereka Diperkirakan bahwa ibu rumah tangga yang banyak tahu tentang pertama akan mampu memberikan perawatan yang baik. Ada konsensus umum di antara para peneliti bahwa orang yang banyak tahu lebih baik dalam memberikan pertolongan pertama daripada orang yang tidak cukup tahu. Kesimpulan Dari 275 responden yang diteliti dalam penelitian gambaran tingkat pengetahuan ibu rumah tangga mengenai pertolongan pertama pada korban luka bakar di Desa Timpag tahun 2024, maka dapat disimpulkan bahwa: Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12. Januari 2026 Sebanyak 89 responden, atau 32,4% dari sampel, berusia antara 26 dan 35 tahun, berpendidikan SMA sebanyak 122 responden . ,4%), menerima sumber informasi melalui internet sebanyak 96 responden . ,9%), dan pernah mengalami luka bakar sebanyak 213 responden . ,5%). Mayoritas pengetahuan responden dikategorikan cukup, yaitu sebanyak 160 responden . ,2%), 93 responden . ,8%) berpengetahuan baik, dan 22 responden . %) memiliki pengetahuan Saran Bagi Perawat Gawat Darurat Kepada petugas kesehatan dapat kegiatan-kegiatan edukasi dan simulasi bagi ibu rumah tangga dalam tindakan pertolongan pertama sehingga pengetahuan yang sudah dimiliki ibu rumah tangga dapat di realisasikan dalam kehidupan nyata dan pertolongan pertama dilakukan secara tepat. Bagi STIKES Wira Medika Bali Kepada STIKES Wira Medika Bali agar menambah dan memperkaya informasi perpustakaan serta dapat memberikan informasi mengenai pertolongan pertama pada luka bakar atau pertolongan pertama pada kasus Bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Timpag Kepada ibu rumah tangga dapat mengikuti kegiatan edukasi dan simulasi atau pelatihan tentang pertolongan pertama untuk melatih skill dalam tindakan pertolongan pertama dan dapat menjadi bystander di lingkungan sekitarya khususnya luka bakar. Bagi Peneliti Selanjutnya Kepada penelitian lebih luas mengenai tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap pertolongan pertama pada luka bakar dengan melakukan pengamatan secara langsung atau ISSN. pertolongan pertama luka bakar yang dilakukan oleh ibu rumah tangga serta meneliti 77 faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pengetahuan ibu rumah tangga terhadap pertolongan pertama pada luka bakar. Daftar Pustaka