Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Analisis Level Kinerja Expert Melalui Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Interpretasi. Analisis . Evaluasi. Inferensi ) Analysis of Expert Performance Levels Through Students' Critical Thinking Ability (Interpretation. Analysis. Evaluation. Inferenc. Indah Rahayu Panglipura,*. Eric Dwi Putrab IKIP PGRI Jember Jl. Jawa No. 10 Sumbersari Jember IKIP PGRI Jember Jl. Jawa No. 10 Sumbersari Jember * Pos-el: indah. ikipjember@gmail. Abstark. Pada setiap individu mempunyai kemampuan berfikir yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Peserta didik dapat berpikir kritis dengan keterampilan melalui hasil menganalisis dan membuktikan kebenarannya secara aktif dan efektif. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui level kinerja Expert siswa melalui kemampuan berpikir kritis berdasarkan kemampuan matematika. Terdapat level kinerja . terdiri dari 4 level yang ditetapkan oleh Exemplars. Keempat level tersebut adalah Novice. Apprentice. Practitioner, dan Expert. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. penelitian ini bahwa level kinerja Expert siswa mempunyai perbedaan level kemampuan berpikir kritis berdasarkan indicator yang tercapai. Siswa yang mempunyai kemampuan tinggi memenuhi semua level kinerja Exper meskipun terdapat satu indikator yang belum tercapai Sedangkan pada siswa dengan kemapuan sedang terdapat 2 indikator yang tidak terpenuhi dan siswa yang berkemampuan rendah tidak memenuhi semua indikator namun terdapat indikator yang muncul meskipun tidak keseluruhan. Kata-Kata Kunci: level kinerja apprentice, berpikir kritis Abstract. Each individual has different thinking skills that are influenced by various factors. Students can think critically with skills through the results of analyzing and verifying truth actively and effectively. The purpose of this study was to determine the level of performance of student experts through critical thinking skills based on mathematical abilities. There is a level of performance . consisting of 4 levels set by Exemplar. The four levels are Beginners. Internships. Practitioners, and Experts. The method used is qualitative research with a descriptive approach. the results of this study that the level of performance of expert students have different levels of critical thinking skills based on the indicators achieved. Students who have high abilities meet all levels of Expert's performance even though there is one indicator that has not been achieved perfectly. Whereas in students with moderate abilities there are 2 indicators that are not fulfilled and low-ability students do not meet all indicators but there are indicators that appear even though not all. Key Words: apprentice performance level, critical thinking atau memecahkan masalah, membuat keputusan/ pemenuhan keinginan untuk Kemampuan berpikir pada masing-masing orang tidak sama PENDAHULUAN Menurut Vincent (Dahlan, 2. berpikir merupakan semua hal aktivitas mental dapat membantu merumuskan Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 bergantung bagaimana latihan dan Selain kemampuan berpikir tentunya juga dipengaruhi oleh banyak hal. Hal yang berpengaruh tentu saja mempengaruhi perkembangan tahapan kemampuan Pada setia individu akan selalu mengalami perkembangan dan akan tingkatan/level. Salah kemampuan berpikir adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis (Fisher, 2. adalah keterampilan dalam memikirkan segala hal metode yang tepat dalam interpretasi dan evaluasi terhadap observasi, komunikasi dan sumber-sumber Dengan demikian peserta didik dapat berpikir kritis dengan keterampilan membuktikan kebenarannya secara aktif dan efektif. Kemampuan ini tentu saja akan meningkatkan keatifan peserta didik pada saat kegiatan pembelajaran. Penilaian (Performance Assessmen. berdasarkan Arifin . merupakan suatu teknik penilaian yang digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan keterampilan siswa melalui tes penampilan atau demonstrasi atau praktik kerja nyata. Adapun level dari kinerja . siswa terdiri dari empat level dengan mengacu pada level yang ditetapkan oleh Exemplars. Keempat level tersebut adalah Novice. Apprentice. Practitioner, dan Expert. Ahmad Dahlan . menghasilkan berdasarkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal matematika di kelas VII MTs Negeri Jember 1 Filial berada pada level 1, 2 dan 3 yaitu Novice. Apprentice dan Practitioner. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini fakus pada Bagaimanakah level kinerja Expert P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 siswa melalui kemampuan berpikir kritis berdasarkan kemampuan matematika. Peneliti menetapkan Subjek penelitian difokuskan pada siswa kelas VII di SMPS PLUS Al Amien Ambulu subpokok bahasan bilangan. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana level kinerja siswa kelas VII dalam menyelesaikan soal matematika . oal cerit. berdasarkan kemampuan berpikir kritis siswa pada subpokok Peneliti mendeskripsikan atau menggambarkan level kinerja siswa dalam berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan. Pengambilan subjek terlebih dahulu mengambil nilai dari guru bertujuan untuk mengelompokkan siswa dengan kemampuan tinggi, kemampuan sedang dan kemampuan rendah. Kemudian memilih satu siswa dari masing-masing kategori yang akan diberikan soal tes ini merupakan tes berpikir kritis, dilanjutkan keenam siswa ini akan diwawancara. Peneliti mengambil 3 subjek yang akan berdasarkan kemampuan berpikir kritis Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Tes berupa soal cerita dilakukan satu Sedangkan wawancara dilakukan dua kali. Sebelumnya dilakukan terlebih dahulu uji validitas pada instrument tes dan wawancara. Menurut Hobri . , menentukan rerata hasil validasi dari semua validator untuk setiap indikator dengan rumus : = data nilai dari validator ke-j terhadap indikator ke-i Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 akan dikategorikan ke dalam level kinerja siswa sesuai pedoman penskoran level kinerja siswa yang masuk pada level Expert. Setelah pengelompokkan selesai maka dilakukan penyimpulan dengan rerata total skor setiap indikator. = validator = indikator = banyaknya validator Dengan nilai , kemudian ditentukan nilai rerata untuk setiap aspek dengan Tabel 2 Kategori Level Kinerja Siswa Nilai x Level Siswa Expert Practitioner Apprentice Novice = nilai rerata aspek = rerata nilai untuk aspek ke-i = aspek yang dinilai = banyaknya aspek Dengan nilai , kemudian ditentukan nilai rerata total untuk semua aspek dengan persamaan : Sedangkan untuk pengecakan keabsahan data menggunakan triangulasi metode yaitu hasil data dari tes diyakinkan kembali dengan didukung data hasil HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari validasi instrument pada soal tes dan wawancara dalah sebagai berkut. = nilai rerata total semua aspek = rerata nilai untuk aspek ke-i = aspek yang dinilai = banyaknya aspek Hasil yang diperoleh kemudian ditulis pada kolom yang sesuai, juga Instrumen dinyatakan valid dan dapat digunakan jika nilai Soal Tes Nilai Va untuk soal tes diperoleh hasil 2,7 dengtan demikian instrumen soal tes dikatakan valid sesuai dengan kriteria apabila berada pada kategori valid jika 2,5 O Va < 3 . Wawancara Nilai Va untuk pedoman wawancara adalah 2,8, maka dikatakan valid. Sesuai dengan kevalidan instrumen yaitu instrumen dikatakan valid apabila 2,5 O Va < 3 Dalam pemilihan subyek penelitian diperoleh 3 siswa dengna kategori berkemampuan tinggi (ST), sedang (SS), dan rendah (SR). Selanjutnya ketiga subyek diberikan soal tes sebanyak 4 Kemudian dilanjutkan dengan mengadakan wawancara pada masingmasing subyek secara bergantian. Hasil tes menunjukan bahwa level Expert siswa melalui kemampuan berpikir kritis (Interpretasi. Analisis. Tabel 1 Kriteria Validitas Instrumen Nilai Tingkat Kevalidan Sangat Valid Valid Cukup Valid Kurang Valid Tidak Valid Data hasil tes dilihat dari lembar jawaban siswa dalam mengerjakan soal. Jawaban siswa dianalisis dengan lembar penilaian yang berdasarkan indikator standar berpikir kritis, yang kemudian Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 Evaluasi. Inferens. pada masing-masing Subyek Standar Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi subyek dapat dilihat dari Tabel 3 berikut. Tabel 3 Hasil Kemampuan Berpikir Kritis ST Indikator Siswa dapat menuliskan yang diketahui dengan rinci,terurut. Dapat menyajikan masalah pada soal dalam bahasa matematika dengan jelas Dapat menuliskan informasi dengan tepat Dapat menulis konsep sesuai dengan soal Dapat menyelesaikan soal sesuai dengan informasi yang diketaui pada soal Menyelesaikan soal dengna cara yangsesuai dijelaskan guru Hanya menuliskan hal-hal yang terkait dengan soal saja Siswa dapat membuat kesimpulan dari soal Berdasarkan Tabel 3 dapat diketaui bahwa ST memenuhi 3 indikator (Interpretasi. Analisis. Evaluas. , kecuali pada indikator inferensi belum dapat terpenuhi semua Subyek Standar Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi namun sudah dapat membuat kesimpulan dari soal. Tabel 4. Hasil Kemampuan Berpikir Kritis SS Indikator Siswa dapat menuliskan yang diketahui Dapat menyajikan masalah pada soal dalam bahasa matematika Dapat menuliskan informasi dengan tepat Dapat menulis konsep sesuai dengan soal Dapat menyelesaikan soal sesuai dengan informasi yang diketaui pada soal Menyelesaikan soal dengna cara yangsesuai dijelaskan guru Belum menuliskan hal yang terkait dengan soal Siswa dapat membuat kesimpulan dari soal meskipun masih belum lengkap Berdasarkan Tabel 4 dapat subyek SS sudah memenuhi 2 indikator (Interpretasi. Evaluas. , kecuali pada indikator Analisis Subyek Standar Interpretasi Analisis P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 dan Inferensi belum dapat terpenuhi secara keseluruhan. Tabel 5 Hasil Kemampuan Berpikir Kritis SR Indikator Siswa dapat menuliskan yang diketahui namun belum lengkap Dapat menyajikan masalah pada soal dalam bahasa matematika meskipun belum tepat Dapat menuliskan sebagian informasi Dapat menulis konsep meskipun beberapa tidak sesuai dengan Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 Evaluasi Inferensi P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 Dapat menyelesaikan beberapa soal sesuai dengan informasi yang diketaui pada soal mekipun masih kurang tepat Belum dapat menyelesaikan soal dengan tepat Belum dapat menuliskan hal yang terkait dengan soal Belum dapat menuliskan kesimpulan dengan tepat Berdasarkan Tabel 5 dapat subyek SS belum memenuhi ke empat indikator, namun demikian pada masing-masing indikator sudah muncul sebagian kecil meskipun masih dalam kategori belum Sedangkan dari hasil wawancara diperoleh hasil yang sebagai berikut. Tabel 6 Hasil Wawancara Indikator Subyek siswa dapat mengerjakan dengan benar dan baik, namun terdapat kendala pada pembuatan keterkaitan yang ada pada soal Dapat menyelesaikan soal namun pada setiap soal mendapatkan kesulitan Kesulitan dalam menyelesaikan soal secara keseluruhan, meskipun sudah dapat menuliskan beberapa hal yang diketahui. Namun belum dapat menyelesaikan dengan tepat Berdasarkan hasil wawancara pada Tabel 6 Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dapat diketahui keseuaian/keabsahan hasil Kelas VII MTs Negeri Jember 1 Filial dari data yang diperoleh dengan triangulasi Menyelesaikan Soal metode yaitu dengan tes dan wawancara. Matematika yang Terkait dengan Tema Kopi. Jurnal Matematika. Jember: Universitas Jember. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa Ismeniar. Thinking. Malang: level kinerja Expert siswa mempunyai Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas perbedaan level kemampuan berpikir Negeri Malang. kritis berdasarkan indicator yang Kowiyah. Kemampuan Berpikir Siswa yang mempunyai Kritis. Jurnal Pendidikan Nasional. kemampuan tinggi memenuhi semua Jakarta: Jurnal Diknas No. level kinerja Exper meskipun terdapat Liberna. Hawa. Peningkatan satu indikator yang belum tercapai Kemampuan Berpikir Kritis Sedangkan pada siswa dengan Matematis Siswa Melalui kemapuan sedang terdapat 2 indikator Penggunaan Metode Improve pada yang tidak terpenuhi dan siswa yang Materi Persamaan Linear Dua berkemampuan rendah tidak memenuhi Variabel. Jurnal Formatif. Jakarta: semua indikator namun terdapat Universitas Indraprasta PGRI. indikator yang muncul meskipun tidak Moleong. Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Purwati, . Analisis DAFTAR RUJUKAN Basuki. Ismet, dan Hariyanto. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Asesmen Pembelajaran. Bandung: Menyelesaiakn Masalah PT. Remaja Rosdakarya. Persamaan Kuadrat Dahlan. Ahmad. Pelevelan Pembelajaran Model Creative Kinerja Siswa Berdasarkan Jurnal EMASAINS Volume Vi Nomor 1 Maret Tahun 2019 Problem Solving. Jurnal Matematika. Jember: Universitas Jember. Rakhmawati. Penilaian (Assessmen. http://digilib. pada tanggal 20 Mei 2018. Tutik. Memahami Konsep Matematika. https://eprints. diakses pada tanggal 20 Mei 2018. P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688