JESE Journal of Elementary School Education Volume 1. Nomor 1. Juni 2024. Hal. Penerapan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial Berbasis Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Muhammad Suwignyo Prayogo1. Firman Aulia Ramadhan2. Diniyah MarAoatus Sholiha3 UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember. Indonesia UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember. Indonesia UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember. Indonesia e-mail: wignyoprayogo86@gmail. com, firmandhan99@gmail. diniyahsholiha123@gmail. ABSTRACT The Merdeka Curriculum is a curriculum that provides flexibility and focuses on essential material to develop students' competencies as lifelong learners with the character of the Pancasila Learner Profile, namely Faith. Devotion to God Almighty. Global Diversity. Gotong Royong. Independent. Critical Reasoning, and Creative. This study aims to identify the implementation of Merdeka Curriculum in IPAS (Natural and Social Science. learning and the problems faced in the process. The results show that educators must design lesson planning, implementation, and evaluation which includes three types of assessments: diagnostic, summative, and formative. Problems that are often faced are difficulties in choosing appropriate approaches, strategies, models, and learning This research uses a descriptive qualitative method with a literature study approach, using data sources from various journals, articles, and books relevant to the topic of discussion. Keywords: Independent Curriculum. IPAS Learning. Implementatiom. Problematic ABSTRAK Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan fleksibilitas dan berfokus pada materi esensial untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat dengan karakter Profil Pelajar Pancasila, yaitu Beriman. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkebhinekaan Global. Gotong Royong. Mandiri. Bernalar Kritis, dan Kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. dan problematika yang dihadapi dalam proses tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik harus merancang perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, dan evaluasi yang mencakup tiga jenis asesmen: diagnostik, sumatif, dan formatif. Problematika yang sering dihadapi adalah kesulitan dalam memilih pendekatan, strategi, model, dan metode pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, menggunakan sumber data dari berbagai jurnal, artikel, dan buku yang relevan dengan topik pembahasan. Prayogo. Ramadhan dan Sholiha. Pembelajaran IPAS berbeasis Kurikulum Merdeka Kata Kunci: Kurikulum Merdeka. Pembelajaran IPAS. Implementasi. Problematika PENDAHULUAN Dalam sistem pendidikan di Indonesia, kurikulum merupakan komponen utama dari setiap jenjang pendidikan. Kurikulum terdiri dari serangkaian perencanaan dan pengaturan yang berkaitan dengan isi dan bahan pelajaran serta bagaimana kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Pada dasarnya, kurikulum terdiri dari semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar atau pendidikan kepada siswa. (Dr. Masykur, 2. Kurikulum di Indonesia telah berubah sejak 1947, 1964, 1968, 1973, 1975, 1984, 1994,1997, 2004, 2006, 2013, dan yang terbaru adalah kurikulum merdeka ,(Abdurrahman, 2. Perubahan kurikulum ini tidak terlepas dari perkembangan era yang serba digital. Meskipun terkenal dengan pergantian presiden, mentri, metri, dan kurikulum, kata-kata ini hanyalah pendapat masyarakat. Tujuan penggantian kurikulum adalah untuk memperbaiki kurikulum sebelumnya. Kurikulum juga sering diubah karena perlu disesuaikan dengan cara proses belajar-mengajar disesuaikan dengan kejadian terbaru. (Diana Yulias Rahmawati. Aprilia Putri Wening Sukadari Desy, 2. Kurikulum Merdeka adalah salah satu penyempurnaan kurikulum terbaru dari kemetrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum ini muncul selama peralihan pandemi COVID-19, dan memiliki sifat fleksibel yang memungkinkan siswa menyesuaikannya dengan apa yang mereka ingin pelajari. Ini sejalan dengan tujuan kurikulum untuk memberikan kemerdekaan kepada guru untuk mengkaji dan mengendalikan pembelajaran mereka sendiri. (Wibowo, 2. Kurikulum Merdeka mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2022/2023 di sekolah dasar, khususnya pada kelas satu dan empat. Salah satu perbedaan antara Kurikulum Merdeka dan kurikulum sebelumnya adalah adanya mata pelajaran IPAS, yang merupakan gabungan antara Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). IPAS mempelajari makhluk hidup serta interaksinya dengan lingkungan dan alam semesta, seperti manusia yang tidak dapat hidup sendiri. Singkatnya. IPAS mengintegrasikan pelajaran IPA dan IPS. Di sekolah ini, pembelajaran IPAS dianggap penting dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila, yang merupakan gambaran ideal peserta didik di Indonesia. IPAS membantu peserta didik menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena di sekitarnya, yang membantu mereka memahami cara kerja alam semesta dan interaksinya dengan kehidupan Pemahaman ini berguna untuk mengidentifikasi berbagai masalah dan JESE: Journal of Elementary School Education (Abdurrahman, 2. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kurikulum merdeka tidak dilaksanakan dengan baik. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masalah yang dihadapi guru, terutama ketika membuat modul ajar IPAS. Modul ajar adalah perangkat atau rancangan pembelajaran yang berbasis kurikulum dan dirancang untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Jika modul ajar disusun secara sistematis, ini akan menyebabkan ketidakseimbangan pembelajaran antara guru dan peserta didik. (Syamsudin & Fitriani, 2. Akibatnya, peserta didik kurang aktif dan proses pembelajaran cenderung didominasi oleh guru. Berdasarkan alasan ini, peneliti melakukan analisis deskriptif untuk menggambarkan implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi, relevansi, dan menggambarkan masalah yang akan dikaji secara lengkap dan sesuai. Peneliti menggunakan studi literatur, yang melibatkan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta membandingkan hasil penelitian dengan teori atau penelitian terdahulu yang relevan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup berbagai jurnal, artikel, dan buku yang relevan dengan topik pembahasan, terutama pustaka terbaru yang diterbitkan dalam Data mendeskripsikan objek penelitian dan menarik kesimpulan. Verifikasi data dilakukan dengan membandingkan data yang ditemukan dengan teori dan hasil penelitian terkait melalui studi literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran IPAS Sejak diluncurkannya Kurikulum Merdeka belajara pada tahun 2022, kini telah ada dari 300 lebih satuan pendidikan telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara Berdasarkan sumber dari Kemendikbud data Asasmen Nasional tahun 2021-2023 menunjukkan dampak posistif penerapan Kurikulum Merdeka Belajar. Hasil Rapor Pendidikan tahun 2023 menunjukkan bahwa satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka mengalami peningkatan pada literasi, numerasi, karakter, inklusivitas, dan kualitas pembelajaran Vol. No. Juni 2024. Hal. Prayogo. Ramadhan dan Sholiha. Pembelajaran IPAS berbeasis Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberi fleksibilitas dan berfokus pada materi esensial untuk mengembangkan kompetensi peserta didik sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkebhinekaan Global. Gotong Royong. Mandiri. Bernalar Kritis, dan Kreatif . Melalui Peraturan Mendikbudristek No. 12 Tahun 2024, bahwa Kurikulum Merdeka di tetapkan secara resmi menjadi kerangka dasar dan struktur kurikulum untuk seluruh satuan pendidikan di Indonesia (Kemendikbud, 2. Kurikulum Merdeka memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada guru untuk merancang pembelajaran sesuai dengan konteks, kebutuhan pesrta didik dan kondisi satuan pendidikan mengingat begitu beragam kondisi satuan pendidikan dan daerah di Indonesia. Kurikulum Merdeka mengedepankan literasi yang relevan dengan perkembangan zaman, termasuk literasi digital, literasi finansial, literasi kesehatan dan literasi perubahan iklim. Dalam hal ini pada pembelajaran Kurikulum Merdeka tingkat sekolah dasar yang sekarang kita kenal dengan fase A, fase B, fase C adanya penggabungan mata pelajaran, antara IPA dan IPS. IPAS merupakan mata pelajaran yang tujuannya untuk membangun literasi sains. Tujuan dari mata pelajaran ini adalah untuk memperkuat peserta didik untuk mempelajari ilmu-ilmu alam dan sosial yang lebih kompleks di SMP. Dalam mempelajari lingkungan, peserta didik melihat fenomena alam dan sosial sebagai fenomena yang saling terkait. Peserta didik membiasakan mengamati atau mengamati, meneliti dan melakukan kegiatan yang mendorong keterampilan inkuiri lainnya yang sangat penting sebagai landasan pembelajaran sebelum melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi(Kemendikbudristek, 2. Kurikulum merdeka tiga tipe kegiatan pembelajaran yaitu: Pembelajaran intrakulikuler yang dilaksanakan secara terdeferiansi. Pembelajaran korikuler berupa penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berprinsip pada pembelajaran interdisipliner yang berorientasi pada karakter dan kompetensi umum dan Pembelajaran ekstrakulikuler dilakukan sesuai minat peserta didik dan sumber daya yang ada pada satuan pendidikan. Menurut Badan Standar. Kurikulum Asesmen Pendidikan (BSKAP)(Keputusan Kepala Badan Standar. Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, 2. terkait implementasi kurikulum merdeka secara mandiri, ada 4 . hal yang perlu diperhatikan: JESE: Journal of Elementary School Education IKM secara mandiri adalah opsi untuk satuan pendidikan pada tahun ajaran 2022/2023. Ada 6 . strategi yang berpusat pada penguatan komunitas belajar bagi pendidik dan satuan pendidikan yang digunakan oleh Kementrian Pendidikan. Kebuayaan. Riset dan Teknologi. IKM dikawal dan dibantu langsung melalui peran Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Satuan pendidikan dalam menggunakan IKM mandiri menyiapkan diri sesuai pilihan implementasi dan kesiapan. Berikut ini 3 . pilihan dalam penerapan atau implementasi kurikulum merdeka (IKM) di berbagai satuan pendidikan, yaitu: Katagori Mandiri Belajar yaitu sekolah atau satuan pendidikan tetap menggunakan kurikulum 2013 atau K13 yang disederhanakan / Kurikulum Darurat dengan menerapkan bagian-bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka. Katagori Mandiri Berubah yaitu pada tahun ajaran 2022/2023 satuan pendidikan mulai menggunakan Kurikulum Merdeka mengacu pada perangkat ajar yang telah disiapkan oleh PMM (Platform Merdeka Mengaja. sesuai jenjang satuan pendidikan. Adapun perangkat ajar yang telah disediakan untuk jenjang PAUD, kelas I dan kelas IV SD/MI, kelas VII SMP/MTs, dan Kelas X SMA/MA. Katagori Mandiri Berbagi yaitu sekolah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan mengembangkan sendiri beberapa perangkat ajar pada jenjang PAUD, kelas I dan kelas IV SD/MI, kelas VII SMP/MTs, dan Kelas X SMA/MA mulai tahun ajaran 2022/2023. Adapun peran satuan pendidikan dalam mempersiapkan IKM adalah: Menetapkan langkah-langkah persiapan yang dibutuhkan serta melakukan Membentuk komunitas belajar sebagai upaya mendukung proses belajar yang Melakukan aktivasi akun belajar. id dan mempelajari kurikulum merdeka Mempersiapkan dan menentukan perangkat ajar yang akan digunakan . igital/ceta. Memesan buku ajar cetak melalui aplikasi SIPLAH atau E-KATALOG Vol. No. Juni 2024. Hal. Prayogo. Ramadhan dan Sholiha. Pembelajaran IPAS berbeasis Kurikulum Merdeka Menguatkan budaya belajar bagi pendidik melalui komunitas belajar Menyiapkan akreditasi yang kebijakan dan pemenuhan kerja pendidik selaras dengan kurikulum merdeka. Dalam pengimplemetasian pembelajaran IPAS ada beberapa sekolah yang menerapkan dengan materi bab yang dipelajari dalam satu semester 1 bab IPA dan 1 bab IPS. Hal tersebut bertujuan agar siswa mampu mengelola lingkungan alam dan sosial secara bersamaan. Selain itu pembelajaran tidak monoton dan memberikan kebebasan bagi siswa(Nihayatul Fadlilah et al. , 2. Dalam proses pembelajaran pastinya tidak terlepas dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dibisa simulai dengan pembuatan modul ajar. Modul ajara merupakan perupahan dari RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang merupakan kurikulum sebelumnya, pembuatan modul sendiri dilakukan dengan adanya sosialisasi-sosialisasi pembuatan Modul pembelajaran sendiri merupakan rambu-rambu dari pembelajaran yang akan berlangsung. Pembuatan modul yang pendidik lakukan rata rata masih menggunakan modul yan disediakan oleh pemerintah. Oleh karena itu, satuan pendidikan harus mengadakan pelatihan pembuatan modul yang ikuti oleh para pendidik sehingga dalam menambah pengetahuan dan kreatifitas para pendidik dalam melakukan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Sebelum melaksanakan pembelajaran perlunya pendidik dalam menganalisis CP yang sudah ditentukan oleh Kementrian pendidikan, merumuskan ATP, milih model pembelajaran, membuat tugas, menyiapkan media pembelajaran, serta memperhatikan P5 yang ditentukan pada Kurikulum Merdeka. Pendidik dapat menggunakan media dalam pembelajaran IPAS sehingga akan lebih meningkatkan minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Media yang dapat digunakan oleh pendidik antara lain, audio, visual, audio-visual, alat peraga dan lain-lain baik digital maupun non digital (Asari et al. , 2. Pada proses pembelajaran pendidik dapat menggunakan proyek maupun diskusi kelompok. Dalam ini ditujukan agar peserta didik dapat mencapai keterampilan bekerja sama . , keterampilan berpikir kritis . ritical thinkin. , keterampilan bebicara . , dan keterampilan kreatif . Sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada pendidik saja akan tetapi juga peserta didik ikut andil dalam pembelajaran. Pendidik juga melatih peserta didik untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajarai, dengan bertukar ide serta JESE: Journal of Elementary School Education berkomuikasi dengan anatar anggota seperti keterampilan yang diharapkan sebagai makhluk sosial. Tidak lupa pendidik juga harus melibatkan profil pelajar pancasila (Rahmawati et al. , 2. Pada proses evaluasi pedidik dapat melakukan asasmen diagnostic, asasmen formatif, dan asesmen sumatif. Pendidik juga dapat menggunakan LKPD yang dibagikan kepada peserta didik untuk mengukur sejauh mana peserta didik dalam memahami materi yang telah dipelajari. Sehingga pendidik dapat tekercapaian CP yang ditentukan tercapai atau belum. Selain itu, dengan menggunakan LKPD evaluasi akan lebih bervasiasi. (Nihayatul Fadlilah et al. , 2. Problematika Pembelajaran IPAS pada Implementasi Kurikulum Merdeka Pada kurikulum merdeka, pembelajaran IPA digabung dengan mata pelajaran IPS menjadi satu. Padahal, mata pelajaran IPA memiliki esensi yang justru berbeda dengan mata pelajaran IPS. Maka dari itu, ditemukan beberapa problematika dan tantangan tersebdiri dalam pengimplementasiannya, baik bagi guru maupun peserta Adapun beberapa problematika pada mata pelajaran IPAS yaitu guru sering mengalami kesulitan dalam memilih pendekatan, strategi, model, maupun metode pembelajaran di kelas. Dalam kurikulum merdeka ini karena guru dituntut untuk menggunakan metode pembelajaran yang dapat membuat siswa merasa tidak bosan selama pembelajaran. Hal tentu membuat kesulitan guru dulunya hanya menggunakan metode ceramah atau diskusi dalam proses pembelajaran (Syamsudin & Fitriani. Jika guru kurang tepat dalam memilih metode pembelajaran, maka peserta didik ditakutkan tidak akan paham dengan apa yang didampaikan oleh guru dan mereka akan beranggapan bahwa pembelajaran IPAS itu sangat menakutkan. Problematika di atas sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Ishak . bahwa guru masih mengalami kesulitan dan kendala dalam perancangan dan pemilihan metode pembelajaran. Hal tersebut akan mengakibatkan peserta didik yangkurang paham dalam pembelajaran dan takut jika ingin bertanya kepada guru. Selain itu juga dapat menyebabkan ketidakmampuan siswa untuk berpikir dan memahami bacaan ataupun rumus yang ada dalam pembelajaran IPAS (Gumilar. Problematika yang kedua yaitu paradigma peserta didik yang mengganggap bahwa pembelajaran IPAS merupakan mata pelajaran yang sulit. Hal ini tentunya akan selalu membuat peserta didik berpikir demikian apabila tidak diubah dengan cepat. Vol. No. Juni 2024. Hal. Prayogo. Ramadhan dan Sholiha. Pembelajaran IPAS berbeasis Kurikulum Merdeka Menag pada pembelajaran IPAS ini ada banyak sekali praktik, rumus, pemahaman sosial, dan lain sebagainya yang dapat membuat peserta didik menjadi bosan, kurang memahami, dan bahkan takut untuk mempelajari karena sulit. Hal tersebut di atas sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Reynard . bahwa banyak peserta didik tingkat sekolah dasar yang menganggap bahwa pembelajaran IPAS adalah mata pelajaran yang sulit. Selain itu pembelajaran IPAS juga dipandang sebagai salah satu mata pelajaran yang menakutkan, tidak menarik, dan membosankan. Padahal apabila peserta didik dapatv mempelajari pembelajaran IPAS dengan benar, maka kemampuan penalarannya akan meningkat dan pemahaman mereka akan bertambah (Gumilar, 2. Problematika yang ketiga yaitu kurangnya kemampuan guru dalam menyusun modul ajar yang menjadi pedoman selama proses pembelajaran. modul ajar ini menjadi hal yang sudah tidak asing lagi jika dikaitkan dengan kurikulum merdeka. Setiap guru harus membuat modul ajar sebelum pembelajaran agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara terstruktur dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. tetapi tidak sedikit guru yang masih merasa bingung terkait dengan pembuatan modul ajar tersebut. Hal tersebut terjadi karena kurangnya fasilitas dari sekolah dan pelatihan mengenai pemuatan modul ajar. Hal tersebut di atas sesuai dengan apa yang diteliti oleh Linda Marlensi, dkk . yang menyatakan bahwa kurangnya kemampuan guru dalam pembuatan modul ajar ini dapat terjadi karena minimnya guru mengikuti pelatihan terkait dengan cara membuat modul ajar dan juga kurangnya arahan dan bimbingan yang difasilitasi oleh pihak sekolah, sehingga guru hanya mengandalkan kemampuan dasar mereka dan mencari referensi di media sosial. (Marlensi et al. , 2. Untuk dapat mengatasi hal ini, guru harus rajin mengikuti pelatihan modul ajar agar dapat meningkatkan pemahamannya mengenai hal tersebut. Selain itu, juga bisa bertanya kepada yang lebih tahu mengenai modul ajar. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bawasannya Sejak diluncurkannya Kurikulum Merdeka pada tahun 2022, lebih dari 300 satuan pendidikan telah menerapkannya secara sukarela. Kurikulum ini memberikan fleksibilitas bagi guru untuk merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi setempat, serta menekankan literasi relevan dengan perkembangan zaman, termasuk literasi digital, finansial, kesehatan, dan perubahan iklim. Dalam pendidikan dasar. Kurikulum JESE: Journal of Elementary School Education Merdeka menggabungkan IPA dan IPS menjadi mata pelajaran IPAS, bertujuan membangun literasi sains dan mempersiapkan siswa untuk mempelajari ilmu alam dan sosial lebih lanjut. Namun, ada beberapa tantangan dalam implementasi pembelajaran IPAS, termasuk kesulitan guru dalam memilih metode pembelajaran yang tepat, paradigma siswa yang menganggap IPAS sulit, dan kurangnya kemampuan guru dalam menyusun modul ajar. Untuk mengatasi tantangan ini, perlu diadakan pelatihan bagi guru dan dukungan fasilitas yang memadai dari sekolah. Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS, kurikulum ini berpotensi besar meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memberikan fleksibilitas dan relevansi yang tinggi terhadap perkembangan Demikian artikel yang dapat kami buat dan kami menyadari bahwa artikel ini sangatlah jauh dari kata kesempurnaan, dan tentu banyak kekurangan dan kesalahan dalam pembuatan artikel ini. Maka dari itu kami sebagai penyusun memohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan baik dalam penulisan, sikap, maupun perkataan Untuk menyempurnakan makalah ini dan perbaikan untuk kedepannya. Semoga makalah ini bermanfaat dan kita bisa mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya. Aamiin. DAFTAR PUSTAKA