JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS Vol. No. Februari 2022, pp. Sosialisasi Pembuatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan NilaiNilai Kearifan Lokal bagi Guru Socialization of the Manufacture of Learning Media to Increase the Values of Local Wisdom for Teachers Melian Umami A. P1. Didik Tri Setiyoko2. Diah Sunarsih3. Sholihah4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhadi Setiabudi. Brebes. Indonesia e-mail: 1melianumamiafahputri@gmail. com, 2trisetiyokoumus@gmail. com,3diahsunarsih@umus. sholihah31298@gmail. 1,2,3,4 Abstrak SD Negeri Bangsri 02 merupakan pendidikan formal yang berada di desa Bangsri, kecamatan Bulakamba, kabupaten Brebes. Sekolah tersebut telah memiliki banyak peserta sekolah tersebut mempunyai sebanyak 7 rombel kelas. Melihat permasalahan yang ada melalui observasi ada banyak peserta didik yang belum paham dalam mendalami materi pembelajaran yang dipelajari karena guru masih megunakan kegiatan pembelajaran yang konvensional serta guru belum secara maksimal menggunakan media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar. Selain itu juga, perlu adanya peningkatan nilai-nilai kearifan lokal bagi guru. Dengan demikian perlu diadakanya pelatihan pembuatan media pembelajaran untuk meningkatkan nilai-nilai kearifan lokal bagi guru di SD N Bangsri 02. Tujuan diadakanya pengabdian masyarakat ini guna memberikan pemahaman tentang pemanfaatan media pembelajaran dan mengembangkan kreativitas para guru untuk pemanfaatan media pembelajaran. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu berupa penerapan penggunaan media pembelajaran dalam peningkatan hasil kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik di sekolah dasar serta peningkatan kreativitas guru dalam pemanfaatan media pembelajaran yang lebih inovatif serta kreatif dan juga tidak monoton. Oleh sebab itu, sangat penting untuk guru dapat menggunakan media pembelajaran serta penanaman nilai-nilai kearifan lokal dalam proses kegiatan belajar mengajar peserta didik agar adanya peningkatan. Kata kunci: Media pembelajaran, nilai-nilai kearifan lokal, guru. Abstract SD Negeri Bangsri 02 is a formal education located in Bangsri Village. Bulakamba District. Brebes Regency. The school already has many students. The school has 7 classes. Seeing the problems that exist through observation, there are still many students who do not understand the materi al being studied because teachers still use conventional learning activities and teachers have not used learning media that can be used in the process of teaching and learning activities. In addition, it is also necessary to increase the values of local wisdom for teachers. Thus, it is necessary to hold training in making learning media I to increase the values of local wisdom for teachers at SD N Bangsri 02. The purpose of this community service is to provide an understanding of the use learning media and increasing teacher creativity in making learning media. The results of this community service are in the form of applying the use of learning media to improve learning outcomes for students and increasing teacher creativity in making learning media more interesting. for that it is urgent for teachers to be able to using learning media and inculcating the values of wisdom in the process of teaching and lesson activities of students. Keywords : Learning media, values of local wisdom, teacher Submitted: Desember 2021. Accepted: Januari 2022. Published: Februari 2022 ISSN 2746-6345 . edia onlin. ISSN 2746-6345 . edia onlin. PENDAHULUAN Mempersiapkan generasi emas untuk masa depan yang dapat bersaing di kemajuan zaman bisa dilakukan melalui pendidikan yang baik. Sehingga pendidikan sebagai wadah bagi peserta didik agar bisa mengembangkan segala keterampilan yang ada pada dirinya. Semakin berkembangnya kemajuan zaman semakin pula berkembangnya kemajuan Pesatnya perkembangan teknologi berdampak pula di dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran tidak terlepas dari metode,model, alat peraga dan juga media. Guru dapat menggunakan media pembelajaran sebagai sarana dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa-siswinya. Media secara umum berawal dari kata medium yang mempunyai arti perantara. Media pembelajaran juga dapat diartikan seperti : audio visual,bahan pembelajaran, media penjelas serta alat peraga yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran (Arindiono & Ramadhani, 2. Ciri media pembelajaran salah satunya ialah suatu media itu dapat membawa dan mempunyai suatu informasi yang dapat di terima oleh peserta didik. Ada beberapa media yang dapat membawa informasi serta respons kepada peserta didik, oleh sebab itu media tersebut dapat dikatan dengan media yang kreatif serta interaktif. Media mengadung informasi yang sederhana ataupun informasi yang kompleks. Namun hal terpentig ialah media itu digunakan dalam pemenuhan kebutuhan kegiatan belajar mengajar serta kemampuan peserta didik, dan juga peserta didik dapat ikut berperan aktif dalamkegiatan belajar mengajar. Dengan demikian perlu perancangan dan pengembangan di lingkungan pembelajaran yang aktif serta dapat menjawab dan dpat pula memenuhi kebutuhan belajar peserta didik dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran (Azhar Arsyad,2017:. Suatu media pembelajaran yang berbasis kearifan lokal dapat itu dimanfaatkan bagi pendidik, agar proses pembelajan dapat bervariasi serta tidak menoton, sehingga penyampaikan pengetahuan dapat tersampaikan dengan baik. Penggunaan media pembelajaran yang dapat mengasah keterampilan siswa sesuai dengan apa yang terkandung di dalam tujuan kurikulum 2013 yaitu peserta didik diarahkan untuk selalu berpikir lebih cepat,tanggap, kreatif serta inovatif. Peserta didik juga akan dilatih dengan kegiatan problem solving. Kurikulum 2013 ini juga memberikan atau membekali nilai kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara serta nilai keagamaan sebagai pembentukan siswa yang berkarakter. Pendidikan yang dapat mengajarkan peserta didik agar melekat dengan situasi nyata yang mereka hadapi. Hal ini merupakan definisi yang termuat dalam pendidikan berbasis kearifan lokal. Sesuai dengan pendapat juga (Ninla Elmawati Falabiba, 2. mendefinisikan nilai pendidikan kearifan lokal meliputi dapat melahirkan individu yang berpendidikan harus selalu berdasarkan dengan pengakuan eksistensi manusia sejak dalam kandungan dan juga dalam pendidikan harus adanya pengembangkan ranah moral, spiritual . anah efekti. yang bukan hanya sekedar ranah kognitif serta ranah psikomotorik (Fay et , 1. SD Negeri Bangsri 02 merupakan pendidikan formal yang berada di Desa bangsri. Kecamatan Bulakamba. Kabupaten Brebes. Sekolah tersebut di pimpin oleh ibu Siti Khotijah. Pd. SD dan telah memiliki banyak peserta didik. Sekolah tersebut mempunyai sebanyak 7 rombel kelas. Sesuai dengan observasi yang telah dilakukan sebelumnya di SD Negeri Bangsri 02. Masih banyak Peserta didik yang belum memahami materi yang mereka pelajari karena guru masih meggunakan kegiatan pembelajaran yang konvensional serta guru pun belum secara maksimal memanfaatkan media pembelajaran yang bisa di gunakan dalam proses KBM. Sehingga bisa disimpulkan bahwasanya sampai saat ini guru belum dapat memanfaatkan media untuk kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan kegaitan pembelajaran yang JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 113 Ae 119 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Salah satu contoh agar adanya peningkatan pemahaman siswa dalam proses KBM guru dapat memanfaatkan media visual atau vidio interaktif yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehingga mampu meningkatkan pengetahuan peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut yang ada di SD Negeri Bangsri 02 maka perlu dilaksanakan kegiatan pengabdian yaitu tentang AuPelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Guna Meningkatkan Nilai-nilai Kearifan Lokal Bagi Guru Di SD N Bangri 02Ay. Tujuan dilakukan Pengabdian Masyarakat ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada guru SD Negeri Bangsri 02 tentang media pembelajaran, untuk memberikan keterampilan kepada guru dalam membuat vidio pembelajaran, untuk menumbuhkan nilainilai kearifan lokal bagi guru dan peserta didik SD Negeri Bangsri 02, dan untuk memecahkan masalah yang dialami oleh guru SD Negeri Bangsri 02. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan, memberikan materi tentang pengunaan media pembelajaran, memberikan peguatan mengenai nilai-nilai kearifan lokal. METODE PELAKSANAAN Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini sasarannya ialah guru serta Kepala Sekolah SD Negeri Bangsri 02 karena beliau adalah pendidik yang harus mempunyai inovasi dalam bidang pendidikan khususnya pendidikan di sekolah dasar. Dalam pengabdian masyakat ini diawali dengan proses observasi terlebih dahulu sebelum proses pengabdian dilaksanakan, dengan melakukan wawancara kepada peserta didik dan juga kepada salah satu dewan guru SD Negeri Bangsri 02 kemudian melakukan perencanaan kegiatan. Metode yang digunakan dalam proses kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu . ceramah dan tanya jawab dalam memberikan materi tentang media pembelajaran . penggambaran contoh media pembelajaran yang dapat digunakan . diskusi dan evaluasi serta mendapatkan feedback baik dalam proes kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Proses pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan bertepatan pada tanggal 7 September 2021 di SD Negeri Bangsri 02. Kegiatan diikuti oleh seluruh dewan guru dan juga kepala sekolah SD Negeri bangsri 02 dengan jumlah keseluruhan ada 12 orang. Dalam kegiatan serius dalam mengikutinya dan diselingi dengan kegiatan tanya jawab. Bapak ibu guru pun aktif dalam proses ketika sedang berlangsung. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini segenap dewan guru SD Negeri Bangsri 02 lebih meningkatkan lagi kekreativitasan dan juga kemamapuanya dalam penggunaan dan juga pembuatan media pembelajaran untuk penujang kegiatan belajar Agar peserta didik lebih aktif lagi dalam kegiatan belajar mengajar serta memberikan warna yang berbeda di setiap kegiatan pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat berjudul sosialisasi pembuatan media pembelajaran guna meningkatkan nilai-nilai kearifan lokal bagi guru di SD Negeri Bangsri 02 ini berjalan dengan lancar. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu berupa penerapan penggunaan media pembelajaran untuk peningkatkan hasil belajar peserta didik SD Negeri Bangsri 02 serta peningkatan kreativitas guru dalam pemanfaatan media pembelajaran yang lebih inovatif serta interaktif. Dalam penyampaiannya dikemas secara menarik sehingga peserta lebih antusias dan tertarik dalam kegiatan ini. Sesuai yang telah dijelaskan bahwa sasaran dalam kegiatan pengabdian masyaraka ini ialah seluruh guru SD Negeri Bangsri 02 yang sangat berminat dalam kegiatan ini dan akan mengembangkan kreatifitasnya lagi dan menyalurkanya dalam kegiatan belajar mengajar agar siswa lebih aktif serta bersemangat untuk mengikuti dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang tidak membosankan (Nurmalasari, 2. Media Sosialisasi Pembuatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Nilai- Nilai Kearifan Lokal bagi Guru (Melian Umami A. P1. Didik Tri Setiyoko2. Diah Sunarih3. Sholihah. ISSN 2746-6345 . edia onlin. pembelajaran ini sangat memebantu dalam kegiatan pembelajaran bagi peserta didik karena dengan adanya media pembelajaran peserta didik akan jauh lebih mengerti materi pelajaran yang sedang meraka pelajari dengan melihat langsung suatu yang dijelaskan (Tafonao. Proses KBM yang efektif serta aktif membutuhkan perencanaan yang sangat baik. Oleh karena itu, media yang nantinya akan dipakai dalam proses pembelajaran juga sangat diperlukan perencanaan yang baik. Gambar 1 menunjukkan adanya kegiatan pemahaman terkait dengan media pembelajaran bagi guru-guru. Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Media Pembelajaran Namun kenyataan yang ada menunjukan bahwa seorang pendidik dalam menetapkan suatu media dalam kegiatanya di kelas yaitu atas dasar pertimbangan: bahwa guru sudah terbiasa menggunakan dengan media . apan tulis atau proyektor, yang dirasa media tersebut iu sedah bisa menarik perhatian dan minat para siswa. Pertimbangan yang ada diharapkan bisa mencukupi kebutuhanya untuk mencapai sebuah tujuan yang sudah tetapkannya (Azhar Arsyad,2017:. Gambar 2. Peserta Kegiatan Pelatihan Penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran, bisa merangsang kemauan dan ketertarikan yang baru, serta dapat menghidupkan kembali motovasi dan keinginan terhadap kegiatan belajar. Selain itu, dapat membawa pada pengaruh psikologis peserta didik. Gambar 2 menunjukkan peserta kegiatan yang mengikuti kegiatan pelatihan media pembelajaran. JAMU: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS: 113 Ae 119 ISSN 2746-6345 . edia onlin. Penerapan media pembelajaran pada tingkatan awal pembelajaran benar-benar membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian isi pelajaran serat pembangkitan motivasi dan minat peserta didik. Media pembelajaran juga bisa membantu peserta didik dalam peningkatan wawasan, penyajian informasi dengan valid dan menarik, serta memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi. Hamalik dalam (Azhar Arsyad,2017:19-. (For & Global, 2. Sehingga kreatifitas sangat berperan aktif dalam membangun pembelajaran untuk menentukan sebuah keberhasialan. Keberhasilan dalam aktivitas pembelajaran tidak lepas dari dukungan sarana dan prasarana yang menunjang seperti penggunaan media pembelajaran (Syarif & Jakarta, 2. Sehingga penggunan media pembelajaran sangat mendukung untuk kegiatan penunjang aktivitas belajar mengajar agar mencapai tujuan yang diinginkan dalam proses kegiatan Kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media video dapat membuat suasana yang mengembirakan dan tidak menjenuhkan bagi peserta didik sehingga perhatian peserta didik akan terfokus pada video tersebut yang isinya berupa substansi pembelajaran. Penggunaan media vidio juga dapat menampilkan peristiwa yang tidak mungkin secara fisik dapat ditampilkan ke dalam ruang kelas, sehingga peserta didik bisa memahami lebih dalam tentang kegiatan tersebut. Media video bisa mengcover semua peserta didik yang memunyai karakteristik belajar yang berbeda, mulai dari siswa dengan cara belajar audio, visual atau pun audiovisual (Pendidikan et al. , 2. dari peryataan tersebut bahwa penggunaan vidio sangat bermanfaat untuk dapat di gunakan dalam pembelajaran peserta didik untuk bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik. Di zaman sekarang sudah saatnya strategi kebudayaan yang menjadikan pondasi penyusunan kurikulum pendidikan diambil dari kebudayaan bangsa, terutama kearifan lokal suku bangsa. Hal Ini akan menjadi peserta didik tidak melupakan kebudayaan bangsa, sehingga mereka mengetahui potensi bangsa ini (Wuryani, 2. Sehingga mereka akan paham kekayaan yang dimiliki bangsa kita sendiri serta juga mereka akan dapat memaknai kemajemukan negaranya. Beberapa manfaat media pembelajaran yaitu memperjelas suatu informasi supaya tidak terlalu verbalistis, menumbuhkan semangat belajar, membuat peserta didik dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan, minat dan bakatnya, memberi stimulus terhadap peserta didik (Rahayu et al. , 2. Proses pembelajaran memuat lima komponen komunikasi, antara lain: guru, bahan pemeblajaran, siswa dan tujuan pembelajaran (Sugiharti, n. Kebersinambungan setelah diadakanya program pengabdian masyarakat ini diharapkan guru tetap melaksanakan pembuatan media pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam proses kegiatan pembelajaran serta guru dapat menyalurkan ilmu yang telah diperoleh dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan tersebut hampir sama dengan pelatihan yang dilaksanakan pada media pembelajaran interaktif. (Kurniawan & Mumpuni, 2. pemahaman terkait dengan pembuatan bahan ajar interaktif dengan mengguakan aplikasi lectora dapat dilakukan melalui sebuah kegiatan pelatihan dan pendampingan. Media sederhana yang dapat digunakan dalam pembelajaran dan mudah dibuat salah satunya adalah jam susut. Pemanfaatan jam sudut dalam kegiatan pembelajaran di kelas tinggi Sekolah Dasar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik (Nurpratiwiningsih et al. , 2. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema sosialisasi pembuatan media pembelajaran guna meningkatkan nilai-nilai kearifan lokal bagi guru di SD Negeri Bangsri Sosialisasi Pembuatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Nilai- Nilai Kearifan Lokal bagi Guru (Melian Umami A. P1. Didik Tri Setiyoko2. Diah Sunarih3. Sholihah. ISSN 2746-6345 . edia onlin. 02 ini berjalan dengan lancar. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu sebuah penerapan pemanfaatan media pembelajaran agar adanya meningkatkan hasil pembelajaran bagi peserta didik sekolah dasar serta peningkatan kreativitas guru dalam pembuatan media pembelajaran yang mempunyai daya Tarik dan membangkitkan. Penggunaan media dalam kegiaan pembelajaran dapat menumbuhkan rasa kemauan dan minat peserta didik yang baru serta menumbuhkan motivasi dalam belajar mengajar. Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar pada tahap awal pembelajaran akan sangat bermanfaat dalam keefektifan proses pembelajaran. Selain itu, penggunaan media dapat meningkatkan pemahaman materi dengan menarik dan capaian informasi serta isi pelajaan dapat terlaksana. Adapun kearifan lokal yang ada di masyarakat yaitu berupa budaya . ilai, norma, etika, kepercayaan, adat istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusu. UCAPAN TERIMAKASIH Siti Khotijah. Pd. SD selaku kepala sekolah SD Negeri Bangsri 02 yang telah mendukung penuh kegiatan pengabdian Masyarakat. Seluruh dewan guru SD Negeri Bangsri 02 yang telah berkenan menyukseskan kegiatan pengabdian masyarakat. LPPM Universitas Muhadi Setiabudi yang telah memberikan izin untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. DAFTAR PUSTAKA