Education. Social Sciences, and Linguistics: Conference Series https://journal. id/index. php/ecs Vol. 2 No. February 2026, pp. Pemerolehan Bahasa Anak Usia 2 Tahun : Studi Kasus Almira Shanum Hanindiya Siti Halipah1. Nida Amalia2. Alma Rizqia3. Muhamad Ichsan NurjamAoan4 1,2,3,4 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Muhammadiyah Bogor Raya. Indonesia 1halipah1295@gmail. com , nidaamalia158@gmail. com , rizqiaalma942@gmail. com, ichsan2820@gmail. ABSTRACT Keywords: Language Acquisition 1 Phonology 2 2-Year-Old Children 3 Kata Kunci: Pemerolehan Bahasa1 Fonologi2 Anak Usia 2 Tahun3 Abstract: This study aims to analyze language acquisition, particularly phonological development, in a 2-year-old child named Almira Shanum Hanindiya (ASH), who lives in Sadeng Village. Leuwisadeng District. This descriptive qualitative case study uses a listening and speaking data collection technique, where the researcher listens, pays attention, and interacts to encourage the child to pronounce words. The results of the observation show that child ASH has mastered the pronunciation of vowels . , . , . , . , and . well at the beginning, middle, and end of words, as well as several consonant sounds such as . , . , . , . , . , and . Although she has mastered a number of adjectives, nouns, and verbs, many of her words are still pronounced with simplified sounds or only the endings, indicating that the child is at the holophrasis stage that is, one word can represent an entire idea. The study's conclusions confirm that the phonological and lexical development of children with ASD is strongly influenced by their social environment and interactions, making the role of parents crucial in stimulating their language skills. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemerolehan bahasa, khususnya perkembangan fonologi, pada anak usia 2 tahun bernama Almira Shanum Hanindiya (ASH), yang berdomisili di Kp. Sadeng. Desa Sadeng. Kecamatan Leuwisadeng. Studi kasus kualitatif deskriptif ini menggunakan teknik pengumpulan data simak libat cakap, di mana peneliti menyimak, memperhatikan, dan berinteraksi untuk mendorong anak mengucapkan kata-kata. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anak ASH telah menguasai pengucapan huruf vokal . , . , . , . , dan . dengan baik di awal, tengah, maupun akhir kata, serta beberapa bunyi konsonan seperti . , . , . , . , . , dan . Walaupun telah menguasai sejumlah kosakata kata sifat, kata benda, dan kata kerja, banyak kosakatanya masih diucapkan dengan penyederhanaan bunyi atau hanya bagian belakangnya saja, menunjukkan bahwa anak berada pada tahap holofrasis-yaitu satu kata dapat mewakili ide keseluruhan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa perkembangan fonologi dan leksikal anak ASH sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan interaksi di sekitarnya, sehingga peran orang tua sangat krusial dalam menstimulasi kemampuan berbahasa anak. Article History: Received : 30-01-2026 Accepted : 27-02-2026 This is an open access article under the CCAeBY-SA license AiAiAiAiAiAiAiAiAiAi I AiAiAiAiAiAiAiAiAiAi LATAR BELAKANG Bahasa merupakan alat komunikasi yang telah melekat pada diri manusia sejak lahir. Melalui bahasa, manusia dapat saling berinteraksi, menyampaikan pikiran, gagasan, perasaan, serta menjalin hubungan sosial dengan sesamanya. Menurut Alfabet dalam (Khoirunnisa et al. , fungsi utama bahasa ialah sebagai alat komunikasi yang memungkinkan manusia untuk berhubungan dengan khalayak banyak dan menuangkan berbagai macam pemikiran. Dengan 204 Education. Social Sciences, and Linguistics: Conference Serie. Vol. No. February 2026. Hal demikian, bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, baik sebagai sarana ekspresi diri maupun sebagai alat untuk memahami dunia sosial di sekitarnya. Proses penguasaan bahasa pada anak tidak terjadi secara instan, melainkan melalui tahapan-tahapan perkembangan yang dikenal dengan istilah pemerolehan bahasa. Pemerolehan bahasa pertama pada anak sering disebut sebagai bahasa ibu, yakni bahasa yang pertama kali diperkenalkan dan digunakan dalam lingkungan terdekatnya. Kridalaksana . dalam (Suardi et al. , 2. menjelaskan bahwa bahasa merupakan struktur lambang bunyi yang digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengenali diri. Artinya, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bagian dari identitas sosial manusia. Seorang anak tidak serta-merta memahami tata bahasa dengan sempurna. Hal ini sejalan dengan pendapat Lenneberg dalam (Sentosa & Apriliani, 2. , yang menyatakan bahwa perkembangan bahasa pada anak berlangsung sesuai dengan jadwal biologisnya. Anak memperoleh bahasa secara bertahap melalui interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini, orang tua dan orang-orang di sekitar anak memegang peranan penting dalam membantu proses pemerolehan bahasa tersebut. Brown . dalam (Akbar et al. , 2. juga menegaskan bahwa pemerolehan bahasa pertama bersifat spontan dan jarang dirancang secara formal. Artinya, anak belajar bahasa secara alami melalui pengalaman sehari-hari dan interaksi yang berkesinambungan. Proses ini dapat berbeda pada setiap anak, tergantung pada intensitas komunikasi, dukungan lingkungan, serta peran orang tua dalam memberikan stimulus bahasa. Pada awal pemerolehan bahasa, anak sering kali hanya mampu mengucapkan sebagian bunyi dari kata yang sebenarnya. Misalnya, anak usia 2 tahun sering mengalami kesulitan dalam melafalkan bunyi tertentu. Untuk memahami hal ini, diperlukan kajian dalam bidang Fonologi merupakan cabang ilmu bahasa yang mempelajari bunyi bahasa, proses terbentuknya, serta perubahan bunyi berdasarkan fungsinya Kridalaksana . dalam (Salsabila. , et al. , 2. Dardjowidjojo dalam (Budhiono, 2. menambahkan bahwa fonologi menjelaskan cara bunyi-bunyi bahasa membentuk sistem yang teratur. Senada dengan itu. Muslich dalam (Wijayanti, 2. mengemukakan bahwa fonologi merupakan cabang linguistik yang berfokus pada bunyi ucapan manusia. Menurut Hans Lapoliwa . dalam (Akhyarudin et al. , 2020:. , alat ucap yang berperan dalam pembentukan bunyi antara lain lidah, bibir, pita suara, dan paru-paru, yang kesemuanya berfungsi penting dalam proses berbicara dan komunikasi manusia. Terkait dengan perkembangan pemerolehan bahasa, terdapat tiga tahap utama yang umumnya dialami anak. Tahap pertama adalah tahap prasekolah, di mana orang tua dan lingkungan terdekat berperan sangat penting dalam membantu anak mengenal bahasa. Pada tahap ini terdapat tiga sub-tahap, yaitu pra-linguistik, tahap satu kata, dan tahap kombinasi Dalam tahap pra-linguistik, anak mulai mempelajari tentang dirinya sendiri dan berusaha membedakan dirinya dari orang lain. Ia juga mulai mengenali hubungan antara objek dan Tahap berikutnya adalah tahap satu kata, di mana anak mulai mengenal dan mengingat nama-nama benda atau kosakata yang sering ia dengar. Tahap kedua adalah tahap perkembangan ujaran kombinator, di mana anak mulai menggabungkan dua kata atau lebih menjadi kalimat sederhana. Terakhir, tahap ketiga merupakan masa perkembangan di usia Siti Halipah. Pemerolehan Bahasa Anak. sekolah, di mana struktur bahasa anak semakin kompleks dan menyerupai bahasa orang Penelitian ini berfokus pada kasus pemerolehan bahasa seorang anak berusia 2 tahun bernama Almira Shanum Hanindiya yang kemudian akan penulis sebut sebagai anak ASH, yang berdomisili di Kp. Sadeng. Desa Sadeng. Kecamatan Leuwisadeng. Subjek penelitian ini dipilih karena memiliki ketertarikan tinggi terhadap aktivitas berbicara, namun belum mampu melafalkan kata secara sempurna. Anak ASH cenderung hanya mengucapkan bagian belakang dari kata yang ia maksud. Fenomena ini menarik untuk dikaji lebih dalam guna memahami bagaimana proses pemerolehan bahasa berlangsung pada anak usia 2 tahun, terutama dari segi perkembangan fonologisnya. Berbeda dari penelitian sebelumnya oleh (Sonia Ulman, dkk 2. dengan judul AuPemerolehan Bahasa pada Anak Usia 2 Tahun Dilihat Dari Aspek FonologiAy. Hasil penelitian menunjukkan pemerolehan bahasa pada anak usia 2 tahun sudah dapat berujar, meskipun masih banyak kesalahan dalam pelafalan. Banyak pula huruf yang dihapuskan dan diganti denganhuruf vocal lainnya. Pemerolehan bahasa tidak melibatkan perubahan bunyi yang Alat ucapan anak belum sempurna, jadi kesalahan pengujaran anak dapat diubah dengan orang tua yang terus melatihnya untuk mengungkapkan kata-kata. Setiap anak berkembang secara alami sesuai dengan perkembangan biologis dan sarafnya. Beberapa faktor dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Aliran bunyi bahasa sangat terkait dengan pemerolehan bahasa pada anak usia dua hingga tiga tahun. Bahasa secara auditif adalah aliran bunyi yang berasal dari alat ucap manusia. Bunyi-bunyi ini dipelajari melalui fonetik dan fonemis. Namun, penelitian ini menggunakan sudut pandang, yaitu bidang yang mempelajari cara penutur memperoleh bunyi bahasa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai pemerolehan bahasa pada anak usia dini, serta menjadi referensi bagi orang tua maupun calon orang tua dalam memahami bahasa anak. Melalui pemahaman yang baik terhadap bahasa anak, orang tua dapat membangun komunikasi yang lebih efektif dan menciptakan hubungan emosional yang kuat. Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua akan berpengaruh positif terhadap perkembangan psikologis anak, sehingga mendukung proses tumbuh kembangnya secara optimal baik dalam aspek bahasa maupun sosial-emosional. METODE PENELITIAN Pada penelitian kali ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun Sugiyono . dalam (Sari & Effendi, 2. berpendapat tentang penelitian deskrptif kualitatif, beliau mengatakan bahwa penelitian kualitatif sering disebutksituasi sosial, yaitu objek penelitian yang ingin mengerti secara keseluruhan dan mendalam tentang apa yang terjadi, dengan cara memerhatikan secara keseluruhan aktivitas, orang ataupun tempat. Selain itu, ada juga pendapat Nur Khoiri, n. d, dalam (Khoirunnisa et al. bahwa penelitian deskriptif memiliki tujuan untuk memberikan fakta dan ciri khas nyata tentang populasi tertentu secara logis dan akurat. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan apa yang ada, yaitu bisa berupa keadaan atau hubungan, pendapat, efek atau tren yang saat ini sedang Penelitian ini sendiri dilakukan dengan memerhatikan secara langsung anak ASH sebagai subjek Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak libat cakap, pada teknik 206 Education. Social Sciences, and Linguistics: Conference Serie. Vol. No. February 2026. Hal ini peneliti menyimak dan memperhatikan kata-kata yang diucapkan oleh sang anak, setelah itu ikut berinteraksi dengan sang anak, kemudian mendorong sang anak untuk mengucapkan kata-kata lain yang sekiranya sudah tidak asing lagi untuk sang anak. Data disatukan dan dikumpulkan dengan cara memerhatikan bahasa yang dilontarkan oleh anak ASH. Sudaryanto . dalam (Salsabila. , et al. , 2. turut mengemukakan pendapatnya tentang teknik simak tersebut, beliau mengatakan bahwa teknik simak ialah pemerolehan data bahasa secara utuh dan keseluruhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada usia 2 tahun anak ASH tumbuh menjadi gadis cilik yang sehat, baik fisik maupun mental. Dalam kesehariannya selain berkomunikasi dengan orang tuanya, dia juga telah dapat berkounikasi dengan orang lain, seperti keluarga dari pihak ayahnya atau ibunya, tetangga, dan teman-teman Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan selama 2 bulan, anak ASH telah berhasil mengucapkan huruf vokal dengan jelas. Contoh huruf vokal yang telah dikuasai oleh anak ASH yaitu: Huruf vokal . yang diucapkan terletak pada awal, tengah dan akhir. Contohnya . AoPapahAo, . AoJakartaAo dan . AoCantikAo. Huruf vokal . yang diucapkan terletak pada awal, tengah dan akhir. Contohnya . AoIyaAo, . AoMinumAo dan . AoLariAo. Huruf vokal . yang diucapkan terletak pada awal, tengah dan akhir. Contohnya seperti . AoMauAo, . AoSukaAo dan . AoBajuAo. Huruf vokal . yang diucapkan terletak pada awal, tengah dan akhir. Contohnya seperti [N. AoNenekAo, [Th. AoTetehAo dan . AoPerutAo. Huruf vocal . yang diucapkan terletak pada awal, tengah dan akhir. Contohnya seperti . AoTidurAo, . AomotorAo dan . AoBogorAo. Berdasarkan uraian tersebut, anak ASH telah mengusai pengucapan huruf vokal . , . , . , . dengan baik yang terletak pada bagian awal, akhir ataupun tengah kata. Vokal pertama yang dikuasai yaitu vokal . , . Kemudian berkembang menguasai vokal . Selain itu, anak ASH telah memperoleh beberapa konsonan. Namun dalam penguasaannya tidak semudah menguasai huruf vokal. Adapun bunyi konsonan yang telah dikuasai yaitu bunyi bilabial . , . Untuk bunyi . diucapkan pada awal kata . AopapahAo, bunyi . dalam kata . AotidurAo telah dikuasai oleh anak namun bunyi . dalam kata baju belum dikuasai. Adapun bunyi Apiko-Alviolar yang dikuasai oleh anak ASN yaitu . dalam kata . AoTanteAo, dan . AoTetehAo. Bunyi . dalam kata . AoDudukAo. Bunyi . dalam kata . AoNenekAo, [Nan. AoRenangAo, [La. AoJalanAo, dan . AoCelanaAo. Getaran bunyi . belum keluar namun bunyi tersebut dilafalkan dengan bunyi . AoAirAo . AoLariAo, . AoPerutAo dan bunyi . AoSayurAo. Penguasaan konsonan yang telah dicapai oleh anak ASH pada usia 2 tahun tidak semudah menguasai bunyi vokal. Ada konsonan yang telah dikuasai, ada yang masih berfluktasi dengan bunyi lain bahkan ada bunyi yang belum dapat diucapkan. Pada penelitian ini, penulis mengetahui bahwa beberapa kosakata yang diperoleh oleh sang anak ASH merupakan kata sifat, kata benda dan kata kerja. Anak ASH cenderung cepat melafalkan kata-kata yang pengucapannya terdengar lebih mudah. Dibawah ini merupakan tabel hasil pengamatan pemerolehan kata yang sering diucapkan oleh anak ASH yang berusia 2 tahun dari aspek perkembangan fonologi pada anak. Siti Halipah. Pemerolehan Bahasa Anak. Morfem Kata Pah Mah Nek Teh Mam Mimi Pon Nang Nda Iya Kut Bobo Atik Duk Arti Papah Mamah Kakak Nenek Tante Teteh Makan Minum Handphone Renang Tidak Iya Mau Ikut Tidur Baju Cantik Duduk Otol Gol Ata Las Mbim Gus Lan Olah Kan Aiy Eka Ayi Atuh Akit Nana Ayul Uka Nyang Eyut Motor Bogor Jakarta Gelas Mobil Bagus Jalan Sekolah Ikan Air Boneka Lari Jatuh Sakit Celana Sayur Suka Kenyang Perut Produksi Bunyi Kata Sifat yang Mampu di Ucapkan oleh Anak ASH Berusia 2 Tahun Setelah dilakukan analisis terhadap data, penulis menemukan bahwa anak ASH mampu memproduksi bunyi kosakata kata sifat. Menurut Curme . dan Fries . dalam (Jamaluddin, n. , 2. kata sifat didefinisikan sebagai kata yang menerangkan sesuatu kata nama atau kata Ganti nama. Berikut tabel kata sifat yang mampu di ucapkan oleh anak ASH. Kata Sifat Atik Gus Uka Nyang Arti Cantik Bagus Suka Kenyang Produksi Bunyi Kata Benda yang Mampu di Ucapkan oleh Anak ASH Berusia 2 Tahun Setelah dilakukan analisis terhadap data, penulis menemukan bahwa anak ASH mampu memproduksi bunyi kosakata kata benda. Menurut Maman Suryaman . dalam (Nurrahmayani & Nurhayati, 2. kata benda adalah nama semua benda dan segala sesuatu yang dibendakan. Berikut tabel kata sifat yang mampu di ucapkan oleh anak ASH. 208 Education. Social Sciences, and Linguistics: Conference Serie. Vol. No. February 2026. Hal 203-210 Kata Benda Pah Mah Nek Ate Teh Pon Eka Nana Arti Papah Mamah Kakak Nenek Tante Teteh Handphone Baju Boneka Celana Kata Benda Otol Gol Ata Las Mbim Olah Kan Aiy Ayul Yut Arti Motor Bogor Jakarta Gelas Mobil Sekolah Ikan Air Sayur Perut Produksi Bunyi Kata Kerja yang Mampu di Ucapkan oleh Anak ASH Berusia 2 Tahun Setelah dilakukan analisis terhadap data, penulis menemukan bahwa anak ASH mampu memproduksi bunyi kosakata kata kerja. Menurut Maman Suryaman . dalam (Nurrahmayani & Nurhayati, 2. kata kerja adalah kelompok kata yang menerangkan suatu proses, perbuatan, gerak, keadaan, atau sesuatu yang terjadi. Berikut tabel kata kerja yang mampu di ucapkan oleh anak ASH. Kata Kerja Arti Mam Makan Mimi Minum Nang Renang Nda Tidak Iya Iya Mau Kut Ikut Bobo Tidur Duk Duduk Ayi Lari Atuh Jatuh Berdasarkan tabel produksi bunyi kosakata kata sifat, kata benda, dan kata kerja yang diperoleh oleh anak ASH tersebut, banyak kosa kata yang sudah bisa diucapkan oleh sang anak walaupun hanya bagian belakangnya saja, umumnya seorang anak sudah bisa mendengar dengan baik kosa kata yang diucapkan oleh orang yang ada di sekitarnya tapi belum bisa mengucapkan kosa kata tersebut dengan sempurna. Seorang anak sudah bisa mengerti atau menjawab pertanyaan yang dilontarkan orang orang-orang disekitarnya menjadi bukti bahwa anak tersebut sudah bisa mendengar dengan baik dan jelas. Misalkan anak ditanya dengan menanyakan kegiatan yang dilakukan anak tersebut, jika anak tersebut sedang Siti Halipah. Pemerolehan Bahasa Anak. makan maka akan menjawab dengan kata AumamAy atau jika sang anak sedang duduk maka akan di jawab dengan kata AudukAy. Seorang anak membutuhkan proses untuk bisa melafalkan kosa kata dengan benar, sebagai orang tua, kita harus melatih anak dengan mengajaknya ngobrol karena usia anak-anak adalah waktu untuk anakanak memperoleh bahasa pertamanya tentunya berkaitan erat dengan perkembangan bahasa anak. Pada saat anak berusia 2 tahun anak sudah bisa mengucapkan satu kata yang mewakili keseluruhan dari idenya, pada tahap ini disebut juga dengan tahap holofrasis. Saat menginjak usia ini, sang anak telah banyak mendapatkan kosa kata baru dan semakin mahir dalam menyebutkannya. Untuk anak ASH sendiri, ia tidak berhenti mengeluarkan bunyi yang belum jelas saat sedang sendiri, selain itu Shanum juga sering belajar mengikuti pengucapan orang-orang yang di sekitarnya. Pada usia 2 tahun anak ASH telah bisa mengucapkan kata lebih dari satu kosa kata walaupun pelafalannya belum sempurna, seperti kata /nda au/ atau kata /papa bobo/. Kata-kata yang diucapkan sang anak hanyalah kata yang diingatnya saja SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis terhadap perkembangan fonologi anak ASH yang berusia 2 tahun, dapat disimpulkan bahwa pemerolehan bahasa pada anak tersebut telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari segi jumlah kosakata maupun kemampuan pelafalan. Anak ASH mampu memproduksi bunyi berbagai jenis kata, meliputi kata sifat, kata benda, dan kata kerja, meskipun beberapa pengucapannya belum sempurna dan masih berupa penyederhanaan bunyi atau pemendekan suku kata. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa anak berada pada tahap holofrasis, yaitu masa ketika satu kata dapat mewakili keseluruhan makna atau ide yang ingin disampaikan. Anak juga telah menunjukkan kemampuan memahami tuturan orang lain dan mampu memberikan respon yang sesuai terhadap pertanyaan atau situasi di sekitarnya, yang menandakan perkembangan kemampuan reseptif . endengar dan memahami bahas. yang baik. Secara keseluruhan, pemerolehan bahasa anak ASH pada usia 2 tahun menggambarkan bahwa perkembangan fonologi dan leksikal anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan interaksi dengan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam menstimulasi kemampuan berbahasa anak melalui percakapan sehari-hari, pemberian contoh pelafalan yang benar, serta menciptakan lingkungan komunikasi yang hangat dan mendukung proses pemerolehan bahasa anak. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhamad Ichsan NurjamAoan M. Pd selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Analisis Bahasa yang senantiasa memberikan bimbingan, nasehat, dan motivasi kepada penulis sehingga penelitian ini selesai dengan baik. REFERENSI