Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 DETERMINASI INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN PERIODE 2017-2021 Agung Budi1 1Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Tangerang boedy@yahoo. Keyword Abstract Composite Stock Price Index (CSPI). Rupiah Exchange Rates. Inflation This study aimed to determine the effect of the rupiah exchange rate and inflation on the composite stock price index (CSPI) on the Indonesia stock exchange (IDX). The period used in this study is 5 . years, starting from 2017-2021. This study uses a quantitative approach. Population and sample are taken from all data at the end of the JCI month, rupiah exchange rate and inflation in the 2017-2021 period using saturated sampling technique. The data analysis technique used is multiple linear regression. The results showed that the rupiah exchange rate partially had not significant effect on the composite stock price index (CSPI) indicated by the t value 0. For the inflation variable partially negative and significant effect on the composite stock price index (CSPI) is indicated by the value of t count F table . 21406> 3. and a significance 000003 <0. The ability of the rupiah exchange rate variable and inflation in explaining the stock price index (IHSG) 02% as indicated by the size of the adjusted R square of 3402 while the remaining 65. 98% is influenced by other factors not examined in this study. With the value of the multiple linear regression equation Y = 523,991 - 0,072912 NTR - . ,3. INF e A 2021 JMB. All right reserved PENDAHULUAN kinerja gabungan dari seluruh saham . erusahaan/emite. yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui pergerakan IHSG, investor dapat melihat kondisi pasar apakah sedang aktif atau Dalam perkembangannya. IHSG mengalami kenaikan dan penurunan. Oleh karena itu, investor harus memperhatikan dan mengetahui pergerakan IHSG dan yang mempengaruhi fluktuasi IHSG Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat dipengaruhi Pasar modal merupakan salah satu instrumen ekonomi yang mengalami perkembangan sangat pesat saat ini. Pasar modal menjadi instrumen penting suatu negara dalam rangka meningkatkan perekonomiannya yang dapat diketahui dengan melihat gabungan saham atau yang biasa disebut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah suatu nilai yang dipergunakan sebagai alat mengukur Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Akhirakhir ini industri di indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, yaitu perusahaan-perusahaan sangat aktif dalam melakukan kegiatan ekspor dan impor. Dalam kegiatan ekspor dan impor, penggunaan nilai mata uang asing . xchange rat. atau sering tidak dapat dipisahkan, karena kurs merupakan alat transaksi yang sering digunakan dalam perdagangan ekspor dan impor. Kurs atau nilai tukar mata uang . xchange rat. adalah nilai atau harga yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang negara Salah satu mata uang yang umum digunakan dalam kegiatan ekspor impor adalah kurs dolar AS. Bagi perusahaan-perusahaan yang aktif kestabilan kurs dolar AS terhadap rupiah menjadi sangat penting. Merosotnya terhadap dolar akan berpengaruh negatif terhadap pasar modal, karena sebagian besar perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunyai hutang di luar negeri dalam bentuk valuta asing dan produkproduk yang dihasilkan tersebut banyak menggunakan bahan-bahan impor dan pada akhirnya akan mempengaruhi IHSG. Selain nilai tukar rupiah, variabel lainnya yang dapat mempengaruhi IHSG adalah inflasi. Untuk suatu negara yang ketergantungan impornya tinggi, penurunan nilai tukar rupiah mengenai akan adanya inflasi. Dengan adanya inflasi. Bank Indonesia akan diantaranya dengan meningkatkan suku bunga SBI, hal ini akan mengakibatkan banyak investor lebih tertarik dan membeli SBI yang lebih bebas risiko daripada saham. Hal ini akan mengakibatkan nilai saham menjadi turun dan akan diikuti pula oleh penurunan IHSG. Rumusan Masalah II. TINJAUAN PUSTAKA Seberapa besar pengaruh nilai tukar rupiah terhadap IHSG periode tahun 2017-2021? Seberapa besar pengaruh inflasi terhadap IHSG periode tahun 2017-2021? Seberapa besar nilai tukar rupiah dan inflasi berpengaruh secara simultan terhadap IHSG periode tahun 2017-2021? Pasar modal . apital marke. adalah suatu pasar dimana danadana jangka panjang baik hutang (Harjito Martono 2013: . Sedangkan menurut Husnan . 5: . pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan . tau sekurita. jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Pasar Modal Pasar modal secara umum merupakan suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaan yang membutuhkan modal . , sehingga mereka berusaha untuk menjual efek-efek di pasar modal. Sedangkan pembeli . adalah pihak yang ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Indeks Harga Saham Indeks Saham atau Indeks Harga Saham adalah ukuran statistik perubahan gerak harga dari kumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu dan digunakan sebagai sarana tujuan Pergerakan indeks harga saham menjadi satu indikator yang penting bagi investor untuk melihat perubahan harga saham dari waktu ke waktu, hal ini dikarenakan harga saham berubah setiap detiknya yang pergerakan angka indeks yang begitu cepat. Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 . Pengertian kurs adalah harga mata uang suatu negara relatif terhadap mata uang negara Nilai mata uang punya peranan penting dalam keputusan-keputusan menerjemahkan harga-harga dari berbagai negara ke dalam satu bahasa yang sama. Maka dapat disimpulkan bahwa kurs . xchange rat. merupakan harga mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Inflasi Inflasi adalah kenaikan harga barang-barang yang bersifat umum dan terus-menerus. Inflasi adalah kenaikan harga-harga umum yang berlaku dalam suatu perekonomian suatu periode lainnya. Tingkat inflasi adalah presentasi kenaikan harga-harga pada suatu tahun tertentu berbanding dengan tahun (Rahardja Manurung, 2015: . Jika inflasi diartikan sebagai kondisi dimana terjadi peningkatan harga, maka deflasi dapat diartikan sebagai kondisi dimana terjadi penurunan harga secara umum. Menurut Fahmi . 5: . inflasi adalah menggambarkan situasi dan kondisi dimana harga barang mengalami kenaikan dan nilai mata uang mengalami pelemahan. Sedangkan Menurut Menurut Natsir . inflasi adalah kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukur harga saham yang dijual di Bursa Efek Indonesia (BEI). Secara garis besar. Indeks Harga Saham Gabungan merupakan suatu alat ukur atau indikator dari pergerakkan harga-harga saham yang ditransaksikan di bursa efek dalam kurun waktu tertentu. Dengan Indeks Harga Saham Gabungan mengetahui apakah kondisi pasar sedang ramai, lesu atau dalam keadaan stabil. Nilai Tukar (Kur. Kurs . ilai tuka. secara umum adalah nilai atau harga mata uang sebuah negara yang diukur atau dinyatakan dalam mata uang negara Menurut Fahmi . 5: . nilai tukar adalah nilai mata uang suatu negara dibandingkan dengan nilai mata uang negara lain. Sedangkan Ekananda positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan i. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . 7: . Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian Jurnal Manajemen Bisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk menguji ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 dependennya (Y) adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya. Berdasarkan penjelasan dari kedudukan variabelnya, maka penelitian ini bersifat asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk pengaruh sebab akibat variabel independen atau bebas (X) terhadap variabel dependen atau terikat (Y). Dalam independen (X) adalah Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi, sedangkan variabel Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs internet BEI . dan Yahoo Finance! . untuk data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sedangkan data Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi melalui situs internet Bank Indonesia . selama periode tahun 2017-2021. Waktu penelitian dalam melakukan penelitian ini diperkirakan kurang lebih selama 5 bulan terhitung sejak April-Agustus Definisi Pengukuran Variabel Variabel Dependen Menurut Eksandy . 8: . Variabel Dependen sering juga disebut variabel terikat. Nilai suatu variabel dependen dapat berubah karena adanya variabel bebas atau Dalam dependen atau terikat (Y) adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) menggambarkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. dengan nilai mata uang negara lain (Hady, 2016: . Kurs Tengah = Kurs Jual Kurs Beli Inflasi (X. inflasi adalah Suatu kejadian yang menggambarkan situasi dan kondisi dimana harga barang mengalami kenaikan dan nilai pelemahan (Fahmi, 2014: . INFn = IHKn Ae IHKn-1 x 100% IHKn-1 IHSG = Nilai Pasar . umlah saham x harga terakhir ) x 100 (Nilai dasar x harga perdana ) Variabel Independen Variabel independen sering disebut juga variabel bebas. Variabel independen dikatakan sebagai variabel bebas karena mampu mempengaruhi nilai dari variabel lain. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan sebagai variabel independen (X) adalah sebagai berikut: Nilai Tukar Rupiah (X. Nilai tukar adalah nilai mata uang suatu negara dibandingkan Populasi dan Sampel Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah keseluruhan data setiap akhir bulan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi, berdasarkan data yang tersedia di situs-situs yang berkaitan dengan penelitian ini selama periode Januari 2017 - Desember 2021 dengan menggunakan metode teknik sampling Adapun kriteria-kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Data Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) yang digunakan adalah data bulanan selama tahun 2017 sampai Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Data Nilai Tukar Rupiah yang digunakan adalah data bulanan selama tahun 2017 sampai dengan Data Inflasi yang digunakan adalah data bulanan selama tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. Berdasarkan kriteria pengambilan sampel diatas dapat diketahui jumlah data yang digunakan sebagai sampel adalah 60 sampel yang dipublikasikan oleh Busa Efek Indonesia (BEI) dan Bank Indonesia (BI) selama periode tahun 2017-2021. Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Analisis karakteristik data yang ditunjukan dengan nilai maksimum, nilai minimum, nilai tengan . , nilai rata-rata . dan standar deviasi dari masing-masing variabel, baik variabel dependen yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun variabel independen yaitu Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi. Adapun hasil statistik deskriptif terhadap penelitian ini ditunjukan pada tabel yang diolah menggunakan program Eviews 10, sebagai berikut: Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Secara sistematis perasamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut: Y = a b1 X1 b2 X2 e Keterangan : = Indeks harga saham Gabungan (IHSG) = Konstanta b1, b2 = Koefesien regresi = Nilai Tukar Rupiah = Inflasi = Variabel pengganggu (Erro. Tabel 1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Sample: 2017M01 2021M12 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. IHSG Nilai Tukar Rupiah Inflasi Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Observations Sumber : Data yang diolah 2022 Berdasarkan menunjukan bahwa nilai minimum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 4223,910 dan nilai maksimum sebesar 6605,630. Hal ini menunjukan bahwa besarnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sampel penelitian ini berkisar antara 4223,910 sampai 6605,630, dengan nilai tengah . sebesar 5291,750, dengan rata-rata . sebesar 5351,252 pada standar deviasi sebesar 582,4147. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi sebesar 5351,252 > 582,4147 yang mengatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baik. Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertinggi pada bulan Januari 2021 yaitu 6,605. 63, sedangkan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terendah pada bulan September 2015 yaitu 4,223. Variabel Nilai Tukar Rupiah menunjukan bahwa nilai minimum sebesar 10668,00 dan nilai maksimum sebesar 15227,00. Hal ini menunjukan bahwa besarnya Nilai Tukar Rupiah pada sampel penelitian ini berkisar antara 10668,00 sampai 15227,00, dengan nilai tengah . sebesar 13337,50, dengan rata-rata . sebesar 13241,52 pada standar deviasi sebesar 922,0206. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi sebesar 13241,52 > 922,02067 yang mengatakan bahwa sebaran Nilai Tukar Rupiah baik. Nilai Tukar Rupiah tertinggi terjadi pada bulan Oktober 2021 yaitu sebesar Rp. 15,227, Nilai Tukar Rupiah Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 terendah terjadi pada Maret 2017 yaitu sebesar Rp. 11,404. Variabel Inflasi menunjukan bahwa nilai minimum Inflasi sebesar 2,7900 dan nilai maksimum sebesar 8,3600. Hal ini menunjukan bahwa besarnya Inflasi pada sampel penelitian ini berkisar antara 2,7900 sampai 8,3600, dengan nilai tengah . sebesar 3,8550 dengan rata-rata . sebesar 4,6678 pada standar deviasi sebesar 1,6912. Nilai rata-rata . lebih besar dari standar deviasi sebesar 4,6678 > 1,6912 yang mengatakan bahwa sebaran Inflasi baik. Nilai Inflasi tertinggi pada bulan Desember 2017 yaitu sebesar 8. 36% dan inflasi terendah terjadi pada bulan Desember 2016 yaitu sebesar 3. Persamaan Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji seberapa Adapun hasil pengolahan analisis regresi linier berganda setelah data diolah dengan menggunakan aplikasi Eview 10 adalah sebagai Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Tabel 2. Hasil Persamaan Regresi Liniear Berganda Dependent Variable: IHSG Method: Least Squares Date: 08/02/22 Time: 13:54 Sample: 2017M01 2021M12 Included observations: 60 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Nilai Tukar Rupiah Inflasi Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Nilai koefisien Inflasi sebesar 182,3542 menunjukan bahwa setiap kenaikan 1% pada Inflasi maka akan diikuti dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar -182,3542 dengan asumsi koefisien lainnya tetap. Sumber : Output Eviews 10 Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada tabel 4. 9 maka diperoleh model persamaan sebagai IHSG = 523,991 Ae 0,072912 NTR Ae . ,3. INF e Uji Hipotesis Uji Hipotesis adalah metode didasarkan dari analisis data. Dalam melakukan pengujian hipotesis dalam menggunakan uji t, uji F dan uji R2 . oefesien determenas. Keterangan : IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan NTR = Nilai Tukar Rupiah INF = Inflasi Dari disimpulkan bahwa : Nilai konstanta menunjukan bahwa apabila Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi memiliki nilai 0 . maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi sebesar 523,991. Nilai koefesien Nilai Tukar Rupiah sebesar 0,072912 menunjukan bahwa setiap kenaikan Rp. 1 pada Nilai Tukar Rupiah maka akan diikuti dengan peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,072912 dengan asumsi koefisien lainnya tetap. Uji t Uji t yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan hasil t-statistic < t tabel dan Probabilitasnya. Jika nilai t-statistic < t tabel, maka H0 diterima yang artinya variabel independen (X) secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel (Y), Sedangkan probabilitas. Jika nilai Prob. > 0,05, maka Ho diterima yang artinya variabel Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang independen (X) secara parsial tidak diperoleh hasil . adalah berpengaruh terhadap variabel sebagai berikut: (Y), Setelah pengujian secara parsial maka Tabel 3. Hasil Uji t Dependent Variable: IHSG Method: Least Squares Date: 08/02/22 Time: 13:54 Sample: 2017M01 2021M12 Included observations: 60 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Nilai Tukar Rupiah Inflasi Sumber : Output Eviews 10 Berdasarkan tabel diatas hasil Pengujian Nilai Tukar Rupiah terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Nilai t-statistic Nilai Tukar Rupiah 0,901483, sementara t tabel dengan tingkat = 5%, df . = 57 didapat nilai t tabel sebesar 2,00247. Dengan demikian t-statistic Nilai Tukar Rupiah . ,901. < t tabel . ,00. dan nilai Prob. 0,3711 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Maka dengan demikian variabel Nilai Tukar Rupiah dalam penelitian ini memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pengujian Inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Nilai t-statistic Inflasi sebesar 4,135408, sementara t tabel dengan tingkat = 5%, df . = 57 didapat nilai t tabel sebesar 2,00247. Dengan demikian tstatistic Inflasi (-4,135. < t tabel . ,00. dan nilai Prob. 0,0001 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa bahwa H0 Maka dengan demikian variabel Inflasi dalam penelitian ini memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Uji F Uji F yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membandingkan hasil F-statistic < F tabel dan Probabilitasnya. Jika nilai F-statistic < F tabel, maka H0 diterima yang artinya variabel independen (X) secara simultan variabel dependen (Y), begitupun Sedangkan probabilitas. Jika nilai Prob. > 0,05, maka Ho diterima yang artinya variabel independen (X) secara simultan variabel dependen (Y), begitupun Setelah pengujian secara simultan maka diperoleh hasil . adalah sebagai berikut: Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Tabel 4. Hasil Uji F Dependent Variable: IHSG Method: Least Squares Date: 08/02/22 Time: 13:54 Sample: 2017M01 2021M12 Included observations: 60 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Sumber : Output Eviews 10 . Berdasarkan perbandingan Fstatistic dengan F tabel Pada tabel di atas menunjukan bahwa nilai F-statistic sebesar 16,21406, sementara F tabel dengan tingkat = 5%, df . = 57 didapat nilai F tabel sebesar 3,16. Dengan demikian F-statistic . ,21. > F tabel . dan nilai Prob. 0,000003 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa bahwa Ha diterima, disimpulkan bahwa variabelvariabel penelitian ini yang terdiri dari Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi memiliki pengaruh terhadap variabel dependen yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan Probabilitasnya Pada tabel di atas menunjukan bahwa nilai F-statistic sebesar 0,000003 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, disimpulkan bahwa variabelvariabel penelitian ini yang terdiri dari Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi signifikan terhadap variabel dependen yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara Uji R2 (Koefisien Determinas. Hasil nilai R2 dari regresi besarnya variabel dependen yang dipengaruhi oleh variabel-variabel Setelah dilakukan pengujian maka diperoleh hasil . R2 (Koefisien Determinas. sebagai berikut: Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Tabel 5. Hasil Uji R2 Dependent Variable: IHSG Method: Least Squares Date: 08/02/22 Time: 13:54 Sample: 2017M01 2021M12 Included observations: 60 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Sumber : Output Eviews 10 Berdasarkan pada tabel di atas menunjukan nilai Adjusted Rsquared sebesar 0. Hal ini berarti 34,02%, variabel dependen Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen yaitu Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi. Sedangkan 65,98% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Interprestasi Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan analisa faktor yang mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian ini mengamati 2 . variabel independen yaitu Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi terhadap 1 . variabel dependen yaitu Indeks Harga Sahama Gabungan (IHSG). Ringkasan hasil pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Berdasarkan hasil analisis dari nilai t-statistic sebesar 0,901483 < t tabel sebesar 2,00247 dengan nilai Prob. 0,3711 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai tukar rupiah tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Fluktuasi nilai tukar rupiah memiliki pengaruh yang Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat perusahaan yang bergantung pada Hal ini dapat terjadi karena terhadap USD akan mempengaruhi berpengaruh terhadap besarnya Jika nilai tukar rupiah dibutuhkan untuk membeli 1 USD berdampak positif terhadap harga saham perusahan dan akan memicu peningkatan IHSG di BEI. Pengaruh Inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Berdasarkan hasil analisis dari nilai t-statistic sebesar -4,135408 < t tabel 2,00247 dengan nilai Prob. 0,0001 < 0,05 maka dapat disimpulkan inflasi berpengaruh negatif terhadap IHSG. Hal ini disebabkan karena adanya kenaikan bahan baku dan tenaga kerja, sementara prekonomian dalam keadaan memburuk maka produsen tidak mempunyai keberanian untuk Dengan deviden yang diberikan oleh perusahaan untuk pemegang saham akan menurun, hal ini akan mengakibatkan nilai saham menjadi Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang turun dan akan memicu penurunan IHSG di BEI. Pengaruh Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Berdasarkan hasil analisis F-statistic sebesar . ,21. > F tabel sebesar 3,16 dengan nilai Prob. (Fstatisti. 0,000003 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa bahwa Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan secara simultan nilai tukar rupiah dan inflasi memiliki pengaruh terhadap IHSG. Selain itu tersusun dalam penelitian ini terbukti sesuai dengan hipotesis independen dalam penelitian ini yang terdiri dari nilai tukar rupiah dan inflasi merupakan faktor-faktor yang mendasari perubahan IHSG. Dengan kata lain naik turunnya IHSG tersebut disebabkan oleh nilai tukar rupiah dan inflasi. Vol. 11 I No. 2, hal 101-112 maka akan memicu pada penurunan IHSG di BEI. Oleh karena itu H0 Secara bersama-sama Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi berpengaruh dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan nilai pengaruh sebesar 34,02%, sedangkan sisanya 65,98% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung . ,21. > Ftabel . dengan tingkat signifikannya 0,000003 < 0,05. Naik turunnya nilai tukar rupiah dan inflasi maka akan memicu perubahan IHSG di BEI. Oleh karena H3 diterima, dengan demikian bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini yang terdiri dari nilai tukar rupiah dan inflasi memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu IHSG di BEI. DAFTAR PUSTAKA