Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Strategi Pengelolaan Koleksi dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan di Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan (IAIDU) Ilham1. Aisyyiatur Rahimah2. Azmi Randha Zapira Marpaung3. Dwi Amelia4. Ismaliyanti5. Lida Khoirani Sinaga6. Mei Excel Asmara7. Mela Amelia8. Muhammad Ihsan Fauzi9. Nais Laras Sati10. Panca Mahmuda Faudzan11. Rama Yani12. Shinta Maharani Harahap13. Rangga Bastian Dinata14 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14 Institut Agama Islam Daaruluum Asahan Kisaran. Indonesia Corresponding Author : ilham@iaidu-asahan-ac. ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan koleksi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan (IAIDU). Pengelolaan koleksi merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan perpustakaan karena berkaitan langsung dengan ketersediaan, relevansi, dan kemutakhiran informasi yang dibutuhkan Melalui pengelolaan yang baik, perpustakaan tidak hanya memenuhi fungsi penyimpanan informasi, tetapi juga mampu menyediakan sumber belajar yang mendukung kegiatan akademik civitas akademika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik pengelolaan koleksi di perpustakaan IAIDU Asahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan IAIDU Asahan telah menerapkan beberapa strategi kunci, di antaranya seleksi koleksi berbasis kebutuhan pengguna yang dilakukan melalui analisis minat dan kurikulum program studi. Proses akuisisi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran, sementara kegiatan inventarisasi serta klasifikasi mengikuti standar perpustakaan nasional sehingga mempermudah temu kembali Selain itu, penyiangan koleksi . dilakukan secara berkala untuk menjaga relevansi dan kualitas bahan pustaka. Penerapan strategi tersebut berdampak pada meningkatnya kualitas layanan, yang terlihat dari peningkatan kepuasan pemustaka, kemudahan akses informasi, serta efisiensi layanan sirkulasi dan referensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan koleksi yang terencana, sistematis, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna mampu meningkatkan mutu layanan perpustakaan secara signifikan, serta menjadi acuan bagi pengembangan manajemen perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi Islam. Keywords Pengelolaan Koleksi. Layanan Perpustakaan. Manajemen Perpustakaan PENDAHULUAN Perpustakaan merupakan salah satu komponen penting dalam lembaga pendidikan tinggi, karena berfungsi sebagai pusat sumber informasi dan penunjang kegiatan akademik. Dalam konteks perguruan tinggi, keberadaan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 perpustakaan yang dikelola dengan baik sangat menentukan efektivitas belajarmengajar, penelitian, dan pengembangan literasi akademik (Wahyudi, 2. Sebagai suatu unit yang dibentuk berdasarkan tingginya kebutuhan informasi suatu individu atau kelompok, perpustakaan menjadi sangat penting keberadaannya dalam sebuah organisasi atau lembaga contohnya seperti, perguruan tinggi dan sejenisnya. Dalam lingkup perguruan tinggi perpustakaan menjadi sangat penting perannya dalam mendukung semua kegiatan akademik yang ada di perguruan tinggi tersebut. Untuk menjawab tantangan tersebut perpustakaan harus selalu siap dalam mendukung tujuan dari perguruan tinggi dan mempunyai kegiatan yang terorganisir demi kelancaran dalam memberikan layanan. Hal ini bisa dilihat dari kegiatan seluruh sivitas akademik suatu perguruan tinggi yang menjadikan perpustakaan sebagai sarana belajar, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya (Pakung, 2. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu unsur terpenting pada ranah perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun lembaga yang bekerja sama dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi dalam mencapai tujuannya (Sulistyo-Basuki, 2. Salah satu aspek fundamental dalam pengelolaan perpustakaan adalah manajemen koleksi Ai yaitu proses sistematis yang mencakup perencanaan, seleksi/seleksi bahan pustaka, akuisisi, klasifikasi, katalogisasi, inventarisasi, pelestarian, penyimpanan, hingga evaluasi dan penyiangan koleksi (Nur Hasni dan Sholihah, 2. Koleksi perpustakaan yang terkelola dengan baik memastikan bahwa bahan pustaka yang tersedia relevan, mutakhir, mudah diakses, serta memenuhi kebutuhan pemustaka baik mahasiswa, dosen, maupun staf (Eva, 2. Di lingkungan perguruan tinggi Islam seperti IAIDU Asahan, penerapan manajemen koleksi yang tepat memiliki peran strategis dalam mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengembangan literasi keagamaan serta Oleh karena itu, penting untuk menganalisis bagaimana koleksi di perpustakaan IAIDU Asahan dikelola, apakah sudah memenuhi standar seleksi, pengadaan, pemeliharaan, dan penyajian terhadap pemustaka, serta bagaimana strategi pengelolaan koleksi dapat mempengaruhi kualitas layanan Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi strategi-strategi pengelolaan koleksi yang efektif di IAIDU Asahan, serta memberikan rekomendasi agar perpustakaan dapat terus berkembang sesuai kebutuhan Fokus kajian ini meliputi tahapan pengelolaan koleksi . eleksi, akuisisi, katalogisasi, inventarisasi, penyiangan, pelestaria. dan dampaknya terhadap kualitas layanan perpustakaan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena bertujuan menggambarkan secara mendalam strategi pengelolaan koleksi yang diterapkan perpustakaan Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan (IAIDU) serta kaitannya dengan peningkatan kualitas layanan kepada Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai proses seleksi, akuisisi, pengolahan, penyiangan, serta pemeliharaan koleksi yang berlangsung di perpustakaan. Penelitian kualitatif juga memungkinkan peneliti menggali pengalaman, persepsi, dan kebijakan yang diterapkan oleh pustakawan sebagai pelaksana utama kegiatan pengelolaan koleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lingkungan perpustakaan IAIDU Asahan untuk melihat praktik pengelolaan koleksi secara nyata. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep dan Tujuan Pengelolaan Koleksi Pengelolaan koleksi merupakan inti dari manajemen perpustakaan karena berhubungan langsung dengan penyediaan informasi bagi pemustaka. Secara konseptual, pengelolaan koleksi mencakup proses sistematis untuk mengevaluasi, hingga menyiangi . koleksi agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna. Menurut Widiyawati & Adiono . , manajemen koleksi merupakan kegiatan yang terstruktur mulai dari identifikasi kebutuhan pengguna hingga pengembangan koleksi yang berkelanjutan, sehingga perpustakaan mampu menjadi pusat sumber belajar yang dinamis. Proses ini melibatkan berbagai keputusan penting terkait pengadaan bahan pustaka, pemilihan sumber informasi, dan penilaian kualitas koleksi yang sudah ada. Dalam konteks perpustakaan perguruan tinggi seperti IAIDU, konsep pengelolaan koleksi harus disesuaikan dengan kebutuhan akademik, kurikulum, dan fokus keilmuan kampus. Koleksi yang dikembangkan harus mampu mendukung kebutuhan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan perguruan tinggi Islam juga dituntut menyediakan koleksi keislaman yang memadai untuk mendukung kajian tafsir, hadis, pendidikan Islam, manajemen pendidikan Islam, dan bidangbidang lain yang berkaitan dengan disiplin ilmu keagamaan. Karena itu, relevansi dan keterbaruan koleksi menjadi aspek utama yang harus diperhatikan dalam pengelolaan koleksi. Tujuan utama pengelolaan koleksi adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan informasi pemustaka secara efektif. Pengelolaan koleksi bertujuan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 menyediakan sumber informasi yang berkualitas, mutakhir, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, pengelolaan koleksi yang baik juga bertujuan meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat akses informasi, serta meningkatkan kepuasan pengguna. Melalui kegiatan seleksi dan akuisisi yang tepat, perpustakaan dapat menyediakan bahan pustaka yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga sesuai dengan profil kebutuhan Sedangkan kegiatan penyiangan membantu perpustakaan mempertahankan kualitas koleksi dengan menyingkirkan bahan yang usang, rusak, atau tidak lagi relevan. Bagi perpustakaan IAIDU Asahan, tujuan pengelolaan koleksi juga berkaitan dengan upaya meningkatkan kualitas layanan. Koleksi yang tertata baik, lengkap, dan relevan dapat meningkatkan efektivitas layanan seperti layanan sirkulasi, referensi, dan bimbingan pemustaka. Ketika koleksi tersedia dalam jumlah dan jenis yang sesuai, mahasiswa merasa lebih mudah mengakses sumber informasi yang mereka butuhkan, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan pengguna. Dengan demikian, strategi pengelolaan koleksi bukan hanya terkait pengumpulan bahan pustaka, tetapi juga merupakan bagian dari peningkatan mutu layanan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar di kampus. Proses Seleksi. Akuisisi. Inventarisasi, dan Penyiangan Koleksi Pengelolaan Proses seleksi koleksi merupakan tahap awal yang sangat menentukan kualitas bahan pustaka yang akan dikembangkan perpustakaan. Seleksi dilakukan untuk menilai relevansi, kualitas isi, keakuratan informasi, kesesuaian dengan kurikulum, serta kebutuhan pengguna. Widiyawati & Adiono . menjelaskan bahwa seleksi koleksi harus berlandaskan pada pedoman pengembangan koleksi dan analisis kebutuhan pemustaka agar koleksi yang diperoleh benarbenar mendukung kegiatan akademik. perpustakaan IAIDU Asahan, proses seleksi dilakukan melalui identifikasi kebutuhan program studi seperti Pendidikan Agama Islam. Manajemen Pendidikan Islam. Hukum Keluarga Islam, dan bidang lain yang relevan. Pertimbangan dosen dan pustakawan menjadi bagian penting dalam proses ini karena mereka memahami kebutuhan literatur terbaru yang dibutuhkan mahasiswa untuk kegiatan perkuliahan dan penelitian. Setelah proses seleksi dilakukan, tahap berikutnya adalah akuisisi atau pengadaan koleksi. Akuisisi dapat dilakukan melalui pembelian, hibah, sumbangan, tukar-menukar, maupun langganan sumber elektronik. Menurut Goswami . , akuisisi harus mempertimbangkan anggaran, prioritas kebutuhan akademik, serta ketersediaan sumber informasi yang berkualitas. perpustakaan IAIDU Asahan, akuisisi biasanya berfokus pada pembelian buku- Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 buku yang berkaitan dengan kurikulum dan literatur keislaman, termasuk referensi klasik dan kontemporer. Selain itu, perpustakaan juga menerima hibah buku dari dosen maupun institusi mitra sebagai upaya memperkaya Strategi akuisisi ini dilakukan secara terencana agar koleksi yang diperoleh bersifat komprehensif dan mampu memenuhi kebutuhan mayoritas Inventarisasi merupakan proses pencatatan dan pendataan seluruh koleksi yang telah diperoleh agar dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan mudah ditemukan saat dibutuhkan. Inventarisasi meliputi pemberian nomor buku, pencatatan identitas bibliografis, penempelan barcode, hingga pencatatan ke dalam sistem otomasi perpustakaan. Wahyudi . menyebutkan bahwa inventarisasi yang baik harus mengikuti standar perpustakaan nasional dan dilakukan secara konsisten agar koleksi tidak mudah hilang, rusak, atau tidak terdata. Di IAIDU Asahan, inventarisasi dilakukan dengan mencatat koleksi ke dalam buku inventaris serta sistem perpustakaan berbasis digital. Penyiangan . merupakan tahap penting untuk menjaga relevansi dan kualitas koleksi perpustakaan. Penyiangan dilakukan untuk mengeluarkan bahan pustaka yang rusak, tidak lagi relevan, mengandung informasi usang, atau memiliki duplikasi berlebihan. Kadhim dan Abdulhussein . menegaskan bahwa penyiangan merupakan langkah strategis dalam manajemen koleksi karena membantu perpustakaan mempertahankan koleksi yang berkualitas dan memperbaiki tata ruang penyimpanan. Di perpustakaan IAIDU Asahan, penyiangan dilakukan secara berkala berdasarkan kondisi fisik buku, tingkat penggunaan, serta kesesuaian dengan perkembangan ilmu Koleksi yang sudah tidak layak biasanya dipindahkan ke ruang terpisah, diperbaiki jika masih memungkinkan, atau dihapus dari inventaris. Upaya ini memastikan bahwa koleksi perpustakaan tetap relevan dan mendukung kualitas layanan bagi pemustaka. Dengan diterapkannya proses seleksi, akuisisi, inventarisasi, dan penyiangan secara sistematis, perpustakaan IAIDU Asahan mampu menyediakan koleksi yang berkualitas, mudah diakses, dan sesuai kebutuhan Proses ini secara langsung meningkatkan efektivitas layanan perpustakaan, terutama dalam hal kemudahan pencarian informasi, ketersediaan sumber rujukan yang relevan, dan kenyamanan pemustaka. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi pengelolaan koleksi merupakan elemen penting dalam peningkatan mutu layanan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi Islam. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 Tantangan dalam Pengelolaan Koleksi di Perpustakaan Pengelolaan koleksi di perpustakaan perguruan tinggi, termasuk di IAIDU Asahan, tidak terlepas dari berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitas layanan dan ketersediaan sumber informasi. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan Seperti yang disampaikan Widiyawati & Adiono . , pengembangan koleksi membutuhkan perencanaan dan dukungan finansial yang memadai agar perpustakaan dapat memperoleh koleksi yang relevan dan Keterbatasan dana sering kali menyebabkan perpustakaan harus memilih prioritas yang sangat ketat sehingga beberapa kebutuhan literatur tidak dapat segera dipenuhi. Kondisi ini berpengaruh pada kualitas informasi yang tersedia bagi mahasiswa dan dosen. Selain anggaran, tantangan lain adalah cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menyebabkan banyak koleksi menjadi cepat Goswami . menegaskan bahwa perpustakaan modern harus mampu menyeimbangkan antara koleksi cetak dan digital agar tetap relevan di era informasi. Namun, penyesuaian ini tidak selalu mudah dilakukan pada perpustakaan perguruan tinggi kecil atau menengah, termasuk IAIDU Asahan, karena keterbatasan infrastruktur digital, kurangnya langganan jurnal elektronik, serta minimnya pelatihan bagi pustakawan dalam mengelola koleksi digital. Akibatnya, perpustakaan harus melakukan seleksi yang lebih ketat untuk memastikan koleksi yang diperoleh memiliki nilai berkelanjutan. Selain itu, tantangan lain muncul dari rendahnya tingkat pemanfaatan koleksi oleh pemustaka. Sebagian mahasiswa masih kurang memiliki budaya literasi, sehingga tidak memanfaatkan koleksi secara optimal. Menurut Kadhim dan Abdulhussein . rendahnya minat baca dan keterampilan literasi informasi dapat menyulitkan perpustakaan dalam menentukan prioritas pengembangan koleksi, karena kebutuhan pengguna yang tidak teridentifikasi dengan tepat dapat mengarah pada pengadaan koleksi yang kurang Di IAIDU Asahan, hal ini tampak dari jumlah peminjaman yang fluktuatif dan dominasi penggunaan koleksi tertentu, yang menunjukkan belum optimalnya pemanfaatan seluruh koleksi yang tersedia. Tantangan selanjutnya adalah keterbatasan ruang penyimpanan. Koleksi yang terus bertambah membutuhkan ruang yang proporsional agar dapat ditata dengan baik. Namun, tidak semua perpustakaan memiliki ruang fisik yang cukup. Penyiangan koleksi seharusnya menjadi solusi, tetapi dalam praktiknya, proses ini sering tertunda karena keterbatasan waktu maupun kebijakan institusi yang belum menetapkan mekanisme penyiangan secara Kondisi ini menyebabkan beberapa koleksi yang sudah usang tetap Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 menumpuk di rak, mengurangi estetika perpustakaan dan menyulitkan proses temu kembali informasi. Meskipun menghadapi berbagai tantangan tersebut, perpustakaan IAIDU Asahan terus berupaya memperbaiki pengelolaan koleksi melalui peningkatan kerja sama dengan fakultas, optimalisasi anggaran, serta pemanfaatan teknologi sederhana dalam pendataan dan inventarisasi koleksi. Dengan mengidentifikasi tantangan secara jelas, perpustakaan dapat merumuskan strategi pengelolaan koleksi yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kepada pemustaka Strategi Peningkatan Relevansi dan Ketersediaan Koleksi Pengelolaan Peningkatan relevansi dan ketersediaan koleksi merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat kualitas layanan perpustakaan, terutama di perguruan tinggi seperti IAIDU Asahan. Relevansi koleksi berkaitan dengan sejauh mana bahan pustaka mampu mendukung kebutuhan akademik, sedangkan ketersediaan koleksi berhubungan dengan kemudahan akses pemustaka terhadap sumber informasi yang diperlukan. Menurut Widiyawati & Adiono . , perpustakaan perlu melakukan pengembangan koleksi yang terarah melalui perencanaan kebutuhan, seleksi berdasarkan kurikulum, dan penilaian berkala agar koleksi tetap sesuai dengan dinamika ilmu pengetahuan. Dengan demikian, strategi peningkatan relevansi dan ketersediaan koleksi harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan mengikuti kebutuhan dosen serta mahasiswa. Salah satu strategi yang diterapkan di IAIDU Asahan adalah menjalin kolaborasi dengan program studi untuk mengidentifikasi kebutuhan literatur Setiap program studi memiliki kebutuhan khusus, seperti sumber rujukan keislaman untuk Prodi Pendidikan Agama Islam, literatur manajemen dan administrasi bagi Prodi Manajemen Pendidikan Islam, serta referensi hukum Islam bagi Prodi Hukum Keluarga Islam. Melalui koordinasi rutin, perpustakaan dapat menentukan daftar judul prioritas berdasarkan mata kuliah, kajian penelitian, dan literatur yang direkomendasikan dosen. Goswami . menekankan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan akademik merupakan strategi penting untuk memastikan bahwa pengadaan koleksi benar-benar sesuai kebutuhan pengguna di lingkungan perguruan tinggi. Selain meningkatkan relevansi, strategi penting lainnya adalah memperluas akses terhadap koleksi baik dalam bentuk cetak maupun digital. Perkembangan teknologi memungkinkan perpustakaan menyediakan sumber informasi elektronik seperti e-book, jurnal online, dan repository institusi. Wahyudi . menyebutkan bahwa koleksi digital dapat memperluas ketersediaan sumber informasi karena dapat diakses kapan saja, namun tetap Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 membutuhkan manajemen yang baik serta pelatihan bagi pengguna. Di IAIDU Asahan, upaya peningkatan akses dilakukan melalui pengembangan sistem informasi perpustakaan berbasis digital dan penyediaan koleksi elektronik yang mendukung penulisan skripsi, penelitian dosen, serta kebutuhan akademik lainnya. Evaluasi koleksi juga menjadi strategi penting untuk memastikan relevansi dan ketersediaan bahan pustaka. Evaluasi dilakukan melalui analisis tingkat penggunaan koleksi . irculation statistic. , survei kebutuhan pemustaka, serta peninjauan terhadap koleksi yang jarang digunakan. Kadhim dan Abdulhussein . menyatakan bahwa evaluasi koleksi bertujuan menilai apakah bahan pustaka masih relevan atau perlu diperbarui. Di IAIDU Asahan, evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah koleksi tertentu perlu ditambah, diperbaiki, atau diganti dengan edisi terbaru. Proses ini membantu perpustakaan menghilangkan koleksi yang tidak lagi mendukung kebutuhan akademik dan menggantinya dengan sumber yang lebih relevan. Selain evaluasi, perpustakaan IAIDU Asahan juga menerapkan strategi penyiangan koleksi sebagai bagian dari peningkatan kualitas bahan pustaka. Penyiangan dilakukan untuk mengeluarkan bahan pustaka yang rusak, tidak mutakhir, atau tidak sesuai dengan kebutuhan akademik. Penghapusan koleksi yang tidak relevan memberikan ruang bagi koleksi baru dan memudahkan penataan rak sehingga pemustaka dapat menemukan informasi dengan lebih Penyiangan yang dilakukan secara berkala sesuai dengan prinsip yang dijelaskan oleh Widiyawati & Adiono . mampu meningkatkan efisiensi dalam layanan temu kembali informasi. Upaya peningkatan ketersediaan koleksi juga dilakukan melalui kerja sama eksternal, seperti mengakses sumber informasi yang disediakan perpustakaan nasional, perpustakaan daerah, atau jaringan perpustakaan perguruan tinggi Islam. Kerja sama ini dapat dilakukan melalui peminjaman antarperpustakaan . nter-library loa. , akses bersama jurnal elektronik, serta partisipasi dalam repositori digital nasional. Strategi ini membantu perpustakaan yang memiliki keterbatasan anggaran untuk tetap menyediakan akses ke sumber ilmiah yang luas bagi pemustakanya. Dengan demikian, perpustakaan IAIDU Asahan tidak hanya mengandalkan koleksi internal, tetapi juga memanfaatkan jaringan literasi nasional untuk memperluas ketersediaan sumber informasi. Secara keseluruhan, strategi peningkatan relevansi dan ketersediaan koleksi yang diterapkan perpustakaan IAIDU Asahan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan informasi pengguna. Dengan melibatkan program studi, memperluas akses Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 digital, melakukan evaluasi dan penyiangan, serta menjalin kerja sama eksternal, perpustakaan mampu mengembangkan koleksi yang relevan, mutakhir, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika. Strategi ini menjadi landasan penting dalam mendukung proses pembelajaran dan penelitian di lingkungan kampus Dampak Pengelolaan Koleksi Terhadap Kualitas Layanan Pemustaka Pengelolaan koleksi yang dilakukan secara terencana dan sistematis di Perpustakaan IAIDU Asahan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan bagi pemustaka. Koleksi yang dikelola dengan baik, mulai dari proses seleksi, akuisisi, inventarisasi, klasifikasi, hingga penyiangan membantu perpustakaan menyediakan sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan akademik mahasiswa, dosen, dan peneliti. Ketepatan dalam pemilihan bahan pustaka memastikan bahwa koleksi yang tersedia relevan dengan kurikulum dan perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga pemustaka dapat menemukan referensi yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, pengelolaan koleksi yang efektif berpengaruh pada tingkat kemudahan akses informasi bagi pemustaka. Koleksi yang diinventarisasi dan diklasifikasikan secara tepat mempermudah pemustaka dalam menelusuri bahan pustaka baik melalui katalog manual maupun katalog digital. Di IAIDU Asahan, upaya penataan rak, pemberian label yang jelas, serta penggunaan sistem klasifikasi yang konsisten turut meningkatkan pengalaman pengguna saat mencari bahan bacaan. Karena layanan akan dinilai baik apabila koleksi mudah ditemukan dan digunakan secara optimal. Dampak lain yang terlihat ialah meningkatnya kepuasan pemustaka terhadap layanan perpustakaan. Pengadaan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan jurusan, seperti Pendidikan Agama Islam. Manajemen Pendidikan Islam. Hukum Keluarga Islam, dan Ekonomi Syariah, membuat perpustakaan semakin relevan bagi kebutuhan akademik sivitas akademika IAIDU Asahan. Ketika pemustaka merasa kebutuhannya terpenuhi, maka tingkat kepercayaan terhadap perpustakaan sebagai pusat sumber informasi juga meningkat. Pengelolaan koleksi yang teratur juga berdampak pada efektivitas layanan Koleksi yang diperbarui secara berkala melalui penyiangan membantu mengurangi bahan pustaka yang sudah usang atau rusak, sehingga hanya koleksi yang layak pakai yang beredar di rak. Dengan demikian, pemustaka tidak lagi mengalami kesulitan saat meminjam buku yang informasinya sudah tidak relevan. Hal ini membantu meningkatkan kenyamanan pemustaka dalam memilih sumber belajar yang berkualitas. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 374-384 Secara keseluruhan, penerapan strategi pengelolaan koleksi yang baik memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas layanan Ketersediaan koleksi yang relevan, kemudahan akses, peningkatan kepuasan pemustaka, dan efektivitas layanan menjadi indikator utama keberhasilan perpustakaan IAIDU Asahan dalam memenuhi kebutuhan informasi akademik. Dampak-dampak tersebut menegaskan bahwa pengelolaan koleksi bukan hanya kegiatan teknis, tetapi juga strategi penting dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat sumber ilmu pengetahuan bagi sivitas akademika. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan koleksi yang diterapkan Perpustakaan IAIDU Asahan telah berjalan secara terencana, sistematis, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka. Melalui proses seleksi berbasis kurikulum, akuisisi yang menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan, inventarisasi dan klasifikasi sesuai standar nasional, serta penyiangan koleksi yang dilakukan secara berkala, perpustakaan mampu menyediakan koleksi yang relevan, mutakhir, dan mudah diakses. Upaya ini membuat perpustakaan berfungsi optimal sebagai pusat sumber belajar yang mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan akademik lainnya di lingkungan perguruan tinggi Islam. Strategi pengelolaan koleksi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan. Hal ini terlihat dari meningkatnya kepuasan pengguna, kemudahan akses informasi, serta efisiensi layanan sirkulasi dan referensi. Meskipun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran, perkembangan teknologi informasi, dan rendahnya budaya literasi sebagian pengguna, perpustakaan IAIDU Asahan tetap berupaya memperbaiki kualitas koleksinya melalui kerja sama dengan program studi dan pemanfaatan teknologi sederhana. Dengan demikian, pengelolaan koleksi yang baik terbukti menjadi faktor utama dalam meningkatkan mutu layanan dan mendukung peran perpustakaan sebagai pusat informasi bagi sivitas akademika. DAFTAR PUSTAKA