e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 KEPEMIMPINAN MUHAMMAD AL-FATIH DALAM PENAKLUKAN KOSNTANTINOPEL TAHUN 1453 MASEHI Aupi Dalillah,1 Aulia Khairunisa,2 Ellya Roza3 Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Email: aupidalillah2002@gmail. com/aukhjune12@gmail. com/ellyaroza@yahoo. Submitted: 16 May 2025 Accepted: 20 June 2025 Published: 23 June 2025 ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel. hal itu dibuktikan dengan Ide hebatnya mengenai strategi perang. Muhammad Al-Fatih merupakan tokoh yang sangat berpengaruh pada masa kejayaan Islam, termasuk jatuhnya Konstantinopel ke dalam Islam. Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih merupakan kisah penting peradaban Islam. Penaklukan ini menjadi bukti bahwa janji Nabi Muhammad kepada umat Islam benar adanya. AuKota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Ay Pemimpin yang menaklukkannya adalah pemimpin terbaik, dan tentara dibawah komandonya adalah tentara terbaik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, metode kualitatif merupakan pendekatan berupa pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data. Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel antara lain: membangun benteng bernama Runli Hisar di seberang Bosphorus, membangun meriam besar oleh seorang ahli kelahiran Hongaria bernama Orbyn, dan Pasukan Muhammad Al-Fatih berjumlah kurang lebih 250. orang itu menguasai kota Konstantinopel selama 53 hari atas perintah Sultan Muhammad II. menembaki kota tersebut, menghancurkan benteng serta temboknya. Akhirnya Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. dalam pertempuran ini. Kaisar mati terbunuh dan Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah. Keberhasilan islam dalam Penaklukan Konstantinopel membawa Turki Usmani semakin maju dalam menguasai wilayah strategis yang dibatasi oleh Bosphorus. Laut Marmara, dan Laut Hitam. Kata Kunci: Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih. Penaklukan. Konstantinopel -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRACT This article aims to analyze the leadership of Muhammad Al-Fatih in the conquest of Constantinople. Muhammad Al-Fatih was a very influential figure in the heyday of Islam, including the fall of Constantinople into Islam. The conquest of Constantinople by Muhammad Al-Fatih is an important story of Islamic civilization. This conquest is proof that the Prophet Muhammad's promise to Muslims is true, "The city of Constantinople will fall into the hands of Islam. " The leader who conquers him is the best leader, and the army under his command is the best army. The method used in this study is a qualitative method, the qualitative method is an approach in the form of data collection, data processing and data Muhammad Al-Fatih's leadership to conquer Constantinople included: building a fortress called Runli Hisar opposite the Bosphorus, building a large cannon by a Hungarian-born expert named Orbyn, and Muhammad Al-Fatih's army numbering approximately 250,000 men controlled the city of Constantinople for 53 days on the orders of Sultan Muhammad II. Then they fired at the city, destroying the fortress and its Finally Constantinople surrendered on May 28, 1453. in this battle, the Emperor was killed and Constantinople fell to the Ottoman Empire. The success of Islam in the Conquest of Constantinople brought the Ottoman Turks further advanced in controlling the strategic territory bounded by the Bosphorus, the Sea of Marmara, and the Black Sea. Keywords: Muhammad Al-Fatih Leadership. Conquest. Constantinople e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 PENDAHULUAN Muhammad al-Fatih, lahir pada tanggal 30 Maret 1432 M di Edirne (Adrianopl. dan meninggal pada tanggal 3 Mei 1481 di Takpur Chairi. Dia adalah generasi ketujuh Kekaisaran Ottoman. Muhammad al-Fatih merupakan tokoh yang sangat berpengaruh pada masa kejayaan Islam, termasuk jatuhnya Konstantinopel ke dalam Islam. Penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad al-Fatih merupakan kisah penting peradaban Islam. Penaklukan ini menjadi bukti bahwa janji Nabi Muhammad kepada umat Islam benar adanya: AuKota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Ay Pemimpin yang menaklukkannya adalah pemimpin terbaik, dan tentara di bawah komandonya adalah tentara terbaik. Ay (H. R Ahmad bin Hanbal alMusnad 4/. Muhammad Al-Fatih merupakan salah seorang dari Sultan yang memimpin Dinasti Turki Utsmani. Turki Utsmani merupakan kekhalifahan yang cukup besar dalam Islam dan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan wilayah Islam di Asia. Afrika, dan Eropa. Kemunculan Kesultanan Utsmaniyah di Turki terjadi pada periode kedua pemerintahan Abbasiyah . ira-kira abad ke-. , ketika dunia Islam sedang mengalami fragmentasi Sebelumnya diperintah oleh Dinasti Umayyah . -1031 M) di Andalusia dan Dinasti Bani Idris . -974 M) di Afrika Utara bagian barat, namun terus terpecah hingga abad sekarang. Bani Aghlab dari Qayrawan . -909 M). Bani Tulun dari Mesir . -905 M). Bani Samman dari Bukhara . -1001 M). Bani Bwai dari Bagdad dan Shiraz . -1000 M) Lahirlah berbagai dinasti. Kesultanan Utsmaniyah menguasai secara luas Asia Kecil sejak munculnya pendiri dinasti yaitu Ottoman, pada tahun 1306 M kelompok Ottoman mengambil namanya dari pendiri kerajaan Usman I pada Tahun . 0-1326 M), yang keturunannya memerintah hingga tahun 1922. 3 Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman Empir. memegang peranan penting setelah hilangnya kekuasaan Bani Abbasiyah. Dinasti ini menjadi salah satu dari tiga kerajaan besar Islam abad pertengahan. Menurut sejarah. Turki Usmani didirikan setelah jatuhnya kerajaan Turki Seljuk . 5-1300 M). Bangsa Turki pada masa Kesultanan Utsmaniyah terus berkembang dan wilayah kekuasaannya semakin Seperti pada era Murad I, yang paling monumental adalah penaklukan Kosovo . 9 M). Hal ini berlanjut hingga masa Bayezid, yang menjadi terkenal dengan gelar Yildirim/Eldrim (Peti. dan dengan cepat memperluas wilayahnya hingga Eropa. Namun, pada masa penerusnya Muhammad I, situasi di Turki Ottoman memburuk. Meskipun Muhammad I membantu memulihkan stabilitas Turkiye di Kekaisaran Ottoman. Pada masa Murad II, ia kembali mencontoh Murad I yaitu memperluas wilayah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah. Penaklukan Konstantinopel telah menjadi impian yang diimpikan selama berabadabad. Hubungan kekuasaan yang besar ini dimulai dengan kelahiran putra Murad II, yang mana pada masa kepemimpinannya nanti akan terjadi perang yang dikenang oleh umat Islam dan Kristen yaitu penaklukan Konstantinopel. Turki Usmani dipimpin oleh Bayezid I . ), kemudian oleh Muhammad I . 3-1421 M), dan kemudian oleh Murad II . 3-1421 M). , dan digantikan oleh putranya Muhammad al-Fatih . , yang kemudian menaklukkan Konstantinopel. Ketenaran Turki Usmani didapat karena kerajaan ini berhasil menaklukkan pusat peradaban Byzantium dan pusat agama Kristen yaitu Konstantinopel. Sultan Muhammad II yang dikenal dengan nama Sultan Muhammad al-Fatih . 1-1484 M) mampu mengalahkan Byzantium dan menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Konstantinopel adalah ibu kota Byzantium dan pusat agama Kristen. Sultan mempersiapkan penaklukan kota Konstantinopel dengan serius. Pada hari Kamis tanggal 26 RabiAoul Awal 1857 M atau tanggal 6 April 1453 M, pasukan Islam di bawah pimpinan Sultan al-Fatih mampu mengepung kota Konstantinopel. Ia membangun benteng di seberang benteng yang dibangun oleh Khalifah Bayazid I, yaitu Anadli Hisar dan Rumilia Hisar, untuk menguasai dan mengamankan selat Ia pun berhasil membunuh kaisar Fita Nur Fitriana, dkk. Kejayaan Muhammad Al-Fatih dalam Menaklukkan Konstantinopel Tahun 1453 Masehi. Jurnal Nusantara Hasana. Vol 2. No 2 . , h. Syafiq A. Mughni. Sejarah Kebudayaan Islam di Turki, (Jakarta: Logos, 1. , h. Fuad Moh. Fakhruddin. Perkembangan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. Desta Ramadoni. Pembaruan Strategi Militer Muhammad Al-Fatih Dalam Penaklukan Konstantinopel. Jurnal Sejarah Dan Peradaban Islam. Vol 2. No3 . , h. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Bizantium dalam pertempuran. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar bagi Kesultanan Utsmaniyah. Oleh karena itu, penyebaran Islam di Eropa kembali menunjukkan tanda-tanda positif dengan penaklukan Konstantinopel. Penyebaran Islam akan mengubah wajah Konstantinopel secara signifikan, terutama pada budaya yang sebelumnya memiliki corak agama Kristen yang identik dengan Islam. Konstantinopel akhirnya dikepung dari segala sisi oleh pasukan berjumlah sekitar 250. 000 orang yang dipimpin oleh Sultan Muhammad II sendiri. Oleh karena itu, tentara Byzantium terkejut dengan strategi sultan dan mengepung kota tersebut selama 53 hari. Selama masa ini, artileri Turki menembaki kota tersebut, menghancurkan benteng dan temboknya, dan Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. Dalam pertempuran ini, kaisar terbunuh dan Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah. Sultan Muhammad al-Fatih kemudian berusaha masuk ke kota tersebut, kemudian mengubah nama Konstantinopel Istanbul menjadikannya ibu kotanya. Sultan mengubah gereja Hagia Sophia menjadi masjid dan juga membangun masjid bernama Masjid Muhammad untuk memperingati keberhasilan penaklukan kota Setelah penaklukan Konstantinopel. Turki Ottoman Perekonomian Kesultanan Utsmaniyah juga berkembang berkat penguasaannya atas jalur perdagangan antara Eropa dan Asia. Begitu pula di bidang politik, ekonomi, dan militer yang mengalami kemajuan pesat, disusul kemajuan ilmu pengetahuan, pemerintahan, agama, dan budaya. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Reseac. yaitu penelitian yang informasi di dalamnya diperoleh dari kajian pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya. Jenis penelitian ini literature, tidak terbatas pada buku tetapi dapat juga berupa bahan-bahan dokumentasi, majalah, jurnal dan lain sebagainya. kemudian penelitian ini fokus pada kajian kepustakaan guna untuk menemukan teori, prinsip, pendapat, gagasan dan lain sebagaiya yang bisa dipakai untuk menganalisis dan memecahkan maslah yang dikaji. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Metode kualitatif merupakan pendekatan yang berupa pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Pendekatan menggambarkan kondisi Subjek dan Objek Penelitian berdasarkan fakta yang terlihat, dan data serta informasi yang diperoleh digambarkan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Mestika Zed kepustakaan sebagai serangkaian kegiatan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahan pustaka untuk memperoleh data dan mengolah bahan penelitian hingga diperoleh hasil 7 Penelitian kepustakaan identik dengan suatu peristiwa baik berupa perbuatan atau tulisan yang diteliti untuk mendapatakan fakta yang tepat dengan menemukan asal-usul, sebab penyebab 8 Arikunto mengatakan, tinjauan pustaka melibatkan pengolahan bahan penelitian mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Analisis konten dilakukan dalam enam langkah. yaitu Pengolahan dan penyusunan data dengan cara klasifikasi dan pengeditan data, membaca semua data. Kumpulkan bagian-bagian teks dan kodekan semua data. Jelaskan lingkungan . , orang . , kategori, dan tema yang akan dianalisis. Deskripsikan, dan Interpretasi. Yolan Sadewa Aditya Kusuma. Penaklukan konstantinopel Tahun 1543: Upaya Turki Utsmani menyebarkan agama dan membentuk kebudayaan Islam di Eropa. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S). Vol 1. No 1 . , h. Rulianto, dan Altin Dokopati. Pengaruh Penaklukan Konstantinopel Terhadap Kemajuan Turki Usmani Tahun 1453 (Kajian Politik Ekspansi Sultan Muhammad Al-Fati. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah. Vol 3. No 1 . , h. Zed. Metode Penelitian Kepustakaan, (Jakarta: Yayasan Obor, 2008, h. Hamzah. Metode Penelitian Kepustakaan (Library Researc. , (Malang: Literasi Nusantara Abadi, 2. , h. Arikunto. Prosedur Penelitian : suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta, 2019. Creswell. Research Design. Qualitative. Quantitative and Mixed Methods Approaches. Fourth Edition. Sage Publicaton, terjemahan Achmad Fawaid dan Rianayati Kusmini Pancasari. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014, h. Bandingkan dengan Creswell. Penelitian Kualitatif e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Biografi Sultan Muhammad Al-Fatih Sultan Muhammad al-Fatih lahir pada tanggal 30 Maret 1432M/833H di kota Edirne (Adrianopl. Ia merupakan seorang panglima militer yang memiliki strategi yang sangat jitu dan hampir tidak pernah mengalami kekalahan di medan perang. Nama aslinya adalah Muhammad II bin Murad bin Muhammad bin Bayazid. Muhammad Al-Fatih adalah Sultan ketujuh Kesultanan Utsmaniyah. diangkat menjadi Sultan pada tahun 885 M setelah kematian ayahnya Sultan Murad. Ia diangkat menjadi Sultan dalam usia yang masih sangat muda, yakni pada usia 22 tahun. Muhammad al-Fatih selalu terpacu dengan kata-kata baik Sultan Murad yang memberinya keyakinanyang kuat dalam mencapai visi dan misinya. Semasa hidupnya Sultan Murad sangat memperhatikan anak-anaknya, memberikan pendidikan langsung dan mencari guru-guru hebat untuk mendidik mereka, khususnya ulama kharismatik yang terkenal pada saat itu. yaitu seorang Syeikh yang silsilahnya berasal dari Abu Bakar Siddiq bernama Ark Syamsuddin. Ternyata di balik pemimpinnya itu ada sosok manusia yang membimbingnya menuju kesuksesan: di belakangnya ada peran besar Abdullah bin Yassin, begitu pula Malik Yahya bin Ibrahim, dan di belakang Sharfuddin al-Ayyubi di Ayyubiya Daulat ada Qadi al-Fadil. Terungkap pula bahwa di belakang Muhammad al-Fatih ada seorang pemimpin kharismatik, yaitu Ark Syamsuddin. Pasca pembunuhan anak-anak Sultan Murad, ia memberikan perhatian khusus kepada Muhammad al-Fatih sebagai satu-satunya penerus kesultanan dalam hal pendidikan. Sultan Murad sering mengunjungi anaknya dan bertukar pikiran guna membentuk pandangan hidup dan mengajarinya untuk selalu berjuang demi penaklukan Konstantinopel. Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun dan meninggal pada tahun 1481 M ketika merencanakan penaklukan Italia. Kematiannya meninggalkan kesuksesan besar dalam sejarah penaklukan wilayah. kemudian ia dimakamkan di Istanbul. Nama Muhammad al-Fatih sejajar dengan daftar pemimpin besar dunia di masa lalu, antara lain Napoleon. Alexander Agung, dan Hannibal. Namun sultan yang bergelar al-Fatih ini sangat berbeda dengan sultan lainnya, ia diangkat menjadi sultan pada usia yang masih sangat muda, dan dalam dua tahun masa pemerintahannya, ia merupakan negara adidaya yang berhasil menaklukkan kota tersebut pada masa itu. Dari didikan ayahnya dan guru-guru di belakangnya, muncul beberapa sifat dan karakter dalam dirinya. Keteguhan Hati Ketabahan beliau ditunjukkan dalam mengemban tugas besar menaklukkan kotakota yang tidak mampu ditaklukkan oleh banyak pemimpin Islam. Kota yang tak terkalahkan ini dibangun di atas tujuh bukit. Tanduk Emas dan Laut Marmara. Hal yang paling menarik dari tekad dan tekadnya adalah ia mampu menaiki 72 perahu dayung Bosphorus hingga Teluk Tukuk. Dengan ketekunan dan tekad, ia terus mencari cara baru untuk melancarkan serangan ke Konstantinopel. Sebab. Konstantinopel ditaklukkan dan perlu ada cara yang lebih baik untuk mewujudkannya. Keberanian Keberanian Muhammad al-Fatih disebutkan dalam Kitab As-Sharabi bahwa ia sendiri mengambil pedangnya sendiri dan berangkat berperang melawan musuhmusuhnya. Cerdas Dia sangat pintar karena taktik perangnya yang tidak pernah berakhir, namun memindahkan kapalnya dari markasnya di Baskatathy ke Tanduk Emas bukanlah tugas yang mudah, namun melakukannya tanpa menyerah. Navigasi darat sangat sulit, karena kapal dijauhkan dari Galata karena takut akan serangan Genova. Kemauan Yang Tangguh dan Gigih Kemauan yang teguh dan gigih merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang muslim, apalagi jika ia adalah seorang pemimpin. Jika seorang pemimpin tidak mempunyai kemauan yang kuat maka diyakini bangsa dan cita-citanya tidak akan Dengan kata lain, tekad kuat Al- dalam bidang pendidikan. Pekanbaru: UNRI Press. Baca juga Bungin. Metodologi Penelitian Kualitatif Aktualisasi Metodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: Rajawali Pers, 2022, e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Fatih tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan ditempa oleh didikan luar biasa dari seorang pribadi yang sangat luar biasa. Keadilannya Ia tidak memperlakukan umat Kristiani secara jahat dan sewenang-wenang. Sebaliknya, dia menghormati pemimpin mereka dan berbuat baik kepada mereka. Slogannya adalah AuKeadilan sebagai dasar Gambaran Umum Konstantinopel Konstantinopel (Istanbu. terletak di antara benua Asia dan Eropa, dipisahkan oleh celah ekor sempit, yaitu selat berporus yang bermula di Laut Mediterania (Laut Mediterani. , menjorok ke daratan, dan bermuara di Laut Hitam. Letak geografis ini membuat Konstantinopel mudah diakses melalui darat dan laut, sehingga menjadi jalur perdagangan penting antara Asia dan Eropa. Kota ini pernah menjadi pusat peradaban Kristen kedua setelah Roma, dan terlibat dalam konflik dengan Ortodoks dan Riks dari Konstantinopel. unruk lebih jelasnya dapat dilihat dari gambar dibawah ini. ) Kota ini berbentuk segitiga, dikelilingi air laut pada salah satu sisinya dan ditutupi oleh dua lapis pagar serta parit pada sisi ) Kota ini dikelilingi oleh dua lapis tembok berbenteng, di luar pagar tersebut terdapat parit besar yang lebarnya 60 kaki dan kedalaman 10 meter ) Tembok pertama memiliki ketinggian 25 kaki dan ketebalan 10 ) Tembok kedua memiliki ketinggian 40 kaki dan pagar ini memiliki beberapa menara penjaga yang ketinggiannya 60 Sedangkan ketebalan tembok pagar 15 meter. ) Kota itu dilindungi dan dijaga dari laut oleh 400 kapal. Meski para pendahulunya pernah berusaha merebut kota kuno Konstantinopel dari para penguasa Kristen, mereka gagal menerobos tembok kota yang sangat kuat. setelah Rasululah dulu meramalkan penaklukan kota tersebut oleh umat islam pada abad ketujuh, pasukan muslim sudah berulang kali mencobanya, tetapi tidak cukup berhasil. Muawiyah bin Abi Sufyan, pendiri Dinasti Umayya merupakan salah satu penguasa pertama Muslim yang mengirimkan ekspedisi untuk menaklukkan Konstantinopel. Abu Ayyub Al-Anshari seorang sahabat terkemuka Rasulullah tewas dengan gagah berani dalam ekspedisi tersebut kala mengahadapi Byzantium, dia dikebumikan di pinggir Kota Konstantinopel. sepertinya sudah ditakdirkan tugas menaklukkan benteng terakhir Kekaisaran Romawi Suci ini jatuh di pundak Sultan Muhammad II, karena ingin memperluas kekuasaannya sampai ke daratan Eropa, sehingga menjadi penguasa yang paling kuat pada masanya. sang Sultan bertekad Konstantinopel, mengonsolidasikan posisinya sebagai penguasa sejati dunia Islam dan memberinya sebuah tempat unik dalam catatan sejarah. Penaklukan Konstantinopel Sesuai dengan kesepakatan terakhir Sultan Muhammad Al-Fatih Penyerangan tersebut berlangsung selama dua minggu, yaitu tanggal 6 April hingga 20 April 1453, namun upaya mereka tidak membuahkan hasil Gambar 1. Peta Konstantinopel Konstantinopel adalah kota yang sangat kuat dan memiliki pertahanan yang baik. Terdapat menara dan benteng yang sangat kuat sehingga siapa pun yang bermimpi memilikinya dapat menerima tantangan tersebut. Sebuah tembok berbenteng tinggi menjulang dari semua sisi, menghancurkan impian para penakluk. Sangat mustahil bagi militer untuk menaklukkannya dengan cara tradisional. Beberapa Perlindungan Konstantinopel yaitu sebagai berikut: Haidar Putra Daulay, dkk. Sejarah Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih Sebagai The Best Leader. Jurnal Kajian Islam Kontemporer. Vol No 2 . , h. Ramzi Al-Munyawi. Muhammad Al-Fatih Penakluk Konstantinopel. Dar Al-Kitab Al-AoArabi (Jakarta: 2011 h. Ibid, h. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Sultan dan pasukannya mengalami kekalahan di darat dan laut. Insiden tersebut memicu suara-suara yang saling bertentangan dan berbagai kritik serta komentar dari perdana menteri dan penasihat sultan. Perbedaan persepsi ini menyebabkan Sultan kembali berdebat, namun tidak ada yang berani mengungkapkan hal tersebut di hadapan Sultan, kecuali Khalil Pasha yang menghindari jatuhnya korban lebih lanjut. Ia pun memprovokasi tentara untuk menyalahkan sultan dan gurunya Syekh Ark Syamsuddin atas kekalahan Sementara itu, sekelompok yang mendukung visi tersebut menyatakan bahwa mereka harus melanjutkan penaklukannya karena tujuan mereka datang ke kota Konstantinopel adalah meraih kehidupan yang mulia, atau mati dalam peperanga. Tentunya bagi yang memahami visi dan misi besar Sultan, maka Sultan maka ia akan mengikuti segala petunjuk dan perintah. Ketenaran sang penakluk Konstantinopel telah lama melekat pada setiap pemimpin dan pasukan Kesultanan Utsmaniyah, sehingga mempengaruhi jiwa mereka dan menjadikan mereka semakin kuat dan bersemangat. Akhirnya pada tanggal 21 April 1453, setelah berdiskusi panjang lebar mengenai unsur kejutan yang sebaiknya digunakan yaitu menaikkan kapal di atas Bukit Galata, perang kembali dilanjutkan. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW pada Perang Kandak. Perang Uhud. Perang Badar dll. Dalam diskusi tersebut. Sultan mengucapkan katakata bijak berikut: AuJangan katakan tidak bisa kalau belum mencobanya, saya tahu itu bukit, tapi jika tentara saya tidak memperkirakan semua itu terjadi, apalagi orang-orang Konstantinopel. Ay tidak percaya itu akan terjadi, tentara Ottoman akhirnya bisa menyelesaikan kesepakatan itu yaitu menggerakkan 72 kapal dan berlayar jalur darat dari Selat Volporous menuju Tanduk Emas. Pada tanggal 27 Mei 1453, perang yang dipimpin oleh Sultan Muhammad Al-Fatih mulai menunjukkan kemenangan. Sultan mengumpulkan seluruh personel militer dan mengeluarkan beberapa instruksi dan perintah. Beliau memberikan waktu istirahat kepada seluruh pasukannya dan memerintahkan mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan menunaikan shalat yang diperintahkannya. Khusyuk dalam shalat dan memohon doa kepada Allah SWT untuk kemenangan umat Islam. Pada tanggal 28 Mei 1453, seluruh ulama kembali mengingatkan tentara akan kejayaan Jihad fi Sabilillah dan kisah Abu Ayub al-Ansari. Kebijakan yang dilakukan Muhammad AlFatih Pada tanggal 29 Mei 1453/20 Jumadil Ullah 857 H sultan dan seluruh rombongan melaksanakan salat Tahajjud bersana, sultan menyampaikan khotbah sebagai berikut: AuJika penaklukan kota Konstantinopel berhasil, maka perkataan rasul itu akan menjadi kenyataan. Salah satu mukjizatnya akan terbukti nanti. Maka kita akan memperoleh kemuliaan dan keistimewaan dan itu adalah janji dari hadis tersebut. oleh karena itu sampaikan kepada seluruhnya bahwa kita akan segera meraih kejayaan dan kemenangan besar. Oleh karena itu, wajib bagi kita semua untuk tetap mengingat syariat Islam dan tidak boleh ada seorang pun yang melakukan maksiat. karena Allah SWT tidak memberikan kemenangan kepada mereka yang melakukan maksiat. Jangan mengganggu tempat ibadah atau membunuh perempuan atau pendeta. Mereka yang tidak berpartisipasi dalam perang biarkan saja. Pada akhirnya perang tersebut dimenangkan oleh kaum Muslimin. Ay Setelah berhasil menaklukkan kota Konstantinopel dengan menggunakan segala strategi komunikasi politik, sultan melakukan beberapa kebijakan yaitu: Mengubah gereja Hagia Sophia menjadi . Memerintah rakyatnya dengan sangat adil. Mengubah cara pandang umat Kristiani terhadap Islam. Sultan membagi harta dan rampasan secara . Penerapan hukum Syariah Islam secara rinci di segala bidang termasuk pendidikan, seni, budaya, perdagangan, bahkan hukum perdata. Memindahkan ibu kota Kesultanan Utsmaniyah ke Konstantinopel. Nama Konstantinopel diubah menjadi Islambul . bu kota Isla. Sebuah masjid dibangun sebagai tanda penghormatan di makam Abu Ayyub alAnsari. Sultan menghiasi seluruh bangunan kota Konstantinopel. Mendirikan. Syalva Witria, dkk. Komunikasi Politik Muhammad Al-Fatih Dalam Menaklukan Konstantinopel. Jurnal Peurawi:Media Kajian Komunikasi Islam. Vol. 6 No. , h. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 . Pendirian sekolah. untuk memperkuat pertahanan laut dan darat kita hingga kita menjadi militer terbaik di dunia. Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih Dalam Penaklukan Konstantinopel Sultan Muhammad al-Fatih adalah seorang pemikir yang luar biasa yang menggunakan Konstantinopel, pada masa kepemimpinannya ia melakukan beberapa strategi antara lain: ) Ia membangun sebuah benteng bernama Runli Hisar yang terletak di seberang Bosphorus Konstantinopel. Kemudian ia menyadari bahwa tidak mungkin mencapai Gallipoli seperti yang dia rencanakan semula, karena seluruh wilayah Dardanella diblokir oleh kapalkapal Italia, jadi dia berbelok ke utara melalui Selat Bosphorus kecil dan pergi ke benteng Ottoman yang dibangun oleh kakeknya Bayezid. Pada tahun 1395 ia mengepung kota tersebut. Lokasi ini memisahkan Asia dan Eropa hanya dengan jarak 650 meter dan merupakan tempat teraman untuk melintasi arus laut yang kuat dan berbahaya. ) Pembuatan meriam besar oleh Orbyn, seorang ahli dari Hongaria. Dia adalah seorang tentara bayaran teknis yang menjalankan misi di seluruh Balkan. pergi ke Edirne untuk menemui Sultan Muhammad II. Pekerjaan Orbyn sebelumnya dengan kaisar berarti dia tidak dibayar secara teratur, dan seiring berjalannya waktu. Orbyn menjadi miskin. Kemudian terjadilah kesepakatan antara Sultan dan Orban yang berujung pada desain meriam perunggu berukuran besar. Orbyn sendiri menjelaskan kepada Sultan tidak ada jaminan dia bisa melakukan ini dan meledakkannya. Sultan memerintahkan pembangunan meriam dan juga berusaha mencari cara untuk Pada pertama di Edirne, tampaknya meriam ini bisa menjadi senjata psikologis sekaligus senjata nyata. ) Pasukan Sultan Muhammad II yang berjumlah sekitar 250. 000 orang, di bawah komandonya sendiri, mengepung kota dari segala arah selama 53 hari. Tentara Bizantium dikejutkan oleh strategi Sultan, pada waktu itu artileri Turki menembaki kota tersebut, kemudian menghancurkan Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. Dalam pertempuran ini, kaisar terbunuh dan Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah. Terlepas dari itu, segala upaya Sultan Muhammad II yang diramalkan Rasulullah SAW ternyata menjadi kenyataan. Islam berhasil menduduki wilayah-wilayah strategis dan memperluas pengaruhnya pada era-era berikutnya. Setelah penaklukan ini, ekspansi dimulai ke wilayah lain seperti Morea. Wallachia. Bosnia. Kerajaan Trabzon, dan Italia. Selanjutnya, pendudukan Konstantinopel membawa Turki Usmani semakin maju dalam menguasai wilayah strategis yang dibatasi oleh Bosphorus. Laut Marmara, dan Laut Hitam. Wilayah ini merupakan pusat perdagangan antara Eropa dan Asia dan menjamin pesatnya pertumbuhan perekonomian Ottoman. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkan. Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih dalam penaklukan Konstantinopel terbukti dalam strategi perangnya, yaitu pembangunan benteng bernama Runli Hisar di seberang Bosphorus dekat Konstantinopel. Pembuatan meriam besar oleh Orbyn, seorang ahli dari Hongaria. pengepungan kota Konstantinopel selama 53 hari dari segala arah oleh tentara yang dipimpin oleh Sultan sendiri sekitar 250. 000 orang. menembaki kota tersebut, menghancurkan benteng serta temboknya. akhirnya Konstantinopel menyerah pada tanggal 28 Mei 1453. pertempuran ini. Kaisar mati terbunuh dan Konstantinopel jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah. dengan keberhasilan islam dalam menduduki wilayah-wilayah strategis tersebut memberikan pengaruh besar pada era-era Konstantinopel membawa Turki Usmani semakin maju dalam menguasai wilayah strategis yang dibatasi oleh Bosphorus. Laut Marmara, dan Laut Hitam. Wilayah ini merupakan pusat perdagangan antara Eropa dan Asia dan menjamin pesatnya pertumbuhan perekonomian Ottoman. Penaklukan Konstantinopel termotivasi oleh janji ajaran Islam untuk mempelajari berbagai hal, yang menjadi penyebab kegagalan penaklukan Ibid, h. Ibid h. e-ISSN: 2776-5113. DOI: 10. 31602/jmpd. Website: ojs. uniska-bjm. id/index. php/JMPD Volume: 5. Nomor: 2. Tahun: 2025 Islam sebelumnya. Hingga Kesultanan Ottoman menaklukkan Konstantinopel. Kesuksesan dan prestasi kepemimpinan Muhammad al-Fatih tidak lepas dari kepemimpinan ulama besar seperti Syekh Aq Syamsuddinm yang banyak memberikan perhatian dan bimbingannya. Perjuangan anak Muhammad Al-Fatih menegakkan Panji Ilahi, yang sudah terkenal eksploitasinya dalam penaklukan Byzantium (Konstantinope. Inilah keimanan dan ketaqwaan yang besar yang ditanamkan dalam hatinya bahwa janji-janji Allah dan Rasul adalah benar, selama manusia beramal shaleh di jalan Allah dan berjihad. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah. Vol 3. No 1, h. Daulay. Haidar Putra. Sejarah Kepemimpinan Muhammad Al-Fatih Sebagai The Best Leader. Jurnal Kajian Islam Kontemporer. Vol 1. No 2, h. DAFTAR PUSTAKA