ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. SOLVABILITAS. DAN OPINI AUDIT TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE DI BURSA EFEK INDONESIA Siyu Email: siyu2721@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh antara ukuran perusahaan, solvabilitas, dan opini audit terhadap audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor property dan real estate di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah sebanyak 77 perusahaan. Dari hasil pemilihan sampel diperoleh 45 perusahaan sebagai sampel penelitian yang memenuhi kriteria dengan jumlah data sebanyak 225 data penelitian. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Bentuk penelitian yang digunakan adalah studi Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi logistik, dan pengujian hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel solvabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Sedangkan ukuran perusahaan dan opini audit tidak berpengaruh terhadap audit delay. KATA KUNCI: Ukuran Perusahaan. Solvabilitas. Opini Audit, dan Audit Delay PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah produk akhir dari siklus akuntansi. Laporan keuangan yang akan dipublikasi harus menjalani proses audit yang dilakukan oleh auditor independen. Proses audit pada umumnya dilakukan pada akhir tahun hingga laporan keuangan audit Perbedaan waktu antara tanggal berakhirnya laporan keuangan dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan disebut audit delay. Kondisi ini menjelaskan tentang lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan audit oleh auditor Semakin lama waktu yang dibutuhkan auditor independen dalam melaksanakan proses audit, maka akan semakin panjang audit delay. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi audit delay seperti ukuran perusahaan, solvabilitas, dan opini Ukuran perusahaan merupakan suatu ukuran yang menunjukkan besar atau kecilnya sebuah perusahaan yang ditandai dengan beberapa ukuran seperti total penjualan, total aset. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 jumlah karyawan, nilai pasar perusahaan, dan nilai buku perusahaan. Perusahaan dengan ukuran besar cenderung memiliki proses audit yang cepat dikarenakan semakin besar ukuran perusahaan, maka perusahaan pasti memiliki sistem pengendalian internal yang baik sehingga dapat mengurangi kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan. Laporan keuangan dengan tingkat kesalahan yang kecil dapat memudahkan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan. Solvabilitas adalah rasio keuangan yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban-kewajiban perusahaan yang meliputi kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang. Umumnya pada perusahaan dengan rasio utang yang tinggi, auditor membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk menyelesaikan proses audit dikarenakan auditor harus memeriksa bagaimana kebijakan manajemen perusahaan dalam mengolah utang. Opini audit adalah pendapat atas kewajaran laporan keuangan. Tujuan utama proses audit adalah untuk memberikan opini atas audit laporan keuangan perusahaan yang dilakukan oleh auditor independen. Opini selain wajar tanpa pengecualian adalah opini yang tidak pernah diharapkan oleh manajemen perusahaan. Hal ini dikarenakan pemberian opini audit selain wajar tanpa pengecualian menunjukkan bahwa auditor menemukan penyimpangan yang material atau ketidaksesuaian antara apa yang dilaporkan dengan apa yang auditor temukan. Masalah ini dipastikan dapat memperpanjang audit delay dikarenakan auditor membutuhkan waktu tambahan untuk mengecek secara keseluruhan agar dapat menemukan kesalahan-kesalahan pada laporan keuangan perusahaan tersebut. KAJIAN TEORITIS Audit adalah proses sistematis yang dilakukan secara objektif untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai kegiatan-kegiatan ekonomi. Kegiatan ini dilakukan untuk meyakinkan tingkat kepercayaan dalam laporan keuangan dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Audit merupakan suatu proses sistematis yang berupa suatu rangkaian prosedur yang logis dan dilaksanakan dengan urutan langkah yang telah direncanakan dan terorganisasi (Tandiontong, 2016: . Proses audit laporan keuangan harus dilakukan oleh seseorang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 yang kompeten dan independen agar hasil laporan audit dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan audit tersebut. Proses penyelesaian audit laporan keuangan disebut juga dengan audit delay. Audit delay atau keterlambatan audit dapat diartikan sebagai lamanya waktu yang dibutuhkan oleh auditor untuk menyelesaikan proses audit laporan keuanganya. Proses penyelesaian audit yang lama akan mempengaruhi audit delay yang berdampak buruk terhadap reaksi pasar dan menyebabkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan ekonomi khususnya pengguna laporan keuangan (Kurniawan & Laksito, 2015: . Audit delay dapat diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal publikasi laporan keuangan audit (Christina, 2020: . Audit delay diukur dengan melihat rentang waktu tanggal laporan audit diterbitkan dengan tanggal laporan keuangan tahunan, (Nisak, 2015: Audit delay pada penelitian ini dapat diukur dengan menggunakan variabel dummy di mana jika laporan audit yang diterbitkan lebih dari 120 hari akan diberi angka 1, dan apabila laporan audit yang diterbitkan kurang dari 120 hari akan diberi angka 0. Ukuran perusahaan merupakan suatu ukuran yang menunjukkan besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditandai dengan beberapa ukuran antara lain total penjualan, total aset, nilai pasar perusahaan, nilai buku perusahaan. Ukuran perusahaan dapat dinyatakan dengan total aset, semakin besar nilai total aset perusahaan, maka semakin besar ukuran perusahaan (Permanasari, 2018: . Perusahaan dengan ukuran yang besar cenderung lebih cepat dalam menerbitkan laporan keuangan hasil audit, dikarenakan perusahaan skala besar dimonitor secara ketat oleh investor sehingga sering menerima tekanan eksternal yang tinggi untuk mengumumkan laporan keuangan audit lebih awal. Jadi Semakin besar ukuran perusahaan maka akan semakin pendek audit delay dan sebaliknya, semakin kecil perusahaan maka semakin panjang audit delay. Ukuran perusahaan adalah suatu skala yang menunjukkan besar kecilnya sebuah perusahaan. Variabel ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan logaritma total asset, (Clarisa & Sonny, 2019: 3. Ukuran perusahaan dapat dirumuskan sebagai berikut: Ukuran Perusahaan = Log Natural (Total Ase. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kurniawan & Laksito . Angruningrum & Wirakusuma . , dan Puspitasari & Sari . menunjukkan bahwa Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Ukuran perusahaan merupakan ukuran yang menunjukkan perusahaan tergolong dalam kategori besar atau kecil yang dapat dilihat dari nilai jumlah total aset. Perusahaan dengan jumlah total aset yang besar dapat memberi dampak positif dalam hal audit laporan keuangan dikarenakan perusahaan dengan ukuran besar memiliki sumber daya yang cukup untuk memilih dan menggunakan auditor dengan kualitas yang baik dan profesional, sehingga waktu yang diperlukan untuk penyelesaian proses audit laporan keuangan dapat dipercepat. Solvabilitas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya secara tepat waktu (Fahmi, 2017: . Solvabilitas merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kapasitas perusahaan dalam memenuhi utang jangka pendek ataupun utang jangka panjang. Nilai rasio utang yang besar akan menghambat pelaporan audit. Auditor akan memeriksa kembali secara detil mengenai memperlambat proses pelaporan audit. Jadi semakin tinggi rasio solvabilitas maka akan semakin pendek audit delay dan sebaliknya, semakin kecil nilai rasio solvabilitas maka akan semakin panjang audit delay. Solvabilitas merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar utang jangka pendek maupun jangka panjang, (Fahmi, 2017: . Variabel solvabilitas dapat diukur dengan menggunakan total debt to total asset ratio. Solvabilitas dapat dirumuskan sebagai berikut: Solvabilitas (DAR) = Total Utang Total Aset Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Sambo & Wahyuningsih . Dewi & Wiratmaja . , dan Tantama & Yanti . menunjukkan bahwa solvabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Solvabilitas merupakan rasio keuangan yang mengukur kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban perusahaan. Solvabilitas yang rendah dapat memberikan efek negatif di mana perusahaan diindikasi sedang mengalami masalah keuangan. Hal ini dapat memperlambat proses audit dikarenakan perusahaan yang memiliki rasio solvabilitas yang rendah cenderung ingin lebih lambat dalam memuplikasi laporan keuangan agar tidak diketahui oleh stakeholder lainnya. Opini audit adalah opini yang diberikan auditor tentang kewajaran penyajian laporan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 keuangan perusahaan tempat auditor independen melakukan audit. Opini auditor adalah pendapat hasil audit yang diberikan oleh auditor tentang kewajaran laporan keuangan (Saemargani & Indah, 2015: . Opini audit yang telah diberikan oleh auditor independen dalam proses pengauditan laporan keuangan mengenai wajar atau tidaknya data laporan Opini audit terdiri dari 5 jenis, yaitu pendapat wajar tanpa pengecualian, pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa yang ditambahkan dalam laporan audit bentuk baku, pendapat wajar dengan pengecualian, pendapat tidak wajar, dan pernyataan tidak memberikan pendapat. Apabila perusahaan menerima opini audit di luar wajar tanpa pengecualian menandakan bahwa auditor menemukan temuan yang harus dikonsultasikan ke auditor senior dan dinegosiasikan dengan pihak manajemen. Perusahaan yang menerima opini audit diluar wajar tanpa pengecualian membutuhkan waktu yang lebih lama untuk proses penyelesaian laporan keuangan audit dikarenakan ada kesalahan penyajian yang material dan perlu pengecekan kembali sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan proses audit. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pattinaja dan Siahainenia . yang menunjukkan bahwa opini audit berpengaruh negatif terhadap audit delay. Opini audit selain wajar tanpa pengecualian adalah opini audit yang sangat tidak diharapkan oleh pihak manajemen, (Annisa, 2018: . Opini audit diukur dengan variabel dummy di mana perusahaan yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian akan diberi angka 0 dan perusahaan yang mendapatkan opini selain wajar tanpa pengecualian akan diberi angka 1. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pattinaja . Wariyanti & Suryono . , dan Putra & Putra . menunjukkan bahwa opini audit berpengaruh negatif terhadap audit delay. Opini audit merupakan pendapat yang diberikan oleh auditor setelah menyelesaikan proses audit. Perusahaan dengan opini audit wajar tanpa pengecualian akan memberikan dampak positif di mana laporan audit tidak terdapat masalah yang material. Hal ini membuat audit delay cenderung menjadi lebih singkat. Pada umumnya perusahaan yang menerima opini audit selain wajar tanpa pengecualian karena ditemukan hal yang tidak sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Kondisi ini membuat laporan keuangan audit akan tertunda dikarenakan auditor harus menginfokan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 kepada perusahaan mengenai hal yang tidak sesuai tersebut, sehingga opini audit diluar tanpa pengecualian dapat menghambat proses penyelesaian laporan audit. Berdasarkan kajian teoritis yang telah dikemukakan, maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: H1: Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap Audit Delay H2: Solvabilitas berpengaruh negatif terhadap Audit Delay H3: Opini Audit berpengaruh negatif terhadap Audit Delay METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dalam proses pengumpulan data dan informasi, penulis menggunakan studi dokumentasi. Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang berasal dari catatan dan dokumen perusahaan yang berhubungan dengan objek penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan audit perusahaan sektor property dan real estate di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 yang diperoleh dari w. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan model empiris yang merupakan analisis yang diterapkan dalam bentuk angka-angka melalui Software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 21. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Hasil pengujian statistik deskriptif ukuran perusahaan, solvabilitas, opini audit, dan opini audit dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2 berikut: Tabel 1 Analisis Statistik Deskriptif UkuranPerusahaan Solvabilitas Valid N . Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Output SPSS 21, 2022 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Berdasarkan Tabel 1, diketahui bahwa data yang digunakan dalam penelitian, yaitu sebanyak 225 data merupakan data dari 45 perusahaan selama 5 tahun mulai dari tahun 2016 sampai dengan 2020. Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 23,7587. Nilai maksimum sebesar 31,7396. Nilai rata-rata ukuran perusahaan sebesar 28,9081 dan nilai standar deviasi sebesar 1,6647. Variabel solvabilitas memiliki nilai minimum sebesar 0,0234. Nilai maksimum sebesar 5,8049. Nilai rata-rata solvabilitas sebesar 0,3718 dan nilai standar deviasi sebesar 0,4377. Tabel 2 Analisis Statistik Deskriptif Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Opini Audit Audit Delay OAGC OANGC Audit Delay Non Audit Delay Total Sumber: Output SPSS 21, 2022 Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa data yang digunakan dalam penelitian yaitu 225 data merupakan data dari 45 perusahaan selama 5 tahun mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Hasil statistik opini audit menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh opini audit wajar tanpa pengecualian berjumlah 102 dari 225 data sampel atau sebesar 45,3 Sedangkan, perusahaan yang memperoleh opini audit diluar wajar tanpa pengecualian berjumlah 123 dari 225 data atau sebesar 54,7 persen. Hasil statistik audit delay menunjukkan bahwa perusahaan yang mengalami audit delay berjumlah 41 dari 225 data sampel atau sebesar 18,2 persen. Sedangkan, perusahaan yang tidak mengalami audit delay berjumlah 184 dari 225 data sampel atau sebesar 81,8 persen. Uji Asumsi Klasik Berdasarkan Tabel 3, pengujian multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 0,978, variabel solvabilitas sebesar 0,986, dan variabel opini audit sebesar 0,991. Sedangkan nilai VIF untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 1,022, variabel solvabilitas sebesar 1,014, dan variabel opini audit sebesar 1,009. Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan nilai tolerance lebih dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas pada Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 model regresi di penelitian ini. Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Beta Tolerance VIF (Constan. UkuranPerusahaan Solvabilitas OpiniAudit Dependent Variable: AuditDelay Sumber: Output SPSS 21, 2022 Tabel 4 Hasil Uji Autokorelasi Model Summary Model R SquareAdjusted R Std. Error of the DurbinSquare Estimate Watson Predictors: (Constan. LAG_RES Dependent Variable: Unstandardized Residual Sumber: Output SPSS 21, 2022 Berdasarkan Tabel 4, yang memuat output SPSS untuk pengujian autokorelasi dengan metode Durbin-Watson, dapat diketahui bahwa nilai Durbin-Watson signifikansi lima persen, dengan jumlah data (N) sebanyak 184 data dan jumlah variabel independen sebanyak 3 . , maka diperoleh nilai DU sebesar 1,726 dan DL sebesar 1,792. Durbin-Watson sebesar 1,943 lebih kecil dari 4-DU . - 1,943 = 2,. sehingga dapat diketahui bahwa tidak terdapat permasalahan autokorelasi pada model regresi ini. Analisis Regresi Logistik Tabel 5 Hasil Pengujian Regresi Logistik Variables in the Equation Wald Sig. UkuranPerusahaan Solvabilitas Step 1a OpiniAudit Constant \ a. Variable. entered on step 1: UkuranPerusahaan. Solvabilitas. OpiniAudit. Exp(B) Sumber: Output SPSS 21, 2022 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Berdasarkan Tabel 5, persamaan analisis regresi logistik yang terbentuk sebagai Y = 6,060 Oe 0,223X1 Oe 12,575X2 Oe 0,479X3 a Keterangan: 1, 2, 3 : audit delay : konstanta : koefisien regresi : ukuran perusahaan : solvabilitas : opini audit : error Berdasarkan data persamaan hasil pengujian analisis regresi logistik yang terbentuk dari nilai constant () dan nilai koefisien dari variabel independen. Penjelasan dari persamaan regresi dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Nilai konstanta . sebesar 6,060 berarti jika semua variabel independen yaitu ukuran perusahaan (X. , solvabilitas (X. , dan opini audit (X. bernilai nol, maka audit delay (Y) akan bernilai sebesar 6,060. Nilai koefisien regresi variabel ukuran perusahaan . bernilai negatif sebesar 0,223 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan ukuran perusahaan mengalami kenaikan 1 satuan maka audit delay akan mengalami penurunan sebesar 0,223 satuan. Nilai koefisien regresi variabel solvabilitas . bernilai negatif sebesar 12,575 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan solvabilitas mengalami penurunan 1 satuan maka audit delay akan mengalami penurunan sebesar 12,575 satuan. Nilai koefisien regresi variabel opini audit . bernilai negatif sebesar 0,479 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan opini audit mengalami penurunan 1 satuan maka audit delay akan mengalami penurunan sebesar 0,479 satuan. Uji Kelayakan Model Regresi Tabel 6 Hasil Uji Kelayakan Model Regresi Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. Sumber: Output SPSS 21, 2022 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai statistik Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,486 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data. Koefisien Determinasi (R. Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less Sumber: Output SPSS 21, 2022 Pada Tabel 7, koefisien determinasi yang diperoleh dari nilai Nagelkerke R Square adalah sebesar 0,342 atau sebesar 34,2 persen. Nilai Nagelkerke R Square tersebut menunjukkan bahwa kemampuan ukuran perusahaan, solvabilitas, dan opini audit berpengaruh terhadap penerimaan audit delay sebesar 34,2 persen, sedangkan sisanya sebesar 65,8 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit delay. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini disebabkan perusahaan dengan ukuran besar maupun kecil tidak dapat menjamin bahwa mereka dapat mempublikasi laporan keuangan audit dengan tepat waktu proses audit dengan tepat waktu. Pengaruh solvabilitas terhadap audit delay. Solvabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini disebabkan semakin tinggi rasio solvabilitas dapat memengaruhi waktu yang dibutuhkan perusahaan dalam hal publikasi laporan keuangan audit dengan tepat waktu, perusahaan dengan solvabilitas yang tinggi cenderung mempercepat proses audit dan publikasi laporan keuangan. Hal ini dilakukan agar dapat menjadi nilai tambahan perusahaan dimata investor. Pengaruh opini audit terhadap audit delay. Opini audit tidak berpengaruh audit delay. Hal ini disebabkan perusahaan yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 menerima opini wajar tanpa pengecualian dan opini diluar wajar tanpa pengecualian tidak dapat menjamin bahwa mereka dapat mempublikasi laporan keuangan audit dengan tepat waktu proses audit dengan tepat waktu. PENUTUP Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh ukuran perusahaan, solvabilitas, dan opini audit terhadap audit delay pada perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa variabel solvabilitas dan opini audit berpengaruh negatif terhadap audit delay, dan variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit delay. DAFTAR PUSTAKA