JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI. Vol. No. 2 ,Desember 2024, pp:208-225 p-ISSN : 1979-116X . e-ISSN : 2621-6248 . Doi : 10. 51903/kompak. n page 1 http://journal. id/index. php/kompak Pengaruh Ukuran Perusahaan. Leverage. Biaya Audit. Audit Tenure. Dan Cash Flow Operation (CFO) Terhadap Kualitas Audit Qonita Faradilah Zahra1*. Hermanto2 Departemen Akuntansi. Universitas Esa Unggul. Indonesia Email: qonitaafz@student. id*1, hermanto@esaunggul. ARTICLE INFO ABSTRACT. Article history: The principal objective of this examination is to present novel findings derived from prior investigations concerning audit quality, with particular attention to the independent variables of company size, leverage, audit fees, audit tenure, and cash flow operations (CFO). The researchers employed a quantitative method, selecting a population of companies in the food and beverage subsector listed on the IDX for the period between 2018 and 2023. Subsequently, a purposive sampling strategy was employed to select 15 food and beverage subsector companies that met the preestablished criteria, with a research period of six This resulted in a data set of 90 observations. E-Views is a statistical software program that is utilized by researchers in this test. The simultaneous relationship between the audit quality variable and its independent variables, namely company size, leverage, audit fees, audit tenure, and cash flow operations, is demonstrated. The partial test results indicate that company size has a significant negative effect on audit quality, while leverage has a positive but insignificant effect. Neither audit fees nor audit tenure has a discernible impact on audit quality, and cash flow operations exert a significant positive influence on audit Keywords: Audit quality. company size. audit fees. audit tenure. cash flow operation. Received 30 September 2024 Received in revised form 13 November 2024 Accepted 22 November 2024 Available online 1 Desember 2024 LATAR BELAKANG Perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman berpotensi lebih besar memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian Indonesia (Bahraini et al. , 2. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya data yang tercatat di Kemenperin bahwa PDB Industri makanan dan minuman setiap tahunnya mengalami peningkatan seperti pada tahun 2023. Triwulan I dan Triwulan II PDB masing-masing mengalami peningkatan dengan mencapai angka Rp 206, 19 triliun dan Rp 209, 51 triliun, yang mana nilai tersebut tumbuh sebesar 5, 35%, sedangkan tahun sebelumnya hanya mencapai Rp 195, 75 triliun . (Kemenperin, 2. Salah satu contoh Received September 30, 2024 Revised November 13, 2024. Accepted November 22, 2024 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 perusahaan subsektor makanan dan minuman yang sudah diperkirakan dapat terus meningkatkan produktivitas kinerja hingga mencapai 30%, yaitu PT Lautan Natural Krimerindo (LNK) karena telah menerapkan industri 4. 0 sehingga mengalami kemajuan pesat (Kominfo, 2. Dalam menilai laporan keuangan yang berasal pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang sudah tercatat dalam Indonesia Stock Exchange (IDX) diperlukan auditor professional agar menghasilkan suatu laporan audit berkualitas tinggi (Susilawati et al. , 2. Laporan audit yang berkualitas tinggi berasal dari seorang auditor atau akuntan publik yang melakukan tugas pengujian laporan keuangan secara kompeten dan independen serta prosedur pengujian yang digunakan mampu menghasilkan bukti yang andal dan relevan (Francis, 2. Seorang auditor harus mempunyai sikap profesionalisme dan juga menjunjung tinggi etika yang telah ditetapkan untuk menghindari kecurangan dalam proses audit (Hamdani & Shareza Hafiz. Sikap professional auditor inilah yang menjadi jaminan keakuratan sebuah laporan keuangan (Ismail et al. , 2. Ukuran perusahaan . ompany siz. ditentukan berdasarkan total keseluruhan aset, jumlah pendapatan, jumlah karyawan, serta seluruh modal yang tercatat dalam laporan keuangan perusahaan tersebut (Pratiwi et al. , 2. Singkatnya, semakin besar ukuran perusahaan, akan diikuti dengan semakin besarnya kemampuan yang dimiliki perusahaan dalam memperoleh dan mendapatkan sumber pendanaan karena apabila perusahaan memiliki aset lebih dibandingkan dengan perusahaan lain, maka perusahaan tersebut cenderung berproduksi dalam jumlah besar (Islamiyati & Faruqi, 2. Dengan besarnya ukuran perusahaan juga dapat meningkatkan kompleksitas operasional yang mana sedikit menyulitkan auditor saat melakukan pekerjaannya sehingga dapat menurunkan kualitas audit (Morasa et al. , 2. Kebijakan utang (Leverag. memainkan peran penting dalam perusahaan yang mana leverage menunjukkan bahwa utang dapat menimbulkan risiko keuangan apabila perusahaan tidak mampu melunasinya (Nur, 2. Apabila perusahaan terjadi kesulitan dan masalah dalam pembayaran, maka kemungkinan kecurangan akan dilakukan oleh perusahaan karena kondisi keuangan perusahaan yang kurang stabil atau tidak baik, dimana hal ini menunjukkan tingkat kecurangan di dalam perusahaan lebih tinggi (Ritho, 2. Oleh karena itu, diperlukan kualitas audit dari seorang auditor harus lebih tinggi sehingga auditor dapat membuat keputusan yang tepat untuk menyelamatkan perusahaan (Choiriah, 2. Biaya audit . udit fe. sebagai imbalan atas pekerjaan berupa jasa yang telah auditor lakukan untuk memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan (Kanakriyah, 2. Perusahaan mengeluarkan biaya audit yang relatif tinggi diharapkan akan menarik KAP yang berkualitas sehingga terjadi peningkatan pada kualitas audit (Yahaya & Onyabe, 2. Pengeluaran biaya audit yang tinggi cenderung menjaga reputasi perusahaan karena kualitas audit yang dikeluarkan lebih baik, maka perusahaan mendapat kepercayaan lebih dari pihak eksternal (Gah, 2. Audit tenure menunjukkan hubungan pekerjaan antara auditor dan klien yang dilihat dari rentang waktu yang digunakan (Muslim et al. , 2. Faktanya, dalam masa kerja auditor dengan perusahaan yang singkat, pihak auditor tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengidentifikasi risiko audit pada perusahaan baru (Tania et al. , 2. Namun, dalam jangka waktu yang lama berpotensi menurunkan kualitas audit karena mempengaruhi independensi dan objektivitas dari auditor (Puspaningsih & Analia, 2. Cash Flow Operating (CFO) termasuk dalam salah satu jenis laporan arus kas yang mana hanya berkaitan langsung dengan aktivitas operasional perusahaan yang terlibat dalam penentuan laba bersih selama periode tertentu (Hakim et al. , 2. Maka dari itu, apabila kondisi keuangan perusahaan baik selain menarik para calon investor, kesempatan perusahaan mengambil tindakan praktik manajemen laba semakin kecil, maka auditor tidak menemukan adanya arus kas masuk dan keluar yang melanggar prinsip akuntansi (Martani et al. , 2. Berdasarkan riset yang dilakukan sebelumnya oleh Cahyanti et al. , menyampaikan bahwa tidak ditemukannya pengaruh antara ukuran perusahaan dan kualitas audit, sedangkan menurut Odin & Oziegbe, . bahwa pengaruh positif dihasilkan antara keduanya, berbeda JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 dari keduanya Mulyadi & Suryandari, . menyatakan ditemukannya pengaruh negatif dari hubungan dua variabel. Leverage tidak adanya pengaruh pada kualitas audit, hal itu dinyatakan oleh beberapa peneliti sebelumnya, yaitu Triani & Yanthi . dan Carp & Istrate . , sebaliknya dari hasil penelitian Awadallah . diketahui bahwa hubungan leverage dengan kualitas audit hubungan yang positif signifikan. Yahaya & Onyabe . , menyatakan pengaruh positif didapat dari hubungan biaya audit dengan kualitas audit, tetapi hasil riset Olowookere et . menyatakan sebaliknya biaya audit memberikan pengaruh negatif tidak signifikan, dan menurut Ariyanto S. E et al. biaya audit ditemukannya pengaruh dengan kualitas audit. Timbul dampak positif signifikan dari hubungan Audit tenure dengan kualitas audit dilihat dari hasil pengujian Riswan et al. , namun Ramdani . dan Martani et al. menyatakan tidak ada pengaruh antara keduanya. Menurut Olabisi et al. dan Che et al. mengungkapkan bahwa timbul hubungan positif antara CFO dengan kualitas audit, tetapi Martani et al. menyatakan sebaliknya hubungan negatif timbul antara CFO dengan kualitas audit. Namun demikian, dari semua penelitian terdahulu tidak berfokus pada data perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman serta tahun yang digunakan antara tahun 2015 sampai tahun 2018. Sementara itu, penelitian ini mengambil data pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang termasuk dalam Indonesia Stock Exchange (IDX) tepatnya tahun 2018 hingga 2023. Penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi pengaruh dari kelima variabel bebas pada variabel terikat. Output yang dihasilkan diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak terutama auditor yang membantu mengurangi kasus manipulasi laporan keuangan dalam subsektor makanan dan minuman (Puspaningsih, 2. KAJIAN TEORITIS Agency Theory Agency theory adalah teori yang pertama kali ditemukan serta diperkenalkan oleh peneliti Jensen & Meckling . , teori ini menjelaskan hubungan interaksi antara agen dan prinsipal. Pihak pertama disebut agen berperan sebagai penanggung jawab perusahaan atau manajer yang memberikan informasi kepada prinsipal dalam bentuk laporan. Teori ini muncul karena adanya konflik berupa asymetri information yang mana sebuah tindakan yang digunakan agen untuk menghasilkan penilaian yang lebih baik, tetapi pihak lain . merasa dirugikan. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa agen memiliki kecenderungan untuk memanipulasi laporan keuangan perusahaan. Maka dari itu, diperlukan auditor yang mengambil peran pihak ketiga yang diharapkan mampu meluruskan konflik tersebut. Jadi, agency theory dikatakan memiliki keterkaitan dengan penelitian ini karena konflik yang terjadi antara agen dan prinsipal dapat dikurangi dengan adanya peran kualitas audit (Sihono & Munandar, 2. Auditing Theory Menurut Toba . Auditing Theory berfungsi sebagai panduan untuk memastikan proses audit dilakukan sepadan dengan audit standards yang resmi masih berlaku, yang menjaga integritas praktik audit. Teori ini menekankan pentingnya independensi auditor untuk mencegah bias dan konflik kepentingan, serta menyoroti perlunya kompetensi yang memadai agar auditor dapat menangani berbagai situasi kompleks (Subawa et al. , 2. Profesionalisme auditor, yang mencakup integritas, ketelitian, dan komitmen terhadap standar etika, juga ditekankan untuk menjaga kepercayaan pengguna laporan audit karena komitmen seorang kompenten yang tinggi akan berperilaku sepadan dengan kepentingan publik dan tidak akan merusak profesionalismenya (Kusumawati & Syamsuddin, 2. Kualitas Audit DeAngelo . menggambarkan kualitas audit adalah sebagai probabilitas bersama bahwa seorang akuntan publik atau auditor dapat mengungkapkan pelanggaran yang terdapat pada sistem akuntansi klien. Pernyataan itu diperjelas oleh pernyataan dari Karnawati . bahwa kualitas audit merujuk pada sebuah kemungkinan yang dilakukan auditor ketika melakukan pengerjaan audit laporan keuangan perusahaan dan kemudian ditemukannya adanya JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 pengingkaran dalam laporan tersebut, kemudian dilaporkan dan dikeluarkanlah hasil laporan yang disebut sebagai laporan audit. Auditor memainkan peran kunci dalam berkontribusi terhadap kredibilitas laporan keuangan untuk menciptakan kualitas audit yang baik karena dengan audit berkualitas tinggi mendukung stabilitas keuangan perusahaan (Okereke et al. , 2. Dengan adanya peran tersebut, artinya tanggung jawab untuk melakukan audit hingga memberikan kualitas atas laporan keuangan berada di tangan auditor (Ismail et al. , 2. Ukuran Perusahaan Terdapat hubungan antara ukuran perusahaan dan profitabilitas, seperti yang diusulkan oleh Fisher & Baumol . , di mana perusahaan yang lebih besar seringkali menghasilkan laba kotor yang lebih besar daripada perusahaan yang lebih kecil. Seperti yang dapat ditunjukkan dengan mengukur total aset, ekuitas, penjualan, pendapatan, dan variabel lain yang relevan, ukuran perusahaan merupakan indikator yang baik untuk mengukur besar kecilnya suatu organisasi atau perusahaan (Karnawati & Handayani, 2. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seluruh aset perusahaan mewakili ukuran dan kematangan perusahaan secara keseluruhan (Morasa et al. Perusahaan dengan nilai total aset yang tinggi kemungkinan besar dikelola dengan baik, menguntungkan, dan memiliki prospek jangka panjang yang baik dimana didukung adanya arus kas yang baik dan keuangan yang stabil (Hasangapon et al. , 2. Leverage Durand . menyatakan bahwa leverage adalah penggunaan pinjaman modal, baik berupa utang jangka panjang maupun jangka pendek, untuk memperoleh keuntungan. Leverage mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset atau dana dengan beban tetap, seperti utang atau saham, untuk mencapai tujuan utamanya, yaitu memaksimalkan pendapatan perusahaan (Ghofir & Yusuf, 2. Rasio keuangan yang disebut leverage sering digunakan untuk menentukan seberapa besar aset organisasi didanai oleh penggunaan instrumen utang (Choiriah, 2. Selain itu, rasio leverage dapat menunjukkan seberapa siap bisnis untuk memenuhi komitmen jangka pendek dan jangka panjangnya (Soeparyono, 2. Biaya Audit Menurut (Simunic, 1. , untuk menguji daya saing industri dengan menggunakan data biaya bisa dilihat dari proses penentuan biaya audit yang mana berasal dari perkalian antara harga satuan dengan jumlah jasa audit yang diminta oleh manajemen perusahaan yang diaudit. Biaya audit merupakan hasil dari bentuk kerjasama yang dilakukan antara auditor dengan klien yang mana menentukan sejumlah biaya sebagai pembayaran atas jasa auditor (Meidawati & Assidiqi, 2. Biaya audit menjadi salah satu komponen yang mendorong auditor agar bekerja dengan baik karena jika prosedur audit yang dilakukan auditor sulit, maka wajar apabila auditor atau akuntan publik membebankan biaya atas jasa yang diberikan lebih tinggi (Amran et al. , 2. Audit tenure Menurut Mansi et al. , durasi yang mengukur lama atau tidaknya hubungan kerja antara auditor dengan klien yang mana kualitas audit akan dipengaruhi. Audit tenure merupakan masa kerja Kantor Akuntan Publik (KAP) atau auditor (AP) dalam memberikan jasa audit kepada klien . , yang mana masa kerja ini telah diatur oleh suatu badan pengawas (Riswan et al. Pertimbangan auditor dalam menilai laporan keuangan klien akan berdampak baik apabila masa kerja atau hubungan kerja kedua belah pihak dalam jangka waktu panjang karena dapat berkurangnya asymetri information antara auditor dengan perusahaan dan pengetahuan auditor mengenai kondisi laporan keuangan perusahaan semakin baik (Puspaningsih, 2. Namun, dampak negatif dari hubungan kerja yang panjang adalah terdapat kemungkinan rasa emosional lebih dalam antara kedua belah pihak sehingga berpotensi mengurangi independensi dan objektivitas dari auditor (Ramadhan & Sumardjo, 2. Cash Flow Operation (CFO) Menurut Houge & Loughran . , arus kas adalah raja, karena perusahaan dengan laba yang tinggi mempunyai proporsi pendapatan kas yang besar. Peran CFO adalah sebagai penentu operasi perusahaan yang menghasilkan kas dengan tujuan agar perusahaan dapat bebas dari segala JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 pinjaman, lancar dalam melakukan pembagian laba, dan melakukan penanaman modal baru tanpa menggunakan pendanaan diluar budget (Aini & Napitupulu, 2. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa cash flow perusahaan bernilai positif karena semua pengeluaran dapat ter-cover dengan baik dan perusahaan masih bisa melakukan pengembangan bisnis atau berinvestasi menggunakan sisa kas operasi tersebut (Sitorus & Syahputra, 2. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit Ukuran perusahaan sebagai skala penentuan besar kecilnya ukuran perusahaan yang mana dapat terlihat dari nilai ekuitas, nilai penjualan, total karyawan, total aset, dan lain sebagainya (Hermanto & Dewinta, 2. Sistem manajemen serta pengendalian internal yang efektif cenderung dimiliki oleh perusahaan ukuran besar daripada ukuran kecil karena perusahaan besar memiliki jumlah karyawan lebih banyak sehingga memudahkan dalam penyusunan laporan keuangan (Yanti & Wijaya, 2. Namun, menurut Ewert & Wagenhofer . kondisi tersebut dapat berbalik, di mana kompleksitas operasional perusahaan besar meningkatkan potensi risiko kesalahan estimasi keuangan. Hal ini berdampak pada penurunan kualitas laporan keuangan, menyulitkan auditor dalam mengidentifikasi kesalahan, dan akhirnya menurunkan kualitas audit (Morasa et al. , 2. H1: Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif terhadap Kualitas Audit Pengaruh Leverage terhadap Kualitas Audit Leverage sebagai rasio untuk mengukur sejauh mana aset perusahaan dibiayai oleh utang (Markonah et al. , 2. Karena apabila perusahaan tidak mampu melunasinya sesuai dengan rentang waktu yang disepakati, maka dipastikan status perusahaan tersebut tidak solvable dan menimbulkan risiko keuangan (Nur, 2. Risiko keuangan inilah yang menyebabkan kualitas audit menjadi buruk karena adanya keterlambatan dalam pengembalian dana (Triani & Yanthi. Selain itu, tingginya risiko keuangan membuat auditor cenderung lebih konservatif dalam memeriksa laporan keuangan untuk memberikan opini yang berkualitas (Al Ani & Chong, 2. Maka dari itu, semakin besar leverage, risiko keuangan yang dihadapi perusahaan akan semakin besar sehingga dapat memperburuk kualitas audit (Hardi et al. , 2. Pernyataan tersebut didukung oleh penelitian sebelumnya, yaitu Carp & Istrate . , yang menyatakan hasil bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. H2: Leverage berpengaruh negatif terhadap Kualitas Audit Pengaruh Biaya Audit terhadap Kualitas Audit Biaya audit atau bisa disebut sebagai imbalan atas jasa auditor menunjukkan kesepakatan antara kedua belah pihak dan biasanya biaya audit ditawarkan oleh klien ketika auditor telah selesai melakukan pekerjaannya (Amran et al. , 2. Umumnya, biaya audit yang perusahaan keluarkan lebih tinggi dapat memperkuat upaya auditor untuk meningkatkan kualitas layanan audit (Gah. Bantuan auditor berupa jasa atas layanan audit inilah yang meningkatkan biaya perusahaan melalui pemeriksaan laporan keuangan oleh auditor independen dengan proses pemeriksaannya dilakukan secara komprehensif dengan mengumpulkan dan menilai bukti-bukti yang menjadi dasar pembentukan opini yang independen (Olabisi et al. , 2. Hal tersebutlah yang membuat adanya pernyataan bahwa kualitas audit dipengaruhi biaya audit melalui bantuan atas jasa yang dilakukan auditor (Olowookere et al. , 2. Yahaya & Onyabe . telah melakukan penelitian dan setuju dengan pernyataan tersebut bahwa biaya audit berakibat positif terhadap kualitas audit. H3: Biaya Audit berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit Pengaruh Audit tenure terhadap Kualitas Audit Audit tenure digambarkan sebagai durasi hubungan kerja antara auditor dan klien atau perusahaan (Riswan et al. , 2. Pertimbangan auditor dalam menilai laporan keuangan klien akan berdampak baik setelah masa kerja yang panjang, hal ini disebabkan semakin berkurangnya asimetri informasi antara auditor dengan perusahaan dan pengetahuan auditor terhadap kondisi keuangan perusahaan semakin baik, tetapi hal tersebut juga bisa memunculkan kecurangan karena JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 hubungan kerja yang panjang memungkinkan auditor memandang klien sebagai sumber pendapatan, yang mana tentu saja dapat mengurangi independensi dan objektivitas seorang auditor (Ramadhan & Sumardjo, 2. Pernyataan tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Muslim et al. bahwa audit tenure berdampak negatif pada kualitas audit. H4: Audit tenure berpengaruh negatif terhadap Kualitas Audit Pengaruh Cash Flow Operation (CFO) terhadap Kualitas Audit Arus kas operasi dikatakan positif ditandai dengan perusahaan mampu membayar biaya, membayar dividen kepada pemegang saham, bahkan melunasi utangnya yang artinya keuangan perusahaan likuid (Oranefo & Egbunike, 2. Keuangan perusahaan likuid menjadi tanda bahwa suatu perusahaan memiliki keuangan yang sehat yang mana akan meningkatkan kualitas audit (Puspa et al. , 2. Karena dengan tingginya arus kas operasional pada suatu perusahaan dapat mengurangi risiko yang akan auditor hadapi terutama saat melakukan pemeriksaan laporan keuangan dengan begitu pekerjaan auditor akan lebih mudah sehingga efektivitas audit meningkat serta kualitas auditnya (Che et al. , 2. Selain itu, apabila perusahaan memiliki cash flow operation positif dapat mengurangi asimetri informasi antara pihak manajer dan pemangku kepentingan, apabila masalah keagenan ini tidak ada, pekerjaan audit akan lebih efisien sehingga meningkatkan kualitas audit (Dao et al. , 2. Pernyataan tersebut sesuai dengan hasil penelitian (Nwoye et al. , 2. bahwa CFO berpengaruh positif terhadap kualitas audit. H5: Cash Flow Operation (CFO) berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit Pengaruh Ukuran Perusahaan. Leverage. Biaya Audit. Audit tenure, dan Cash Flow Operation (CFO) Terhadap Kualitas Audit Keakuratan laporan audit hasil dari kinerja auditor professional yang menanamkan sikap independensi dan objektivitas ketika memeriksa laporan keuangan perusahaan sehingga kualitas audit yang dihasilkan telah memenuhi ketentuan dan standar pengauditan (Pinatik, 2. Perusahaan dengan ukuran besar ditandai dari kepemilikan nilai aset, nilai ekuitas, nilai penjualan, dan jumlah investor dengan perusahaan menjalankan operasionel bisnis yang kompleks yang mana menjadi kesulitan auditor untuk mengalinasis financial report perusahaan karena dibatasi waktu yang telah disepakati sehingga membuat auditor tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya dan akan menghasilkan output yang kurang akurat, yang berdampak pada kurang berkualitasnya laporan audit (Rusmin & Evans, 2. Pengendalian dana menjadi salah satu faktor penting dalam perusahaan, karena perusahaan dapat melunasi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang serta terhindar dari risiko keuangan yang mana dapat mempengaruhi kualitas audit dari laporan keuangan perusahaan (Nur, 2. Pembebanan biaya audit yang tinggi didapat perusahaan karena adanya kerja sama antara perusahaan dengan auditor atas layanan audit dalam memeriksa dan menganalisis laporan keuangan perusahaan untuk meningkatkan kualitas audit (Gah, 2. Lamanya hubungan kerja antara auditor dengan perusahaan mengakibatkan kemungkinan terjadinya kecurangan karena berkurangnya sikap professional dan objektivitas auditor yang sudah tercampur dengan rasa emosional dari kedekatan hubungan kedua belah pihak sehingga kualitas audit yang dihasilkan semakin memburuk (Ramadhan & Sumardjo, 2. Cash flow operation dapat memberikan informasi bahwa perusahaan bersifat likuid atau tidak likuid yang diketahui dari lancarnya pembayaran biaya-biaya terkait dengan utang dan dividen, hal tersebut memperlihatkan bahwa laporan keuangan perusahaan berkualitas sehingga mempengaruhi kualitas audit yang didapat perusahaan (Oranefo & Egbunike, 2. H6: Ukuran Perusahaan. Leverage. Biaya Audit. Audit tenure, dan Cash Flow Operation (CFO) berpengaruh terhadap Kualitas Audit Dari hasil hipotesis di atas menjelaskan mengenai hubungan antara kelima variabel independen, yaitu ukuran perusahaan, leverage, biaya audit, audit tenure, dan cash flow operation, sedangkan untuk variabel dependennya menggunakan kualitas audit. Dengan demikian terbentuklah model dari penelitian ini: JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Gambar 1. Model Penelitian METODE PENELITIAN Metode kuantitatif menjadi metode yang dipilih dalam riset ini sebagai upaya agar menyelidiki hubungan antar dua variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen dimana metode analisis populasi yang digunakan berfokus pada data berupa angka-angka dan diolah menggunakan statistik (Mulyadi & Suryandari, 2. Kualitas audit (ABS) sebagai variabel dependen yang diukur menggunakan proxy kualitas laba, sedangkan kualitas laba diukur dengan akrual diskresioner (DAC) menggunakan model Kasznik . yang mana memberikan hasil yang lebih baik (Martani et al. , 2. Ukuran perusahaan diukur menggunakan logaritma natural total aset pada periode akhir atau akhir tahun (Cahyanti et al. , 2. Digunakan proxy Debt to Equity Ratio untuk leverage dengan perhitungan jumlah utang dibagi dengan total ekuitas pada akhir periode (Hisar et al. , 2. Pengukuran yang digunakan biaya audit meliputi proxy logaritma natural biaya audit yang terdapat dalam laporan tahunan perusahaan (Panjaitan & Haryanto, 2. Audit tenure diukur berdasarkan waktu dalam setahun dimana auditor yang sama telah melakukan penugasan audit dalam batasan peraturan yang telah ditetapkan (Yanti & Wijaya, 2. Cash flow operation (CFO) diukur dengan logaritma natural arus kas operasi (Martani et al. , 2. Regresi linear berganda menjadi pilihan untuk mengukur hubungan sebab akibat dari setiap variabel independen dan dependen. Riset ini merupakan penelitian dengan jenis sekunder yang mengambil dan mengumpulkan annual report & financial report dari perusahaan bergerak dibidang manufaktur dengan subsektor makanan dan minuman yang masuk dalam daftar Indonesia Stock Exchange (IDX) serta website resmi setiap perusahaan yang tercatat antara tahun 2018 hingga tahun 2023. Purposive sampling method dipilih sebagai metode yang membantu dalam penyaringan sehingga mencapai kategori yang sesuai dengan variabel penelitian ini dengan mencantumkan beberapa persyaratan, yaitu perusahaan manufacturing pada bagian sektor pangan dan minuman yang secara konsisten masih dalam daftar situs resmi IDX periode 2018 Ae 2023, menampilkan laporan keuangan tahunan selama periode 2018 Ae 2023, menampilkan biaya audit atau biaya professional, menampilkan laporan keuangan menggunakan satuan Rupiah, serta menampilkan laporan auditor di dalam laporan tahunan. Pengujian data untuk penelitian ini menggunakan software statistik. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 yaitu E-VIEWS, yang mana untuk membantu melakukan beberapa pengujian seperti normality test, descriptive test, autocorrelation test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, uji simultan . , uji Adjusted R2, dan uji parsial . Dari 44 perusahaan bagian sektor manufaktur makanan dan minuman hanya 15 perusahaan yang lolos untuk dijadikan sampel penelitian dengan periode enam tahun. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 1. Hasil Uji Deskriptif Variabel Proksi Mean Max Min Std. Dev Kualitas Audit Ukuran Perusahaan Leverage DER Biaya Audit Audit Tenure -134157* Cash Flow CFO Operation *dalam jutaan rupiah Berdasarkan dengan tabel 1 memberikan gambaran umum mengenai variabel dependen, kualitas audit, yang diukur menggunakan akrual diskresioner berdasarkan model Kasznik . dan jurnal Martani et al. Dari 90 sampel perusahaan, nilai rata-rata akrual diskresioner 075982, menunjukkan tingkat manajemen laba yang moderat. Artinya, rata-rata perusahaan dalam sampel cenderung melakukan manajemen laba secara berlebihan. Karena ukuran manajemen laba yang baik ada pada rentang 0 > DAC < 1 (Jaya, 2. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk tahun 2022 memiliki nilai minimum 0. 001000, menunjukkan manajemen laba rendah terlihat dari tidak ditemukannya restatement yang menyebabkan laba melambung tinggi atau kualitas laba dalam perusahaan tersebut tinggi, maka kualitas audit lebih Sebaliknya. PT FKS Food Sejahtera Tbk tahun 2020 memiliki nilai maksimum 0. menunjukkan manajemen laba tinggi terlihat dari ekuitas yang defisit yang mana memicu manajemen untuk memanipulasi laba agar laporan keuangan lebih terlihat baik sehingga kualitas laba rendah karena auditor kurang melakukan pencegahan pada perusahaan yang manajemen laba sehingga menyebabkan kualitas audit yang kurang baik. Standar deviasi sebesar 0. mengindikasikan variasi yang signifikan dalam tingkat manajemen laba di antara perusahaanperusahaan tersebut. Meskipun pengukuran akrual diskresioner dapat memberikan indikasi awal mengenai kualitas audit, penilaian yang lebih komprehensif harus mempertimbangkan aspekaspek lain dari profesionalisme auditor, seperti independensi, kompetensi, dan skeptisisme profesional, untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kualitas audit. Variabel ukuran perusahaan (CS) mengungkapkan variasi signifikan dalam total aset bersih perusahaan yang dianalisis, dengan nilai minimum sebesar Rp 747. 000 tercatat pada PT Sekar Laut Tbk tahun 2018 dan nilai maksimum mencapai Rp 186. 000 pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk tahun 2023. Standar deviasi sebesar Rp 43. menunjukkan penyebaran yang luas, mengindikasikan perbedaan yang signifikan dalam ukuran perusahaan, sementara nilai rata-rata . sebesar Rp 21. 000 menggambarkan ukuran rata-rata perusahaan dalam sampel perusahaan makanan dan minuman periode 2018 Indikator perusahaan digunakan untuk membedakan ukuran setiap perusahaan dilihat dari total aset bersih, perusahaan dengan minimum aset bersih 50 juta disebut perusahaan JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 mikro, perusahaan kecil yang memiliki aset bersih diantara 50 juta Ae 500 juta, perusahaan sedang atau menengah dengan rentang aset bersih 500 juta Ae 10 miliar, untuk perusahaan besar total asset yang dimilikinya melebihi 10 miliar (Kasih & Indrati, 2. Dari indikator tersebut, diketahui perusahaan pada subsektor ini masuk pada perusahaan skala besar karena rata rata total asetnya lebih dari 10 miliar yang artinya perusahaan memiliki kekuatan pada finansialnya yang terletak pada aset tetap terutama mesin untuk mendukung kegiatan proses produksi agar memperoleh Variabel leverage (DER) untuk nilai minimum mencapai angka -2. 127341 berada pada PT FKS Food Sejahtera Tbk tahun 2019 dengan penyebab utamanya peningkatan liabilitas jangka panjang dan kerugian akumulasi defisit ekuitas yang besar dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pada tahun 2017 terjadinya penurunan saldo laba dan rekonsiliasi kepentingan nonpengendali. Nilai maksimum mencapai angka 17. 21064 berada pada PT. Central Proteina Prima Tbk tahun 2019 dan untuk standar deviasi sebesar 2. 136887 dan nilai mean sebesar 1. Secara umum. DER dengan angka <1 mengartikan bahwa ekuitas perusahaan dapat melunasi kewajiban jangka panjang perusahaan dapat dianggap perusahaan dalam kondisi baik (Pitrawiah & Hendrani, 2. Dari indikator tersebut, diketahui perusahaan dalam subsektor ini memiliki leverage yang kurang baik karena nilai mean menunjukkan 1. 096267 atau lebih dari standar DER yang baik. Artinya, perusahaan-perusahaan ini kurang bijak dalam mengatur ekuitas untuk melunasi utang jangka panjang. Variabel biaya audit untuk nilai minimum mencapai angka Rp 200. 000 berada pada PT. Dua Putra Utama Makmur Tbk tahun 2020 & 2023 selain perbedaan KAP dan pengalaman dari auditor serta kondisi keuangan dalam perusahaan juga bisa menjadi faktor ditentukannya pengeluaran biaya untuk proses audit. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tahun 2021 memiliki kegiatan operasional yang besar dan kompleks serta beragamnya anak perusahaan menjadi penyebab utama tercapainya nilai maksimum sebesar Rp 7. 000 hanya untuk biaya audit. Dengan standar deviasi sebesar 1. 000 dan nilai mean sebesar 1. Dari nilai mean, diketahui rata-rata perusahaan mengeluarkan biaya audit sebesar 1. untuk menjalankan kegiatan auditnya. Variabel audit tenure untuk nilai minimum mencapai angka 1. 000000 berada pada PT. Akasha Wira International Tbk tahun 2020 & 2023. PT FKS Food Sejahtera Tbk tahun 2018, 2020, 2021, & 2023. PT. Budi Starch & Sweetener Tbk 2019 & 2021. PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk 2018 & 2021. PT. Central Proteina Prima Tbk 2018, 2019, & 2022. PT. Delta Djakarta Tbk 2018, 2019, 2020, & 2023. PT. Dua Putra Utama Makmur Tbk 2018, 2020, 2021. 2022, & 2023. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 2019, 2020, & 2021. PT Indofood Sukses Makmur Tbk 2019, 2020, & 2021. PT. Mayora Indah Tbk 2019 & 2022. PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk 2019 & 2021. PT. Sekar Bumi Tbk 2018, 2019, 2020, 2022, & 2023. PT. Sekar Laut Tbk 2020 & 2022. PT. Tigakarsa Satria Tbk 2018, 2019, 2021, & 2023, dan PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk tahun 2020 & 2023 dan nilai maksimum mencapai 000000 berada pada PT. Akasha Wira International Tbk 2019 & 2022. PT. Budi Starch & Sweetener Tbk tahun 2018 & 2023. PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk tahun 2020 & 2023. PT. Central Proteina Prima Tbk tahun 2021. PT. Delta Djakarta Tbk tahun 2022. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tahun 2018 & 2023. PT Indofood Sukses Makmur Tbk tahun 2018 & 2023. PT. Mayora Indah Tbk 2018 & 2021. PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk tahun 2023. PT. Sekar Laut Tbk tahun 2019, dan PT. Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk tahun 2019 & 2022 dan kemudian untuk standar deviasi sebesar 0. 785400 serta nilai mean sebesar Indikator audit tenure yang baik adalah maksimal 5 tahun buku berturut-turut menurut Kemenkeu . , tetapi menurut Otoritas Jasa Keuangan . untuk perusahaan publik atau non publik tercatat batasan waktu perserikatan audit paling lama 3 tahun berturut-turut dengan masa jeda selama 2 tahun untuk dapat kembali memakai jasa akuntan publik yang sama. Dari nilai mean diketahui bahwa audit tenure pada perusahaan yang tercatat sudah baik karena rata JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 rata perusahaan subsektor ini memakai jasa auditor kurang dari 3 dan 5 tahun dilihat berdasarkan hasil uji deskriptif nilai rata-rata sebesar 1. Variabel Cash Flow Operation (CFO) untuk nilai minimum mencapai angka Rp 134. 097 berada pada PT. Dua Putra Utama Makmur Tbk tahun 2019 yang disebabkan adanya penurunan secara signifikan penerimaan kas dari pelanggan daripada tahun sebelumnya dan nilai maksimum mencapai angka Rp 18. 000 berada pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk tahun 2023 yang artinya perusahaan tersebut sudah cukup memenuhi kewajiban jangka pendeknya sehingga menunjukkan kinerja operasional yang baik dan untuk standar deviasi 000 dan nilai mean sebesar 2. 000 yang memberikan gambaran rata-rata kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dari aktivitas operasional. Uji Normalitas Terlihat bahwa uji normalitas dari data awal berjumlah 90 data setelah melalui outlier didapat 60 data yang normal. Uji ini menggunakan uji Jarque-Bera yang mana menghasilkan nilai P-Value = 0. 790957 yang mana lebih besar dari 0. Temuan ini menunjukkan bahwa 60 titik data memenuhi persyaratan untuk distribusi normal. Uji Autokorelasi Dilakukan menggunakan uji Breusch-Godfrey jika dilihat pada tabel yang terdapat di lampiran diketahui hasil nilai prob pada uji tersebut bernilai 0. Uji autokorelasi dinyatakan lolos jika nilai probabilitasnya lebih dari 0,05 . ,512 > 0,. , yang mengindikasikan bahwa model penelitian tidak menunjukkan adanya gejala autokorelasi. Uji Multikolinearitas Nilai VIF terpusat untuk X1 adalah 9. 650343, untuk X2 adalah 1. 471063, untuk X3 adalah 509055, untuk X4 adalah 1. 064973, dan untuk X5 adalah 7. 794882, semua angka ini kurang dari 10, maka tidak ada multikolinearitas. Hal ini menunjukkan bahwa model tersebut lolos uji multikolinieritas atau tidak ada masalah multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini dibantu menggunakan White Test, pada uji ini nilai prob harus lebih besar dari 0. sehingga akan dianggap lolos. Nilai probabilitas F-statistik adalah 0. 6903, yang lebih dari 0. 6158 > 0. Dengan demikian, diputuskan bahwa pengujian ini tidak bersifat heteroskedastis. Uji Simultan (Uji F) Pada tabel 2 yang terdapat di lampiran menunjukkan hasil uji simultan . yang artinya bahwa nilai tersebut lebih kecil dari 0. 000174 < 0. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa semua variabel independen . kuran perusahaan, leverage, biaya audit, audit tenure, dan cash flow operatio. pada penelitian ini berpengaruh secara serempak pada kualitas Variabel CS Ie AQ DER Ie AQ AF Ie AQ AT Ie AQ CFO Ie AQ Std. Eror Tabel 2. Hasil Uji Parsial t-value Pr(>. ) Hipotesis Hasil Kesimpulan Diterima Ditolak Ditolak Ditolak Diterima JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Hasil uji parsial . ji T) diterima apabila menghasilkan nilai signifikan kurang dari 0. jika dilihat dari tabel di atas menunjukkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan (CS) nilai 0001 < 0. 05 dengan t-value koefisien -4. 064310 yang artinya variabel ini diterima dan memiliki pengaruh negatif, secara signifikan terhadap Kualitas Audit (AQ). Variabel Leverage (DER) hasil nilai signifikannya 0. 0001 < 0. 05 dengan t-value 3. 680489 yang artinya variabel ini memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap Kualitas Audit (AQ). Variabel Biaya Audit (AF) hasil nilai signifikannya 0. 1585 > 0. 05 yang artinya variabel ini ditolak atau tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit (AQ). Variabel Audit tenure (AT) nilai signifikan 6827 > 0. 05 yang artinya variabel ini ditolak atau tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit (AQ). Variabel Cash Flow Operation (CFO) nilai signifikan 0. 0000 < 0. 05 dengan t-value 011513 yang artinya variabel ini diterima dan memiliki pengaruh positif secara signifikan terhadap Kualitas Audit (AQ). Uji Adjusted R2 Pada uji ini apabila didapat nilai Adjusted R2 tinggi, maka memberikan arti setiap variabel independen memiliki pengaruh yang semakin kuat terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini hasil Adjusted R2 berada di nilai 0. 298 atau 29,8% yang artinya bahwa variabel independen seperti ukuran perusahaan, leverage, biaya audit, audit tenure, cash flow operation, hanya mampu menjelaskan kualitas audit sebesar 29,8% yang mana sisanya sebesar 70. 2% terdapat pada variabel independent lain seperti Audit Switching. Financial Distress dan Asset Growth (Cahyanti et al. , 2. kemudian Firm Audit Size, serta Audit Reputation dan Time Budget Pressure (Irianto. Analisis Regresi Linear Berganda Pada penelitian didapat perolehan persamaan regresi linear berganda yang menggunakan software EViews: 224ABS_DACit = 0. 162 Ae 4. 381CSit 4. 129DERit 0. 008AFit 0. 411ATit 5. 011CFOit 0. 094Ait Dari rumus persamaan regresi di atas diketahui bahwa konstanta memiliki nilai 0. sedangkan jika dilihat pada koefisien Ukuran Perusahaan (CS) menunjukkan nilai -4. 381 dengan anggapan jika ukuran perusahaan terjadi penurunan 1% akibatnya Kualitas Audit (AQ) akan terjadi penurunan sebesar 4. Koefisien Leverage (DER) menunjukkan nilai 4. 129 dengan anggapan jika Leverage (DER) terjadi peningkatan 1% mengakibatkan Kualitas Audit meningkat Koefisien Biaya Audit (AF) menunjukkan nilai 0. 008 dengan anggapan jika Biaya Audit (AF) terjadi peningkatan 1%, maka Kualitas Audit (AQ) terjadi peningkatan sebesar 0. Koefisien Audit tenure (AT) menunjukkan nilai 0. 411 dengan anggapan jika Audit tenure (AT) terjadi peningkatan 1%, maka mengakibatkan Kualitas Audit (AQ) terjadi peningkatan sebesar Koefisien Cash Flow Operation (CFO) menunjukkan nilai 5. 011 dengan anggapan jika Cash Flow Operation (CFO) terjadi peningkatan 1%, maka Kualitas Audit (AQ) akan terjadi peningkatan nilai sebesar 5. Pembahasan Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Audit Pada hasil uji T diketahui bahwa untuk variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kualitas audit yang dapat diartikan hipotesis pada H1 diterima. Dengan penjelasan bahwa pengendalian internal yang baik yang ditemukan pada perusahaan dengan ukuran besar tidak selalu meningkatkan kualitas audit. Karena pada dasarnya semakin besar perusahaan semakin kompleks juga rangkaian bisnis yang terjadi dalam perusahaan seperti banyaknya transaksi yang dapat menjadi hambatan auditor karena auditor perlu memastikan bahwa seluruh transaksi yang berjalan sudah sesuai dengan peraturan atau prosedur yang berlaku. Hal tersebutlah yang menjadi perhatian utama auditor karena auditor perlu memastikan keakuratan laporan keuangan yang mana telah terikat perikatan atau perjanjian terkait batasan waktu yang telah ditentukan. Dengan begitu, kemungkinan auditor akan melakukan premature JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 sign-off lebih besar sehingga opini yang dikeluarkan tidak akurat. Dengan demikian, perusahaan besar tidak selalu membawa pengaruh positif terhadap kualitas audit, sebaliknya bisa membawa pengaruh negatif yang dapat menurunkan kualitas audit. Pernyataan ini sudah sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mulyadi & Suryandari . , tetapi Awadallah . memberikan hasil sebaliknya. Pengaruh Leverage terhadap Kualitas Audit Pada hasil uji T diketahui bahwa untuk variabel leverage berpengaruh positif terhadap kualitas audit secara signifikan yang dapat diartikan hipotesis pada H2 ditolak. Dengan leverage tinggi serta menghadapi kenaikan risiko keuangan, maka manajemen perusahaan diharuskan lebih proaktif dalam memastikan kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur internal untuk menghindari pelanggaran perjanjian utang yang dapat memicu default bahkan kebangkrutan. Proaktifitas ini menciptakan lingkungan perusahaan yang lebih terstruktur, transparan, dan terkendali, dampaknya akan memudahkan auditor dalam melakukan pekerjaannya. Dengan adanya kebijakan kepatuhan yang ketat, pengendalian internal yang kuat, transparansi yang tinggi, dan komunikasi yang baik, auditor dapat melakukan audit dengan lebih efektif dan efisien, sehingga meningkatkan kualitas audit secara keseluruhan karena opini yang dikeluarkan auditor lebih akurat dan berkualitas. Menurut. Awadallah . mengindikasi adanya kesamaan hasil bahwa leverage berpengaruh positif, tetapi Triani & Yanthi . berbeda hasilnya, yaitu tidak memberikan pengaruh pada kualitas audit. Pengaruh Biaya Audit terhadap Kualitas Audit Pada hasil uji T dinyatakan bahwa untuk variabel biaya audit tidak berpengaruh terhadap kualitas audit atau diartikan hipotesis H3 ditolak. Biaya audit tidak mempengaruhi kualitas audit walaupun suatu perusahaan mengeluarkan biaya tinggi untuk memperkuat upaya auditor dalam meningkatkan kualitas dalam melakukan layanan audit ternyata tidak selalu terbukti, seperti yang tertera pada hasil uji T dalam penelitian ini, bahwa biaya audit tidak dapat memprediksi kualitas dari suatu laporan auditor itu bagus karena ada faktor lain yang memberikan kekuatan dalam hal meningkatkan kualitas audit, dengan auditor menerapkan Standar Penerapan Akuntan Publik (SPAP) dipastikan bahwa auditor telah beroperasi sesuai dengan standar operasional tinggi karena penanaman sikap independensi, kompetensi, dan integritas yang dimiliki auditor. Disimpulkan, peningkatan kualitas audit tidak ada pengaruhnya dengan biaya audit yang perusahaan keluarkan karena peningkatan kualitas audit lebih bergantung pada penerapan SPAP oleh seorang auditor Penjelasan ini didukung oleh hasil penelitian dari Ariyanto S. E et al. , tetapi tidak didukung oleh Yahaya & Onyabe . bahwa variabel ini mendukung peningkatan kualitas Pengaruh Audit tenure terhadap Kualitas Audit Temuan uji T untuk variabel X4, yaitu audit tenure tidak memberikan pengaruh atau diartikan bahwa H4 ditolak pada variabel kualitas audit. Penolakan hipotesis ini kemungkinan besar disebabkan oleh fakta bahwa jangka waktu penugasan audit . udit tenur. telah ditentukan sebelum proses audit dimulai, sehingga durasi penugasan tersebut, baik lama maupun singkat, tidak secara signifikan mempengaruhi kualitas audit. Meskipun auditor yang bertugas lebih lama memiliki peluang untuk menggali informasi lebih mendalam tentang perusahaan, kualitas audit tetap lebih banyak ditentukan oleh objektivitas dan kompetensi auditor. Dengan kata lain, meskipun pengalaman yang diperoleh dari penugasan audit yang panjang dapat memberikan pemahaman lebih mendalam, hal ini tidak otomatis meningkatkan kualitas audit karena faktor utama yang menentukan kualitas adalah bagaimana auditor menerapkan objektivitas dan kompetensinya selama proses audit. Penjelasan ini didukung oleh Ramdani . , namun berbeda hasil dimana Riswan et al. menyatakan audit tenure secara positif mempunyai pengaruh dengan kualitas audit. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Pengaruh Cash Flow Operation terhadap Kualitas Audit Pada hasil uji T, variabel X5, yaitu cash flow operation terbukti berpengaruh positif secara signifikan pada kualitas audit yang mana sama hasilnya dengan hipotesis H5 yang diartikan hipotesis tersebut diterima. Cash flow operation positif menjadi tanda bahwa keuangan suatu perusahaan dalam keadaan likuid atau tidak terjadi masalah yang berkaitan dengan pendanaan. Tingginya cash flow operation meningkatkan kualitas audit karena kemungkinan risiko yang akan dialami perusahaan akan berkurang terutama risiko keuangan karena keuangan dalam perusahaan tersebut cenderung stabil sehingga laporan keuangan yang dihasilkan dapat lebih akurat. Hal tersebut dapat membantu auditor memudahkan pekerjaannya seperti pada saat memverifikasi data keuangan dalam perusahaan. Dihasilkan bahwa peneletian ini telah sesuai dengan hasil penelitian Olabisi et al. tetapi tidak sama hasilnya dengan penelitian dari (Martani et al. , 2. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Leverage. Biaya Audit. Audit tenure, dan Cash Flow Operation terhadap Kualitas Audit Setelah melakukan uji simultan . yang mana dihasilkan bahwa nilai yang didapat sebesar 000174 < . 05 atau kurang dari 5% dengan artian seluruh variabel bebas atau independen, yaitu ukuran perusahaan, leverage, biaya audit, audit tenure, cash flow operation terbukti bahwa keseluruhan berpengaruh secara simultan terhadap variabel terikat atau dependen, yaitu kualitas Perusahaan besar tidak selalu memiliki kualitas audit yang lebih baik meskipun pengendalian internal diterapkan dengan baik, karena auditor menghadapi tantangan lebih besar dalam memahami dan mengidentifikasi laporan keuangan serta seluruh proses bisnis yang Auditor membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan analisis mendalam terkait laporan keuangan yang kompleks agar laporan audit yang dihasilkan akurat. Selain itu, perusahaan dengan leverage tinggi dan risiko keuangan yang meningkat mungkin lebih termotivasi untuk meningkatkan pengendalian internal dan transparansi proses bisnis guna menjaga reputasi, terutama di bawah pengawasan kreditur yang ketat. Auditor juga cenderung bekerja lebih teliti dan konservatif dalam situasi ini, meningkatkan kualitas audit melalui opini yang lebih akurat dan berkualitas. Namun, biaya audit tidak selalu dapat memprediksi kualitas laporan audit karena ditemukannya beberapa faktor seperti independensi, kompetensi, dan integritas auditor lebih berpengaruh dalam meningkatkan kualitas audit. Variabel keempat Audit tenure juga tidak selalu mempengaruhi kualitas audit secara linear, tetapi kuadratik. kerja yang panjang dapat meningkatkan kualitas audit dengan mengurangi asymetri information dan mempertajam kompetensi auditor, namun kualitas bisa menurun seiring waktu akibat menurunnya independensi auditor karena kedekatan emosional. Selain itu, cash flow operation positif menunjukkan likuiditas yang baik dalam perusahaan, mengurangi risiko keuangan dan memudahkan auditor dalam memverifikasi data keuangan, sehingga meningkatkan kualitas audit. KESIMPULAN DAN SARAN Berfokus pada perusahaan bagian sektor makanan dan minuman yang telah tercatat dalam Indonesia Stock Exchange (IDX) dengan rentang tahun penelitian enam tahun mulai dari 2018 hingga 2023, kesimpulan yang bisa didapat berdasarkan hasil penelitian antara hubungan variabel independen ukuran perusahaan, leverage, biaya audit, dan audit tenure serta cash flow operation dengan kualitas audit menghasilkan hasil yang berbeda. Pada hasil variabel independen X1 berupa ukuran perusahaan memiliki dampak negatif secara signifikan dengan kualitas audit, begitu pula dengan variabel X2 leverage memiliki dampak negatif dengan kualitas audit, tetapi tidak signifikan, sedangkan untuk variabel X3 biaya audit dan X4 audit tenure tidak memiliki dampak terhadap variabel dependen, kemudian untuk variabel cash flow operation memiliki dampak positif signifikan dengan kualitas audit. Konsekuensi yang harus ditanamkan oleh setiap auditor eksternal adalah menjunjung tinggi profesionalitas, integritas, dan kompetensi, sehingga output yang dihasilkan berupa laporan keuangan yang berkualitas tanpa kesalahan baik dalam bentuk material maupun non-material. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Dengan demikian, auditor menciptakan kredibilitas laporan keuangan suatu perusahaan yang menarik minat investor untuk berinvestasi, membantu pertumbuhan perusahaan dengan meningkatkan profit. Auditor perlu mengalokasikan waktu dan sumber daya yang cukup untuk mengatasi kompleksitas bisnis pada perusahaan besar, sambil terus meningkatkan kompetensi dan menjaga independensi mereka. Dengan mendorong perusahaan yang memiliki leverage tinggi untuk meningkatkan kepatuhan dan transparansi, serta memperhatikan cash flow operation sebagai indikator likuiditas dan stabilitas keuangan, auditor dapat memudahkan proses verifikasi data keuangan. Pendekatan terintegrasi yang mempertimbangkan berbagai faktor seperti ukuran perusahaan, leverage, biaya audit, audit tenure, dan cash flow operation secara bersamaan akan membantu auditor mengeluarkan laporan audit dengan kualitas lebih baik dan dapat diandalkan, menjaga integritas profesi audit serta memberikan nilai tambah bagi klien mereka. Penulis secara sadar mengetahui banyak keterbatasan dan kekurangan yang terjadi selama proses penelitian, terutama singkatnya periode pengujian yang diambil berkisar enam tahun saja dimulai dari tahun 2018 sampai 2023 dengan hanya mengambil sampel penelitian perusahaan bagian sektor pangan dan minuman, selain itu penulis hanya mengambil lima variabel independen dengan sedikit model penelitian yang memberikan pengaruh terhadap variabel dependen. Maka dari itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan mengambil lebih banyak sampel disemua perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur serta dapat menambah periode penelitian hingga yang terbaru sehingga penelitian yang membahas tentang kualitas audit dapat selalu terperbarui dan dapat menambahkan lagi variabel independen yang lebih memberikan pengaruh terhadap kualitas audit, seperti auditor reputation, financial distress, asset growth, serta audit change. DAFTAR REFERENSI Aini. , & Napitupulu. The Influence of Operating Cash Flow . Net Income . Depreciation Expenses , and Amortization Expenses on Cash Flow Forecasting at PT . Bank XYZ. , 126Ae135. Al Ani. , & Chong. Interplay between Accounting Conservatism. Auditing Conservatism and Quality of Earnings in Oman. SSRN Electronic Journal, 1. , 167Ae205. https://doi. org/10. 2139/ssrn. Amran. Susanto. Kalsum. Fitrianti. , & Muslim. The Effect of Company Complexity and Company Size Against Audit Fees. Point of View Research Accounting and Auditing, 2. , 59Ae65. Ariyanto S. Fanani SE. , & Ak. The Influence of Social Ties. Audit Tenure and Audit Fee towards Audit Quality. International Journal of Advances in Scientific Research and Engineering, 06. , 138Ae145. https://doi. org/10. 31695/ijasre. Awadallah. Measuring the Effectiveness of Selected Corporate Governance Practices and Their Implications for Audit Quality: Evidence from Qatar. Afro-Asian Journal of Finance and Accounting, 10. , 24Ae47. https://doi. org/10. 1504/AAJFA. Bahraini. Endri. Santoso. Hartati. , & Pramudena. Determinants of Firm Value: A Case Study of the Food and Beverage Sector of Indonesia. Journal of Asian Finance, 8. , 839Ae0847. https://doi. org/10. 13106/jafeb. Cahyanti. Hastuti. , & Werdiningsih. The Effect of Financial Distress. Company Size. Asset Growth. Auditor Switching. Audit Tenure and Audit Fee on Audit Quality(Study on Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange 20152. International Journal of Scientific and Academic Research, 02. , 01Ae10. https://doi. org/10. 54756/ijsar. Carp. , & Istrate. Audit Quality under Influences of Audit Firm and Auditee Characteristics: Evidence from the Romanian Regulated Market. Sustainability (Switzerlan. , 13. https://doi. org/10. 3390/su13126924 Che. Hope. , & Langli. How Big-4 Firms Improve Audit Quality. Management Science, 66. , 4552Ae4572. https://doi. org/10. 1287/mnsc. Choiriah. Effect of Leverage and Free Cash Flow on Earnings Management with an JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Independent Audit Committee as a Moderation. Journal of Economics. Finance and Management Studies, 05. , 3633Ae3638. https://doi. org/10. 47191/jefms/v5-i12-21 Dao. Xu. , & Liu. Impact of The Disclosure of Audit Engagement Partners on Audit Quality: Evidence from The USA. International Journal of Auditing, 23. , 112Ae124. https://doi. org/10. 1111/ijau. DeAngelo. Auditor Size and Audit Fees. Journal of Accounting and Economics, 3. , 183Ae199. Durand. Costs of Debt and Equity Funds for Business: Trends and Problems of Measurement. NBER. Ewert. , & Wagenhofer. Effects of Increasing Enforcement on Financial Reporting Quality and Audit Quality. Journal of Accounting Research, 57. , 121Ae168. https://doi. org/10. 1111/1475-679X. Fisher. , & Baumol. Business Behavior. Value, and Growth. The Economic Journal, 72. , 708Ae711. Francis. What Exactly Do We Mean by Audit Quality? Accounting in Europe, 1Ae11. https://doi. org/10. 1080/17449480. Gah. A Meta-Analysis of Audit Fees Determinants: Evidence from an Emerging Market. Iranian Journal of Accounting. Auditing and Finance, 4. , 1Ae17. https://doi. org/10. 22067/ijaaf. Ghofir. , & Yusuf. Effect of Firm Size and Leverage on Earning Management. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 1. , 218Ae225. Hakim. Pasaribu. Gulo. Katharina. , & Kalsum. Analysis of Cash Flow from Operating Activities. Cash Flow from Investing Activities. Cash Flow from Financing Activities. Gross Profit Margin, and Earnings per Share on The Stock Price. Priviet Social Sciences Journal, 3. , 1Ae9. https://doi. org/10. 55942/pssj. Hamdani. , & Shareza Hafiz. Exploring the Professionalism and Dysfunctional Behavior of Public Accountants on Audit Quality Analysis of the effectiveness and behavior of public sector institutions against corruption View project Exploring the Professionalism and Dysfunctional Behavi. Integrative Business and Economics Research. February, 9Ae19. Hardi. Wiguna. Hariyani. , & Putra. Opinion Shopping. Prior Opinion. Audit Quality. Financial Condition, and Going Concern Opinion. The Journal of Asian Finance. Economics Business, 7. , 169Ae176. https://doi. org/10. 13106/jafeb. Hasangapon. Iskandar. Purnama. , & Tampubolon. The Effect Of Firm Size And Total Assets Turnover (Tat. On Firm Value Mediated By Profitability In Wholesale And Retail Sector Companies. Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis, 19. , 49Ae63. https://doi. org/10. 31253/pe. Hermanto. , & Dewinta. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Efisiensi Perusahaan. Likuiditas. Kekuatan Pasar. Pertumbuhan Perusahaan Dan Leverage Terhadap Profitabilitas. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 7. , 846Ae871. https://doi. org/10. 31955/mea. Hisar. Suharna. Amiruddin. , & Cahyadi. Pengaruh ROA Dan DER Terhadap Return Saham Publik. Forum Ilmiah Universitas Esa Unggul, 18. , 178Ae189. Houge. , & Loughran. Cash Flow Is King? Cognitive Errors by Investors. In Journal of Psychology and Financial Markets (Vol. Issues 3Ae. Routledge. https://doi. org/10. 1207/s15327760jpfm0134_2 Irianto. The The Effect of Audit Tenure. AuditorAos Reputation and Time Budget Pressure on Audit Quality. Journal of Applied Managerial Accounting, 6. , 1Ae9. https://doi. org/10. 30871/jama. Islamiyati. , & Faruqi. Effect of Financial Performance and Company Size on Share Value. Research Accounting Governance, 1. , 33Ae42. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 https://doi. org/10. 58777/rag. Ismail. Merejok. binti M. Dangi. , & Saad. Does Audit Quality Matters in Malaysian Public Sector Auditing? International Journal of Financial Research, 10. , 203Ae215. https://doi. org/10. 5430/ijfr. Jaya. Earnings Management: Sebuah Monograf Berbagai Kajian tentang Manajemen Laba. Fraudelant Financial Statement dan Forensic Pajak di Indonesia. Penapersada. Jensen. , & Meckling. Theory of the Firm: Managerial Behavior. Agency Costs and Ownership Structure. In Journal of Financial Economics (Vol. Q NorthHolland Publishing Company. Kanakriyah. Model to determine main factors used to measure audit fees. Academy of Accounting and Financial Studies Journal, 24. , 1Ae13. Karnawati. Kompetensi Dan Perspektif Feminin Dalam Audit. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic, 11. https://doi. org/10. 47007/jeko. Karnawati. , & Handayani. Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Audit Delay. Jurnal Ekonomi : Journal of Economic, 13. , 1Ae9. Kasih. , & Indrati. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Likuiditas. Arus Kas Aktivitas Operasi. Dan Perputaran Total Aset Terhadap Return Saham. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. Maret2024, 10. , 732-749, 1(Januar. , 188Ae194. https://doi. org/https://doi. org/10. 5281/zenodo. Kasznik. On the Association Between Voluntary Disclosure and Earnings Management. Journal Accounting Research, 37. , 57Ae81. https://doi. org/10. 2307/2491396 Kemenkeu. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2015 Tentang Praktik Akuntan Publik. Kemenkeu. Go. Id. Kemenperin. Kemenperin Mendorong Ekspansi Industri Makanan dan Minuman ke Pasar Global. Kemenperin. Go. Id. Kominfo. Marc. Siap Tampil di HM 2023. Industri Mamin Akan Pamerkan Teknologi Industri 4. Kominfo. Go. Id. Kusumawati. , & Syamsuddin. The Effect of Auditor Quality to Professional Skepticsm and its Relationship to Audit Quality. International Journal of Law and Management, 60. , 998Ae1008. https://doi. org/10. 1108/IJLMA-03-2017-0062 Mansi. Maxwell. , & Miller. Does Auditor Quality and Tenure Matter to Investors? Evidence from the Bond Market. Journal of Accounting Research, 42. , 755Ae https://doi. org/10. 1111/j. 1475-679X. Markonah. Salim. , & Franciska. Effect of Profitability. Leverage, and Liquidity to the Firm Value. Dinasti International Journal of Economics. Finance & Accounting, 1. , 1Ae12. https://doi. org/10. 31933/DIJEFA Martani. Rahmah. Fitriany. , & Anggraita. Impact of Audit Tenure and Audit Rotation on the Audit Quality: Big 4 vs Non Big 4. Cogent Economics & Finance, 9. https://doi. org/10. 1080/23322039. Meidawati. , & Assidiqi. The influences of audit fees, competence, independence, auditor ethics, and time budget pressure on audit quality. Jurnal Akuntansi Dan Auditing Indonesia, 117Ae128. Morasa. Bawono. , & Laksana. Impact of a CompanyAos Size and Audit Tenure on Audit Quality in Indonesia. Journal of Hunan University Natural Sciences, 51. https://doi. org/10. 55463/issn. Mulyadi. , & Suryandari. The Effect of Audit Tenure. Audit Rotation and ClientAos Company Size on Audit Quality with Audit Fee as Moderating Variable. Accounting and Finance Studies, 1. , 232Ae246. https://doi. org/10. 47153/afs13. Muslim. Ahmad. Rahim. , & ARPelu. Client Pressures. Audit Tenure to JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Audit Quality: Moderation of Auditor Independence. Journal of Auditing. Finance, and Forensic Accounting, 8. , 67Ae75. https://doi. org/10. 21107/jaffa. Nur. Impact of Company Characteristics on Leverage of the Textile and Garment Sector in the Indonesia Stock Exchange. Journal of Economics. Finance and Management Studies, 06. , 901Ae910. https://doi. org/10. 47191/jefms/v6-i2-34 Nwoye. Anichebe. , & Osegbu. Effect of Audit Quality on Earnings Management in Insurance Companies in Nigeria e. Athens Journal of Business & Economics, 7. , 173Ae202. https://doi. org/10. 30958/ajbe. 7-2-4 Odin. , & Oziegbe. AuditorsAo Independence. Audit Tenureship. Firm Characteristics and Audit Quality: Evidence from Nigeria. The Romanian Economic Journal, 84, 54Ae68. https://doi. org/10. 24818/rej/2022/84/05 Okereke. Anyanwu. , & Nwaigburu. Influence of Firm size on Audit Quality and Earnings Management Relationship: Evidence from Listed Manufacturing Firms in Nigeria. Journal of Accounting and Financial Management, 8. , 163Ae179. https://doi. org/10. 56201/jafm. Olabisi. Kajola. Abioro. , & Oworu. Determinants of Audit Quality: Evidence from Nigerian Listed Insurance Companies. Journal of Volgograd State University, 051. , 182Ae192. https://doi. org/10. 15688/ek. Olowookere. Oluwatuyi. , & Oladejo. Determinants Of Audit Quality Among Consumer Goods Companies Listed On The Nigerian Stock Exchange. SocioEconomic Challenges, 6. , 113Ae122. https://doi. org/10. 21272/sec. Oranefo. , & Egbunike. Gearing Ratio and Operating Cash Flow Performance of Quoted Manufacturing Firms in Nigeria. International Journal of Financial. Accounting, and Management (IJFAM), 4. , 395Ae410. Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Ojk. Go. Id. Panjaitan. , & Haryanto. Determinan Biaya Audit Eksternal Pada Perusahaan NonKeuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi Dan Manajemen Esa Unggul, 9. , 8Ae21. Pinatik. The Effect of AuditorAos Emotional Intelligence. Competence, and Independence on Audit Quality. International Journal of Applied Business and International Management, 6. , 55Ae67. https://doi. org/10. 32535/ijabim. Pitrawiah. , & Hendrani. Dampak Faktor Fundamental dan Umur Perusahaan Terhadap Ketepatan Waktu Penyampaian Laporan keuangan. , 13Ae28. Pratiwi. Basyith. , & Safitri. Disclosure of Green Banking. Profitability and Company Size on Company Value in Banking in Indonesia. International Journal of Finance Research, 4. , 115Ae127. https://doi. org/10. 47747/ijfr. Puspa. Nazaruddin. Yulistia M. , & Minovia. Relevance of Earnings Value. Book Value, and Operating Cash Flow in Manufacturing Companies in Indonesia. Journal Accounting Investment, 24. , 120Ae136. https://doi. org/10. 18196/jai. Puspaningsih. The Effects of Audit Committee. Audit Tenure. Public Accounting Firm Reputation, and Audit Fee on Audit Quality. Review of Integrative Business and Economics Research, 10. , 278Ae289. Puspaningsih. , & Analia. The Effect of Debt Default. Opinion Shopping. Audit Tenure and CompanyAos Financial Conditions on Going-concern Audit Opinions. Review of Integrative Business and Economics Research, 9. , 115Ae127. Ramadhan. , & Sumardjo. Previous Years Audit Opinions. Profitability. Audit Tenure and Quality Control System on Going Concern Audit Opinion. European Journal of Business Management Research, 6. , 140Ae145. https://doi. org/10. 24018/ejbmr. Ramdani. The Influence of Audit Fee. Audit Tenure. Audit Rotation and Client JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225 p-ISSN : 1979-116X e-ISSN : 2621- 6248 Company Size on Audit Quality. Indonesia Auditing Research Journal, 11. , 151Ae161. https://doi. org/https://doi. org/10. 35335/arj. Riswan. Nurdiono. Evana. , & Dan Agrianti. Effects of Moderating Variables on Audit Tenure and Audit Quality. International Journal of Scientific and Technology Research, 9. , 431Ae439. Ritho. Unravelling the Dynamics: The Effects of Leverage on the Financial Stability of Insurance Firms in Kenya. Journal of Finance and Accounting, 7. , 42Ae62. https://doi. org/10. 53819/81018102t4162 Rusmin. , & Evans. Audit Quality and Audit Report Lag: Case of Indonesian Listed Companies. Asian Review of Accounting, 25. , 191Ae210. https://doi. org/10. 1108/ARA-062015-0062 Sihono. , & Munandar. Moderating Effect of Audit Quality: The Case of Political Connection. Executive Compensation and Tax Aggressiveness. Jurnal Ekonomi Modernisasi, 19. , 15Ae30. Simunic. The Pricing of Audit Services: Theory and Evidence. In Journal of Accounting Research (Vol. Issue . Wiley and Accounting Research Center. Sitorus. , & Syahputra. Pengaruh Likuiditas Dan Cash Flow Operation Terhadap Nilai Perusahaan serta dampaknya Terhadap Ketepatan Prediksi Saham. Jurnal Akuntansi Manajerial (Managerial Accounting Journa. , 8. , 51Ae62. https://doi. org/10. 52447/jam. Soeparyono. The Effect of Financial Destress . Free Cash Flow . Profitability , and Leverage on Profit Management With Audit Quality As a Moderated Variable. PalArchAos Journal of Archaeology of Egypt/ Egyptology, 17. , 7767Ae7786. Subawa. Ningrat. Utami. Prabarini. Yanti. , & Basmantra, . Auditors Ability in Detecting Fraud: Evidence from External Auditor in Bali (B. Alareeni & A. Hamdan . 506Ae. Springer Nature Switzerland. Susilawati. Toni. Teng. , & Hutagalung. The Influence of KAP Size. Audit Fee and Audit Tenure on Audit Quality through Audit Rotation as an Intervening Variable (Case Study: Manufacturing Companies in the Multiple Industrial Sector Listed on the Indonesia Stock Exchang. International Journal of Social Science Research and Review, 6. , 194Ae206. Tania. Tarmizi. , & Adrian. Determinants of Audit Quality in Companies That Conduct Initial Public Offerings. Journal of Accounting Science, 7. , 54Ae62. https://doi. org/10. 21070/jas. Toba. A General Theory of Evidence as the Conceptual Foundation in Auditing Theory. The Accounting Review, 50. , 7Ae24. Triani. , & Yanthi. The Effect of Audit Firms Size. Leverage. Going Concern Opinion. Audit Tenure, on Audit Quality in Indonesia. Advances in Economics. Business Management Research, 144(Afbe 261Ae265. https://doi. org/10. 2991/aebmr. Yahaya. , & Onyabe. Do Audit Fee and Auditor Independence Influence Audit Quality? Asian Journal Finance and Accounting, 14. , 66Ae80. https://doi. org/10. 5281/zenodo. Yanti. , & Wijaya. Influence Of Auditor Switching. Audit Fee. Tenure Audit and Company Size To Audit Quality. ECo-Fin, 2. , 9Ae15. https://doi. org/10. 32877/ef. JURNAL ILMIAH KOMPUTERISASI AKUNTANSI Vol. No. Desember 2023 : 208Ae225