JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Kinerja Guru Berbasis Platform Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidika. di SDN 1 Gerung Utara Hendra Hidayat1*. Sudirman1. Dadi Setiadi1 Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. *Corresponding Author: Hendra Hidayat. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. yushendra020210@gmail. DOI: 10. 29303/jpap. A 2026 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi pengelolaan kinerja guru berbasis Platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) di SDN 1 Gerung Utara. Kecamatan Gerung. Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap Kepala Sekolah, lima orang guru dan satu orang guru yang merangkap operator sekolah, serta pengawas pembina, dilengkapi observasi lapangan dan studi dokumen. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kepala Sekolah dalam perencanaan bercirikan pendekatan berbasis data . ata-drive. , yaitu memadukan hasil analisis Rapor Pendidikan dengan penilaian akhlak dan kompetensi guru, dikomunikasikan secara partisipatif melalui rapat kerja dan penelaahan bersama Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Dalam pengorganisasian dan pelaksanaan. Kepala Sekolah membangun pembagian peran yang jelas antara Kepala Sekolah sebagai verifikator, guru sebagai pelaksana, dan operator sekolah sebagai fasilitator teknis, didukung strategi tutor sebaya dan penguatan Komunitas Belajar (Kombe. Pada aspek pengawasan dan evaluasi. Kepala Sekolah menerapkan pemantauan berjenjang berbasis dasbor digital yang dipadukan dengan supervisi tatap muka dan umpan balik yang bersifat personal dan suportif. Pengelolaan kinerja berbasis platform ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan keterstrukturan pembelajaran dan pergeseran orientasi kelas menjadi lebih berpusat pada murid, meskipun masih ditemukan catatan kritis berupa keterbatasan konsistensi tindak lanjut pemantauan bulanan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendokumentasian kebijakan secara formal serta pendelegasian sebagian fungsi pemantauan guna menjaga keberlanjutan praktik kepemimpinan digital yang telah Kata Kunci: Kepemimpinan Digital. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Pengelolaan Kinerja Guru. Platform Ruang GTK. Studi Kasus. Pendahuluan Pendidikan merupakan pondasi penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, peningkatan kualitas SDM ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Dalam era transformasi digital yang semakin pesat, dunia pendidikan dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pemerintah Indonesia Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi telah mengambil berbagai langkah strategis untuk mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan, salah satunya melalui pengembangan platform digital yang dapat mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan. ___________ Sitasi: Hidayat. Sudirman. , & Setiadi. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Kinerja Guru Berbasis Platform Ruang GTK (Guru dan Tenaga Kependidika. di SDN 1 Gerung Utara. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 334Ae342. https://doi. org/10. 29303/jpap. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Guru sebagai pelaksana pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam menentukan kualitas Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan menjadi keharusan yang tidak dapat diabaikan. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi telah meluncurkan Platform Ruang Guru Tenaga Kependidikan (Ruang GTK) sebagai ekosistem digital yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pengembangan profesional guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia. Platform Ruang GTK menyediakan berbagai fitur unggulan seperti pelatihan mandiri, komunitas belajar, refleksi pembelajaran, dan berbagai sumber daya pendidikan yang dapat diakses secara daring kapan saja dan di mana saja serta sudah terintegrasi dengan EKinerja Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dalam membuat sasaran kinerja sebagai bahan untuk supervisi pendidikan yang akan dilakukan oleh kepala sekolah sehingga guru diwajibkan untuk dapat mengakses dan memanfaatkan Platform Ruang GTK. Ruang GTK dirancang sebagai ruang belajar dan inspirasi bagi Guru. Kepala Sekolah. Pengawas Sekolah, serta Tenaga Kependidikan. Platform ini mendukung pengguna dalam mengajar, belajar, dan berkarya, sekaligus menjadi mitra penggerak yang inklusif dan mudah Untuk dapat mengakses fitur dan Menu yang ada pada Platform Ruang GTK, guru harus memiliki akun login berupa akun belajar. id yang sudah disediakan oleh Akses login pada Platform Ruang GTK menggunakan 2 cara, yaitu dengan cara mengunduh platform pada Google Playstore atau dengan login melalui situs https://guru. Pendidikan di era Revolusi industri 4. 0 terus mengalami perubahan. Terutama dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah mendorong sekolah untuk bertransisi dari model pendidikan berbasis digital. Dalam konteks ini, kepala sekolah tidak lagi dapat memimpin dengan pendekatan konevsional saja, melainkan dapat menjadi pemimpin digital yang mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam seluruh aspek pengelolaan sekolah, mulai dari peningkatan mutu pendidikan, evaluasi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Kepala sekolah transformasionala melalu pengelolaan berbasis digital yang meliputi manajemen dan pengembangan budaya belajar digital, peningkatan sistem dan mutu sekolah, dan penguatan profesionalitas guru. Menurut Setiadi et al. , kepala sekolah memiliki peran sentral dalam pelaksanaan Program Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 334-342 Sekolah Penggerak karena menjadi penggerak utama dalam tata kelola sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab membangun lingkungan belajar yang bermakna melalui penguatan sistem manajemen sekolah, peningkatan kapasitas guru, serta kolaborasi dengan seluruh warga sekolah. Kepemimpinan yang efektif berkelanjutan dalam rangka meningkatkan mutu Platform Ruang GTK hadir sebagai jawaban atas kebutuhan pengembangan kompetensi guru yang lebih fleksibel, efisien, dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Melalui platform ini, guru dapat mengikuti berbagai program pelatihan bersertifikat, berbagi praktik baik pembelajaran, serta memperoleh umpan balik dari sesama pendidik maupun pakar pendidikan. Kehadiran platform ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan akses pengembangan profesional antara guru di daerah perkotaan dengan guru di daerah terpencil, termasuk di Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Fenomena tersebut juga terlihat dalam konteks lokal, transformasi digital pendidikan di tingkat daerah tidak selalu berjalan secara linear. Di Kabupaten Lombok Barat, dinamika perubahan pendidikan menunjukkan karakter yang beragam, khususnya di kecamatan yang tidak sepenuhnya berada di pusat kota. Kecamatan Gerung sebagai pusat administrasi kabupaten memiliki karakter semi-perkotaan dengan akses fasilitas publik yang relatif lebih baik dibandingkan wilayah kecamatan lainnya. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menjamin pemerataan mutu sumber daya manusia pendidikan, kesiapan literasi digital guru, maupun terbentuknya budaya belajar berbasis teknologi di sekolah. Digitalisasi pendidikan memerlukan perubahan pola pikir, adaptasi kebiasaan kerja, dan strategi pengelolaan yang sistematis agar platform seperti Ruang GTK benar-benar dimanfaatkan sebagai instrumen peningkatan profesionalitas guru, bukan sekadar sebagai kewajiban administratif. Optimalisasi pemanfaatan teknologi belum tentu terlaksana dengan baik meski fasilitas pendukung cukup memadai baik ketersedian internet, laptop dan listirk. Tantangan utama terletak pada bagaimana kepemimpinan kepala sekolah mengarahkan, mengorganisasikan, dan membangun komitmen guru dalam mengembangkan profesionalitasnya secara berkelanjutan, sehingga guru menjadikan perkembangan berkelanjutan menjadi sebuah kebutuhan. Keberhasilan pemanfaatan Platform Ruang GTK di satuan pendidikan tidak lepas dari peran kepala Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan sekolah sebagai pemimpin dan manajer di tingkat Kepala sekolah memiliki posisi strategis sebagai penentu kebijakan dan arah pengembangan sekolah, termasuk dalam hal adaptasi dan pemanfaatan pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru. Kepemimpinan yang efektif dari kepala sekolah dapat menjadi katalisator bagi guru-guru untuk lebih aktif dan antusias dalam memanfaatkan Platform Ruang GTK sebagai sarana pengembangan profesional mereka. Kepemimpinan kepala sekolah dalam konteks era digital tidak hanya mencakup kemampuan manajerial konvensional, tetapi juga meliputi kemampuan memimpin transformasi digital di lingkungan sekolah. Seorang kepala sekolah yang visioner perlu mampu mengartikulasikan visi penggunaan teknologi yang jelas, membangun kapasitas digital warga sekolah, menciptakan budaya inovasi yang kondusif, serta memberikan dukungan sumber daya yang memadai untuk implementasi program-program berbasis digital. Dalam kaitan inilah, kepemimpinan kepala sekolah menjadi variabel penting yang turut menentukan sejauh mana Platform Ruang GTK dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para guru. Berdasarkan hasil observaasi awal dan wawancara tidak terstruktur dengan pengawas bina Kecamatan Gerung menyampaikan bahwa SDN 1 Gerung Utara memiliki tingkat penggunaan Platform Ruang GTK yang lebih baik. Beberapa indikator awal menunjukkan hasil positif, seperti tingginya partisipasi guru dalam modul pelatihan mandiri di Platform Ruang GTK, adanya seminar yang dilaksanakan pada komununitas belajar sekolah dengan mengundang sekolah lain, serta peningkatan kompetensi guru yang terlihat dalam praktik pembelajaran di kelas. Situasi ini tentu sangat terkait dengan kepemimpinan kepala memfasilitasi, dan memantau penggunaan platform digital oleh guru sebagai bagian penting dari program pengembangan sekolah. Kepala sekolah dengan orientasi kepemimpinan digital yang kuat mampu menciptakan ekosistem sekolah yang kondusif bagi pemanfaatan teknologi secara optimal untuk pengembangan profesional guru. Kondisi di SDN 1 Gerung Utara juga tercermin dalam data Rapor Pendidikan 2025 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Berdasarkan data tersebut, sekolah ini menunjukkan sejumlah capaian positif yang patut dicermati. Kualitas Pembelajaran menjadi capaian dan peningkatan tertinggi dibandingkan tahun 2024, yang mencerminkan perbaikan dalam suasana kelas serta dukungan Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 334-342 pendidik secara umum. Indikator Karakter Murid. Kondisi Keamanan Sekolah, dan Kondisi Kebinekaan Sekolah juga menunjukkan tren peningkatan dari tahun Kemampuan Numerasi Murid berada pada kategori Baik, stabil dari tahun 2024. Berdasarkan data dari Rapor Pendidikan Tersebut memberikan gambaran bahwa kualitas pembelajaran di SDN 1 Gerung Utara mengalami peningkatan, tentu hal ini tidak lepas dari peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pengelolaan kinerja guru di sekolah tersebut. Data Rapor Pendidikan 2025 tersebut relevan dengan fokus penelitian ini karena menunjukkan bahwa peningkatan mutu sekolah berkorelasi erat dengan kualitas pengelolaan kinerja guru. Platform Ruang GTK, yang kini terintegrasi dengan sistem E-Kinerja BKN, memberikan peluang bagi kepala sekolah untuk tidak sekadar memantau aktivitas belajar mandiri guru, tetapi juga mengelola kinerja guru secara terstruktur dan berbasis data digital. Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam memanfaatkan fitur pengelolaan kinerja pada Ruang GTK berpotensi indikator-indikator dalam Rapor Pendidikan. Kondisi yang ditunjukkan SDN 1 Gerung Utara menjadikannya sangat layak untuk dikaji secara mendalam sebagai sebuah best practice yang berpotensi menjadi model replikasi bagi sekolah-sekolah lain. Konteks lokal Kecamatan Gerung memberikan ruang kepemimpinan kepala sekolah berperan dalam pengelolaan kinerja guru melalui Platform Ruang GTK secara efektif. Penelitian ini tidak hanya berupaya menggambarkan praktik yang terjadi, tetapi juga menganalisis strategi pengelolaan kinerja yang diterapkan kepala sekolah dalam membangun ekosistem profesionalisme guru yang berkelanjutan melalui platform tersebut. Pemanfaatan platform Ruang GTK dari beragam perspektif, mulai dari dampaknya terhadap kompetensi guru, kualitas sistem yang digunakan, hingga kendala implementasi di tingkat sekolah tentu memiliki Sejatinya Ruang GTK memiliki potensi profesional guru, namun masih menyisakan ruang kajian pada aspek kepemimpinan dan strategi pengelolaan di tingkat satuan pendidikan. Penelitian mengenai kepemimpinan kepala sekolah dalam konteks pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan profesional guru masih relatif terbatas, khususnya yang berkaitan dengan Platform Ruang GTK. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada efektivitas program pelatihan itu sendiri atau pada tingkat literasi Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan digital guru, tanpa secara spesifik mengkaji bagaimana kepemimpinan kepala sekolah berperan dalam mendorong atau menghambat pemanfaatan platform digital pendidikan. Kesenjangan penelitian ini menjadi salah satu motivasi penting bagi peneliti untuk mengkaji secara mendalam kepemimpinan kepala sekolah dalam pemanfaatan Platform Ruang GTK di SDN 1 Gerung Utara. Dari perspektif teoritis, penelitian ini dilandasi oleh beberapa teori kepemimpinan yang relevan, diantaranya teori kepemimpinan transformasional, kepemimpinan instruksional, dan kepemimpinan Kepemimpinan transformasional menekankan kemampuan pemimpin untuk menginspirasi dan memotivasi bawahan melalui visi yang kuat dan Kepemimpinan instruksional berfokus pada peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui supervisi, pengembangan kurikulum, dan pembangunan iklim belajar yang kondusif. Sementara itu, kepemimpinan digital menekankan kemampuan pemimpin dalam mengelola transformasi digital di organisasinya, termasuk dalam hal adopsi dan pemanfaatan teknologi baru untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. Kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi terkait pengembangan kompetensi guru dan transformasi digital pendidikan semakin memperkuat urgensi penelitian ini. Kepala sekolah sebagai ujung tombak implementasi kebijakan di tingkat satuan pendidikan komprehensif tentang platform-platform digital yang dikembangkan oleh pemerintah, sekaligus mampu menggerakkan seluruh warga sekolah untuk memanfaatkan platform tersebut secara optimal demi peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuKepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Kinerja Guru Berbasis Platform Ruang GTK di SDN 1 Gerung Utara Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok BaratAy. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif dan mendalam tentang bagaimana kepala sekolah memimpin dan mengelola proses pemanfaatan Platform Ruang GTK di lingkungan sekolahnya, sehingga hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kepemimpinan kepala sekolah dalam era transformasi digital pendidikan, khususnya di Kabupaten Lombok Barat dan Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 334-342 Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus tunggal. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus, di mana peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses, atau sekelompok individu (Creswell, 2. Subjek penelitian mengarah pada pihak-pihak yang dapat memberikan informasi atau data yang diperlukan dalam penelitian Dalam penelitian ini, informan yang menjadi subjek penelitian yaitu pengawas pendamping sekolah, kepala sekolah, guru, operator sekolah. Yin . mendefinisikan studi kasus sebagai investigasi empiris terhadap suatu fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata, khususnya ketika batas antara fenomena dan konteks tidak tampak secara jelas. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN 1 Gerung Utara yang terletak di Kecamatan Gerung. Kabupaten Lombok Barat. Provinsi Nusa Tenggara Barat. Waktu penelitian direncanakan dimulai pada bulan Maret 2026 sampai dengan Mei 2026. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Ketiga teknik tersebut digunakan untuk memperoleh data yang komprehensif dan saling melengkapi sesuai dengan fokus penelitian. Setiap fokus penelitian dijabarkan ke dalam indikator-indikator yang spesifik, dilengkapi dengan pertanyaan panduan wawancara dan keterangan sumber informan, yang terdiri atas Kepala Sekolah (KS). Guru (G), dan Pengawas (P). Prosedur penelitian disusun berdasarkan tahapan yang teratur agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang langkah-langkah yang dilakukan peneliti dari tahap persiapan sampai penyusunan laporan akhir. Beberapa tahapan yang dilakukan, yaitu: Tahap Persiapan Pada tahap ini peneliti melakukan persiapan dengan mencari kajian literatur yang relevan dengan kepemimpinan digital, manajemen sekolah, platform Ruang GTK, dan profesionalisme guru sebagai landasan teori. Selanjutnya melakukan observasi awal untuk mengamati fenomena yang ada di sekolah, serta membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah. Setelah itu menyusun proposal penelitian, dan mulai merancang instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar observasi, dan format dokumentasi. Tahap Pengumpulan Data Tahap ini merupakan tahapan utama dari proses Peneliti mendalam dengan informan yang sudah dipilih. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan kemudian melakukan observasi langsung terhadap kegiatan kepala sekolah dalam mengelola Ruang GTK, melengkapi data-data yang dibutuhkan. Tahap Analisis Data Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis secara Analisis data dilakukan sejak awal pengumpulan data hingga penelitian selesai, yang bertujuan untuk menemukan pola, tema, dan makna yang berkaitan dengan fokus penelitian tentang strategi kepemimpinan digital kepala sekolah dalam pemanfaatan platform Ruang GTK. Tahap Penyusunan Laporan Ini merupakan tahap akhir dari rangkaian prosedur Pada tahap ini, peneliti menyusun hasil penelitian ke dalam bentuk tesis yang terdiri dari: penyajian hasil penelitian, pembahasan yang dikaitkan dengan teori yang relevan, dan penarikan Instrumen pada penelitian ini yaitu peneliti sendiri . uman instrumen. , karena merupakan penelitian kualitatif yang menuntut peneliti terlibat langsung dalam pengumpulan dan analisis data, serta mendeskripsikan temuan penelitian sesuai dengan fokus penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman . yang meliputi tiga langkah utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2. Untuk memastikan keabsahan data, peneliti menggunakan dua teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi data. Hasil dan Pembahasan Perencanaan Pengelolaan Kinerja Guru Berbasis Platform Ruang GTK Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memaknai perencanaan pengelolaan kinerja bukan sekadar sebagai kepatuhan administratif, melainkan sebagai instrumen strategis untuk kedisiplinan, dan integritas perilaku guru. Perencanaan sebagai proses pemilihan dan penghubungan fakta serta penggunaan asumsi mengenai masa depan dalam perumusan kegiatan yang dianggap perlu untuk mencapai hasil yang diinginkan (Terry, 2. Penekanan kepala sekolah pada aspek akhlak dan kedisiplinan sebagai pertimbangan utama kebijakan pengelolaan kinerja mencerminkan adanya penyesuaian kontekstual terhadap teori perencanaan generik Terry tersebut kepala sekolah tidak sekadar merumuskan Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 334-342 target kinerja berbasis kompetensi teknis semata, melainkan mengintegrasikan dimensi karakter sebagai fondasi awal, yang relevan dengan konteks pendidikan dasar sebagai institusi pembentuk karakter peserta didik sejak usia dini. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan teori manajemen umum di lingkungan sekolah dasar perlu dimaknai secara adaptif, tidak diadopsi secara kaku dari konteks organisasi nonpendidikan. Selanjutnya, penyusunan program pengelolaan kinerja berbasis fitur platform, penetapan SKP yang terukur, serta penjadwalan supervisi berkala, sejalan dengan pandangan bahwa kepala sekolah yang mengomunikasikannya secara persuasif kepada guru akan jauh lebih berhasil mendorong tercapainya target kinerja secara bermakna dibandingkan kepala sekolah yang hanya mengandalkan instruksi formal (Fauziana et , 2. Menurut peneliti, temuan lapangan memperkuat proposisi tersebut, mekanisme sosialisasi berjenjang melalui rapat kerja tahunan dan rapat pendidikan yang dijalankan kepala sekolah bukan sekadar forum seremonial, melainkan benar-benar berfungsi sebagai ruang komunikasi persuasif, sebagaimana dikonfirmasi oleh pernyataan G4 yang menggambarkan pengalaman langsungnya mengikuti bimbingan teknis internal. Konsistensi antara teori dan temuan lapangan pada aspek ini menunjukkan bahwa keberhasilan perencanaan digital bukan semata-mata ditentukan oleh kecanggihan sistem, melainkan oleh kapasitas komunikasi kepemimpinan kepala sekolah dalam menerjemahkan kebijakan menjadi pemahaman Keselarasan perencanaan kinerja dengan Rapor Pendidikan dan kebijakan Dinas Pendidikan, selaras yang disampaikan Yunita et al. Memberikan gambaran bahwa kemampuan kepala sekolah visioner dalam mentransformasikan rencana menjadi aksi melalui langkah-langkah konkret, terukur, dan Menurut analisis peneliti dari hasil temuan bahwa kepala sekolah secara konsisten merujuk pada data Rapor Pendidikan yang juga dikonfirmasi secara independen oleh pengawas sebagai pengawas eksternal menunjukkan praktik kepemimpinan visioner yang berbasis bukti . vidence-based leadershi. , bukan sekadar visi normatif di atas kertas. Peneliti juga mencatat bahwa literasi data Rapor Pendidikan tampaknya belum sepenuhnya merata di kalangan Kesenjangan literasi data ini merupakan catatan kritis yang perlu menjadi perhatian, karena keberhasilan perencanaan berbasis data idealnya dipahami secara Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan merata oleh seluruh guru, bukan hanya oleh segelintir guru dengan kapasitas teknis lebih tinggi. Pengorganisasian dan Pelaksanaan Pengelolaan Kinerja Guru Pengorganisasian dalam pengelolaan kinerja guru, merupakan proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan berbagai aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang pada aktivitas tersebut, menyediakan alat yang diperlukan, serta menetapkan wewenang yang didelegasikan. Hasibuan . , menyampaikan bahwa kepala sekolah menerapkan pembagian peran tiga pihak yang jelas guru sebagai pelaksana substansi kinerja, operator sebagai fasilitator teknis, dan kepala sekolah sebagai verifikator dan pengambil keputusan yang sejalan dengan prinsip pendelegasian wewenang. Menurut pandangan peneliti, kejelasan batas kewenangan ini merupakan salah satu kekuatan utama tata kelola SDN 1 Gerung Utara, karena dalam banyak kasus di sekolah lain, tumpang tindih peran antara guru, operator, dan kepala sekolah kerap menjadi sumber kebingungan dan inefisiensi dalam pengelolaan platform digital. Ketegasan pembagian peran ini juga mencegah operator terjebak pada beban kerja yang seharusnya menjadi tanggung jawab substantif guru atau kepala sekolah, sebagaimana secara eksplisit ditegaskan pengawas bahwa Autidak semua beban teknis ditumpuk ke operator sekolahAy. Pada aspek pendampingan dan dukungan teknis, temuan bahwa guru memerlukan dukungan sistematis dan berkelanjutan tidak hanya keterampilan teknis mengoperasikan platform tetapi juga pemahaman mendalam tentang pemanfaatan fitur secara bermakna. Saerang et al. Menurut peneliti, temuan di SDN 1 Gerung Utara memperlihatkan bahwa pendampingan yang dijalankan KS telah melampaui sekadar pelatihan teknis penggunaan aplikasi. hal ini tercermin dari peran kepala sekolah sebagai "fasilitator dan mentor" yang disampaikan G3, yang mencakup pendampingan substantif dalam pengisian Rencana Hasil Kerja (RHK) hingga proses coaching pascaobservasi. Dengan demikian, pendekatan pendampingan kepala sekolah dapat dikategorikan sebagai pendampingan holistik yang mengintegrasikan aspek teknis dan aspek pengembangan profesional secara bersamaan. Temuan mengenai pengaktifan Komunitas Belajar (Kombe. internal dan pemberian apresiasi/reward verbal sebagai strategi mendorong partisipasi guru turut relevan dengan pandangan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja guru memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 334-342 digitalisasi pembelajaran di sekolah (Sulastri et al. Menurut peneliti, strategi pemberian apresiasi verbal yang diterapkan kepala sekolah meskipun sederhana tetapi merupakan bentuk motivasi ekstrinsik yang efektif dalam konteks budaya organisasi sekolah dasar di Indonesia, di mana pengakuan sosial di hadapan rekan sejawat dalam forum rapat dinas memiliki nilai psikologis yang signifikan bagi guru. Pendekatan ini menunjukkan kepekaan kepala sekolah terhadap dinamika motivasi non-finansial yang sering kali lebih relevan dan berkelanjutan dibandingkan insentif finansial semata, khususnya dalam konteks sekolah negeri dengan keterbatasan anggaran. Terkait penanganan hambatan dan resistensi, pendekatan persuasif yang diterapkan kepala sekolah alih-alih memberikan tekanan administratif sejalan dengan konsep budaya inovasi. Siswanto et al. Menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menciptakan lingkungan psikologis aman untuk bereksperimen serta menghargai upaya guru berinovasi meskipun belum sempurna. Menurut analisis peneliti, konsistensi temuan bahwa hambatan utama yang dihadapi guru bersifat manajemen waktu Aulupa mengisi platform akibat kesibukan mengajarAy, bukan resistensi mengindikasikan bahwa tahap penolakan awal terhadap Platform Ruang GTK di SDN 1 Gerung Utara relatif telah terlampaui, dan tantangan yang tersisa lebih bersifat operasional-manajerial. Munawarah et al. bahwa faktor penentu efektivitas pemanfaatan Platform Ruang GTK adalah terciptanya budaya kolaborasi guru, sebagaimana tampak dari praktik tutor sebaya dan forum Komunitas Belajar yang berjalan aktif di sekolah Dengan budaya kolaborasi guru serta terbentuknya tutor sebaya menjadikan forum Komunitas Belajar menjadi lebih efektif dan dapat terus aktif untuk meningkatkan kinerja guru. Pengawasan dan Evaluasi Pengelolaan Kinerja Guru Pengawasan aktivitas-aktivitas direncanakan (Handoko, 2. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan fungsi pengawasan melalui kombinasi pemantauan dasbor digital dan supervisi tatap muka langsung di kelas, sebagaimana dikonfirmasi pengawas. Menurut pandangan peneliti, kombinasi antara data digital . ashboard real-tim. dan observasi fisik langsung ini merupakan praktik supervisi yang ideal, karena mengatasi kelemahan klasik supervisi berbasis dokumen semata . ang rentan terhadap manipulasi Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan administratif atau ketidaksesuaian antara dokumen dan praktik rii. sekaligus mengatasi keterbatasan supervisi observasional konvensional yang memakan waktu dan sumber daya besar apabila dilakukan tanpa dukungan data digital. Temuan ini memperkuat pandangan Ma'ayis dan Haq . bahwa supervisi berbasis digital memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses supervisi guru sekaligus memperluas jangkauan pemantauan kepala sekolah. Namun demikian, peneliti mencatat adanya temuan kritis yang perlu digarisbawahi, yaitu pengakuan reflektif kepala sekolah sendiri bahwa terdapat kelupaan dalam melakukan tindak lanjut pemantauan bulanan secara konsisten. Temuan ini relevan dikaitkan dengan pandangan OECD . mengenai pentingnya ketersediaan sumber daya pendukung, termasuk sumber daya waktu, bagi keberhasilan pemanfaatan platform digital pendidikan. Menurut analisis peneliti, keterbatasan konsistensi tindak lanjut bulanan pada kasus SDN 1 Gerung Utara kemungkinan besar bukan disebabkan oleh rendahnya komitmen kepala sekolah, melainkan oleh keterbatasan waktu kepala sekolah yang harus membagi perhatian antara tugas manajerial, instruksional, dan administratif secara simultan terhadap 24 orang guru dengan berbagai kebutuhan yang berbeda-beda sebuah beban kerja kepemimpinan yang oleh Munawarah et al. turut diidentifikasi sebagai salah satu hambatan struktural dalam pemanfaatan Platform Ruang GTK. Dengan demikian, peneliti berpandangan bahwa persoalan ini bukan semata-mata persoalan individual kepala sekolah, melainkan mengindikasikan perlunya dukungan struktural tambahan, misalnya melalui pendelegasian sebagian fungsi pemantauan rutin kepada wakil kepala sekolah atau koordinator jenjang, agar fungsi pengawasan dapat berjalan lebih konsisten tanpa membebani kepala sekolah secara berlebihan. Pada aspek pemberian umpan balik, pendekatan kepala sekolah yang memisahkan pembinaan personal . ntuk kelemahan individua. dari penguatan kolektif . ada forum umu. sejalan dengan prinsip supervisi ditegaskan bahwa kepala sekolah yang menerapkan supervisi kolaboratif dan developmental, alih-alih kontrolatif dan punitif, lebih berhasil mendorong guru memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan profesional yang bermakna (Dwiyono et , 2. Menurut peneliti, pendekatan kepala sekolah instruksional yang berorientasi pada pertumbuhan . rowth-oriente. , bukan pendekatan defisit yang berfokus pada kesalahan . eficit-oriente. Konsistensi Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 334-342 temuan dari seluruh informan guru mengenai dampak positif umpan balik terhadap kepercayaan diri dan kompetensi pedagogik mereka menjadi bukti empiris yang menguatkan efektivitas pendekatan tersebut di Terakhir, temuan mengenai tindak lanjut hasil evaluasi berupa pendampingan sejawat dan pelatihan sesuai kebutuhan sejalan dengan pandangan Makmur et . bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah yang secara konsisten memantau dan mengevaluasi efektivitas pembelajaran digital terbukti mampu meningkatkan kualitas dan intensitas pemanfaatan platform digital oleh guru, melalui siklus pemantauan yang diikuti umpan balik konstruktif dan rencana tindak lanjut konkret. Menurut pandangan peneliti, siklus tersebut secara nyata teramati pada temuan penelitian ini, terutama pada perubahan konkret praktik pembelajaran guru seperti yang dilaporkan G4 . ewajiban menyusun modul ajar dan LKPD yang lebih terara. dan G3 . ergeseran orientasi kelas menjadi lebih berpusat pada muri. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi pengawasan dan evaluasi yang dijalankan kepala sekolah, meskipun memiliki celah pada aspek konsistensi pemantauan rutin, secara substansial telah berhasil menciptakan ekosistem sebagaimana menjadi tujuan utama pengelolaan kinerja berbasis Platform Ruang GTK itu sendiri. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kepemimpinan kepala sekolah dalam pengelolaan kinerja guru berbasis Platform Ruang GTK di SDN 1 Gerung Utara dapat disimpulkan sebagai berikut. Kepemimpinan kepala sekolah dalam perencanaan pengelolaan kinerja guru berbasis Platform Ruang GTK di SDN 1 Gerung Utara dilaksanakan melalui pendekatan yang sistematis dan bertahap, dimulai dari perumusan dasar kebijakan yang berorientasi pada kompetensi dan integritas perilaku guru, sosialisasi berjenjang melalui rapat kerja tahunan dan rapat pendidikan, penyusunan dan penetapan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang melibatkan penelaahan dan verifikasi kepala sekolah, hingga penyelarasan target kinerja dengan hasil analisis Rapor Pendidikan dan kebijakan prioritas Dinas Pendidikan. Pemahaman guru terhadap target kinerja yang direncanakan secara umum tergolong baik, meskipun kedalaman pemahaman mengenai Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan keterkaitan data Rapor Pendidikan dengan penyusunan SKP masih bervariasi antarguru. Kepemimpinan mengorganisasikan dan melaksanakan pengelolaan kinerja guru melalui Platform Ruang GTK ditunjukkan melalui pembagian peran yang jelas dan proporsional antara kepala sekolah sebagai verifikator dan pengambil keputusan, guru sebagai pelaksana substansi kinerja, dan operator sekolah sebagai fasilitator teknis. Pelaksanaan pengelolaan kinerja didukung oleh pendampingan aktif kepala sekolah yang berperan sebagai fasilitator dan mentor, pengaktifan Komunitas Belajar (Kombe. internal, pemberian apresiasi bagi guru berprestasi, serta pendekatan persuasif dalam mengatasi hambatan dan resistensi guru, yang pada umumnya bersifat teknis-manajerial . anajemen waktu dan adaptasi teknolog. dan bukan resistensi ideologis terhadap . Kepemimpinan kepala sekolah dalam pengawasan dan evaluasi pengelolaan kinerja guru berbasis Platform Ruang GTK dilaksanakan melalui kombinasi pemantauan dasbor digital secara berkala dengan supervisi akademik tatap muka langsung di kelas, pemberian umpan balik yang bersifat personal untuk kelemahan individual dan penguatan kolektif pada forum umum, serta evaluasi menyeluruh pada tengah dan akhir semester yang ditindaklanjuti melalui pendampingan sejawat dan pelatihan sesuai Pengelolaan kinerja berbasis platform ini terbukti berdampak positif terhadap praktik pembelajaran guru di kelas, tercermin dari pembelajaran dan pergeseran orientasi kelas menjadi lebih berpusat pada murid. Meskipun demikian, ditemukan pula catatan kritis berupa keterbatasan konsistensi tindak lanjut pemantauan bulanan, yang secara jujur diakui oleh kepala sekolah sendiri Ucapan Terimakasih Peneliti mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, kepala dinas, tenaga kependidikan, dan dosen pembimbing yang sudah membimbing selama proses Daftar Pustaka