Al Basirah Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. Nomor 2. November 2021 Hal. ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . EDUKASI BERBASIS DARING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA PASIR LOR. KECAMATAN KARANGLEWAS. KABUPATEN BANYUMAS Kharisma Linda Fajriyania Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Dakwah. UIN Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto lindakharisma28@gmail. Nur Azizahb Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Fakultas Dakwah. UIN Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto nurazizah@iainpurwokerto. Abstrak Pandemi Covid-19 ini sudah sangat merugikan banyak pihak. Yang awalnya merugikan di bidang ekonomi sekarang sudah merambat ke bidang pendidikan. Pembelajaran dilakukan secara daring sudah dilaksanakan sejak adanya pandemi Covid-19. Untuk saat ini aktivitas pembelajaran diwajibkan menggunakan metode edukasi berbasis daring agar tidak menimbulkan kerumunan yang dapat menyebabkan meningkatnya kasus Covid-19. Banyak orang tua dan anak-anak mengeluh dengan metode pembelajaran daring. Metode ini dirasa kurang efektif karna siswa kurang mampu memahami materi yang disampaikan oleh guru. Kurangnya persiapan yang maksimal dari segi kesiapan dilapangan. Oleh karena itu penulis ingin meneliti tentang Edukasi Berbasis Daring bagi Siswa Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Pasir Lor. Kecamatan Karanglewas. Kabupaten Banyumas. Namun peneliti lebih memfokuskan di RT. 02 RW. 02 saja. Hasilnya bahwa siswa sekolah dasar masih memerlukan pendampingan dalam pembelajaran daring untuk memahami materi pelajaran, sehingga perlu dukungan media belajar dan dukungan orangtua sehingga siswa sekolah dasar mampu mengikuti pembelajaran secara daring dengan baik. Kata kunci: Edukasi. Daring. Siswa. Pandemi Covid-19 Abstract The Covid-19 pandemic has taken a toll on many people. What was initially detrimental in the economic field has now spread to the education sector. Online learning has been carried out since the Covid-19 pandemic. For now, learning activities are required to use online-based educational methods so as not to cause crowds that can lead to an increase in Covid-19 cases. Many parents and children complain about online learning methods. This method is considered less effective because students are less able to understand the material presented by the teacher. Lack of maximum preparation in terms of field readiness. Therefore, the author wants to research online-based education for elementary school students during the Covid-19 pandemic in Pasir Lor Village. Karanglewas District. Banyumas Regency. However, researchers are more focused on RT. 02 RW. 02 only. The result is that elementary school students still need assistance in online learning to understand the subject matter, so they need learning media support and parental support so that elementary school students are able to follow online learning well. Keywords: Education. Online. Studets. the Covid-19 Pandemic PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu yang dilakukan secara sadar dan terencana agar terciptanya proses pembelajaran yang efektif yang memiliki tujuan untuk Kharisma Linda Fajriyani dan Nur Azizah mengembangkan potensi diri siswa. Namun akhir-akhir ini dunia pendidikan mengalami permasalahan yang mengharuskan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah atau jauh. Permasalahan tersebut menjadi kendala bagi dunia pendidikan. Kegiatan ini tentu saja menjadikan dampak buruk bagi tenaga pendidik dan siswa. yang biasanya dilakukan secara langsung menjadi online. Dan mengharuskan siswa untuk dapat beradaptasi dengan metode pembelajaran yang baru. Guru juga dituntut untuk bisa menciptakan suasana yang baik dan nyaman agar dapat menciptakan suasana yang kondusif dan siswa dapat memahami materi pembelajaran dan tujuan pembeajaran dapat tercapai (Cahyani. Listiana, & Larasati, 2. Proses pembelajaran daring atau online sudah terlaksana selama 2 tahun lebih, hal ini diakibatkan karna adanya virus Covid-19 yang melanda Negara Indonesia dan mengharuskan segala kegiatan dilaksanakan secara online atau daring. Termasuk kepada sistem belajar mengajar pada sekolah maupun perguruan tinggi. Meskipun sudah terlaksana cukup lama namun banyak sekali permasalahan yang kerap ditemukan saat berlangsungnya proses pembelajaran jarak jauh Permasalahan ini ditemukan berdasarkan ketidaksiapan sumber daya manusia maupun Masih banyak orang tua siswa dan guru yang buta akan teknologi sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak efektif (Sutisna & Widodo, 2. Tidak semua guru memiliki keterampilan dalam bidang teknologi yang sama, ada guru yang sudah terampil dalam bidang teknologi adapula yang tidak mengerti teknologi yang harus digunakan untuk pembelajaran. Guru dan siswa pun tidak semua mempunyai perangkat minimal yang diperlukan saat kegiatan belajar mengajar sehingga sulit untuk melaksanakan pembelajaran. Sinyal dan paket data juga sering menjadi penghambat dalam kegiatan belajar mengajar online dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit sehingga hal ini juga menjadi kendala dalam pembelajaran. Dari semua kendala diatas ada yang sudah bisa diatasi tetapi ada juga yang masih menjadi problematic ditengah pandemi saat ini. Dapat dikatakan dengan adanya pandemi saat ini kecepatan teknologi dalam bidang pendidikan sangat berkembang pesat, mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks, untuk meningkatkan efektifitas penggunaannya dalam bidang pendidikan (Hamdani & Priatna, 2. Tantangan lain dalam proses pembelajaran daring adalah biaya. Orang tua harus selalu memiliki paket data agar anak-anak mereka tidak ketinggalan saat berlangsungnya proses Mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk membeli kuota data Pembelajaran dalam bentuk video sangat menguras banyak data, berbeda dengan pembelajaran metode diskusi atau guru mengirim foto materi di grup WA yang tidak terlalu memerlukan banyak kuota. Al Basirah. Volume 1. Nomor 2. November 2021 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Kharisma Linda Fajriyani dan Nur Azizah Namun metode diskusi melalui WA grup tidak efektif karena siswa tidak mampu menyerap materi yang di sampaikan oleh guru. Rata-rata mereka merogoh kocek 100. 000 dalam sebulan demi kelangsungan proses belajar mengajar anak-anaknya tergantung dengan provider yang digunakan (Sadikin & Hamidah, 2. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis di Desa Pasir Lor RT. 02 RW. Kecamatan Karanglewas. Kabupaten Banyumas menunjukan bahwa beberapa kendala diatas banyak ditemukan pada orang tua siswa yang belum mengerti teknologi selain menggunakan HP untuk membuka WA. SMS dan telefon saja sehingga proses pembelajaran daring di Desa Pasir Lor kurang Efektif karena keterbatasan media daring. Bahkan siswa kelas 2 dan 3 SD yang seharusnya sudah bisa membaca dan menulis juga belum bisa membaca dan menulis dengan benar harus diejakan dulu oleh orang tua mereka. Ada juga beberapa siswa kelas 2 dan 3 belum menghafal huruf-huruf dari A sampai huruf Z. Penulis juga melakukan penelitian terhadap orang tua siswa 60% berpendapat bahwa sampai saat ini sekolah belum memiliki program kegiatan belajar mengajar dari rumah yang baik dalam penerapannya. Banyak orang tua yang masih kewalahan dalam membelajari anak-anaknya, sehingga penelitian ini perlu dilakukan, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk menguraikan Edukasi Berbasis Daring bagi Siswa Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Pasir Lor. Kecamatan Karanglewas. Kabupaten Banyumas. METODE Penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang melalui prosedur observasi lapangan yang dilakukan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran daring di Desa Pasir Lor khususnya di RT. 02 RW. 02 dan beberapa guru sekolah dasar yang mengalami kendala Covid-19. Responden adalah anak-anak sekolah dasar dan beberapa orang tua siswa. Responden digunakan untuk mndapatkan data dan melengkapi data penelitian (Jamaluddin. Ratnasih. Gunawan, & Paujiah, 2. Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan melakukan program mengajar dan menjelaskan pekerjaan rumah (PR) bersama anak-anak SD dan Mi yang bertempat di TPQ Nurul Khikmah Kauman Pasir Lor RT. 02 RW. Program ini dilakukan karena banyak orang tua yang mengeluh tentang dilaksanakannya pembelajaran dari rumah atau daring. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode pembelajaran online ini merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan basis internet, guru membuat video lalu diunggah di Youtube. Power Point, atau materi yang di share di WA grup atau dengan bahan ajar yang lain (Kurniawan & Zarnita, 2. Al Basirah. Volume 1. Nomor 2. November 2021 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Kharisma Linda Fajriyani dan Nur Azizah Pada awalnya pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada kebutuhan ekonomi masyarakat, tetapi kini berdampak juga pada proses pendidikan. Proses pembelajaran yang tadinya dilaksanakan secara tatap muka menjadi dilaksanakan secara jarak jauh atau belajar dari rumah. Dan aktivitas yang menyebabkan keurmuman juga di anjurkan pemerintah untuk ditutup. Pemerintah menganjurkan bekerja, belajar dan kegiatan lainnya dilakukan dari rumah untuk mengurangi angka peningkatan pasien Covid-19 di Indonesia. Pembelajaran online merupakan sistem pembelajaran yang terbuka dengan menyebarkan materinya melalui internet dan berbagai teknologi berjaringan untuk memperlancar proses Proses ini adalah metode untuk mengaktifkan siswa agar dapat belajar kapanpun dan dimanapun (Surahman. Santaria, & Setiawan, 2. Terdapat beberapa sekolah di daerah pedalaman atau daerah yang susah mendapatkan sinyal internet menyebabkan para siswa kesulitan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. Dengan keadaan seperti ini seorang guru harus memiliki cara yang kreatif atau memiliki alternatif dalam proses pembelajaran dari rumah. Agar para siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan Mereka dapat menggunakan sumber belajar yang sudah ada, seperti buku tema yang sesuai dengan jadwal yang sudah di buat sebelumnya (Astini, 2. Siswa dan guru mengalami kendala dengan adanya skill teknologi dan akses jaringan internet yang dapat dikatan minim. Sehingga proses pembelajaran daring ini tidak dapat dikatakan sebagai solusi justru menjadi beban tambahan bagi guru dan siswa. Bagi guru mungkin dapat dengan cepat beradaptasi dengan metode baru ini, namun bagi siswa apalagi siswa SD mengalami kesulitan dengan adaptasi metode pembelajaran baru ini. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa pembahasan supaya hasil penelitiannya lebih terfokuskan, maka penulis membagi menjadi beberapa hal yang harus di bahas, yaitu : Kenyamanan Pembelajaran Jarak Jauh / Daring Pembelajaran jarak jauh atau biasa disebut dengan pembelajaran daring/online merupakan metode baru yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai alat utama untuk menyampaikan materi dalam pembelajaran. Teknologi yang ada hanya perantara materi dari guru yang disampaikan ke murid, belum tentu juga murid menangkap materi yang di sampaikan dengan baik. maka dari itu guru harus memikirkan berbagai aktivitas yang dapat membuat materi yang disampaikan dapat ditangkap dalam otak peserta didik dengan baik. Dalam program Learn and Teach yang diselenggarakan oleh Yayasan TRAMPIL Indonesia disebutkan bahwa masyarakat masih takut dengan adanya hal baru. Terutama teknologi utama dalam pembelajaran daring agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan Jika dihitung dari awal memang membutuhkan biaya besar bagi masyarakat pedesaan Al Basirah. Volume 1. Nomor 2. November 2021 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Kharisma Linda Fajriyani dan Nur Azizah namun jika dihitung dalam jangka waktu panjang dan dari segi efisien proses pembelajaran ini jauh lebih efisien. Sekolah diliburkan terlalu lama membuat anak-anak menjadi jenuh. Mereka terbiasa berangkat kesekolah dan bertemu dengan teman-teman serta bermain dan bergurau bersama, kini anak-anak hanya bisa belajar dari rumah. Kegiatan seperti ini yang ditakutkan jika anak-anak kehilangan jiwa sosialnya. Adanya wabah Covid-19 ini mengharuskan sekolah menggunakan teknologi, jadi mau tidak mau siswa dipaksa untuk belajar mengoperasikan teknologi agar dapat mengikuti sesi Dukungan dan kerja sama orang tua sangat diperlukan oleh anak-anaknya. Jadi orang tua harus lebih ketat lagi mengawasi anak-anak mereka saat pembelajaran berlangsung (Purwanto et al. , 2. Kenyamanan belajar pada anak dapat dimulai dengan menyediakan fasilitas belajar yang memadai, orang tua juga harus selalu mendampingi anak-anaknya saat mengerjakan tugas, serta memberikan pujian saat selesai mengerjakan tugas, sehingga tidak menimbulkan acara anak yang mogok saat mngerjakan tugas (Trisnawati & Sugito, 2. Kemampuan Literasi Digital Guru Kemampuan Iiterasi digitaI guru merupakan sebuah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi yang berasaI dari berbagai sumber dalam bentuk digital secara efektif dan efisien dari berbagai konteks seperti, akademik, karier, dan kehidupan sehari-hari. Saat ini tantangan terbasar dalam pembelajaran daring di sekolah antara lain kemampuan guru di bidang literasi digital kurang memadai. Sehingga peserta didik juga tidak memiliki kemampuan dalam hal mencari, mengolah, dan mengevaluasi informasi secara efektif dan efisien. Pada kenyataannya kemampuan literasi seorang guru pada era ini masih sangat terbatas. Pemerintah juga sudah mengupayakan beberapa program untuk meningkatkan literasi guru terutama diera pendemi ini diantaranya dengan mengeluarkan dana BOS untuk pembelian perangkat lunak diantaranya Laptop agar para tenaga pengajar tidak gagap teknologi (Kurnianingsih. Rosini, & Ismayati, 2. Ketidaksiapan guru dalam melalui pembelajaran secara daring termasuk rendahnya kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam dunia pendidikan di era pandemi saat ini. Menurut Gatot Suharwoto proses pembelajaran saat ini masih sulit dikarenakan kemampuan guru menggunakan teknologi tidak mencapai 50% dari jumlah keseluruhan guru hasil tersebut berdasarkan sistem UNESCO menunjukan bahwa hanya 14% guru yang dapat Al Basirah. Volume 1. Nomor 2. November 2021 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Kharisma Linda Fajriyani dan Nur Azizah mengoperasikan teknologi dengan mudah. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan menunjukan bahwa rendanya kompetensi guru di lndonesia. Tingkat Adaptasi Siswa terhadap Pembelajaran Setelah adanya pandemi Covid-19 yang melanda Negara Indonesia, sekolah yang seharusnya dilakukakan dengan metode tatap muka diubah menjadi daring/online. Kondisi ini menjadi suatu tantangan untuk para siswa untuk beradaptasi kembali dari yang tadinya luring atau tatap muka menjadi daring atau pembelajaran jarak jauh. Dengan kondisi seperti ini menjadikan siswa dan orang tua harus belajar menggunkana teknologi internet agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik. Perubahan metode pembelajaran ini juga menjadikan siswa kurang dapat memahami materi yang di sampaikan oleh guru. Karna di desa Pasir Lor guru tidak memjelaskan materi tetapi guru hanya menyuruh siswa membeli LKS dan setelahnya siswa hanya di beri PR . ekerjaan ruma. tanpa diberi penjelasan oleh guru, jadi siswa sulit memahami materi. Menurut Piaget . siswa SD berada pada tahap paling bawah, mereka cenderung belum mampu berfikir kritis dan masih bergantung kepada orang lain. Siswa SD belum terbiasa dengan metode pembelajaran dengan sistem daring. Mereka cenderung terbiasa melaksanakan pembelajaran berbasis luring atau tatap muka. Dengan adanya pandemi Covid-19 membuat siswa SD harus mulai beradaptasi lagi dan secara tidak langsung dapat mengurangi nilai-nilai daya serap belajar mereka dibandingkan dengan orang dewasa. Disamping itu pembelajaran online ini memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihannya siswa mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa. Metode ini menuntut siswa agar dapat mempersiapakan, mengatur waktu, dan dapat meningkatkan motivasi dalam belajar. Kekurangannya terdapat permasalahan yang kerap muncul yaitu metode dalam pembelajaran, penyampaian materi, dan interaksi antar siswa. Interaksi antar siswa menjadi faktor yang penting agar dapat membantu siswa mencapai proses pembelajaran yang optimal dan membantu siswa dalam proses pembelajaran agar mendapat hasil yang baik (Satiti et al. Kecukupan Perangkat Pembelajaran online membutuhkan beberapa perangkat yang cukup seperti handphone android atau Laptop dan juga internet yang lancar agar proses belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan baik. Jaringan tidak stabil dan juga kuota yang terbatas menjadi penghambat kelancaran dalam belajar online. Sekolah seharusnya dapat menerapkan beberapa langkah strategis seperti halnya Al Basirah. Volume 1. Nomor 2. November 2021 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Kharisma Linda Fajriyani dan Nur Azizah menyediakan aplikasi yang rendah pemakaian kuotanya sehingga proses belajar mengajar tidak terhambat (Hamdani & Priatna, 2. Aplikasi yang digunakan oleh guru Sekolah Dasar (SD) dalam proses pembelajaran masih menggunakan WA. Karna menurut sebagian besar guru mengatakan bahwa aplikasi tersebut lebih mudah digunakan dan semua orang bisa mengoperasikannya. Dan mereka juga masih ada beberapa yang gaptek akan teknologi. Guru mengatakan bahwa metode pembelajaran daring ini sangat tidak cocok digunakan untuk anak-anak SD, jangankan SD untuk siswa Sekolah menengahpun masih kesulitan. Berdasarkan hasil survey ke beberapa sekolah yakni guru hanya mengirimkan tugas untuk di kerjakan selama satu minggu dan di kumpulkan di akhir pekan di ganti dengan tugas Metode ini mengalami banyak sekali kendala. Untuk kendalanya anak-anak sulit memahami materi yang di pelajari dan saat mengerjakan tugaspun masih banyak yang belum paham materinya. Kesulitan kuota dan susahnya jaringan internet juga mendadi salah satu penghambat proses pembelajaran (Anggianita. Yusnira, & Rizal, 2. Koneksi Internet Koneksi internet merupakan hal yang penting dalam melaksanakan proses pembelajaran yang full daring ini. Dikarenakan proses pembelajaran harus diakses melalui internet, jika tidak ada koneksi internet tidak ada interaksi yang masuk antara peserta didik dengan guru. Jaringan internet yang tidak stabil tidak hanya terjadi di daerah terpencil. Bahkan jaringan yang tidak stabil sering terjadi di kota. Muhamad Hasbi. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan bahwa hasil hasil survei yang dilakukan oleh pihaknya menunjukan sebanyak 13,3% responden mengalami kendala jaringan internet yang tidak stabil. Biaya kuota internet juga menjadi penghambat dalam kelangsungan pembelajaran daring. Masih banyak yang kekurangan kuota pada saat pembelajaran, sebaiknya pemerintah dan guru melangsungkan pembelajaran dengan metode yang tidak memakan banyak kuota. Penyampaian Materi Belum Menyeluruh Dalam proses pembelajaran daring tentu saja cara penyampaian materi dari guru kepada murid tidak dapat dilakukan secara langsung. Hal ini menjadi kendala siswa dalam pembelajaran. Siswa belum tentu memehami apa yang disampaikan oleh guru mereka. Dalam penelitiannya penulis mendapatkan beberapa sekolah SD hanya menyuruh siswa untuk membeli buku LKS dan hanya diberi tugas saja, guru tidak menjelaskan materi bakan tidak diberi video pembelajaran dan semacamnya. Oleh karena ini seorang guru atau tenaga pendidik harus memiliki cara yang Al Basirah. Volume 1. Nomor 2. November 2021 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Kharisma Linda Fajriyani dan Nur Azizah kreatif agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik dan anak-anak dapat memahami materi yang dibagikan (Kurniawan & Zarnita, 2. Gambar 1. Proses pembelajaran anak-anak SD Pasir Lor. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan oleh penulis, penulis menyimpulkan bahwa peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran daring. Guru harus meningkatkan efektivitas pembelajaran mulai dari metode yang digunakan pada saat pembelajaran dan guru juga harus memiliki ide kreatif agar dapat menciptakan suasana kelas yang nyaman dan siswa mudah memahami materi yang disampaikan. Pendampingan belajar secara daring sangat diperlukan baik oleh orangtua maupun keluarga untuk memantau perkembangan belajar siswa sekolah dasar sehingga materi bisa dipahami dengan baik tanpa harus menyalahkan teknologi atau perangkat yang digunakan sehingga target kemampuan siswa juga tercapai sesuai yang diharapkan. DAFTAR PUSTAKA