Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DALAM MEMBENTUK SIKAP SOSIAL SISWA DI SDN 03 KEMUNINGLOR JEMBER Agus Zainudin Universitas Islam Jember Email: guszain90@gmail. Mashudi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Email: masstain@gmail. Mundir Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Email: mundir_ftik@uinkhas. Moh. Sahlan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Email: mohsahlan@uinkhas. Abstrak: Pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembangan era digital. Dalam era digital, kaum milenial memerlukan landasan moral yang kokoh untuk mencapai kesuksesan. Pendidikan Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits bertujuan membentuk kesalehan sosial pada siswa agar mereka memiliki sikap baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Pendidikan Islam terbuka untuk semua jenjang usia dan memiliki peran signifikan dalam membangun kepribadian individu, terutama di tengah kemajuan revolusi industri 4. 0 dan masyarakat 5. yang menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) dalam membentuk sikap sosial siswa di SDN 03 Kemuninglor Arjasa Jember. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan yang mungkin dihadapi selama menerapkan pembelajaran PAI dengan pendekatan PjBL di sekolah tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis secara kualitatif melalui interpretasi dan penyajian hasil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dalam pembelajaran PAI melibatkan langkah-langkah penting, seperti identifikasi materi pembelajaran, perancangan proyek yang relevan, pelaksanaan pembelajaran kolaboratif, serta pemberian umpan balik yang konstruktif. Model ini bertujuan membangun sikap sosial positif pada siswa, seperti kemampuan bekerja sama, toleransi, empati, dan kepedulian sosial. Walaupun terdapat kendala, seperti kebutuhan waktu persiapan yang lebih lama dan keterbatasan sumber daya, guru PAI berupaya memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan melibatkan dukungan orang tua siswa. Evaluasi keberhasilan dilakukan dengan mengukur tingkat partisipasi siswa, pemahaman terhadap materi, keterampilan sosial yang ditunjukkan, serta evaluasi diri siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran PJBL. Sikap Sosial PENDAHULUAN Pendidikan di era milenial membutuhkan integrasi teknologi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan. Pendidikan global berbasis digital mendukung pengembangan kemampuan siswa untuk bersaing di era globalisasi, tetapi tetap membutuhkan sinergi antara teknologi, kebijakan, dan sumber daya manusia untuk mengatasi tantangan yang ada. 1 Sistem pendidikan diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk perkembanga era digital. Dalam era modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi yang pesat, generasi milenial memerlukan lebih dari sekadar kecerdasan intelektual untuk mencapai keberhasilan, mereka juga membutuhkan prinsip moral yang kuat. Prinsip moral yang baik harus ditanamkan sejak dini, khususnya pada siswa, karena pendidikan yang berkualitas merupakan dasar utama untuk membentuk moralitas yang kokoh. Revolusi Industri 4. 0 dan Masyarakat 5. 0 membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi kehidupan manusia, termasuk dalam konteks pendidikan Islam. Adanya transformasi pembelajaran dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran daring dan metode asinkron menjadi salah satu transformasi yang mencolok. Perkembangan teknologi di dunia pendidikan, khususnya bagi guru-guru Pendidikan Agama Islam, seharusnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme mereka. Pendidikan Islam di era Revolusi Industri 4. 0 harus responsif terhadap perkembangan teknologi sambil mempertahankan nilai-nilai dasar agama. Kolaborasi antara guru, orang tua, dan komponen pendidikan lainnya sangat penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia. Pendidikan Islam harus memanfaatkan peluang teknologi untuk membentuk ilmuwan yang religius, dengan pendekatan yang integral dan Lingkungan sosial memainkan peran krusial dalam membentuk sikap sosial individu. Lingkungan, termasuk rumah, sekolah, dan masyarakat sekitar, memengaruhi perkembangan sikap sosial yang kemudian tercermin dalam perilaku sehari-hari, hubungan interpersonal, serta kebiasaan berpikir dan bertindak. Salah satu metode efektif untuk menanamkan sikap sosial siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah dengan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) seperti: membentuk siswa siswa yang berkarakter baik, mampu berinteraksi secara sosial, dan memiliki keterampilan sebagai warga negara yang bertanggung jawab. 3 Metode ini dimulai dengan mengumpulkan ide dan pertanyaan dari siswa, yang disesuaikan dengan topik tertentu dan dikembangkan menjadi aktivitas pembelajaran, permainan, dan eksplorasi. Project Based Learning (PjBL) merupakah model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran baik dalam merancang ataupun membuat proyek yang berguna untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan inovatif serta menekankan belajar kontekstual. Inge Kurnia Mardia Lestyaningrum et al. Pendidikan Global Berbasis Teknologi Digital Di Era Milenial. Irwansyah Suwahyu. AuEksistensi Pendidikan Islam Di Era Revolusi Industri 4. 0 Irwansyah Suwahyu,Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4, no. : 3902Ae10. Arceso JOSE ROMERO PEREZ Director General JOSE GREGORIO ROIS ZUycIGA Secretaria General OMAR OBANDO DAEZ Subdirector de Calidad Ambiental JAIME PINTO BERMUDEZ Subdirector de Gestiyn Desarrollo LUIS MANUEL MEDINA TORO Jefe oficina Asesora de Planeaciyn et al. AuHubungan Sikap Sosial Dan Keterampilan Kewarganegaraan Dengan Pembentukan Karakter Pada Siswa Kelas X Sma Negeri,Ay Applied Microbiology and Biotechnology 85, no. : 6. Mulia Sinta et al. AuPenerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Hukum Gravitasi Newton Di MAS Jabal Nur,Ay Jurnal Phi Jurnal Pendidikan Fisika Dan Fisika Terapan 3, no. : 24, https://doi. org/10. 22373/pjpft. SDN 03 Kemuninglor Arjasa Jember adalah salah satu institusi pendidikan yang telah mengadopsi model PjBL dalam pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Namun, masih ada guru yang menggunakan metode ceramah yang monoton, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang menarik. Hasil observasi awal, mengungkapkan beberapa masalah terkait sikap sosial siswa, seperti kurangnya toleransi terhadap perbedaan, kurang disiplin dalam mengikuti aturan, dan kurangnya empati terhadap teman yang sedang mengalami kesulitan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan proses dan perilaku subjek berdasarkan topik penelitian. Pendekatan deskriptif ini mengadopsi metode naturalistik induktif dan verstehen5 untuk menyampaikan deskripsi dan narasi mengenai makna yang terkandung dalam perilaku masyarakat dari sudut pandang masyarakat itu sendiri. Metode kualitatif deskriptif dipilih oleh penulis karena semua informasi, penjelasan, dan data verbal yang diperlukan untuk penelitian ini disampaikan secara lisan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi lebih dalam isuisu yang relevan dengan situasi nyata di lokasi penelitian. Melalui metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran objektif tentang penerapan model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya menanamkan sikap sosial siswa. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan kajian mendalam yang dituangkan dalam penelitian iniAu Model pembelajaran project based learning (PjBL) dalam membentuk sikap sosial siswa di SDN 03 Kemuninglor Arjasa JemberAy. KAJIAN TEORI Model Pembelajaran PAI Model pembelajaran merupakan sebuah pendekatan atau struktur sistematis yang digunakan dalam proses pendidikan untuk mendukung transfer pengetahuan dari guru atau fasilitator kepada siswa, selain itu model pembelajaran harus juga mempertimbangkan peserta didik, karena mereka mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. 6 Model ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang efektif, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, dan mengoptimalkan hasil pembelajaran. Setiap model pembelajaran memiliki keunikan dalam metode, karakteristik, dan strategi yang dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, situasi, serta kebutuhan peserta didik. Contoh model pembelajaran meliputi pendekatan eksplorasi, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif, hingga pembelajaran berbasis teknologi. Salah satu model yang banyak diterapkan adalah Project Based Learning (PjBL), sebuah pendekatan yang melibatkan siswa secara aktif dalam merancang konsep, mengembangkan prototipe, dan menyelesaikan berbagai permasalahan sosial maupun ekologis, serta mampu Asiva Noor Rachmayani. Metode Penelitian Kualitatif, 2015. Putri Khoerunnisa and Syifa Masyhuril Aqwal. AuAnalisis Model-Model Pembelajaran,Ay Fondatia 4, no. : 1Ae27, https://doi. org/10. 36088/fondatia. memberikan pengaruh terhadap peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran. 7 Dalam metode ini, siswa diberi kebebasan untuk menggali ide-ide mereka, yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kreativitas. Sebagaimana dijelaskan oleh Nopiyanti, tujuan utama PjBL tidak hanya meningkatkan imajinasi siswa, tetapi juga membantu mereka dalam membangun hubungan interpersonal dan kemampuan bekerja sama. 8 Pendekatan ini berkontribusi pada pengembangan kemampuan berpikir, keterampilan motorik, komunikasi, serta kreativitas. Adapun tujuan utama PjBL meliputi pemberian pengetahuan dan keterampilan baru, peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, mendorong partisipasi aktif dalam menyelesaikan masalah kompleks secara kolaboratif, serta melatih pengelolaan sumber daya secara efektif. 9 Selain itu. PjBL bertujuan memberikan pengalaman praktis yang dapat memperluas wawasan siswa dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka dalam menghadapi berbagai tantangan. PjBL memiliki beberapa ciri khas, seperti partisipasi aktif siswa dalam menentukan kerangka kerja proyek, menghadapi tantangan, dan merancang solusi. Proses ini menuntut siswa untuk bekerja secara kolaboratif, mengelola informasi secara mandiri, melakukan evaluasi secara berkala, serta merefleksikan aktivitas yang dilakukan. 1 Produk akhir dari proyek dinilai secara kualitatif, dengan lingkungan pembelajaran yang mendukung kesalahan dan perubahan sebagai bagian dari proses belajar. Model pembelajaran PjBL menawarkan sejumlah keunggulan. Pertama, model ini membantu siswa untuk berpikir secara mendalam dalam menghadapi permasalahan nyata. Kedua. PjBL memberikan pengalaman langsung yang mengasah kemampuan berpikir kritis dan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ketiga, pendekatan ini sesuai dengan prinsip pembelajaran modern yang menekankan pengembangan keterampilan melalui kombinasi teori, praktik, dan implementasi nyata. Tahapan utama dalam PjBL meliputi:1 Perencanaan: Menentukan tujuan proyek, menganalisis karakteristik siswa, merancang strategi pembelajaran, menyusun lembar kerja, menentukan kebutuhan sumber belajar, serta menyiapkan alat evaluasi. Pelaksanaan: Melakukan persiapan sumber belajar, menjelaskan proyek kepada siswa, membentuk kelompok kerja, dan memulai pengerjaan proyek dengan pengawasan dari Proses ini mencakup bimbingan secara berkelanjutan dan pemberian perbaikan jika terdapat kesalahan. Putri Dewi Anggraini and Siti Sri Wulandari. AuAnalisis Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Peningkatan Keaktifan Siswa,Ay Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) 9, 2 . : 292Ae99, https://doi. org/10. 26740/jpap. M Ilyas and U Rosyidah. AuIMPLEMENTASI METODE PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS Vi SMP 11 MAAoARIF BANGSALSARI,Ay FAJAR Jurnal Pendidikan Islam, 2023, https://scholar. com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=2AZR2y8aJ&pagesize= 100&citation_for_view=2AZR2y8aJ:YsMSGLbcyi4C. Ela Masita. Strategi Case Method Dan Project-Based Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. AndrewAos Disease of the Skin Clinical Dermatology. , 2022. Fathurrohman. AuModel Pembelajaran Project Based Learning (PJBL),Ay Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. : 1689Ae99. Project Based Learning et al. ,1 Project Based Learning, 2007. Dengan menerapkan tahapan-tahapan ini. PjBL tidak hanya mempermudah pemahaman materi, tetapi juga melengkapi siswa dengan keterampilan dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Sikap Sosial Sikap sosial merupakan perilaku yang terbentuk dari interaksi dengan teman sebaya dan kelompok sosial yang lebih luas. Menurut Sudarsono, sikap sosial adalah sikap yang ditunjukkan oleh individu atau kelompok hanya dalam konteks keberadaan sosial mereka, seperti keluarga atau kelompok di masyarakat. Lingkungan sosial memiliki peran penting dalam membentuk sikap sosial seseorang, yang meliputi rumah, sekolah, dan lingkungan Sikap sosial mencerminkan tingkat kesadaran diri individu, yang kemudian memengaruhi kebiasaan perilaku mereka dalam merespons berbagai objek sosial. Komponen utama sikap sosial mencakup kejujuran, kesopanan, rasa percaya diri, kerja sama, toleransi, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Sikap sosial memiliki empat fungsi utama. Pertama, sebagai alat penyesuaian diri, di mana individu dengan karakteristik serupa lebih mudah beradaptasi dalam hubungan sosial. Kedua, sikap sosial bertindak sebagai pengatur perilaku, yang dipengaruhi oleh tingkat kedewasaan individu dalam mempertimbangkan interaksi dengan lingkungan sosial. Ketiga, sikap sosial berfungsi sebagai pengatur pengalaman, memberikan kebebasan bagi individu untuk menentukan apa yang mereka sukai atau tidak sukai dalam hidup. Keempat, sikap sosial mencerminkan kepribadian seseorang, memungkinkan orang lain menilai karakter individu berdasarkan sikap yang mereka tampilkan. Pembelajaran PAI Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah proses interaksi antara guru dan siswa yang bertujuan untuk membantu siswa memahami dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Proses ini mencakup dua aspek utama, yaitu aspek kognitif dan aspek Aspek kognitif berkaitan dengan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dasar agama Islam, seperti keimanan, ibadah, dan muamalah. Sementara itu, aspek afektif berfokus pada pengembangan sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti menghargai sesama, bekerja sama, dan menjunjung tinggi toleransi. Menurut Kementerian Agama, pembelajaran PAI bertujuan untuk membentuk individu yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, sekaligus meningkatkan pemahaman siswa terhadap ajaran Islam, mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, serta menanamkan kesadaran akan nilai-nilai moral dan etika dalam ajaran Islam. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Di Indonesia, pembelajaran PAI dilakukan dengan berbagai metode, seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, berbagai media, seperti buku teks, audiovisual, dan platform daring, digunakan untuk mendukung Masfi SyaAofiatul Ummah. AuSIKAP SOSIAL SISWA DALAM INTERAKSI EDUKATIF SISWA PANTI ASUHAN DI MADRASAH ALIYAH SWASTA AL-ITTIHADIYAH BROMO MEDAN,Ay Sustainability (Switzerlan. 11, no. : 1Ae14. Imam Tolhah et al. AuPendidikan Agama Islam Dalam Lintasan Sejarah A,Ay 2016, 345Ae58. pembelajaran agar lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan penggunaan metode dan media ini adalah untuk membantu siswa memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Secara lebih spesifik, tujuan pembelajaran PAI adalah untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang ajaran Islam dan penerapannya dalam kehidupan. Hal ini mencakup peningkatan pengetahuan tentang ibadah dan ajaran Islam, penguatan pemahaman nilai-nilai moral dan etika Islam, serta penerapannya dalam kehidupan seharihari. Selain itu, tujuan lainnya meliputi mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif mengenai ajaran Islam, mengembangkan keterampilan sosial dan emosional berdasarkan nilai-nilai Islam, menumbuhkan kesadaran akan keberagaman budaya dan agama, serta membangun sikap toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Pembelajaran PAI juga bertujuan membantu siswa memahami nilai-nilai keadilan, kejujuran, kebijaksanaan, dan kedermawanan sebagaimana diajarkan dalam Islam. Pelaksanaan Pembelajaran PAI dengan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Membentuk Sikap Sosial Siswa Merujuk pada hasil penelitian. Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) di SDN 03 Kemuninglor Arjasa Jember dilakukan dengan baik dalam rangka membentuk sikap sosial siswa. Dalam pelaksanaannya, guru-guru PAI memanfaatkan proyek-proyek yang terintegrasi dengan mata pelajaran PAI, sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan sosial dan keterampilan mereka dalam situasi kehidupan nyata. Pelaksanaan pembelajaran PAI menggunakan model Project Based Learning (PjBL) bertujuan untuk tidak hanya mengajarkan nilai-nilai agama secara teoretis, tetapi juga mengaplikasikannya melalui kegiatan proyek yang relevan dan bermakna. Proses ini dilakukan melalui beberapa tahapan utama: Identifikasi Topik atau Tema Langkah pertama dalam pelaksanaan PjBL adalah menentukan topik atau tema yang akan dibahas. Dalam pembelajaran PAI, tema yang dipilih harus relevan dengan nilai-nilai agama dan moral yang ingin ditanamkan pada siswa, seperti kejujuran, kerja sama, atau Perencanaan Proyek Setelah topik ditentukan, guru bersama siswa merencanakan proyek yang sesuai dengan tema Proyek ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Misalnya, proyek dapat berupa kampanye nilai-nilai kebaikan, pembuatan video edukasi, atau kegiatan sosial yang melibatkan siswa secara aktif. Pelaksanaan Proyek Dalam tahap ini, siswa melaksanakan proyek sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Guru berperan sebagai fasilitator yang memastikan siswa terlibat aktif dalam kegiatan, membantu mereka mengatasi kendala, serta memberikan bimbingan selama proses berlangsung. Presentasi Hasil Proyek Setelah proyek selesai, siswa mempresentasikan hasil kerja mereka. Presentasi ini dapat berupa poster, video, atau laporan lisan. Siswa juga diharapkan memaparkan nilai-nilai agama dan moral yang mereka pelajari serta bagaimana mereka mengaplikasikannya selama proyek Manfaat Penerapan PjBL dalam Pembelajaran PAI Dengan menggunakan model PjBL, siswa tidak hanya memahami nilai-nilai agama secara mendalam, tetapi juga belajar mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Peran Guru dalam Pembelajaran PAI dengan PjBL Guru berperan sebagai fasilitator dan pengarah yang memastikan pembelajaran berjalan Selain itu, guru memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa untuk memperbaiki proses dan hasil proyek mereka. Dampak PjBL terhadap Sikap Sosial Siswa. Pelaksanaan PjBL terbukti memiliki dampak positif terhadap sikap sosial siswa, seperti: bekerja sama dalam kelompok, menghargai perbedaan pendapat, mengambil tanggung jawab atas peran mereka dalam proyek, berkomunikasi secara efektif untuk mencapai tujuan SIMPULAN Sistem pendidikan menghadapi tantangan signifikan di era digital, termasuk kebutuhan untuk mengintegrasikan teknologi dan menanamkan prinsip moral yang kuat pada siswa sejak Perubahan besar seperti Revolusi Industri 4. 0 dan Masyarakat 5. 0 mendorong transformasi pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan Islam. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) muncul sebagai pendekatan yang relevan untuk mengatasi tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi dan metode kolaboratif. Di SDN 03 Kemuninglor Arjasa Jember, penerapan PjBL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kerja sama, sekaligus menanamkan nilai-nilai agama dan moral. PjBL memungkinkan siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, seperti merancang proyek yang relevan, bekerja dalam kelompok, dan mempresentasikan hasil kerja mereka. Guru berperan sebagai fasilitator yang memastikan keberhasilan proses ini, memberikan bimbingan, dan umpan balik yang konstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PjBL secara efektif membentuk sikap sosial siswa, termasuk kemampuan bekerja sama, menghargai perbedaan, bertanggung jawab, dan berkomunikasi secara efektif. Dengan langkah-langkah yang terstruktur mulai dari identifikasi topik, perencanaan dan pelaksanaan proyek, hingga presentasi hasil PjBL tidak hanya meningkatkan pemahaman teoretis siswa terhadap nilai-nilai agama tetapi juga mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Secara keseluruhan, penerapan PjBL dalam pembelajaran PAI memberikan manfaat besar dalam membangun karakter siswa yang tidak hanya religius tetapi juga memiliki keterampilan sosial yang positif dan relevan untuk tantangan kehidupan modern. DAFTAR RUJUKAN Anggraini. Putri Dewi, and Siti Sri Wulandari. AuAnalisis Penggunaan Model Pembelajaran Project Based Learning Dalam Peningkatan Keaktifan Siswa. Ay Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP) 9, no. : 292Ae99. https://doi. org/10. 26740/jpap. Asiva Noor Rachmayani. Metode Penelitian Kualitatif, 2015. Fathurrohman. AuModel Pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Ay Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. : 1689Ae99. Ilyas. M, and U Rosyidah. AuIMPLEMENTASI METODE PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS Vi SMP 11 MAAoARIF BANGSALSARI. Ay FAJAR Jurnal Pendidikan Islam, 2023. https://scholar. com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=2AZR2y8a J&pagesize=100&citation_for_view=2AZR2y8aJ:YsMSGLbcyi4C. JOSE ROMERO PEREZ Director General JOSE GREGORIO ROIS ZUycIGA Secretaria General OMAR OBANDO DAEZ Subdirector de Calidad Ambiental JAIME PINTO BERMUDEZ Subdirector de Gestiyn Desarrollo LUIS MANUEL MEDINA TORO Jefe oficina Asesora de Planeaciyn. Arceso. Alirio ARCINIEGAS MOLINA Asesor Territorial del Sur MAILENE LAUDITH ROBLES PINTO Jefe oficina Asesora Jurydica JORGE MIGUEL GUEVARA FRAGOZO Asesor de Desarrollo Institucional PROYECTADO POR. John DORANCyO MANRIQUE OSORIO Geylogo GRUPO SIG CORPOGUAJIRA. NJCLD, and yuoo syo yauu OO aU. AuHubungan Sikap Sosial Dan Keterampilan Kewarganegaraan Dengan Pembentukan Karakter Pada Siswa Kelas X Sma Negeri. Ay Applied Microbiology and Biotechnology 85, no. : 6. Khoerunnisa. Putri, and Syifa Masyhuril Aqwal. AuAnalisis Model-Model Pembelajaran. Ay Fondatia 4, 1 . : 1Ae27. https://doi. org/10. 36088/fondatia. Learning. Project Based. Problem Based Learning. Gretchen Kalonji, and International Strategy Development. Project Based Learning, 2007. Lestyaningrum. Inge Kurnia Mardia. Anita Trisiana. Destyn Ayu Safitri. Supriyanti. Alfian Yuda Pratama, and TaAoat Putra Wahana. Pendidikan Global Berbasis Teknologi Digital Di Era Milenial. Masita. Ela. Strategi Case Method Dan Project-Based Learning Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. AndrewAos Disease of the Skin Clinical Dermatology. , 2022. Sinta. Mulia. Halimatus Sakdiah. Nanda Novita. Fajrul Wahdi Ginting, and Syafrizal Syafrizal. AuPenerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Pada Materi Hukum Gravitasi Newton Di MAS Jabal Nur. Ay Jurnal Phi Jurnal Pendidikan Fisika Dan Fisika Terapan 3, no. : 24. https://doi. org/10. 22373/p-jpft. Suwahyu. Irwansyah. AuEksistensi Pendidikan Islam Di Era Revolusi Industri 4. 0 Irwansyah Suwahyu. Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4, no. : 3902Ae10. Tolhah. Imam. Sumanto. Nuruddin, and Husein. AuPendidikan Agama Islam Dalam Lintasan Sejarah A,Ay 2016, 345Ae58. Ummah. Masfi SyaAofiatul. AuSIKAP SOSIAL SISWA DALAM INTERAKSI EDUKATIF SISWA PANTI ASUHAN DI MADRASAH ALIYAH SWASTA AL-ITTIHADIYAH BROMO MEDAN. Ay Sustainability (Switzerlan. 11, no. : 1Ae14.