205 JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 PENGARUH FASILITAS PARIWISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN BERKUNJUNG DI TAMAN BUNGA SURANADI DESA SURANADI I Nyoman Sukadana Trilokantara1. Ketut Bagiastra2 & Indrapati3 1,2,3,Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1nsukadana5@gmail. com, 2bagiastraketut@gmail. indrapati29@gmail. Article History: Received: 21-12-2024 Revised: 23-12-2024 Accepted: 24-12-2024 Keywords: Fasilitas pariwisata, kepuasan wisatawan dan Taman Bunga Suranadi. Abstrak : Pariwisata merupakan sektor yang membuat Kapupaten Lombok Barat memiliki daya tarik yang cukup besar, sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung. Begitu pula dengan tempat wisata yang ada di salah satu Kecamatan, yaitu Kecamatan Narmada. Salah satu objek wisata di Kecamatan Narmada, tepatnya di desa Suranadi yaitu objek wisata Taman Bunga Suranadi. Penelitian ini dilakukan di objek wisata Taman Bunga Suranadi kawasan wisata Desa Suranadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Fasilitas Wisata (X) terhadap Kepuasan Wisatawan (Y) di Taman Bunga Suranadi. Populasi pada penelitian ini merupakan pengunjung di Taman Bunga Suranadi yang memiliki frekuensi 1975 wisatawan per 1 bulan. Sampel yang diambil sebanyak 95 responden dimana jumlah sampel ditentukan dengan rumus solvin. Penelitian dilakukan pada bulanmaret hingga April hingga 2024. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif yang diolah dengan aplikasi SPSS versi 20 dengan model regresi linear sederhana. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diambil langsung dari responden melalui kuesioner. Hasil uji t dan uji F pada penelitian menunjukkan bahwa daya tarik wisata dan fasilitas wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan Taman Bunga Suranadi baik secara parsial . fasilitas wisata secara stimulus berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan wisatawan dengan R Square sebesar 14,7% variabel keputusan berkunjung Sedangkan 62. 9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainya yang tidak di teliti. Fasilitas pariwisata memberikan kontribusi sebesar 85,3% dalam terbentuknya kepuasan Fasilitas wisata memiliki hubungan yang sedant terhadap kepuasan wisatawan. PENDAHULUAN Fasilitas pariwisata yang tersedia di Taman Bunga Suranadi yaitu kolam renang yang terbagi atas 3 bagian yaitu Kolam I: kedalaman airnya mencapai 3 meter, diperuntukan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 untuk orang dewasa. Kolam II: kolam dangkal dengan yang bisa dipakai untuk anak anak atau bagi anda yang tidak bisa berenang bisa juga memakai kolam ini. Kolam i: kolam dengan kedalaman paling dangkal yang di buat untuk anak anak bermain serta menikamati permainan air yang di sediakan. Taman Bunga Suranadi memiliki beragam fasilitas wisata dalam mendukung aktivitas wisatawan, seperti: tempat parkir, loket tiket, kantor informasi, masjid, restaurant, gazebo, homestay, panggung pertunjukan, toilet, serta berbagai fasilitas wisata lainya. Fasilitas yang tersedia pada obyek wisata Taman Bunga Suranadi dapat mempengaruhi tingkat kepuasan wisatawan saat berkunjung. Akan tetapi dibalik rasa kenyamanan tersebut, wisatawan juga bisa merasakan hal sebaliknya apabila fasilitas yang di sediakaan tidak beroprasi secara maksimal dan dirawat dengan baik. Seperti halnya di objek Taman Bunga Suranadi, fasilitasnya sudah cukup memadai. Tapi jika dilihat dari segi perawatan fasilitas, dan pengorasiannya bisa dikatakan pihak pengelola belum berhasil terbukti dengan adanya sebagian fasilitas yang mengalami belum beroperasi maksimal tapi belum dilakukan peningkatan. Adapun sarana yang dimaksud penulis dalam hal ini seperti ruang ganti pakaian, papan seluncuran, tempat ibadah, restoran, aula serta homestay dan sebagainya. Tidak maksimalnya fasilitas pendukung di suatu objek wisata membuat wisatawan yang datang berkunjung merasa tidak nyaman dan hal itu bisa berdampak terhadap menurunnya jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke objek wisata Taman Bunga Suranadi. Hasil observasi . Kondisi seperti ini memang ironis mengingat potensi yang dimiliki objek wisata Taman Bunnga sangat menjanjikan, tapi belum dikelola secara optimal. Hal ini seharusnya sudah menjadi perhatian utama bagi pengelola serta pemerintah desa Suranadi. Untuk itu, maka berbagai perubahan yang terjadi harus disikapi dan diantisipasi secara dini oleh pengelola dengan menerapkan strategi yang efektif guna memanfaatkan kekuatan internal yang dimiliki dan mempertimbangkan pengaruh eksternal. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi sektor pariwisata, diantaranya wisatawan, obyek wisata, kuliner, dan sebagainya. Kepuasan wisatawan adalah salah satu faktornya, dimana jika kepuasan wisatawan meningkat maka otomatis akan mempengaruhi berkembang atau tidaknya sektor pariwisata tersebut. wisatawan akan melirik objek wisata yang memiliki daya tarik untuk didatangi. Kepuasan wisatawan merupakan salah satu penilaian wisatawan, apabila wisatawan puas maka kemungkinan besar wisatawan akan berkunjung kembali pada objek wisata Taman Bunga Suranadi. Hal ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana penilaian dan keinginan wisatawan yang sebenarnya. Fasilitas Pariwisata merupakan sarana menyeluruh yang bertujuan untuk menunjang terciptanya kenyamanan, kemudahan, dan keamanan wisatawan pada saat berkunjung ke suatu tempat wisata. Serta penilaian yang diperoleh dalam interaksi pelanggan dengan pusat layanan akan mempengaruhi kualitas layanan di mata pelanggan. Karena pentingnya fasilitas dalam pembangunan pariwisata suatu daerah maka perlu diadakan sebuah penelitian tentangAy pengaruh fasilitas pariwisata terhadap kepuasan berkunjung wisatawan di Taman Bunga Suranadi desa SuranadiAy. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 LANDASAN TEORI Kepuasan Wisatawan. Pengertian Kepuasan Wisatawan. Kepuasan wisatawan merupakan antara apa yang dirasakan dengan apa yang diharapkan wisatawan dari pengalamannya. Perasaan puas saat mengguanakan sebuah jasa merupakan perasaan puas konsumen terhadap produk yang ditawarkan oleh penyedia Kepuasan terhadap fasilitas yang ditawarkan merupakan puas konsumen terhadap fasilitas yang telah ditawarkan. Kotler dan Keller, . 9: . menyatakan bahwa fasilitas merupakan segala sesuatu yang segngaja disediakan oleh penyedia jasa untuk dipakai serta dinikmati oleh konsumen yang bertujuan memberikan tingkat kepuasan maksimal. Ketika fasilitas wisata dapat memberikan kepuasan maksimal kepada para wisatawan, akan menjadi dasar yang baik untuk mereka melakukan kunjungan kembali dimasa yang akan datang dan kesediaan mereka untuk memberikan hal-hal positif kepada orang lain. Kotler dan Keller, . mengatakan bahwa kepuasan wisatawan adalah perasaan wisatawan, baik itu berupa kesenangan atau ketidakpuasan yang timbul dari membandingkan sebuah wisata dengan harapan wisatawan atas fasilitas tersebut. Apabila fasilitas yang diharapkan oleh wisatawan tidak sesuai dengan kenyataannya maka dapat dipastikan wisatawan akan merasa tidak puas dan apabila fasilitas sesuai atau lebih baik dari yang diharapkan maka kepuasan atau kesenangan akan dirasakan wisatawan. Kepuasan adalah perbandingan antara hasil dan ekspetasi. Jika kinerja yang dirasakan lebih tinggi dari harapan, maka wisatawan akan merasa bahagia. Begitupun sebaliknya, apabila kinerja dirasakan lebih rendah dari harapan, maka pengalaman wisatawan dianggap tidak memuaskan. Berdasarkan pengertian kepuasan wisatawan diatas ada juga terdapat kepuasan wisata yang dibahas oleh World Tourism Organization (WTO) dalam bukunya adalah mempertahankan kepuasan wisatawan dan juga aksesibilitas. Kepuasan wisatawan didasari oleh banyak faktor yang berbeda, termasuk dalam berbagai daya tarik sebuah tempat, kualitas servis, ekspetasi wisatawan . isalnya seperti, kebersihan akomodasi, kualitas, makan dan air, pelayanan yang rama. Ada 6 faktor hasil kepuasan wisatawan yaitu: Memenuhi ekspetasi wisatawan. Biaya dan kualitas objek wisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan. Memastikan lingkungan yang bersih, aman dan terlindungi. Keramahan. Kualitas tempat, acara, antraksi, dan layanan yang terkait. Harapan dan minat. Pada penelitian ini menyatakan bahwa aspek fasilitas berpengaruh pada kepuasan Fasilitas merupakan servis dalam berbagai sektor dari hotel, objek wisata, dan Dalam sektor pengembangan pariwisata, salah satu hal yang paling penting adalah fasilitas. Ketersediaan fasilitas wisata sangat penting dalam objek wisata. Penyedia jasa harus menyediakan fasilitas yang digunakan wisatawan guna untuk memberikan kepuasan yang maksimal. Dalam fasilitas dasar itu termasuk keamanan, ketersediaan air, ketersediaan listrik, a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 WC umum. Penelitian lain mengemukakan bahwa aspek fasilitas utama/infrastruktur yaitu hal yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan, standar layanan, layanan tour saat berada di objek wisata dan juga dapat mengemukakan bahwa fasilitas yaitu tempat wisata yang memiliki fasilitas arena bermain, arena atraksi, pos penjaga, arena parkir pusat informasi, tempat sampah dan toilet. (Viola, 2. Fasilitas Pariwisata. Fasilitas wisata dapat diartikan suatu sarana dan prasarana yang harus disediakan oleh pengelola untuk kebutuhan wisatawan. Kebutuhan wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam atau keunika objek wisata melainkan memerlukan sarana dan prasarana Fasilitas wisata menurut (Spillance, 1. Fasilitas merupakan sarana dan prasarana yang mendukung operasional objek wisata yang untuk mengakomodasi segala kebutuhan wisatawan, tidak secara langsung mendorong pertumbuhan tetapi berkembang pada saat yang sama atau sesudah atraksi berkembang. Berdasarkan teori Spillance dalam Muklas . , fasilitas dapat dikelompokkan menjadi 3 . bagian yaitu: Fasilitas Utama, merupakan sarana yang sangat dibutuhkan atau dirasakan sangat perlu selama pengunjung berada disuatu objek wisata. Fasilitas Pendukung, sarana yang pada proporsinya sebagai pelengkapan fasilitas utama sehingga wisatawan akan merasa lebih betah. Fasilitas penunjang, pada dasarnya merupakan sarana yang bersifat sebagai pelengkapan utama sehingga wisatawan terpenuhi apapun kebutuhan selama mengunjungi objek wisata. Menurut Spillane (Dalam Akrom 2. fasilitas merupakan sarana dan prasarana yang mendukung operasional objek wisata untuk mengakomodasi segala kebutuhan wisatawan, tidak secara langsung mendorong pertumbuhan tetapi berkembang pada saat yang sama atau sesudah atraksi berkembang. Menurut (Spillane. fasilitas di kelompokkan menjadi tiga bagian yaitu: Fasilitas utama, merupakan sarana yang sangat dibutuhkan dan dirasakan sangat perlu selama pengunjung berada disuatu objek wisata. Fasilitas utama dilihat dari: Kebersihan. Kenyamanan. Keindahan. Fasilitas pendukung, sarana sebagai pelengkap fasilitas utama sehingga wisatawan akan merasa lebih betah. Terdiri atas akomodasi . tempat makan, tempat pakir, tempat belaja, transportasi yang terbagi atas kebersihan, kerapian, kenyamanan dan Akomodasi. Akomodasi merupakan salah satu komponen yang sangat penting serta merupakan kebutuhan dasar bagi wisatawan selama mereka berada di daerah tujuan wisata. Para wisatawan akan memerlukan tempat tinggal untuk sementara waktu selama dalam perjalanan untuk dapat beristirahat. adanya sarana akomodasi, maka akan mendorong wisatawan untuk berkunjung dan menikmati objek dan daya tarik wisata dengan waktu yang relatif lebih lama. Tempat Makan dan minuman. Tempat makan dan minuman adalah fasilitas yang disediakan dalam rumah makan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 dan restoran seperti sarana akomodasi, sarana rumah makan juga perlu disediakan bagi wisatawan yang datang disamping menikmati atraksi wisata juga menikmati makanan khas Pertimbangan yang diperlukan dalam penyediaan fasilitas makanan dan minuman antara lain adalah jenis dan variasi makanan yang ditawarkan, tingkat kualitas makanan dan minuman, pelayanan yang diberikan, tingkat harga, tingkatkebersihan. Fasilitas Belanja. Belanja merupakan salah satu aktivitas kegiatan wisata, dan sebagian pengeluaran wisatawan didistribusikan untuk belanja. Karena fasilitas terhadap aktivitas belanja perlu dipertimbangkan dalam perencanaan dan pengembangan pariwisata, bukan hanya sebagai pelayanan wisata, namun juga sebagai obyek wisata yang memiliki daya tarik. Fasilitas dan pelayanan belanja disediakan bagi pengunjung yang akan membeli kerajinan seni, kerajinan tangan, souvenir, barang Ae barang khas seperti pakaian, perhiasan, dan ketersediaan barangAe barang dengan pelayanan yang memadai, lokasinya yang nyaman dan akses yang baik, serta tingkat harga yang relatif terjangkau. Fasilitas perlengkap, merupakan sarana yang sangat dibutuhkan dan dirasakan sangat perlu selama pengunjung berada disuatu objek wisata. Fasilitas perlengkap yang terdiri atas fasilitas pokok seperti: Toilet umum. Tempat Ibadah/masjid. Mesjid merupakan sarana peribadatan yang digunakan pengunjung maupun masyarakat sekitar untuk melaksanakan ibadah. Pemandu wisata. Untuk bentuk tertentu, dalam sistem kepariwisataan mungkin memerlukan jenis-jenis fasilitas pelayanan wisata khusus. Untuk tiap area dan jenis pariwisata, fasilitas dan pelayanan yang spesifik perlu diidentifikasika. Berkaitan dengan wilayah studi yang memiliki daya tarik wisata berupa aktivitas jelajah wisata alam, diperlukan suatu jasa pemandu wisata yang berperan sebagai petunjuk jalan bagi pengunjung yang mengelajahi objek wisata. Pusat informasi. Berfungsi untuk memberikan penerangan yang meliputi jenis atraksi atau obyek menarik yang biasa dilihat atau pariwisata penting yang terjadi di waktu Ae waktu tertentu di obyek pariwisata dan sebagainya. Pusat informasi dan promosi merupakan pelayanan yang Adanya informasi, orang dapat memberikan penilaian yang berkaitan dengan pengalaman dari perjalanan wisata yang akan mereka lakukan, dan penilaian ini akan mempengaruhi keputusan pilihan tujuan wisata. Untuk menarik minat wisatawan agar berwisata ke suatu tempat, informasi yang diberikan harus memberikan nilai promosi yang menggambarkan daya tarik obyek wisata. Memudahkan promosi tersebut, maka dapat digunakan jenis jenis media promosi seperti brosur, booklets, guide book, folder, . Tempat parkir. Sarana parkir, berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas maupun sirkulasi pergerakan dilingkungan obyek wisata tersebut. Agar tidak terjadinya kemacetan lalu lintas karena parkir sembarang dan harus ada tukang parkir untuk mengatur keluar dan masuk Perlu disediakan ruang parkir yang cukup untuk menangani kendaraan kendaraan yang berhenti di tempat makan, penginapan atau tempat belanja supaya jalan a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 tidak dipadati oleh kendaraan yang diparkir. Tempat parkir dapat berupa parkir terbuka ataupun parkir tertutup, dan berdasarkan letaknya, tempat parkir dapat berupa parkir pinggir jalan dan parkir khusus pada lahan yang merupakan bagian dari lahan bangunan fasilitas tertentu. Lokasi dan rancangan parkir di luar jalan harus dapat meNIMbulkan perhatian khusus bagi pemarkir yang akan menggunakannya. Menurut Sumayang (Dalam Kiswanto, 2. , beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan fasilitas antara lain: Kelengkapan, kebersihan, dan kerapian fasilitas yang ditawarkan adalah keadaan fasilitas perusahaan yang dilengkapi oleh atribut yang menyertainya dan didukung dengan kebersihan dan kerapian saat konsumen menggunakan fasilitas tersebut. Kondisi dan fungsi fasilitas yang akan ditawarkan adalah fasilitas yang berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan. Kemudahan menggunakan fasilitas yang ditawarkan adalah fasilitas yang ditawarkan kepada konsumen adalah fasilitas yang sudah familier bagi konsumen sehingga konsumen dapat menggunakannya dengan mudah. Kelengkapan alat yang digunakan adalah alat yang digunakan oleh konsumen sesuai dengan spesifikasinya. METODE PENELITIAN Rancangan penelitian menjelaskan tentang bentuk, jenis dan sifat penelitian. Selain itu, perlu juga dijelaskan variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karateristik variabel dan tujuan penelitian. Menurut Kerlinger (Dalam buku Yusuf Muri 2014:. menyatakan Aubahwa penelitian yang bersifat ilmiah merupakan suatu kegiatan penyelidikan yang sistematis, terkendali/terkontrol, dan bersifat empiris dan kritis mengenai sifat atau proporsi tentang hubungan yang diduga terdapat diantara fenomena yang diselidikiAy. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, jenis penelitian pengumpulan data dan analisis datanya menggunakan angka kuantitatif yang dilakukan di Lapangan. Menurut Lehman (Dalam buku Yusuf Muri 2014:. , penelitian kuantitatif deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentu, atau mencoba menggambarkan fenomena secara detail. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian lapangan untuk mengetahui tentang pengaruh fasilitas pariwisata terhadap kepuasan berkunjung wisatawan Taman Bunga Suranadi di desa Suranadi. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 PEMBAHASAN Hasil Penelitin. Gambaran Umum Lokasi Penelitian. Gambar 1. Lokasi Penelitian. Sumber. Upload google maps 2023. Taman Bunga Suranadi. Letak geografis Taman Bunga Suranadi ini terletak jalan pembersihan di desa Suranadi, kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat, provinsi Nusa Tenggara Barat. Taman Bunga Suranadi berlokasi di depan kolam renag mahoni A 25 meter. Jarak dari pusat kota Mataran sekitar 18 kilometer dangan jarak tempuh kisaran 30 menit mengunakan kendaraan pribadi, sedangkan dengan mengunakan tansportasi umum membutuhkan setidaknya 40 menit. Taman Bunga Suranadi di dirikan pada tahun 2020 dan di buka pada pertengahan tahun 2021 yang di kelola oleh pemiik lahan yakni bapak AuI Gusti Lanang Tusan M. MAy Dengan luas A2 hektar Taman Bunga Suranadi. Taman Bunga Suranadi menjadi salah satu objek wisata terbesar yang ada di desa Suranadi berkonsep kolam renang dengan berbagai taman di sekitarnya dengan keunikan kolam renang yang berbeda dari kebanyakan kolam renang pada umumnya yang hanya berbentuk persegi, sedangkan kolam yang ada di Taman Bunga Suranadi memiliki bentuk unik yang memiliki panjang 50 meter dan lebar 35 meter sehingga menjadikanya kolam renang terbesar yang ada di desa Suranadi, hal ini juga di dukung oleh keadaan lingkungan sekitar dan tata ruang yang menarik sehingga wisatawan yang berkunjung tidak akan pernah merasa bosan. Taman Bunga Suranadi juga di dukung dengan fasilitas yang cukup lengkap dengan dilengkapi ruang meting, aula, restaurant, warung makan, pangung. Hasil uji. Uji Validitas. Uji validitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat ketepatan penggunaan alat ukur tersebut terhadap faktor yang diukur. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 Tabel 1. Validitas Pernyataan . Variabel Item Hitung Tabel Ket 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid Fasilitas Pariwisata (X) 168 Valid 168 Valid X10 168 Valid X11 168 Valid X12 168 Valid X13 168 Valid X14 168 Valid X15 168 Valid X16 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid 168 Valid Kepuasan Wisatawan (Y) 168 Valid 168 Valid 168 Valid Y10 168 Valid Y11 168 Valid Y12 168 Valid Y13 168 Valid Y14 168 Valid Y15 168 Valid Sumber: Data diolah, 2024. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa r hitung > r tabel 0. 168, serta tingkat signifikan dibawah 0,05 yang berarti semua item pertanyaan mengenai variabel fasilitas pariwisata dan variabel kepuasan wisatawan dikatakan valid. Berdasarkan Tabel di atas dapat dilihat bahwa r hitung > r tabel 0. 168, serta tingkat signifikan dibawah 0,05 yang berarti semua item pertanyaan mengenai variabelfasilitas pariwisata dan variabel kepuasan wisatawan dikatakan valid. Uji Reliabilitas. Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Suatu variabel dikatakan reliabel jika a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 memberikan nilai CronbachAos Alpha > 0. Maka hasil dari pengujiannya ditunjukkan pada Table berikut: Uji reliabilitas instrument yang diberikan kepada responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2. Uji Reliabilitas. Cronbach's Variabel Alpha Fasilitas Pariwisata Reliabel Kepasan Wisatawan Reliabel Sumber: Data diolah, 2024. Uji Signifikasi Pengaruh Parsial (Uji . Pengujian hipotesis untuk korelasi, digunakan uji ycEaycnycycycuyci untuk mengetahui apakah variabel bebas secara sendiri-sendiri memiliki pengaruh terhadap variabel terikat. Hal ini berdasarkan perbandingan nilai thitung masing-masing koefisien dengan ycycycaycaycoyce dan tingkat signifikan 10%. Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki pengaruh secara parsial atau sendiri-sendiri terhadap variabel terikat. Jika ycEaycnycycycuyci < ycycycaycaycoyce = 0,1, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika ycEaycnycycycuyci> ycycycaycaycoyce atau P-value (Aymp. Si. < = 0,1 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji t dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh fasilitas pariwisata terhadap kepuasan wisatawan. Uji t atau yang biasa dikenal dengan uji signifikaan terhadap masingmasing koefisien regresi untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh dari masingmasing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Dari uji yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3. hasil uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize Coefficients Std. Error Beta (Constan. Fasilitas Pariwisata Sumber: Data diolah, 2024. Dengan membandingkan nilai ycEaycnycycycuyci pada tabel diatas dengan nilai ycycycaycayceyco dengan taraf signifikansi 5%: 2= 0,025 dan derajat kebebasan . = n-k = 95-3 = 92. Dengan ketentuan tersebut diperoleh ycycycaycayceyco 1,98609. Hasil dari uji t adalah sebagai berikut: Variabel fasilitas pariwisata (X) dengan koefisien regresi sebesar 0,326 menunjukkan ycEaycnycycycuyci . > ycycycaycayceyco . ,98. berpengaruh secara positif dan signifikan. Dengan demikian, variabel fasilitas pariwisata secara parsial berpengaruh terhadap a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Maret 2025 kepuasan wisatawan pada objek wisata taman bunga suranadi. Untuk mengetahui besarnya pengaruh Sarana Prasarana (X) terhadap Kepuasan Wisatawan (Y) dalam analisis regresi linear sederhana, kita dapat berpedoman pada nialai R Square atau R2 yang terdapat pada output Spss pada bagian Model Summary. Tabel 4. Model Summary. Model Summary Model R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate Predictors: (Constan. , fasilitas pariwisata Sumber: Data diolah, 2024. Dari output diatas diketahui nilai R Square sebesar 0. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh fasilitas pariwisata (X) terhadap kepuasan wisatawan (Y) adalah sebesar 7% sedangkan 85. 3% kepuasan wisatawan dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak Kesimpulan dari hasil uji analisis regresi linear sederhana, merujuk pada pembahasan diatas, maka dapat di simpulakan bahwa Aufasilitas pariwisata (X) berpengaruh positif dengan total 36,9%terhadap kepuasan wisatawan (Y) dengan total 85. Pengaruh positif ini bermakna semakin meningkatnnya kualitas fasilitas Pariwisata maka akan berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan tersebut. Setelah melakukan penelitian di dapatkan hasil identifikasi fasilitas pariwisata yang bertutuan utntuk melihat kondisi serta kelayakan fasilitas tersebut. Dalam melakukan identififikasi pasilitas ini mengunakan teori sipilance ( dalam muklas 20. KESIMPULAN. Berdasarkan Uji Signifikasi Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai ycEaycnycycycuyci pada Tabel 4. 8 diatas dengan nilai ycycycaycayceyco dengan taraf signifikansi 5% berpengaruh secara positif dan signifikan. Berdasarkan hasil analisis diketahui nilai R Square sebesar 0,147. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh fasilitas pariwisata (X) terhadap kepuasan wisatawan (Y) adalah sebesar 14,7% sedangkan 85. 3% kepuasan wisatawan dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti. SARAN Berdasarkan dengan hasil analisis dan kesimpulan yang telah diuraikan maka adapun saran yang diberikan oleh penulis yaitu: Bagi Pengelola. Objek wisata Taman Bunga Suranadi desa Suranadi seperti yang telah dijelaskan, fasilitas dan kepuasan merupakan faktor penting dalam keberhasilan suatu objek wisata untuk itu diperlukan peningkatan fasilitas agar kenyamanan maupun kepuasan wisatawan meningkat sehingga menumbuhkan minat ingin berkunjung kembali. Bagi Peneliti Selanjutnya. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti variabel lain yang dapat mempengaruhi kepuasan wisatawan misalnya pendapatan daerah, daya tarik, dan jumlah pengunjung. Peneliti selanjutnya juga dapat menggunakan metode lain dalam meneliti kepuasan wisatawan, misalnya melalui wawancara mendalam terhadap wisatawan, sehingga informasi yang diperoleh dapat lebih bervariasi daripada angket yang a. https://stp-mataram. e-journal. id/JRT JRT Journal Of Responsible Tourism Vol. No. Juli 2025 jawabannya telah tersedia. Dengan demikian, hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan empiris yang kuat untuk pentingnya pengembangan dan perawatan fasilitas pariwisata sebagai strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan pemangku kepent-ingan lainnya dapat menggunakan informasi ini sebagai dasar untuk merencanakan investasi dan pengembangan infrastruktur pariwisata yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan tujuan untuk meningkatkan daya tarik destinasi dan meningkatkan dampak ekonomi yang dihasilkan oleh sektor DAFTAR PUSTAKA