Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 188 Ae 195 PENGARUH FINANCIAL LITERACY KONTRIBUSI PEMERINTAH SERTAFINANCIAL RESOURCES TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA PADA UMKM DI PASAR SENEN PURWAKARTA Oleh : Fitri Akuntansi. STIE DR Khez Muttaqien Email : Fitriwardana30@gmail. Ali Jamaludin Akuntansi. STIE DR Khez Muttaqien Rini Rostini Akuntansi. STIE DR Khez Muttaqien Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract This study aims to determine the effect of Financial Literacy. Government Contribution and Financial Resources on Business Sustainability The sampling technique used is saturated sampling, there are 23 MSME Suppliers in Pasar Senen. Household Industry sub-sector to be sampled. This research is a quantitative study using Multiple Linear Regression to test the hypothesis using SPSS 22. The results of this study indicate that partially there is a positive and significant effect of financial literacy on the business continuity of MSMEs, there is a positive and significant influence of the Government's Contribution to the Business Sustainability of MSMEs. and there is a positive and significant influence of Financial Resources on the Sustainability of MSMEs. And simultaneously Financial Literacy. Government Contribution and Financial Resources have a significant positive effect on the Business Continuity of MSMEs . hich are supplier. in the Purwakarta Senen Market. Keywords : Financial Literacy. Government Contribution. Financial Resources. Business Sustainability. UMKM. Keberlangsunngan UMKM adalah suatu keadaan atau kondisi usaha, dimana didalamnya terdapat cara-cara mengembangkan, dan melindungi sumber daya serta memenuhi kebutuhan yang ada didalam suatu industri usaha (Handayani, 2. Salah satu Resiko UMKM adalah ketidakpastiankeberlangsungan Usahanya (LPPI dan Bank Indonesia, 2. Ketidakpastian UMKM disebabkan karena masih lemahnya kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola keuangan perusahaan (Tagg, 2. Agar dapat menjaga Keberlangsungan UMKM maka pelaku UMKM harus dapat mengelola keuangannya. Dengan Financial Literacy atau Pengetahuan Keuangan UMKM dapat mengelola Keuangannya dengan baik dan terhindar dari masalah Keuangan serta dengan pengelolaan yang baik akan meningkatkan keberlangsungan UMKM. Sesuai dengan penelitian Aribawa, 2016 menyatakan bahwa pengelolaan keuangan sangat berkaitan dengan kemampuan litersi keuangan pelaku UMKM yang memadai akan meningkatkan keberlangsunganUMKM. Pengembangan UMKM merupakan salah satu solusi terbaik untuk mengurangi pengangguran sekaligus mengurangi kemiskinan (Tambunan. Adanya usaha yang berbasis kerakyatan menumbuhkan jiwa kewirausahaan (Tagg, 2. Dalam pengembangan UMKM tidak terlepas dari peran pemerintah yang aktif dalam pengembangan UMKM melalui Kebijakan-kebijan programprogram dan upaya yang terselenggara. Seperti pendanaan salah satu Upaya pemerintah adalah melalui Kementrian Dalam Negri pada bulan Juni 2016 mencabut atau merevisi 3. 143 Peraturan Daerah dan Pemerintah Kepala Daerah yang mayoritas menghambat investasi. Pemangkasan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Suku bungaKUR diturunkan terhadap menjadi 12%, 9% dan kini hanya tinggal 7% (Prasetyo, 2. Kemudian Pemberian bantuan pemasaran dan Menyelenggarakan berbagai eduksi kepada para pelaku UMKM ataupun masyarakat yang hendak terjun ke sektor UMKM. Pemerintah berperan sebagai Fasilitator dan Katalisator terhadappengembangan UMKM. Selain Financial Literacy dan Kontribusi Pemerintah dalam Pengembangan UMKM. UMKM harus dapat mengambil keputusan untuk Financial Resources PENDAHULUAN Usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi sosial dan penyerapan tenaga kerja. UMKMjuga berperan mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. Peran sektor UMKM diyakini mampu menggerakan perekonomian suatu negara (Bo Carlsson. Zoltan Acs. David B. Audretsch. Pontus Braunerhjelm. Carter & Evans, 2. Secara nyata UMKM kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat (Admoko, 2. UMKM juga berkontribusi terhadap Product Domestic Bruto (PDB) di Indonesia. PDB merupakan jumlah produksi barang dan jasayang dihasilkan oleh unitunit produksi pada suatu daerah tertentu. PDB merupakan alat ukur pertumbuhan ekonomi. Bisa dilihat dari tabel Pertumbuhan PDB UMKM di Indonesia dan PDB UMKM di Purwakarta berikut Pada Tabel 1. 1 Menunjukan bahwa pada tahun 2016 PDB Indonesia adalah bertumbuh 15,5%, pada tahun 2017 PDB Indonesia bertumbuh 9,6%, pada tahun 2018 PDB Indonesia bertumbuh 9,3%. Setiap Tahunnya adanya namun dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya mengalami Pada Tabel 1. 2 Menunjukan bahwa pada tahun 2016 PDB Purwakarta bertumbuh 8,5%, pada tahun 2017 PDB Purwakarta bertumbuh 6,8%, pada tahun 2018 PDB Purwakarta bertumbuh 7,9%. Pada tahun 2016 pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun berikutnya,namun pada tahun 2018 pertumbuhan naik meskipun tidak sebesar Pertumbuhan PDB pada UMKM di Purwakarta ini dapat mempengaruhi pertumbuhan PDB Indonesia. Oleh karena itu untuk mengembangkan UMKM agar dapat membangun pertumbuhan ekonomi Dalam mengembangkan UMKM tentunya harus menjaga Keberlangsungan atau Sumber dana. Menurut Balancing Theory, teori ini menekankan padakeseimbangan manfaat dan pengorbanan yang timbul sebagai akibat penggunaan hutang. Jadi sejauh manfaat lebih besar maka hutang akan ditambah, tetapi apabila pengorbanan hutang lebih besar maka hutang tidak boleh ditambah. Keputusan mengenai penetapan sumber dana yang diperlukan untuk membiayai investasi dan penetapan tentang perimbangan pembelajaran yang terbaik atau sering disebut struktur modal optimal (Martono & Harjito, 2. Berikut tingkat Financial Literacy. Kontribusi Pemerintah. Financial Resources dan Keberlangsungan Usaha UMKM yang menjadi Pemasok di Pasar Senen Purwakarta dibuat pemerintah dengansangat baik. Berdasarkan tabel 1. 5 diatas diketahui tingkat Financial Resources ada 10% yang terkategori Sangat Buruk tidak dapat mengelola sumber dana, tidak tahu banyak mengenai sumber dana dan tidak dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan sumber dana, 23% terkategori Buruk artinya tidak dapat mengelola sumber dana karena tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan sumber dana, 13% terkategori Cukup artinya paham dan memenuhi syarat untuk mendapatkan sumber dana,dan 34% terkategori Baik artinya Keberlangsungan Usaha. Berdasarkan tabel 1. 3 diatas diketahui tingkat Financial Literacy ada 30% yang terkategori Not Literate (Tidak Memiliki Pengetahua. , 37% terkategori Less Literate (Kurang Pengetahuan ) dan 33% Sufficient Literate (Cukup Memiliki Pengetahua. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGMBANGAN HIPOTESIS Accounting Behavior (Akuntansi Keperilakua. Akuntansi Keperilakuan adalah cabang akuntansi yang mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan sistem akuntansi (Siegel. Berdasarkan tabel 1. 4 diatas diketahui tingkat Kontribusi Pemerintah ada 3% yang terkategori Buruk artinya tidak tahu banyakmengenai program pemerintah dan tidak dapat memanfaatkan program yang dibuat pemerintah, 23% terkategori Cukup mengetahui program pemerintah dan dapat memanfaatkan program yang dibuat pemerintah, 47% terkategori Baik artinya paham dan dapat memanfaatkan program yang dibuat pemerintah, dan 27% terkategori Sangat Baik artinya Sangat paham dan dapat memanfaatkan program yang Theory Going Concern Menurut Standar ProfesionalAkuntansi Publik SA Seksi 341paragraf 2 (IAI, 2. mendefinisikan Going Concern sebagai kesangsian kemampuan suatu usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya selama periode waktu yang pantas, yaitu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan auditan. Sedangkan menurut Belkoui Going Concern adalah suatu dalil yang menyatakan bahwa kesatuan usaha akan menjalankan terus operasinya dalam jangka waktu yang cukup lama untuk mewujudkan proyeknya, tanggung jawab serta aktifitas-aktifitas yang tidak Keberlangsungan usaha merupakan bentuk konsistensi dan kondisi usaha, dimana berlangsungnya usaha dimana semuaini bermuara pada keberlangsungan dan eksistensi . usaha (Marwati, 2. Keberlangsungan usaha adalah suatu keadaan atau kondisi usaha, dimana didalamnya terdapat cara-cara untukmempertahankan, mengembangkan dan melindungi sumberdaya serta memenuhi kebutuhan yang ada didalam suatu industry usaha (Handayani, 2. Financial Literacy Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pengetahuan Keuangan merupakan pengetahuan keterampilan dan keyakinan yan mempengaruhi sikap dan prilaku untuk meningkatkan kualitas keputusan dan pengelolaan keuangandalam rangka mencapai kesejahteraan. Kontribusi Pemerintah Kontribusi Pemerintah atau Peran Pemerintah, menurut Kamus Besar Bahsa Indonesia (KBBI) Perana dalah seperangkat tingkat yang diharapkan dimikili oleh orang yang berkedudukan di Masyarakat. Peranan lebih banyak menunjukan pada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses, jadi, tepatnya adalah bahwa seseorang . menduduki suatu posisi atau tempat dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan (Soerjono Soekanto, 2009:. Tujuan dari Kebijakan Pemerintah adalah untuk meningkatkan potensi dan partisipasi aktif UMKM di dala proses pembangunan Nasional, khususnya dalam kegiatan ekonomi dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan melalui perluasan kerja dan peningkatan pendapatan. Menurut (Abdul Rosid, 2. Sasaran dan pembinaan usaha kecil adalah meningkatnya jumlah usaha kecil dan terwujudnya usaha yang makin tangguh dan mandiri, sehingga pelaku ekonomi tersebut berperan dalam perekonomian nasional, meningkatnya daya saing pengusahsa nasional di pasar dunia, serta seimbangnya persebaran investasiantar sektor dan antar golongan. Kontribusi Pemerintah. Financial Resource terhadap Keberlangsungan UMKM adalahsebagai H1 : Financial Literacy berpengaruh terhadap Keberlangsungan UMKM H2 : Kontribusi Pemerintah berpengaruh terhadap Keberlangsungan UMKM H3 : Financial Resource berpengaruh terhadap Keberlangsungan UMKM H4: Financial Literacy. Kontribusi Pemerintah. Financial Resourceterhadap Keberlangsungan METODE PENELITIAN Pada penelitian ini yangmenjadi objek penelitian penulis adalah hasil kuisioner mengena Financial Literacy,Kontribusi Pemerintah dan Financial Resources (Variabel beba. Keberlangsungan (Variabel terkai. Untuk mendukung Penelitian diatas maka penulis mengambil objek penelitian dengan cara primer pada UMKM di Pasar Senen Purwakarta. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analis deskriptif dan metode analis asosiatif, karena adanya variablevariable yang akan ditelaah hubungannya serta tujuannya untuk menyajikan gambaran yang terstruktur, faktual, dan akurat mengenai faktafakta serta hubunganantar variable yang diteliti. Kemudian mengangkat ke permukaan atau gambaran tentang kondisi situasi ataupun variable Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket atau Indikator - indicator untuk variablevariable tersebut kemudian dijabarkan oleh penulis menjadi sebuah pernyataan- pernyataan sehingga diperoleh data kuantitatif. Data ini akan dengan pendekatan menggunakan analis statistik yang relevan untuk menguji hipotesis. Sedangkan teknik ukuranyang digunakan yaitu teknik Skala Likert. Financial Resources Agar perusahaan dapatberaktivitas dan melakukan ekpansi . engembangan usah. bahkan untukbisa bertahan dan membayar hutang maka perusahaa membutuhkan Dana untuk melakukannya. Seluruh kegiatan mulai dari kegiatan kecil hingga maka perusahaan membutuhkan dana yang cukup. HIPOTESIS Berdasarkan kajian teoritis dan penelitian terdahulu, maka pengaruh Financial Literacy. Financial Literacy. Kontribusi Pemerintah dan Financial Resources terhadap Keberlangsungan Usaha (Studi kasus pada UMKM yang menjadi Pemasok di Pasar SenenPurwakarta ) maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut : Financial Literacy berpengaruh positif dan Signifikan terhadap Keberlangsungan Usaha. Apabila variabel Financial Literacy mengalami kenaikan atau penurunan 1% maka Keberlangsungan Usaha meningkat atau menurun sebesar 0. Kontribusi Pemerintah berpengaruh positif dan Signifikan terhadap Keberlangsungan Usaha. Apabila variabel Kontribusi Pemerintah mengalami kenaikan atau penurunan 1% maka Keberlangsungan Usaha meningkat atau menurun sebesar 0. Financial Resources berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberlangsungan Usaha. Apabila Financial Resources mengalamikenaikan atau penurunan 1% maka Keberlangsungan Usaha meningkat atau menurun sebesar 0. Financial Literacy. Kontribusi Pemerintah, dan Financial Resources Secara simultan berpengaruh Positif dan Signifikan terhadap Keberlangsungan Usaha Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan metode Sampling Jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. HASIL PENELITIAN Uji R Square Diketahui nilai Adjusted R Square adalah sebesar 992 atau sama dengan 99. Nilai tersebut mengandung arti bahwa Variabel Financial Literacy (XCA). Variabel Kontribusi Pemerintah (XCC), dan Variabel Financial Resources (XCE) secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap Variabel Keberlangsungan Usaha (YCA) sebesar Uji t Berdasarkan hasil Uji t 14 nilai thitung Ou nilai ttabel dan nilaisignifikansi lebih kecil dari 0. Artinya Kontribusi Pemerintah berpengaruh positif dan Sugnifikan terhaddap Keberlangsungan Usaha UMKM. Uji F Diketahui nilai Fhitung Financial Literacy. Kontribusi Pemerintah dan Financial Resources lebih besar dari Ftabel yaitu sebesar . 570 Ou . dan nilai signifikansi . 00 O 0. Artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Financial Literacy. Kontribusi Pemerintah dan Financial Resources secara simultanterhadap KeberlangsunganUsaha (Y). REFERENSI