JURNAL KEPERAWATAN STIKES HANG TUAH TANJUNGPINANG https://jurnal. stikesht-tpi. P-ISSN 2086 Ae 9703 | E Ae ISSN 2621 Ae 7694 https://DOI. org/10. 59870/fastys11 Hubungan Reaksi KIPI Pada Anak dengan Kecemasan Orang tua Pasca Penyuntikan Imunisasi DPT- HB-HIB The Relationship Between Kipi Reactions in Children and Parental Anxiety After Injection of DPT-HB-HIB Immunization Ratmi Hayati 1. Lizawati 2. Umu Fadhillah 3. Safra Ria Kurniati 4 1,2,3,4 Stikes Hang Tuah Tanjungpinang E-mail Korespondensi: ratmihayati01@gmail. Abstrak KIPI merupakan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) merupakan suatu kejadian sakit dan kematian yang terjadi setelah menerima imunisasi. Pemberian imunisasi menimbulkan kecurigaan, kekhawatiran dan kecemasan orangtua. Kecemasan adalah respon emosi terhadap situasi yang menekan,mengancam atau ketakutan sesuatu yang tidak jelas. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan reaksi KIPI pada anak dengan tingkat kecemasan orang tua pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, . bservasional analiti. dengan pendekatan studi cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Tarempa Timur wilayah kerja Posyandu Nusa Indah. Populasi pada penelitian ini berjumlah 205 responden dengan Sampel berjumlah 67 responden, menggunakan probability sampling yaitu Cluster Sampling. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan metode uji korelasi SomersAod . Alat pengumpulan data dengan kuisioner reaksi KIPI dan kecemasan orangtua. Hasil penelitian hasil uji somersAod ,nilai sig reaksi KIPI p = 0. nilai kekuatan korelasi reaksi KIPI adalah 0. 168 dan kekuatan korelasi kecemasan 0. 345 adalah sangat lemah dapat disimpulkan ada hubungan reaksi KIPI pada anak dengan tingkat kecemasan orangtua pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB di Posyandu Nusa Indah. Pembahasan : reaksi ringan dari 54 responden( 80. 6%), reaksi berat sebanyak 13 responden . 4 %),dan kecemasan pasca penyuntikan menunjukkan tidak cemas 15 . 4 %),kecemaan ringan 33 . %),kecemasan sedang 17. 4 %) dan kecemasan berat 2 . 0%). sehingga dapat ditarik simpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara reaksi KIPI pada anak pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB dengan kecemasan orangtua di Posyandu Nusa Indah Desa Tarempa Timur. Dari penelitian ini diharapkan untuk para orangtua dan tenaga kesehatan saling mencari dan berbagi informasi tentang reaksi pasca penyuntikan imunisasi dan pentingnya pemberian imunisasi DPT-HB-HIB untuk Kesehatan dan kekebalan tubuh anak Kata kunci: Reaksi KIPI pada anak . Kecemasan Orangtua Abstract AEFI is an adverse event after immunization (AEFI) is an event of illness and death that occurs after receiving immunization. Giving immunization raises suspicion, worry and anxiety of parents. Anxiety is an emotional response to situations that are pressing, threatening or afraid of something that is not The aim of the study: To determine the relationship between AEFI reactions in children and the level of anxiety of parents after injection of DPT-HB-HIB immunization. Research method: used is quantitative research, . bservational analyti. with a cross sectional study approach. The research was conducted in Tarempa Timur Village, working area of Posyandu Nusa Indah. The population in this Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. study amounted to 205 respondents with a sample of 67 respondents, using probability sampling, namely Cluster Sampling. Data analysis used descriptive statistics using the Somers'd correlation test Data collection tool used AEFI reaction questionnaires and anxietyparents. Results of the study: somers'd test results, the sig value of the AEFI reaction p = 0. 024, the strength value of the AEFI reaction correlation was 0. 168 and the anxiety correlation strength was 0. 345 was very weak. It can be concluded that there is a relationship between AEFI reactions in children and the level of anxiety of parents after injectionDPT- HB-HIB immunization at Posyandu Nusa Indah Discussion: the reaction value is mild as many as 54 respondents . 6%), the reaction 13 respondents . 4%) had severe anxiety, and post-injection anxiety showed 15 . 4%) not anxious, 33 . 3%) mild anxiety, 17 . moderate anxiety and 2 . 0%) severe anxiety, so that conclusions can be drawn. There is a significant relationship between AEFI reactions in children after DPT-HB-HIB immunization injections and parental anxiety at Posyandu Nusa Indah. East Tarempa Village. From this research, it is hoped that parents and health workers will seek and share information about reactions after immunization injections and their providing DPT-HB-HIB immunization for children's health and immunity. Keywords: AEFI reactions in children, parents' anxiety PENDAHULUAN Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan/ menimbulkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit,sehingga apabila suatu saat terpejan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Reaksi kecemasan terkait vaksinasi tidak lepas dari berbagai faktor pemicu diantaranya faktor Internal . sia dan jenis kelamin perempuan . lebih rentan mengalami reaksi kecemasan,tipe kepribadian tertentu,riwayat fobia jarum suntik dl. , dan faktor eksternal (Banyaknya informasi yang salah dan menyesatkan yang menyebar melalui media sosial,pengalaman negatif terkait vaksinasi,kurangnya kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan dan kurangnya pengetahuan dari tenaga kesehatan mengenai kemungkinan terjadinya reaksi kecemasan terkait vaksinasi serta cara Di Indonesia Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang paling serius pada anak adalah reaksi anafilaksis, angka kejadian anafilaksis pada DPT-HB-HIB diperkirakan 2 dalam 100. 000 dosis, tetapi yang benar-benar reaksi anafilatik hanya 1-3 kasus diantara 1 juta dosis. Anak yang lebih besar dan orang dewasa lebih banyak mengalami sincope segera atau lambat. Episode hipotonik-hiporesponsif juga tidak jarang terjadi, secara umum dapat terjadi 4-24 jam setelah imunisasi. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada umumnya menimbulkan respon negatif masyarakat terhadap kegiatan imunisasi dasar karena ketakutan terhadap dampak yang ditimbulkan. Respon negatif itu muncul karena ketidaktahuan masyarakat dalam menangani KIPI. Oleh karena itu pengetahuan KIPI dapat membantu pelaksanaa yang diwajibkan oleh Pengkajian dan Penangulangan (PP) agar dapat diterima oleh masyarakat khususnya orang tua (Yudi, 2. METODE Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, . bservasional analiti. dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bayi dan balita yang memiliki anak usia 01 bulan -24 bulan berjumlah 205 anak di desa tarempa timur di Posyandu Nusa indah. Kriteria inklusi A Dilakukan pada Semua ibu bayi dan balita yang anaknya mendapatkan imunisasi DPT-HB-HIB, dengan usia bayi 0-24 bulan. Variabel penelitian yang digunakan Variabel bebas pada penelitian ini adalah Reaksi Kipi pada anak dan Variabel terikat pada penelitian ini adalah Tingkat kecemasaan orang tua pasca penyuntikan Imunisasi DPT- HB-HIB. Alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dimana terdiri dari Kuesioner reaki KIPI dan tingkat kecemasan ibu pasca pemberian imunisasi DPT-HB- HIB Untuk kuesioner tentang reaksi Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. kipi pada anak terdiri dari 2 soal (A dan B) dengan 17 poin yang di contreng dengan jawaban pilihan ya dan tidak. Kuesioner dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan penanggulangan KIPI dari tanda dan gejala yang sering muncul setelah penyuntikan (KIPI), dan terdapat pula 14 soal tentang tingkat kecemasan ibu pasca pemberian imunisasi DPT- HB-HIB di mana responden diminta untuk melakukan pecontrengan untuk pilihan ya dan tidak pada tiap poin yg tersedia. Untuk kuesioner tentang tingkat kecemasan ibu pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB ini peneliti mengambil atau mengadopsi dari Skala pengukuran Hamilton Anxiety Rating Scale (HRS-A). Analisa data menggunakan uji statistik yaitu uji korelasi SomersAod. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Tabel 1 Karaktersitik Responden Berdasarkan Umur. Pendidikan. Pekerjaan. Status Paritas, dan Dukungan Suami Umur 17 - 25 tahun 26 - 35 tahun 36 - 45 tahun Jumlah . Presentase (%) Tidak tamat SD/ (TTSD) SMP SMU DIPLOMA Pendidikan Pekerjaan PNS PTT IRT Jumlah Responden Distribusi Frekuensi Reaksi KIPI Pada Anak di Posyandu Nusa Indah Tabel. Distribusi Frekuensi Reaksi KIPI Pada Anak di Posyandu Nusa Indah Desa Tarempa Timur Tahun 2023. Reaksi KIPI Ringan Berat Total Frequency Percent Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. Distribusi Frekuensi Kecemasan Orangtua Tentang Reaksi KIPI Pasca Penyuntikan Imunisasi di Posyandu Nusa Indah Desa. Tabel 3 Distribusi Frekuensi Kecemasan Orangtua Tentang Reaksi KIPI Pasca Penyuntikan Imunisasi di Posyandu Nusa Indah Desa Tarempa Timur Tahun 2023. Kecemasan orang tua Tidak ada kecemasan Kecemasan Ringan Kecemasan sedang Kecemasan Berat Total Frequency Percent Analisis Bivariat Tabel 4 Hubungan Reaksi KIPI Pada Anak Pasca Penyuntikan Imunisasi DPT-HB-HIB dengan Kecemasan Orangtua di Posyandu Nusa Indah Desa Tarempa Timur. Variabel Reaksi KIPI Kecemasan Coofisien korelasi P value Berdasarkan Tabel 4. 6 Hubungan Reaksi KIPI Pada Anak Pasca Penyuntikan Imunisasi DPTHB-HIB dengan Kecemasan Orangtua di Posyandu Nusa Indah Desa Tarempa Timur dapat dilihat bahwa tabulasi antara reaksi KIPI dengan kecemasan orangtua pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB didapat dari hasil uji somersAod (Kepuasan Dependen. ,kita lihat dari nilai reaksi KIPI adalah = 024,dimana artinya 0. 024 < 0. 05 sehingga dapat di simpulkan terdapat hubungan yang signifikan . antara reaksi KIPI pada anak pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB dengan kecemasan orangtua, dan dapat juga dilihat dari nilai kekuatan korelasi reaksi KIPI adalah 0. 168 dan kekuatan korelasi kecemasan 0. 345 adalah sangat lemah dengan nilai sig nya adalah 0. 024 didapatlah ada hubungan yang signifikan. dimana, nilai reaksi ringan sebanyak 55 responden( 82. 1%), reaksi berat sebanyak 12 responden . 9 %). Berdasarkan hasil penelitian didapatlah kecemasan orangtua yang memiliki reaksi ringan sebanyak 55 responden ( 82. 1%) dan reaksi berat 12 responden ( 17. 9 %) yang mengalami reaksi pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB, namun memiliki kecemasan ringan 33 . 3 %). ,dengan menggunakan uji statistic somersAod (Kepuasan Dependen. diperoleh nilai p value =0. 024 < = 005,terdapat hubungan yang signifikan . antara reaksi KIPI pada anak pasca penyuntikan imunisasi DPT- HB-HIB dengan kecemasan orangtua, dan dapat juga dilihat dari nilai kekuatan korelasi reaksi KIPI dalah 0. didapatlah ada hubungan yang signifikan . dimana, nilai reaksi ringan sebanyak 55 responden( 82. 1%),Sehingga dapat disimpulkan Ada hubungan reaksi KIPI pada anak Jurnal Keperawatan STIkes Hang Tuah Tanjungpinang Volume 15 No. dengan kecemasan orangtua pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB di Posyandu Nusa Indah,Desa Tarempa Timur wilayah kerja Puskesmas Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitain ini sejalan dengan penelitian Malasari Lindarni . tentang Hubungan reaksi pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB dengan sikap ibu dalam penerimaan imunisasi di desa Blang ,Muling kecamatan Suka Makmue kabupaten Nagan Raya. menunjukan bahwa yang memiliki reaksi ringan 1 responden . ,8%), yang memiliki reaksi berat sebanyak 10 respoden . ,8%) dimana hasil penelitian menunjukan ada hubungan reaksi pasca penyuntikan dengan sikap ibu yang ditandai dengan hasil uji statistic di dapatkan p-value 0,000< = 0,05. Berdasarkan penelitian Sari,Novita . tentang hubungan kejadian ikutan pasca imunisasi . dosis pertama dengan drop-out imunisasi Dpt-hb pada baduta . bulan di Puskesmas Pemurus Baru Banjarmasin tahun 2013,menunjukkan Sebagian besar baduta . %) mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) imunisasi DPT-HB di Puskesmas Pemurus Baru Banjarmasin, dengan nilai p = 0,712, p > 0,05. Berdasarkan Penelitian Mayang Permata tentang Gambaran Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi pada Anak yang Mendapatkan Imunisasi Difteri Pertusis dan Tetanus di Puskesmas Seberang Padang Kota Padang, didapatkan bahwa 41 orang . ,1%) anak mengalami KIPI dan 4 orang . ,9%) anak tidak mengalami KIPI. Gejala KIPI yang paling banyak muncul pada penelitian ini adalah demam yaitu sebanyak 34 orang . ,9%), pembengkakan dilokasi penyuntikan yaitu sebanyak 31 orang . ,6%) dan kemerahan dilokasi penyuntikan yaitu sebanyak 26 orang . ,4%). KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan Ada Hubungan reaksi KIPI pada anak dengan kecemasan orang tua pasca penyuntikan imunisasi DPT-HB-HIB di Posyandu Nusa indah Desa Tarempa Timur Wilayah kerja Puskesmas Tarempa Tahun 2023. Hal ini diindikasikan pada kekuatan hubungan koefisien korelasinya adalah 0. 168 ,dan p-value adalah = 0,024 < c = 0,05 . DAFTAR PUSTAKA