Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 SOSIALISASI LINGKUNGAN KAMPUS DAN MOTIVASI KEPADA CALON MAHASISWA DI JAKARTA BARAT Wenny Desty Febrian 1. Agung Solihin 2. Muhammad Al Faruq Abdullah 3 1,2,. Universitas Dian Nusantara. Jakarta Corresponding author Email: wenny. febrian@undira. Diterima : 21/09/2021 Direvisi : 01/03/2022 Dipublikasi : 02/03/2022 Abstract: Devotion has a target, namely prospective high school students in the West Jakarta area. The goal is that high school students in West Jakarta can make choices that will have a short/long term impact, both in the form of benefits and risks. Likewise, choosing a college is a decision that will have an impact on the future of high school students in West Jakarta. Choosing a major that is not in accordance with self-interest also has a psychological impact, namely decreased resistance to pressure, concentration and decreased fighting power. Moreover, if the lesson becomes more difficult, the problems will increase, it can cause the lecture to be threatened with stopping in the middle of the Self-motivation and enthusiasm for college must be instilled in every student in studying. course there will be a phase where you feel bored with routine, including the world of Usually the feeling of boredom in college that arises can be caused by many factors, one example is such as lecture activities and organizations which are quite dense so that it drains your energy and thoughts, research assignments, and other tasks that are still in Factors like this have the potential to make you feel bored. It could even be worse, you will feel lazy with all things related to As for what can be done to motivate high school students This is Try to Remember the Purpose of College, give Self Reward As a Form of Appreciation to yourself, remember both people old, occasionally look down or be grateful, don't like to procrastinate, finally find your own learning method. After doing this Community Service, it can be applied to high school students. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Keywords: Socialization. Motivation Abstrak: Pengabdian memiliki sasaran yakni calon mahasiswa/siswa SMA di wilayah Jakarta Barat. Tujuannya adalah agar para siswa SMA Di Jakarta Barat dapat menetapkan pilihan akan membawa pengaruh jangka pendek/panjang, baik berupa keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung. Demikian juga, memilih perguruan tinggi merupakan keputusan yang akan berdampak pada masa depan para siswa SMA di Jakarta Barat ini. Memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat diri juga punya dampak psikologis, yakni menurunnya daya tahan terhadap tekanan, konsentrasi dan menurunnya daya juang. Apalagi kalau pelajaran kian sulit, masalah semakin bertambah, bisa menyebabkan kuliah terancam terhenti di tengah Motivasi diri dan semangat kuliah harus ditanamkan setiap mahasiswa dalam menuntut Memang pasti akan terdapat sebuah fase dimana kamu merasa jenuh dengan rutinitas, termasuk juga dengan dunia perkuliahan. Biasanya rasa jenuh kuliah yang muncul dapat disebabkan oleh banyak factor, salah satu contohnya adalah seperti kegiatan kuliah dan organisasi yang cukup padat sehingga banyak menguras energi dan pikiranmu, tugas penelitian, dan tugas-tugas lain yang masih banyak sekali Faktor-faktor seperti ini sangat berpotensi untuk membuatmu merasa jenuh. Bahkan bisa lebih parah, kamu akan merasakan mulai malas dengan segala hal yang berhubungan dengan perkuliahan. Adapun yang dapat dilakukan untuk memotivasi siswa SMA ini adalah Coba Ingat Kembali Tujuan Kuliah, berikan Self Reward Sebagai Sebuah Bentuk Penghargaan kepada diri sendiri, ingat kedua orang tua, sesekali lihat kebawah atau bersyukur, jangan Suka menunda pekerjaan, terakhir yakni temukan metode belajar sendiri. Setelah melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, hal tersebut bisa diterapkan pada siswa SMA. Kata Kunci : Sosialisasi. Motivasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 PENDAHULUAN Pada kenyataannya, menentukan pilihan memiliki banyak dimensi dan Memilih merupakan bagian dari suatu upaya pemecahan masalah sekaligus sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan. Dampak penetapan pilihan akan membawa pengaruh jangka pendek/panjang, baik berupa keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung. Demikian juga, memilih perguruan tinggi merupakan keputusan yang akan berdampak pada masa depan seseroang. Proses pengambilan keputusan meliputi penetapan tujuan, pembatasan dan analisis masalah, pencarian alternatif, pemilihan alternative yang maksimal, pa da pelaksanaannya keputusan serta penilaian dan monitoring. Proses pengambilan keputusan perlu dimengerti oleh lulusan SMA sewaktu akan memasuki perguruan tinggi, karena melalui tahap-tahap tersebut keputusan yang akan diambilnya akan lebih efektif. Munculnya tujuan biasanya dilatarbelakangi oleh adanya masalah yang dihadapi oleh seseorang. Jika seseorang lulusan SMA berkeinginan untukmelanjutkan studi, jelaslah siswa tersebut mempunyai tujuan. Dalam benaknya terdapat gambaran masa depan yang dipandang terbaik, misalnya menjadi dokter, manajer, gusu, dan sebagainya. Tujuan dapat terwujud bila telah menyelesaikan studi. Oleh karena itu, lulusan SMA mempunyai tujuan yang ingin dicapai,yaitu kuliah di perguruan tinggi. Keputusan untuk memilih perguruan tinggi mana yang akan dimasuki,merupakan realisasi dari pencapaian tujuan . Sebenarnya pandangan ini perlu ditinjau ulang karena memilih suatu jurusan bukanlah persoalan yang Dalam memilih jurusan, siswa perlu memperhitungkan beberapa faktor seperti kemampuan, minat, bakat, kepribadian, dan lain-lain. Salah memilih jurusan punya dampak yang signifikan terhadap kehidupan anak di masa Globalisasi berpengaruh pada semua aspek kehidupan. Konsep ini menciptakan paradigma borderless world, yaitu dunia yang tidak mengenal batas-batas teritorial kedaulatan sebuah negara/bangsa. Dampaknya turut menciptakan persaingan yang semakin tinggi pada semua aspek kehidupan masyarakat. Problem Psikologis Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai minat, bakat dan kemampuan, merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan, apalagi kalau itu bukan kemauan/pilihan anak, tapi desakan orang tua. Belajar karena terpaksa itu akan sulit dicerna otak karena sudah ada blocking emosi. Kesal, marah, sebal, sedih, itu semua akhirnya memblokir efektivitas kerja otak dan menghambat motivasi. Memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat diri juga punya dampak psikologis, yakni menurunnya daya tahan terhadap tekanan, konsentrasi dan menurunnya daya juang. Apalagi kalau pelajaran kian sulit, masalah semakin bertambah, bisa menyebabkan kuliah terancam terhenti di tengah jalan. Problem Akademis Yang bisa terjadi jika salah mengambil pilihan, seperti prestasi yang tidak optimal, banyak mengulang mata kuliah yang berdampak bertambahnya waktu dan biaya, kesulitan memahami materi, kesulitan memecahkan persoalan. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 ketidakmampuan untuk mandiri dalam belajar, dan buntutnya adalah rendahnya nilai indeks prestasi. Selain itu, salah memilih jurusan bisa mempengaruhi motivasi belajar dan tingkat kehadiran. Kalau makin sering tidak masuk kuliah, makin sulit memahami materi, makin tidak suka dengan perkuliahannya akhirnya makin sering bolos. Padahal, tingkat kehadiran mempengaruhi nilai. Problem Relasional Salah memilih jurusan, membuat anak tidak nyaman dan tidak percaya Ia merasa tidak mampu menguasai materi perkuliahan sehingga ketika hasilnya tidak memuaskan, ia pun merasa minder karena merasa dirinya bodoh, dan sebagainya hingga dia menjaga jarak dengan teman lain, makin pendiam, menarik diri dari pergaulan, lebih senang mengurung diri di kamar, takut bergaul karena takut kekurangannya diketahui, dsb. Atau, anak bisa jadi agresif karena kompensasi dari inferioritas di pelajaran. Untuk menghadapi permasalahan tersebut perlu diberikan pengarahan kepada para anggota tentang persiapan memasuki duniakerja atau kuliah . Bagaimana Kehidupan Dalam Kampus Pada saat ini, sering dijumpai banyak mahasiswa yang merasa salah dalam memilih jurusan pendidikan tinggi dan bahkan universitas ketika mereka sudah berkuliah, ternyata jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan bakat dan minat Edukasi dini terhadap siswa dan siswi akan meminimumkan potensi dimana mereka akan merasa kecewa dengan pilihan mereka ketika mereka sudah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi . Perubahan kehidupan dari siswa menjadi mahasiswa ini tentunya tidak mudah dilakoni oleh para mahasiswa baru, dimulai dengan adaptasi dengan kampus mereka, adaptasi dengan jurusan yang mereka pilih, adaptasi dengan lingkungan baru yang jauh berbeda dari lingkungan sekolahnya sebelumnya, adaptasi dengan tugas baru, adaptasi dengan cara baru antara dosen dan mahasiswa dan mahasiswa dan dosen yang tentunya tidak sama dengan ketika mereka duduk dibangku SMA. Langkah-Langkah Beradaptasi dengan Lingkungan Kampus Ketika kehidupan mahasiswa jauh berbeda dengan siswa biasa saat kamu duduk di bangku SMA. Apalagi bagi kamu yang menempuh pendidikan di luar Tantangan yang kamu temukan akan semakin beragam. Salah satu yang perlu kamu perhatikan adalah beradaptasi dengan lingkungan kampus. Hal ini sangat penting dikarenakan kamu akan lebih banyak menghabiskan waktumu untuk kuliah dan berada di kampus. Hal-hal asing akan kamu temukan dan rasakan ketika menjadi mahasiswa. Seperti sistem belajar yang berbeda. Tidak memakai seragam lagi, atau lingkungan sosial dan interaksi yang semakin luas. Nah hal-hal dibawah ini beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan saat kamu beradaptasi di lingkungan kampus yang baru. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : Mencari informasi tentang kampus, jurusan, dan fakultas Pahami sistem belajar, literasi, dan sumber lain yang mendukung akademis. Terbuka dengan lingkungan sekitar Dekat dengan senior Memahami karakter orang-orang sekitar dan keadaan kampus!! Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Sebelum calon mahasiswa memilih perguruan tinggi untuk dimasuki, biasanya mereka memiliki beberapa faktor yang dijadikan dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan. Pada umumnya criteria yang dipilih meliputi status akreditasi, citra, fasilitas fisik, biaya, mutu dosen, mutu lulusan, prospek, dan Minat Faktor utama yang harus anda pertimbangkan adalah minat. Hampir boleh dipastikan, tidak ada mahasiswa yang berhasil dalam studinya jika itu bertentangan dengan minatnya. Orang lain, termasuk orang tua, boleh memberikan saran atau masukan apapun, tetapi andalah yang akan menjalani sekian tahun proses belajar di perguruan tinggi. Sudah terlalu sering kita mendengar kegagalan mahasiswa karena ketidakcocokan dengan bidang studi yang diminatinya. Jangan sampai hal ini terjadi pada anda. Biaya Kemampuan keuangan sangat menentukan pilihan anda. Ini adalah faktor terpenting berikutnya yang harus anda perhitungkan. Kuliah di perguruan tinggi melibatkan banyak komponen biaya, mulai dari pendaftaran, biaya praktikum, biaya KKN, dan sebagainya. Selain itu masih perlu dipikirkan biaya-biaya tidak langsung, seperti biaya kos, biaya hidup, biaya transportasi, biaya buku, biaya fotocopy, dan lain-lain. Sebelum mendaftar ke perguruan tinggi, perlu ditanyakan semua komponen biaya yang harus anda bayarkan di perguruan tinggi yang bersangkutan. Tanyakan juga waktu pembayarannya. Hal yang demikian perlu diperhitungkan jika tidak ingin gagal. Status Akreditasi Status akreditasi sering digunakan sebuah perguruan tinggi, negeri maupun swasta, untuk mengiklankan dirinya. Status akreditasi menunjukkan mutu atau kinerja suatu perguruan tinggi dalam menyelenggarakan program studi. Status ini diberikan oleh Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah diadakan penilaian tentang semua unsur yang diperlukan, seperti fasilitas pendidikan, perbandingan dosen tetap dan mahasiswa, kurikulum pendidikan, dan sebagainya. Namun demikian, tidak semua orang memahami dengan jelas tentang status ini dan tampaknya banyak perguruan tinggi yang memanfaatkan ketidaktahuan tersebut Perlu diketahui bahwa status akreditasi diberikan kepada suatu program studi di suatu perguruan tinggi dan bukan kepada perguruan tinggi yang bersangkutan. Jadi perlu dipahami bahwa sebenarnya tidak dikenal istilah perguruan tinggi yang terakreditasi, melainkan terdapat satu atau lebih program studi disuatu perguruan tinggi yang terakreditasi. Dimungkinkan, suatu perguruan tinggi memiliki 3 program studi, satu diantaranya terakreditasi A, sedangkan dua lainnya belum atau memperoleh akreditasi C. Tidak benar jika perguruan tinggi tersebut menyebut atau mengiklankan dirinya sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi Jalur dan Jenjang Pendidikan Berapa lama seorang mahasiswa menghabiskan waktu di bangku kuliah? Selain ditentukan oleh kemampuan mahasiswa tersebut, hal ini juga tergantung Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 dari jalur/jenjang pendidikan yang diambil. Pendidikan tinggi di Indonesia mengenal dua jalur pendidikan, yaitu jalur akademik . enjang sarjan. dan jalur professional . enjang diplom. Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur professional menekankan pada penerapan keahlian tertentu. Gelar dan Sebutan Setelah lulus dari perguruan tinggi, seseorang akan mendapat ijazah dan gelar akademis, seperti Sarjana Sains (S. Sarjana Pendidikan Sains (S. Pd. Si. Sarjana Hukum (S. Sarjana Ekonomi (SE), dan lainnya. Gelar akademis ini diberikan kepada mereka yang menyelesaikan pendidikan melalui jalur akademik . enjang sarjan. Sedangkan bagi yang menempuh jenjang atau jalur profesional . enjang diplom. tidak memperoleh gelar akademis melainkan sebutan profesional, seperti Ahli Madya Komputer (AMd Kom. Sebutan ini mungkin belum terlalu memasyarakat dan kadang-kadang dianggap kurang bergengsi. Fasilitas Pendidikan Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses pembelajaran yang baik. Fasilitas pendidikan pada suatu perguruan tinggi lebih pada ketersidiaan dan kelengkapan laboratorium . omputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lai. , bengkel, studio, dan perpustakaan sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai wawasan keilmuannya, tetapi juga diharapkan dapat menerapkannya di lapangan. Terlebih untuk jalur pendidikan professional yang lebih bersifat aplikatif dan menekankan pada keterampilan. Sekali lagi, jangan hanya tampilan fisik yang perlu diperhatikan. Boleh saja suatu perguruan tinggi memasang foto-foto gedungnya yang memperlihatkan laboratorium komputernya yang canggih. Tidak ada salahnya untuk mencoba menanyakan kapan mahasiswa berkesempatan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut. Jangan-jangan hanya satu-dua kali per semester, atau hanya untuk mahasiswa tingkat akhir saja. Perhitungkan juga jumlah mahasiswa yang harus menggunakan fasilitas tersebut. Kualitas dan Kuantitas Dosen Perkembangan suatu perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi swasta, dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa perguruan tinggi tersebut. Bagi PTS, banyaknya mahasiswa sering menjadi indikator utama berkembangnya PTS tersebut karena mahasiswa sebagai sumber utama, bahkan mungkin satu-satunya sumber pendapatan. Dari mahasiswalah, suatu PTS mencukupi kebutuhannya untuk membiayai operasional pendidikan, membangun gedung, menambah fasilitas pendidikan, termasuk membayar gaji dosen dan karyawannya. Oleh karena itulah ada kecenderungan PTS untuk menggali sebanyak mungkin potensi ini, baik secara kualitas, seperti memperbesar uang gedung dan uang kuliah, maupun kuantitas, seperti dengan menerima sebanyak mungkin mahasiswa. Pada sisi lain, bertambahnya mahasiswa menuntut ditambahnya jumlah dosen. Bukan hal yang mudah mendapatkan dosen dengan jumlah yang memadai, apalagi yang memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Padahal Undang-Undang Pendidikan Tinggi mensyaratkan tercapainya perbandingan antara dosen tetap dan mahasiswa adalah 1:30 untuk bidang sosial dan 1:25 untuk bidang ilmu alam. Sering, faktor Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 ketercukupan dosen tetap merupakan masalah utama suatu PTS. Mereka mungkin membebani dosen yang terbatas jumlahnya dengan beban mengajar yang besar, sehingga waktu dan tenaga dosen-dosen tersebut betul-betul tersita untuk itu. Seringkali hal ini dilakukan dengan mengabaikan aspek kualitas pengajarannya. Hampir tidak tersisa lagi waktu untuk melakukan penelitian atau pengabdian masyarakat yang merupakan pilar-pilar Tri Dharma. METODE PELAKSANAAN Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pengabdi berencana merancang kegiatan yang dapat memberikan manfaat kepada calon mahasiswa Jakarta Barat. Adapun kerangka pemecahan masalah yang akan dilaksanakan antara lain sebagai berikut: Pemetaan Wilayah Sasaran Pengumpulan Pemantauan dan Evaluasi Sosialisasi Kepada Calon Mahasiswa di Jakarta Barat Kegiatan Pengabdian Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah Berikut ini penjelasan dari kerangka pemecahan masalah di atas: Pemetaan Wilayah Sasaran: Calon Mahasiswadi Jakarta Barat. Pengumpulan Data: Pengabdi mengumpulkan data-data terkait dengan sosialisasi kampus dan motivasi kepada calon mahasiswa di Perguruan Tinggi. Sosialisasi Kepada Pihak Masyarakat (Calon Mahasisw. : Kegiatan sosialisasi ini dilakukan sebagai wadah silaturahim dan juga penyampaian maksud Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait tempat dan peserta pengabdian. Kegiatan Pengabdian: Pendampingan diberikan kepada Calon Mahasiswa di Jakarta Barat. Metode pendampingan akan dijelaskan di bawah. Pemantauan dan Evaluasi: Melalui pemantauan dan evaluasi pengabdi dapat mengetahui cara yang tepat untuk mencapai tujuan yang dikehendaki telah tercapai atau belum dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan pengabdian. Langkah-Langkah Kegiatan Pengabdian Masyarakat Langkah-langkah kegiatan dalam pengabdian ini melalui tahapan-tahapan berikut ini: Ceramah tentang berkaitan sosialisasi perguruan tinggi dan motivasi kepada calon mahasiswa untuk kehidupan barunya di Perguruan Tinggi. Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 Diskusi atau tanya jawab mengenai hal-hal yang berkaitan sosialisasi perguruan tinggi dan motivasi kepada calon mahasiswa untuk kehidupan barunya di Perguruan Tinggi. Kelompok Sasaran Antara yang Strategis Dalam pengabdian ini Kelompok sasaran yang dipilih adalah Siswa Calon Mahasiswa di Jakarta Barat. KESIMPULAN Motivasi diri dan semangat kuliah harus ditanamkan setiap mahasiswa dalam menuntut ilmu. Memang pasti akan terdapat sebuah fase dimana kamu merasa jenuh dengan rutinitas, termasuk juga dengan dunia perkuliahan. Biasanya rasa jenuh kuliah yang muncul dapat disebabkan oleh banyak factor, salah satu contohnya adalah seperti kegiatan kuliah dan organisasi yang cukup padat sehingga banyak menguras energi dan pikiranmu, tugas penelitian, dan tugastugas lain yang masih banyak sekali jumlahnya. Faktor-faktor seperti ini sangat berpotensi untuk membuatmu merasa jenuh. Bahkan bisa lebih parah, kamu akan merasakan mulai malas dengan segala hal yang berhubungan dengan perkuliahan. Mahasiswa baru bisa kembali semangat kuliah jika melakukan trik dibawah ini : Coba Ingat Kembali Tujuan Kuliah Berikan Self Reward Sebagai Sebuah Bentuk Penghargaan kepada Diri Sendiri Manfaat dari memberikan penghargaan kepada diri sendiri antara lain: Sebagai penghargaan bahwa kamu mencintai dirimu sendiri . Kamu berhak bersenang-senang karena telah berhasil melewati sesuatu yang berat. Ini membuktikan bahwa kamu hebat! . Untuk memberikan motivasi agar dirimu sendiri improve menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Memberikan self reward juga akan membantumu melepaskan rasa penat dan stress loh Ingat Kedua Orang Tua Sesekali Lihat Kebawah. Maka Pasti Akan Merasa Lebih Bersyukur Jangan Suka Menunda Pekerjaan Temukan Metode Belajar Sendiri PENUTUP Adapun saran yang penulis sampaikan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat kali ini, antara lain sebagai berikut : Untuk selanjutnya dapat dilakukan kegiatan pendampingan agar kegiatan ini dapat tetap berjalan. Kegiatan webinar juga dapat dilakukan secara berkala Diharapkan mahasiswa dapat memotivasi dirinya sendiri agar selalu semangat dalam menjalani perkuliahannya, tepat waktu tamat kuliah, memiliki jaringan yang baik selama kuliah sehingga dapat mempermudah mereka di dunia kerja Jurnal Pengabdian Masyarakat (ANDHARA) Volume 1. Issue 2. November 2021 Page 72 - 80 E-ISSN : 2776-883X P-ISSN : 2776-8821 DAFTAR PUSTAKA