Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PKM PELATIHAN BAGI PEMBINA DAN SISWA PALANG MERAH REMAJA DALAM TATANAN HOME CARE Rifka Putri Andayani1 *. Ises Reni2 . Amrina Rosada1. Anggi Delvi Yunita1. Anggun Rahmiwati1 Program Studi D i Keperawatan. Fakultas Kesehatan dan Sains. Universitas MERCUBAKTIJAYA Padang. Jln Jamal Jamil Pondok Kopi Siteba Kota Padang Provinsi Sumatera Barat 25146. Indonesia Program Studi S1 Keperawatan. Fakultas Kesehatan dan Sains. Universitas MERCUBAKTIJAYA Padang. Jln Jamal Jamil Pondok Kopi Siteba Kota Padang Provinsi Sumatera Barat 25146. Indonesia *rifkaputriandayani@gmail. ABSTRAK MTsN 5 Kota Padang merupakan salah satu dari 7 MTsN yang ada di Kota Padang yang berada di Kecamatan Kuranji dengan jumlah siswa terbanyak dari seluruh Kecamatan. Selain pembelajaran di kelas aktivitas yang dilakukan oleh siswa adalah kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah Palang Merah Remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pemberian in house training dan pendampingan pertolongan pertama yang dilakukan terhadap Pembina dan siswa PMR. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu diharapkan siswa Madrasah yang tergabung dalam Organisasi PMR mampu melakukan tindakan pertolongan pertama kepada yang membutuhkan pertolongan medis Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan bantuan segera kepada mereka yang membutuhkan. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini menggunakan tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan fokus pada dampak positif dari partisipasi dalam pelatihan pertolongan pertama. Peserta pengabdian masyarakat ini adalah siswa yang mengikuti kegitan ekstrakurikuler PMR yang terdiri dari 93 orang mahasiswa. Dapat disimpulkan kegiatan pendampingan ini sebagai langkah awal kepada siswa dalam bertindak pertolongan pertama sehingga dapat dikembangkan dalam pengetahuan dan keterampilan bagi individu yang dapat berguna bagi masyarakat untuk menerapkan kesukarelawan remaja terhadap lingkungan sekitar. Ketercapaian dalam pengabdian ini yaitu pertama, 100% peserta hadir dan mengikuti kegiatan, kedua praktik siswa lebih 80% dapat melakukannya dengan sesuai. Kata kunci: in house training. PMR. PKM TRAINING FOR TEENAGE RED CROSS GUIDANCE AND STUDENTS IN HOME CARE SETTINGS ABSTRACT MTsN 5 Padang City is one of 7 MTsN in Padang City located in Kuranji District with the largest number of students from all Districts. In addition to classroom learning, activities carried out by students are extracurricular activities, one of which is the Youth Red Cross. This community service activity focuses on providing in-house training and first aid assistance carried out by PMR Instructors and students. The purpose of this community service is that it is hoped that Madrasah students who are members of the PMR Organization are able to carry out first aid actions for those in need of basic medical assistance. This activity is very important to provide students with the knowledge and skills needed to provide immediate assistance to those in need. The implementation method in this service uses stages, namely the preparation, implementation, and evaluation stages, with a focus on the positive impact of participation in first aid The participants in this community service were students who participated in the PMR extracurricular activities, consisting of 93 students. It can be concluded that this mentoring activity is an initial step for students in acting first aid so that it can be developed in knowledge and skills for individuals Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group who can be useful for the community to apply youth volunteerism to the surrounding environment. The achievements in this service are first, 100% of participants attended and participated in the activities, second, more than 80% of students were able to do the practical work properly. Keywords: in house training. PMR. PENDAHULUAN Kecamatan Kuranji merupakan 5 dari 11 Kecamatan di Kota Padang dengan jumlah penduduk terbanyak dan urutan kedua dengan jumlah anak usia sekolah terbanyak di Kota Padang. dari total penduduk Kota Padang merupakan anak usia sekolah. Salah satu sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di Kuranji yaitu MTsN 5 Kota Padang yang terletak di Jalan Raya Kuranji nomor 18 Kecamatan Kuranji Kota Padang. MTsN 5 Kota padang ini terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M). Beberapa fasilitas sekolah yang menunjang pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler siswa yaitu ruangan kelas, perpustakaan, laboratorium komputer, ruang OSIM, ruang UKS, laboratorium IPA, masjid, lapangan olah raga. MTsN 5 Kota Padang selain kegiatan pembelajaran juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler. Terdapat 11 kegiatan ekstrakurikuler di MTsN 5 Kota Padang yang terdiri dari pramuka, paski, silat. Palang Merah Remaja. OSIM. IPA Plus. IPS Plus. MTK Plus, voli, hadrah dan tahfiz. Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pembelajaran di Madrasah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap siswa yang mengikuti kegitaan ekstrakurikuler tentu harus mempersiapkan fisik yang lebih baik. Ekstrakurikuler tidak hanya dilakukan di dalam kelas tetapi juga ada yang dilakukan di luar kelas. Kegitaan yang dilakukan di luar kelas seperti paski, pramuka, dan olah raga berisiko mengalami cidera fisik bagi siswa. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat untuk mengatasi risiko kemungkinan maslaah yang muncul pada siswa yaitu kegiatan Palang Merah Remaja (PMR). Siswa yang terlibat dalam PMR dapat memberikan pertolongan pertama bagi siswa yang mengalami cidera. Pertolongan pertama adalah pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau cidera yang memerlukan penanganan medis dasar (Setianingsih & dkk, 2. PMR di MTsN 5 Kota Padang baru didirikan pada bulan Januari 2024 dengan penanggung jawab adalah Kepala Madrasah dan terdapat satu orang pembina yaitu Bapak Syafrizal. Pd. I serta dilanjutkan dengan struktur organisasi yang terdiri dari Ketua. Wakil Ketua. Sekretaris. Bendahara serta 5 Unit dalam PMR yang terbagi menjadi Unit Kesehatan. Unit Persahabatan. Unit Bakti Masyarakat. Unit Umum, dan Unit Dokumentasi. Gambar 1. Survei Awal dengan Struktur Organisasi PMR Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Hal ini menjadi latar belakang tim pengabdi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di MTsN 5 Kota Padang. Berdasarkan survei awal yang dilakukan oleh tim pada hari Jumat tanggal 12 Juli 2024 didapatkan bahwa siswa yang terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR belum mendapatkan materi tentang pertolongan pertama. Berdasarakan hasil wawancara yang dilakukan dengan Kepala MTsN 5 Kota Padang Bapak Noprizal. Pd menjelaskan bahwa PMR baru dibentuk diawal tahun 2024 yaitu pada bulan Januari dan beliau menunjuk Bapak Syafrizal. Pd. I sebagai Pembina PMR. Hasil wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yaitu Ibu Desniati. Pd menjelaskan bahwa pihak sekolah khawatir saat siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Beliau juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan ekstrakurikuler akan dilakukan setelah jam pelajaran wajib sekolah selesai yaitu dari pukul 07. 00Ae14. 30 WIB dan ekstrakurikuler dimulai pukul 14. 30Ae15. 30 WIB sehingga berisiko siswa berada di sekolah sampai sore atau menjelang magrib. Hal-hal seperti ini berisiko untuk siswa tidak terpantau oleh pembina ekstrakurikuler. PMR di MTsN 5 Kota Padang banyak diminati oleh siswa perempuan secara mayoritas, tetapi hal ini tidak menjadi penghambat dalam melakukan kegiatan yang membutuhkan tenaga. Oleh karena itu perlu upaya kegiatan pelatihan berupa in house training dan pendampingan terkait pengetahuan dan keterampilan yang dapat dilakukan oleh siswa PMR. Penelitian yang dilakukan oleh Listiana dan Oktarina . menjelaskan bahwa faktor utama yang terdapat dalam pelatihan pertolongan pertama bagi siswa sekolah yaitu memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan pertolongan pertama pada korban, yang merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa sekolah dalam memberikan bantuan yang efektif dalam situasi gawat darurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat yang dilakukan oleh tim juga sejalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang tahun 2019-2024. Pendidikan berkualitas di Kota Padang adalah pendidikan karakter yang berorientasi pada penguatan kepribadian, bermoral dan beriman. Pendidikan karakter dikembangkan melalui tiga jenis pendidikan yaitu pendidikan formal, non formal dan informal. Salah satu inovasi yang dilakukan oleh tim pengabdi yaitu dengan memberikan in house training terhadap pembina dan siswa PMR dalam pertolongan pertama terhadap terjadinya cidera dan melakukan inovasi berupa demonstrasi dengan menggunakan boneka dalam pemberian bantuan hidup dasar. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi sebelumnya yaitu terkait masalah psikososial dan pada tahap ini dilanjutkan dengan masalah kesehatan dengan persiapan pemberian pertolongan pertama (Ausrianti & Andayani, 2. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu diharapkan siswa Madrasah yang tergabung dalam Organisasi PMR mampu melakukan tindakan pertolongan pertama kepada yang membutuhkan pertolongan medis dasar. METODE Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah: Tahap Persiapan: Koordinasi dengan Kepala MTsN 5 Kota Padang terkait untuk menjelaskan tentang teknis pelaksanaan dan materi kegiatan PMR pengabdian kepada masyarakat Koordinasi persiapan orang, tempat, dan waktu dengan mitra dan madrasah Koordinasi persiapan orang, tempat, dan waktu dengan Kepala Madrasah dan Pembina PMR Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Menyusun: Rencana Kegiatan . Log book . Jadwal Kegiatan . Modul in house training terkait PMR . Media inovasi boneka BHD Tahap Pelaksanaan: Menetapkan tempat, orang, dan waktu serta persiapan alat dan tempat Melaksanakan in house training terprogram terkait PMR Melakukan in house training kepada pembina dan siswa PMR Monitoring penerapan PMR oleh siswa Tahap Evaluasi: Melakukan penilaian pengetahuan pembina dan siswa mengenai materi PMR . re dan post tes. Melakukukan penilaian sikap dan keterampilan pembina dan siswa dalam mendemonstrasikan materi PMR HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Persiapan Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dimulai dari tahapan penyusunan proposal hingga luaran kegiatan. Tim mengawali kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melui survei awal ke lokasi mitra dan berdasarkan permasalahan yang terjadi pada mitra. Tim bertemu secara langsung dengan Kepala Madrasah dan Pembina PMR untuk menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini disambut baik oleh pihak madrasah dan tim mendapatkan rekomendasi untuk melaksanakan kegiatan. Tahap Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MTsN 5 Kota Padang selama 1 bulan yaitu sabanyak 4 kali yang dilaksanakan setiap hari Jumat pada pukul 14. 00 WIB sampai dengan pukul 17. 00 WIB. Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa yang terlibat ekstrakurikuler PMR yaitu sabanyak 93 orang siswa madrasah. Pelaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara pembelajaran klasikal di kelas dengan pemberian materi oleh tim pengabdi dan dilanjutkan dengan praktikum pada kelompok kecil. Siswa dibagi menjadi 7 kelompok. Masing-masing kelompok akan di roling dan masingmasing siswa dapat melakukan praktikum pada semua kelompok. Berikut dokumentasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat: Gambar 2. Pemberian Materi di Kelas Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Gambar 3. Praktikum Kelompok Tahap Evaluasi Pada setiap akhir sesi pelatihan siswa akan dilakukan pemberian post test untuk mengevaluai capaian pembelajaran yang dilakukan pada saat itu. Berdasarkan hasil evaluasi 80% siswa mampu menjelaskan kembali pemaparan materi yang disampaikan dan antusias saat diberikan pertanyaan oleh tim pengabdi. 80% siswa juga mampu mempraktekkan cara pertolongan pertama yang harus dikuasai oleh siswa PMR di lingkungan Madrasah. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pembina dan siswa juga menyatakan bahwa pelatihan yang diberikan oleh tim pengabdi sangat menyenangkan karena menggabungkan beberapa metode pembelajaran dan ada beberapa permainan pada sesi pembelajaran yang meningkatkan daya Tarik siswa mengikuti materi pelatihan. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan Pertolongan Pertama kepada siswa MTsN 5 Kota Padang diawali dengan diskusi permasalahan yang dihadapi oleh peserta dalam salah satu Pertolongan Pertama yang diberikan kepada orang yang membutuhkan pertolongan pertama ingkat dasar (Setianingsih & dkk, 2. Pengetahuan dan keterampilan yang sudah didapat tentang pertolongan pertama untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Setelah itu, tim pengabdi memberikan pengalaman dalam menghadapi kejadian di lingkungan sekolah khususnya dan di lingkungan masyarakat secara umumnya dalam pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dan juga memberikan materi terkait pertolongan Materi yang didapatkan oleh siswa adalah: Tri Bakti PMR Kepemimpinan PMR Pertolongan Pertama Alat Pelindung Diri Penilaian Korban Luka Luka Bakar Patah Tulang Pemindahan Korban Korban Pingsan dan Sakit Mendadak Kesehatan Reproduksi Pelatihan pertolongan pertama pada siswa madrasah dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang prosedur pertolongan pertama dan rasional dari tindakan yang dilakukan. Pertolongan pertama merupakan tindakan yang sangat penting dan harus dipahami karena dapat mencegah cedera yang lebih serius, kecatatan bahkan kematian korban. Pelatihan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengetahuan pertolongan pertama pada siswa madrasah. Memberikan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group pengetahuan dan keterampilan pertama akan meningkatkan peran mereka dan menjadi agen perubahan dalam penanganan kegawatan di lingkungan keluarga dan masyarakat (Juhdeliana et , 2. Selain itu kegiatan simulasi penanganan kegawatdaruratan memberikan pengalaman dan praktik yang baik untuk dapat diterapkan Ketika menghadapi situasi kegawatan yang sebenarnya (Yuda et al. , 2. Salah satu materi PMR yang juga diberikan oleh tim pengabdi adalah terkait kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan secara dini harus diberikan terhadap Bukan hal yang tabu lagi untuk menjelaskan sistem reprosuksi kepada siswa. Seiring berkembangnya pengetahuan dan teknologi dan dampak negatif dari penggunakan IPTEK yang tidak tepat maka akan berdampak negatif bagi siswa. Banyak kejadian di lingkungan sekolah yang berdampak terhadap psikologis dan dampak fisik seperti kejadian bullying, kekerasan fisik bahkan kejadian kekerasan di lingkungan sekolah (Ausrianti & Andayani, 2. Siswa PMR harus memahasi tentang konsep dasar keadaan darurat. Dalam konsep dasar kegawatdaruratan, yang terpenting adalah penilaian korban, ketepatan penolongan pertama dan dukungan tenaga medis yang kompeten. Lebih dari 90% korban meninggal atau menjadi cacat karena korban ditinggalkan setelah penemuan yang tidak tepat atau pertolongan pertama yang kurang tepat. Oleh karena itu sebagai tim palang merah remaja harus memahami konsep untuk emminimalkan cidera atau kecacatan. Salah satu pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian Basic Life Support (Siwi, 2. Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan tindakan yang bertujuan untuk mempertahankan fungsi vital organ saat terjadinya henti jantung (Sagala et al. , 2. Tim pengabdian masyarakat selain mengajarkan materi pertolongan pertama kepada siswa PMR juga memberikan materi dan pelatihan kepada Pembina PMR yaitu dengan melakukan pelatihan melakukan BHD. Intervensi utama untuk melakukan BHD yaitu dnegan melakukan resusitasi jantung paru untuk membantu korban yang gagal napas (Pangestika et al. , 2. Pentingnya dalam memberikan edukasi dan in house training kepada siswa PMR dan Pembina PMR dengan mengajarkan pertolongan pertama dalam menyelamatkan korban. Sesiapsiagaan siswa yang memilih ekstrakurikuler PMR yang tepat, penilaian korban secara tepat dan dapat melakukan pemberian bantuan hidup dasar secara Pemberian bantuan hidup dasar pada korban dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien henti napas atau henti jantung, sebelum akhirnya dibawah ke rumah sakit atau intervensi yang lebih lanjut (Ayu et al. , 2. American Heart Association (AHA) merekomendasikan pemberian pelatihan bantuan hidup dasar untuk anak usia sekolah dan remaja (Anwar et al. , 2. Bantuan secara maksimal dapat dilakukan oleh generasi muda dan ini berisiko terjadi di Lingkungan masyarakat. Kemampuan dalam keterampilan melakukan bantuan hidup dasar snagat penting bagi remaja di sekolah (Saputro et al. , 2. Pelatihan bantuan hidup dasar dapat diberikan kepada semua rentang usia, termasuk remaja sehingga dapat diterapkan oleh masyarakat untuk pertolongan pertama dalam SIMPULAN Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dalam mengajak siswa MTsN 5 Kota Padang untuk saling membantu dan memberikan pandangan yang lebih luas terutama menyangkut Program ini berjalan dengan sangat lancar dan sukses, hal ini atas kerjasama tim pengabdi. Kepala Madrasah. Pembina Ekstrakurikuler PMR, dan siswa MTsN 5 Kota Padang. Siswa sangat antusias mengikuti pelatihan dan pendampingan pertolongan pertama kepada siswa. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Pada kegiatan ini tim pengabdian berharap mampu menambah pengetahuan, keterampilan, pemahaman dan pengalaman terhadap pembina dan siswa PMR. Semoga siswa yang terlibat di ekstrakurikuler PMR tahap Madya sekarang besok bisa melanjutkan pada tahapan PMR Wira. UCAPAN TERIMAKASIH Tim pengabdi mengucapkan terima kasih kepada Yayasan MERCUBAKTIJAYA yang telah memberikan support pendanaan terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Tim juga mengucapkan terimakasih kepada Rektor Universitas MERCUBAKTIAJAYA. Dekan Fakultas Kesehatan dan Sains. Kepala LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA. Mitra Kepala MTsN 5 Kota Padang. Ibu Ketua Prodi D i Keperawatan dan Tim Pengabdi, alumni dan mahasiswa yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini dan teristimewa kepada peserta pengabdian kepada masyarakat yang telah antusias mengikuti kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA