Ekasakti Pareso Jurnal Akuntansi e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Website: https://ejurnal-unespadang. id/EPJA Pengaruh Corporate Governance Dan Kemampuan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Moderasi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun Chintia Indah Permata Sari1*. Desi Ilona2. Yuli Ardiany3 Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Fakultas Ekonomi. Universitas Ekasakti. Padang. Indonesia Corresponding Author: Chintiaindahpermatasari09@gmail. Abstrak: Penelitian ini menganalisis pengaruh corporate governance dan kemampuan manajerial terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia di BEI periode 2021Ae2023. Metode purposive sampling digunakan dalam pemilihan sampel. Hasil menunjukkan bahwa corporate governance tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara kemampuan manajerial berpengaruh signifikan. Secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan, tetapi profitabilitas tidak mampu memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas manajemen lebih menentukan peningkatan nilai perusahaan dibandingkan praktik tata kelola yang bersifat administratif. Kata Kunci : Corporate Governance. Kemampuan Manajerial. Profitabilitas. Nilai Perusahaan Abstract: This study analyzes the influence of corporate governance and managerial ability on company value with profitability as a moderation variable in manufacturing companies in the basic and chemical industry sectors on the IDX for the 2021Ae2023 period. The purposive sampling method is used in the sample selection. The results show that corporate governance does not have a significant effect on the company's value, while managerial ability has a significant effect. Simultaneously, both have a significant effect, but profitability is not able to moderate the relationship. These findings confirm that the quality of management determines the increase in company value more than administrative governance practices. Keywords: Corporate Governance. Managerial Ability. Profitability. Company Value PENDAHULUAN Ketidakpastian ekonomi yang signifikan selama krisis menyebabkan gangguan rantai pasokan dan berkurangnya permintaan, yang memengaruhi nilai perusahaan, khususnya pada industri dasar dan sektor manufaktur bahan kimia. Dalam konteks ini, tata kelola perusahaan memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas perusahaan dan kepercayaan investor. Namun, survei tersebut menemukan bahwa mekanisme tata kelola perusahaan seperti keberadaan sejumlah auditor independen dan transparansi dalam pelaporan keuangan masih DOI: https://doi. org/10. 31933/epja. Licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License 301 | Page e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 menawarkan bantuan terbatas bagi perusahaan dalam menghadapi tekanan masa sulit ini. Ini menunjukkan bahwa hal itu belum terjadi. Selain itu, keterampilan manajemen juga merupakan faktor kunci, terutama dalam manajemen resiko dan inovasi selama krisis. Namun, dampak terhadap nilai perusahaan selama periode ini belum diselidiki secara Profitabilitas sering dianggap sebagai indikator utama kinerja perusahaan, tetapi perannya sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan belum dieksplorasi secara mendalam, terutama di masa pandemi. Konteks sektor industri dasar dan kimia yang bergantung pada bahan baku impor menambah kompleksitas penelitian ini. Selain itu, studi tentang hubungan variabel-variabel tersebut di Indonesia masih jarang dilakukan, padahal regulasi pasar modal dan budaya korporasi Indonesia memiliki karakteristik unik yang memengaruhi hasil Penelitian ini penting untuk menjawab bagaimana tata kelola perusahaan. Kemampuan Manajerial, dan profitabilitas berperan dalam menjaga nilai perusahaan selama masa krisis. Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan pada perusahaan, terutama di sektor manufaktur industri dasar dan kimia, melalui gangguan rantai pasok, tidak tetapnya harga bahan baku, dan penurunan permintaan pasar. Perusahaan dengan Corporate Governance yang lemah dan Kemampuan Manajerial yang kurang adaptif cenderung kesulitan menghadapi krisis, yang berujung pada penurunan profitabilitas dan nilai Kurangnya transparansi, efisiensi, dan inovasi memperburuk daya saing perusahaan, membuatnya rentan terhadap tekanan ekonomi yang berkepanjang ban. Pertama kalinya istilah Corporate Governance diperkenalkan oleh Komite Cadbury pada tahun 1992 dalam laporannya yang dikenal sebagai Cadburry Report. Laporan inilah yang menentukan praktik Corporate Governance diseluruh dunia. Isu Corporate Governance semakin berkembang ketika beberapa peristiwa ekonomi penting terjadi. Selama periode 2021 hingga 2023, tidak ditemukan data spesifik mengenai perusahaan manufaktur di sektor industri dasar dan kimia yang secara resmi dinyatakan bangkrut. Namun, beberapa penelitian menggunakan metode Altman Z-Score telah memprediksi potensi kebangkrutan pada perusahaan-perusahaan di sektor ini. Misalnya, penelitian oleh Nova Saprito Siregar pada tahun 2020 menganalisis perusahaan seperti PT. Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW). PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI). PT. Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT. Trias Sentosa Tbk (TRST). Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa FASW. SBI, dan TRST berada dalam kategori berpotensi bangkrut. INTP dalam kondisi rawan, sedangkan SMBR berada dalam zona aman. Perlu diperhatikan bahwa prediksi kebangkrutan berdasarkan metode seperti Altman Z-score belum tentu mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya, karena berbagai faktor eksternal dan internal dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan. Penting untuk diperhatikan: Oleh karena itu, meskipun ada prediksi kemungkinan kebangkrutan, tidak ada informasi yang mengonfirmasi bahwa perusahaanperusahaan ini benar-benar mengalami kebangkrutan pada periode 2021 hingga 2023. Corporate Governance dapat didefiniskan sebagai susunan aturan yang menentukan hubungan antara pemegang saham, manajer, kreditor, pemerintah, karyawan dan stakeholder internal dan eksternal yang lain sesuai dengan hak dan tanggung jawabnya Forum for Corporate Governance in Indonesia, . Berikutnya dikemukakan oleh organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan . good Corporate Governance merupakan satu set hubungan antara manajemen perusahaan, dewan, pemegang saham, dan pemangku Selanjutnya Prakarsa Corporate Governance adalah mekanisme administratif yang mengatur hubungan-hubungan antara Page 302 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 manajemen perusahaan, komisaris, direksi, pemegang saham dan kelompok-kelompok kepentingan . yang lain. Tujuan utama dari Corporate Governance adalah untuk menciptakan sistem pengendalian dan keseimbangan . heck and balanc. untuk mencegah penyalahgunaan dari sumber daya dan tetap mendorong terjadinya pertumbuhan perusahaan Ainy ddk. , . Hasil penelitian Soniami dkk. , . menunjukkan bahwa Corporate Governance berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Karena hasilnya juga tidak signifikan, maka proporsi komisaris independen dalam Corporate Governance bukan variabel yang tepat untuk menerangkan variabilitas . pada nilai perusahaan. Menurut Lidyah dkk. , . , semakin tinggi proporsi komisaris independen dalam Corporate Governance suatu perusahaan belum tentu mampu meningkatkan nilai hal ini dikarenakan proporsi komisaris independen tidak menjamin bahwa nilai perusahaan semakin baik bila jumlahnya mengalami peningkatan (Adawiyah dkk. , 2. Kemampuan Manajerial mempunyai dampak signifikan terhadap nilai perusahaan pada sektor manufaktur. Penelitian menunjukkan bahwa manajer yang kompeten dapat meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan nilai perusahaan. Selain itu. Kemampuan Manajerial yang baik juga berpengaruh positif terhadap keputusan investasi dan resiko pengelolaan, yang sangat penting dalam menghadapi tantangan industri. Profitabilitas merupakan salah satu indikator kunci dalam menilai keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan laba yang mencerminkan efisiensi pengelolaan sumber daya. Dalam konteks penelitian ini, profitabilitas berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan. Menurut Brigham dan Houston . Profitabilitas tidak hanya menjadi indikator utama kinerja perusahaan, tetapi juga memengaruhi persepsi investor terhadap potensi nilai perusahaan di masa depan. Profitabilitas, seperti Return on Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM), sering digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana laba yang dihasilkan perusahaan mampu memengaruhi nilai pasar perusahaan. Sebagai variabel moderasi. Profitabilitas dapat memperkuat dampak Corporate Governance terhadap nilai perusahaan. Corporate Governance yang baik, seperti keberadaan dewan direksi independen atau komite audit, memastikan bahwa keputusan strategis perusahaan dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Menurut Jensen dan Meckling . Corporate Governance yang efektif dapat meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan dampak positifnya akan lebih besar pada perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi. Profitabilitas yang kuat menunjukkan bahwa perusahaan mampu memanfaatkan struktur tata kelola yang baik untuk menghasilkan kinerja keuangan yang superior, sehingga meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini relevan dengan penelitian Galuh dkk. , . dengan judul The Effect of Corporate Governance. Resource and Development Intensity. Intellectual Capital and Managerial Ability on Firm Value With Political Relations As A Moderating Variable dan Ardiany dkk. , . dengan judul Pengaruh Penghindaran Pajak dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Hutang Sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Pulp and Paper yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Berdasarkan penelitian di atas memiliki perbedaan dengan penelitian saya AuPengaruh Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2021 Ae 2023Ay dimana perbedaan penelitian ini terdapat pada variabel penelitian terutama pada variabel moderasi. Selain itu. Page 303 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 objek penelitian atau lokasi yang saya pilih juga berbeda, sehingga saya dapat memberikan sudut padang baru terkait topic yang sama. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Variabel Moderasi pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2021 Ae 2023Ay. Berdasarkan dari uraian latar belakang diatas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: Apakah Corporate Governance secara Parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan? Apakah Kemampuan Manajerial secara Parsial berpengaruh terhadap nilai perusahaan? Apakah Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan? Apakah Profitabilitas memoderasi pengaruh Corporate Governance dengan nilai Apakah profitabilitas memoderasi Pengaruh Kemampuan Manajerial dengan nilai Nilai Perusahaan Nilai perusahaan adalah ukuran utama yang mencerminkan kekayaan pemegang saham dan kinerja keseluruhan perusahaan. Nilai ini sering kali diukur dengan menggunakan berbagai indikator keuangan dan non-keuangan yang mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dan pertumbuhan jangka panjang. Nilai perusahaan menjadi fokus utama bagi manajemen dan pemegang saham karena mencerminkan efektivitas strategi dan operasional perusahaan. Nilai perusahaan dapat didefinisikan sebagai keseluruhan nilai ekonomi dari sebuah perusahaan, yang mencakup nilai pasar dari ekuitas . arket value of equit. serta nilai dari utang yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai ini mencerminkan harga yang bersedia dibayar oleh investor untuk membeli perusahaan secara keseluruhan (Darniaty dkk. , 2. Alat Ukur Nilai Perusahaan Price to book value (PBV) yaitu perbandingan antara harga saham dengan nilai buku Perusahaan yang berjalan dengan baik, umumnya memiliki rasio Price to book value (PBV) di atas satu, yang mencerminkan bahwa nilai pasar saham lebih besar dari nilai bukunya. Sari and Mildawati . Berikut ini rumus Price to book value (PBV) : ycycyc = ycyeCyeeyeOyeC yeiyeCyeOyeCyea ycAyeOyesyeCyeO yeEyenyeUyen yeiyeCyeOyeCyea Nilai PBV yang ideal adalah kurang dari 1. Artinya, harga pasar saham lebih rendah daripada nilai buku per lembar sahamnya. Cara menghitung Nilai buku saham: ycyeayeiyeCyes yeIyeUyenyeOyeiyeCyei yeayeOyesyeCyeO yeEyenyeUyen yeiyeCyeOyeCyea = ycyenyeayesyeCyeO yeiyeCyeOyeCyea yeEyeIyeeyeIyeIyeCyee Definisi Corporate Governance Secara umum Corporate Governance lebih ditunjukkan untuk sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan. Corporate Governance lebih ditujukan pada tindakan yang dilakukan eksekutif perusahaan agar tidak merugikan para stakeholder karena Corporate Governance menyangkut moralitas, etika kerja dan prinsip-prinsip kerja yang baik. Terdapat beberapa Page 304 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 pemahaman tentang definisi Corporate Governance yang dikeluarkan beberapa pihak baik dalam prespektif yang sempit dan perspektif yang luas. Adapun definisi Corporate Governance menurut Surya dkk. , . adalah sebagai berikut Corporate Governance terkait dengan pengambilan keputusan yang efektif. Dibangun melalui kultur organisasi, nilainilai, sistem, berbagai proses, kebijakan-kebijakan dan struktur organisasi yang bertujuan untuk mencapai bisnis yang menguntungkan, efisien dan efektif dalam mengelola resiko dan bertanggungjawab dengan memperhatikan kepentingan Definisi Corporate Governance menurut Daniri. , . adalah sebagai berikut Suatu pola hubungan, sistem, dan proses yang digunakan oleh organisasi perusahaan (Direksi. Dewan komisaris. RUPS) guna memberikan nilai tambah kepada pemegang saham secara berkesinambungan dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya, berlandaskan peraturan dan perundangan dan norma yang berlaku. Alat Ukur Corporate Governance Dari alat akur di atas penelitian Corporate Governance ini mengunakan alat ukur Komisaris independen alasannya adalah Komisaris independen berperan menjaga keseimbangan dalam pengambilan keputusan dan mengawasi manajemen untuk menghindari konflik kepentingan dalam pengambilan keputusan(Anam & Liyanto, 2. Rumus: Proporsi Komisaris independen = Jumlah Komisaris Independen y100% Total Jumlah Komisaris Pengaruh Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan Corporate Governance yang baik diyakini dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan cara: Meningkatkan kepercayaan investor: Transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik meningkatkan kepercayaan investor, yang dapat meningkatkan harga saham dan mengurangi biaya modal. Meningkatkan kinerja keuangan: Struktur pengawasan yang efektif dapat membantu manajemen mengambil keputusan yang lebih baik, meningkatkan efisiensi operasional, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja keuangan. Mengurangi resiko: Mekanisme pengawasan yang kuat dapat membantu mengidentifikasi dan mengelola resiko lebih efektif, mengurangi kemungkinan terjadinya skandal keuangan atau manajemen yang buruk. Kemampuan Manajerial Kemampuan Manajerial adalah serangkaian keterampilan dan kompetensi yang dimiliki oleh manajemen perusahaan untuk mengelola sumber daya secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi. Kemampuan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengambilan keputusan strategis hingga manajemen operasional sehari-hari. Kemampuan Manajerial yang baik sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan. Kemampuan Manajerial dapat didefinisikan sebagai keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi yang dimiliki oleh manajer dalam mengelola dan memimpin organisasi. Ini mencakup kemampuan dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian aktivitas organisasi (Galuh dkk. , 2. Skor Kemampuan Manajerial (Managerial Ability Score - MAS) MAS dikembangkan oleh Demerjian et al. untuk mengisolasi kontribusi manajerial terhadap efisiensi perusahaan. Pendekatan ini menggunakan residual dari efisiensi Page 305 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 DEA setelah mengontrol faktor-faktor eksogen seperti ukuran perusahaan, leverage, dan Nilai ideal dari Skor Kemampuan Manajerial (MAS) bergantung pada skala pengukuran dan konteks penggunaannya. Secara umum, nilai ideal adalah nilai tertinggi dalam skala yang digunakan . isalnya, 100 atau . Sumber nilai ideal dapat berasal dari benchmark industri, target organisasi, atau penelitian akademis. Untuk menentukan nilai ideal yang spesifik, penting untuk merujuk pada literatur dan praktik terbaik di industri yang Rumus: MAS = Risidual Efisiensi DEA Profitabillitas Profit dalam kegiatan operasional perusahaan merupakan elemen penting untuk menjamin kelangsungan hidup perusahaan pada masa yang akan datang. Keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan untuk dapat bersaing dipasar. Setiap perusahaan mengharapkan profit yang maksimal. Laba merupakan alat ukur utama kesuksesan suatu perusahaan. Profitabilitas adalah hasil akhir dari ejumlah kebijakan dan keputusan yang oleh perusahaan. Menurut Sujaweni . menetapkan Profitabilitas adalah "Rasio profitabilitas adalah proporsi yang digunakan untuk mengukur Kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan, hubungannya dengan Penjualan, aset maupun pendapatan dan modal sendiri Au. Menurut Kasmir . rasio profitabilitaas merupakan rasio yang digunakan suatu perusahaan untuk menilai kemampuan dalam mencari keuntungan atau laba. Rasio profitabilitas juga dapat memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen perusahaan, hal tersebut ditunjukkan dari laba yang diperoleh penjualan dan pendapatan investasi. Jadi, intinya penggunaan rasio profitabilitas ini akan menunjukkan efisiensi dari perusahaan. Dari beberapa penjelasan diatas dapat diketahui bahwa profitabilitas merupakan suatu rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam memperoleh profit atau keuntungan. Profitabilitas dinilai penting karena perusahaan perlu berada dalam situasi yang baik untuk melakukan aktivitas perusahan. Sebuah perusahaan dapat dikatakan dalam kondisi yang lebih baik ketika rasio profitabilitasnya lebih tinggi dari rata-rata. Kerangka Konseptual penelitian ini dijelaskan dari gambar berikut. Gambar 2. 1 Kerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis H1: Diduga Corporate Governance berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. H2: Diduga Kemampuan Manajerial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. H3: Diduga Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Page 306 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 H4: Diduga Profitabilitas mampu memoderasi pengaruh Corporate Governance terhadap nilai perusahaan H5: Diduga Profitabilitas mampu memoderasi pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah Riset Riset Kepustakaan . ibrary researc. Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi. sumber data Adalah data yang diperoleh secara tidak langsung. Dan data ini merupakan dianalisis untuk kepentingan pengujian statistik. Populasi penelitian ini adalah seluruh Sampel 60. Metode analisis data adalah analisis regrsi lienar berganda, determinan dan uji Aet dan uji-F Hasil Penelitian Hasil Uji Analisis Regressi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda adalah teknik statistik yang digunakan untuk memahami hubungan antara satu variabel dependen dan dua atau lebih variabel independen. Tabel 1 Hasil Uji Regressi Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta 1 (Constan. Prob Dependent Variable: NP Dari tabel 4. 10 di perolehhasil dari regresi berganda yaitu: NP = 0,694 0,068 (CG) 0,542 (KM) 1,624 (Pro. A Sig. Adapun penjelasan dari masing-masing koefisien dalam model regresi tersebut adalah sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 0,694 menunjukkan bahwa apabila variabel Corporate Governance. Kemampuan Manajerial, dan Profitabilitas dianggap konstan . tau bernilai no. , maka nilai perusahaan diperkirakan sebesar 0,694 satuan. Konstanta ini mencerminkan nilai dasar perusahaan berpengaruh terhadap variabel independen. Koefisien variabel Corporate Governance (CG) sebesar 0,068 mengindikasikan bahwa setiap peningkatan 1 satuan pada Corporate Governance maka terjadi kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,068 satuan, dengan asumsi variabel lainnya tetap. Nilai koefisien yang positif tapi tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Koefisien variabel Kemampuan Manajerial (KM) sebesar 0,542 berarti bahwa setiap peningkatan 1 satuan dalam Kemampuan Manajerial maka terjadi kenaikan terhadap nilai perusahaan sebesar 0,542 satuan, dengan asumsi variabel lainnya tetap. Nilai koefisien positif ini menunjukkan bahwa Kemampuan Manajerial berkontribusi positif dan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Koefisien variabel Profitabilitas (Profi. sebesar 1,624, menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan dalam Profitabilitas maka terjadi kenaikan nilai perusahaan sebesar 1,624 satuan, dengan asumsi variabel lain tetap. Koefisien ini bersifat positif, dan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Page 307 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Hasil uji Analisis Moderated Regression Analysis (MRA) Analisis Moderated Regression Analysis (MRA) adalah metode statistik yang digunakan untuk menyiarkan dan memahami hubungan antara variabel-variabel dalam suatu Tabel 2 Hasil Uji Moderated Regressi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Std. Error Coefficients Sig. (Constan. Prob X1M X2M Beta Dependent Variable: NP Dari tabel 2 diatas hasil Moderated Regression Analysis (MRA) didapat sebagai NP = 0,628 0,192 (CG) 0,609 (KM) 2,428 (Pro. Ae 1,488 (Prob*CG) - 0,940 (Prob*KM) A Berikut ini penejelasan analisis regressi berganda: Nilai konstanta . diasumsikan bahwa tanpa ditambahkan variabel CG,KM dan Profitabilitas maka nilai perusahaan sebesar 0,628. Apabila Corporate Governance (CG) meningkat sebesar 1 satuan, dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka nilai perusahaan akan terjadi kenaikan sebesar 0,192 satuan. Namun demikian, pengaruh ini tidak signifikan secara statistik karena nilai signifikansi sebesar 0,763 > 0,05. Apabila Kemampuan Manajerial (KM) meningkat sebesar 1 satuan, dengan variabel lainnya tetap, maka nilai perusahaan akan terjadi kenaikan sebesar 0,609 satuan. Namun demikian, berpengaruh signifikan secara statistik karena nilai signifikansi sebesar 0,017 < 0,05. Apabila Interaksi antara Profitabilitas (Pro. dengan Corporate Governance (CG) menghasilkan koefisien sebesar -1,488, yang berarti bahwa ketika profitabilitas digunakan sebagai variabel moderasi, maka pengaruh CG terhadap nilai perusahaan akan terjadi penurunan sebesar 1,488 satuan. Namun, nilai ini tidak signifikan karena nilai signifikansi sebesar 0,796 > 0,05. Apabila Interaksi antara Profitabilitas (Pro. dengan Kemampuan Manajerial (KM) menghasilkan koefisien sebesar -0,940, artinya apabila profitabilitas memoderasi hubungan KM terhadap nilai perusahaan, maka nilai perusahaan akan terjadi penurunan sebesar 0,940 satuan. Namun, pengaruh ini juga tidak signifikan karena nilai signifikansi sebesar 0,711 > 0,05. Hasil Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi bertujuan untuk memenuhi seberapa besar kemampuan variabel Page 308 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Tabel 3 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted Std. Error of Model R Square R Square the Estimate Predictors: (Constan. Prob. CG. KM Dependent Variable: NP Berdasarkan model produksi tabel di atas nilai R Square menunjukan 0,246 artinya Corporate Governance. Kemampuan Manajerial. Profitabilitas berkontribusi sebesar 24,6% terhadap nilai perusahaan sisa nya di pengaruhi variabel lain di luar penelitian. Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Secara Parsial (Uji . Uji t digunakan untuk meguji apakah pangaruh variabel independen secara Parsial terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan ketentuan : Apabila t-hitung > t-tabel dan prob < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Apabila t-hitung < t-tabel dan prob > 0,05 maka Ho diterima dan H1 ditolak. Berdasarkan tabel 4. 11 di atas, hasil dari pengujian uji Parsial (Uji . dapat diuraikan sebagai . Pengaruh Corporate Governance (CG) terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan pada hasil uji statistik (Uji . menunjukkan bahwa Corporate Governance (CG) terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai Thitung sebesar 0,303, yang nilainya lebih kecil dari Ttabel sebesar 1,660 dan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,763 > 0,05, artinya Corporate Governance secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai Dengan kata lain, hipotesis pertama yang menyatakan "Corporate Governance berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan" Ditolak. Pengaruh Kemampuan Manajerial (KM) terhadap Nilai Perusahaan Berdasarkan pada hasil uji statistik (Uji . menunjukkan bahwa Kemampuan Manajerial (KM) terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai Thitung sebesar 2,473, yang nilainya lebih besar dari Ttabel sebesar 1,660 dan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,017 < 0,05, artinya Kemampuan Manajerial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai Dengan kata lain, hipotesis kedua yang menyatakan "Kemampuan Manajerial berpengaruh secara parsial terhadap nilai perusahaan" Diterima. Profitabilitas dapat Memoderasi Pengaruh Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan pada hasil uji statistik (Uji . menunjukkan bahwa Profitabilitas (Pro. tidak dapat memoderasi pengaruh Corporate Governance terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai Thitung sebesar -0,260, yang nilainya lebih kecil dari Ttabel sebesar 1,660 dan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,796 > 0,05, artinya Profitabilitas secara parsial tidak dapat memoderasi berpengaruh signifikan Corporate Governance terhadap nilai Dengan kata lain, hipotesis keempat yang menyatakan "Profitabilitas tidak dapat memoderasi berpengaruh Corporate Governance secara parsial terhadap nilai perusahaan" ditolak. Profitabilitas dapat Memoderasi Pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan pada hasil uji statistik (Uji T) menunjukkan bahwa Profitabilitas (Pro. tidak dapat memoderasi pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai Thitung sebesar -0,373, yang nilainya lebih kecil dari Ttabel sebesar 1,660 dan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,711 > 0,05, artinya Profitabilitas secara parsial tidak dapat memoderasi berpengaruh Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan. Page 309 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Dengan kata lain, hipotesis kelima yang menyatakan "Profitabilitas tidak dapat memoderasi berpengaruh Kemampuan Manajerial secara parsial terhadap nilai perusahaan" Ditolak. Hasil Uji Simultan ( Uji F) Uji F adalah pengujian terhadap koefisien regresi secara simultan. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen terhadap variabel Uji f dalam penelitian ini digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh Corporate Governance. Kemampuan Manajerial dan Profitabilitas terhadap nilai perusahaan secara simultan. Hasil dari uji F adalah sebagai berikut: Tabel 5 Hasil Uji Simultan ANOVAa Sum of Mean Model Squares df Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: NP Predictors: (Constan. Prob. CG. KM Sig. Pembahasan Pengaruh Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil uji t pada tabel 4. 11 bahwa Corporate Governance terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai Thitung sebesar 0,303 yang nilainya lebih kecil dari Ttabel sebesar 1,660 dan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,763 > 0,05, artinya Corporate Governance secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan dari (Darniaty et al. , 2. terjadi karena pengimplementasian GCG pada perusahaan masih belum maksimal sesuai prinsip-prinsip GCG. Dalam arti lain. GCG dalam perusahaan diterapkan hanya sebagai bentuk formalitas dalam pemenuhan kewajiban perusahaan. Sedangkan penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian (Galuh et al. , 2. yang menyatakan bahwa Corporate Governance yang diproksi terhadap kepemilikan intitusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan diterima. Pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan pada hasil Uji t pada tabel 4. 11 menunjukkan bahwa Kemampuan Manajerial (KM) terhadap nilai perusahaan diperoleh nilai Thitung sebesar 2,473, yang nilainya lebih besar dari Ttabel sebesar 1,660 dan memiliki tingkat signifikansi sebesar 0,017 > 0,05, artinya Kemampuan Manajerial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai Dalam penelitian ini. Kemampuan Manajerial diukur menggunakan jenjang pendidikan direksi diatas S1 yang dimana direksi memiliki jenjang pendidikan S2 dan S3. Artinya, semakin tinggi jenjang pendidikan yang dimiliki direksi, semakin baik pula kualitas pengambilan keputusan yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perusahaan, yang pada akhirnya berkontribusi positif terhadap peningkatan nilai perusahaan. Dengan demikian, perbedaan hasil yang tidak sejalan ini dapat dijelaskan oleh perbedaan konteks industri, variabel pengukuran, serta periode penelitian. Pada perusahaan manufaktur yang kompleks, seperti dalam penelitian ini. Kemampuan Manajerial direksi dengan latar belakang pendidikan tinggi menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan nilai perusahaan. Sementara pada penelitian lain yang menggunakan proksi berbeda, seperti kepemilikan manajerial atau tata kelola formal, pengaruh terhadap nilai perusahaan tidak selalu muncul secara signifikan. Page 310 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Pengaruh Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil uji simultan . ji F), diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 5,552 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,785, sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Selain itu, nilai signifikansi sebesar 0,002 lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05, yang kembali mengindikasikan bahwa variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, yaitu nilai perusahaan. Hal ini menunjukan bahwa kominasi variabel Corporate Governance Kemampuan Manajerial secara bersama-sama mampu meningkatkan kinerja strategis perusahaan yang pada akhirnya tercermin pada peningkatan nilai perusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Putra et al. yang menemukan bahwa corporate governance dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, serta konsisten dengan temuan Galuh et al. yang membuktikan bahwa corporate governance, intensitas R&D, dan Kemampuan Manajerial mampu meningkatkan nilai perusahaan dengan hubungan politik sebagai variabel moderasi. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh Stefhani dkk. yang menyatakan bahwa tata kelola dan kinerja manajerial menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa variabel fundamental perusahaan lebih memberikan pengaruh ketika diuji secara simultan dibandingkan secara parsial. Profitabilitas dapat Memoderasi Pengaruh Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil uji parsial . , diketahui bahwa profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh Corporate Governance terhadap nilai perusahaan secara signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Thitung sebesar -0,260 yang lebih kecil dari Ttabel sebesar 1,660, namun dengan tingkat signifikansi sebesar 0,796, yang lebih besar dari 0,05, sehingga secara statistik pengaruh moderasi tidak signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas tidak memperkuat atau memperlemah hubungan antara Corporate Governance dan nilai perusahaan. Secara teoritis, hasil ini menunjukkan bahwa keberadaan profitabilitas sebagai indikator kinerja keuangan belum cukup kuat untuk meningkatkan efektivitas penerapan prinsipprinsip Corporate Governance dalam menciptakan nilai perusahaan. Dalam konteks ini, implementasi tata kelola yang baik tanpa didukung oleh profitabilitas yang tinggi tidak sertamerta mampu meningkatkan persepsi investor terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas Corporate Governance masih bergantung pada kekuatan sinyal kinerja keuangan perusahaan yang terlihat nyata di mata pasar. Temuan ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Darniaty et al. dan Yanto . , yang menyatakan bahwa profitabilitas mampu memperkuat pengaruh Corporate Governance terhadap nilai perusahaan. Darniaty et al. menegaskan bahwa performa keuangan yang baik, termasuk profitabilitas, dapat bertindak sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara tata kelola perusahaan dan nilai perusahaan. Begitu pula. Yanto . menyatakan bahwa profitabilitas berperan sebagai katalisator penting yang menghubungkan antara praktik tanggung jawab sosial dan tata kelola dengan nilai perusahaan, sehingga perusahaan dengan profitabilitas tinggi dan tata kelola yang baik lebih dihargai oleh pasar. Sebaliknya, hasil penelitian ini lebih sejalan dengan temuan Ardiany et al. , yang menyatakan bahwa dalam konteks subsektor pulp and paper, profitabilitas tidak mampu memoderasi secara signifikan pengaruh penghindaran pajak terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam praktiknya, profitabilitas tidak selalu menjadi variabel yang konsisten atau stabil dalam memperkuat hubungan antar variabel strategis, termasuk Page 311 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Corporate Governance. Penelitian ini juga tidak sejalan dengan asumsi Putra et al. yang menyatakan bahwa Corporate Governance berpengaruh terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan, namun penelitian tersebut tidak secara eksplisit menguji profitabilitas sebagai variabel moderasi, sehingga hasilnya tidak dapat dibandingkan secara langsung. Profitabilitas dapat Memoderasi Pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan. Berdasarkan hasil uji parsial . , diketahui bahwa profitabilitas tidak mampu memoderasi pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan secara signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Thitung sebesar -0,373 yang memang lebih kecil dari Ttabel sebesar 1,660, namun dengan tingkat signifikansi sebesar 0,711, yang lebih besar dari batas signifikansi 0,05, sehingga secara statistik pengaruh moderasi dinyatakan tidak signifikan. Dengan demikian, profitabilitas tidak memperkuat atau memperlemah hubungan antara Kemampuan Manajerial dan nilai perusahaan. Berdasarkan teori sinyal (Signal Theor. yang dikemukakan oleh Spence . , profitabilitas tinggi seharusnya menjadi sinyal positif bagi investor mengenai prospek masa depan dan keberhasilan manajemen. Namun, dalam konteks moderasi, profitabilitas tidak selalu berhasil memperkuat hubungan antara Corporate Governance atau Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat terjadi karena investor mungkin menilai profitabilitas sebagai hasil dari kondisi pasar eksternal, bukan dari kualitas tata kelola atau efektivitas manajemen. Selain itu, fluktuasi profitabilitas tahunan serta potensi manipulasi akuntansi laba di beberapa sektor industri juga membuat profitabilitas menjadi variabel yang kurang stabil untuk bertindak sebagai moderator yang efektif dalam model hubungan strategis antar variabel. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada temuan bahwa profitabilitas tidak berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara Kemampuan Manajerial dan nilai Hasil ini berbeda dengan sebagian penelitian sebelumnya yang mengasumsikan bahwa laba perusahaan dapat memperkuat peran Kemampuan Manajerial dalam meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini justru menegaskan bahwa Kemampuan Manajerial yang baik tidak selalu tercermin melalui tingkat profitabilitas, melainkan lebih bergantung pada kualitas pengambilan keputusan strategis dan efektivitas pengelolaan sumber daya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam literatur dengan menunjukkan bahwa pada konteks perusahaan manufaktur periode 2021Ae2023, profitabilitas bukanlah faktor yang dapat memperkuat ataupun memperlemah hubungan antara Kemampuan Manajerial dan nilai perusahaan, sehingga efektivitas manajerial harus dievaluasi secara independen dari kinerja laba perusahaan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa peran profitabilitas sebagai moderator tidak selalu bersifat universal dan sangat bergantung pada konteks industri, stabilitas keuangan, dan persepsi investor terhadap sumber nilai perusahaan. Oleh karena itu, sinergi antara manajemen yang kompeten dan kinerja keuangan yang solid perlu dibangun secara konsisten dan berkelanjutan agar benar-benar berdampak positif terhadap nilai Berdasarkan hasil penelitian di atas maka Kesimpulan nya sebagai berikut. Corporate Governance secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2021-2023 Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan corporate governance pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia periode 2021Ae2023 Kemampuan Manajerial secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2021-2023 Page 312 e-ISSN: 2985-6612 | p-ISSN: 2985-6620 Vol. No. Juli 2026 Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2021-2023. Profitabilitas dapat memoderasi pengaruh Corporate Governance terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2021-2023 Profitabilitas dapat memoderasi pengaruh Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2021-2023 Saran Saran untuk Perusahaan Meningkatkan Praktik Corporate Governance Perusahaan disarankan untuk memperkuat penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governanc. , seperti transparansi, akuntabilitas, dan independensi. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dan berdampak positif terhadap nilai perusahaan. Untuk Penelitian Selanjutnya Untuk penelitian selanjutnya mengenai dampak Corporate Governance dan Kemampuan Manajerial terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi beberapa saran yang bisa dipertimbangkan adalah: Menggunakan Data Lebih Luas dan Up-to-date: Riset lebih lanjut bisa mempertimbangkan sampel perusahaan yang lebih luas, mencakup berbagai sektor dan ukuran, serta data yang lebih baru untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Saran untuk Kampus/Perguruan Tinggi Integrasi Kajian Terkini ke Kurikulum DAFTAR PUSTAKA