Anggit: Jurnal Desain Produk Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024. Hal. https://jurnal2. isi-dps. id/index. php/jdp PEMBUATAN TABLE RUNNER TEKNIK SMOCK David Putra Atmadja. Wayan Santiyasa Program Studi Desain Produk. Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar e-mail: davidatmadja8@gmail. com, wayansantiyasa26@gmail. ABSTRAK Pembuatan table runner bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui material yang digunakan dalam proses penciptaan produk serta memberikan inovasi bentuk dari produk serupa yang telah umum dijumpai. Metode penelitian yang dilakukan merupakan metode kualitatif. Tujuannya adalah untuk memahami fenomena atau peristiwa secara Penelitian ini lebih fokus pada interpretasi, makna, dan konteks sosial dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian kualitatif ini disajikan dalam bentuk narasi, kutipan dari jurnal, serta analisis tema. Perwujudan produk table runner ini meeksplorasi pada bahan, bentuk, proses dan teknik baru untuk menemukan inovasi baru pada produk ini tanpa mengeser fungsi dan unsur dekoratif pada produk. Produk yang dihasilkan mempunyai manfaat dan kegunaan antara lain sebagai berikut : Meningkatkan inovasi dalam menciptakan produk yang dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hasil dari kegiatan penciptaan produk ini dapat menjadi jurnal sebagai kontribusi dalam bidang keilmuan. Mengembangkan peluang usaha untuk meningkatkan ekonomi Kata kunci: Identifikasi. Inovasi. Penelitian. Dekoratif. Table runner. ABSTRACT The making of table runner aims to identify and know the materials used in the process of product creation and provide an innovative form of similar products that have been commonly found. The research method carried out is a qualitative method, the aim is to understand phenomena or events in depth. This research focuses more on the interpretation, meaning, and social context of the data collected. The results of this qualitative research are presented in the form of narratives, quotes from journals, and theme analyses. The realisation of this table runner product explores new materials, forms, processes and techniques to find new innovations in this product without shifting the function and decorative elements of the product. The resulting product has the following benefits and uses: Increasing innovation in creating products that can be promising business opportunities. The results of this product creation activity can be a journal as a contribution in the scientific field. Developing business opportunities to improve the community's economy. Keywords: Identification. Innovation. Research. Decorative. Table runner. Diterima pada 20 April 2024 Direvisi pada 14 Juni 2024 Disetujui pada 24 Juni 2024 @2023 Pencipta. Dipublikasikan oleh Pusat penerbitan LP2MPP. Institut Seni Indonesia Denpasar. Karya ini dilisensikan di bawah lisensi CC-BY-NC-SA. Anggit: Jurnal Desain Produk | 16 PENDAHULUAN Table runner adalah sejenis perlengkapan dekoratif yang digunakan untuk menutupi bagian tengah meja. Biasanya, table runner berbentuk seutas kain panjang dan sempit yang ditempatkan di tengah meja, membentang dari satu ujung meja ke ujung lainnya. Fungsinya adalah untuk menambahkan sentuhan dekoratif pada meja makan atau meja Table runner seringkali digunakan bersama dengan serbet dan piring untuk menciptakan tata letak yang menarik selama makan. Mereka dapat terbuat dari berbagai bahan, seperti kain, satin, linen, atau bahan sintetis, dan sering dihias dengan berbagai motif, warna, atau bordir sesuai dengan tema atau gaya dekorasi ruangan. Penggunaan table runner dapat memberikan sentuhan estetika dan elegan pada setting meja, baik untuk acara formal maupun informal. Selain itu, table runner juga dapat melindungi permukaan meja dari noda atau goresan, sehingga memiliki fungsi praktis selain sebagai elemen dekoratif. Table runner memberikan sentuhan dekoratif pada meja, menambahkan warna, pola, dan tekstur ke ruangan. Mereka dapat digunakan untuk mencocokkan tema dekorasi atau musim tertentu. Hiasan dekoratif rumah makan ini sudah dapat menjadi salah satu solusi untuk membuka suatu usaha karena dengan membuat hiasan tersebut yang unik dapat membuat orangorang tertarik untuk membelinya. Serta dalam hal ini peluang usaha yang ada sangat menjanjikan dan dapat menghasilkan keuntungan yang cukup banyak. Sasaran pasar yang akan dituju adalah rumah makan seperti ruangan cafe, restoran, villa, hotel bahkan hingga ke kapal pesiar. Dalam produksi ini pembeli bukan hanya dapat membeli secara langsung saja tetapi bisa disesuaikan dengan bentuk yang diinginkan dari pembeli itu sendiri . Table runner harus bisa memberi sentuhan dekoratif pada meja makan, dengan bahan pada umumnya satin dan sutra yang sudah biasa digunakan dan juga motif atau desain cenderung monoton. Agar bisnis produk table runner bisa bertahan serta bersaing, perlu eksplorasi pada bahan, bentuk, proses dan teknik baru untuk menemukan inovasi baru pada produk ini tanpa mengeser fungsi dan unsur dekoratif pada produk. Penggunaan table runner juga perlu sentuhan estetika dan elegan pada setting meja, baik untuk acara formal maupun informal. Dari penjelasan plating art oleh Logan, ini berhubungan dengan gaya hidup menunjukan bagaimana individu menjalani hidupnya sedangkan kepribadian lebih kepada karakteristik internal individu. Keduanya saling terkait, karena gaya hidup juga dipengaruhi oleh karakter seseorang. Dari segi ekonomi, gaya hidup menunjukan bagaimana seseorang mengalokasikan pendapatnya dan memilih produk atau jasa ketika memilih alternatif dalam satu kategori jenis produk yang ada. Dalam sudut pandang pemasaran, konsumen yang memiliki gaya hidup yang sama akan mengelompokkan dirinya dalam sebuah kelompok berdasarkan minatnya. Gaya hidup pun dapat berubah merupakan peluang bagi pemasar untuk menciptakan produk dan menyesuaikan produknya sesuai dengan gaya hidup pasar yang dituju. (Suryani, 2013:57 dalam P. Laura:2. AuInterior design is the planning, layout and design of the interior space within buildings. These physical settings satisfy our basic need for shelter and protection, they set the stage for and influence the shape of our activities, they nurture our aspirations and express the ideas which accompany our action, they affect our outlook, mood and personality. The purpose of interior design, therefore, is the functional improvement, aesthetic enrichment, and psychological enhancement of interior space. Ay "Desain interior adalah perencanaan, tata letak, dan desain ruang dalam bangunan. Pengaturan fisik ini memenuhi kebutuhan dasar kita akan tempat berlindung dan Anggit: Jurnal Desain Produk | 17 perlindungan, mereka menetapkan panggung untuk dan mempengaruhi bentuk aktivitas kita, mereka mendukung aspirasi kita dan mengekspresikan ide-ide yang menyertai tindakan kita, mereka mempengaruhi pandangan, suasana hati, dan kepribadian kita. Oleh karena itu, tujuan desain interior adalah peningkatan fungsional, pengayaan estetika, dan peningkatan psikologis ruang interior. Definisi tersebut menjelaskan bahwa interior desain yaitu perencanaan, tata letak dan desain ruang interior dalam bangunan. Keadaan fisiknya memenuhi kebutuhan dasar manusia akan naungan dan perlindungan, untuk mempengaruhi kegiatan sehari-hari dan memelihara aspirasi dalam mengungkapkan gagasan dan tindakan yang mempengaruhi pandangan, mood dan kepribadian manusia. Tujuan dari desain interior adalah perbaikan fungsional, pengayaan estetika, dan meningkatan psikologis ruang interior. (D. Ching Home living memiliki lima bagian ruang meliputi ruang tamu, ruang tidur, ruang dapur, ruang makan, dan kamar mandi. Dari kelima bagian ruangan tersebut terdapat berbagai macam produk furnitur atau perabot. Khususnya bagian ruang dapur dan ruang makan yang saling berhubungan terhadap produk interior tekstil atau produk home living Produk interior tekstil atau home living tekstil pada bagian ruang dapur dan ruang makan memiliki jenis produk tekstil yaitu. Tirai, karpet, wall hanging, napkin, lap dapur, hand towel, placemat,table runner . aplak mej. , celemek, dan sarung tangan. (Chasanah,M. Peningkatan daya saing produk table runner dapat dicapai melalui dua pendekatan utama: inovasi desain dan kualitas bahan. Mereka menekankan bahwa desain yang inovatif tidak hanya memperhatikan aspek estetika, tetapi juga fungsionalitas, yang penting untuk meningkatkan pengalaman pengguna dalam berbagai konteks Pemilihan bahan berkualitas tinggi, seperti kain organik dan pewarna alami, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan nilai jual produk baik di pasar domestik maupun internasional. Selain itu, kolaborasi dengan desainer lokal dan pengrajin tradisional terbukti efektif dalam menciptakan produk yang unik dan berdaya saing Yulianto dan Fitriani juga menggarisbawahi pentingnya strategi pemasaran yang efektif, termasuk promosi melalui media sosial dan partisipasi dalam pameran internasional, untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk table runner di pasar (Yulianto dan Fitriani 2. Berdasarkan tinjauan dari semua penelitian terdahulu seputar produk table runner diatas, dapat digunakan sebagai sumber literatur untuk proses penelitian yang sedang dilakukan, juga untuk dasar pengetahuan dan mendukung pemilihan metode yang Penelitian oleh Logan memberikan pemahaman tentang teknologi penyajian dan seni makanan. Tentunya, seni dari penyajian makanan pertimbangan, perencanaan, tata letak dan desain ruang interior yang diungkapkan oleh penelitian D. K Ching. Table runner sendiri tidak menjadi fokus atau bahkan judul dari jurnal yang telah ada. sebab itu, penelitian ini akan menjelaskan produk dari sudut pandang peneliti ketika mengeksplorasi table runner dan teknik jahit smock sehingga penerapan dan pengelolaan produk akan lebih baik untuk digunakan di era sekarang ini. Produk table runner sangat minim diangkat pada penelitian untuk dikembangkan dan menjadi fokus utama pada suatu penelitian. Walaupun ada pembahasan tentang table runner pada suatu jurnal namun hanya sebagai pelengkap atau penunjang penelitian tentang hal berkaitan dengannya. Penelitian ini menjadi pengagas awal untuk judul pembahasan jurnal tentang inovasi table runner yang nantinya dapat menjadi referensi untuk penelitian sejenis di masa mendatang. Sebagai perbandingan, tindak lanjut atau bahkan pertentangan pada penelitian saat ini. Anggit: Jurnal Desain Produk | 18 METODE Gambar 1. Jahitan awal (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Teknik smocking adalah teknik jahitan dekoratif yang menciptakan lipatan-lipatan kecil pada kain untuk memberikan tekstur dan elastisitas. Smocking sering digunakan pada pakaian bayi, gaun, blus, dan proyek jahitan lainnya untuk memberikan detail yang Material kain yang digunakan pada table runner sebagai berikut. kain satin. lapisan kufner kain katun terpal. Smocking gelombang adalah variasi dari teknik smocking yang menciptakan efek gelombang pada kain. Untuk mencapai efek gelombang ini. Anda dapat mengikuti langkah-langkah umum untuk teknik smocking dan menyesuaikannya agar menciptakan pola gelombang yang diinginkan. Berikut adalah panduan umum untuk menjahit smocking gelombang: Bahan dan Peralatan yang Diperlukan: Kain satin, kain kufner dan kain katun. Benang jahit yang sesuai. Jarum jahit tangan atau mesin jahit dengan jarum khusus smocking. Elastis smocking. Pensil atau pena yang dapat hilang. Langkah-langkah: Pemilihan Kain: Pilih kain yang cocok untuk smocking, kain yang digunakan yaitu kain satin. Penerapan Pola Gelombang: Tentukan pola gelombang yang ingin dibuat pada kain. Gunakan pensil atau pena yang dapat hilang untuk menandai garis gelombang pada kain. Jahit Lipatan Pertama: Gunakan benang jahit dan jarum khusus smocking. Mulai dari bagian belakang kain, jahit melalui lipatan pertama sesuai dengan pola gelombang yang telah A Penambahan kain kufner: Setelah menjahit beberapa lipatan, tambahkan elastis pada bagian belakang kain. Kain yang ditambahkan yaitu kain kufner. Jahit elastis dengan benang yang kencang untuk memberikan efek elastisitas pada smocking. Tahap jahit lanjutan: Lanjutkan jahitan melalui lipatan berikutnya, mengikuti pola gelombang yang telah ditentukan. Pastikan lipatan tetap rapi dan sesuai dengan pola yang diinginkan. Pengulangan: Teruskan proses ini sampai mencapai area yang diinginkan atau selesai sesuai dengan desain gelombang yang dipilih. Tahap Ujung Lipatan: Anggit: Jurnal Desain Produk | 19 Selesaikan ujung lipatan dengan mengamankan benang dengan baik. Potong benang berlebih dan pastikan smocking terlihat rapi. HASIL DAN PEMBAHASAN Table runner teknik smoke dengan pola gelombang ini memberikan kesan dinamis, memberikan kebaharuan pada ragam estetika produk table runner yang sudah ada sebelumnya yang didominasi oleh pola ornamen yang cenderung datar. Jahitan smocking yang baik dapat bertahan lama dan tidak mudah lepas, memberikan daya tahan ekstra. Hasil sepadan dengan proses menjahit yang lebih rumit dan waktu pembuatan lebih lama dibanding dengan teknik jahit lain. Meskipun begitu. Bagi para perajin proses smocking bisa sangat memuaskan secara kreatif, memberikan kesempatan untuk mengekspresikan diri melalui jahitan. memberikan kesempatan untuk menambahkan sentuhan pribadi dan kreatif pada proyek jahit, menjadikannya lebih unik dan spesial. Berikut moodboard yang menjadi inspirai dari table runner yang akan di ciptakan: Gambar 2. Moodboard . umber: Doc, 2. Anggit: Jurnal Desain Produk | 20 Berikut perancangan gambar 3D dari produk table runner yang akan di ciptakan: Gambar 3. Desain 3D Blender dan Autocad (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Berdasarkan gambar diatas, produk berukuran panjang 150 cm, lebar 30 cm, ketebalan / 3 cm serta pengerucutan produk pada dua sisi masing-masing 20 cm dan ukuran dari sisa tanpa pengerucutan 110 cm. Bertemakan ombak lautan yang sesuai dengan interior restoran seafood. Berdasarkan tema lautan yang dipilih. Warna terdiri dari perpaduan warna biru dan putih sehingga mirip dengan tampilan ombak yang terlihat realistis. Bentuk menjulang dari teknik smock membentuk pola aliran air yang berurutan, ini memberi kesan dinamis layaknya air. Ombak yang berbaris ini memberi makna berkesinambungan. Setelah pembuatan dan perancangan desain 3D. Produk table runner masuk ketahap produksi pengerjaan hingga produk dengan waktu pengerjaan dan penciptaan sebagai Berikut proses pengerjaan dari gambar 3d ke produk table runner: Gambar 4. Pemilihan rancangan pola jahit teknik smock (Sumber : Pinteres. Anggit: Jurnal Desain Produk | 21 Gambar 5. Proses setrika pada bahan agar lebih (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Gambar 6. Proses mengukur bahan (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Gambar 7. proses mengunting setiap bahan (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Anggit: Jurnal Desain Produk | 22 Gambar 8. proses penjahitan bahan yang telah diolah. (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Gambar 9. proses awal pembuatan table runner (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Gambar 10. proses lanjutan pembuatan table runner (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Gambar 11. akhir pembuatan table runner (Sumber : Dokumentasi Pribadi,2. Anggit: Jurnal Desain Produk | 23 SIMPULAN Table runner merupakan produk dekoratif yang belum terlalu umum bagi sebagian orang namun memiliki potensi nilai jual apabila dikelola dengan baik. Perlunya inovasi ataupun penerapan metode terbaru yang mampu menyesuaikan dengan minat dipasaran. Hiasan dekoratif rumah makan khususnya pada meja makan ini sudah dapat menjadi salah satu solusi untuk membuka suatu usaha karena dengan membuat hiasan tersebut yang unik dapat membuat orang-orang tertarik untuk membelinya. Dengan dibuatnya desain produk table runner ini, teknik jahit smock dapat memberikan variasi bentuk dan pilihan lain sebagai sarana dekoratif, khusus nya pada meja makan. Bentuk menjulang dari teknik smock membentuk pola aliran air yang berurutan, ini memberi kesan dinamis layaknya Ombak yang berbaris ini memberi makna berkesinambungan. Namun, penelitian ini memiliki kelemahan yang perlu di sempurnakan yaitu Kurangnya eksplorasi pada bahan pembuatan produk ini, semua material industri yang dipakai bisa dibilang kurang ramah Ergonomi produk juga kurang dapat perhatian pada penelitian ini, belum adanya uji coba oleh secara langsung oleh para konsumen. Anggit: Jurnal Desain Produk | 24 REFERENSI