Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 3 No. 2 (September, 2. Hal. Pemanfaatan Bawang Tiwai (Eleutherine Americana Mer. terhadap Kualitas Telur Konsumsi Faisal Akli1A,Julinda Romauli Manulang2. Ari Wibowo3 Jurusan Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman. Samarinda 75119 Email: aklifaisalfaisalakli@gmail. Abstrak Ayam ras petelur banyak dibudidayakan masyarakat mulai dari skala kecil . umah tangg. sampai skala industri. Ayam ras petelur terus mengalami peningkatan populasi dan produktivitas, serta kualitas produksi telur. Upaya untuk meningkatkan kualitas telur terus dilakukan diantaranya dengan memberikan feed additive dalam pakan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan simplisia bawang Tiwai (Eleutherine americana Mer. terhadap kualitas eksterior dan interior telur konsumsi. Penelitian dilaksanakan bulan MaretApril 2020 di kandang peternakan ayam petelur CV. Zafa Farm Layer Kecamatan Muara Badak dan uji kualitas telur di Laboratorium Nutrisi Ternak. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, dan enam ulangan. P0 = Kontrol (Pakan komersil tanpa simplisia bawang Tiwa. P1= Pakan komersil simplisia bawang Tiwai 4g/kg-A pakan. P2 = Pakan komersil simplisia bawang Tiwai 8g/kg-Apakan. dan P3= Pakan komersil simplisia bawang Tiwai 12g/kg-A pakan. Analisis datamenggunakan analysis of variance (ANOVA), dan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian membuktikan penambahan simplisia bawang Tiwai tidak berpengaruh nyata . >0,. pada bobot telur, indeks telur, berat jenis telur, indeks albumin, indeks yolk, tebal kerabang dan nilai haugh unit telur, namun berpengaruh nyata . <0,. pada pH telur. Kata kunci: Ayam ras petelur. feed additive. bawang tiwai. kualitas eksterior. interior telur Utilization of Tiwai Onions (Eleutherine Americana Mer. Against Egg Quality Consumption Abstract Layers are widely cultivated by the community from small scale . to industrial Laying hens continue to experience an increase in population and productivity, as well as the quality of egg production. Efforts to improve egg quality continue to be made, including by providing feed additives in feed. This study aimed to determine added effects of Simplicia Tiwai onion (Eleutherine Americana Mer. on the exterior and interior quality of eggs The research was conducted from March to April 2020 in the layer farm CV. Zafa Farm Layer. Muara Badak District, and egg quality testing at the Animal Nutrition Laboratory. Faculty of Agriculture. Mulawarman University. The study used a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments and six replications. P0 = control . eed commercial without Tiwai onion Simplici. P1= feed comersial Tiwai onion Simplicia 4g/kg-A feed. P2 = feed comersial Tiwai onion Simplicia 8g/kg-Afeed and P3 = feed comersial Tiwai onion Simplicia 12g/kg-A feed. Data analysis used analysis of variance (ANOVA) and tested further using Least Significant Different (LSD) with the level of 5%. The results showed that the addition of Tiwai onion Simplicia had no significant effect . >0. on egg weight, egg index, egg specific gravity, albumen index, yolk index, shell thickness, and egg unit Haugh value, but had a significant effect . <0. on egg pH. Key words: Layer. feed additive. tiwai onion. interior quality of eggs Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 3 No. 2 (September, 2. Hal. PENDAHULUAN Ayam dibudidayakan masyarakat mulai dari skala kecil . umah tangg. sampai skala industri. CV. Zafa Farm Layer merupakan peternakanayampetelur yang terletak di Kecamatan Muara Badak. Kabupaten Kutai Kartanegara. Provinsi Kalimantan Timur, dengan populasi mencapai 9. 000 ekor dan produksitelur 200 tray atau 6000 butir per Peningkatan populasi ayam petelur, produksi, kualitas telur terus diupayakan kualitas telur yang dihasilkan. Kualitas telur yang baik perlu dapat dicapai diantaranya melalui peningkatan kualitas pakan. Pakan komersil yang berkualitas sangat tergantung pada harga bahan baku pakan sehingga rawan terhadap kenaikan harga. Langkah alternatif yang diperlukan dalam menekan mempertahankan kualitas pakan ialah dengan memberikan feed additive dalam Feed additive adalah suatu bahan yang dicampurkan dalam pakan bertujuan produktivitas (Widianto et al. , 2. Feed merupakanp roduk pertanian yang memiliki prospek untuk dikembangkan. Tanaman herbal yang belum banyak dimanfaatkan ialah bawang tiwai (Eleutherine americana Mer. Bawang tiwai merupakan tanaman lokal yang banyak tumbuh di wilayah Kalimantan, fitokimia berupa triterpeniod, flavonoid, dan fenolik (Saleh dan Chairul, 2. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat dalam bawang tiwai terdiri atas senyawa alkaloid, glikosida, flavonoid, fenolik, steroid, tannin, antrakuinon, (Noorcahyati, 2012. Nascimento et al. Mierza et al. , 2. Kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, asamfenolet dan tannin yang terkandung dalam bawang Tiwai merupakan senyawa yang dapat sehingga dapat membantu penyerapan protein dalam terpenuhinya kebutuhan ternak ((Mierza et al. , 2. Bawang tiwai memiliki kandungan senyawa aktif yang sangat potensional digunakan sebagai dilakukannya pemanfaatan bawang tiwai sebagai feed additive pada pakan ayam petelur dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh simplisia bawang Tiwai terhadap kualitas telur yang dihasilkan. Kualitas telur yang baik dapat dilihat pada kualitas eksterior dan interior telur. Kualitas eksterior telur difokuskan pada bobot telur dan indeks telur, sedangkan kualitas interior telur difokuskan pada indeks yolk, indeks albumin, tebal kerabang. Haugh Unit dan pH telur. METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan bulan MaretApril 2020 di kendang peternakan ayam petelur CV. Zafa Farm layer desa Batubatu Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara dan pengujian kualitas telur dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman. Samarinda Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian meliputi ayam petelur umur 64 minggu dengan Strain Lohman Brown sebanyak 48 ekor, simplisia bawang Tiwai, pakan komersil dan air. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kendang baterai/ cage, tempat pakan, tempat minum, egg tray, pisau, oven, blender, timbangan digital, jangka sorong, label dan alat tulis. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan enam ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 2 ekor ayam petelur sehingga jumlah ayam yang digunakan 48 ekor ayam petelur. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisi menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila terjadi perbedaan yang nyata antar perlakuan . ignifikan 5%) maka dilanjutkan dengan uji lanjut perbandingan menggunakan BNT (Beda NyataTerkeci. Berikut perlakuan dalam penelitian. P0= Kontrol (Pakan komersil tanpa simplisia bawang Tiwa. P1= Pakan Komersil simplisia bawang Tiwai 4g/kg-A Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 3 No. 2 (September, 2. Hal. P2= Pakan Komersil simplisia bawang Tiwai 8g/kg-Apakan. P3= Pakan Komersil simplisia bawang Tiwai 12g/kgApakan HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas eksterior telur yang diukur dalam penelitian meliputi bobot telur, indeks telur, dan berat jenis telur sedangkan kualitas interior telur meliputi indeks yolk, indeks albumen, tebal kerabang, nilai haugh unit (HU) dan pH Hasil nilai rata-rata dan standar deviasi kualitas eksterior dan interior telur dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Nilai Kualitas Eksterior dan Interior Telur Perlakuan 58A 62. Bobot Telur . 58A 76. Indeks Telur Berat Jenis Telur 103A 0. Indeks Albumin 445A 0. Indeks Yolk Tebal Kerabang. 74A 89. Haught Unit pH Telur Parameter 00AE 00AEAN Keterangan: P0= Kontrol (Pakan komersil tanpa simplisia bawang Tiwa. P1= Pakan Komersil simplisia bawang Tiwai 4g/kg-A pakan. P2= Pakan Komersil simplisia bawang Tiwai 8g/kg-Apakan. P3 = Pakan Komersil simplisia bawang Tiwai 12g/kg-Apakan Bobot Telur Nilai bobot telur berdasarkan hasil penelitian berkisar antara 62,68-67,47 g, sehingga tergolong dalam kategori berukuran besar. Bobot Telur dikategorikan berukuran besar dinyatakan dengan berat melebihi 60 g (BSN, 2. Besar kecilnya ukuran telur sangat dipengaruhi oleh kandungan protein danasam-asam amino dalampakan (Latifah, 2. Hasil pengujian analisis varians menunjukan bahwa penggunaan simplisia dalam pakan pada dosis tertinggi 12 g/kgAA pakan tidak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap bobot telur. Hasil tersebut menunjukan bahwa dari segi kualitas pakan yang menggunakan simplisia Bawang Tiwai P1. P2. P3 dengan yang tanpasimplisia Bawang Tiwai (P. sama, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi. Kualitas pakan yang dikonsumsi ayam Bawang Tiwai kandungan protein sebesar 14,46% (Suroto dan Sampepana, 2. Hal ini didukung oleh pernyataan (Nasution dan Adrizal, 2. bahwa kandungan nutrisi yang mempengaruhi bobot telur adalah protein dan asam amino. Asam amino khususnya methionine berpengaruh besar terhadap ukuran telur. Selain itu, asam linoleat juga mempengaruhi bobot telur (Leson and Summers, 2. IndeksTelur Rataan nilai indeks telur masingmasing perlakuan berkisar antara 74,7277,58%. Penelitian bahwaperlakuan P0 maupun P1. P2 dan P3 memiliki nilai indeks yang baik dan tergolong dalam bentuk telur yang lonjong. Indekstelur yang baik berkisar antara 7079% dan bentuk telur dengan nilai indeks telur lebih kecil dari 80% disebut telur berbentuk lonjong . iconical dan conica. (Rizal et al. , 2. Hasil dari pengukuran dengan pengujian analisis varians menunjukan bahwa pemberian simplisia bawang Tiwai hingga dosis tertinggi 12g/kgAA pakan tidak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap nilai indeks telur. Telur yang digunakan pada penelitian berasal dari strain, umur dan suhu lingkungan yang sama sehingga tidak terjadinya perbedaan kualitas telur sebelum keluar dari organ reproduksi ayam (Sudaryani, 2. Berat Jenis Telur Nilai berat jenis telur berdasarkan hasil penelitian berkisar antara 1,08-1,11. Telur yang digunakan merupakan telur segar atau baru ditelurkan sehingga tidak adanya perbedaan waktu penyimpanan Lama menyebabkan ruang udara dalam telur menjadi lebih besar dari semula sehingga berat telur berkurang (Sastrawan et al. Faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis telur adalah lama penyimpanan, suhu, waktu bertelur dan kandungan kalsium pada pakan (Koelkebeck, 2. Kalsium merupakan nutrient terpenting Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 3 No. 2 (September, 2. Hal. dalam proses pembentukan kerabang telur yang akan berpengaruh pada berat jenis telur (Yuwanta, 2. Hasil pengujian ANOVA menunjukan bahwa penggunaan simplisia dalam pakan hingga dosis tertinggi 12 g/kgAA pakan tidak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap berat jenis telur. Kandungan pakan seperti mineral berpengaruh dalam kualitas telur dan berperan penting terhadap daya simpan telur. Lama penyimpanan akan menyebabkan ruang udara dalam telur menjadi lebih besar dari semula sehingga berat telur akan Kehilangan berat selama menguapnya Sebagian dari putih telur melalui pori-pori kerabang telur. Berat jenis telur sangat penting terhadap kualitas telur tersebut, dimana ketebalan kerabang dan mutu cangkang sangat berpengaruh terhadap berat jenis telur (Sastrawan et al. Indeks Albumin Nilai indeks albumin berdasarkan hasil penelitian berkisarantara 0,095-0,112 (Tabel . Penelitian menunjukkan bahwa P0. P1. P2 dan P3 masuk dalam standar ttingkatan mutu II. Standar tingkatan mutu II memiliki nilai indeks albumin berkisar antara 0,092-0,133. Standart tingkatan mutu II dikategorikan masih berkualitas baik (BSN, 2. Telur yang dianalisa pada penelitian ini merupakan telur segar yang belum mengalami penyimpanan, sehingga kekentalan albumin masih dalam keadaan baik. Penurunan kualitas albumin disebabkan oleh lama penyimpanan dan umur telur (Purba et al. , 2. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa pemberian simplisia bawang Tiwai hingga dosis tertinggi 12g/kgAA pakan tidak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap nilai indeks albumin. Indeks albumin merupakan gambaran dari protein ransum, sehingga nilai indeks albumin bergantung dari kandungan protein ransum yang diberikan sifat anti bakteri (Argo et al. Kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, asam fenolet dan tannin yang Tiwai sehingga penggunaan bawang Tiwai dapat membantu penyerapan protein dalam terpenuhinya kebutuhan ternak (Mierza et , 2. Protein dari bahan pakan semakin kental albumin maka semakin tinggi nilai indeks albumin (Leke et al. Penurunan kualitas albumin terjadi akibat adanya penguapan air dan gas seperti CO2 yang menyebabkan albumin kental menjadi semakin encer (Cornelia et , 2. Kenaikan pH albumin menyebabkan kerusakan serabut-serabut ovomucin . ang memberikan tekstur kenta. menyebabkan kekentalan albumin telur menurun (Jazil et al. , 2. Indeks Yolk Nilai indeks yolk berdasarkan hasil penelitian berkisar antara 0,445-0,462 (Tabel . Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 tergolong dalam standart tingkatan mutu I dan P0. P2 dan P3 tergolong dalam standart tingkatan mutu II. Standar tingkatan mutu I memiliki nilai indeks yolk berkisar antara 0,458-0,521 dan standart tingkatan mutu II 0,394-0,457 (BSN, 2. Standart tingkatan mutu I dan II dikategorikan berkualitas baik dan segar. Nilai indeks yolk telur segar berada pada kisaran 0,33-0,50 dengan nilai rata-rata 0,42 (Buckle et al. , 1. Telur yang dianalisa pada penelitian ini merupakan telur segar yang belum mengalami proses penyimpanan, sehingga kondisi yolk masih dalam keadaan baik. Nilai indeks yolk dipengaruhi oleh lama penyimpanan, semakin lama telur disimpan maka nilai indeks yolk semakin menurun, karena perpindahan air dari albumin ke yolk (Wibawanti et al. , 2013. Ambarwati et al. Hasil analisis varians menunjukan bahwa pemberian simplisia bawang Tiwai hingga dosis tertinggi 12 g/kgAA pakan tidak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap nilai indeks yolk, akan tetapi pada tiap-tiap perlakuan memberikan hasil yang menunjukkan bahwa kualitas indeks yolk pada penelitian ini dalam kualitas yang Bawang Tiwai mengandung unsur senyawa aktif seperti saponin, flavonoid, asamfenolet dan tannin (Mierza et al. yang berfungsi sebagai pengikat Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 3 No. 2 (September, 2. Hal. protein dan menguraikannya dalam tubuh, sehingga protein yang diserap lebih banyak dan penyerapan protein baik maka kuning telur yang dihasilkan akan lebih baik (Nanda et al. , 2. Tebal Kerabang Tebal kerabang berdasarkan hasil penelitian berkisar antara 0,33-0,34 (Tabel Penelitian menunjukkan perlakuan P0. P2 dan P3 memiliki tebal kerabang telur yang baik. Tebal kerabang yang baik berkidarantara 0,33-0,35 mm sehingga telur tidak mudah pecah dalam proses pengangkutan (Mauludin, 2. Tebal kerabang telur normal ayam ras berkisar antara 0,33-0,35 mm (Kurtini et al. Hasil analisis varians menunjukan bahwa pemberian simplisia bawang Tiwai hingga dosis tertinggi 12 g/kgAA pakan tidak menyebabkan perbedaan yang nyata terhadap tebal kerabang telur. Tebal tipisnya kerabang dipengaruhi oleh strain ayam, umur induk, pakan, stress dan penyakit pada induk, semakin tua umur ayam maka semakin tipis kerabang telurnya, hal ini dikarenakan ayam tidak mampu untuk memproduksi kalsium yang cukup guna memenuhi kebutuhan kalsium dalam pembentukan kerabang telur (Hargita et al. , 2. Bawang Tiwai memiliki kandungan senyawa sepertif lavonoid, tanin, saponin, steroid dan glikosida merupakan salah satugolongan fraksi etil asetat yang merupakan senyawa aktif yang mampu mengikat kalsium dan akan membentuk suatu ikatan kalsium flavonoid membentuk senyawa kompleks dengan gugus OH dari flavonoid sehingga membentuk Ca-flavonoid. Ca-flavonoid ini diduga memiliki peran dalam menebalkan kerabangtelur (Tugiyanti et al. , 2. Bawang Tiwai memiliki kandungan flavonoid per 100 g tepung bawang Tiwai adalah 431,98 mg (Silitonga et al. , 2. Haugh Unit (HU) Nilai haugh unit penelitian berkisar antara 83,67-89,71. Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0. P2 dan P3 tergolong dalam kategori great AA. Nilai haugh unit dikategorikan dalam great AA harus memiliki nilai haugh unit lebih dari 72 . Telur yang digunakan pada penelitian ini merupakan telur segar albumin masih dalam keadaan baik. Telur yang semakin lama disimpan maka akan kehilangan karbondioksida dan uap air melaluipori-pori kerabang (Silverside and Scot, 2. Hasil analisis varians menunjukan bahwa pemberian simplisia bawang Tiwai hingga dosis tertinggi 12 g/kgAA pakan tidak menyebabkan yang nyata karena berat telur dan kekuatan putih telur yang tidak berbeda nyata akan menghasilkan nilai Haugh Unit yang tidak berbedan yata, besar kecilnya nilai Haugh Unit tergantung pada berat telur dan tinggi albumin (Tuti, pH Telur Nilai pH berdasarkan penelitian terus meningkat hingga P2 dengan tambahan bawang Tiwai 8g/kgAA pakan, tetapi pada P3 Tiwai 12g/kgAApakan nilai pH tersebut mulai menurun lagi. Hal tersebut diduga karena kandungan nilai pH yang terkandung dalam bawang Tiwai akan tetapi ada batas tolelansi untuk pemberian tepung bawang Tiwai sebagai tambahan pakan sehingga adanya keefektivitasan penggunaan bahan Tiwai. Kandungan nilai pH pada bawang Tiwai sebesar 4,00 (Saragih, 2. Nilai pH kemungkinan juga dipengaruhi oleh komponen alkali yang ada di dalam bawang Tiwai seperti alkaloid dan kolin (Suroto, 2. Telur penelitian ini merupakan telur yang baru ditelurkan atau tidak lebih dari 1 hari proses Hal ini bertujuan untuk sebagaimana bahwa pH telur akan mengalami peningkatan yang disebabkan CO2 mengakibatkan berubahnya kosentrasi hydrogen (Kurtini et al. , 2. Telur yang mengalami proses penyimpanan akan mengalami penguapan kandungan CO2 bersamauap air keluar dari butir telur. Kehilangan menyebabkan kenaikan pada pH (Suroto. Perubahan kandungan CO2 dalam albumen mengakibatkan perubahan pH Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol. 3 No. 2 (September, 2. Hal. albumen menjadi basa (Djaelani et al. SIMPULAN Hasil penambahan simplisia bawang Tiwai tidak berpengaruh nyata . >0,. pada bobot telur, indeks telur, berat jenis telur, indeks albumin, indeks yolk, tebal kerabang dan nilai Haugh Unit (HU), akan tetapi memberikan pengaruh yang nyata pada pH DAFTAR PUSTAKA