JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Analisis Semiotika Komunikasi Interpersonal dalam Film Pulang Ashar Banyu Lazuardi*1. Hasbullah2 12Desain Komunikasi Visual. Universitas Bumigora ashar_banyu@universitasbumigora. id1, hasbullah@unuversitasbumigora. Abstrak Karya film pendek yang baru dirilis pada tahun 2023 yang berjudul Pulang dipilih sebagai objek Film Pulang dipublikasikan melalui laman akun youtube Kereta Api Kita, milik PT. Kereta Api Indonesia (Perser. bertepatan saat beberapa hari sebelum arus mudik 2023 dimulai. Skema hubungan keluarga dan semiotika Charles S. Peirce digunakan peneliti untuk membedah scene film Pulang tersebut yang menampilkan hubungan komunikai interpersonal. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini skema hubungan keluarga dibangun dalam film Pulang yang dapat dilihat dari interaksi komunikasi interpersonal di antara tokoh Ae tokoh pemeran film. Tokoh Naila pada akhir cerita pun memperjelas bahwa hubungan keluarga yang erat akan selalu mengikat seseorang untuk selalu dekat dengan orang yang menjadi orang tua dari seorang anak. Film Pulang juga merupakan upaya PT. Kereta Api Indonesia (Perser. untuk mempromosikan perjalanan kereta api dalam rangka mudik atau pulang kampung pada momentum hari raya. Kata Kunci : Film Pulang. Semiotika. Mudik. Kereta Api Indonesia PENDAHULUAN Gelombang pandemi Covid-19 berdampak negatif pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Hampir seluruh aktifitas masyarakat selama pandemi dibatasi oleh kebijakan pemerintah dan pihak terkait yang berwenang. Kebijakan tersebut termasuk pembatasan mobilitas pulang kampung . yang biasa dilakukan beramai Ae ramai oleh masyarakat Indonesia saat hari raya Aktifitas mudik yang menjadi agenda tahunan warga negara itu terpaksa harus berhenti Namun, tidak hanya mengenai mudik, aktifitas Ae aktifitas yang biasa dilakukan dengan tatap muka seperti sekolah, perkuliahan, perdagangan, hingga pekerjaan juga hampir seluruhnya berubah bentuk menjadi aktifitas online atau dalam jaringan . Aktifitas daring yang dilakukan selama pendemi dapat diselenggarakan karena kemajuan teknologi komunikasi dan internet. Kemajuan internet dapat dipandang sebagai salah satu solusi JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 agar aktifitas Ae aktifitas manusia dapat tetap berjalan, meskipun kendala masih ada di berbagai sisi. Bentuk kemudahan tersebut juga dirasakan oleh penikmat film yang ditandai dengan hadirnya berbagai media streaming film berbasis data internet. Dengan kata lain, selain dengan pergi ke bioskop, jika terjadi pembatasan seperti pada saat pandemi yang lalu, film Ae film tertentu masih dapat dinikmati oleh masyarakat melalui perangkat elektronik seperti komputer, telepon genggam, tablet, smart TV, dan sebagainya yang terhubung ke jarigan internet. Kelebihan lain dari media streaming yaitu jenis film yang dinikmati oleh khalayak dapat disesuaikan dengan selera masing Ae masing dan dapat dinikmati dimana pun, kapan pun. Beragam laman streaming film yang umum dan dikenal oleh masyarakat seperti Netflix. Disney Hotstar. HBO Go. Youtube dan sebagainya. Laman streaming resmi yang banyak tersedia dapat diartikan pula semakin meningkatnya penikmat film di Indonesia, baik film panjang maupun film pendek dengan berbagai aliran atau Meskipun presentase streaming karya film dan serial dalam negeri yang ditonton masyarakat Indonesia masih kalah dengan film dan serial yang berasal dari Korea Selatan, hal itu ditunjukan dari data perbandingan 69% karya dalam negeri dan 72% dari Korea Selatan (Bayu, 2. Dari data tersebut, kecenderungan asumsi mengenai selera masyarakat penikmat film belum di dominasi oleh karya sineas dalam negeri sendiri, walaupun presentasenya tidak terlampau jauh. Film umumnya terbagi menjadi dua jenis dilihat dari durasinya, yaitu film panjang dan pendek. Film panjang umumnya di tonton melalui layar bioskop sedangkan karya film pendek sineas Indonesia umumnya cenderung banyak dijumpai pada laman streaming, seperti Youtube. Karya film pendek yang ada di Youtube juga terdiri dari berbagai aliran atau genre film pendek seperti horror, komedi, dokumenter, dan sebagainya. Film merupakan salah satu media komunikasi yang berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan industri film khususnya di Indonesia menuju ke arah positif dilihat dengan bertambahnya jumlah kunjungan penikmat atau khalayak film ke bioskop. Hal itu dapat dilihat dari data pada tahun 2022 dimana terdapat kenaikan signifikan sejak sepuluh tahun terakhir yaitu sekitar lima puluh empat juta lebih penonton (Shadrina, 2. Kenaikan jumlah penonton film di bioskop juga dapat dimaknai sebagai bangkitnya perekonomian masyarakat dan industri film, khususnya setelah pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir tiga tahun lamanya sejak tahun JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Pada sisi lain, mudik di Indonesia telah menjadi budaya turun Ae temurun di masyarakat. Istilah mudik sendiri berasal dari kata AuudikAy yang artinya kampung, kemudian imbuhan huruf AumAy ditambahkan yang akhirnya memiliki arti pulang kampung (Kale. Abi. Chasmala, & Sujarwo, 2. Mudik biasanya cenderung erat dengan hari raya umat muslim di Indonesia, namun umat beragama yang lain saat hari raya keagamaannya pun tidak sedikit yang mudik ke daerah asal mereka. Kegiatan mudik sendiri pasca pandemi covid 19 sebenarnya telah dilakukan pada tahun 2022 yang Kegiatan pulang kampung atau mudik, resmi diperbolehkan oleh Presiden Republik Indonesia. Joko Widodo, dengan syarat vaksin covid 19 minimal dua kali yang harus dipenuhi oleh pemudik (Farisa, 2. Namun, berbeda halnya dengan aturan mudik tahun lalu, pada tahun 2023 peraturan mudik lebih dilonggarkan lagi baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Jika dilihat dari perspektif komunikasi mudik merupakan bagian dari komunikasi ekpresif dan ritual yang dilakukan secara kolektif yang dilihat dari penegasan akan komitmen mereka . kepada tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, negara, ideologi, atau agama mereka (Mulyana, 2. Mudik merupakan bentuk komunikasi ekspresif berkaitan dengan penyampaian emosi . pada saat pemudik bertemu dengan anggota keluarga yang lain, sedangkan komunikasi ritual kaitannya dengan ungkapan hari raya, ritual ziarah, dan sebagainya. Mudik juga dapat diartikan sebagai tuntutan tidak wajib dari keluarga di kampung halaman untuk sebagian masyarakat yang merantau. Hal ini berkaitan dengan eratnya hubungan dan kerinduan akan keluarga yang terpisah, jeda dari kepenatan aktifitas di perkotaan, hingga sebagian masyarakat memanfaatkan mudik sebagai momen liburan. Selain itu, kembalinya perantau ke kampung atau daerah asal mereka dalam perspektif ilmu komunikasi dapat dikaji melalui skema hubungan keluarga. Skema hubungan keluarga berpandangan bahwa skema merupakan satu set ingatan yang teratur, dan digunakan oleh individu kapan pun saat individu itu berinteraksi (Littlejohn & Foss, 2. Skema yang didapatkan seorang individu melalui keluarga akan berpengaruh dalam cara individu tersebut berinteraksi dalam kehidupannya. Terdapat tiga hal yang dicakup skema yaitu apa yang diketahui individu secara umum, pengetahuan tentang hubungan keluarga sebagai sebuah tipe hubungan, dan tentang yang individu ketahui mengenai hubungannya dengan anggota keluarga yang lain, kemudian skema Ae skema ini juga terdiri dari seberapa dekat keluarga tersebut. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 tingkat individualitas dalam keluarga, dan faktor eksternal terhadap keluarga (Littlejohn & Foss. Pada penelitian ini, karya film pendek yang baru dirilis pada tahun 2023 yang berjudul Pulang dipilih sebagai objek penelitian. Film Pulang dipublikasikan melalui laman akun youtube Kereta Api Kita, milik PT. Kereta Api Indonesia (Perser. bertepatan saat beberapa hari sebelum arus mudik 2023 dimulai. Tema yang diangkat dalam film ini juga bernuansa mudik atau pulang Pada siaran pers KAI, film ini merupakan film kedua yang diluncurkan oleh KAI yang bekerjasama dengan rumah produksi Visualkan Kreasi Indonesia, dengan tujuan mendeskripsikan keterikatan antara masyarakat dengan moda transportasi kereta api Indonesia, dan film ini berdurasi 24 menit (KAI, 2. Penelitian mengenai film telah diangkat oleh beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian berjudul Analisis Semiotika Komunikasi Interpersonal Ayah dan Anak Dalam Film Mencari Hilal misalnya menggunakan semiotika untuk menganalisis makna yang terkandung dalam film tersebut. Pada penelitian tersebut hubungan antara tokoh karakter ayah dan anak menjadi titik pembahasan (Hafzotilah, 2. Selain itu, terdapat penelitian lain berjudul Studi Analisis Pola Komunikasi Interpersonal Dalam Film Surga Yang Tak Dirindukan Karya Kunts Agus Tahun 2015. Semiotika juga digunakan dalam penelitian ini yang berfokus pada pesan Ae pesan dakwah yang terkandung dalam potongan adegan film (Muslimin & Jannah, 2. Namun perbedaan dari kedua penelitian sebelumnya tersebut dengan penelitian ini yaitu pada penelitian ini semiotika yang digunakan dengan semiotika Charles S. Pierce, sedangkan kedua penelitian sebelumnya menggunakan semiotika Roland Barthes. Perbedaan lain terdapat pada teori skema hubungan yang digunakan dalam penelitian ini. Semiotika Charles S. Pierce digunakan peneliti karena dianggap lebih sesuai dengan film yang Namun, kesamaan dengan dua penelitian sebelumnya yaitu berfokus pada komunikasi interpersonal yang terkandung dalam adegan Ae adegan di dalam film. Kebaruan lain dalam penelitian ini yaitu dipilihnya Film Pulang yang merupakan film yang masih tergolong baru dalam tahun produksi, yang akan memberikan kebaruan penelitian mengenai tema Ae tema penelitian film. Film Pulang menarik untuk dikaji sebab PT. KAI pada saat ini menggunakan film sebagai salah satu bentuk promosi mereka. Kereta api sendiri merupakan bagian dari sejarah Indonesia JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 yang telah ada sejak abad ke delapan belas yang hingga kini masih aktif melayani masyarakat, hal yang penting juga dilakukan PT. KAI yaitu proses ticketing yang dapat dibeli dari banyak tempat, bahkan dari handphone yang semakin memudahkan calon penumpang (Herdianti. Permana, & Tarpin, 2. Selain itu, momentum mudik tahun ini juga diperkirakan akan meningkatnya pemudik sebanyak dua kali lipat dari tahun sebelumnya, sehingga Presiden meminta pihak penyelenggara mudik untuk lebih matang dalam persiapannya (Susilo, 2. Dengan kata lain transportasi seperti kereta api melalui seluruh elemen KAI, merupakan faktor yang sangat penting untuk dipersiapkan agar mudik menjadi aman dan lancar. Pada penelitian ini, bentuk analisis semiotika Charles S. Pierce digunakan untuk membedah film Pulang. Semiotika mengedepankan pemahaman daripada persuasi dalam masalah komunikasi, metadiskursif seperti tanda, makna, kognisi, kode, medium, dan wacana (Craig & Muller, 2. Charles S. Pierce menyebut tanda dengan istilah representamen. Pierce berpandangan bahwa objek semiotik tidak pernah identik dengan ebjek nyata, karena pengetahuan kita tidak absolut. Pierce membagi tanda menjadi tiga bagian yaitu ikon, indeks dan simbol. Ikon merupakan tanda yang saling terkait dengan objek, indeks yaitu tanda yang saling berhubungan secara kausal dengan objek, dan simbol ialah tanda yang interpretasinya merupakan konvensi sosial (Merrell, 2. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana komunikasi interpersonal ditampilkan dalam potongan film Pulang. Skema hubungan keluarga juga menjadi landasan teori dalam analisis simbol Ae simbol baik berupa audio visual dalam film tersebut yang menampilkan hubungan komunikai interpersonal. Skema hubungan keluarga dan semiotika Charles S. Peirce digunakan peneliti untuk membedah scene film Pulang. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini dengan metode kualitatif deskriptif. Menurut Pawito melalui penelitian kualitatif bagaimana dan mengapa fenomena komunikasi dapat digambarkan dan dijelaskan (Pawito, 2. Dengan kata lain, pendapat dari Pawito tersebut sesuai dengan pertanyaan dalam penelitian ini yang dijawab dengan perspektif komunikasi. Peneliti merupakan instrumen yang penting dalam metode kualitatif, peneliti dituntut untuk menghargai budaya Ae budaya kelompok dengan tujuan mencari makna dan dapat masuk ke dalam suatu budaya sehingga pemahaman terhadap objek didapatkan (Woods, 2. Sedangkan metode JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 penelitian kualitatif merupakan upaya penjelasan terhadap realitas yang terjadi yang dituangkan dalam bentuk kalimat (Pujileksono, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dan studi pustaka. Film Pulang sebagai objek penelitian oleh peneliti akan diamati secara langsung dengan cara menonton film tersebut. Setelah diamati langsung, hasil dari pengamatan peneliti akan dianalisis dan didukung dengan studi pustaka dari berbagai sumber seperti buku, jurnal penelitian, laman web dan artikel yang sesuai dengan penelitian ini. Teori komunikasi skema hubungan keluarga dan semiotika Carles S. Pierce yang telah dijabarkan sebelumnya akan menjadi landasan teori pada penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Sinopsis Film Pulang Film Pulang bercerita tentang seorang Bapak berusia enam puluh lima tahun yang merupakan mantan narapidana yang kini telah puluhan tahun bekerja di sebuah warung makan di sekitaran Stasiun Kereta Api Semarang Tawang. Bapak ini setiap tahunnya sebelum atau menjelang lebaran selalu membeli tiket kereta untuk menemui keluarganya, namun niatnya tersebut selalu gugur yang disebabkan ketakutannya pada masa lalunya yang kelam. Hingga suatu saat keputusannya telah berubah karena bertemu dengan buah hatinya (KAI, 2. Sutradara film ini yaitu GA I Galih Firdaus. Pemeran tokoh dalam film Pulang berisi sejumlah aktor yang telah memiliki nama besar di dunia akting. Nama Ae nama tersebut seperti Ray Sahetapy yang berperan sebagai tokoh utama Bapak. Yuriska Patricia sebagai Naila. OAoo Hermawan sebagai Djayusman. Santi Rosita sebagai Narti. Abdul Syawal sebagai Pak KS (Kepala Stasiu. Mochammad Junaidi sebagai Agus. Siti Saptarini, dan Musik latar atau soundtrack yang digunakan pun dari musisi pendatang baru yang karyanya banyak disukai oleh masyarakat umum, yaitu Nadin Hamizah. 2 Analisis Semiotika Komunikasi Interpersonal Analisis semiotika Cgarles S. Pierce digunakan untuk membedah scene atau potongan film Pulang yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu ikon, indeks, dan simbol. Ketiga bagian analisis semiotika tersebut untuk menunjukan komunikasi interpersonal yang dibangun dalam cerita film Pulang. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Adegan pertama dibuka dengan percakapan antara karakter Narti dan Djayusman. Di dalam percakapan tersebut Narti dan Djayusman membahas karakter Bapak yang akan mudik, namun setiap tahunnya karakter Bapak selalu menunda pulang kampungnya. Suasana mudik yang ditampilkan melalui ikon stasiun Tawang, kereta api dan tiket kereta api. Suasana mudik diperkuat oleh simbol karakter Bapak yang membawa tas perjalanan. Pada potongan film atau scene yang pertama ini tokoh utama Bapak diperkenalkan sebagai mantan narapidana yang telah lama tidak pulang kampung ke daerah asalnya. Setiap kali momentum mudik tiba. Bapak selalu membeli tiket kereta api, namun setiap tahunnya pun ia mengurungkan niatnya. Hubungan interpersonal yang erat antara tokoh Bapak. Narti dan Djayusman terlihat dari scene ini. Hal itu ditunjukan dengan percakapan yang merupakan indeks, tokoh Narti menilai kebiasaan Bapak yang selalu mengurungkan niatnya untuk mudik, padahal tiket kereta api menjelang lebaran setiap tahunnya selalu dibeli oleh Bapak. Kebiasaan untuk ragu pulang kampung telah dilakukan Bapak selama dua belas tahun, informasi ini didapatkan dari dialog tokoh Narti. Adegan 3. 1 Tokoh Bapak di Stasiun Semarang Tawang (Kita, 2. Suasana lebaran juga tampak melalui simbol ketupat yang sedang dibikin oleh tokoh narti dan Djayusman. Selain itu, pada scene ini indeks waktu menunjukan perbedaan tahun yang semakin menguatkan kebimbangan tokoh Bapak untuk pulang kampung. Komunikasi interpersonal antara Narti dan Djayusman memperlihatkan skema hubungan yang telah terjalin lama dantara mereka dan tokoh Bapak. Setidaknya di dalam film, mereka telah menjalin hubungan selama dua belas JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 tahun sejak tokoh Bapak keluar dari penjara. Momentum mudik dibangun dari kesesuaian antara ikon, simbol da, indeks dalam adegan film. Hubungan yang erat antara tokoh Bapak. Narti dan Djayusman dapat dilihat pada adegan Ae adegan selanjutnya. Hal itu ditunjukkan bahwa tokoh Bapak bekerja di warung makan mangut Bu Nar milik Narti dan Djayusman. Simbol warung makan sederhana menggambarkan suasana tempat makan di area stasiun Semarang Tawang. Hal tersebut terlihat dari scene di warung yang menunjukkan tokoh Bapak malayani pengunjung warung tersebut, pada adegan ini pula Bapak bertemu dengan Naila dan Pak KS (Kepala Stasiu. Kedekatan hubungan yang telah lama terjalin antara Narti dan Djayusman dengan tokoh Bapak diperkuat dengan dipercayanya Bapak bekerja di warung milik mereka. Selain itu, tokoh Bapak dan Pak KS juga terlihat akrab di scene tersebut. Pak KS bahkan menyarankan kepada Naila jika mencari makan siang dapat ke warung Bu Nar karena pelayanan dari Bapak memuaskan. Adegan 3. 2 Tokoh Bapak dan Naila (Kita, 2. Waktu adegan melompat ke tahun 2023 dan berlatar waktu saat bulan Ramadhan atau puasa berlangsung. Latar waktu tersebut disimbolkan dengan keadaan warung yang sepi pengunjung dan minimnya aktifitas. Pada adegan ini, muncul tokoh Naila yang dating ke warung Bu Nar untuk menambah pesanan berbuka puasa, namun tidak dijelaskan telah berapa lama tokoh Naila menetap sebagai pegawai magang di staisun Semarang Tawang. Di sisi lain, keakraban antara tokoh Naila dan Bapak telah terjalin dekat. Hal tersebut dapat dilihat dari adegan Naila dan Bapak berbincang mengenai mudik yang akan berlangsung. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Tokoh Naila pertama kali membuka pembicaraan mengenai mudik. Tokoh Naila bertanya kepada Bapak mengenai rencana pulang kampung atau mudik, begitu pun sebaliknya Bapak bertanya hal yang sama kepada Naila. Dari indeks yang ada di scene ini tampak bahwa keduanya belum yakin akan mudik pada hari raya tahun dua ribu dua puluh tiga ini. Kedetakan lainnya dari dua tokoh ini juga dapat dilhat dari dialog Naila yang meminta tokoh Bapak untuk beristirahat karena berpuasa dengan alasan tokoh Naila menilai bahwa Bapak terlalu bekerja keras. Simbol bekerja keras yang ditampilkan yang ditampilkan dalam adegan tersebut yaitu tokoh Bapak sedang membersihkan alat makan warung yang menumpuk. Keraguan mudik tidaknya tokoh Bapak diperkuat pada adegan selanjutnya dimana tokoh ini ingin membeli tiket dan dibantu oleh petugas stasiun, namun setelah diberikan bantuan oleh petugas tersebut Bpak mengurungkan niatnya. Pada adegan ini pula sistem dan cara pembelian tiket secara daring disampaikan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Perser. Adegan 3. 3 Tokoh bapak. Naila dan Pak KS (Kita, 2. Waktu yang tidak singkat bagi tokoh Bapak menjalin hubungan dengan tokoh Narti dan Djayusman membuat seolah hubungan mereka seperti keluarga. Ikatan yang telah dijalin selama puluhan tahun, membuat tokoh Bapak seperti mendapatkan keluarga baru pasca keluarnya ia dari Pada film ini memang tidak secara spesifik dijelaskan mengenai alasan Bapak dipenjara, emosi yang dibangun sejak awal ialah keraguan Bapak untuk bertemu kembali dengan keluarga aslinya yang telah terpisah lama. Hubungan yang era tantara Narti. Djayusman dan Bapak dapat dilihat dari adegan ketika makanan pesanan Pak KS yang sebelumnya dikonfirmasi oleh Naila diantarkan oleh Bapak ke JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 kantor Pak KS. Pada saat di dalam kantor Pak KS. Bapak kembali bertemu dengan Naila, ikon kantor yang ditampilkan melalui meja kantor, sofa, meja tamu, pigura piagam dan baju kerja Pak KS. Selain itu, suasana kantor kepala stasiun diperkuat dengan simbol adanya pemain figuran yang berperan sebagai karyawan. Hubungan yang dekat juga tampak pada adegan ketika di kantor Pak KS. Bapak yang sebelumnya hanya berniat mengantarkan pesanan makanan ditawarkan untuk berbuka puasa bersama dengan Pak KS dan Naila. Tokoh Bapak pada awalnya menolak namun Pak KS memintakan izin kepada Narti. Hal ini menunjukan kedekatan hubungan antara Pak KS dengan Narti dan Djayusman. Kedekatan hubungan dapat dianalisis melalui indeks percakapan dalam adegan ini. Pak KS membuka percakapan dengan mengenang masa lalu ketika awal bertemu dengan tokoh Bapak. Informasi yang didapatkan bahwa mereka telah saling mengenal sejak sebelas tahun yang lalu, tokoh Bapak pun bahkan juga mengenal Kepala Stasiun yang sebelumnya. Setelah itu. Pak KS memberikan sebuah tiket kereta api kepada Bapak untuk pulang kampung. Ikon dan simbol tiket dimunculkan melalui amplop dan lembaran voucher, serta diperkuat indeks dengan dialog Pak KS yag meminta Bapak untuk menerima pemberian tersebut. Adegan 3. 4 Tokoh Bapak. Narti dan Djayusman (Kita, 2. Adegan berpindah ke warung Bu Nar milik Narti dan Djayusman. Pada adegan ini, tokoh Bapak terlihat berbincang dengan Narti dan Dajyusman, dialog diantara mereka berkaitan dengan rencana Bapak yang telah sekian lama tidak pulang akhirnya akan kembali mudik ke daerah asalnya di Jakarta. Latar waktu dari adegan ini malam hari, terlihat dari ikon lampu yang menyala JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 di atas meja makan dan diluar warung Bu Nar. Suasana percakapan yang santai dibangun pada adegan ini yang dilihat dari pemilihan waktu di malam hari setelah warung tidak ada pengunjung. Isi percakapan antara Narti. Djayusman dan Bapak yaitu mengenai pertimbangan keputusan Bapak untuk pulang kampung. Tokoh Narti dan Djayusman terlihat dimintai pendapat oleh Bapak. Dalam dialog adegan ini, dapat dilihat dari indeks yang muncul bahwa tokoh Narti ingin agar Bapak pulang ke kampung halamannya, bahkan masa lalu dari tokoh Bapak disinggung kembali oleh tokoh Narti. Menurut Narti. Tokoh Bapak sebaiknya melukapan masa lalunya, ia juga berpendapat bahwa Bapak masih akan diterima keluarganya. Pendapat dari dialog Narti ini juga diperkuat oleh dialog tokoh Djayusman. Namun, di sisi lain Narti dan Djayusman telah dianggap menjadi keluarga sendiri oleh tokoh Bapak. Hubungan yang erat antara ketiga tokoh ini semakin diperkuat oleh dialog dari Djayusman yang telah menganggap tokoh Bapak juga sebagai orang tua Hubungan interpersonal dilihat dari potongan adegan di dalam kereta api. Pada potongan adegan penutup ini tokoh Bapak akhirnya memutuskan untuk mudik. Hal tersebut dilihat dari potongan Ae potongan adegan sebelum di dalam kereta dengan simbol Ae simbol seperti adegan kilas balik antara tokoh bapak. Narti dan Djayusman ketika bersama di warung. Selain itu,terdapat adegan momentum ketika Bapak berpamitan dengan Pak KS di stasiun Adegan 3. 5 Tokoh Bapak dan Naila (Kita, 2. Pada adegan terakhir di dalam kereta tokoh Bapak bertemu dengan Naila yang ternyata juga mudik ke Jakarta. Adegan di dalam kereta berlatar belakang waktu sore hari yang dapat dilihat dari indeks berupa dialog pengumuman di dalam kereta yang memberitahukan waktu berbuka JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 puasa telah tiba. Suasana mudik disimbolkan dari kesibukan penumpang yang padat di dalam kereta dan diluar stasiun. Pada saat di dalam kereta, tokoh Bapak dibantu oleh Naila untuk menempatkan barang bawaannya. Kemudian dialog dibuka oleh tokoh Naila yang mencoba mencairkan suasana perjalanan. Adegan pertemuan di kereta api tersebut nampak seperti hal yang tidak disengaja. Namun, adegan ini sebenanrnya telah dipersiapkan oleh tokoh Naila yang memilih kursi penumpang yang satu baris dengan tokoh Bapak, dan kereta yang sama dengan yang dinaiki bapak dipilih oleh tokoh Naila. Hal ini terungkap dari simbol yang dimunculkan ketika tokoh Bapak melihat potongan photo seorang wanita yang ternyata potongan photo lainnya yang merupakan wajah Bapak dimiliki oleh Naila. Pada adegan penutup ini, diungkap bahwa ternyata tokoh Naila merupakan anak kandung dari Bapak. Tokoh Bapak telah lama dicari oleh Naila setelah Ibu atau istri dari Bapak telah tiada yang berpesan kepada Naila untuk mencarinya. Naila pergi dari satu stasiun ke stasiun yang lain, hingga akhirnya bertemu dengan tokoh Bapak di staisiun Semarang Tawang. Kemudian. Naila bekerja sama dengan tokoh lain seperti Narti. Djayusman dan Pak KS untuk mebawa kembali Bapak pulang ke rumahnya. Tokoh Naila juga menjelaskan bahwa ia memiliki nama Naila yang merupakan pemberian dari Bapak yang memiliki arti wanita yang gigih. Fakta tersebut dimunculkan melalui indeks dialog Naila. Hal ini juga menunjukan skema hubungan keluarga yang erat dan tidak dapat dipisahkan antara tokoh Naila dan Bapak. Selain itu, dalam film ini skema hubungan keluarga yang terjalin juga era tantara tokoh Bapak dan tokoh lainnya yang dibangun melalui waktu yang tidak singkat. Cerita yang dibangun dalam film Pulang memiliki kaitan yang relevan dengan kegiatan mudik atau pulang kampung yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. KESIMPULAN Berdasarkan analisis semiotika dan pembahasan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa skema hubungan keluarga dibangun dalam film Pulang yang dapat dilihat dari interaksi komunikasi interpersonal di antara tokoh Ae tokoh pemeran film ini. Penelitian ini mengacu pada teori skema hubungan dan semiotika Charles S. Pierce sehingga adegan film dapat dianalisis secara ikon, simbol dan indeks untuk mendapatkan penjelasan dari rumusan masalah. JISHUM (Jurnal Ilmu Sosial dan Humanior. https://journal. id/index. php/jishum Vol. No. 4 Juni 2023. Hal. E-ISSN 2962-0120 Skema hubungan yang erat dapat dilihat dari tokoh utama yaitu Bapak yang telah dianggap keluarga sendiri oleh tokoh Narti dan Djayusman. Tokoh Pak KS pun terlihat sangat akrab dengan Bapak, hal itu terlihat dari adegan yang ada di film. Tokoh Naila pada akhir cerita pun memperjelas bahwa hubungan keluarga yang erat akan selalu mengikat seseorang untuk selalu dekat dengan orang yang menjadi orang tua dari seorang anak. Film Pulang juga merupakan upaya PT. Kereta Api Indonesia (Perser. untuk mempromosikan perjalanan kereta api dalam rangka mudik atau pulang kampung pada momentum hari raya. REFERENSI