http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Artikel Penelitian The Effect of the COVID-19 Pandemic on the Arrival Time of Acute Stroke Patients in The Emergency Department of Abdoel Wahab Sjahranie Hospital Yetty Octavia Hutahaean1. Benny Hary Kharisma2. Muhammad Fadlan Adam3 Abstrak Pendahuluan: Pandemi COVID-19 diduga berpengaruh terhadap kedatangan pasien stroke akut ke instalasi gawat darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap waktu datang pasien stroke akut ke IGD sejak dari waktu awitannya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional retrospektif dengan purposive sampling pada pasien stroke akut yang datang ke IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda yang diketahui waktu awitan strokenya. Data diambil dari rekam medik periode sebelum masa pandemi COVID-19 bulan Maret 2019-April 2020 dan periode saat masa pandemi COVID-19 bulan Maret 2020April 2021. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Perbedaan antara waktu datang pasien stroke akut ke IGD sebelum dan setelah pandemi COVID-19 didapatkan p=0. Hubungan antara usia, kepemilikan asuransi kesehatan, alamat, dan status kesadaran dengan waktu datang ke IGD saat pandemi COVID-19 didapatkan secara berurutan p=0. 668, p=0. 528, p=0. 528, dan p=0. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara waktu datang pasien stroke akut ke IGD sebelum pandemi dan setelah pandemi COVID-19. Terdapat hubungan yang bermakna antara status kesadaran dengan waktu datang ke IGD saat pandemi COVID-19 berlangsung, menunjukan pasien stroke akut cenderung lebih cepat ke IGD saat terjadi penurunan kesadaran. Kata kunci: stroke akut, waktu datang IGD, pandemi COVID-19, kegawatdaruratan stroke Abstract Introduction: The COVID-19 pandemic was thought to have an effect on the arrival of acute stroke patients to the emergency department (ED). This study aims to determine the effect of the COVID-19 pandemic on the arrival time of acute stroke patients to the ED since the time of onset. Methods: This study is a retrospective observational analytical study with purposive sampling in acute stroke patients who came to the ED of Abdoel Wahab Sjahranie Hospital. Samarinda, whose stroke onset time was known. Data were taken from medical records from the period before the COVID-19 pandemic in March 2019-April 2020 and the period during the COVID-19 pandemic in March 2020-April 2021. Data analysis used the Chi-Square test. Results: The difference between the arrival time of acute stroke patients to the ED before and after the COVID-19 pandemic was obtained, p = 0. The relationship between age, health insurance ownership, address, and consciousness status with the time of arrival at the ED during the COVID-19 pandemic was obtained sequentially, p = 0. 668, p = 0. 528, p = 0. 528, and p = 0. Conclusion: There was no significant difference between the arrival time of acute stroke patients to the ER before the pandemic and after the COVID-19 pandemic. There was a significant relationship between consciousness status and the time of arrival at the ED during the COVID19 pandemic, indicating that acute stroke patients tend to go to the ED more quickly when there is a decrease in Keywords: acute stroke, time of arrival at the ER. COVID-19 pandemic, stroke emergency Submitted : 11 Juni 2025 Accepted : 31 Desember 2025 Affiliasi penulis : 1 Laboratory of Neurology. Faculty of Medicine. Mulawarman University/Department of Neurology. Abdoel Wahab Sjahranie Hospital, 2 General Practitioner. Abdoel Wahab Sjahranie Hospital, 3 General Practitioner. Samarinda Medika Citra Hospital Korespondensi : Yetty Octavia Hutahaean hutahaean@fk. id Telp: 6281328087862 severe acute respiratory syndrome (SARS) CoV-2. Pandemi COVID-19 memberi dampak yang sangat besar pada pelayanan kesehatan di seluruh dunia . Pandemi COVID-19 juga memberikan dampak terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia, diantaranya menurunnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit . Stroke adalah PENDAHULUAN CoronaVirus Disease-2019 (COVID. adalah sindrom pernapasan akut yang disebabkan oleh virus korona dan disebut Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 kerusakan otak yang muncul mendadak, progresif, dan cepat akibat gangguan peredaran darah otak non traumatik . Secara global, jumlah penderita stroke pada tahun 2016 yaitu sekitar 80,1 juta orang dimana 67,6 juta merupakan stroke iskemik dan 15,3 juta merupakan stroke hemoragik . Prevalensi stroke di Indonesia pada tahun 2018 yaitu sebesar 10,9 per 1000 penduduk, dengan Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan prevalensi tertinggi di Indonesia yaitu 14,7 A . Stroke merupakan suatu keadaan gawat darurat. Intervensi yang cepat dan tepat setelah diagnosis stroke terutama di ruang emergensi akan membawa dampak signifikan dalam mengurangi risiko kematian . Keterlambatan pasien stroke akut datang ke rumah sakit dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain status jarak domisili ke rumah sakit dan tidak adanya asuransi Kesehatan . Pandemi COVID-19 juga diduga berpengaruh terhadap kedatangan pasien stroke akut ke IGD . Di Amerika Serikat. COVID-19 diidentifikasi terjadi pengurangan yang signifikan dalam jumlah kunjungan IGD pasien stroke sebesar 20% . Untuk itu kami ingin meneliti untuk mengetahui pengaruh pandemi COVID-19 terhadap waktu datang pasien stroke akut ke IGD sejak dari waktu awitannya. METODE Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional retrospektif dengan purposive sampling yakni pasien stroke akut yang datang ke IGD RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda yang diketahui waktu awitan strokenya. Data dikumpulkan pada pasien stroke akut yang dirawat inap periode satu tahun sebelum masa pandemi COVID19 bulan Maret 2019-April 2020 dan periode satu tahun saat berlangsung masa pandemi COVID-19 bulan Maret 2020-April 2021. Data diambil dari catatan rekam medik meliputi usia, waktu awitan pasien, alamat Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman kesehatan, dan status kesadaran. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji ChiSquare untuk mengetahui perbedaan waktu datang pasien stroke akut ke IGD sebelum dan setelah pandemi COVID-19. HASIL Jumlah pasien stroke yang dirawat di RSUD Abdoel Wahab Sjahrani selama periode 1 tahun sebelum dan sesudah penetapan pandemi COVID-19 ditampilkan pada Gambar 1. Pada grafik tersebut tampak terjadi penurunan jumlah pasien stroke akut sekitar 50% dari sebelum pandemi COVID-19 (April 2019-Maret 2. rata-rata 80 pasien turun menjadi rata-rata 40 pasien setelah dinyatakan pandemi COVID-19 (April 2020Maret 2. Gambar 1. Jumlah pasien stroke sebelum dan sesudah masa pandemi COVID-19 di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Data jumlah pasien stroke pada kelompok sebelum pandemi dan setelah COVID-19 menggunakan uji beda parametrik, yakni Uji Independent T-Test. Uji ini membandingkan jumlah pasien stroke rawat inap berdasarkan nilai rerata masing-masing kelompok. Sebelum melakukan uji beda, kami melakukan uji normalitas terlebih dahulu menggunakan Uji Shapiro-Wilk. Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan nilai p=0. > 0. , sehingga dapat Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 disimpulkan bahwa data jumlah pasien stroke rawat inap RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda berdistribusi secara normal, dan memenuhi syarat uji parametrik. Hasi Independent T-Test Tabel menunjukkan nilai p = 0. < 0. yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna pada jumlah pasien stroke rawat inap di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda sebelum pandemi dan setelah pandemi COVID-19. 7%) maupun setelah pandemi COVID-19 sebanyak 33 pasien . %) (Tabel . Tabel 1. Uji Independenet T-Test Jumlah Pasien Stroke Rawat Inap RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Sebelum dan Setelah Pandemi COVID-19 Jumlah Pasien Mean A Sebelum Pandemi 92 A Setelah Pandemi 58 A P Value CI . %) . 467 Ae Penelitian partisipan, dengan distribusi masing-masing 60 partisipan sebelum dan 60 partisipan COVID-19. Karakteristik partisipan didapatkan sebelum pandemi COVID-19 paling banyak usia lansia (> 60 tahu. sebanyak 32 partisipan . 3%), sedangkan setelah pandemi COVID-19 paling banyak usia <60 tahun sebanyak 37 partisipan . 7%). Mayoritas partisipan memiliki asuransi/jaminan kesehatan BPJS baik sebelum pandemi . %) maupun setelah pandemi . 7%). Partisipan paling banyak beralamat di Samarinda baik sebelum pandemi yakni sebanyak 52 partisipan . 7%) maupun setelah pandemi sebanyak 49 partisipan . 7%). Partisipan paling banyak dengan kondisi sadar saat ke IGD baik sebelum pandemi 36 pasien . %) maupun setelah pandemi sebanyak 44 pasien . 3%). Waktu datang partisipan terbanyak datang pada onset >6 jam sejak awitan gejalanya baik sebelum pandemi sebanyak 31 pasien Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Tabel 2. Karakteristik Partisipan Penelitian Sebelum dan Setelah Pandemi COVID-19 Sebelum Pandemi Setelah Pandemi Usia Tidak Lansia (<60 t. Lansia (Ou 60 t. Jaminan Kesehatan BPJS Non-BPJS Alamat Samarinda Luar Samarinda Kesadaran Sadar Penurunan Kesadaran Waktu datang ke IGD sejak awitan < 3 Jam 3 Ae 6 Jam > 6 Jam Variabel Analisa statistika dengan uji ChiSquare perbedaan yang bermakna antara waktu datang pasien stroke akut ke IGD sebelum pandemi dan setelah masa pandemi COVID19, dengan nilai p=0. > 0. Hasil analisa dapat dilihat pada Tabel 3. Hasil analisa statistik dengan uji ChiSquare menunjukkan bahwa sebelum masa pandemi COVID-19 tidak ada hubungan yang bermakna antara usia, kepemilikan jaminan kesehatan, alamat domisili dan status kesadaran dengan waktu datang pasien stroke akut ke IGD (Tabel . Sementara itu, analisa uji Chi-Square terhadap data yang diperoleh dari partisipan pada masa setelah pandemi COVID-19 menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara status kesadaran dengan waktu datang pasien ke IGD . =0. (Tabel . Tabel 3. Perbedaan Waktu Datang Pasien Stroke Akut ke IGD Sebelum dan Setelah Masa Pandemi COVID-19 Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 Waktu datang ke IGD sejak Sebelum Pandemi Setelah Pandemi < 3 jam 3 Ae 6 jam >6 jam Tabel 4. Hubungan Usia. Jaminan Kesehatan. Alamat, dan Status Kesadaran dengan Waktu Datang Pasien Stroke Akut ke IGD Sebelum Masa Pandemi COVID-19 Jaminan Kesehatan BPJS Non-BPJS Alamat Samarinda Luar Samarinda Kesadaran Sadar Penurunan Kesadaran 11. DISKUSI Selama periode 1 tahun setelah masa pandemi COVID-19, pada penelitian ini menunjukkan terjadi penurunan bermakna jumlah pasien stroke akut yang dirawat di Waktu Datang ke IGD RSUD A. Sjahranie Samarinda. Value Variabel <3 jam 3-6 jam >6 Jam N(%) N(%) N(%) Penurunan pasien stroke akut yang dirawat di Usia Rumah sakit saat pandemi COVID-19 juga Tidak Lansia 7. terjadi di belahan dunia lain diantaranya di (<60 t. spanyol, texas, dan Jerman . ,10,11,. Lansia (Ou 60 t. Jaminan Beberapa penelitian sebelumnya menduga Kesehatan hal ini dapat disebabkan berbagai faktor BPJS diantaranya kekhawatiran terpapar COVIDNon-BPJS 4. 19, adanya aturan dari pemerintah untuk Alamat Samarinda 16. membatasi aktivitas di luar rumah sehingga Luar Samarinda 1. Kesadaran menghindari layanan kesehatan di saat Sadar pandemi COVID-19 . ,10,11,. Data lain Penurunan menunjukan terdapat angka kematian yang Kesadaran 8. tinggi selama pandemi COVID-19 pada kasus yang tidak terkonfirmasi COVID-19. Hal ini secara tidak langsung menurunkan kunjungan pasien ke IGD . Pada penelitian ini, usia lansia (>60 tahu. pada pasien stroke akut yang datang ke IGD setelah pandemi juga menurun . %) dibandingkan sebelum pandemi . 3 %). Tabel 5. Hubungan Usia. Jaminan Hal yang sama juga terjadi penelitian di Kesehatan. Alamat, dan Status Kesadaran spanyol . Kekhawatiran lebih tinggi dengan Waktu Datang Pasien Stroke Akut ke tertular infeksi virus corona pada usia lansia IGD Setelah Masa Pandemi COVID-19 cukup masuk akal, mengingat informasi yang Waktu Datang ke IGD beredar bahwa semakin bertambahnya usia Variabel <3 jam 3-6 jam >6 Jam Value akan semakin memperburuk infeksi . N(%) N(%) N(%) Menurunnya jumlah pasien stroke akut ke Usia Tidak Lansia 7. IGD akibat penundaan ini menjadi perhatian (<60 t. penting, mengingat stroke merupakan suatu Lansia (Ou 60 t. keadaan gawat darurat yang memerlukan penanganan segera. Penanganan yang Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 cepat dan tepat setelah pasien datang dan didiagnosis stroke akan membawa outcome yang baik sehingga dapat mengurangi risiko kematian dan kecacatan pada penderita . Pasien stroke akut paling banyak datang pada onset > 6 jam setelah munculnya gejala baik sebelum pandemi . 7 %) maupun setelah pandemi . ebesar 55%). Penelitian Teo et al di Hongkong, menunjukan bahwa waktu kedatangan pasien stroke akut ke rumah sakit sejak munculnya gejala lebih lama saat setelah pandemi COVID-19 dibandingkan sebelum pandemi . Faktor penyebab keterlambatan ini diduga disebabkan pertolongan segera saat munculnya gejala stroke karena kekhawatiran terpapar COVID19, adanya anjuran untuk tetap dirumah, dan membatasi aktivitas di luar yang tidak mendesak . Pada penelitian ini, paling banyak partisipan memiliki asuransi kesehatan (BPJS) baik sebelum pandemi maupun setelah pandemi. Demikian pula domisili partisipan paling banyak tinggal di Samarinda baik sebelum pandemi maupun setelah Pada penelitian ini juga didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jaminan Kesehatan (BPJS) dan domisili terhadap waktu kedatangan pasien ke IGD baik sebelum pandemi maupun setelah pandemi. Hal ini menunjukan bahwa faktor tidak adanya jaminan kesehatan dan jarak tempat tinggal bukan menjadi faktor penyebab pasien stroke akut menunda berobat ke rumah sakit baik sebelum maupun setelah pandemi covid. Domisili atau tempat tinggal dan kepemilikan asuransi kesehatan mempengaruhi kedatangan pasien datang ke rumah sakit. Tempat tinggal yang dekat dari fasilitas kesehatan dan adanya asuransi kesehatan mempermudah pasien stroke akut datang ke rumah sakit . Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara status kesadaran dengan waktu datang ke IGD sejak awitan stroke setelah pandemi COVIDFakultas Kedokteran Universitas Mulawarman 19 dengan hasil p=0. <0. Pasien stroke akut yang datang ke IGD setelah pandemi COVID-19 didapatkan paling banyak dengan kondisi sadar sebanyak 44 pasien . 3%) dengan paling banyak datang saat onset > 6 jam sejak muncul awitan stroke . %). Sedangkan pasien penurunan kesadaran . 7 %) paling banyak didapatkan datang ke IGD onset cepat yakni < 3 jam sejak muncul awitan . 3 %). Hasil ini menunjukkan bahwa saat pandemi COVID-19, pasien stroke akut baru akan segera di bawa ke IGD rumah sakit ketika terjadi penurunan kesadaran. Penelitian yang dilakukan oleh Tani et al di jepang, saat pandemi COVID-19 pasien stroke akut lebih banyak datang dengan onset lebih cepat dibanding sebelum pandemi, dan lebih banyak pasien penurunan kesadaran dibandingkan sebelum terjadinya pandemi . Hal ini mungkin disebabkan adanya kekhawatiran pasien dan keluarga saat pandemi COVID-19 berlangsung sehingga menunda mencari pengobatan segera ke fasilitas Kesehatan . , 11, . Pada pasien dengan gejala stroke yang ringan juga biasanya tidak mencari pengobatan segera . , sehingga pasien baru akan dibawa ke IGD ketika sudah terjadi gejala penurunan kesadaran. Penundaan ini akan mempengaruhi outcome pasien stroke Keterlambatan pasien stroke datang ke rumah sakit menyebabkan keterlambatan pemberian terapi pada pasien, sehingga menimbulkan kerusakan neurologis yang parah dan outcome yang lebih buruk . Untuk itu perlu adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala awal penyakit stroke dan mencari pengobatan segera, walaupun sedang terjadi wabah penyakit seperti pandemi COVID-19, sehingga penanganan segera tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan protokol SIMPULAN Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara waktu datang pasien stroke akut ke IGD sebelum pandemi dan setelah Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. JKPBK. http://e-journals. id/index. php/JKPBK Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan. Vol 8 No 2, 31 Desember 2025 pISSN : 2654-5241 eISSN : 2722-7537 pandemi COVID-19. Namun, terdapat hubungan yang bermakna antara status kesadaran dengan waktu datang ke IGD saat COVID-19 menunjukan pasien stroke akut cenderung lebih cepat dibawa ke IGD ketika terjadi penurunan kesadaran. Untuk itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengenali gejala dini stroke dan mencari pengobatan segera ke rumah sakit walaupun sedang terjadi wabah penyakit COVID-19 memperhatikan protokol kesehatan. DAFTAR PUSTAKA