Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember, pp 14-22 eISSN: 2541-6251 pISSN: 2088-5776 Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hangat terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi Sri Mulyani1*. Muh Firman Yudiatma1. Resa Putrian1 1Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada. Tangerang *Corresponding author: sri. mulyani724@gmail. Abstract: Hypertension is a non-communicable disease that often leads to severe complications such as stroke and heart failure. Non-pharmacological therapy is an essential alternative to control blood pressure without drug side effects. This study aimed to determine the effect of a combination of tomato juice and warm foot massage therapy on blood pressure among hypertensive patients in WR Jengkol Village. This research employed a Quasi-Experimental design with a Pre-test and Post-test Control Group Design and purposive sampling involving 34 respondents divided into intervention and control groups. The Paired T-Test results showed a significant reduction in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group . -value 0. 000 < 0. , with a mean decrease of 30. 59 mmHg for systolic 88 mmHg for diastolic pressure, while the control group showed no significant changes. The combination of tomato juice and warm foot massage effectively lowered blood pressure through biochemical effects . ycopene, potassium, antioxidant. and physiological mechanisms . eripheral vasodilation and muscle relaxatio. This therapy is recommended as a safe, simple, and costeffective non-pharmacological approach for hypertension management. Keyword: Tomato juice. Foot massage. Warm water therapy. Hypertension. Blood pressure Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Terapi non-farmakologis menjadi alternatif penting untuk mengendalikan tekanan darah tanpa efek samping Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat terhadap tekanan darah penderita hipertensi di Desa WR Jengkol. Penelitian menggunakan desain Quasi Experimental dengan rancangan Pre-test and Post-test Control Group Design dan teknik purposive sampling pada 34 responden yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi . -value 0,000 < 0,. , dengan rata-rata penurunan sistolik 30,59 mmHg dan diastolik 15,88 mmHg. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat terbukti efektif menurunkan tekanan darah melalui efek biokimia . ikopen, kalium, antioksida. dan fisiologis . asodilatasi perifer dan relaksasi oto. Terapi ini direkomendasikan sebagai alternatif nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis bagi penderita hipertensi. Kata Kunci: Jus tomat. Massage kaki. Rendam air hangat. Hipertensi. Tekanan PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di dunia dan menjadi penyebab utama kematian dini (World Health Organization [WHO], 2. Penyakit ini sering This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Copyright A Author . DOI: 52822/jwk. Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember disebut sebagai silent killer karena seringkali tidak menimbulkan gejala hingga menimbulkan komplikasi seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Menurut laporan WHO . , lebih dari 1,28 miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi, dan sekitar dua pertiga di antaranya tinggal di negara berpenghasilan menengah ke bawah. Di Indonesia, hasil Riskesdas (Kemenkes RI, 2. menunjukkan bahwa 59,1% penyebab disabilitas . elihat, mendengar, berjala. pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat, di mana 53,5% penyakit tersebut adalah PTM, terutama hipertensi . ,2%). Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan dua pendekatan utama, yaitu terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis menggunakan obat antihipertensi seperti ACE inhibitor, diuretik, dan beta-blocker, namun penggunaannya jangka panjang sering menimbulkan efek samping (Ariyani, 2. Oleh karena itu, strategi nonfarmakologis menjadi alternatif yang banyak diminati masyarakat karena lebih aman dan murah. Pendekatan nonfarmakologis antara lain mencakup modifikasi gaya hidup, diet rendah garam, olahraga, serta terapi herbal dan relaksasi (Devi, 2. Salah satu terapi nonfarmakologis yang potensial adalah pemberian jus tomat (Solanum lycopersicu. Tomat kaya akan likopen, kalium, dan vitamin C, yang berperan dalam menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi dan peningkatan elastisitas pembuluh darah (Cymara et al. , 2. Studi oleh Sutriyawan . menunjukkan bahwa konsumsi jus tomat dan mentimun selama 7 hari menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan pada pasien hipertensi . <0,. Hasil serupa juga ditemukan oleh Munawaroh. Rahmawati, dan Sastyarina . yang melaporkan bahwa pemberian kombinasi jus tomat dan melon berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian oleh Chalifah et al. di Puskesmas Purwosari Kudus juga memperkuat temuan ini, dengan hasil penurunan tekanan darah sebesar rata-rata 8Ae12 mmHg setelah intervensi jus tomat selama satu Selain itu, terapi massage kaki atau foot massage menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi tekanan darah. Menurut Hijriani dan Chairani . , pemberian terapi pijat kaki selama tiga hari berturut-turut menyebabkan penurunan tekanan darah signifikan pada pasien hipertensi di lingkungan keluarga. Hasil ini sejalan dengan penelitian Arifah et al. yang menemukan bahwa pijat refleksi kaki meningkatkan relaksasi dan mengoptimalkan sirkulasi perifer, sehingga menurunkan tekanan darah sistolik hingga 15 mmHg. Penelitian oleh Hanphitakphong et . bahkan menunjukkan bahwa terapi kombinasi pijat kaki dan aromaterapi memiliki efek langsung menurunkan tekanan darah meskipun bersifat sementara. Kedua terapi tersebut bekerja melalui mekanisme yang saling melengkapi: jus tomat menurunkan tekanan darah melalui efek biokimiawi . ikopen, kalium, antioksida. , sedangkan terapi massage kaki memberikan efek fisiologis berupa vasodilatasi perifer dan peningkatan relaksasi otot. Berdasarkan temuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas kombinasi pemberian jus tomat dan terapi massage kaki rendam air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, serta membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol untuk mengetahui apakah kombinasi kedua terapi nonfarmakologis tersebut memberikan efek yang lebih signifikan dibandingkan tanpa perlakuan. METODE Penelitian ini dilakukan disebuah desa yang berada di jawa barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design dan rancangan Pre-test dan Post-test Control Group Design. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengamati pengaruh suatu perlakuan terhadap variabel terikat melalui perbandingan hasil sebelum dan sesudah intervensi, meskipun tanpa randomisasi penuh terhadap subjek penelitian. Desain ini efektif digunakan dalam penelitian bidang kesehatan masyarakat dan keperawatan yang sulit melakukan randomisasi secara ketat, namun tetap membutuhkan kontrol terhadap variabel luar yang dapat memengaruhi hasil penelitian (Polit & Beck, 2. Sri Mulyani et al (Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hanga. Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember Karakteristik sampel dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, seperti usia, kondisi kesehatan, serta tidak sedang mengonsumsi obat antihipertensi tertentu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sugiyono . , purposive sampling digunakan ketika peneliti memiliki pertimbangan khusus dalam memilih individu yang dianggap paling mengetahui atau paling sesuai dengan karakteristik populasi yang diteliti. Desain dan teknik pengambilan sampel ini dipilih agar penelitian dapat menggambarkan secara akurat efektivitas kombinasi jus tomat dan terapi massage kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi, dengan tetap menjaga validitas internal penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Analisis univariat adalah teknik statistik deskriptif yang memfokuskan analisis pada satu variabel tunggal untuk menggambarkan karakteristiknya . isalnya distribusi frekuensi, ukuran pemusatan, dan penyebara. tanpa mengaitkannya secara langsung dengan variabel lain. (Norfai, 2022. Riyanto, 2. Table 1 Karakteristik Responden Variabel . Usia intervensi Variabel Jenis kelamin intervensi Laki-laki Usia kontrol Jenis kelamin Kontrol Laki-laki Variabel Pekerjaan intervensi IRT Buruh Wiraswasta Karyawan Guru Pekerjaan Kontrol IRT Buruh Wiraswasta Karyawan Guru Variabel Pendidikan Intervensi SMP SMA/SMK Sarjana Pendidikan Kontrol SMP SMA/SMK Sarjana Berdasarkan tabel diatas maka didapatkan interpretasi seperti berikut: Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan usia dari 17 responden kelompok Intervensi, menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan usia diketahui berusia 26-45 tahun yaitu 15 orang, dan responden berusia 46-65 tahun yaitu 2 orang. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan usia dari 17 responden kelompok Kontrol menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan usia diketahui berusia 26-45 tahun yaitu 13 orang, dan responden berusia 46-65 tahun yaitu 4 orang. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan jenis kelamin dari 17 responden kelompok Intervensi, menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan jenis kelamin diketahui responden perempuan yaitu 9 orang, dan responden Laki-Laki yaitu 8 orang. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan jenis kelamin dari 17 responden kelompok Kontrol, menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan jenis kelamin diketahui responden perempuan yaitu 14 orang, dan responden Laki-Laki Sri Mulyani et al (Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hanga. Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember yaitu 3 orang. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan pekerjaan dari 17 responden kelompok Intervensi, menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan pekerjaan diketahui bahwa responden pekerjaan IRT yaitu 9 orang, sedangkan responden pekerjaan Buruh yaitu 3 orang, dan responden pekerjaan wiraswasta yaitu 3 orang. responden pekerjaan karyawan yaitu 1 orang, dan responden pekerjaan guru yaitu 1 orang. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan pekerjaan dari 17 responden kelompok Kontrol, menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan pekerjaan diketahui bahwa responden pekerjaan IRT yaitu 11 orang sedangkan responden pekerjaan Buruh yaitu 3 orang dan responden pekerjaan karyawan yaitu 2 orang. sedangkan responden pekerjaan guru yaitu 1 orang dan responden pekerjaan wiraswasta yaitu 0. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan pendidikan dari 17 responden kelompok Intervensi, menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan Pendidikan diketahui responden berpendidikan sekolah menengah pertama yaitu 7 orang dan responden berpendidikan sekolah 67 menengah atas atau kejuruan yaitu 6, sedangkan responden berpendidikan sekolah dasar yaitu 2 orang dan responden berpendidikan sarjana yaitu 2 orang. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden kelompok Intervensi dan kontrol . berdasarkan pendidikan dari17 responden kelompok Kontrol, menunjukan bahwa distribusi responden berdasarkan Pendidikan diketahui responden berpendidikan sekolah dasar yaitu 6 orang, sedangkan responden berpendidikan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas atau kejuruan yaitu 5 orang, sedangkan responden berpendidikan sarjana yaitu 1 orang. Analisis Bivariat Analisis bivariat digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel penelitian, sehingga memberikan gambaran awal mengenai pola asosiasi di antara variabel-variabel tersebut. Uji Normalitas Untuk mendukung validitas pengujian statistik, uji normalitas dilakukan terlebih dahulu guna menilai apakah distribusi data memenuhi asumsi normalitas sebelum uji t diterapkan. Table 2 Uji Normalitas Pengukuran Pretest Postest Pretest Postest Pretest Postest Pretest Postest Variabel Sistolik Intervensi Intervensi Diastolik Intervensi Sistolik Kontrol Kontrol Diastolik Kontrol Skewness : Std error Hipotesis Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Berdasarkan Uji Normalitas dilakukan pada pengukuran pre dan post pada kelompok intervensi atau pemberian kombinasi jus tomat dan massage kaki dan kelompok kontrol menggunakan (Skewness : Std Pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dikarenakan mayoritas nilai yang di dapatkan yaitu <2 Sehingga pada kedua kelompok tersebut menunjukan bahwa nilai Distribusi yang di dapatkan yaitu normal maka penelitian dapat dilanjutkan dengan menggunakan uji statistik parametrik yaitu Uji Paired TTest Sri Mulyani et al (Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hanga. Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember Uji Paired T-Test Nilai Uji T Test Dependent Tekanan Darah kelompok intervensi sebelum dan sesudah pemberian jus tomat dan massage kaki . Table 3 Uji T Test Dependen Intervensi Variabel Pretest Sistolik Postest Sistolik Intervensi Pre-Post Pretest Diastolik Postest Diastolik Intervensi Pre-Post Mean Std Mean Sig . -taile. Statistik deskriptif berupa rata-rata dan standar deviasi hasil tekanan darah kelompok intervensi dengan pemberian jus tomat dan massage kaki rendam air hangat, antara pengukuran sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Rata-rata nilai tekanan darah sistolik sebelum diberikan perlakuan yaitu 163. dengan standar deviasi 7. pada tekanan darah sistolik sesudah diberikan perlakuan yaitu 132. 94 dengan standar deviasi 7. Uji T berpasangan terlihat nilai mean perbedaan nilai tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yaitu 30. 59 dengan standar deviasi 0. Sedangkan pada Rata-rata nilai tekanan darah diastolik sebelum diberikan perlakuan yaitu 86. 47 dengan standar deviasi 7. tekanan darah diastolik sesudah diberikan perlakuan yaitu 70. 59 dengan standar deviasi 2. Uji T berpasangan terlihat nilai mean perbedaan nilai tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan perlakuan 88 dengan standar deviasi 4. Uji t berpasangan, di peroleh nilai P-value sebesar 0. 000 (<0. oleh karena itu Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh pemberian jus tomat dan massage kaki rendam air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Noor Chalifah et al. , . berdasarkan hasil menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian jus tomat terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Purwosari Kudus didapatkan nilai p value 0,003 < 0,05. Table 4 Uji T Test Dependen Kontrol Variabel Mean Pretest Sistolik Postest Sistolik Kontrol Pre-Post Pretest Diastolik Postest Diastolik Kontrol Pre-Post Std Mean Sig . Hasil analisis statistik pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa meskipun tidak diberikan perlakuan, terjadi penurunan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. Rata-rata sistolik turun dari 159,41 menjadi 158,82 mmHg, sedangkan diastolik turun dari 88,82 menjadi 85,29 mmHg. Uji T berpasangan menunjukkan selisih mean sebesar 3,53 dengan p-value 0,000, yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara pengukuran sebelum dan sesudah tanpa perlakuan. Nilai penting dari analisis ini adalah bahwa perubahan tekanan darah dapat terjadi secara alami tanpa intervensi, sehingga kelompok kontrol memberikan dasar penting untuk menilai apakah penurunan pada kelompok perlakuan benar-benar berasal dari intervensi atau merupakan variasi normal tubuh. Nilai Uji T Test Independent Tekanan Darah kelompok intervensi dan kelompok Kontrol sebelum Sri Mulyani et al (Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hanga. Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember pemberian jus tomat dan massage kaki rendam air hangat . Table 5 Uji T Test Independen Variabel Pre Sistolik intervensi Pre Sistolik kontrol Pre Diastolik intervensi Pre Diastolik kontrol Pre Sistolik Equal variances Assumed Pre Diastolik Equal variances Assumed Mean Sig . - taile. Dalam penelitian ini, data tekanan darah sistolik dan diastolik awal . re-tes. dibandingkan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Nilai rata-rata tekanan darah sistolik pada kelompok intervensi adalah 163,5 mmHg, sementara pada kelompok kontrol sebesar 159,4 mmHg. Untuk tekanan darah diastolik, rata-rata pada kelompok intervensi adalah 86,47 mmHg dan pada kelompok kontrol 88,82 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tekanan darah sistolik antara kedua kelompok sebelum intervensi signifikan secara statistik, dengan nilai signifikansi . -valu. 0,047 . < 0,. Sementara itu, perbedaan tekanan darah diastolik tidak signifikan, dengan nilai signifikansi 0,334 . > 0,. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistolik baseline kedua kelompok, namun tidak pada tekanan darah diastolik. Kondisi ini harus dipertimbangkan lebih lanjut dalam analisis dampak intervensi yang akan dilakukan pada penelitian ini. Uji T Perbedaan Tekanan Darah pada kelompok Intervensi dan kelompok Kontrol Sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol tanpa intervensi ( n=. Table 6 Uji T Test Kelompok Kelompok Sistolik Intervensi Diastolik Intervensi Kontrol Mean Rata-rata Sebelum Sebelum Sesudah Sebelum Hasil penelitian yang dilakukan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol tanpa intervensi sebanyak 34 responden pada pasien hipertensi di wilayah desa wr jengkol. Kelompok Intervensi pada Tekanan Darah Sistolik memiliki selisih rata-rata adalah 30. 59 dan Kelompok Intervensi pada Tekanan Darah Diastolik memiliki selisih rata-rata adalah 15. Sedangkan pada Kelompok Kontrol pada Tekanan Darah Sistolik memiliki selisih rata-rata adalah 1. 17 dan kelompok Kontrol pada Tekanan Darah Diastolik memiliki selisih rata-rata adalah 4. Maka kelompok intervensi lebih efektif dengan pemberian kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa diberikan perlakuan. Sri Mulyani et al (Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hanga. Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember Pembahasan Pengaruh Jus Tomat Dan Massage Kaki Rendam Air Hangat Pada Kelompok Intervensi Dan Kelompok Kontrol Tanpa Intervensi Hasil penelitian yang dilakukan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol mengenai pengaruh jus tomat dan massage kaki rendam air hangat pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol tanpa intervensi sebanyak 34 responden pada pasien hipertensi di wilayah desa wr jengkol. Berdasarkan hasil Test Statistic Uji Paired T-Test menunjukan bahwa tekanan darah pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan 96 perlakuan kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat tekanan darah sistolik/diastolik nilai Sig. -taile. sedangkan pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah tanpa diberikan perlakuan sistolik/diastolik nilai Sig. - taile. Sesuai dengan keputusan Ha dan Ho, jika probabilitas p- value 0,05 maka Ha ditolak artinya tidak terdapat pengaruh. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh pemberian kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah desa wr jengkol . ada kelompok intervens. di tandai dengan nilai p-value sebesar 0. 00 < 0. 05 maka Ha diterima yang artinya adanya Berdasarkan hal diatas peneliti menyimpulkan bahwa pada dasarnya pemberian kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi tersebut. Hal ini dibuktikan melalui hasil penelitian dimana secara keseluruhan responden pada kelompok intervensi mengalami penurunan tekanan darah. Secara tidak langsung peneliti meyakini jika pemberian jus tomat dan massage kaki rendam air hangat di lakukan secara teratur maka dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah hingga normal. Penelitian ini sejalan dengan (Habibyansyah et al, 2. yang menyatakan Mengonsumsi buah tinggi potasium, seperti tomat, dapat membantu penderita hipertensi mengontrol tekanan darah. Terdapat 360 miligram kalium dalam 100 gram tomat. Kalium merupakan elektrolit yang mengontrol jumlah air di dalam sel, mencegah penumpukan natrium dan air yang dapat menyebabkan hipertensi. Mengenai jus tomat juga berguna menurunkan tekanan darah karena kandungan kalsium yang terdapat dalam tomat memang tidak terlalu dominan tetapi kalsium mampu berfungsi sebagai pengatur ritme jantung agar lebih teratur. Kalsium dapat menjaga keseimbangan natrium dan kalium dalam darah, selain itu kalsium membantu meluruhkan plak yang menempel pada pembuluh darah. Oleh sebeb itu maka kalium merupakan komponen penting dalam menurunkan tekanan darah, terutama untuk menurunkan tekanan darah sistolik (Aisah & Lismayanti, 2. Penelitian (Sari & Aisah, 2. menyatakan bahwa berendam air hangat dapat menurunkan hipertensi karena Berendam atau terapi dengan air hangat dapat menimbulkan rasa nyaman dan relaksasi pada otot karena air hangat menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan penurunan tegangan otot. Proses ini meningkatkan aliran darah dan suplai oksigen ke jaringan, sehingga membantu menurunkan tekanan darah, khususnya tekanan sistolik, akibat sirkulasi darah yang menjadi lebih lancar. Hal ini didukung oleh (Ardina & Kurniawan, 2. menjelaskan bahwa efek dari rendaman kaki menggunakan air hangat menghasilkan energi kalor yang bersifat mendilatasi pembuluh darah dan melancarkan peredaran darah, kemudian merangsang saraf pada kaki sehingga mengaktifkan saraf parasimpatis, dan menyebabkan penurunan pada tekanan darah. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil penelitian di atas, maka peneliti menyimpulkan tentang Au Pengaruh Kombinasi Pemberian Jus Tomat Dan Massage Kaki Rendam Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Desa Wr JengkolAy. Teridentifikasi karakteristik responden berdasarkan usia terbanyak responden berusia 26-45 tahun. Berdasarkan jenis kelamin terbanyak responden berjenis kelamin Perempuan. Berdasarkan pendidikan terbanyak responden berpendidikan SD. SMP. SMA/SMK. Berdasarkan pekerjaan terbanyak responden Sri Mulyani et al (Pengaruh Kombinasi Jus Tomat dan Massage Kaki Rendam Air Hanga. Jurnal Wacana Kesehatan Vol 10 No. Desember pekerjaan IRT. Teridentifikasi Tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok intervensi di dapatkan rata rata pretest sistolik/diastolik . ebelum 163 MmHg/ 86 MmHg, sesudah 132 MmHg/ 70 MmH. Teridentifikasi Tekanan Darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok kontrol tanpa intervensi di dapatkan rata rata pretest sistolik/diastolik . ebelum 159 MmHg/ 88 MmHg, sesudah 158 MmHg/ 84 MmH. Teridentifikasi ada perbedaan tekanan darah pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol tanpa intervensi 98. Teranalisis ada pengaruh pemberian kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah desa wr jengkol di tandai dengan nilai Sig. -taile. 00 < 0. 05 pada kelompok intervensi maka Ha diterima Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar masyarakat memanfaatkan terapi non-farmakologi seperti kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat sebagai alternatif yang mudah, ekonomis, dan efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi institusi pendidikan, hasil ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan ilmu keperawatan, khususnya pada bidang medikal bedah dan komunitas, serta sebagai bahan kajian intervensi non-farmakologi di masyarakat. Penelitian ini juga diharapkan menambah wawasan dan memperkaya literatur keperawatan terkait penanganan hipertensi. Bagi Puskesmas Ciseeng, hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk meningkatkan edukasi dan penerapan terapi farmakologi maupun non-farmakologi, serta melakukan home visit secara berkala. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melakukan studi perbandingan dan uji multivariat dengan sampel lebih besar agar efektivitas dan waktu terbaik terapi dapat diketahui lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA