JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1324-1334 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR FIQIH BAB WUDHU SISWA KELAS VII MTS AL-MAAoARIF MUJUR PRAYA TIMUR Hairussolihin1. Idawati2. Muhammad Rozali3 1,2,3 Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor. Indonesia Email: hairussolihin24@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 29 September 2025 Keywords: Demonstration Method Learning Achievement Fiqh Ablution ABSTRACT The purpose of this study was to determine how to implement the demonstration method in teaching fiqh on wudhu, and to analyze the extent to which the application of this method can help improve the learning achievement of seventh grade students at MTs Al-Ma'arif Mujur Praya Timur. This study used a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research informants included the principal, fiqh teachers, and seventh grade students at MTs Al-Ma'arif Mujur Praya Timur. The results showed that the demonstration method was implemented by the teacher demonstrating the procedure for wudhu directly in front of the students, then asking the students to imitate it in turns while being guided and corrected if there were any mistakes. This process enables students to not only understand the theory but also be able to practice wudu correctly. The application of the demonstration method has been proven to help improve student learning achievement, both in cognitive aspects . nowledge of the pillars and requirements of wud. , affective aspects . nterest, motivation, and positive attitudes in learnin. , and psychomotor aspects . kills in practicing wudu in accordance with Islamic la. Therefore, it can be concluded that the demonstration method is an effective learning strategy in improving students' understanding and skills in fiqh ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran fiqih bab wudhu, serta untuk menganalisis sejauh mana penerapan metode tersebut dapat membantu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru fiqih, dan siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode demonstrasi dilakukan dengan langkah guru mencontohkan tata cara wudhu secara langsung di depan siswa, kemudian siswa diminta menirukan secara bergantian sambil dibimbing dan dikoreksi jika ada kesalahan. Proses ini menjadikan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan ibadah wudhu dengan benar. Penerapan metode demonstrasi terbukti membantu meningkatkan prestasi belajar siswa, baik pada aspek kognitif . engetahuan tentang rukun dan syarat wudh. , afektif . inat, motivasi, dan sikap positif dalam belaja. , maupun psikomotorik . eterampilan praktik wudhu yang sesuai syaria. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan siswa dalam pembelajaran fiqih. Kata kunci: Metode Demonstrasi. Prestasi Belajar. Fiqih. Wudhu. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Metode Demonstrasi Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Bab Wudhu Siswa Kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana guna menciptakan lingkungan serta proses belajar yang mendukung agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Tujuannya adalah untuk membentuk individu yang memiliki kekuatan spiritual, mampu mengendalikan diri, berkepribadian baik, cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara, (Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2013 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal . Pendidikan juga berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan dan mutu suatu bangsa atau Hal ini dikarenakan pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di dalamnya. Ketika sistem pendidikan suatu negara berjalan dengan baik, maka akan menghasilkan SDM yang unggul dan kompeten, (Yania,2. Rendahnya prestasi belajar merupakan indikasi bahwa pembelajaran belum optimal. Pendidikan formal disekolah pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku dan sebagai umpan balik dalam upaya untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Penyebab utama masalah belajar yang dialami anak didik antara lain adalah faktor eksternal, yaitu berupa metode pembelajaran yang kurang tepat. Oleh karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat untuk menciptakan siswa yang aktif. Pembelajaran hendaknya menerapkan prinsip belajar aktif, yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa secara fisik, intelektual/mental, dan sosial serta sesuai dengan tingkat Berbagai metode pembelajaran harus mengajak siswa dalam proses pembelajaran daripada sekedar memberikan informasi kepada mereka untuk diterima begitu saja, (Salma,2. Berdasarkan kajian teoritik, pembelajaran fiqih lebih banyak menggunakan metode Siswa hanya sebagai pendengar. Kondisi seperti ini mengakibatkan siswa merasa bosan dan enggan belajar fiqih. Akibatnya, prestasi belajar siswa menjadi rendah, padahal pembelajaran fiqih di sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman siswa mengenai ajaran islam yang berkaitan dengan tata cara ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu fiqih seharusnya diajarkan melalui pendekatan yang membangun pengalaman langsung, sehingga siswa dapat memahami makna dan praktik ajaran secara Oleh karena itu, guru perlu merancang dan mengimplementasikan proses pembelajaran fiqih secara terstruktur, efektif, dan efisien. Hal ini mencakup penggunaan strategi, metode, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta tahapan perkembangan siswa. Terdapat berbagai metode pembelajaran yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing peserta didik. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode demonstrasi. Metode ini dinilai sangat efektif dalam membantu peserta didik memahami, mengerti, dan memenuhi kebutuhan belajarnya secara mandiri, berdasarkan penjelasan yang jelas dan nyata yang disampaikan melalui demonstrasi, (Ovilia,2. Menurut Daryanto, metode demonstrasi merupakan teknik penyampaian materi yang dilakukan dengan menunjukkan secara langsung tahapan-tahapan atau kondisi suatu objek yang dipelajari, baik melalui benda asli maupun tiruan, biasanya disertai penjelasan lisan. Metode demonstrasi dalam pembelajaran Fiqih juga memiliki sejumlah keunggulan. antaranya, siswa dapat memahami tata cara ibadah dengan lebih jelas melalui contoh langsung yang ditunjukkan guru, perhatian siswa lebih terpusat karena visualisasi yang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Metode Demonstrasi Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Bab Wudhu Siswa Kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur menarik, serta meminimalkan kesalahan pemahaman terhadap konsep yang diajarkan. Selain itu, demonstrasi dapat menjadi bahan diskusi bersama di kelas, melatih keterampilan komunikasi, kerja sama, serta meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar, (Mariani,2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif Penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka, (Sudarwan,2. Menurut Bogdan dan Taylor sebagaimana yang dikutip oleh Lexy J. Moleong, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati, (Lexy,2. Objek dalam penelitian ini adalah implementasi metode Sedangkan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII Mts Al-MaAoarif Mujur Praya Timur. Lombok Tengah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka. Data yang berasal dari wawancara, catatan lapangan, dokuman, dan sebagainya, kemudian dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Proses penelitian ini akan dilakukan pada bulan Agustus 2025 di MTs Al-MaAoarif Mujur. Sebelum membahas lebih jauh mengenai implementasi metode demonstrasi, peneliti terlebih dahulu melakukan proses awal yaitu observasi dan wawancara. Wawancara pertama dengan Kepala Sekolah MTs Al-MaAoarif Mujur Bapak Makripat pada tanggal 04 Agustus 2025. Pertanyaan awal yang peneliti ajukan adalah apakah implementasi metode demonstrasi membantu prestasi belajar fiqih bab wudhu siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur? AuMenurut saya, implementasi metode demonstrasi sangat membantu prestasi belajar Alasannya sederhana, karena belajar fiqih itu tidak hanya butuh teori tetapi juga keterampilan praktik. Dalam bab wudhu misalnya, kalau siswa hanya tahu bacaannya tapi tidak tahu urutan gerakannya, maka wudhu mereka belum sah. Sebaliknya, kalau siswa hanya bisa praktik tapi tidak paham rukun dan syaratnya, itu juga belum lengkap, keduanya bisa dikombinasikan: guru mencontohkan dulu gerakan sekaligus menjelaskan teorinya, lalu siswa menirukan dan berlatih langsung. Saya melihat kalau siswa diberikan contoh nyata, mereka pasti lebih cepat paham. Jadi, bisa saya katakan metode demonstrasi punya pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan prestasi belajar, khususnya dalam bab wudhu ini. Apalagi anak-anak se usia mereka ini masih senang-senangnya belajar dengan cara yang Kalau hanya mendengar ceramah terus, mereka cepat bosan, bahkan kadangkadang tidak memperhatikan juga. Tapi kalau ada praktik langsung, mereka jadi lebih Dengan begitu, hasil belajarnya pun pasti akan lebih baik. Maka saya yakin implementasi metode demonstrasi betul-betul bisa membantu prestasi belajar fiqih siswa Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Metode Demonstrasi Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Bab Wudhu Siswa Kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur di sekolah ini Selanjutnya peneliti lanjut bertanya tentang bagaimana cara implementasi metode demonstrasi tethadap prestasi belajar fiqih bab wudhu siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur? AuBapak Makripat selaku kepala sekolah menjelaskan: AuKalau berbicara tentang implementasi metode demonstrasi pada pelajaran fiqih, menurut saya hal ini sangat penting untuk dilakukan. Karena selama ini yang sering dipakai guru adalah metode ceramah, artinya guru lebih banyak menjelaskan teori di depan kelas, sementara siswa hanya mendengarkan. Cara ini memang bisa menyampaikan materi, tetapi sering kali siswa kurang paham apalagi dalam materi yang sifatnya praktik seperti wudhu. Mereka tahu secara teori, tetapi ketika diminta untuk praktik, sering kali terjadi kesalahan pada urutan maupun gerakannya. Menurut saya dengan menggunakan metode demonstrasi, guru bisa langsung mencontohkan cara-cara berwudhu sesuai tata cara yang benar di depan siswa. Misalnya, guru memulai dengan niat, kemudian membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, sampai membasuh kaki sesuai aturan syariat. Dari situ siswa bisa melihat secara langsung, bukan hanya membayangkan dari penjelasan lisan. Setelah guru mencontohkan, siswa diberi kesempatan untuk menirukan secara bergantian, sehingga mereka tidak hanya mendengar tetapi juga melakukan. Menurut saya, cara ini lebih membekas di ingatan siswa karena belajar sambil praktik. Dengan penerapan metode demonstrasi ini, prestasi belajar siswa juga bisa meningkat. Karena kalau siswa sudah bisa mempraktikkan wudhu dengan benar, otomatis mereka akan lebih percaya diri saat ujian praktik fiqih. Selain itu, mereka juga lebih mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan teori karena sudah terbiasa mempraktikkannya. Jadi, ada hubungan langsung antara metode yang digunakan guru dengan hasil belajar siswa. Saya kira jika guru mulai menerapkan metode ini secara konsisten, hasil belajar siswa akan lebih baik dibanding hanya menggunakan metode ceramah. Karena anak-anak di usia mereka itu lebih mudah mengingat sesuatu yang dilihat dan dilakukan langsung. Jadi, kalau ingin hasil yang maksimal, metode demonstrasi memang sangat cocok diterapkan pada pelajaran fiqih yang banyak memuat materi ibadah praktis seperti wudhu, shalat, dan sejenisnya. Ay Dari jawaban Kepala Sekolah di atas, peneliti melihat bahwa implementasi metode demonstrasi memang dianggap penting terutama untuk materi fiqih bab wudhu yang lebih menekankan aspek praktik. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa metode ceramah saja belum cukup untuk membantu siswa memahami tata cara ibadah dengan benar. Metode ini tidak hanya membantu siswa memahami teori, tetapi juga mempraktikkannya dengan Dengan demikian, penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa baik dari aspek pengetahuan, pemahaman dan keterampilan. Setelah melakukan wawancara dengan kepala sekolah, peneliti juga melakukan wawancara dengan Bapak Muksin Rahim selaku guru fiqih di kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur pada tanggal 11 Agustus 2025. Dan dalam wawancara ini peneliti tidak hanya bertanya secara formal, akan tetapi lebih banyak berbicang santai karena memang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Metode Demonstrasi Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Bab Wudhu Siswa Kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur beliau adalah salah satu guru yang sangat antusias ketika ada mahasiswa yang melakukan penelitian di lokasi tempatnya mengajar, alasannya karena bisa berbagi pengalaman dan Pertama peneliti mengajukan pertanyaan yang sama seperti pertanyaan sebelumnya dengan kepala sekolah di atas mengenai apakah implementasi metode demonstrasi membantu prestasi belajar fiqih bab wudhu siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur? AuMenurut saya, metode demonstrasi ini tentu sangat membantu prestasi belajar siswa, khususnya pada materi wudhu. Karena selama ini, ketika saya hanya menjelaskan lewat ceramah, banyak anak yang masih bingung. Mereka bisa menuliskan rukun wudhu di kertas, tapi ketika diminta praktik, ternyata masih salah urutan atau bahkan lupa Tapi dengan metode demonstrasi, saya bisa langsung memperlihatkan bagaimana cara berwudhu yang benar, lalu anak-anak menirukan. Jadi mereka belajar teori sekaligus Saya yakin pasti mereka akan lebih paham dan tidak cepat lupa. Saya percaya juga, kalau ini dilakukan prestasi belajar siswa pasti bagus. Selain itu, menurut saya metode demonstrasi juga membuat suasana kelas lebih hidup. Yang sebelumnya ketika proses belajar berlangsung siswa banyak yang tidak semangat tapi sekarang terlihat lebih semangat karena mereka tidak hanya duduk mendengarkan seperti sebelumnya, tapi juga mencoba sendiri. Dengan cara ini, mereka lebih aktif dan rasa ingin tahu mereka lebih tinggi. Anak yang biasanya pasif pun jadi ikut ketika diminta maju untuk mempraktikkan. Hal lain yang menurut saya penting juga adalah dengan metode demonstrasi ini, saya bisa langsung tahu kemampuan siswa secara nyata mana yang betul-betul paham dan mana yang belum. Kalau hanya lewat tes tertulis, saya tidak bisa memastikan apakah mereka sudah benar-benar paham cara wudhu apa tidak, karena bisa jadi mereka juga kan ninta jawaban dari temen sebangkunya. Tapi dengan praktik langsung, saya bisa menilai mana yang sudah bisa, mana yang masih perlu dibimbing. Jadi dari sisi penilaian, metode demonstrasi inisangat bagus untuk diterapkan pada pelajaran fiqih. Ay Dalam waktu yang bersamaan peneliti kemudian lanjut bertanya tentang bagaimana cara implementasi metode demonstrasi tethadap prestasi belajar fiqih bab wudhu siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur? AuSampai saat ini saya sendiri masih lebih sering menggunakan metode ceramah ketika mengajar fiqih, termasuk pada materi wudhu. Biasanya kalau saya menjelaskan rukun, syarat, dan tata cara wudhu di depan kelas secara lisan, kemudian siswa mencatat dan Memang cara ini bisa menyampaikan pengetahuan, tetapi saya sering melihat banyak siswa yang masih bingung ketika diminta mempraktikkan. Kalau berbicara tentang implementasi metode demonstrasi, sebenarnya saya melihat ini akan sangat membantu sekali. Dengan demonstrasi, saya bisa mencontohkan langsung tata cara wudhu, lalu siswa menirukan. Jadi mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tapi juga melihat praktik secara nyata. Setelah itu, siswa bisa latihan satu per satu dan saya bisa langsung memperbaiki kesalahan mereka. Menurut saya, ini akan membuat Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Metode Demonstrasi Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Bab Wudhu Siswa Kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur pemahaman siswa lebih baik dan hasil belajarnya juga meningkat. Tapi sejujurnya metode ini belum saya terapkan secara maksimal. Mungkin karena sudah terbiasa menggunakan ceramah dari tahun ke tahun, sehingga belum sempat mencoba cara demonstrasi ini. Ay Dari penjelasan guru kelas di atas, peneliti melihat bahwa metode demonstrasi sebenarnya belum pernah diterapkan secara maksimal dalam pembelajaran fiqih, khususnya bab wudhu. Selama ini guru masih lebih banyak menggunakan metode ceramah. Namun, guru menyadari bahwa demonstrasi sangat berpotensi meningkatkan pemahaman siswa, terutama dalam aspek praktik, sehingga bisa berdampak positif pada prestasi belajar mereka. Setelah melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan juga guru fiqih, disini peneliti mewawancarai beberpapa siswa juga karena tidak lengkap rasanya melakukan penelitian ini kalau peneliti hanya mewawancarai kepala sekolah dan guru kelas, dengan pertanyaan yang sama peneliti ajukan kepada siswa. Pada kesempatan ini peneliti mewawancarai M. Iqbal Al Khaliqi pada tanggal 25 selaku siswa kelas VII sekaligus menjadi ketua kelas. Apakah implementasi metode demonstrasi membantu prestasi belajar fiqih bab wudhu siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur? AuKalau menurut saya, belajar fiqih dengan metode demonstrasi ini lebih gampang Karena menurut saya pribadi lebh suka belajar dengan cara dicontohkan langsung, contohnya seperti tata cara wudhu, mulai dari niat sampai selesai. Setelah itu, saya bisa mencoba satu per satu dan kalau ada yang salah, guru langsung memperbaiki. Jadi saya tidak hanya belajar mendengar teori saja, tapi juga ikut praktik. Dengan cara seperti itu, saya jadi lebih mudah mengingat tata cara wudhu yang benar. Tidak seperti kalau hanya di beri teori dengan cara ceramah. Saya mencatat di buku tapi masih bingung saat praktik. Kalau pakai demonstrasi, saya lebih lebih cepat paham. Menurut saya, metode ini pasti sangat membantu prestasi belajar. Karena saya jadi bisa menjawab soal teori dengan baik, dan saat ujian praktik wudhu saya juga lebih percaya Selain itu, suasana belajarnya juga lebih seru dan tidak membosankan. Jadi bukan hanya nilai yang bagus, tapi juga kemampuan saya dalam beribadah sehari-hari jadi lebih baik. Ay Selanjutnya peneliti bertanya tentnag bagaimana cara implementasi demonstrasi tethadap prestasi belajar fiqih bab wudhu siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur? AuMenurut saya, belajar dengan metode demonstrasi lebih enak, soalnya saya bisa lihat langsung bagaimana guru mempraktikkan wudhu yang benar. Dan jujur saja kalau hanya dijelaskan lewat ceramah, saya suka bingung. Kalau guru mencontohkan, misalnya mulai dari awal sampai akhir jadi lebih jelas. Setelah itu saya bisa coba satu-satu dengan teman-teman yang lain , jadi lebih gampang Kalau salah, guru juga langsung memperbaiki. Jadi saya dan temanJurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Metode Demonstrasi Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Bab Wudhu Siswa Kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur teman yang lain tidak hanya tahu teorinya, tapi bisa mempraktikkan juga. Menurut saya cara ini juga bisa bikin nilai fiqih aku jadi lebih bagus, karena kalau ujian teori saya yakin bisa menjawab, dan kalau praktik wudhu juga bisa lebih percaya diri. Selain itu, suasana belajarnya lebih seru karena saya bisa ikut bergerak, bukan hanya duduk dengar penjelasan. Ay Dari pendapat kedua siswa di atas, peneliti menyimpulkan bahwa metode demonstrasi sangat membantu mereka dalam memahami materi wudhu. Siswa merasa lebih mudah mengingat urutan, lebih percaya diri saat praktik, serta lebih semangat belajar karena suasana kelas menjadi lebih aktif. Dengan demikian, demonstrasi berpengaruh positif terhadap peningkatan prestasi belajar fiqih, baik teori maupun praktik Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa implementasi metode demonstrasi terbukti membantu siswa memahami konsep dasar wudhu, seperti pengertian, syarat sah, rukun, dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan teoritis sebelum memperagakan, sehingga siswa tidak hanya meniru gerakan tetapi juga memahami maknanya. Metode demonstrasi juga memberikan peluang kepada siswa untuk memahami teori dan praktik secara bersamaan. Pada tahap awal, guru menjelaskan pengertian, syarat sah, rukun, dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Hal ini menjadi penting, karena jika siswa hanya diberi contoh tanpa penjelasan, mereka berisiko menganggap wudhu sekadar rutinitas mencuci anggota tubuh tanpa memahami makna ibadah di baliknya. Setelah guru memperagakan wudhu, siswa diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung. Proses ini menjadi inti dari metode demonstrasi karena pada tahap inilah siswa tidak hanya menjadi pendengar atau pengamat, tetapi sekaligus pelaku pembelajaran. Guru membimbing satu per satu siswa, memperhatikan dengan seksama setiap gerakan yang dilakukan. Jika terdapat kesalahan, guru segera memberikan koreksi, misalnya ada bagian tubuh yang tidak terkena air, atau urutan membasuh anggota wudhu yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat. Bimbingan yang dilakukan guru bersifat langsung dan personal. Artinya, setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk diuji keterampilannya, bukan hanya bergantung pada pemahaman teori. Dengan adanya praktik langsung dan bimbingan guru, siswa bukan hanya mampu memahami teori wudhu, tetapi juga menguasai keterampilan teknis serta membiasakan diri untuk berperilaku disiplin dan bersih. Inilah yang menjadi bukti bahwa metode demonstrasi tidak hanya meningkatkan aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap siswa dalam beribadah. Selanjutnya guru melakukan evaluasi melalui tiga bentuk: praktik ulang, pertanyaan singkat, dan refleksi sikap. Pada tahap praktik ulang, siswa diminta kembali memperagakan tata cara wudhu sesuai urutan yang benar. Melalui kegiatan ini, guru dapat memastikan apakah keterampilan yang diperoleh siswa sudah benar-benar melekat dan dapat dilakukan secara mandiri tanpa arahan langsung. Evaluasi jenis ini sangat efektif karena berfokus pada aspek psikomotorik siswa, yaitu kemampuan melaksanakan ibadah wudhu secara nyata. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Metode Demonstrasi Terhadap Prestasi Belajar Fiqih Bab Wudhu Siswa Kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur Setelah itu, guru memberikan pertanyaan singkat seputar teori wudhu, seperti menyebutkan rukun, syarat sah, atau hal-hal yang membatalkan wudhu. Bentuk evaluasi ini menekankan pada aspek kognitif siswa, yakni sejauh mana mereka memahami konsep yang mendasari praktik ibadah tersebut. Dengan adanya pertanyaan singkat, guru dapat menilai apakah pemahaman siswa hanya sebatas gerakan atau benar-benar didukung oleh pengetahuan teoritis yang memadai. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas siswa mampu memperagakan wudhu dengan benar dan menjawab pertanyaan teoritis yang diberikan guru. Hal ini menjadi bukti bahwa metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka Implementasi metode demonstrasi dalam pembelajaran fiqih bab wudhu di MTs Al-MaAoarif Mujur Praya Timur dilakukan melalui beberapa langkah yang sistematis. Guru terlebih dahulu memberikan penjelasan singkat mengenai materi wudhu, kemudian memperagakan tata cara wudhu secara langsung di depan siswa, mulai dari niat hingga membasuh kaki sesuai urutan yang benar menurut syariat Islam. Setelah itu, siswa diberi kesempatan untuk menirukan gerakan tersebut secara bergantian, sementara guru memberikan arahan, koreksi, dan bimbingan terhadap kesalahan yang muncul. Proses ini menunjukkan bahwa pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru semata, melainkan memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa untuk terlibat aktif. Dengan melihat, meniru, dan mempraktikkan secara langsung, siswa lebih mudah memahami konsep sekaligus keterampilan yang diajarkan. Implementasi metode demonstrasi benar-benar membantu peningkatan prestasi belajar fiqih siswa kelas VII MTs Al-MaAoarif Mujur, khususnya dalam bab wudhu. Hal ini disebabkan karena metode ini menggabungkan penjelasan teori dengan praktik secara nyata. Jika sebelumnya metode ceramah hanya membuat siswa memahami konsep secara terbatas tanpa mampu menerapkannya, maka dengan demonstrasi siswa dapat melihat secara langsung, mempraktikkan sendiri, dan memperbaiki kesalahan dengan bimbingan guru. Keberhasilan metode demonstrasi terlihat dari perubahan positif yang dialami siswa. Dari aspek kognitif, siswa lebih mudah menjawab soal tentang syarat, rukun, dan tata cara wudhu karena pembelajaran didukung pengalaman praktik. Dari aspek afektif, siswa lebih termotivasi, antusias, dan tidak merasa bosan karena kegiatan belajar dilakukan secara Sedangkan dari aspek psikomotorik, siswa lebih percaya diri dalam melakukan wudhu dan terbiasa mempraktikkannya dengan benar. Hal ini membuktikan bahwa metode demonstrasi tidak hanya meningkatkan nilai akademik dalam bentuk teori, tetapi juga membentuk keterampilan ibadah yang sesuai syariat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi metode demonstrasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. REFERENSI