Jurnal Pendidikan West Science Vol. No. Januari 2026, pp. Peranan Potensi Intrapersonal Melalui Model Problem Based Learning Bermuatan Karakter Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Putri Juwita1. Tiflatul Husna2. Desniarti3. Sutarini4 Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah dan putrijuwita@umnaw. Article Info ABSTRAK Article history: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan potensi intrapersonal melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan karakter dalam meningkatkan kepercayaan diri Penelitian melibatkan 40 orang mahasiswa sebagai responden, dan data diperoleh melalui tiga instrumen utama, yaitu angket potensi intrapersonal, angket kepercayaan diri, dan lembar observasi penerapan model PBL bermuatan karakter. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Prosedur Penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Pelaksanaan dilakukan melalui pemberian pretest, perlakuan pada kelompok eksperimen, dan posttest pada kelompok eksperimen serta kontrol. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistika. Hasil penelitian ini. Hasil penelitian pada 40 mahasiswa PGSD semester IV menunjukkan potensi intrapersonal berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 4,07, kepercayaan diri mahasiswa juga tinggi dengan rata-rata 4,03, serta penerapan model PBL bermuatan karakter terlaksana dengan baik dengan rata-rata 4,04. Terdapat hubungan positif antara potensi intrapersonal, penerapan PBL, dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa, sehingga model ini layak dijadikan alternatif strategis dalam pengembangan karakter dan kompetensi pribadi mahasiswa. Received Jan, 2026 Revised Jan, 2026 Accepted Jan, 2026 Kata Kunci: Intrapersonal. Karakter Meningkatkan Kepercayaan Diri. PBL. Model Pembelajaran. Mahasiswa Keywords: Intrapersonal. Character Building. Self-Confidence. PBL. Learning Models. Students ABSTRACT This study aims to examine the role of intrapersonal potential through the application of a character-based Problem Based Learning (PBL) model in increasing students' self-confidence. The study involved 40 students as respondents, and data were obtained through three main instruments, namely an intrapersonal potential questionnaire, a selfconfidence questionnaire, and an observation sheet on the application of the character-based PBL model. The method used was a quantitative descriptive method with a one-group pretest-posttest design. The research procedure included the planning, implementation, and completion stages. The implementation was carried out through the administration of a pretest, treatment in the experimental group, and a posttest in the experimental and control groups. The data were then analyzed using statistical tests. The results of this study on 40 fourthsemester PGSD students showed that their intrapersonal potential was in the high category with an average of 4. 07, their self-confidence was also high with an average of 4. 03, and the implementation of the character-based PBL model was well carried out with an average of There was a positive relationship between intrapersonal potential. PBL implementation, and increased student self-confidence, making Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jpdws/index A 12 Jurnal Pendidikan West Science this model a viable strategic alternative in the development of students' character and personal competencies. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Putri Juwita Institution: Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muslim Nusantara Al-Wasliyah. Jln Garu II No. Medan. Sumatera Utara, 20147. Indonesia. Telp: 6282167538180 Email: putrijuwita@umnaw. PENDAHULUAN Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki. Hanya bangsa yang memiliki karakter kuat yang mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa yang bermartabat dan disegani oleh bangsa lain. Menurut (Arifudin,2. bahwa pendidikan dibutuhkan sebagai sarana pengembangan diri, karena pendidikan merupakan salah satu fondasi yang menentukan ketahanan dan kemajuan suatu bangsa. Jalur Pendidikan yang ada di Indonesia saat ini tersedia melalui jalur pendidikan formal, informal dan nonformal. Sekolah sebagai Lembaga pendidikan formal membutuhkan proses pembelajaran yang baik dan optimal. Berdasarkan hasil survey awal yang di lakukan oleh tim ahli Dosen Pkn dan BK beserta mahasiswa pembantu. Secara faktual data realistic 80% mahasiswa menunjukkan bahwa moralitas maupun karakter bangsa saat ini telah runtuh. runtuhnya moralitas dan karakter bangsa tersebut telah mengundang berbagai musibah dan bencana di negeri ini. Musibah dan bencana tersebut meluas pada ranah sosial- agama, hukum dan politik. Musibah sosial agama dapat diamati pada hilangnya etika kemanusiaan, sehingga penghormatan terhadap jabatan dianggap lebih penting dari pada menghormati pribadi sebagai manusia. goncangan hukum dan politik juga dapat di amati pada kasus korupsi. gelombang ekonomi juga bisa diamati dengan krisis ekonomi dengan segala kekayaan alam yang kita miliki namun masyarakat masih banyak yang miskin serta banjir bandang yang menerjang dunia Pendidikan berupa tawuran pelajar antar, kecurangan ketika ujian, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan sebagainya. Ini semua tak terlepas dari peranan orang tua, kebanyakan orang tua tanggung jawabnya pada sekolah, sedangkan mereka hanya mencari uang untuk membiayai Padahal awal terbentuknya karakter anak adalah dalam keluarga yaitu dengan bimbingan orang tua. Sehingga kita mengenal sebuah ungkapan Bahasa Arab Aual ummu madrosatul ulaAy ibu adalah tempat pendidikan pertama. Jadi bimbingan orang tua itu dibutuhkan dalam membentuk karakter anak, agar anak memiliki pondasi karakter yang baik dan kokoh karena sudah tertanam sejak dini. Tetapi kenyataannya mereka lalai bahkan lupa dengan berbagai faktor seperti sibuk bekerja, kurangnya komunikasi keluarga, kurangnya pengetahuan orang tua dalam mendidik anak, sehingga kurang memperhatikan bagaimana karakter anak yang sesungguhnya. Pendidikan karakter berasal dari dua kata pendidikan dan karakter, menurut beberapa ahli, kata pendidikan mempunyai definisi yang berbeda-beda tergantung pada sudut pandang, paradigma, metodologi dan disiplin keilmuan yang digunakan. Menurut D. Rimba sebagaimana Vol. No. Januari 2026, pp. A 13 Jurnal Pendidikan West Science dikutip (Ulfah, 2. bahwa pendidikan adalah AuBimbingan atau pembinaan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan Jasmani dan Rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utuh. Ada pula yang mendefinisikan pendidikan seba ai proses dimana sebuah bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan, dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien (Sinurat, 2. bagaimana seluruh masyarakat bisa memanfaatkan peluang pendidikan dan bagaimana pendidikan bisa menyiapkan peserta didik dalam hal kemampuan dan skill yang siap untuk bersaing di dunia kerja. Komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan secara verbal maupun nonverbal antara dua orang atau lebih yang saling memengaruhi (Devito,2. Menggali potensi diri artinya kita mencoba mendalami karakter kita dan mengetahui kelemahan serta kelebihan diri, sehingga kita yakin pada diri sendiri untuk mampu melakukan sesuatu hal yang bermanfaat, terlebih jika kita memiliki pendidikan yang tinggi, maka sudah selayaknya kita menjadi sumber daya yang benarbenar bermanfaat dan mampu memberi kontribusi maksimal untuk diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara (Apriyanti, 2023 ). Masyarakat yang cerdas akan melakukan Analisa diri sendiri, adalah Langkah awal bahwa kita berusaha menjadi SDM yang baik sehingga kita dapat menjadi pribadi yang handal, dapat diandalkan melalui kinerja kita yang selalu mampu produktivitas kerja Menurut Zulfa sebagaimana di kutip dalam ( Ramadhani, 2. Masalah besar yang sedang dihadapi bangsa kita adalah masalah pendidikan. pada hakikatnya mengajar tidak hanya sekadar menyampaikan materi pembelajaran, tetapi di maknai juga sebagai proses pembentukan karakter. Konsep Ki Hadjar Dewantara tentang AoAo Ing Ngarso Sub Tuladha. Ing madya Mangun Karsa. Tut Wuri Handayani AoAo, yang artinya di awal memberikan teladan di Tengah memberikan semangat dan di akhir memberikan dorongan, yang dapat di aktualisasikan dalam pembelajaran untuk membentuk karakter peserta didik ( Suyadi ,2015 . ) maka perlunya melakukan perbaikan strategi pembelajaran dengan menggunakan Problem Based Learning berfokus pada penyajian suatu permasalahan . yata atau simulas. kepada siswa, kemudian siswa diminta mencari pemecahannya melalui serangkaian penelitian dan investigasi berdasarkan teori, konsep prinsip yang dipelajarinya dari berbagai ilmu. melalui model pembelajaran Problem Based Learning bermuatan karakter ini banyak mengandung nilaiAenilai Pancasila yang di butuhkan dalam mengembangkan karakter peserta didik yang di awali dengan mengali potensi intrapersonal. Berdasarkan latar belakang di atas, bahwa sangat penting melakukan penelitian terkait dengan menggali potensi intrapersonal melalui model problem based learning bermuatan karakter untuk menghasilkan data yang valid berkaitan dengan masalah yang diteliti. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini adalah "One Groups Pretest-Posttest Design", yaitu desain penelitian yang terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan. Dengan demikian dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan diadakan sebelum diberi perlakuan (Sugiyono, 2001: . Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara purposive sampling. Adapun pola desain penelitian yakni: 1 Kelompok Pretest Kelompok Eksperimen Pretest ycC1 Perlakuan ycU1 Posttest ycC3 Vol. No. Januari 2026, pp. A 14 Jurnal Pendidikan West Science Kontrol ycC2 ycU2 ycC4 ycU1 = Perlakuan dengan model PBL Ket: ycU2 = Perlakuan secara konvensional ycC1 = Pretest eksperimen ycC2 = Pretest kontrol ycC3 = Posttest eksperimen ycC4 = Posttest kontrol 2 Prosedur Penelitian Tahap Perencanaan Menentukan jadwal dan perencanaan penelitian Tahap Pelaksanaan Setelah pemberian tes awal . perlakuan,pada kelompok eksperimen. Tahap selanjutnya yaitu pemberian tes akhir yaitu . yang berkaitan potensi intrapesonal antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Tahap Penyelesaian Mengolah dan menganalisis data hasil pretest dan posttest dengan menggunakan uji statistika HASIL DAN PEMBAHASAN Data yang didiskripsikan ini peranan potensi intrapersonal melalui model problem based learning bermuatan karakter dalam meningkatkan kepercaan diri Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah T. P 2023-2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan potensi intrapersonal dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang bermuatan karakter. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Peningkatan kepercayaan diri mahasiswa menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran Problem Based Learning dengan integrasi nilai karakter mampu mendorong perubahan afektif yang Hal ini konsisten dengan teori bahwa PBL mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah nyata yang memicu rasa percaya diri. Nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, jujur, percaya diri, dan pantang menyerah diperkuat melalui studi kasus dan proyek kelompok. Mahasiswa didorong untuk mengelola emosi, membuat keputusan, dan bertanggung jawab terhadap solusi yang mereka bangun. Selain itu, potensi intrapersonal . eperti kesadaran diri dan motivasi interna. berperan penting dalam mendorong partisipasi aktif mahasiswa selama proses belajar. Mahasiswa yang lebih mengenal dirinya memiliki kontrol yang lebih baik terhadap strategi belajar dan percaya diri dalam menghadapi tantangan. Berdasarkan data di atas dapat di simpulkan bahawa Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan potensi intrapersonal melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan karakter dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Penelitian melibatkan 40 orang mahasiswa sebagai responden, dan data diperoleh melalui tiga instrumen utama, yaitu angket potensi intrapersonal, angket kepercayaan diri, dan lembar observasi penerapan model PBL bermuatan karakter. Vol. No. Januari 2026, pp. A 15 Jurnal Pendidikan West Science 1 Potensi Intrapersonal Mahasiswa Potensi intrapersonal merupakan kemampuan individu untuk mengenal diri sendiri secara mendalam, termasuk pemahaman terhadap kekuatan dan kelemahan, pengelolaan emosi, refleksi diri, serta motivasi internal. Melalui 8 butir pertanyaan angket, mahasiswa diminta menilai kemampuan tersebut dalam diri mereka masing-masing. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor potensi intrapersonal mahasiswa adalah 4,07 dari skala maksimum 5. Dengan demikian, tingkat pencapaian berada pada kategori tinggi . ,4%). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa dalam penelitian ini telah memiliki kemampuan yang baik dalam mengenal dan mengelola dirinya, termasuk dalam hal membuat keputusan yang mandiri, mengevaluasi diri, serta memotivasi diri dalam menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. 2 Kepercayaan Diri Mahasiswa Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran aktif dan Mahasiswa yang percaya diri umumnya lebih berani mengungkapkan pendapat, aktif bertanya, serta tidak mudah ragu dalam mengambil keputusan atau menerima tantangan. Dari hasil pengisian angket kepercayaan diri yang terdiri dari 8 item, diperoleh rata-rata skor sebesar 4,03, atau 80,7%, yang juga berada pada kategori tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang baik. Mereka cenderung mampu mengemukakan ide, berinteraksi secara positif dengan rekan-rekannya, dan memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri dalam menyelesaikan masalah yang diberikan dalam 3 Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Bermuatan Karakter Model Problem Based Learning bermuatan karakter dirancang untuk melibatkan mahasiswa dalam proses penyelesaian masalah nyata yang dikaitkan dengan nilai-nilai karakter, seperti tanggung jawab, jujur, kerja sama, dan percaya diri. Melalui observasi terhadap proses pelaksanaan pembelajaran, peneliti mengevaluasi keterlibatan mahasiswa berdasarkan 8 indikator. Hasil observasi menunjukkan bahwa rata-rata skor penerapan PBL adalah 4,04 atau 80,8%, yang berarti pelaksanaan model pembelajaran ini berjalan dengan baik dan efektif. Mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi, mampu mengidentifikasi dan merumuskan masalah, serta menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai karakter dalam kegiatan kelompok dan penyampaian solusi. 4 Hubungan antara Potensi Intrapersonal. PBL, dan Kepercayaan Diri Berdasarkan data yang diperoleh, terlihat adanya keterkaitan antara ketiga variabel yang Mahasiswa dengan potensi intrapersonal yang baik cenderung memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini diperkuat oleh pendekatan pembelajaran Problem Based Learning yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, refleksi, dan kerja kolaboratif. Model PBL memungkinkan mahasiswa untuk mengalami proses belajar yang menantang dan bermakna, yang pada gilirannya memberi ruang bagi tumbuhnya kesadaran diri dan rasa percaya diri. Nilai-nilai karakter yang terintegrasi dalam proses pembelajaran memberikan landasan moral dan sosial yang mendukung perkembangan intrapersonal dan interpersonal mahasiswa. Vol. No. Januari 2026, pp. A 16 Jurnal Pendidikan West Science 5 Implikasi Penelitian Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa integrasi potensi intrapersonal dan pendekatan PBL bermuatan karakter dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Oleh karena itu, pendekatan ini dapat diterapkan secara lebih luas dalam berbagai mata kuliah, terutama yang membutuhkan kerja sama, penyelesaian masalah, dan penguatan karakter peserta didik. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan potensi intrapersonal melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) bermuatan karakter dalam meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Penelitian melibatkan 40 orang mahasiswa sebagai responden, dan data diperoleh melalui tiga instrumen utama, yaitu angket potensi intrapersonal, angket kepercayaan diri, dan lembar observasi penerapan model PBL bermuatan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Semester 4 V di Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah dalam meningkatkan Potensi Intrapersonal Melalui Model Problem Based Learning Bermuatan Karakter dan Kepercaan Diri Penelitian dilaksanakan dengan prosedur deskriptif kuantitaif. Teknik pengumpul data menggunakan teknik tes. Hasil penelitian diketahui bahawa kemampuan mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Guru 40 responden, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa memiliki potensi intrapersonal yang tinggi . ata-rata 4,. ,Tingkat kepercayaan diri mahasiswa juga tinggi . ata-rata 4,. ,Model PBL bermuatan karakter berhasil diterapkan dengan baik . ata-rata 4,. ,Terdapat hubungan positif antara potensi intrapersonal, penerapan PBL, dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa. Dengan demikian, model pembelajaran ini layak dijadikan alternatif strategis dalam pengembangan karakter dan kompetensi pribadi mahasiswa. SARAN