Pendidikan Guru 2024 Literasi Kita Indonesia Volume 5 Nomor 2 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP PRETASI BELAJAR SISWA Harisul Wahyi A. Fakar Manajemen Pendidikan Islam. IAIN Curup Muhammadharisul221@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar Gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaian akademik siswa. Berbagai pendekatan gaya mengajar, seperti gaya interaktif, diskusi, dan ceramah, memiliki dampak yang berbeda terhadap motivasi dan hasil belajar Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya mengajar yang lebih variatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa berkontribusi positif terhadap peningkatan prestasi belajar. Sebaliknya, gaya mengajar yang monoton atau kurang fleksibel dapat menurunkan minat belajar siswa dan berdampak negatif pada prestasi mereka. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan pedagogis guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah. Kata Kunci : Gaya Mengajar. Guru. Siswa Abstract This research aims to analyze the influence of teachers' teaching styles on student learning A teacher's teaching style is an important factor that can influence the quality of learning and student academic achievement. Various teaching style approaches, such as interactive, discussion, and lecture styles, have different impacts on student motivation and learning outcomes. This research shows that a teaching style that is more varied, interactive, and in line with student needs contributes positively to increasing learning achievement. On the other hand, a monotonous or less flexible teaching style can reduce students' interest in learning and have a negative impact on their achievement. The results of this research confirm the importance of developing teachers' pedagogical abilities to increase the effectiveness of learning in schools. Keywords: Teaching Style. Teacher. Students Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X PENDAHULUAN Prestasi belajar merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dalam dunia pendidikan. Prestasi belajar yang Bagus menunjukkan keberhasilan pembelajaran dan sebaliknya prestasi belajar yang Buruk menunjukkan bahwa tujuan belajar yang dicapai dalam kegiatan pembelajaran belum terlaksana. Menurut Djamarah, . proses pembelajaran adalah proses yang dengan sengaja diciptakan untuk kepentingan anak didik yang melibatkan jiwa dan raga oleh karenanya sebagai hasil dari proses belajar tersebut adalah perubahan jiwa yang mempengaruhi tingkah laku 1 . Kemampuan guru untuk meningkatkan prestasi siswa dalam penguasaan materi yang disampaikan tentunya akan berpengaruh pada tingkat pemahaman siswa. Guru yang mempunya kualitas akan menghasilkan siswa yang bermutu. Guru merupakan salah satu sumber daya manusia didalam dunia pendidikan. Sehingga guru mem punyai peran penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru dalam mengelola kelas beperan sebagai pelatih, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, peserta, perencana, pelatih, motivator dan fasilitator merupakan peran dan juga keahlian guru dalam proses pembelajaran 2. Peran guru dalam memaksimalkan tugasnya dalam proses belajar mengajar dengan cara mengajar yang efektif. Mengajar adalah hal yang kompleks dan karena murid-murid itu bervariasi, maka tida ada cara tunggal untuk mengajar yang efektif untuk semua Guru harus menguasai beragam persfektif dan strategi, dan harus bisa mengaplikasikannya secara Hal ini membutuhkan pengetahuan dan keahlian profesional, serta komitmen dan motivasi guru agar dapat menigkatkan hasil dari prestasi belajar siswa. Kajian Teoritis Pengaruh Gaya Mengajar Ada banyak yang dapat mempengaruhi pretasi belajar siswa diantara nya cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dalam kelas, keterampilan guru dalam mengajar dan menjelaskan materi. Menurut Ernata . , guru memang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan proses belajar siswa, karena guru menjadi sosok yang diteladani sebagai mediator dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. Macam Macam Gaya Mengajar Gaya mengajar yang perlu diterapkan proses belajar mengajar sebaiknya bersifat variatif, inovatif, serta mudah diterima oleh siswa, dan pada setiap guru memiliki perbedaan cara dalam menyampaikan materi sehingga gaya mengajar guru dalam penyampaian materi terbagi menjadi empat macam, menurut Ali . bahwa gaya 88 1 Hasibuan. AuPengaruh Gaya Mengajar Guru Dan Gaya Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas X SMA Advent DKI Jakarta Dan SEekitarnya. Ay 2 Sukandi and Susilawati. AuPengaruh Gaya Mengajar Guru Dan Sikap Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Ay 3 Rowikarim. AuMengajar Yang Efektif Menjadi Penentu Kualitas Seorang Guru. Ay Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X mengajar guru itu dibedakan kedalam empat macam yaitu gaya mengajar klasik, gaya mengajar teknologis, gaya mengajar personalisasi, gaya mengajar interaksional 4 . METODE Pada penelitian ini penulis menggunakan metode pustakaan sebgaia rujukan dalam menganalisis informasi yag ada. Penulis menggunakan literatur untuk menghasilkan kesimpulan berdasarkan media ilmiah yang relevan. Metode ini menggunakan analisis data, evaluasi, dan menghimpun data dari sumber literatur yang relevan terhadap judul yang diambil. Penelitian ini mengambil literatur yang sifatnya primer dan skunder, merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung. Data yang diperoleh didapat dari literatur yang dihimpin atau dikumpulkan dari jurnal, artikel maupun sumber lain yang relevan. Menggunakan metode ini akan membantu memahami bagaimana pengaruh dari cara mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa. Setiap guru mempunyai gaya yang berbeda dalam mengajar tentunya akan memiliki dampak terhadap pembelajaran karena setiap siswa mempunyai cara yang berbeda untuk memahami maka dari itu menggunakan metode ini akan sangat membantu dalam mengetahui gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar dan menemukan metode belajar yang efektif terhadap prestasi belajar siswa, maka metode ini akan menjadi rujukan dalam menyusun artikel ini. Hasil Dan Pembahasan Berdasarkan hasil observasi dan kajian berdasarkan refrensi serta literatur yang menjadi rujukan dalam penelitian ini, gaya mengajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap prestasi belajar siswa Yang mana ini berarti guru memegang peran yang sangat krusial dalam suatu kegiatan, lembaga dan proses yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran. Guru mengajar dengan variasi atau gaya yang itu-itu saja membuat siswa akan merasa jenuh, bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Guru yang progresif harus berani mencoba berbagai variasi atau gaya mengajar yang baru, yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Gaya mengajar guru dalam proses belajar mengajar akan menjadi pusat perhatian siswa, di mana hal ini akan menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Siswa akan melihat dan memperhatikan semua tingkah laku guru, baik saat guru berbicara, melakukan kontak pandang, perpindahan posisi, maupun gerakan-gerakan anggota badan. Hal ini karena siswa menganggap bahwa guru adalah teladan yang baik. Dengan demikian, siswa akan menanggapi atau mempersepsi tentang gaya mengajar yang digunakan guru, apakah menarik atau tidak menarik baginya sehingga akan mempengaruhi motivasi dan prestasibelajarnya. 4 Rahmiati and Nuraulia. AuAnalisis Variasi Gaya Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah. Ay Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Pengaruh gaya mengajar terhadap keberhasilan prestasi belajar siswa Ada banyak yang dapat mempengaruhi pretasi belajar siswa diantara nya cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dalam kelas, keterampilan guru dalam mengajar dan menjelaskan materi. Menurut Ernata . , guru memang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan proses belajar siswa, karena guru menjadi sosok yang diteladani sebagai mediator dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa. Terkait dengan fungsinya sebagai pengajar, pendidik dan pembimbing, maka diperlukan berbagai peranan dari guru yang senantiasa menggambarkan pola tingkah laku yang diharapkan dalam berbagai interaksinya dapat memotivasi siswa untuk terus belajar 5. Pendidik harus memiliki pilihan untuk menyesuaikan gaya mengajar dengan keadaan siswa, agar siswa dalam belajar lebih mudah menangkap apa yang dijelaskan oleh guru. Guru juga harus belajar melalui penggunaan media pembelajaran atau melalui teknik pembelajaran yang menarik, sehingga siswa dapat lebih memahami secara efektif apa yang sedang dipelajari. Penelitian tedahulu juga dilakukan oleh (Azka, 2. yang mengungkapkan motivasi berprestasi dan gaya mengajar guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Dari beberapa pendapat di atas disimpulkan bahwa motivasi berprestasi dan gaya mengajar guru berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Gaya mengajar guru merupakan cara yang digunakan guru dalam mengajar baik cara memotivasi siswanya, mengola kelas, penggunaan bahasa verbal maupun non verbal. Guru sebagai sumber daya manusia dalam pendidikan mempunyai pengaruh yang sangat besar sebagai monitor penggerak siswa di dalam kelas. Perbedaan gaya mengajar pada seorang tenaga pendidik maka akan membuat perbedaan juga motivasi para siswa dalam mengikuti pembelaja ran. Kinerja seorang guru dalam pengembangan pribadi siswa harus dimulai dari dirinya sendiri. Dengan keunikan karakteristik yang sesuai dengan posisinya sebagai guru seharusnya dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi siswanya, dapat membangkitkan motivasi belajar pada siswa, menumbuhkan kreativitas belajar siswa sehingga prestasi belajar dapat tercapai dengan sangat baik 6 . Macam-macam gaya mengajar guru Guru mengajar dengan variasi atau gaya yang itu-itu saja membuat siswa akan merasa jenuh, bosan, mengantuk, pasif dan hanya mencatat saja. Guru yang progresif harus berani mencoba berbagai variasi atau gaya mengajar yang baru, yang dapat membantu meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar agar siswa dapat belajar dengan baik, maka variasi atau 5 Cahya. AuPengaruh Gaya Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas 3 SDN Ngebruk 01 Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Ay 6 Sukandi and Susilawati. AuPengaruh Gaya Mengajar Guru Dan Sikap Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Ay Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X gaya mengajar harus diusahakan yang setepat, efisien dan seefektif mungkin . itu gaya mengajar guru harus disesuaikan dengan gaya belajar siswa agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dari beberapa pendapat para ahli diartikan bahwa dalam gaya mengajar guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar. Oleh sebab itu, guru harus dapat selalu meningkatkan variasi gaya mengajar agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan siswa tidak bosan, sehingga siswa lebih semangat dan giat dalam belajar. Dengan begitu prestasi siswa dalam belajar akan semakin tinggi 7. Variasi gaya mengajar guru juga dapat dilakukan dengan menarik dan mempertahankan minat dan semangat siswa dalam belajar. Adapun macam-macam gaya mengajar guru menurut (Toenlio, 2. dapat penulis sampaikan sebagai Penggunaan variasi atau gaya suara Dalam penggunaan variasi atau gaya suara ini seorang guru harus dapat mengadakan perubahan nada suarua yang keras menjadi lemah, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat berubah menjadi lambat, dari suara gembira menjadi suara sedih atau pada saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu. Pemusatan perhatian dan Kesenyapan Guru harus bisa memusatkan perhatiannya dalam hal yang dianggap penting kepada Dengan adanya kesenyapan yang tiba-tiba dan disengaja selagi guru menerangkan sesuatu, maka hal ini merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian karena pengubahan stimulus dari adanya suara ke keadaan tenang atau dari keadaan kesibukan ke kegiatan lalu dihentikan, akan dapat menarik perhatian, sebab siswa ingin tahu ada apa yang terjadi. Mengadakan kontak pandang Dalam mengadakan kontak pandang sebaik seorang guru pandangan nya menjelajahi seluruh kelas dan melihat kepada mata siswa untuk menunjukkan hubungan yang intim kepada mereka, karena kontak pandang dapat digunakan untuk menyampaikan Gerakan badan dan mimik dan Pergantian posisi guru dalam kelas Variasi atau gaya dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan badan adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi. Pergantian posisi guru dalam kelas dapat digunakan untuk memper tahankan perhatian siswa agar siswa dapat 7 Aulia and Susanti. AuPengaruh Motivasi Berprestasi Dan Gaya Mengajar Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ekonomi. Ay Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Gaya mengajar yang perlu diterapkan proses belajar mengajar sebaiknya bersifat variatif, inovatif, serta mudah diterima oleh siswa, dan pada setiap guru memiliki perbedaan cara dalam menyampaikan materi sehingga gaya mengajar guru dalam penyampaian materi terbagi menjadi empat macam, menurut Ali . bahwa gaya 88 mengajar guru itu dibedakan kedalam empat macam yaitu gaya mengajar klasik, gaya mengajar teknologis, gaya mengajar personalisasi, gaya mengajar interaksional8 . Gaya Mengajar klasik Cara mengajar guru dengan gaya mengajar klasik biasanya masih menekankan pada konsep bahwa cara mengajar ini sebagai satu-satunya cara belajar dengan berbagai konsekuensi yang diterimanya. Guru masih sering mendominasi kelas tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran sehingga akan menghambat perkembangan siswa. Gaya mengajar klasikal tidak sepenuhnya salah, hal ini tergantung dengan kondisi kelas yang dihadapi oleh guru dan mengharuskan guru tersebut untuk memilih gaya belajar ini. Ketika guru mengajar dalam kondisi kelas di mana jumlah siswanya sangat banyak dan mayoritas pasif, biasanya gaya mengajar ini yang dipilih. Dalam pembelajaran ini, peran guru sangat dominan. Meskipun demikian, saran untuk guru dalam mengajar tetap diharapkan untuk dapat melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar 9. Gaya Mengajar Teknologis Gaya mengajar teknologis adalah cara guru dalam menyampaikan pengetahuan dengan memfokuskan kompetensi siswa secara individual. Oleh karena itu bahan pelajaran yang disampaikan disesuaikan dengan tingkat kesiapan dan pengetahuan Bahan pelajaran pada gaya mengajar teknologis disusun oleh ahlinya masingmasing. Guru dengan gaya mengajar teknologis menerapkan penggunaan perangkat atau media dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran siswa dapat merespon bahan pelajaran yang diberikan secara konkret. Dalam gaya mengajar teknologis, beberapa peran yang dipegang guru adalah sebagai pemandu . , pengarah . , atau pemberi kemudahan . , dalam belajar, karena pelajaran sudah diprogram sedemikian rupa dalam perangkat, baik lunak . maupun keras . Gaya mengajar ini ditemukan dengan berlandaskan pada aliran teknololgis yang menganggap bahwa pendidikan merupakan cabang terpenting dari teknologi Penggunaan teknologi dalam pendidikan digunakan sebagai cara alat untuk mengirimkan agar anak dapat mencapai tujuan pendidikan. Untuk itu digunakanlah perangkat baik hardware . eperti mesin, televisi, dan sebagainy. ataupun software . eperti programa, modul, dan sebagainy. Beberapa perangkat 8 Rahmiati and Nuraulia. AuAnalisis Variasi Gaya Mengajar Guru Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah. Ay 9 Busthomi. AuMetode Dan Gaya Mengajar Yang Relevan Dengan Pendidikan Agama Islam. Ay Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X tersebut difungsikan sebagai guru. Dengan demikian guru bukan lagi dipandang sebagai elemen pusat dalam pengajaran dan proses belajar siswa. Jadi dapat dipahami bahwa, gaya mengajar teknologis merupakan cara guru dalam mengajar dengan menggunakan teknologi sebagai media dalam penyampaian bahan Teknologi dalam hal ini yang dimaksud adalah sejumlah perangkat atau media sebagai alat bantu dalam penyampaian bahan pengajaran kepada siswa. Diantara contoh teknologi yang dapat digunakan adalah mesin, televisi, modul dan Dengan bantuan perangkat atau media, siswa dapat merespon bahan pelajaran yang diberikan. Dalam penggunaan teknologi, guru harus tetap menyesuaikan dengan tingkat kesiapan siswa . Gaya Mengajar Personalisasi Pembelajaran personalisasi didasarkan pengalaman atas dan minat, minat, perkembangan mental peserta didik. Dominasi pembelajaran ada ditangan peserta Gaya mengajar guru menjadi salah satu kunci keberhasilan siswa. Pada dasarnya guru mengajar bukan untuk memandaikan siswa semata, akan tetapi juga memandaikan pada dirinya. Guru yang mempunyai prinsip seperti ini, ia akan selalu meningkatkan belajarnya dan juga memandang anak didiknya seperti dirinya sendiri. Guru tidak bisa memaksa peserta didiknya untuk menjadi sama dengan gurunya, karena ia mempunyai minat, bakat dan kecenderungan masing-masing. Menurut Ali . 0: . AuPengajaran personalisasi dilakukan berdasarkan atas minat, pengalaman, dan pola perkembangan mental siswaAy. Hal ini karena setiap siswa mempunyai minat, bakat, dan kecenderungan masing-masing yang tidak dapat dipaksakan oleh Siswa harus dipandang sebagai seorang pribadi yang mempunyai potensi untuk Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan untuk memposisikan dirinya sebagai mitra belajar siswa dengan memberikan bantuan atas perkembangan siswa dalam berbagai aspek. Menurut Thoifuri . 3: . ciri-ciri gaya mengajar personalisasi yaitu: Bahan pelajaran: disusun secara situasional sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa secara individual. Proses penyampaian materi: menyampaikan sesuai dengan perkembangan mental, emosional, dan kecerdasan siswa. Peran siswa: dominan dan dipandang sebagai pribadi. Peran guru: membantu menuntun perkembangan siswa melalui pengalaman belajar, menjadi psikolog, menguasai metode pengajaran dan sebagai nara sumber. Gaya Mengajar Interaksional Kehidupan manusia . disamping sebagai makhluk individu juga makhluk Sebagai makhluk sosial, ia hendaknya melakukan interaksi sosial dengan 10 Safari. Jaenudin, and Koryati. AuAnalisa Gaya Mengajar Guru Ekonomi Di SMA Negeri Se-Kecamatan Lahat. Ay Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X berbagai problematika yang harus dihadapi. Siswa dihadapkan pada suatu realitas yang beraneka ragam. Oleh karenanya, dalam pembelajaran ia diberi kesempatan luas untuk memilih program studi yang sesuai dengan program studi yang sesuai dengan masyarakat kekinian. Siswa juga dilibatkan dalam pembentukan interaksi sosial yang mengharuskan ia mampu belajar secara mandiri. Peranan guru dan siswa di sini sama-sama dominan. Guru dan siswa berupaya untuk memodifikasi berbagai ide atau ilmu pengetahuan yang dipelajari untuk mencari bentuk baru berdasarkan kajian yang bersifat radikal. Guru dalam hal ini menciptakan iklim saling ketergantungan dan timbulnya dialog antar siswa. siswa belajar melalui hubungan dialogis. Dia mengemukakan pandangannya tentang realita, juga mendengarkan pandangan siswa lain 11 . Dengan demikian dapat ditemukan pandangan baru hasil pertukaran pikiran tentang apa yang Adapun isi pelajaran difokuskan kepada masalah-masalah yang berkenaan dengan sosio-kultural terutama yang bersifat kontemporer12 . Menurut Thoifuri . 3: 86-. ciri-ciri gaya mengajar interaksionis yaitu: Bahan pelajaran: berupa masalah-masalah situasional yang terkait dengan sosio kultural dan kontemporer. Proses penyampaian materi: menyampaikan dengan dua arah, dialogis, tanya jawab guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Peran siswa: dominan, mengemukakan pandangannya tentang realita, mendengarkan pendapat temannya, memodifikasi berbagai ide untuk mencari bentuk baru yang lebih tajam dan valid. Peran guru: dominan, menciptakan iklim belajar saling ketergantungan, dan bersama siswa memodifikasi berbagai ide atau pengetahuan untuk mencari bentuk baru yang lebih tajam dan valid. Dari berbagai pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa menjadi Guru yang baik tidak mudah, karena kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan materi pelajaran kepada murid-murid kita, serta kewajiban kita selanjutnya adalah membuat mereka memahami tujuan pembelajaran tadi agar mereka lebih cepat memahaminya. respon murid terhadap pelajaran tentu berbeda-beda, oleh karena itu kita harus menggunakan metode belajar yang lebih baru dan modern agar murid-murid betah karena gurunya melakukan cara mengajar yang baik. Apapun gaya mengajar mengajar yang digunakan oleh seorang guru hendaknya sesuai dengan tujuan pembelajaran agar dapat menunjang proses belajar siswa dan mendapatkan hasil yang optimal. 11 Sandi. Amirudin, and Sitika. AuPeranan Gaya Mengajar Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Terhadap Hasil Belajar Daring Pendidikan Agama Islam Di SDN Sindangmulya IV Cibarusah. Ay 12 Prasiska. AuPrasiska. Ay Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X Kesimpulan Gaya mengajar yang bervariasi harus dimiliki oleh seorang guru dan guru pun harus menyesuaikan gaya mengajar tersebut dengan kebutuhan anak didiknya dengan melakukan pendekatan student centered, setiap siswa memiliki gaya belajar tersendiri sehingga mereka dapat menyerap mata pelajaran yang diberikan dengan baik. pengaruh gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa adalah bahwa gaya mengajar yang efektif dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Gaya mengajar yang interaktif, jelas, dan mendukung partisipasi aktif siswa cenderung menghasilkan prestasi yang lebih baik. Guru yang dapat menyesuaikan metode mengajarnya dengan kebutuhan, karakteristik, dan gaya belajar siswa dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam belajar. Sebaliknya, gaya mengajar yang kurang variatif atau monoton dapat menurunkan minat belajar siswa, yang berakibat pada rendahnya prestasi belajar. Faktor lain seperti lingkungan belajar, penggunaan teknologi, dan hubungan interpersonal antara guru dan siswa juga dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh gaya mengajar terhadap prestasi belajar siswa. Pendidikan Guru 2024 Volume 5 Nomor 3 DOI : https://doi. org/10. 47783/jurpendigu. Literasi Kita Indonesia E-ISSN: 2745-5432 | P-ISSN: 2962-598X DAFTAR PUSTAKA