Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Volume 21. Nomor 1. Juni 2026: 12-21 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan KARAKTERISTIK REPRODUKSI KERANG LOKAN (Geloina eros. BERDASARKAN INDEKS DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD DI MUARA JENGGALU. KOTA BENGKULU Reproductive Characteristics of the Mangrove Clam (Geloina eros. Based on Gonad Maturity Index and Gonad Development Stages in the Jenggalu Estuary. Bengkulu Nella Tri Agustini 1*. Firdha Iresta Wardani1. Ayub Sugara1. Anggini Fuji Astuti1 Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu *Corresponding author: nellatriagustini@unib. ABSTRAK Kerang lokan Geloina erosa merupakan bivalvia bernilai ekonomis yang banyak dimanfaatkan di Muara Jenggalu. Kota Bengkulu. Peningkatan eksploitasi tanpa memperhatikan kondisi reproduksi berpotensi mengancam keberlanjutan populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik reproduksi G. erosa berdasarkan Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG). Pengambilan sampel dilakukan pada MeiAeOktober 2023 di ekosistem mangrove Muara Jenggalu. Sampel dikumpulkan secara manual saat kondisi surut, selanjutnya dibawa ke Laboratorium Perikanan. Universitas Bengkulu untuk analisis lebih lanjut. Gonad diamati secara morfologis dan mikroskopis . yAe400. untuk menentukan jenis kelamin dan tingkat kematangan gonad. Nilai IKG dihitung sebagai perbandingan berat gonad terhadap berat tubuh total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IKG pada betina berkisar 0,145Ae 0,538 . ata-rata 0,. dan jantan 0,048Ae0,931 . ata-rata 0,. , yang menunjukkan perkembangan gonad relatif sinkron. Distribusi TKG didominasi TKG I pada jantan dan TKG II pada betina, dengan variasi TKG IAei. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas reproduksi yang berlangsung secara terus menerus sepanjang tahun. Kata Kunci: Geloina erosa, reproduksi, ekosistem mangrove. Muara Jenggalu. ABSTRACT The mangrove clam Geloina erosa is an economically important bivalve widely utilized in the Jenggalu Estuary. Bengkulu City. Indonesia. Increasing exploitation without considering reproductive conditions may threaten the sustainability of its population. This study aimed to analyze the reproductive characteristics of G. erosa based on the Gonadosomatic Index (GSI) and gonadal development stages. Sampling was conducted from May to October 2023 in the mangrove ecosystem of the Jenggalu Estuary. Specimens were collected manually during low tide and transported to the Fisheries Laboratory. University of Bengkulu for further analysis. Gonads were examined morphologically and microscopically . yAe400y magnificatio. to determine sex and gonadal development The GSI was calculated as the ratio of gonad weight to total body weight. The results showed that GSI values ranged from 0. 145Ae0. in females and 0. 048Ae0. in males, indicating relatively synchronous gonadal development. The distribution of gonadal stages was dominated by Stage I in males and Stage II in females, with stages ranging from I to i. These findings indicate continuous reproductive activity throughout the year. e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina eros. berdasarkan indeks danA Nella Tri Agustini et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni :12-21 Keywords: Geloina erosa, reproduction, mangrove ecosystem. Jenggalu Estuary. PENDAHULUAN Kerang lokan (Geloina eros. merupakan salah satu jenis bivalvia yang hidup di ekosistem mangrove dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Spesies ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai sumber protein dan mata pencaharian, termasuk di kawasan Muara Jenggalu. Kota Bengkulu. Tingginya permintaan terhadap kerang lokan sebagai bahan konsumsi menyebabkan tingkat pemanfaatannya terus meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan tekanan terhadap populasi ketersediaan stok di ekosistem, terutama apabila aktivitas penangkapan dilakukan keberlanjutan sumber daya (FAO, 2020. Agustini et al. , 2. Eksploitasi yang tidak terkendali dapat menyebabkan penurunan ukuran populasi, terganggunya struktur umur. Salah satu faktor penting yang berperan dalam menjaga keberlanjutan populasi adalah keberhasilan proses Oleh karena itu, informasi mengenai kondisi reproduksi suatu spesies menjadi sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan (King. FAO, 2. Dalam konteks pemanfaatan kerang lokan, penangkapan yang tidak mempertimbangkan tingkat mengganggu keberlangsungan populasi. Penangkapan individu sebelum mencapai kematangan gonad dapat mengurangi potensi rekrutmen alami. Apabila kondisi ini berlangsung secara terus-menerus, maka dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan stok dan mengancam kelestarian populasi di alam (Gosling, 2003. Quinn & Deriso, 1999. Myers & Barrowman, 1. Salah satu pendekatan yang umum digunakan untuk mengkaji kondisi reproduksi bivalvia adalah melalui analisis Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Perkembangan Gonad (TKG). Indeks Kematangan Gonad (IKG) merupakan parameter kuantitatif yang menunjukkan perbandingan antara berat gonad dan berat tubuh total, sehingga perkembangan gonad secara fisiologis (Effendie, 2. Metode ini banyak reproduksi bivalvia untuk mengevaluasi aktivitas pemijahan dan dinamika reproduksi (Ruiz et al. , 1. Tingkat kematangan gonad memberikan informasi mengenai tahapan perkembangan sel gonad, mulai dari tahap awal hingga siap memijah (Sastry, 1. Kombinasi kedua gambaran yang lebih komprehensif mengenai siklus reproduksi suatu Analisis IKG dan tingkat kematangan gonad juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola reproduksi yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (Darriba et al. , 2. Tingkat memberikan informasi mengenai tahapan perkembangan sel gonad, mulai dari tahap awal hingga siap memijah (Sastry, 1. Kombinasi kedua parameter ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai siklus reproduksi suatu organisme. Analisis Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan tingkat kematangan gonad juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola reproduksi lingkungan, seperti suhu dan ketersediaan makanan yang berperan dalam mengatur siklus perkembangan sel reproduksi . pada bivalvia (Jaramillo et al. Penelitian pada bivalvia mangrove menunjukkan bahwa perkembangan Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina eros. berdasarkan indeks danA Nella Tri Agustini et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni :12-21 gonad antara jantan dan betina cenderung berlangsung secara sinkron, serta pemijahan dapat terjadi sepanjang tahun dengan puncak tertentu yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan (Bahtiar et al. Idris et al. , 2. Selain itu, variasi tingkat kematangan gonad dalam suatu populasi juga menunjukkan adanya strategi reproduksi bertahap yang mendukung keberlanjutan populasi. Penelitian mengenai aspek biologi kerang lokan di Muara Jenggalu sebelumnya lebih banyak difokuskan pada parameter pertumbuhan, seperti hubungan panjang dan berat. Meskipun informasi tersebut reproduksi, khususnya yang berkaitan dengan kematangan gonad, masih relatif Padahal, informasi ini sangat penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, terutama dalam menentukan ukuran penangkapan yang sesuai dengan siklus Ekosistem mangrove sebagai habitat utama Geloina erosa juga mendukung keberlangsungan hidup dan reproduksi spesies ini. Lingkungan mangrove menyediakan sumber makanan berupa bahan organik serta kondisi habitat yang stabil bagi perkembangan gonad dan Oleh karena itu, studi mengenai karakteristik reproduksi kerang lokan di kawasan mangrove Muara Jenggalu memahami dinamika populasi dan potensi reproduksi spesies ini. Berdasarkan uraian tersebut, menganalisis karakteristik reproduksi kerang lokan (Geloina eros. berdasarkan nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) di Muara Jenggalu. Kota Bengkulu. Penelitian memberikan informasi mengenai ondisi reproduksi, pola perkembangan gonad, serta potensi reproduksi dalam populasi kerang lokan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam pengelolaan dan pemanfaatan kerang lokan secara berkelanjutan. Selain itu, informasi yang diperoleh juga dapat menentukan kebijakan pengelolaan, seperti pengaturan ukuran tangkap minimum dan periode penangkapan yang sesuai dengan siklus reproduksi, sehingga keberlanjutan sumber daya kerang lokan di Muara Jenggalu dapat tetap terjaga. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2023 di kawasan mangrove Muara Jenggalu. Kota Bengkulu. Pengambilan sampel dilakukan pada kondisi air laut surut, untuk memudahkan pengambilan kerang lokan (Geloina eros. Selanjutnya, sampel Laboratorium Perikanan Universitas Bengkulu, meliputi: . Menentukan Indeks Kematangan Gonad (IKG) dan . Menentukan Tingkat Kematangan Gonad (TKG). Peta lokasi penelitian dapat dilhat pada Gambar 1 berikut ini. Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina eros. berdasarkan indeks danA Nella Tri Agustini et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni :12-21 Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian (Agustini et al. Alat dan Bahan Penelitian sampel kerang lokan yang diperoleh dari Muara Jenggalu sebagai bahan utama Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik dengan ketelitian 0,01 g untuk mengukur berat total individu dan berat gonad, serta seperangkat alat bedah . isau bedah, pinset, dan gunting beda. untuk membuka cangkang dan mengamati kondisi gonad. Penentuan IKG dilakukan dengan mengukur berat gonad dan berat total individu menggunakan timbangan analitik, sedangkan identifikasi TKG dilakukan melalui proses pembedahan mengamati perkembangan gonad secara Rancangan Penelitian Penelitian metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling, yaitu memilih kawasan mangrove Muara Jenggalu yang diketahui sebagai habitat kerang lokan (Geloina Pengambilan Sampel Kerang Lokan Pengambilan sampel kerang lokan (Geloina eros. dilakukan di kawasan mangrove Muara Jenggalu. Kota Bengkulu. Seluruh individu kerang lokan yang ditemukan pada area pengamatan diambil sebagai sampel penelitian secara langsung di lapangan. Pengambilan dilakukan secara manual dengan tangan atau menyekop substrat hingga kedalaman 15Ae20 cm. Sampel yang diperoleh selanjutnya dianalisis di Laboratorium Perikanan Universitas Bengkulu untuk menentukan Tingkat Kematangan Gonad (TKG), dan Indeks Kematangan Gonad (IKG). Pengamatan Gonad dan Penentuan Jenis Kelamin Penentuan dilakukan dengan membuka cangkang kerang dan mengamati warna gonad. Gonad jantan ditandai dengan warna putih Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina eros. berdasarkan indeks danA Nella Tri Agustini et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni :12-21 susu, sedangkan gonad betina ditandai dengan warna coklat (Bahtiar, 2. Pengamatan ini juga digunakan sebagai tahap awal dalam analisis kematangan Gambar 2. Perbedaan gonad kerang jantan (A) dan betina (B) berdasarkan warna gonad . imodifikasi dari Bahtiar, 2. Penentuan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) Tingkat Kematangan Gonad (TKG) perkembangan sel gonad melalui perbesaran 100y dan 400y (Bahtiar. Tingkat kematangan gonad diklasifikasikan ke dalam beberapa tahap berdasarkan perkembangan morfologi gonad (Bahtiar, 2012. Brouseau, 1. Analisis Indeks Kematangan Gonad (IKG) Indeks Kematangan Gonad (IKG) dihitung dengan membandingkan berat gonad terhadap berat tubuh total (Illanes et al. , 1. , yang digunakan untuk mengetahui tingkat perkembangan gonad pada setiap individu. Nilai IKG diperoleh dari perbandingan antara berat gonad dengan berat tubuh total, menggunakan yaAyceycycayc yaycuycuycaycc IKG = yaAyceycycayc ycNycycaycEa x 100 % Analisis Tingkat Kematangan Gonad (TKG) Penentuan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) morfologis berdasarkan ciri warna, ukuran, dan tekstur gonad. Kematangan gonad diklasifikasikan ke dalam beberapa tahap perkembangan. Analisis Data Data dianalisis secara deskriptif Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dan nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG). Seluruh data diolah menggunakan Microsoft Excel dan disajikan dalam Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina eros. berdasarkan indeks danA Nella Tri Agustini et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni :12-21 bentuk grafik untuk mempermudah interpretasi hasil penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Indeks Kematangan Gonad (IKG) Tingkat perkembangan gonad kerang lokan (Geloina eros. pada jantan dan betina menunjukkan pola yang relatif sama, meskipun terdapat perbedaan pada nilai indeksnya. Nilai IKG kerang lokan betina berkisar antara 0,145Ae0,538 dengan rata-rata 0,336, sedangkan pada jantan berkisar antara 0,048Ae0,931 dengan ratarata 0,325 (Gambar . Indeks Kematangan Gonad (%) 0,345 0,340 0,335 0,330 0,325 Betina 0,320 Jantan 0,315 0,310 0,305 Betina Jantan Kerang Lokan Geloina erosa Gambar 3. Indeks Kematangan Gonad (IKG) berdasarkan Jenis Kelamin Secara umum, nilai rata-rata IKG betina sedikit lebih tinggi dibandingkan Namun, perbedaan tersebut relatif kecil, sehingga menunjukkan bahwa nilai indeks kematangan gonad antara jantan dan betina cenderung tidak berbeda nyata pada saat pengambilan sampel. Hal ini reproduksi pada kedua jenis kelamin berlangsung dalam periode yang relatif Meskipun demikian, rentang nilai IKG pada jantan yang lebih luas serta nilai perkembangan gonad yang lebih besar pada individu jantan. Kondisi ini individu jantan telah mencapai tahap kematangan yang lebih lanjut, sementara individu lainnya masih berada pada tahap perkembangan awal. Sebaliknya, nilai IKG betina yang lebih sempit menunjukkan perkembangan gonad yang relatif lebih seragam. Perbedaan ini sejalan dengan karakteristik reproduksi bivalvia, yang gametogenesis antara jantan dan betina tidak selalu berlangsung secara sinkron. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perbedaan kebutuhan energi dalam pembentukan gamet. Oogenesis pada betina memerlukan energi lebih besar karena terkait dengan akumulasi cadangan spermatogenesis pada jantan relatif lebih sederhana (Mincarelli et al. , 2023. Safitri et al. , 2. Di sisi lain, pola perubahan nilai IKG pada kedua jenis kelamin yang relatif serupa menunjukkan bahwa secara populasi, perkembangan gonad tetap berlangsung dalam periode yang Hal ini mengindikasikan Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina eros. berdasarkan indeks danA Nella Tri Agustini et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni :12-21 reproduksi yang dipengaruhi oleh faktor Faktor-faktor seperti suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan diketahui berperan penting dalam mengatur siklus reproduksi bivalvia. Suhu, khususnya, menjadi faktor utama yang mengontrol perkembangan gonad dan waktu pemijahan, sementara ketersediaan makanan mendukung proses pematangan gonad melalui suplai energi (Guo et al. , 2026. Zhang et al. , 2. Selain itu, ketersediaan energi dari lingkungan juga berpengaruh terhadap Bivalvia fitoplankton, sebagai sumber energi untuk pertumbuhan dan reproduksi. Peningkatan ketersediaan makanan dapat mempercepat meningkatkan nilai IKG (Bayne, 1976. Bayne & Newell, 1983. Kennedy et al. Sinkronisasi relatif antara jantan dan betina ini merupakan strategi meningkatkan peluang fertilisasi eksternal (Sastry, 1. Nilai IKG dapat digunakan sebagai indikator aktivitas reproduksi, di IKG menunjukkan proses pematangan gonad, sedangkan penurunan setelah mencapai Oleh karena itu, fluktuasi nilai IKG dapat menggambarkan dinamika perkembangan gonad pada kerang lokan. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa IKG merupakan parameter yang efektif dalam mengamati aktivitas reproduksi pada moluska (Pratiwi et al. , 2019. Fahmia et , 2. Hasil ini juga sejalan dengan penelitian pada bivalvia lain di ekosistem mangrove yang menunjukkan bahwa perubahan nilai IKG berkaitan erat dengan siklus pematangan gonad dan pemijahan Pada ekosistem mangrove, fluktuasi parameter lingkungan seperti salinitas, suhu, dan ketersediaan bahan organik cenderung lebih dinamis, sehingga berpengaruh terhadap pola reproduksi organisme bentik seperti kerang lokan. Pola IKG yang relatif sama antara jantan dan betina menunjukkan bahwa proses reproduksi terjadi secara bersamaan, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pemijahan di alam (Sastry. Gosling, 2. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) Berdasarkan hasil penelitian di Muara Jenggalu. Kota Bengkulu, kerang lokan (Geloina eros. jantan yang diamati terdiri atas TKG I sebanyak 24 individu. TKG II sebanyak 20 individu, dan TKG i sebanyak 12 individu. Sementara itu, pada kerang lokan betina ditemukan TKG I sebanyak 6 individu. TKG II sebanyak 17 individu, dan TKG i sebanyak 13 Distribusi tersebut menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad pada jantan didominasi oleh TKG I, sedangkan pada betina didominasi oleh TKG II. Perbedaan ini menunjukkan adanya perbedaan perkembangan gonad antara jantan dan betina pada saat pengambilan Hasil penelitian Putri et al. di Muara Anai. Kota Padang, yang melaporkan bahwa kerang lokan jantan didominasi oleh TKG i dan TKG IV, sedangkan pada betina didominasi oleh TKG I dan TKG II. Perbedaan tersebut diduga berkaitan dengan kondisi lingkungan yang berbeda antar lokasi, seperti suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan yang memengaruhi siklus reproduksi bivalvia. Secara keseluruhan, kerang lokan di Muara Jenggalu menunjukkan variasi tingkat kematangan gonad yang cukup beragam, yaitu dari TKG I hingga TKG i. Variasi ini menunjukkan bahwa populasi berada dalam kondisi reproduktif Keberadaan individu pada berbagai tingkat kematangan dalam satu waktu Karakteristik Reproduksi Kerang Lokan (Geloina eros. berdasarkan indeks danA Nella Tri Agustini et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni :12-21 mengindikasikan bahwa proses pemijahan diduga berlangsung secara bertahap atau Selain itu, ditemukannya individu berukuran kecil (O 35 m. menunjukkan adanya proses rekrutmen dalam populasi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa Geloina erosa di Muara Jenggalu memiliki pola reproduksi yang berlangsung sepanjang tahun. Hasil ini sejalan dengan penelitian pada bivalvia lain yang menunjukkan bahwa variasi tingkat kematangan gonad dalam suatu populasi dapat mengindikasikan adanya pola pemijahan yang berlangsung secara bertahap (Sastry, 1979. Gosling, 2003. Broom, 1. Jika dikaitkan dengan nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG), ratarata IKG jantan dan betina yang relatif tidak berbeda menunjukkan bahwa secara umum perkembangan gonad kedua jenis kelamin berada pada kisaran yang serupa. Namun demikian, distribusi TKG yang berbeda antara jantan dan betina mengindikasikan adanya heterogenitas tahapan kematangan gonad pada tingkat Berdasarkan nilai IKG dan distribusi TKG, meskipun perkembangan gonad pada jantan dan betina relatif seimbang, tahapan kematangan gonad tidak berlangsung secara seragam. Hal ini memperkuat dugaan bahwa proses reproduksi pada populasi Geloina erosa di Muara Jenggalu terjadi secara bertahap dan tidak serentak. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, nilai IKG kerang lokan (Geloina eros. jantan dan betina relatif seimbang, meskipun terdapat perbedaan rentang nilai. Distribusi TKG menunjukkan dominasi TKG I pada jantan dan TKG II pada betina, dengan variasi tingkat kematangan dari TKG I hingga TKG i. Hal ini mengindikasikan bahwa populasi berada dalam kondisi reproduktif aktif dengan pola pemijahan yang berlangsung secara bertahap dan tidak serentak. DAFTAR PUSTAKA Agustini. Suci. Wardani, . Wilopo. Sari. , & Mahfudz. Pola Pertumbuhan Kerang Lokan Geloina erosa. Solander 1786 di Muara Jenggalu Kota Bengkulu. Jurnal Enggano, 9. Martens 1. yang Tereksploitasi Sebagai Dasar Pengelolaan di Sungai Pohara Sulawesi Tenggara. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Bahtiar. Studi Bioekologi dan Dinamika Populasi Pokea (Batissa violacea var. celebensis, von SARAN Penelitian selanjutnya disarankan mengetahui pola reproduksi secara temporal serta keterkaitannya dengan faktor lingkungan. Selain itu, diperlukan pengelolaan pemanfaatan kerang lokan yang berkelanjutan, seperti pengaturan ukuran tangkap minimum, guna menjaga kelestarian populasi di Muara Jenggalu. UCAPAN TERIMA KASIH