Media Pertanian Vol. No. November 2020, pp. ISSN : 2085-4226 E_ISSN : 2745-8946 PENGARUH DOSIS PUPUK KALIUM DAN JARAK TANAM TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT BAWANG (Spodoptera exiqu. DAN PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. Aggregatu. THE EFFECT OF POTASSIUM FERTILIZER DOSAGE AND PLANT DISTANCE ON THE INTENSITY OF ATTACK PEST ATTACKS (Spodoptera exiqu. AND THE GROWTH OF ONION (Allium cepa var. Aggregatu. Dina Aryati1 dan Yogi Nirwanto2 POPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Alamat Jalan Siliwangi No. 24 Tasikmalaya Korespondensi : yogi. nirwanto@unsil. ABSTRAK Bawang merah (Allium cepa L. merupakan jenis tanaman rempah yang termasuk salah satu bumbu masak utama dunia. Dalam tahapan budidaya bawang merah, jarak tanam pada saat penanaman dan masa pemeliharaan sangat menentukan pada tingkat pertumbuhan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kalium dan jarak tanam terhadap intensitas serangan Spodoptera eqigua pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan dilakukan dengan menggunakan Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi atau Strip Plot Design (SPD). Terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu dosis pupuk kalium dan jarak tanam, perlakuan sebanyak 16 perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis kalium dengan jarak tanam terhadap berbagai respon yang diamati, yaitu respons berupa intensitas serangan, jumlah daun terserang, bobot umbi basah per rumpun, bobot umbi kering per rumpun sedangkan bobot umbi kering per petak terjadi Kadar kalium pada lahan penelitian tinggi yaitu 0,71 % sebagai mana terdapat dalam laporan hasil analisis tanah. Peningkatan pertumbuhan maupun hasil dilakukan pada lahan yang mencukupi unsur hara makro utama yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman adalah kalium. Unsur kalium pada tanaman bawang merah memperlancar proses fotosintesis, memacu memperkuat hasil, dan menambah daya tahan hama penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada jarak yang rapat menghasilkan tanaman bawang merah yang lebih tinggi, namun memiliki jumlah daun yang lebih sedikit. Hal ini karena pada jarak tanam yang lebih rapat terjadi kompetisi terhadap cahaya, sehingga memacu pertumbuhan tinggi bawang merah untuk mendapatkan cahaya . fek etiolas. Tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kalium dan jarak tanam terhadap intensitas serangan (Spodoptera exigu. , pertumbuhan, komponen hasil maupun hasil tanaman bawang merah. Kata kunci : bawang merah, intensitas serangan, jarak tanam, dosis pupuk kalium. Received November 06, 2020. Revised November 16, 2020. Accepted November 20, 2020 ABSTRACT Shallot (Allium cepa L. Aggregatu. is a type of spice plant which is one of the world's main cooking spices. In the shallot cultivation stage, the spacing at the time of planting and the maintenance period will determine the growth rate of the crop. This study aims to determine the effect of potassium fertilizer dosage and spacing on the intensity of Spodoptera eqigua attack on the growth and yield of shallots. Experiments were carried out using the experimental design used was the Strip Plot Design (SPD). Consisting of two treatment factors, namely the dose of potassium fertilizer and spacing, the treatment was 16 treatments with 2 repetitions. Based on the results of the study, it was known that there was no interaction between the potassium dose treatment and the spacing of the various responses observed, namely the response in the form of attack intensity, number of leaves attacked, weight of wet tubers per clump, weight of dry tubers per clump while weight of dry tubers per plot occurred interactions. The potassium content in the research area was high, namely 0. 71%, which was found in the soil analysis report. Increase in growth and yield is carried out on land that is sufficient for the main macro nutrient needed for plant growth is potassium. The element of potassium in shallot plants accelerates the photosynthesis process, encourages stronger yields, and increases pest resistance. The results showed that at tight distances the shallot plants were higher, but had fewer leaves. This is because at the denser spacing there is competition against light, thus spurring the growth of shallots to get light . tiolation effec. There was no interaction between the dose of potassium fertilizer and the spacing of the attack intensity (Spodoptera exigu. , growth, yield components and yield of shallot Keywords: shallots, attack intensity, spacing, potassium fertilizer dosage. PENDAHULUAN Bawang merah merupakan tanaman semusim, memiliki umbi berlapis, berakar serabut dengan daun berbentuk silinder Umbi bawang merah terbentuk dari pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang kemudian berubah bentuk dan fungsinya membesar dan akhirnya membentuk umbi berlapis. Bawang merah termasuk komoditas sayuran unggulan yang telah diusahakan oleh petani secara intensif. Komoditas ini merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, maka pengusahaan budidaya bawang merah menyebar di hampir semua provinsi di Indonesia (Balitbang Pertanian, 2. Kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan daya belinya. Selain itu, dengan berkembangnya industri makanan jadi, maka akan berpengaruh pula terhadap peningkatan kebutuhan bawang merah yang digunakan. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 81-90 Dalam perekonomian Indonesia khususnya di bidang hortikultura, bawang merah memegang peranan penting yang mampu memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap perkembangan ekonomi wilayah yaitu berkisar Rp. 2,7 triliun/tahunnya. Provinsi penghasil utama bawang merah yang ditandai dengan dengan luas areal panen di atas seribu hektar per tahun adalah Sumatera Utara. Sumatera Barat. Jawa Barat. Jawa Tengah. Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat. Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Delapan Provinsi ini menyumbang 96,8 % dari produksi total bawang merah di Indonesia pada tahun Mengacu pada areal panen tahun 2012, yaitu sebesar 99. 519 ha, maka pemenuhan kebutuhan bawang merah tahun 2015 memerlukan perluasan areal panen 432 ha atau sekitar 6. 000 ha per Sasaran produksi sebesar 1. ton tersebut pada tahun 2015 termasuk untuk benih bawang merah sekitar 102. 900 ton (Bank Indonesia, 2. Selain itu bawang merah merupakan komoditas yang tidak dapat disimpan lama, hanya bertahan 3 - 4 Aryati dan Nirwanto, 2020 bulan padahal konsumen membutuhkannya setiap saat (Rosmahani et al, 1. Hal ini terjadi karena pasokan produksi yang tidak seimbang antara panenan pada musimnya serta panenan di luar musim (Koster, 1990. Baswarsiati et al, 1. Salah satu kendala yang dihadapi oleh petani pada setiap musim tanam adalah tingginya serangan hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang tanaman bawang merah adalah ulat bawang Spodoptera exigua (Hb. Moekasan . Kehilangan hasil panen bawang merah akibat serangan hama tersebut berkisar 45 57 % (Dibyantoro, 1. Hama Ulat bawang tersebut menyebar di daerah sentra produksi bawang merah di Sumatera. Jawa. Nusa Tenggara Barat dan Irian jaya. Hama Ulat Bawang dapat menyerang tanaman sejak fase pertumbuhan awal . - 10 hs. sampai dengan fase pematangan umbi . 65 hs. Ulat muda . segera melubangi bagian ujung daun, lalu masuk ke dalam daun bawang. Ulat memakan permukaan daun bagian dalam, dan tinggal bagian epidermis luar. Daun bawang terlihat menerawang tembus cahaya atau terlihat bercak-bercak putih transparan, akhirnya daun terkulai. Serangan hama ini dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Kalium adalah unsur hara esensial yang digunakan hampir pada semua proses yang menunjang hidup tanaman. Kalium (K) merupakan unsur hara utama ketiga setelah N dan P. Kalium tergolong unsur yang mobil dalam tanaman baik dalam sel, dalam jaringan tanaman, maupun dalam xylem dan floem. Pemberian pupuk kalium berfungsi untuk memperkuat tubuh tanaman agar kokoh seiring dengan pembentukan dan pembesaran diameter umbi. Lingga dan Marsono . bahwa fungsi utama kalium ialah membantu pembentukan protein dan Kalium juga merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit. Kalium juga memacu translokasi karbohidrat dari daun ke organ tanaman yang lain, terutama organ tanaman penyimpan karbohidrat. Dalam suatu pertanaman sering terjadi persaingan antar tanaman maupun antara tanaman dengan gulma Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 81-90 untuk mendapatkan unsur hara, air, cahaya matahari maupun ruang tumbuh. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan pengaturan jarak tanam dengan kerapatan yang optimum maka akan memperoleh indeks luas daun (ILD) yang optimum dengan pembentukan bahan kering yang maksimum (Effendi. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian dilakukan dengan tujuan untuk pengaruh dosis pupuk kalium dan jarak tanam terhadap intensitas serangan Spodoptera exigua, dan pertumbuhan serta mendapatkan dosis pupuk kalium memberikan ketahanan terbaik terhadap serangan Spodoptera exigua pada dan pertumbuhan bawang merah Aggregatu. (Allium BAHAN DAN METODE Percobaan percobaan yang berlokasi di Desa Pasirhuni Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung terletak pada ketinggian 700 - 1. 000 meter di atas permukaan laut dengan jenis tanah Andosol. Berdasarkan data curah hujan 10 tahun terakhir dan menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson . tempat penelitian masuk dalam tipe curah hujan C . gak basa. dengan nilai Q sebesar 55, 36 mm/tahun. Bahan yang digunakan dalam percobaan meliputi Bibit bawang merah yang dipilih bibit yang sehat, warna mengkilat, kompak/tidak keropos, kulit tidak luka dan telah disimpan 2-3 bulan setelah panen yaitu varietas Menteng. Urea 100 kg /ha. SP-36 100 kg /ha. Pupuk kandang ayam 10 ton/ha dan Furadan. Metode penelitian yang digunakan adalah verifikatif untuk menguji pengaruh dosis pupuk kalium dan jarak tanam terhadap intensitas serangan hama ulat (Spodoptera pertumbuhan bawang merah (Allium cepa Aggregatu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi atau Strip Plot Design (SPD). Terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu Aryati dan Nirwanto, 2020 dosis pupuk Kalium dan jarak tanam, perlakuan sebanyak 16 perlakuan dengan 2 kali pengulangan. Variabel dalam penelitian terdiri atas variabel bebas (Independent Variabl. dan variabel terikat (Dependent Variabl. Variabel bebas (Independent Variabl. , yaitu berupa perlakuan dosis K dan jarak tanam. Variabel yang di ukur terdiri dari Pemupukan k1 : 0 Kg ha-1K2O, k2 : 50 Kg ha-1 K2O, k3 : 100 Kg ha-1 K2O dan k4 : 150 Kg ha-1 K2O. Jarak Tanam terdiri dari j1 : 20 cm x 10 cm, j2 : 20 cm x 20 cm, j3 : 20 cm x 25 cm dan j4 : 25 cm x 25 cm. Respon utama adalah hasil pengamatan yang datanya digunakan untuk menjawab Variabel yang diamati meliputi panjang daun . dan Jumlah daun . serta Komponen hasil terdiri dari Jumlah Tanaman Terserang (%). Presentase Tanaman Terserang (%). Intensitas Serangan Hama (%). Total Tanaman Terserang (%). Jumlah umbi per rumpun . Bobot basah umbi per rumpun . dan Bobot kering umbi per rumpun . Kombinasi perlakuan sebanyak 16 (Tabel . yang diulang 2 kali dengan ukuran petak 4 m x 4 m, sehingga terdapat 32 petak percobaan. Penempatan perlakuan pada petak percobaan dilakukan secara acak. Tabel 1. Perlakuan Dosis K dan Jarak Tanam Bawang Merah Jarak Tanam . Dosis Pupuk KKg ha-1 . 0 Kg ha-1 K2O. 50Kg ha-1 K2O ( k. 100Kg ha-1 K2O . 150Kg ha-1K2O . k1 j1 k2 j1 k3 j1 k4 j1 cm . k1 j2 k2 j2 k3 j2 k4 j2 cm . k1 j3 k2 j3 k3 j3 k4 j3 cm. k1 j4 k2 j4 k3 j4 k4 j4 Dalam percobaan ini diperlukan data primer dan data sekunder. Data primer berupa variabel - variabel respons dari dosis pupuk K dan jarak tanam tanaman bawang Data sekunder diperoleh dari sumber kepustakaan, laporan dinas terkait dan observasi lapangan yang terkait dengan masalah yang diteliti atau hasil penelitian orang lain yang dapat menunjang terhadap Pengamatan komponen pertumbuhan dan hasil pada tanaman sample tentukan Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 81-90 secara acak sederhana . andom samplin. yaitu sebanyak 5 tanaman diluar tanaman pinggir pada setiap petak percobaan dan hasil diambil dari seluruh petak percobaan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengamatan Penunjang 1 Curah Hujan Selama Percobaan Curah hujan selama percobaan rata Ae 792 mm/bulan, dengan hari rata Ae rata 12 hari per bulan sedangkan dari data curah hujan selama 10 tahun terakhir menunjukan tipe curah hujan C (Agak basa. dengan nilai Q sebesar 0,553 %, dengan ketinggian tempat optimal . Ae 200 Meskipun demikian bawang merah masih dapat tumbuh dan berproduksi di ketinggian sampai dengan . dan suhu optimal adalah . -30 0C) Intensitas sinar matahari penuh tanpa naungan, lama penyinaran 12 jam. 2 Keadaan Umum Tanaman Gulma percobaan ditemukan beberapa jenis paling dominan seperti rumput kawat (Cynodon dactylo. dan calingcing kecil (Oxalis latifoli. , tetapi masih dalam populasi yang kecil sehingga dalam pengendaliannya pun dapat dilakukan secara manual yaitu Secara umum keadaan pertanaman Hama dan penyakit yang menyerang pada fase vegetatif dan fase generatif adalah Hama ulat bawang (Spodoptera exigu. Intensitas serangan hama pada fase vegetatif dan generatif masih di bawah ambang pengendalian. Ulat bawang (Spodoptera exigu. dikenal sebagai hama yang polifag dan banyak Menurut Sastrosiswojo dan Rubiati . ulat grayak dan trips seringkali bersetatus sebaga hama utama pada tanaman bawang merah. Hasil Penelitian Respon Utama Data yang diperoleh dari hasil pengamatan sebagai respon utama yang digunakan untuk menjawab hipotesis Aryati dan Nirwanto, 2020 meliputi intensitas serangan, jumlah daun terserang, panjang daun, jumlah daun, jumlah umbi per rumpun, bobot umbi basah, bobot umbi kering perumpun atau Perpetak dan Bobot Umbi Kering Perpetak (K. 1 Intensitas Serangan Hasil analisis menunjukan tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kalium dengan jarak tanam terhadap intensitas serangan. Hasil analisis pengaruh mandiri disajikn pada Tabel 2. Tabel 2. Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam terhadap Intensitas Serangan Tanaman Bawang Merah Pada Umur 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Intensitas Serangan (%) Perlaku 15 HST 30 HST 45 HST 60 HST Kalium k1 . Kg ha- 0,05 a 0,30 a 0,12 a 0,21 a k2 . Kg ha- 0,04 a 0,23 a 0,19 a 0,18 a k3 . Kg ha-. Kg ha-. 0,06 a 0,33 0,19 a 0,16 0,04 a 0,57 0,21 a 0,14 Jarak tanam j1 . x 0,05 a 0,52 a 0,24 b 0,23 b 10 c. x 0,05 a 0,30 a 0,17 a 0,16 a 20 c. x 0,05 a 0,29 a 0,16 a 0,17 a 25 c. x 0,05 a 0,31 a 0,14 a 0,14 a 25 c. Ket : Angka rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom sama berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan's pada taraf nyata 5%. Dari diatas dapat diketahui pemberian kalium dengan dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan Spodoptera exigua pada umur 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Jarak tanam tidak berpengaruh pada umur 15 HST dan 30 HST, sedangkan umur 45 HST dan 60 HST berpengaruh pada intensitas serangan. Pada jarak tanam 20 cm x 10 cm . intensitas serangan Spodoptera exigua lebih tinggi Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 81-90 dibandingkan dengan pada jarak tanam 2 Jumlah Daun Terserang Hasil analisis menunjukan tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kalium dengan jarak tanam terhadap jumlah daun terserang. Hasil analisis pengaruh mandiri disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam terhadap Jumlah Daun Terserang Tanaman Bawang Merah. Umur 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Perlakuan Jumlah Daun Terserang (%) HST HST HST HST Kalium k1 . Kg ha-. Kg ha-. Kg ha-. Kg ha-. Jarak tanam j1 . x 10 0,6 j2 . x 20 0,7 j3 . x 25 0,8 j4 . x 25 0,8 Ket : Angka rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom sama berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan's pada taraf nyata 5%. Dari Tabel di atas dapat diketahui pemberian kalium dengan dosis berbeda dengan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap jumlah daun terserang pada umur 15 HST dan 30 HST, sedangkan pada umur 45 HST dan 60 HST berpengaruh pada jumlah daun terserang dimana pada jarak Tanam 20 cm x 10 cm . jumlah daun terserang lebih tinggi. 3 Panjang Daun Hasil analisis menunjukan tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis Aryati dan Nirwanto, 2020 pupuk kalium dengan jarak tanam terhadap panjang daun. Hasil analisis pengaruh mandiri disajikn pada Tabel 4. Tabel 4. Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam terhadap Panjang Daun Tanaman Bawang Merah pada Umur 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Perlakuan Panjang Daun . 15 HST 30 HST 45 HST 60 HST Kalium Jarak tanam j1 . x 10 c. x 20 c. 43, b 45, j3 . x 25 c. 66 c 24 j4 . x 25 c. Ket : Angka rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom sama berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan's pada taraf nyata 5%. Kg ha-. Kg ha. Kg ha. Kg ha. Dari tabel diatas dapat diketahui pemberian kalium dengan dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap panjang daun bawang pada 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Jarak tanam berpengaruh pada panjang daun 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Jarak tanam 25 cm x 25 cm . berpengaruh paling baik terhadap panjang 4 Jumlah Daun Hasil analisis menunjukan tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk kalium dengan jarak tanam terhadap jumlah daun. Hasil analisis pengaruh mandiri disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam terhadap Jumlah Daun Tanaman Bawang Merah pada Umur 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 81-90 Perlakuan Jumlah Daun . 15 HST 30 HST 45 HST 60 HST Kalium k1 . Kg ha-. Kg 5,7 ha-. Kg ha-. Kg ha-. Jarak tanam j1 . x 10 4,5 j2 . x 20 6,4 j3 . x 25 5,3 j4 . x 25 5,4 Ket : Angka rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom sama berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan's pada taraf nyata 5%. Dari Tabel diatas dapat diketahui pemberian kalium dengan dosis berbeda dan jarak tanam berbeda secara mandiri tidak berpengaruh terhadap jumlah daun bawang umur 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. 5 Jumlah Umbi Per Rumpun Hasil analisis efek mandiri terdapat pada Tabel 6. Tabel 6. Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam terhadap Jumlah Umbi Tanaman Bawang Merah pada Umur 75 HST. Perlakuan Jumlah Umbi . 75 HST Kalium k1 . Kg ha-. 4,88 k2 . Kg ha-. 6,05 k3 . Kg ha-. 7,25 k4 . Kg ha-. 8,60 Jarak tanam j1 . cm x 10 c. 6,45 j2 . cm x 20 c. 6,53 j3 . cm x 25 c. 6,73 j4 . cm x 25 c. 7,08 Ket : Angka rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan's pada taraf nyata 5%. Aryati dan Nirwanto, 2020 Dari Tabel diatas dapat diketahui pemberian kalium dengan dosis berbeda berpengaruh pada jumlah umbi umur 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Pemberian kalium sebesar 150 Kg ha-1 berpengaruh paling baik terhadap jumlah Jarak tanam berbeda tidak berpengaruh terhadap jumlah umbi bawang pada 15 HST, 30 HST, 45 HST dan 60 HST. Bobot Umbi Basah. Bobot Umbi Kering Per Rumpun dan Perpetak Hasil analisis efek mandiri terdapat pada Tabel 7. berpengaruh baik terhadap bobot umbi basah dan bobot umbi kering. 7 Bobot Umbi Kering Perpetak (K. Hasil analisis efek mandiri terdapat pada Tabel 8. Tabel 8. Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam terhadap Bobot Umbi Kering Per Petak Bawang Merah pada Umur 75 HST. Bobot Umbi Kering Per Petak . Jarak Tanam . Kg . Kg . Kg . Kg ha-. Tabel 7. Pengaruh Dosis Pupuk Kalium dan Jarak Tanam terhadap Bobot Umbi Basah dan Bobot Umbi Kering Tanaman Bawang Merah pada Umur 75 HST d 48,8 c 60,0 . x1 Bobot Umbi BobotUmbi Bobot Umbi Perlakuan Basah Per Basah Per Kering Per Rumpun . Petak. Rumpun . c 24,4 b 31,2 . x2 Kalium Kg ha-. Kg ha-. Kg ha-. Kg ha-. 69,55 30,32 62,88 77,58 33,44 65,75 88,00 38,03 80,00 96,25 41,27 87,43 Jarak tanam 75,50 60,40 67,63 10 c. 81,00 32,40 71,38 20 c. 85,75 27,44 76,25 25 c. 89,13 22,82 80,80 25 c. Ket : Angka rata-rata perlakuan yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom sama berbeda tidak nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan's pada taraf nyata 5%. Dari Tabel diatas diketahui pemberian kalium dengan dosis berbeda dengan jarak tanam berpengaruh pada bobot umbi basah per rumpun, bobot umbi basah per petak dan bobot umbi kering per rumpun 75 HST. Kalium k4 . Kg ha-. berpengaruh paling baik terhadap bobot umbi basah dan bobot umbi kering. Jarak Tanam 25 cm x 25 cm . Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 81-90 ha-. x2 Ket : Angka rata-rata perlakuan yang ditandai oleh huruf yang sama pada tiap kolom (Huruf Keci. dan tiap baris (Huruf Kapita. tidak berbeda nyata menurut taraf nyata 5% berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan's. Dari Tabel diatas dapat diketahui pemberian kalium dengan dosis berbeda dengan jarak tanam terjadi interaksi pada bobot umbi kering per petak 75 HST. Kalium k4 . Kg ha-. berpengaruh paling baik terhadap bobot umbi kering per petak. Jarak Tanam 20 cm x 10 cm . berpengaruh baik terhadap bobot umbi kering per petak. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis kalium dengan jarak tanam terhadap berbagai respon yang diamati, yaitu respons berupa intensitas serangan, jumlah Aryati dan Nirwanto, 2020 daun terserang, bobot umbi basah per rumpun, bobot umbi kering per rumpun sedangkan bobot umbi kering per petak terjadi interaksi. Kadar kalium pada lahan penelitian tinggi yaitu 0,71 % sebagai mana terdapat dalam laporan hasil analisis tanah. Peningkatan pertumbuhan maupun hasil dilakukan pada lahan yang mencukupi unsur hara makro utama yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman adalah kalium. Unsur kalium pada tanaman bawang merah memperlancar proses fotosintesis, memacu memperkuat hasil, dan menambah daya tahan hama penyakit. Efek dosis kalium terhadap panjang daun dan jumlah daun tidak berbeda nyata pada semua pengamatan tanaman bawang Hal ini diduga karena pemberian kalium diperlukan tanaman dalam untuk pembesaran daun, ketebalan daun dan untuk kekuatan daun serta memacu meningkatnya jumlah klorofil daun sehingga tinggi tanaman tidak terlalu tampak. Salah satu faktor pembatas dalam pertumbuhan tanaman dan perkembangan tanaman adalah suplai zat hara penting. Suplai zat hara dapat ditingkatkan dengan melakukan tindakan yang optimum akan meningkatkan potensi produksi tanaman. Pengaruh dosis kalium berpengaruh nyata terhadap bobot umbi basah dan bobot umbi kering pada tanaman. pemberian pupuk NPK memberi pengaruh dalam pembentukan umbi dimana unsur K berperan secara umum untuk pembentukan umbi dan dapat meningkatkan aktifitas fotosintesis dan kandungan klorofil daun sehingga dapat meningkatkan bobot kering Pengaruh jarak tanam berbeda nyata terhadap panjang daun dan jumlah daun pada umur 15 HST dan 60 HST, sedangkan jumlah daun pada umur 15 HST- 60 HST berbeda tidak nyata terhadap tanaman bawang merah. Hal ini disebabakan karena adanya kompetisi antar tanaman terhadap faktor tumbuh sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah Tidak adanya perbedaan yang nyata terhadap jumlah anakan, pembentukan jumlah anakan tanaman bawang merah yang Media Pertanian. Vol. No. November 2020, 81-90 relatif seragam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada jarak yang rapat menghasilkan tanaman bawang merah yang lebih tinggi, namun memiliki jumlah daun yang lebih Hal ini karena pada jarak tanam yang lebih rapat terjadi kompetisi terhadap cahaya, sehingga memacu pertumbuhan tinggi bawang merah untuk mendapatkan cahaya . fek etiolas. Jarak tanam tidak berpengaruh terhadap intensitas serangan dan jumlah daun terserang pada umur 15 HST dan 30 HST sedangkan 45 HST Ae 60 HST Hal ini karena kerapatan tanaman lebih banyak berpengaruh terhadap jumlah daun yang hidup, karena kerapatan tanaman berhubungan erat dengan perkembangan hama penyakit dan persaingan antar tanaman dalam mendapatkan cahaya, air, hara dan ruang lebih tinggi, sehingga tanaman menjadi lemah. Keadaan lingkungan tumbuhan yang lebih lembab, lebih menguntungkan bagi perkembangan hama dan penyakit. Selain itu, persaingan antar tanaman dalam penggunaan cahaya, air, unsur hara dan ruang lebih tinggi, sehingga tanaman menjadi lemah. Jarak tanam memberikan pengaruh tidak berbeda nyata terhadap intensitas serangan dan jumlah tanaman terserang umur 15 HST dan 30 HST sedangakan 45 HST dan 60 HST berbeda. Musim berpengaruh terhadap tingginya populasi larva larva S. Rauf ( 1. Melaporkan bahwa populasi larva pada musim kemarau 78 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan musim penghujan. Kerapatan menyebabkan persaingan antar tanaman menjadi rendah, sehingga kelembaban di sekitar pertanaman rendah dan menekan serangan hama dan penyakit. Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan S. eqigua pada tanaman bawang merah beragam. SIMPULAN Tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk kalium dan jarak tanam terhadap intensitas serangan (Spodoptera exigu. Aryati dan Nirwanto, 2020 pertumbuhan, komponen hasil maupun hasil tanaman bawang merah. Dosis pupuk kalium 150 Kg ha-1 yang memberikan ketahanan terbaik terhadap intensitas serangan (Spodoptera exigu. pada setiap jarak tanam. DAFTAR PUSTAKA