Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Sociolinguistic Analysis of Forms of Address in the Film Agak Laen by Muhadkly Acho Made Karla Aryalita Universitas Udayana karlaaryalita2@gmail. Informasi Artikel Riwayat Submisi: Februari 2026 Direvisi: 25 April Diterima: April 2026 Disetujui: Mei 2026 Kata Kunci Sosiolinguistik Bentuk Sapaan Film Keywords Sociolinguistics Forms Address Film ABSTRACT This study analyzes the forms of address from a sociolinguistic perspective in the film Agak Laen by Muhadkly Acho. This study uses the theories of Kridalaksana and Ervin-Tripp to analyze the data obtained by descriptive qualitative methods with the listening-noting technique. The results of the study are presented through formal and informal methods. The results of the study show that the forms of address in this film are influenced by several elements, such as personal pronouns, proper names, kinship terms, titles and ranks. N (Nomina. ku, situations, ranks, identity devices, and generation levels which are the relationship between Kridalaksana's theory of address forms in Indonesian and Ervin-Tripp's theory of address forms in American English. The use of address forms is also influenced by the situation, gender, and age which are the background factors for the use of address forms in society. From a sociolinguistic perspective, the results of the study show that the greatest influence on the use of address forms in Indonesia is social and linguistic variation in society. Abstrak Penelitian ini menganalisis bentuk-bentuk sapaan dari segi sosiolinguistik yang terdapat dalam film Agak Laen karya Muhadkly Acho. Penelitian ini menggunakan teori Kridalaksana dan Ervin-Tripp untuk menganalisis data yang diperoleh dengan metode kualitatif deskriptif dengan teknik simakcatat. Hasil penelitian disajikan melalui metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sapaan dalam film ini dipengaruhi oleh beberapa unsur, seperti kata ganti orang, nama diri, istilah kekerabatan, gelar dan pangkat. N (Nomina. ku, situasi, pangkat, perangkat identitas, dan tingkat generasi yang merupakan keterkaitan teori bentuk sapaan Kridalaksana bahasa Indonesia dan teori bentuk sapaan Ervin-Tripp bahasa Inggris-Amerika. Penggunaan bentuk sapaan juga dipengaruhi oleh situasi, jenis kelamin, dan usia yang menjadi faktor latar belakang penggunaan bentuk sapaan dalam masyarakat. Dari segi sosiolinguistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terbesar penggunaan bentuk sapaan di Indonesia adalah variasi sosial dan bahasa dalam masyarakat. Copyright A 2026 Made Karla Aryalita Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Pendahuluan Manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain di dalam kehidupannya (Chotimah, dkk. , 2. Sebagai makhluk sosial, manusia bergantung pada individu lain dalam menjalani kehidupannya, seperti berkomunikasi dan berinteraksi. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan sarana untuk berinteraksi satu sama lain antar individu. Sarana tersebut sudah mutlak merupakan bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat baik secara lisan maupun tulisan untuk saling berinteraksi (Afria & Fitriani, 2. Sehingga bahasa dan masyarakat merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, tidak mungkin ada masyarakat tanpa bahasa dan tidak mungkin pula ada bahasa tanpa masyarakat (Wildan, 2. Pemakaian bahasa dalam masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan, status sosial, jenis kelamin, situasi, siapa pendengarnya, siapa pembicaranya, kapan dan di mana bahasa itu digunakan (Suhandra. Hal tersebut menjadi faktor pemakaian bahasa demi menciptakan suatu komunikasi yang sejalan dan nyaman. Dalam aktivitas komunikasi melibatkan dua pihak atau lebih, setidaknya ada dua pihak, yaitu pihak yang menyapa . dan pihak yang disapa . Oleh karena itu, agar komunikasi berjalan sesuai keinginan, maka pihak penyapa harus menggunakan bentukbentuk yang sesuai dalam berkomunikasi agar dapat dimengerti maksud Salah satu bentuk komunikasi itu adalah bentuk sapaan. Bentuk sapaan termasuk ke dalam studi linguistik. Linguistik sendiri merupakan ilmu yang tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, seperti bahasa Jawa dan bahasa Arab, melainkan mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya, bahasa yang menjadi alat interaksi sosial milik manusia (Chaer. Bentuk sapaan ini mengkhusus pada bidang linguistik, yakni bidang Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat yang merupakan interdisiplin antara sosiologi dan linguistik (Chaer, 2. Salah satu objek penelitian yang terdapat pada subdisiplin sosiolinguistik, yakni hubungan kekerabatan yang terdiri atas bentuk referensi dan bentuk sapaan. Pada penelitian ini akan fokus pada bentuk sapaan dalam karya sastra. Bentuk sapaan adalah bentuk-bentuk atau ungkapan penutur untuk menyapa, menegur atau menyebut orang kedua atau orang yang diajak bicara . itra tutu. (Chaer, 1997 & Rahmah, 2. Hubungan antara bahasa dan masyarakat sangatlah erat, terutama hubungan antara bahasa dengan tingkat sosial masyarakat yang dilihat dari segi kedudukan sosialnya yang terlihat dari tingkat pendidikan dan perekonomian yang dimiliki oleh suatu masyarakat. Sehingga pemakaian bahasa sapaan menentukan kedudukan sosial masyarakat. Sebagaimana yang diketahui bahwa bentuk sapaan memiliki fungsi menurut Roselani, 1991. Fungsi pertama sebagaimana dijelaskan bahwa bentuk sapaan sebagai penanda hubungan sosial di antara peserta tutur. Kedua, bentuk sapaan sebagai ungkapan perubahan sementara antara sikap dan perasaan. Ketiga, yaitu bentuk sapaan berfungsi sebagai penarik perhatian orang yang disapa atau dipanggil untuk memisahkan orang-orang lain di sekitarnya. Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Keberhasilan dalam berinteraksi sangat bergantung pada pemahaman seseorang terhadap strategi kesopanan (Locher & Larinam, 2. Maka dalam konteks penelitian bentuk sapaan ini menunjukkan bahwa kata sapaan yang tepat merupakan bagian dari strategi kesopanan yang penting untuk mencapai komunikasi yang efektif. Penelitian mengenai bentuk sapaan cukup banyak dilakukan oleh peneliti terdahulu dengan pengambilan data secara langsung ataupun melalui karya sastra, seperti film, novel, cerita pendek, dan karya sastra lain seperti penelitian yang dilakukan oleh Elita Ulfiana. dan Awla Akbar Ilma. mengenai AuBentuk sapaan generasi Z dalam film Generasi Micin: Analisis SosiolinguistikAy, jurnal Saifudin I. A . mengenai AuBentuk-Bentuk Sapaan Film Ramona and Beezus Disutradarai oleh Elizabeth Allen (Analisis Sosiolinguisti. Ay, dan Bryan C. Rumengan . dalam skripsinya mengenai AuBentuk-Bentuk Sapaan Film Four Brothers Karya Henry HathawayAy, serta masih banyak penelitian lainnya. Penelitan-penelitian tersebut menunjukkan bahwa adanya ciri khas pemakaian kata sapaan, seperti budaya barat, budaya tingkat generasi, dan daerahnya. Sistem sapaan dalam interaksi sosial masyarakat memiliki sebutan lain pula, yakni tutur sapa. Di dalam masyarakat terdapat bermacam-macam manfaat pemakaian kata sapaan, sehingga mengakibatkan timbul keragaman bentuk sapaan yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Maka dari itu kriteria yang berkaitan dengan ragam bentuk sapaan itu dapat dilihat dari . latar belakang penutur, . situasi komunikasi, dan . hubungan sosial antara penutur dan lawan bicara. Oleh karena itu, teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik bentuk sapaan Kridalaksana dan Ervin-Tripp. Teori Kridalaksana mengungkapkan bahwa kata atau ungkapan yang dipakai untuk menyebut dan memanggil para pelaku dalam suatu peristiwa bahasa merujuk pada kata sapaan, dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu status dan fungsi. Sementara itu, teori Ervin-Tripp mengungkapkan bahwa kata sapaan yang digunakan adalah kata ganti orang ke dua. Dari penelitiannya mengenai bentuk sapaan bahasa Inggris Amerika terdapat dua kaidah, yaitu kaidah alternasi dan kaidah kookurensi, harus ada dalam penggunaan kata sapaan. Dalam hal cara menyapa, kaidah alternasi berbicara tentang bagaimana menggunakan kata salam berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhinya. Kedua teori ini sebenarnya memiliki keterkaitan satu sama lain, sehingga kedua teori tersebut dapat digunakan dalam penelitian ini. Bentuk sapaan itu digunakan dapat dianalisis jika ada interaksi sosial dalam masyarakat, dan tidak dapat dianalisis apabila bentuk sapaan itu tidak berada dalam interaksi sosial. Maka, pada hakikatnya, bentuk sapaan itu dibentuk berdasarkan beberapa unsur dengan keterkaitan dengan film Agak Laen, yakni bentuk sapaan menggunakan kata ganti, nama diri, istilah kekerabatan, gelar dan pangkat, dan bentuk N (Nomina. Bentuk sapaan tersebut sesuai dengan teori Kridalaksana, sedangkan berdasarkan teori bentuk sapaan Ervin Tripp yang berdasar pada bentuk sapaan bahasa Inggris Amerika, bentuk sapaan dengan kaidah alternasi yang digunakan adalah situasi, pangkat, dan perangkat identitas (Ervin-Tripp dalam Malo, 2. Kedua teori tersebut Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 akan diterapkan pada bentuk sapaan bahasa Indonesia yang terjadi dalam film Agak Laen. Setelah mengetahui unsur-unsur bentuk sapaan, maka latar belakang penggunaan bentuk sapaan ini dilihat dari segi situasi, kelas sosial, dan usia. Bentuk sapaan yang digunakan dalam film Agak Laen merepresentasikan kehidupan sosial masyarakat sosial budaya Indonesia dengan dialek Batak. Film tersebut mengisahkan tentang persahabatan empat orang yang mengais rezeki dengan cara yang salah. Di mana terdapat beberapa status sosial dalam film ini, yaitu generasi di atas dan di bawah empat orang bersahabat dan Bentuk sapaan yang sering digunakan adalah nama diri seperti ki, gel, bor, dan ben, dan sering pula digunakan pada perangkat identitasnya, yaitu pada tantara dan polisi. Oleh karena itu studi ini akan membahas mengenai pemakaian bentuk sapaan dalam Film Agak Laen karya Muhadkly Acho, meliputi unsur-unsur apa saja yang digunakan dalam sapaan pada film tersebut dan bagaimana bentuk sapaan dalam analisis sosiolinguistik itu dipakai secara spontan berdasarkan kajian sosiolinguistik sehingga dapat memberikan gambaran apakah teori Kridalaksana dan Ervin-Tripp relevan dengan kehidupan masyarakat pada saat ini. Metode Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simakcatat, dilakukan dengan menyimak film Agak Laen karya Muhadkly Acho, kemudian mencatat data yang dibutuhkan dengan mentranskripsikan data menjadi teks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis (Rita Fiantika dkk. , 2. Penelitian ini menggambarkan penggunaan bentuk atau ragam kata sapaan dalam komunikasi yang terjadi antar tokoh di film Agak Laen. Penelitian ini disajikan dengan menggunakan data berupa percakapan dalam bentuk kalimat yang dijelaskan secara Data dalam penelitian ini berupa bentuk atau kata sapaan yang terdapat dalam film Agak Laen. Hasil analisis data dalam penelitian ini disajikan dengan metode formal dan informal. Metode formal adalah perumusan dengan menggunakan kata-kata biasa, termasuk penggunaan terminologi yang bersifat teknis, sementara itu metode informal adalah perumusan dengan menggunakan tanda-tanda atau lambang (Mahsun, 2. Hasil analisis data dalam penelitian ini berwujud penjelasan berkaitan dengan bentuk-bentuk sapaan yang disajikan dalam bentuk kalimat dalam film Agak Laen, diuraikan satu persatu menjadi penjelasan secara terperinci. Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori bentuk sapaan yang dikemukakan oleh Kridalaksana dan Ervin-Tripp. Teori Kridalaksana yang digunakan meliputi: . kata ganti, . nama diri, . istilah kekerabatan, . gelar dan pangkat, dan . bentuk N . ku sementara itu teori Ervin-Tripp meliputi: . situasi, . pangkat, dan . perangkat Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Hasil dan pembahasan penelitian bentuk sapaan berdasarkan kedua teori tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Bentuk sapaan dalam film ini ditunjukkan melalui tokoh-tokoh yang berperan, yaitu Oki. Jegel. Bene, dan Boris. Selain tokoh utama tersebut, ada pula pemeran yang terlibat dalam penggunaan bentuk sapaan dalam film tersebut, seperti adik Oki, ibu Oki. Beben, dan lain-lain. Bentuk-bentuk sapaan yang digunakan para pemeran film Agak Laen dalam percakapan yang terjadi dalam interaksi dalam film menurut teori sosiolinguistik bentuk sapaan Kridalaksana adalah sebagai berikut. Klasifikasi Penggunaan Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Berikut ini adalah pengklasifikasian bentuk-bentuk sapaan yang digunakan oleh para pemeran film Agak Laen karya Muhadkly Acho yang berdasarkan pada teori bentuk sapaan yang dipublikasikan oleh Kridalaksana dan teori bentuk sapaan Ervin-Tripp berupa kaidah alternasi dan kookurensi. Bentuk Sapaan Kata Ganti Bentuk sapaan kata ganti orang dalam film ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pembantu. Jongki, dan Tohar. Bentuk sapaan digunakan oleh pemeran untuk menempatkan diri mereka yang setara, juga menunjukkan keakraban mereka. Berikut ini dipaparkan data-data relevan. Oh, pantesan lo gak pernah keliatan di kontrakan . Tapi, alhamdullilah banyak yang mau lempar dia, bang . Ya suka-suka gua, duit-duit gua . Kau bisa atur kau punya anak buah tidak, ha? . Aku bisa kok cari kerja tempat lain . Justru saya di sini biar nyampein pendapat saya ke Mbak . Terlihat dari data di atas bahwa bentuk sapaan . adalah bentuk sapaan yang berdasarkan latar belakang budaya mereka, yaitu Jakarta. Kata gua merupakan kata ganti nama pemeran yang ingin menyebutkan dirinya sendiri aku dan kata lo merupakan kata ganti nama pemeran yang ingin menyapa kamu. Bentuk sapaan . merupakan kata ganti dia merujuk pada Oki Rengga yang disapa oleh Bedul. Bentuk sapaan . merupakan kata ganti orang yang diucapkan oleh Jongki merujuk pada Bedul. Bentuk sapaan kau ini merupakan bentuk sapaan yang umumnya dipakai di daerah Sumatera Utara, dialek Batak. Sedangkan bentuk sapaan . merupakan kata ganti nama diri yang disapa aku sebagai Oki dan saya sebagai Tohar. Analisis menunjukkan bentuk sapaan . , . , dan . menggunakan sapaan kata ganti orang yang dipengaruhi oleh latar belakang penutur. Bentuk Sapaan Nama Diri Bentuk sapaan nama diri ini merupakan nama yang diberikan oleh orang tua terhadap anaknya yang baru dilahirkan (Ulfiana & Akbar Ilm. Nama tokoh dalam film Agak Laen ini, yaitu Oki. Boris. Bene. Jegel. Zul, dan Beben. Nama- Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 nama tersebut merupakan nama khas Indonesia, tidak terpengaruh oleh budaya luar Indonesia. Berikut ini adalah data-data bentuk sapaan yang relevan dengan bentuk sapaan nama diri dalam film Agak Laen. Mau kau apa. Ki, katanya mau kerja? . Uang buat apa. Bor? . Syarat apa. Ben? . Lah. Gel. Ngapain? . Makasih ya. Zul . Beb, tolong dong tutup pintu . Bentuk sapaan yang digunakan dalam percakapan yang dilibatkan oleh beberapa tokoh tersebut kebanyakan menggunakan penggalan nama utuh mereka, seperti yang terlihat pada bentuk sapaan . yang menggunakan sapaan Ki yang berasal dari nama Oki. Bentuk sapaan lainnya, seperti Bor. Ben. Gel, dan Beb berasal dari nama Boris. Bene. Jegel, dan Beben. Sedangkan bentuk sapaan . merupakan bentuk sapaan nama diri utuh, tidak melalui Bentuk Sapaan Istilah Kekerabatan Bentuk sapaan istilah kekerabatan digunakan apabila sapaan tersebut merujuk pada orang yang mempunyai hubungan kekerabatan dengan penyapa. Bentuk sapaan ini berkaitan dengaan kesantunan atau menjaga kesopanan berbahasa dengan mitra tutur. Dalam film ini, bentuk sapaan kekerabatan yang digunakan, yaitu dik, mak, mang, tulang, bang, mas, dek, pak, dan mbak. Berikut ini disajikan data yang relevan dengan bentuk sapaan istilah kekerabatan beserta dengan penjelasannya. Ambilkan dulu obat buat mamak, dik . Oh, iya mak sebenarnya aku pengen pulang tapi belum tau kapan, mak . Sudahlah mang, mamak sudah Ikhlas . Apa nggak kebanyakan tamunya itu. Tulang? . Tapi, alhamdullilah banyak yang mau lempar dia, bang . Mas Boris tinggal ikut ujian praktek aja . Dek, betah juga kau kerja di sini ya? . Pak, bangun, pak . Aku mau gulali boleh gak, mas? . Justru saya di sini biar nyampein pendapat saya ke Mbak . Dia pernah ngomong gak soal Pak Basuki? . Bentuk sapaan . digunakan oleh Oki ke adiknya. Oleh karena itu Oki menggunakan bentuk sapaan dik untuk memanggil adikknya. Bentuk sapaan . digunakan oleh Oki ke ibunya. Oki memanggil ibunya dengan sebuah mak atau mamak karena latar belakang budaya film tersebut adalah menggunakan bahasa Indonesia dialek Batak. Sama halnya seperti . yang menyebut dirinya sendiri dengan sebutan mamak. Selain itu, kata mang terdapat dalam bentuk sapaan . di mana ibu Boris sebagai penyapa dan Boris Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 sebagai tersapa. Mang di sini artinya adalah anak. Selanjutnya, bentuk sapaan . terlihat dari sapaan Tulang yang artinya paman atau om dalam bahasa Batak. Bentuk ini diucapkan oleh Bene kepada ayah dari Naomi. Bentuk sapaan . merupakan sapaan kekerabatan untuk kakak laki-laki, yaitu abang. Sapaan ini digunakan oleh Bedul ke Jongki yang usianya di atas Bedul. Kemudian, bentuk sapaan . adalah mas, biasanya digunakan untuk menyapa lakilaki yang lebih tua ataupun tidak diketahui umurnya. Kata sapaan mas ini tidak dipatokkan penggunaannya dari penyapa laki-laki atau perempuan. Sapaan mas digunakan oleh komandan yang bekerja sama dengan Boris dan digunakan pula oleh Intan kepada Pak Basuki. Sapaan . digunakan dalam istilah kekerabatan untuk menyapa orang tua laki-laki. Dalam hal ini, sapaan Pak digunakan oleh empat bersahabat Oki. Jegel. Bene, dan Boris merujuk pada Pak Basuki dan sapaan Pak Basuki merupakan bentuk sapaan kekerabatan nama diri. Bentuk sapaan selanjutnya adalah bentuk sapaan . , yaitu mbak, yang merujuk pada kakak perempuan. Namun, sapaan mbak sama halnya dengan sapaan mas di mana kedua sapaan ini tidak berpatokan pada usia orang yang disapa . danya kemungkinan tidak mengetahui usia tersap. Bentuk Sapaan Gelar dan Pangkat Bentuk sapaan gelar dan pangkat adalah bentuk sapaan yang digunakan sebagai bentuk penghormatan. Biasanya bentuk penghormatan ini digunakan oleh anak muda yang kedudukannya lebih rendah daripada orang yang memiliki gelar dan pangkat tersebut. Dalam film Agak Laen ini digunakan juga bentuk sapaan pangkat sebagai bentuk penghormatan dalam berkomunikasi. Adapun data-data yang relevan dengan bentuk sapaan ini adalah sebagai berikut. Siap. Dan . Siap, sama-sama. Dan . Bentuk sapaan . digunakan oleh Beben ke Tohar di mana Tohar pangkatnya lebih tinggi dibandingkan Beben pada profesi kepolisian. Penggunaan sapaan ndan atau utuhnya adalah komandan bermaksud untuk menghargai mitra tutur yang berstatus lebih tinggi pada bidang kepolisian. Bentuk Sapaan Bentuk N . ku Bentuk sapaan bentuk N . ku merupakan bentuk sapaan yang digunakan sebagai kepunyaan, bahwa orang yang disebut merupakan miliknya. Sapaan ini seperti, kekasihku dan ibuku. Berikut ini adalah data yang merujuk pada bentuk sapaan N . Masih ada kok yang sanggup dan mau melamar anakku . Soalnya ini punya mamakku . Bentuk sapaan . , yaitu anakku. Anakku yang dimaksud adalah anak Sapaan dalam film Agak Laen ini digunakan oleh ayah Naomi yang merujuk pada Naomi sendiri, yaitu anak perempuannya. Kemudian, bentuk Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 merupakan bentuk sapaan kepemilikan, yaitu mamakku atau ibuku dalam bahasa Indonesia. Sapaan ini digunakan oleh Oki yang merujuk pada Bentuk-bentuk sapaan yang digunakan para pemeran film Agak Laen dalam percakapan yang terjadi dalam interaksi dalam film menurut teori sosiolinguistik bentuk sapaan Ervin- Tripp, yaitu. Bentuk Sapaan Berdasarkan Situasi Situasi yang ditandai status itu merujuk pada latar atau tempat, status, dan gaya bicara seseorang ditetapkan dengan jelas, seperti di ruang perkuliahan, di ruang rapat pertemuan, ruang pengadilan, dan ruang lainnya yang tidak ditentukan. Maka dari itu, berdasarkan latar yang diketahui, maka kata sapaan setiap orang diambil dari identitas sosialnya. Berikut ini adalah penjelasannya berserta dengan data. Gak nampak pula. Mak, jatoh kayanya. Makanya yaudah kau pulang aja. Mar. Oh iya. Ben . Udah dua tahun lo kamu gak pulang. Mang . Bentuk sapaan berdasarkan situasi dalam film Agak Laen dilihat dari . , . , . , dan . Bentuk sapaan . adalah sapaan Mak di mana sapaan ini digunakan oleh Oki ke seorang perempuan yang berstatus sebagai ibunya. Bentuk sapaan . adalah bentuk sapaan yang digunakan oleh dua mitra tutur yang sebaya. Sapaan . merupakan sapaan yang digunakan oleh Jegel kepada Marlina dilihat dari situasinya yang berlatar sebaya dengan status yang sama, yaitu seorang pekerja rumah hantu, begitu pula dengan sapaan . Selanjutnya adalah bentuk sapaan . merupakan sapaan yang digunakan oleh ibu Boris kepada Boris. Dapat dilihat bahwa bentuk sapaan ini digunakan berdasarkan status mereka berdua, yakni ibu ke anaknya. Bentuk Sapaan Berdasarkan Pangkat Pangkat dalam hal sapaan ini merujuk pada tingkatan dalam sebuah kelompok kerja di mana tingkatan tersebut merujuk pada perbedaan status. Penjelasan lebih lanjut mengenai data yang terdapat dalam film Agak Laen adalah sebagai berikut. Siap. Ndan! . Siap sama-sama. Dan. Tidak berbeda dengan teori bentuk sapaan Kridalaksana. Teori Ervin-Tripp juga menggunakan bentuk sapaan berdasarkan pangkatnya. Bentuk sapaan . digunakan oleh Beben ke Tohar di mana Tohar pangkatnya lebih tinggi dibandingkan Beben pada profesi kepolisian. Penggunaan sapaan ndan atau utuhnya adalah komandan bermaksud untuk menghargai mitra tutur yang berstatus lebih tinggi pada bidang kepolisian. Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Bentuk Sapaan Berdasarkan Perangkat Identitas Perangkat identitas merujuk pada gelar dalam pekerjaan atau gelar kehormatan di mana bentuk sapaan ini dgunakan kepada orang yang memiliki gelar yang dimaksud. Bentuk sapaan ini yang terdapat dalam film Agak Laen adalah sebagai berikut. Pak, bangun, pak . Dia pernah ngomong gak soal Pak Basuki? . Perangkat identitas yang dimaksud dan terkandung dalam film Agak Laen ini adalah sapaan Pak. Jika dalam bahasa inggris America, sapaan ini biasanya disebut Mr. (Miste. untuk laki- laki. Dalam bahasa Indonesia Pak sama artinya dengan Mr. oleh karena itu bentuk sapaan ini merujuk pada seorang penyapa yang ingin menyapa mitra tuturnya . yang mempunyai kedudukan sebagai calon bupati. Bentuk Sapaan Berdasarkan Tingkat Generasi Bentuk sapaan berdasarkan tingkat generasi. Tingkat generasi yang dimaksud adalah tingkat generasi atas sampai bawah. Contohnya ibu dari ibu adalah nenek, maka nenek merupakan generasi di atas ibu, sehingga muncul sapaan ibu untuk menyapa nenek jika dilihat dari sudut pandang ibu. Agar lebih jelas, berikut ini adalah sapaan yang terdapat dalam film Agak Laen. Dik, biar abang aja . Udah mandi aku, bang . Udahlah, mak. Gak usah bahas tentang makam terus kenapa? . Bentuk sapaan ini dilihat dari tingkat generasinya, di mana pada bentuk sapaan . , yaitu dik diucapkan oleh Oki kepada adik Oki karena usia adiknya di bawah Oki. Bentuk sapaan . sebaliknya, sapaan bang diucapkan oleh adik Oki karena usia Oki lebih tua dibanding penyapa. Kemudian bentuk sapaan . digunakan sapaan mak, yaitu mamak atau ibu dalam sapaan Batak. Sapaan mak ini digunakan oleh Oki kepada perempuan yang melahirkannya, di mana tingkat generasi Oki ada di bawah ibunya. Berdasarkan penggunaan bentuk sapaan dalam film Agak Laen melalui teori Kridalaksana dan Ervin-Tripp dengan kaidah alternasi. Kedua teori sosiolinguistik bentuk sapaan ini sebenarnya memiliki keterkaitan. Teori Kridalaksana mengacu pada penggunaan bentuk sapaan bahasa Indonesia, sedangkan teori Ervin-Tripp mengacu pada penggunaan bentuk sapaan bahasa Inggris-Amerika. Teori Kridalaksana tentunya relevan dengan data yang disajikan dalam film Agak Laen karena latar belakang teori ini sendiri adalah bentuk sapaan berbahasa Indonesia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa keadaan bentuk sapaan menurut Ervin-Tripp relevan pula dengan beberapa bentuk sapaan dalam film ini dengan versi bentuk sapaan bahasa Indonesianya. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari tingkat generasi, pangkat, dan perangkat Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 identitasnya dari teori Ervin-Tripp, berkaitan atau mirip dengan teori sapaan Kridalaksana, yaitu pangkat atau gelar dan kekerabatan. Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Penggunaan Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bentuk sapaan ini dapat dilihat dari kelas sosial, jenis kelamin, usia, dan budaya dengan siapa berbicara, kapan, di mana, dan apa topik yang sedang dibicarakan. Hal ini bergantung pada faktor sosial dan situasional. Dalam bahasa Indonesia, kata sapaan yang digunakan pembicara untuk menyapa lawan bicaranya memang cukup bervariasi walaupun jenis kata sapaan itu paling banyak digunakan adalah istilah kekerabatan (Kridalaksana, 1982 dalam Malo, 2. Pemilihan bentuk sapaan itu dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu status sosial dan fungsi (Malo, 2. Maksudnya status sosial itu diartikan sebagai posisi sosial lawan atau usia dan fungsi merupakan jenis kegiatan atau jabatan lawan bicara. Variasi bahasa dan variasi sosial dan budaya menjadi faktor pendorong terbesar penggunaan bentuk sapaan di Indonesia, sebab masyarakat di Indonesia masih menjunjung tinggi norma kesantunan dan kesopanan. Pemakaian bentuk sapaan itu didasarkan pada faktor-faktor tertentu. Berdasarkan hasil pengamatan, maka faktor-faktor yang melatarbelakangi bentuk-bentuk sapaan pemeran film Agak Laen dalam interaksinya adalah kelas sosial, jenis kelamin, dan usia. Berikut penjelasannya. Kelas Sosial Tabel 1 Bentuk Sapaan Berdasarkan Kelas Sosial Sapaan Referen Ndan/Komandan Pemimpin pasukan Menurut Heriyanto, kelas sosial adalah sekelompok manusia yang menempati lapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi. Kelas sosial ini merupakan faktor yang melatarbelakangi penggunaan sapaan pemeran dalam film Agak Laen. Hal ini ditunjukkan oleh penggunaan kata sapaan ndan yang digunakan hanya untuk menyapa orang yang telah melakukan seluruh rangkaian militer dan mencapai jabatan komandan. Oleh sebab itu, kelas sosial menjadi faktor sapaan itu digunakan dalam masyarakat. Jenis Kelamin Tabel 2 Bentuk Sapaan Berdasarkan Jenis Kelamin Sapaan Pak Mbak Mas Referen Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 Jenis kelamin adalah adalah perbedaan biologis dan genetic antara perempuan dan laki-laki (Nurhaeni, 2. Faktor yang melatarbelakangi penggunaan kata sapaan berdasarkan jenis kelamin ini ditunjukkan oleh penggunaan kata sapaan Pak. Bu. Mbak, dan Mas. Kata sapaan Pak digunakan untuk menyapa seorang laki-laki yang usianya lebih tua, belum dikenal, ataupun memiliki jabatan tertentu, seperti guru, polisi, dan profesi lainnya. Kata sapaan Bu digunakan untuk menyapa seorang perempuan yang usianya lebih tua, belum dikenal, ataupun memiliki jabatan tertentu sama halnya seperti kata sapaan Pak. Kemudian kata sapaan Mas digunakan untuk menyapa seorang laki-laki yang memiliki usia lebih tua, belum dikenal, dan kerabat. Kata sapaan Mbak tidak jauh berbeda dengan kata sapaan Mas di mana sapaan ini digunakan untuk seorang perempuan yang usianya lebih tua, belum di kenal, dan ada hubungan kekerabatan. Usia Tabel 3 Bentuk Sapaan Berdasarkan Usia Sapaan Abang Adik Referen Kakak laki-laki Adik perempuan Faktor yang melatarbelakangi penggunaan bentuk sapaan di masyarakat salah satunya juga berdasarkan usia atau umur disapa. Contohnya adik berbicara dengan kakaknya dengan sebutan abang karena memiliki umur yang lebih muda dibanding kakaknya. Sebaliknya pun begitu. Dalam film Agak Laen tokoh Oki memanggil adiknya dengan sebutan Dik karena usia adiknya lebih muda dibanding Oki. Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat relevansi teori bentuk sapaan yang dikemukakan oleh Kridalaksana serta Ervin-Tripp dalam menganalisis penggunaan sapaan dalam konteks Bahasa Indonesia. Bentuk sapaan dalam film Agak Laen terbukti dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, seperti kata ganti, nama diri, istilah kekerabatan, gelar atau pangkat, serta bentuk N (Nomina. ku, yang menunjukkan bahwa sapaan tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial. Selain itu, penerapan teori Ervin-Tripp menunjukkan bahwa penggunaan bentuk sapaan sangat dipengaruhi situasi percakapan, status atau kelas sosial, serta usia penutur dan lawan tuturnya. Hal ini memperkuat pernyataan bahwa bentuk sapaan berfungsi sebagai penanda hubungan sosial dalam interaksi antar sosial. Secara praktis, penelitian ini memberikan Gambaran bahwa film dapat menjadi representasi penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial masyarakat. Variasi bentuk sapaan yang muncul dalam film Agak Laen menunjukkan bagaimana penutur menyesuaikan bahasa berdasarkan konteks sosial tertentu, baik seperti keakraban, penghormatan, maupun jarak sosial. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pembelajaran bahasa. Made Karla Aryalita: Analisis Sosiolinguistik Bentuk Sapaan dalam Film Agak Laen Karya Muhadkly Acho Kajian Linguistik dan Sastra Vol 5. No 2. Mei 2026 https://online-journal. id/kal P-ISSN 2963-8380 E-ISSN 2963-7988 khususnya dalam memahami penggunaan sapaan yang sesuai konteks sosial, serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan dalam kajian bahasa pada media audiovisual. Simpulan Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa film Agak Laen karya Muhadkly Acho menunjukkan berbagai bentuk sapaan yang dipakai oleh para tokoh dalam film tersebut melalui percakapan sehari-hari. Kategori sapaan yang didapatkan berupa kata ganti orang, nama diri, istilah kekerabatan, pangkat dan gelar, dan N ku. Bentuk-bentuk sapaan tersebut menggunakan teori Kridalaksana dan teori Ervin-Tripp di mana teori Kridalaksana fokus pada sapaan dalam bahasa Indonesia seperti kata ganti, nama diri, istilah kekerabatan, gelar dan pangkat, dan N ku. Sedangkan, teori Ervin-Tripp membahas sapaan dalam konteks bahasa Inggris Amerika yang relevan dengan konteks budaya Indonesia, yaitu dari tingkat generasi, pangkat, dan perangkat identitas. Keduanya memiliki kesamaan prinsip sapaan dalam dua bahasa dan budaya. Selain itu, adanya faktor-faktor yang melatarbelakangi penggunaan bentuk sapaan dalam masyarakat yang mencakup kelas sosial, usia, dan jenis kelamin. Bentuk sapaan itu digunakan berdasarkan faktor sosial dan situasionalnya. Hasil penelitian memberikan saran untuk penelitian selanjutnya, bahwa diperlukannya penelitian lebih lanjut bentuk sapaan Indonesia tidak hanya dari segi sosiolinguistik, tetapi dari segi pragmatis atau sosiopragmatisnya sehingga menemukan perbandingan dan perbedaan hasil penelitian. Daftar Pustaka