AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 118-123 Penyuluhan Tempat Perindukan Alami Nyamuk Aedes aegypti Vektor DBD di Dusun Pal 6. Kabupaten Lampung Selatan Emantis Rosa1. Yulianti1. Endang Nurcahyani1. Endang Linirin1. Selvi Marcelia2. Linda Septiani 2 1Fakultas MIPA. Program Studi Biologi. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Indonesia 2Fakultas Kedokteran. Program Studi Pendidikan Dokter. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Indonesia Email: 1*emantisrosa@gmail. Abstrak Oe Tempat perindukan yang selama dikenal masyarakat masih terbatas pada tempat perindukan yang ada di dalam rumah, padahal masih banyak tempat perindukan yang berada diluar rumah, seperti tanaman yang dapat menampung genangan air yang dimanfaatkan oleh nyamuk sebagai tempat perindukan masih belum dikenal oleh masyarakat secara luas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk mengenalkan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat pada tempat perindukan nyamuk sebagai upaya pengendalian terhadap serangga vektor DBD dalam rangka untuk menurunkan kasus DBD di tengah masyarakat. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap tempat perindukan alami vektor DBD sebesar 34,83% dari . ,30% - 81,13%). Kata Kunci: Tempat Perindukan Nyamuk. Aedes aegypti. Phytotelmata AbstractOeThe breeding places that are known to the public are still limited to the breeding places that are inside the house, even though there are still many breeding places outside, such as plants that can accommodate stagnant water which are used by mosquitoes as breeding places, are still not widely known by the public. The purpose of this community service activity is to introduce and increase public knowledge of mosquito breeding places as an effort to control DHF vector insects in order to reduce DHF cases in the community. The results of the activity showed that there was an increase in public knowledge about the natural breeding places for the DHF vector by 34. 30% - 81. 13%). Keywords: Breeding Places. Aedes aegypti. Phytotelmata PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan. Indonesia, tahun 2021 angka kasus kejadian DBD sebesar 73. 518 kasus dengan kematian sebesar 705 jiwa. Di Provinsi Lampung, angka incidence rate (IR) DBD dari tahun 20102021 cenderung fluktuatif, pada tahun 2021 Provinsi Lampung berada pada urutan ke-14 dengan nilai IR 25. 0 per 100. 000 penduduk dengan angka kematian Case Fatality Rate (CFR) sebesar 0. 4% (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. ,2. Tinggi nya populasi nyamuk dan luasnya sebaran dari nyamuk dapat dipengaruhi antara lain karena faktor lingkungan yang mendukung, seperti faktor suhu, kelembaban dan curah hujan yang tinggi. Faktor Ae faktor lingkungan ini secara bersama - sama bersinergi terhadap nyamuk dan keberadaan tempat perindukan nyamuk. Tempat perindukan nyamuk adalah tempat dimana nyamuk dapat hidup dan berkembang biak, tempat ini sangat penting bagi nyamuk karena sebagian besar waktu dalam menyelesaikan siklus hidup berada ditempat perindukan ini. Keberadaan tempat penampungan air sangat berperan terhadap ada tidaknya larva nyamuk (Wiyatama, 2. Secara umum tempat perindukan nyamuk ada dua yaitu tempat perindukan buatan . rtificial containe. dan tempat perindukan alami . atural Provinsi Lampung termasuk salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai kekayaan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, hal ini karena didukung oleh curah hujan yang tinggi menyebabkan berbagai jenis tumbuhan dapat tumbuh subur termasuk tanaman yang tergolong Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 118 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 118-123 Phytotelmata. Di daerah tropis umumnya tumbuhan Phytotelmata ditemukan pada batang pohon yang berlobang . ree hole. , tunggul bambu . amboo stum. , pada tumbuhan berkantong atau berbentuk kendi . itcher plan. , serta tumbuhan Bromeliad (Fish,1. Genangan air yang ada pada bagian tumbuhan ini digunakan oleh beragam organisme sebagai habitat untuk tempat berkembangbiak, termasuk serangga (Derraik,2. Provinsi Lampung juga termasuk salah satu daerah endemik DBD di Indonesia. Hal ini dikarenakan antara lain secara geografis dan didukung faktor iklim tropis basah beragamnya tumbuhan yang hidup termasuk Phytotelmata. Namun seirin berjalannya waktu, perkembangan pembangunan yang meningkat sehingga banyak ditemukan perumahan baru yang di sertai dengan fasilitas sarana dan prasarana seperti taman Ae taman yang bernilai estetika, tanpa disadari dapat menampung air. Tanaman yang dapat menampung air dijadikan oleh nyamuk sebagai tempat perindukan alami inilah yang disebut golongan Phytotelmata. Tanaman golongan Phytotelmata adalah hunian akuatik dimana bagian organ tumbuhan ini dapat menampung genangan air, seperti kelopak daun, kelopak bunga, lobang pohon, lobang akar, lobang buah dan lain sebagainya (Kitching, 1. Genangan air pada tumbuhan ini dimanfaatkan oleh berbagai jenis makro invertebrata termasuk nyamuk sebagai tempat perindukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam upaya penangulangan kasus DBD pada masyarakat adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap masyarakat tentang habitat alami nyamuk seperti pada tanaman. Namun belum semua masyarakat memiliki pengetahuan tentang tanaman yang dapat menjadi tempat perindukan alami nyamuk ini. Oleh karena itu dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan penyuluhan tentang pengenalan jenis Ae jenis tanaman yang dimanfaatkan nyamuk sebagai tempat perindukan alami seperti golongan tanaman Phytotelmata kepada kelompok ibu ibu di Dusun Pal Enam yang merupakan bagian dari Desa Karang Sari. Kecamatan Jati Agung. Kabupaten Lampung Selatan. Kondisi sekarang pengetahuan masyarakat di Dusun Pal Enam. Desa Karang Sari. Kecamatan Jati Agung masih kurang mengenai tempat perindukan nyamuk, apa itu tempat perindukan, dan apa saja jenisnya, karena yang dipahami masyarakat banyak hanya ditemukan hidup di bak kamar mandi saja. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang kurang memadai ini maka diadakan penyuluhan tentang tempat perindukan nyamuk baik buatan maupun alami. Kondisi yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat di Dusun Pal Enam, sehingga pengetahuan yang di peroleh akan dapat digunakan sebagai dasar dalam upaya bagaimana pengendalian nyamuk dalam memutus rantai penularan dan tentunya akan berakibat pada penurunkan jumlah kasus DBD. METODE PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan kegiatan ini khalayak sasarannya adalah kelompok ibu- ibu di Dusun Pal Enam. Desa Karang Sari Kecamatan Jati Agung. Dalam kegiatan pengabdian ini karena masih dalam kondisi PPKM yang membatasi aktifitas masyarakat untuk berinteraksi secara langsung, maka yang hadir dibatasi sesuai arahan dari pamong desa. Bahan dan alat yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi jenis Ae jenis tanaman yang berpotensi menampung genangan air, seperti jenis tanaman yang mempunyai kelopak daun yang lebar dan dapat menampung genangan air, contoh nya jenis Bromeliaceae, batang pohon yang berlobang, bambu atau jenis tanaman lain yang organ tubuhnya dapat menampung genangan air dan juga ditampilkan dalam bentuk gambar Ae gambar karena keterbatasan untuk membawa langsung Selain itu juga dilakukan pengamatan langsung terhadap tanaman yang tumbuh disekitar lokasi. Alat : Pisau dan Gunting untuk mengambil tanaman Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 119 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 118-123 Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah berupa penyuluhan dengan cara memberikan ceramah terhadap kelompok ibu- ibu di dusun Pal Enam, yang dibagi dalam beberapa sesi yaitu: Pembukaan oleh ketua tim pengabdian dan wakil dari peserta, pelaksanaan kegiatan oleh semua anggota tim pengabdian . Melaksanakan evaluasi awal dimana setiap peserta akan diberi soal untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang dimiliki peserta tentang tempat perindukan alami nyamuk sebelum mendapat materi. Penyampaian materi oleh tim pengabdian dilakukan langsung secara bergantian sesuai dengan bidangnnya masing Ae masing dan tetap mematuhi protokol kesehatan, dilanjutkan dengan diskusi, dan tanya jawab secara interaktif. Evaluasi akhir, dilaksanakan setelah penyampaian materi selesai peserta kembali diberi soal untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap materi yang sudah disampaikan. Selain evaluasi awal dan akhir diberikan juga evaluasi proses, evaluasi ini dilakukan selama kegiatan berlangsung, dimana tim pengabdian menilai peserta, meliputi sikap, aktivitas dan antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Peserta diajak ke sekitar pekarangan untuk melihat langsung beberapa jenis tanaman yang dapat menampung genanag air. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil, masing masing kelompok dibimbing oleh narasumber (Tim Pengabdia. Semua kegiatan ini dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan (Proke. yang berlaku, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, dan tidak bergerombol Gambar 1. Contoh Tanaman Dapat Menampung Genangan Air Dan Dimanfaatkan Oleh Nyamuk Sebagai Tempat Perindukan Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 120 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 118-123 Gambar 2. Narasumber Sedang Menjelaskan Tanaman Sebagai Tempat Perindukan Melalui Gambar Kepada Peserta Dan Peserta Sedang Menjawab Soal Evaluasi Yang Sudah Disediakan HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan terhadap peserta dari awal sampai akhir kegiatan diperoleh kemajuan pemahaman tentang pengetahuan tentang tempat perindukan alami nyamuk khususnya pada tanaman golongan Phytotelmata pada kelompok ibuAeibu Dusun Pal Enam. Desa Karang Sari. Hasil evaluasi awal dan akhir dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 3 Tabel 2. Menunjukkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan pada kegiatan penyuluhan tempat perindukan alami nyamuk Aedes aegypti pada kelompok ibu Ae ibu di Dusun Pal 6, melalui hasil tes awal dan tes akhir. Tabel 1. Nilai Tes Awal Dan Tes Akhir Peserta Penyuluhan Tempat Perindukan Alami Nyamuk Peserta Jawaban Benar Tes Awal Jawaban Benar (%) Jawaban Benar Tes Akhir Jawaban Benar (%) Peningkatan (%) Rata-Rata Seberapa besar persentase peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta setelah diberikan penyuluhan tentang tempat perindukan nyamuk dapat dilihat pada Gambar 3 berikut. Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 121 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 118-123 Sebelum Sesudah Gambar 3. Diagram Persentase Peningkatan Pengetahuan Sebelum Dan Sesudah Diberikan Penyuluhan Tentang Tempat Perindukan Alami Nyamuk Terlihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman dari peserta sebelum diberikan materi dan setelah materi disampaikan sebesar 51%, dapat diartikan dengan sistim multistrata peningkatan terlihat dari strata rendah ( 39%) ke strata tinggi . %). Hasil ini membuktikan bahwa penyampaikan informasi melaui penyuluhan ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dari peserta. Terjadinya peningkatan ini mungkin disebakan oleh karena topik yang diberikan merupakan pengetahuan yang baru bagi peserta karena selama ini tempat perindukan nyamuk yang dipahami masyarakat secara umum hanya di bak mandi, kaleng, atau ember yang berisi air dan terbuka. Sehingga waktu topik ini disampaikan peserta sangat antusias mengikutinya. Selain memberikan materi melalui contoh tanaman yang dapat menampung air dan dapat dimanfaatkan oleh nyamuk sebagai tempat perindukan, peserta juga diajak melihat tanaman sekitar rumah yang berpotensi menampung air. Kegiatan ini sangat membuat peserta antusias dan tertarik. Kelebihan dari pemberian demonstrasi atau praktik kepada khalayak sasaran antara lain adalah peserta lebih aktif dalam proses transfer pengetahuan dan mendapatkan keterampilan yang lebih cepat dibandingkan hanya dengan teori (Nasution, 2. Setelah evaluasi awal dan akhir dilakukan juga evaluasi proses terhadap peserta kegiatan ini melalui penilaian yang dilakukan tim pengabdian terhadap aktivitas, antusias, perhatian sewaktu penyampaian materi, pengamatan lapangan, bertanya, menjawab dan meyampaikan Adapun hasil evaluasi proses yang sudah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Evaluasi Proses Aktivitas Peserta Selama Kegiatan Berlangsung Jenis Aktivitas peserta Memperhatikan penjelasan Bertanya Memperhatikan saat pengamatan Menjawab Mengemukakan pendapat Aktif saat pengamatan Jenjang Pengamatan Selalu /Sering Kadang Ae kadang Tidak pernah Oo Oo Oo Oo Oo Oo Hasil evaluasi proses terlihat bahwa peserta cukup tertarik dengan kegiatan ini yang ditunjukkan melalui aktifitas peserta: memperhatikan saat penyampaian materi maupun saat pengamatan, bertanya, mengemukakan pendapat masuk kedalam kriteria selalu/sering, sedangkan Emantis Rosa | https://journal. id/index. php/amma | Page 122 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. No. 1 Februari . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 118-123 menjawab masih kriteria kadang Ae kadang. Secara keseluhan kegiatan ini mendapat tanggapan baik dari peserta dan peserta merasa puas atas materi yang disampaikan. KESIMPULAN Dari hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan berupa penyluhan terhadap masyarakat Dusun Pal Enam. Desa Karang Sari. Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Dari hasil evaluasi awal dan akhir terjadi penigkatan pengetahuan dan pemahaman peserta sebesar . %) dari kategori rendah . %) ke kategori tinggi . %). Begitu juga hasil evaluasi proses menunjukkan hasil yang memuaskan yang terlihat dari antusiasme peserta dan kriteria penilaian lebih banyak kriteria selalu/sering. REFERENCES